0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan5 halaman

Prosedur Pemeriksaan POD Kusta

Dokumen tersebut merupakan daftar tilik pemeriksaan Prevention of Disability (POD) untuk mendeteksi gangguan saraf pada pasien kusta. Pemeriksaan meliputi penilaian fungsi sensorik, motorik, dan otonom saraf dengan menggunakan alat sederhana seperti kapas, jarum suntik, tabung air panas/dingin, tinta biru, dan pilokarpin. Hasil pemeriksaan akan dijelaskan kepada pasien beserta edukasi mengen

Diunggah oleh

Afriade yolanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan5 halaman

Prosedur Pemeriksaan POD Kusta

Dokumen tersebut merupakan daftar tilik pemeriksaan Prevention of Disability (POD) untuk mendeteksi gangguan saraf pada pasien kusta. Pemeriksaan meliputi penilaian fungsi sensorik, motorik, dan otonom saraf dengan menggunakan alat sederhana seperti kapas, jarum suntik, tabung air panas/dingin, tinta biru, dan pilokarpin. Hasil pemeriksaan akan dijelaskan kepada pasien beserta edukasi mengen

Diunggah oleh

Afriade yolanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR TILIK PEMERIKSAAN PREVENTION OF DISABILITY (POD)

SKALA
NO. LANGKAH KETERAMPILAN
0 1 2

I. PENILAIAN PASIEN
1. Sapa pasien dengan ramah dan sopan, perkenalkan diri
2. Lakukan komunikasi awal untuk:
 Memahami harapan pasien dan membangun empati
 Mengidentifikasi apa yang menjadi perhatian dan
keluhan pasien
 Mengidentifikasi indikasi kontra atau kondisi khusus
 Mengevaluasi penerimaan pasien terhadap segala risiko
pemeriksaan POD
3. Jelaskan mengenai tindakan yang akan dilakukan, yaitu:
 Tujuan dilakukan pemeriksaan POD
 Penjelasan mengenai risiko/ketidaknyamanan yang
mungkin dirasakan
 Penjelasan mengenai pemeriksaan Prevention of
Disability (POD)
 Informasi mengenai lama waktu yang dibutuhkan untuk
pemeriksaan POD
 Instruksi yang terinci mengenai perawatan selama di
rumah
4. Lengkapi formulir informed consent dan minta pasien
untuk menandatanganinya. Setelah itu DPJP dan saksi juga
menandatangani.

II. PERSIAPAN
A. Pengambilan foto pasien secara terstandar. Tidak diperlukan
B. Persiapan bahan/alat, pasien, dan operator
1. Persiapan alat dan bahan

Siapkan dan cek kembali alat dan bahan yang akan


digunakan, yaitu:
 Alat untuk pemeriksaan fungsi saraf (sensorik):
- Kapas yang ujungnya diruncingkan lalu
ditekuk
- Jarum suntik steril
- Tabung reaksi 2 buah, yang satu ditambahkan
air dingin (es) dan satu tabung ditambahkan air
hangat.
 Untuk uji Tes Gunawan atau Tes Pilokarpin: Tinta
Biru Gunawan atau Pilokarpin tetes
 Perlengkapan untuk membersihkan efek tes
Gunawan dan Pilokarpin.
2. Persiapan pasien
 Tidak terdapat ulkus terinfeksi pada tempat
pemeriksaan
 Pasien diminta duduk di tempat dengan
pencahayaan yang terang, pakaian tidak
menghalangi tempat pemeriksaan, dalam keadaan
rileks dan paham dengan instruksi yang diberikan.
 Pemeriksaan dilakukan setiap kali pasien kontrol
untuk mendeteksi secara dini kecacatan kusta.
3 Persiapan dokter/operator
 Tidak ada persiapan khusus

III. PELAKSANAAN PEMERIKSAAN POD DAN INTERPRETASI


A. PEMERIKSAAN FUNGSI SENSORIK SARAF (UJI SENSITIVITAS)
1. Menggunakan ujung kapas yang diruncingkan:
 Sentuhlah kulit penderita yang normal dengan
ujung kapas yang diruncingkan dan sedikit
dibengkokkan. Biarkan pasien melihat apa dan di
mana anda melakukannya. Minta pasien untuk
menunjukkan di mana sentuhan kapas tersebut
dirasakan beserta arahnya.
 Minta pasien melihat ke arah lain lalu dengan cara
yang sama lakukan sentuhan dengan kapas mula-
mula pada daerah normal, lalu di daerah dicurigai
secara bergantian. Tanyakan apakah pasien
merasakan sentuhan tersebut. Minta pasien
menunjukkan lokasi sentuhan dan arah mana kapas
bergerak. Catatlah apakah sesuai atau tidak dengan
bagian yang disentuh.
 Lakukanlah penilaian hasil tes sentuhan tersebut.
Interpretasi :
* Jika penderita merasakan sentuhan kapas tapi tidak
bisa menentukan arah kapas bergerak disebut
hipoestesia
* Jika penderita tidak merasakan sentuhan sama
sekali disebut anestesia
2. Melakukan tusukan ringan dengan ujung jarum:
 Lakukan tusukan ringan jarum steril, posisikan
ujung jarum sejajar dengan ujung telunjuk sehingga
tekanan tusukan jarum tidak terlalu kuat, mula-
mula tes pada daerah kulit yang normal. Biarkan
pasien melihat apa yang dilakukan dan di mana
anda melakukannya. Tanyakan apa yang penderita
rasakan, tusukan tajam atau tumpul.
 Minta pasien menutup mata dan lakukan tusukan
ringan mula-mula pada daerah normal, lalu di
daerah dicurigai secara bergantian. Tanyakan apa
yang penderita rasakan, tusukan tajam atau tumpul.
 Lakukanlah penilaian hasil tes tusukan yang anda
lakukan.
Interpretasi :
* Jika penderita merasakan tusukan jarum tapi tidak
bisa menentukan apakah tajam atau tumpul (tidak
sakit) disebut hipoestesia.
* Jika penderita tidak merasakan tusukan sama sekali
disebut anestesia

3. Menggunakan tabung panas dan dingin:


- Lakukanlah dengan menggunakan dua tabung yang
masing-masing berisi air dingin dan air hangat.
Sentuhkan ujung dasar tabung, mula-mula
lakukanlah pada daerah kulit yang normal dan
mintalah pasien melihat apa dan di mana anda
melakukannya. Mintalah penderita untuk
menyebutkan apa yang dirasakan. Rasa panas atau
dingin.
- Minta pasien menutup mata dan sentuhkan secara
bergantian kedua tabung pada bagian dasar tabung
mulai pada daerah normal, lalu di daerah yang
dicurigai. Tanyakanlah apa yang dirasakan
penderita. Jangan melakukan tes panas dan dingin
secara terpisah tapi lakukan bersamaan sehingga
penderita tidak menghapal.
- Lakukanlah penilaian hasil tes tabung yang anda
lakukan.
Interpretasi :
* Jika penderita merasakan sentuhan tabung tapi tidak
bisa menentukan suhu panas atau suhu dingin
disebut hipoestesia.
* Jika penderita tidak merasakan sentuhan sama
sekali disebut anestesia

B. PEMERIKSAAN FUNGSI MOTORIK SARAF (Voluntary Muscle Test)


1. Dilakukan terhadap saraf medianus, saraf ulnaris, saraf
radialis dan saraf peroneus komunis. Dalam melakukan
pemeriksaan, selalu bandingkan hasil pemeriksaan sisi
kanan dan hasil pemeriksaan sisi kiri.
C. PEMERIKSAAN FUNGSI OTONOM SARAF
1. Tes dengan pensil tinta (tes Gunawan)
- Pensil tinta digariskan mulai dari tengah lesi yang
dicurigai ke arah kulit normal
- Pensil yang digaris pada kulit normal akan luntur.
- Jika garisan pensil pada lesi yang dicurigai
menetap/tidak luntur, berarti pasien mengalami
gangguan berkeringat (anhidrosis).
2. Tes pilokarpin
- Injeksi pilokarpin subkutan dilakukan pada
perbatasan lesi dan kulit normal.
- Setelah beberapa menit, kulit normal berkeringat
sedangkan lesi yang dicurigai tetap kering.

IV. EDUKASI PASIEN


1.  Hasil pemeriksaan fungsi saraf (sensorik, motorik
dan otonom) dari Prevention of Disability (POD)
saat ini
 Sumber trauma dalam kehidupan sehari-hari yang
harus dihindari
 Cara menghindari dengan menggunakan alat
pelindung diri
 Hasil POD yang positif bermakna namun relevansi
negatif tetap dianjurkan untuk dihindari

Anda mungkin juga menyukai