STRATEGI PELAKSANAAN
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
PADA PASIEN DENGAN NYERI AKUT
OLEH :
KELAS 2.1
NI MADE WINDA NURSANTI (P07120016037)
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK
2017/2018
A. Kondisi Klien
Ny. S usia 46 tahun, pendidikan tamatan SD, pekerjaan sebagai
pedagang. Klien mengatakan nyeri pada pergelangan tangan sebelah kiri,
nyeri dirasakan karena post operasi sejak 2 hari yang lalu, klien tampak
meringis dan gelisah, dengan skala nyeri 6.
B. Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut berhuBungan dengan agen pencedera (prosedur operasi)
ditandai dengan pasien mengeluh nyeri, tampak meringis, dan gelisah
C. Tujuan
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 20 menit klien mampu
memanagement nyeri yang dirasakan.
D. Rencana Tindakan Keperawatan
Ajarkan cara penggunaan terapi nonfarmakologi guide imagery.
E. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Perawat : ”Selamat pagi IBu.”
Klien : ”Selamat pagi Sus.”
Perawat : ”Perkenalkan nama saya Winda Nursanti, IBu bisa
panggil saya Winda. Saya perawat yang bertugas merawat
IBu pada pagi hari ini dari pukul 07.00 sampai 14.00 siang
nanti. Kalau boleh saya tahu nama IBu siapa dan IBu
senang dipanggil apa?”
Klien : ”Nama saya Ny. DA, saya senang dipanggil Ny.D.”
b. Evaluasi dan Validasi
Perawat : ”Bagaimana tadi malam tidurnya Bu? Apakah nyenyak?”
Klien : ”Lumayan nyenyak Sus.”
Perawat : ”Bagaimana keadaan IBu hari ini? Apa IBu ada keluhan?”
Klien : ”Keadaan saya kurang baik Sus, pergelangan saya terasa
nyeri Sus.”
Perawat : ”Sejak kapan IBu merasakan nyeri?”
Klien : ”Sejak 2 hari yang lalu setelah saya operasi Sus.”
c. Kontrak
1) Topik dan Waktu
Perawat : ”Baiklah Bu, karena IBu masih merasanyeri, sekarang
saya akan mengajarkan IBu teknik guide imagery yang
bertujuan agar IBu mampu mengontrol nyeri yang IBu
rasakan. Saya memButuhkan waktu kurang lebih 15-20
menit. Apakah IBu bersedia?”
Klien : ”Iya Sus.”
2) Tempat
Perawat : ”IBu mau dilakukan tindakan ini dimana? Bagaimana
kalau disini saja Bu? Karena saya melihat kondisi IBu yang
masih lemah.”
Klien : ”Baiklah Sus kalau begitu disini saja.”
2. Fase Kerja
Perawat : ”Sebelum kita mulai apakah ada yang ingin IBu tanyakan?”
Klien : ”Tidak ada Sus.”
Perawat : ”Baiklah jika IBu tidak ada pertanyaan, saya akan tutup
sampirannya dulu Bu ya.”
Klien : Iya Sus.”
Perawat : ”Apakah IBu sudah nyaman dengan posisi IBu?”
Klien : ”Sudah Sus.”
Perawat : ”Kalau begitu kita langsung mulau saja Bu ya.”
Klien : ”Iya Sus.”
Perawat : ”Yang pertama IBu lakukan adalah menutup mata secara
perlahan.”
Klien : ”Iya Sus.”
Perawat : ”Kemudian IBu tarik napas dalam lalu hemBuskan secara
perlahan, dan terus diulangi sampai tindakan ini selesai ya Bu”
Klien : ”Baik Sus.”
Perawat : ”Sekarang saya akan memutarkan musik agar IBu lebih fokus
untuk berimajinasi.”
Klien : (Menganggukkan kepala)
Perawat : ”Sekarang IBu lebih relax lagi, kosongkan pikiran IBu dan
mulai bayangkan hal-hal yang bisa memBuat IBu merasa lebih
tenang dan bahagia. Misalnya IBu melihat pemandangan
pegunungan, pantai yang tropis atau air terjun. Tujuan dari IBu
membayangkan ini agar IBu dapat mengalihkan perhatian IBu
dari rasa nyeri yang IBu rasakan sehingga nyeri terseBut
berkurang. Jika IBu sudah membayangkan hal terseBut, IBu
fokuskan pada detail dari pemandangan terBut, misalnya apa
yang IBu lihat, yang IBu dengar seperti IBu mendengar suara
Burung atau desiran ombak. Anggap bahwa IBu benar-benar
berada di tempat terseBut. Dan tetap untuk menarik napas
dalam hemBuskan secara perlahan.”
(Musik berhenti)
Perawat : ”Sekarang IBu bisa memBuka mata.”
Klien : (MemBuka mata)
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon Klien Terhadap Tindakan
1) Evaluasi Subjektif
Perawat : ”IBu sekarang tindakannya sudah selesai, bagaimana
perasaan IBu setelah melakukan guide imagery?”
Klien : ”Saya merasa lebih baikkan Sus.”
Perawat : ”Apakah nyerinya sudah berkurang Bu?”
Klien : ”Sudah Sus.”
2) Evaluasi Objektif
Perawat : ”Saya juga melihat sekarang IBu lebih tenang.”
Klien : ”Iya Sus, saya juga merasa seperti itu.”
b. Rencana Tindak Lanjut
Perawat : ”Nanti jika IBu nyeri yang IBu rasakan timBul kembali,
IBu bisa melakukan teknik guide imagery seperti yang telah
saya ajarkan tadi. Jika IBu tidak memiliki musik seperti
yang saya putar tadi, tidak apa-apa, IBu bisa melakukannya
tanpa musik.”
Klien : ”Baik Sus.”
c. Kontrak Yang Akan Datang
Perawat : ”Sesuai kontrak yang telah kita sepakati yaitu selama 15-
20 menit, berarti tindakan untuk hari ini sudah selesai. Untu
tindakan berikutnya bagaimana kalau kita praktikkan lagi
dengan melaksanakannya secara terjadwal Bu? Apakah IBu
setuju?”
Klien : ”Iya Sus saya setuju.”
Perawat : ”Bagaimana kalau besokkita bertemu lagi Bu?”
Klien : ”Iya boleh Sus.”
Perawat : ”Untuk waktunya IBu mau jam berapa?”
Klien : ”Sekitar jam 10 pagi saja Sus.”
Perawat : ”Baiklah, berarti besok pagi saya akan kesini dan kita
akan melakukan guide imagery. Sebelum saya permisi,
apakah ada yang ingin IBu tanyakan?”
Klien : ”Tidak ada Sus.”
Perawat : ”Baik jika IBu tidak ada pertanyaan, saya permisi ya Bu,
terimakasih atas kerjasamanya.”
Klien : ”Iya Sus, terimakasih.”