0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan5 halaman

Nilai dan Makna Demokrasi Pancasila

Tugas ini membahas tentang pelaksanaan demokrasi dalam berbagai aspek kehidupan. Diskusi mencakup penerapan nilai-nilai demokrasi di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara. Siswa diminta mengamati dan merasakan bagaimana karakteristik negara demokratis dapat diterapkan di setiap lingkungan tersebut.

Diunggah oleh

GitaWidyaWijayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan5 halaman

Nilai dan Makna Demokrasi Pancasila

Tugas ini membahas tentang pelaksanaan demokrasi dalam berbagai aspek kehidupan. Diskusi mencakup penerapan nilai-nilai demokrasi di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara. Siswa diminta mengamati dan merasakan bagaimana karakteristik negara demokratis dapat diterapkan di setiap lingkungan tersebut.

Diunggah oleh

GitaWidyaWijayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 1.

Setelah kalian membaca puisi di atas, coba kalian jawab pertanyaan


pertanyaan di bawah ini.
1. Mengapa istilah demokrasi maknanya beranekaragam?
Istilah demokrasi maknanya beranekaragam yakni bahwa setiap insan makhluk
hidup didunia ini pasti mempunyai rasa demokrasi sendiri-sendiri,dan inilah yang
membuat perbedaan demokrasi tersebut dpt menjadikan makna yang
beranekaragam
2. Bisakah kita memaksakan pemahaman tentang demokrasi kepada
orang lain? Berikan alasanmu.
Dalam dunia pemerintahan dan bermasyarakat maka bisa. Karena demokrasi
Pancasila adalah paham yang dianut mutlak oleh negara kita. Jika ada orang yang
bertindak jauh dr nilai demokrasi maka dia perlu diberikan pemahaman bahwa itu
bukan sikap yang sesuai dengan dasar negara kita. Sudah sewajarnya bangsa
Indonesia termasuk didalamnya semua warganegara baik individu manapun
memegang Pancasila sebagai ideologi. Dan Pancasila sangat menjunjung tinggi
nilai demokrasi. Jadi ini wajib hukumnya
3. Coba kalian identifikasi/temukan nilai-nilai apa saja yang
terdapat dalam puisi di atas.
Nilai-nilai yang terdapat dalam puisi diatas ,yaitu: - perbedaan membuat terjadinya
kesenjangan sosial - perbedaan membuat saling perpecahan - ketidakpercayaan
membuat semua tindakan yang baik menjadi sia-sia.
Nilai moral adalah hal-hal yang berkaitan dengan budi pekerti dan kesusilaan. 
bukti  = Menurut mereka, definisi demokrasi adalah “sama-sama hewan yang tidak
memakan satu sama lain, tidak memangsa satu sama lain”.
Nilai estetis adalah nilai-nilai keindahan yang melekat atau terkandung dalam 
puisi. Nilai keindahan ini dapat dilihat dari bentuk diksi, rima, dan gaya
bahasanya. 

Nilai politik adalah  hal-hal yang berhubungan dengan  isu-isu politik,


perkembangan politik, dan situasi perpolitikan yang sedang terjadi. 
bukti = Pimpinan baru kebun binatang ingin mereposisi sebuah kandangdan
kandang itu kandang yang penting posisinya.
4. Dari nilai-nilai yang sudah diidentifikasikan, nilai-nilai apa saja
yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan dalam kehidupan
sehari-hari?
Nilai tidak pantas : Hanya dengan perbedaan sekecil apapun jangan dijadikaaan
unsur timbulnya perpecahan dalam bermasyarakat, contohnya perbedaan suku ras,
agama, bahkan hanya perbedaan pendapat.
Dan nilai yang tidak pantas adalah menghalalkan segala cara untuk meloloskan
keinan satu pihak yaitu keinginan pak kepala kebun binatang untuk memasukkan
srigala dengan menggunakan cara-cara tidak benar yang akan berdampak buruk
untuk hewan lainnya.

Nilai pantas: Mempertahankan pendapat dan mempertahankan orang yang lebih


baik dalam hidup bermasyarakat.
Nilai yang pantas dilakukan dalam puisi demokrasi kebun binatang itu adalah
menggunakan musyawarah untuk mencapai sepakat, Dari 17 hewan lain saling
musyawarah untuk menentukan suatu kebijakan yang dapat berdampak untuk
semua.
Tugas 2

Bacalah berita di bawah ini. Kemudian diskusikanlah pertanyaan-pertanyaannya


dengan teman sebangku.
Warga Deli Serdang dan Langkat Serentak Pilih Bupati dan Wakil Bupati
[Link] - Warga Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Langkat di Sumut hari
ini, Rabu (23/10/2013), memilih calon bupati dan wakil bupati untuk periode 2014-
2019. Mereka menggunakan hak suaranya di ribuan TPS yang disediakan. Para
pemilih mengaku ikut memilih karena berharap ada perubahan ke arah lebih baik di
Deliserdang. “Ini kan lima tahun sekali. Jangan sampai golput yang menang. Kalau
banyak yang memberikan suara, calon terpilih nanti jadi benar-benar mendapat
legitimasi,” kata Ahmad Zuhdi (28), warga Jalan Kenari Raya, Perumnas Mandala,
Kelurahan Kenangan, Percut Sei Tuan, yang memilih di TPS 29. Perubahan juga
diharapkan Desta Tarigan, yang datang bersama keluarganya ke lokasi TPS 15 di
Kelurahan Delitua, Kecamatan Namorambe. “Saya juga berharap terjadi perubahan,
walaupun saya pesimis,” ucapnya. Berdasarkan pantauan, proses pencoblosan di
TPS berlangsung lancar. Warga mendatangi lokasi-lokasi yang ditetapkan sejak pagi.
Hingga menjelang siang, warga terlihat masih berdatangan. Berdasarkan Daftar
Pemilih Tetap (DPT), jumlah pemilih di Deliserdang 1.485.326 jiwa. Mereka diberi
hak memilih 11 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Lima pasangan kandidat
dicalonkan partai politik, enam pasangan calon lainnya maju dari jalur perseorangan.
Sementara itu, Pemilukada Langkat juga digelar hari ini. Empat pasangan calon
bupati dan wakil bupati akan memperebutkan suara 698.300 pemilih dalam DPT.
Sumber: [Link]

1. Menurut kalian apakah Pemilukada langsung yang dilaksanakan pada saat ini
sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila? Berikan alasan kalian.
Tidak. Alasannya karena masih ada pemilukada yang masih tidak bersifat jujur
dengan memberikan uang kepada masyarakat agar memilihnya sehingga melanggar
ASAS pemilu bebas, jujur dan rahasia.
2. Kalian tentunya sering mendengar atau membaca berita, beberapa
pelaksanaan Pemilukada Langsung diakhiri dengan kericuhan antar
pendukung calon kepala daerah/wakil kepala daerah. Menurut kalian apa saja
penyebab terjadinya hal tersebut?
a) Kepentingan setiap elite lokal, elite nasional, pengusaha dan kepentingan
kekuatan-kekuatan politik lain di daerah yang sedang bertarung memperebutkan
kekuasaan.
b) Kesalahan penafsiran terhadap implementasi undang-undang yang mengatur
persoalan pilkada
c) Belum bakunya infrastruktur pemilihan pejabat publik yang sering kali
kontroversial
d) Sistem manajemen termasuk payung hukum yang tidak berwibawa, tidak
berfungsi dan tidak dihormati.
Rapuhnya simbol perekat dan pemersatu yang mencakup nasionalisme, etnisisme,
etika dan budaya politik yang luhur.
Sikap dan perilaku aktor politik yang tidak terkendali, menerabas dan terjerumus
ke deviant politik.
3. Selain itu, hasil Pemilukada langsung juga banyak yang tidak diterima oleh
pasangan calon yang kalah. Mereka melayangkan gugutan hasil Pemilukada
ke Mahkamah Konstitusi. Menurut kalian apa saja yang menyebabkan tidak
diterima hasil pemilukada oleh pasangan calon kepala daerah/wakil kepala
daerah yang kalah dalam pemilihan? Apakah sikap tidak menerima kekalahan
tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila? Berikan alasan
kalian.
Menurut saya penyebabnya adalah:
- Kurang nya/ tidak adanya bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pemenang
pemilukada
- Proses pemilukada sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kontrol yang
baik dari panitia pemilu
- Adanya tindak anarkis yang dilakukan oleh pendukung calon kepala daerah yang
kalah dalam pemilukada

Sikap tidak menerima kekalahan tersebut tidak sesuai dengan prinsip demokrasi
pancasila karena pada dasarnya prinsip demokrasi pancasila itu adalah pengambilan
keputusan berdasarkan musyawarah dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
4. Coba kalian ajukan beberapa solusi untuk menyelesaikan kekisruhan dalam
pelaksanaan Pemilukada di Indonesia.
Solusi yang palig tepat untuk menghindari kekisruhan dalam pemilukada di setiap
daerah adalah dengan menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam pemerintahan
dan dalam pemilihan umum. Sekali lagi, sikap demokratis warga negara harus
dicarminkan dan dilaksanakan dengan baik. Menghindari sikap apatis dan
menghalalkan segala cara untuk menang bukanlah solusi, namun manipulasi.

a. Tugas 3
a. Dalam kehidupan di lingkungan keluarga
1) Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga yang lain.
2) Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara.
3) Terbuka satu sama lain jika memiliki masalah.
4) Bermusyawarah jika terjadi permasalahan.
5) Meningkatkan sikap saling peduli terhadap sesama.

b. Dalam kehidupan di lingkungan sekolah


1) Aktif dalam kegiatan diskusi kelas.
2) Rasa saling menolong satu sama lain.
3) Menghargai pendapat orang lain dan keanekaragaman.
4) Bergaul dengan sesama tanpa adanya deskriminasi.
5) Tidak mengelompok – lompokkan teman sesuai dengan ras, budaya, maupun
agama.

c. Dalam kehidupan di lingkungan masyarakat


1) Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.
2) Bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf.
3) Menyelesaikan masalah dengan cara kompromi.
4) Menghargai perbedaan pendapat.
5) Ikut berpartispasi dalam organisasi remaja.

d. Dalam kehidupan di lingkungan bangsa dan bernegara


1) Mendukung kelancaran proses Pemilihan Umum.,
2) Memiliki rasa tanggung jawab terhadap Negaranya.
3) Rasa peduli terhadap aspirasi rakyatnya.
4) Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat jika ada masalah.
5) Menghargai perbedaan dan keanekaragaman.

Tugas Mandiri 4
Coba kalian amati dan rasakan bagaimana pelaksanaan karakteristik negara
demokratis di lingkungan keluarga, sekolah masyarakat dan negara. Tulislah
jawaban kalian dalam tabel di bawah ini.
Karakteristik Penerapan dalam Lingkungan
Negara Demokratis

Keluarga Sekolah Masyarakat Negara

Persamaan antara Anak dan menetapkan Di bidang tidak ada


kedudukan di depan orang tua bahwa siswa masyarakat lembaga
hukum memiliki harus menjaga tiap orang negara yang
kedudukan yang suasana meski dia kebal
sama dalam kondusif dalam menjabat hukum,
hukum belajar sebagai meskipun
membayar mengajar, pemimipin dia bekerja
pajak. APabila sehingga guru masyarakat untuk DPR
sang anak sudah dan siswa (lurah, atau lemaba
bekerja maka dipandang camat, hukum
tidak ada alasan sama, apabila bupati, seperti MK
bahwa orang tua ada salah satu gubernur) apabila
harus membayar yang melanggar bila terlibat
pajak lebih tetap akan terindikasi kriminal
tinggi dari sang berhadapan melanggar maka tetap
anak. dengan hukum. hukum akan akan
tetap diproses.
diproses 
Karakteristik Negara Semangat Memilih ketua Pemilihan Terlibat
Demokratis kekeluargaan OSIS/HIMA/dll, ketua dalam
dan agar hasil RT/RW pemilu baik
kebersamaan pemilihan dapat dilakukan untuk
semakin kokoh. diterima oleh dengan cara memilih
seluruh jajaran voting. wakil-wakil
sekolah/kampus rakyat
maka pemilihan ataupun
ketua ini harus memilih
dilaksanakan Presiden dan
secara Waki
demokrasi. Presiden.
Seluruh rakyat
sekolah/kampus
harus memilih
demi kebaikan
bersama.
Penerapan dalam Saling Pemilihan Menghargai Kesediaan
Lingkungan Keluarga menghormati organisasi pendapat para
Sekolah Masyarakat dan menyayangi sekolah dan orang lain pemimpin
Negara kelas dengan untuk
musyawarah senantiasa
mendengar
dan
menghargai
pendapat
warganya;
Partisipasi dalam Setiap anggota Dikelompok Di Di tatanan
pembuatan keputusan keluarga berhak sekolah kita bisa kelompok negara kita
mengemukakan ikut masyarakat bisa ikut
pendapatnya, berpartisipasi kita bisa mengambil
untuk kemudian dalam ikut keputusan
dipertimbangkan menentukan mengambil mengenai
guna agenda kegiatan keputusan siapa calon
menghasilkan OSIS dalam mengenai rakyat yang 
suatu putusan satu tahun ke agenda akan terpilih
final. depan. kegiatan melalui
peringatan proses
17 agustus. pemilu.

Anda mungkin juga menyukai