LGBT
Deskripsi
LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini
digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini
lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Wikipedia
Apa Itu LGBT?
Meskipun sudah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, tetapi
tentunya masih banyak di antara Anda yang penasaran tentang apa itu
LGBT? LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender.
Istilah LGBT mulai muncul kurang lebih tahun 1990-an dan awalnya
digunakan untuk menggantikan istilah ‘komunitas gay’ yang ada saat itu.
Sejak ditemukan istilah LGBT, maka komunitas ini tidak hanya mewakili gay
saja, tetapi juga lesbian, biseksual, dan juga transgender.
Menurut pengertiannya sendiri gay adalah sebutan untuk pria dengan
orientasi seks pada sesama jenis. Lesbian adalah sebutan untuk wanita yang
memiliki orientasi seks terhadap wanita. Biseksual adalah sebutan untuk
individu yang orientasi seksnya bisa pada pria dan bisa juga pada wanita.
Sedangkan transgender adalah istilah untuk individu yang identitas atau
ekspresi gendernya berbeda dengan jenis kelaminnya ketika lahir.
Istilah queer yang mengacu pada individu yang masih meragukan orientasi
seksualnya sering ditambahkan di belakangan LGBT dan menjadi LGBTQ.
Istilah ini baru muncul setelah tahun 1996, namun hingga saat ini LGBT
adalah istilah yang masih tetap lebih populer dibandingkan dengan LGBTQ.
Selain singkatan LGBTQ, terdapat juga istilah LGBTI, di mana ‘I’ mewakili
kamu interseks yang merupakan situasi genetik yang membuat seseorang
tidak dapat diidentifikasikan jenis kelaminnya pria atau wanita. Masih banyak
perdebatan dari setiap kaum tentang haruskah bergabung dalam satu
gerakan atau tidak. Tapi secara umum kini LGBT adalah istilah yang
digunakan untuk mewakili kaum non-heteroseksual.
LGBT memiliki lambangnya sendiri yaitu pelangi. Lambang ini dipilih karena
identik dengan pergerakan zaman baru.
Faktor Penyebab LGBT
Banyak yang beranggapan bahwa LGBT adalah sekedar perilaku seksual
yang tidak semestinya. Orientasi seksual seseorang memang seharusnya
terbentuk secara alami. Tapi ternyata orientasi ini juga bisa berubah karena
berbagai faktor. Ada banyak sekali faktor yang bisa membuat seseorang
memiliki orientasi seksual yang tidak biasa.
Beberapa faktor penyebab LGBT adalah sebagai berikut ini:
1. Trauma masa lalu
Seseorang yang menjadi korban penyimpangan atau pelecehan seksual, bisa
berpotensi memiliki orientasi seksual yang tidak sewajarnya. Korban yang
merasa dilecehkan oleh lawan jenis bisa berpotensi merasakan trauma
hingga dewasa dan cenderung mudah untuk ditarik ke dalam hubungan
sesame jenis.
2. Faktor keluarga
Faktor selanjutnya yang menjadi penyebab LGBT adalah faktor keluarga.
Pembentukan karakter seorang individu dimulai dari lingkungan terdekatnya
yaitu keluarga. Jika pada proses pembentukan karakternya individu tersebut
dibuat bingung dengan karakternya sendiri, tentunya pembentukan orientasi
seksualnya juga bisa bermasalah.
Contohnya adalah seperti keluarga yang memperlakukan anak perempuan
seperti anak laki-laki dan juga sebaliknya. Meskipun tidak semua kasus
seperti ini menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki orientasi seksual
yang tidak semestinya, tetapi faktor ini tetap menjadi salah satu penyebab
yang masih banyak ditemui hingga saat ini.
3. Faktor lingkungan lebih dari faktor genetis
Kaum LGBT terdiri dari beberapa jenis individu dengan orientasi seksual yang
berbeda. Satu-satunya yang mendapat pengaruh dari faktor genetis adalah
kaum interseks. Sedangkan untuk yang lainnya lebih banyak dipengaruhi
oleh faktor lingkungan.
Sebelumnya disebutkan bahwa faktor keluarga sangat berpengaruh pada
pembentukan orientasi seks seseorang. Selain faktor keluarga, faktor
lingkungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan psikoseksual
seseorang. Faktor lingkungan biasanya akan semakin kuat ketika seseorang
memasuki usia remaja.
Individu yang pada awalnya heteroseksual juga bisa berubah orientasi
seksualnya jika masuk ke dalam lingkungan dengan orientasi seksual yang
tidak biasa. Pengalaman seksual seseorang untuk pertama kali juga bisa
berpengaruh pada orientasi seksual ke depannya. Bisa dikatakan bahwa
orientasi seksual yang menyimpang ini bisa diajarkan pada seseorang yang
orientasi seksualnya normal, lebih mudah diajarkan lagi pada seseorang
yang belum memiliki pengalaman seksual sama sekali.
4. Penyalahgunaan teknologi
Kecanggihan teknologi memang memberikan manfaat yang sangat besar
bagi kehidupan manusia. Tapi jika tidak digunakan dengan bijak maka bisa
menyebabkan penyimpangan orientasi seksual. Individu dapat dengan
mudah mendapatkan informasi tentang LGBT, tapi sayangnya informasi ini
tidak didukung dengan pengetahuan yang memadai.
Pada akhirnya individu yang mendapat informasi ini pun akan menyerap
informasi tersebut seadanya dan akan sangat mungkin menyalahartikan
informasi tersebut. Jika tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang apa itu
LGBT sebenarnya dan apa dampak dari orientasi seksual yang menyimpang,
individu tersebut bisa beranggapan bahwa LGBT adalah sesuatu yang wajar.
Apakah LGBT Berbahaya?
Jika dikatakan berbahaya atau tidak bagi kesehatan maka dapat dikatakan
bahwa LGBT bisa mendatangkan beberapa risiko bagi kesehatan. LGBT
memang bukan satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan penularan
PMS (penyakit menular seksual) maupun penyakit seperti HIV/AIDS, pada
pasangan heteroseksual penyakit-penyakit ini juga bisa ditularkan.
Tetapi banyak studi yang sudah membuktikan bahwa penularan penyakit
seperti HIV/AIDS lebih tinggi pada pasangan seks pria dengan pria. Selain
itu, studi lain juga menunjukkan bahwa wanita transgender memiliki risiko
terjangkit HIV jauh lebih tinggi daripada wanita biasa.
Pada dasarnya orientasi seksual yang menyimpang memang akan memicu
perilaku seksual yang menyimpang. Wajar saja jika bagian tubuh yang tidak
digunakan dengan semestinya bisa mengalami gangguan kesehatan. Masalah
penyakit yang menular sebenarnya kembali pada individu masing-masing.
Selain karena orientasi seksual yang menyimpang, penyakit seperti ini pada
dasarnya mudah menular karena kebiasaan bergaonta-ganti pasangan.
Jadi, meskipun dengan orientasi yang menyimpang, sebenarnya seseorang
masih bisa terhindar dari risiko penyakit tersebut, asalkan menjalani
kehidupan seksual yang sehat. Namun pada dasarnya pilihan ini kembali
pada masing-masing individu.
Di Indonesia yang masih menjunjung tinggi budaya ketimuran, LGBT masih
menjadi hal yang kontroversial dan cenderung ditolak. Pernikahan LGBT
yang sudah disetujui di beberapa negara di dunia, juga masih dilarang keras
di Indonesia. Namun, tidak sedikit juga kalangan yang mendukung gerakan
yang satu ini.
Meskipun pernikahan LGBT di Indonesia masih dilarang keras, tapi perilaku
LGBT di Indonesia tidak dianggap sebagai perilaku kriminal. Hanya dua kota
di Indonesia yang melarang keras secara langsung perilaku LGBT yaitu Aceh
dan Palembang.
Hal terberat yang dialami kaum LGBT adalah pandangan masyarakat non-
LGBT yang menentang keras LGBT. Meskipun begitu, karena secara
Internasional gerakan ini semakin meluas, maka semakin banyak juga kaum
LGBT di Indonesia yang semakin terbuka dengan identitasnya dan terus
berusaha untuk mendapatkan ‘hak’-nya.
Ciri-ciri Pria Gay yang Terlihat, 10 Sifat Ini Biasanya Melekat Pada Lelaki Homoseksual
Artikel ini telah tayang di [Link] dengan judul Ciri-ciri Pria Gay yang Terlihat, 10 Sifat Ini
Biasanya Melekat Pada Lelaki Homoseksual, [Link]
gay-yang-terlihat-10-sifat-ini-biasanya-melekat-pada-lelaki-homoseksual.
Editor: bandot
Ketahuilah 8 Ciri-Ciri Orang Terkena LGBT yang
Perlu Disadari
1. Kurang Memiliki Gairah Melihat Lawan Jenis
Hal ini bisa dilihat pada pasangan sendiri, lantaran seseorang yang telah memiliki pasangan tidak
menjamin mereka bebas dari jerat LGBT. Tanda ini bisa dilihat dari keintiman hubungan Anda dengan
pasangan. Pria atau wanita normal tentu akan memiliki gairah terhadap lawan jenis, jika pasangan
Anda selalu terlihat tidak bergairah meski Anda telah berusaha memancing gairahnya, perlu dicurigai
bahwa pasangan Anda ini LGBT.
2. Memandang Sesama Jenis dengan Penuh Ketertarikan
Normalnya, seseorang akan lebih tertarik untuk melihat lawan jenis dari pada sesama jenis. Namun
pada orang yang terkena LGBT akan terjadi sebaliknya, ia lebih suka memperhatikan sesama jenis,
terlebih mereka yang terlihat seksi dan memancing gairah.
3. Berteman dengan Sesama LGBT
Umumnya, ciri-ciri orang terkena LGBT memiliki komunitas sendiri dan akan sering bergaul dengan
sesamanya. Nah, jika seseorang atau pasangan kamu memiliki teman yang diketahui seorang LGBT,
maka perlu dicurigai. Mungkin ia telah termasuk di dalamnya atau sedang diraih untuk bergabung ke
dalam komunitasnya.
4. Suka Menarik Perhatian Sesama Jenis
Hal lainnya yang menjadi ciri-ciri orang terkena LGBT adalah dari sikapnya yang terlihat sangat suka
menarik perhatian sesama jenis. Ia akan bertingkah selayaknya orang yang sedang jatuh cinta ketika
melihat lawan jenisnya yang tampan atau cantik. Namun kehilangan selera ketika melihat lawan jenis
yang cantik dan tampan. Agar tidak terpengaruh LGBT, sebaiknya simak cara menghindari pergaulan
bebas penyuka sesama jenis.
5. Sangat Peduli dengan Penampilan
Tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang, mereka yang LGBT juga sangat peduli dengan
penampilan. Hanya saja semua itu bukan ditujukan untuk lawan jenisnya. Itu akan terlihat ketika
dirinya hendak jalan dengan teman sesama jenis namun berdandan sangat rapi dan wangi layaknya
seseorang yang akan kencan dengan lawan jenis.
6. Memiliki Hubungan yang Terlalu Dekat dengan Sesama
Jenis
Hal lainnya yang menjadi ciri-ciri orang terkena LGBT dan bisa terlihat jelas adalah ketika ia terlihat
memiliki hubungan yang sangat dekat dengan teman sejenisnya. Akan terlihat perbedaan cara ia
memperlakukan teman biasa dengan teman LGBTnya ini. Ia akan terlihat sangat dekat dan
menempel yang seharusnya tidak ia lakukan kepada sesama jenis. Orang yang normal tidak akan
melakukan hubungan yang sedekat itu dengan teman sesama jenisnya. Jika ada teman yang seperti
ini, sebaiknya simak cara memberikan motivasi pada teman agar ia tidak terus terhanyut di jalan yang
salah.
7. Tidak Risih Melakukan Kontak Fisik dengan Sesama Jenis
Pada wanita yang terkena LGBT, tentu akan sulit untuk melihat ciri-ciri orang terkena LGBT ini.
Umumnya, wanita sudah biasa sering melakukan kontak fisik dengan teman sejenisnya seperti
pelukan dan pegangan tangan mengingat sifat wanita yang memang manja.
Tapi akan terlihat sangat jelas pada ciri-ciri pria gay yang terkena LGBT. Dimana ia tidak terlihat geli
dan risih bersentuhan dan melakukan kontak fisik dengan sesama jenis. Tak jarang mereka juga suka
jalan sambil bergandengan tangan. Tak jarang mereka juga memiliki keinginan besar untuk
melakukan pernikahan sejenis.
8. Jaga Jarak dengan Lawan Jenis
Hanya seseorang yang telah memiliki pasangan yang menjaga jarak dengan lawan jenisnya untuk
menghargai hubungan dengan pasangannya. Namun pada orang yang LGBT, ia tetap menjaga jarak
dengan lawan jenis meski ia adalah seorang single. Ciri-ciri orang terkena LGBT ini akan semakin
jelas jika ia justru lebih sering terlihat berduaan dengan sesama jenis.
Itulah 8 ciri-ciri orang terkena LGBT yang ada dilingkungan sekitar kita. Mereka yang terkena LGBT
umumnya juga sangat pandai menutupinya sehingga terkadang sulit untuk disadari oleh orang-orang
disekitar mereka. Penyebab orang menjadi gay beberapa diantaranya disebabkan oleh pengaruh
sosiokultual, peran orang tua, trauma dimasa kecil hingga ketidakpuasan dalam hubungan seks
dengan lawan jenis. Simak juga tips menjadi istri yang baik dan disayang suami ya.
Bahaya LGBT
Faktanya, penyebaran LGBT begitu cepat. Bahkan, yang tadinya terlahir sebagai
perempuan atau laki-laki "normal" dapat terkena hal tersebut. Hal tersebut tidak boleh
dibiarkan begitu saja karena dampaknya sangat besar. LGBT bisa membahayakan
kesehatan, pendidikan dan moral seseorang.
a. Kanker anal atau dubur
Para gay melakukan hubungan sek anal sehingga mereka memiliki resiko tinggi terkena
penyakit kanker anal.
b. Kanker mulut
Kebiasaan melakukan oral seks bisa menyebabkan kanker mulut. Sebab, faktanya rokok
bukanlah satu-satunya penyebab kanker mulut terjadi. Hal ini sesuai dengan studi di New
England Journal of Medicine yang dimuat di situs Dallasvoice.
c. Meningitis
Meningitis atau radang selaput otak terjadi karena infeksi mikroorganisme, kanker,
penyalahgunaan obat-obatan tertentu dan mengalami peradangan tubuh. Namun, hal lain
diungkapkan dalam tulisan di DetikHealth bahwa meningitis terjadi karena penularan
hubungan seks yang dilakukan oleh LGBT.
d. HIV/AIDS
Umumnya, para LGBT memiliki gaya hidup seks bebas dengan banyak orang sehingga
kecenderungan terkena virus HIV/ AIDS sangat tinggi.
e. Dampak Pendidikan
Selain berdampak pada kesehatan, LGBT juga mempengaruhi pendidikan seseorang.
Sebab faktanya, seorang LGBT memiliki permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar
dibandingkan dengan siswi atau siswa normal.
f. Dampak keamanan
Adanya LGBT ini menyebabkan terjadinya pelecehan seksual terjadi di mana-mana.
Bahkan, banyak kasus yang mana pelecehan tersebut terjadi pada anak-anak.
Cara Mengatasi LGBT
Karena dampak LGBT sangat mengerikan, sebaiknya ada upaya untuk mencegah timbulnya
LGBT. Caranya antara lain sebagai berikut ini:
1. Menjaga pergaulan
2. Menutup segala celah pornografi misalnya dari gadget. Orang tua harus aktif dalam hal
ini.
3. Diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah
4. Adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar
semakin parah.
5. Diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama.
Dengan hal-hal tersebut, diharapkan LGBT dapat dicegah dan penyebarannya tidak
semakin luas. LGBT merupakan suatu masalah kejiwaan yang perlu ditangani oleh semua
pihak baik dari pelaku maupun lingkungan sekitar. Dengan adanya kerja sama yang baik,
bukan tidak mungkin masalah LGBT yang menjadi kontroversi ini bisa diatasi dengan
baik. [***]