0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
242 tayangan41 halaman

Perencanaan Kuda-kuda Baja Bj 37

Dokumen ini membahas perencanaan struktur rangka kuda-kuda dan gording untuk atap gedung baja. Dokumen menjelaskan perhitungan panjang elemen struktur, beban yang bekerja, dan momen serta lendutan yang dihasilkan.

Diunggah oleh

zarrahanzura
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
242 tayangan41 halaman

Perencanaan Kuda-kuda Baja Bj 37

Dokumen ini membahas perencanaan struktur rangka kuda-kuda dan gording untuk atap gedung baja. Dokumen menjelaskan perhitungan panjang elemen struktur, beban yang bekerja, dan momen serta lendutan yang dihasilkan.

Diunggah oleh

zarrahanzura
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Rangka Kuda-kuda

2,7

1,35

2,0 2,0 2,0 2,0


8

Direncanakan :
Panjang bentang kuda-kuda = 8,00 m
Sudut kemiringan atap = 34o
Penutup atap = Genteng seng metal
Berat atap = 3,2 kg/m2 (merk Sakura Roof)
Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m
Plafond + penggantung = 18 kg/m2
Mutu baja yang digunakan = Bj 37
Tegangan dasar izin (  ) = 1600 kg/cm2
Modulus elastisitas baja = 2,1 x 106 kg/cm2

1.2 Peraturan yang Digunakan


Perhitungan muatan didasarkan pada Peraturan Perencaaan Bangunan Baja
Indonesia (PPBBI) 1983, SKBI 1987, dan Peraturan Pembebanan Indonesia (PPI –
1983).

Khairul Fajri / 0704101010107


2

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

1.3 Penempatan Beban

1.3.1 Beban Mati


Beban mati dapat dibagi 2 bagian yaitu :
1. Muatan yang diakibatkan oleh berat sendiri. Yaitu atap, gording dan
kuda-kuda, muatan ini dianggap bekerja pada titik buhul bagian atas.
2. Muatan yang diakibatkan oleh berat plafond, dianggap bekerja pada titik
buhul bagian bawah.

1.3.2 Beban Hidup


Beban hidup yang diakibatkan oleh pekerja dengan peralatannya atau berat
air hujan yang bekerja pada konstruksi kuda-kuda. Berat pekerja minimum sebesar
100 kg dan beserta air hujan adalah (40 – 0,8 α) kg/m², dimana α adalah kemiringan
atap.

1.3.3 Beban Angin


Angin tekan dan angin hisap yang bekerja dianggap bekerja pada tiap titik
buhul bagian atas dan arahnya tegak lurus bidang atap.
Untuk konstruksi gedung tertutup dengan α < 65º maka :
 Koefisien angin tekan = (0,02 α – 0,4) dan
 Koefisien angin isap = - 0,4

1.4 Ketentuan Mengenai Tegangan Baja


Jenis baja yang digunakan Bj 37 dengan tegangan leleh (σ1) adalah 2400
kg/cm2 dan tegangan dasar izin adalah 1600 kg/cm2. Modulus Elastisitas baja (E)
adalah 2,10 x 106 kg/cm2 (PPBBI 1983) .

1.5 Ketentuan Mengenai Alat Sambung


Alat sambung yang digunakan adalah baut, dimana penentuan dimensi baut
disesuaikan dengan ukuran dan jenis profil baja dengan menggunakan rumus pada
(PPBBI 1983).

Khairul Fajri / 0704101010107


3

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

1.6 Perhitungan panjang batang


1. Tinggi kuda kuda
V2 = 4,00x (tg α )
= 4,00 x (tg 34o)
= 2,7 m

2. Batang horizontal
B1 = B2 = B3 = B4 = 2,0 m

3. Batang atas
B1 2,0
A1 =A2 =A3 =A3 =   2,41 m
cos  cos 34

3. Batang vertikal
V1 = V3 = B1 x tg α = 2,00 x tg 34o = 1,35 m

4. Batang diagonal
2 2
D1 = D2 = B2  V1  (2,00) 2  (1,35) 2  2,41 m

Tabel 1.1 Panjang Batang Kuda-kuda :


Nama Batang Panjang Batang (m)
A1 2,41
A2 2,41
A3 2,41
A4 2,41
B1 2,00
B2 2,00
B3 2,00
B4 2,00
D1 2,41
D2 2,41
V1 1,35
V2 2,7
V3 1,35

BAB II

Khairul Fajri / 0704101010107


4

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

PERENCANAAN GORDING

Direncanakan:
 Jarak antar kuda-kuda = 4,00 m
 Jarak antar gording = 0,60 m
 Jenis atap = Genteng seng metal
 Berat atap = 3,2 kg/m2 (merk Sakura Roof)
 Mutu baja = Bj 37
 Tegangan dasar izin (  ) = 1600 kg/cm2
 Modulus elastisitas baja (E) = 2,1 x 106 kg/cm2

Profil baja rencana : LLC 100 x 50 x 20 x 4,5


Dari tabel baja, diperoleh data profil :
Ix = 139 cm4 Iy = 30,9 cm4
Wx = 27,7 cm3 Wy = 9,82 cm3
F = 9,469 cm2 q = 7,43 kg/m

Rumus yang digunakan :


 Beban terpusat
Bidang momen : M = ¼ PL
Bidang geser :D = ½P
PL3
Lendutan :f =
48 EI
 Beban terbagi rata
Bidang momen : M = 1/8 qL2
Bidang geser :D = ½ qL
5qL4
Lendutan :f =
384 EI

2.1. Perhitungan Momen Akibat Beban

Khairul Fajri / 0704101010107


5

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

2.1.1 Beban Mati


Berat sendiri gording = (profil LLC 100 x 50 x 20 x 4,5) = 7,43 kg/m
Berat atap = berat atap x jarak gording
= 3,20 x 0,60 = 1,92 kg/m+
q = 9,35 kg/m

b
y

x h

qy

qx
q
34°

qx = q cos α = 9,35 cos 34 = 7,752 kg/m


qy = q sin α = 9,35 sin 34 = 5,228 kg/m
Mx = 1/8 qx L2 = 1/8 (7,752) (4)2 = 15,504 kgm
My = 1/8 qy L2 = 1/8 (5,228) (4)2 = 10,456 kgm
D x = ½ qx L = ½ (7,752) (4) = 15,504 kg
D y = ½ qy L = ½ (5,228) (4) = 10,456 kg

Lendutan yang timbul :


5q x L4 5(7,752)(10 2 )( 400) 4
fx = =  0,089cm
384 EI x 384( 2,1.10 6 )(139)

5q y L4 5(5,228)(10 2 )( 400) 4
fy = =  0,269 cm
384 EI y 384(2,1.10 6 )(30,9)

2.1.2 Beban Hidup


a. Beban Terpusat ( P = 100 kg)
Px = P cos α = 100 cos 34o = 82,904 kg
Py = P sin α = 100 sin 34o = 55,919 kg
Mx = ¼ PxL = ¼ (82,904) (4) = 82,904 kgm

Khairul Fajri / 0704101010107


6

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

My = ¼ PyL = ¼ (55,919) (4) = 55,919 kgm


Dx = ½ Px = ½ (82,904) = 41,452 kg
Dy = ½ Py = ½ (55,919) = 27,960 kg

Lendutan yang timbul :


Px L3 82,904(400) 3
fx = =  0,379cm
48 EI x 48(2,1.10 6 )(139)

Py L3 55,919(400) 3
fy = =  1,149 cm
48 EI y 48(2,1.10 6 )(30,9)

b. Beban terbagi rata


q = (40 – 0,8α) = (40 – 0,8 (34)) = 12,8 kg/m
Beban akibat air hujan yang diterima gording :
q = Beban air hujan x jarak gording
= 12,8 x 0,60 = 7,68 kg/m
qx = q cos α = 7,68 cos 34o = 6,367 kg/m
qy = q sin α = 7,68 sin 34o = 4,295 kg/m
Mx= 1/8 qx L2 = 1/8 (6,367) (4)2 = 12,734 kgm
My= 1/8 qy L2 = 1/8 (4,295) (4)2 = 8,590 kgm
D x = ½ qx L = ½ (6,367) (4) = 12,734 kg
D y = ½ qy L = ½ (4,295) (4) = 8,590 kg

Lendutan yang timbul :


5q x L4 5(6,367)(10 2 )(400) 4
fx = =  0,073cm
384 EI x 384(2,1.10 6 )(139)

5q y L4 5( 4,295)(10 2 )(400) 4
fy = =  0,221cm
384 EI y 384( 2,1.10 6 )(30,9)

Momen akibat beban terpusat > momen akibat beban terbagi rata,
maka tegangan yang timbul ditentukan oleh beban terpusat.
2.1.3 Beban angin
Tekanan angin rencana diambil 40 kg/m2 (PPI 1983 hal 22)

Khairul Fajri / 0704101010107


7

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

a. Angin tekan
α < 65o, maka koefisien angin tekan :
C = 0,02α – 0,4
= 0,02 (34) – 0,4
= 0,28

qx = koef angin x tekanan angin x jarak gording


= 0,28 x 40 x 0,6
= 6,72 kg/m
qy = 0
Mx = 1/8 qxL2 = 1/8 (6,72) (4)2 = 13,44 kgm
My = 0
Dx = ½ qx L = ½ (6,72) (4) = 13,44 kg
Dy = 0
Lendutan yang timbul
5q x L4 5(6,72)(10 2 )( 400) 4
fx = =  0,077 cm
384 EI x 384( 2,1.10 6 )(139)

fy = 0

b. Angin hisap
Koef angin hisap = -0,4
qx = koef angin x tek. angin x jarak gording
= - 0,4 x 40 x 0,60
= - 9,6 kg/m
qy = 0
Mx = 1/8 qxL2 = 1/8 (-9,6) (4)2 = 19,2 kgm (-)
My = 0
Dx = ½ qx L = ½ (-9,6) (4) = 19,2 kg (-)
Dy = 0
Lendutan yang timbul

Khairul Fajri / 0704101010107


8

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

5q x L4 5(9,6)(10 2 )(400) 4
fx = =  0,110 cm
384 EI x 384( 2,1.10 6 )(139)

fy = 0

Tabel 2.1 Momen dan bidang geser akibat variasi dan kombinasi beban
Momen Beban Beban Beban Kombinasi Beban
dan Mati Hidup Angin
Gaya Geser tekan Primer Sekunder
(1) (2) (3) (4) (2) + (3) (2)+(3)+(4)
Mx (kg.m) 15,504 82,904 13,44 98,408 111,848
My (kg.m) 10,456 55,919 0 66,375 66,375
Dx (kg) 15,504 41,452 13,44 56,956 70,396
Dy (kg) 10,456 27,960 0 38,416 38,416

2.2 Kontrol Kekuatan Gording

Profil baja rencana : LLC 100 x 50 x 20 x 4,5


Dari tabel baja, diperoleh data profil :
Ix = 139 cm4 Iy = 30,9 cm4
Wx = 27,7 cm3 Wy = 9,82 cm3
F = 9,469 cm2 q = 7,43 kg/m

2.2.1 Kontrol kekuatan gording terhadap tegangan


M tot
σlt ytb = <  = 1600 kg/cm2 (beban primer)
W
M tot
σlt ytb = < 1,30 x  = 1,30 x 1600 kg/cm2 = 2080 kg/cm2 (beban sekunder)
W

1. Pembebanan primer
M tot Mx My 9840,8 6637,5
σlt ytb = = Wx  Wy = 27,7  9,82 = 1031,180 kg/cm2 <  = 1600 kg/cm2
W
............ (aman)
2. Pembebanan sekunder

Khairul Fajri / 0704101010107


9

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

M tot Mx My 11184 ,8 6637,5


σlt ytb = = Wx  Wy = 27,7  9,82 = 1079,700 kg/cm2 < 1,30 x  = 2080
W
kg/cm2
............. (aman)

2.2.2 Kontrol kekuatan gording terhadap tegangan geser


Tegangan geser yang diizinkan untuk pembebanan tetap, besarnya sama
dengan 0,58 kali tegangan dasar (PPBBI 1983 hal 5)
τ ytb < 0,58  = 0,58 x 1600 = 928 kg/cm2 (beban primer)
τ ytb < 1,30 x 0,58  = 1,30 x 0,58 x 1600 = 1206,4 kg/cm2 (beban sekunder)
y

F2
F4
Profil LLC 100 x 50 x 20 x 3,2
Cx
A = 100 mm = 10 cm
F1
B = 50 mm = 5 cm
A x
C = 20 mm = 2 cm
t = 4,5 mm = 0,45 cm
t y
Cx = 0 cm x1
F5 C F2
Cy = 1,86 cm F3 F1
0,45

B
Cy

 Tegangan Geser Maksimum 10

a. Terhadap sumbu x – x
F1

F1 = 0,45 x 5 = 2,25 cm2


F3
F2 = 0,45 x (5 – (2 x 0,45)) = 1,845 cmF32 0,45
F2
2
F3 = 0,45 x 2 = 0,90 cm x2=x3
0,32
y1 = ½ (5) = 2,5 cm1,86
y2 = 5 – ( ½ x 0,45) = 4,775 cm
y3 = 5 – ( ½ x 2) = 4 cm
Sx = (F1 . y1) + (F2 . y2) + (F3 . y3)

Khairul Fajri / 0704101010107


10

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

= (2,25 x 2,5) + (1,845 x 4,775) + (0,90 x 4)


= 18,035 cm3
bx = 0,45 cm

b. Terhadap sumbu y – y
F1 = 0,45 x 10 = 4,50 cm2
F2 = F3 = 0,45 x (1,86 – 0,45) = 0,635 cm2
x1 = 1,86 – (0,45 / 2) = 1,635 cm
x2 = x3 = ½ (1,86 – 0,45) = 0,705 cm

Sy = (F1 . x1) + (F2 . x2) + (F3 . x3)


= (4,50 x 1,635) + (0,635 x 0,705) + (0,635 x 0,705)
= 8,253 cm3
by = 0,45 x 2 = 0,90 cm

 Beban Primer
D x .S x D y .S y
τytb = +
b x .I x b y .I y

56,956 x18,035 38,416 x8,253


=  = 27,826 kg/cm2 <  = 928 kg/cm2
0,45 x139 0,90 x30,9

............ (aman)
 Beban Sekunder
D x .S x D y .S y
τytb = +
bx .I x b y .I y

70,396 x18,035 38,416 x8,253


=  = 31,698 kg/cm2 <1,30 x 0,58 
0,45 x139 0,90 x30,9

= 1206,4 kg/cm2 ............ (aman)

2.2.3 Kontrol kekuatan gording terhadap lendutan

Khairul Fajri / 0704101010107


11

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Batas lendutan maksimum arah vertikal untuk gording batang tunggal menerus
menurut PPBBI – 1983, Bab 15 adalah :
1 1
fmaks = .L = x 400 = 1,60 cm
250 250

 Lendutan yang timbul terhadap sb. x – x


fx = fx beban mati + fx beban hidup + fx beban angin
= 0,089 + 0,379 + 0,077
= 0,545 cm
 Lendutan yang timbul terhadap sb. y – y
fy = fy beban mati + fy beban hidup + fy beban angin
= 0,269 + 1,149 + 0
= 1,418 cm

Total lendutan yang dialami gording :


fytb = ( fx) 2  ( fy ) 2 = (0,545) 2  (1,418) 2 = 1,519 cm

fytb = 1,519 cm < fmaks = 1,60 cm ........... (aman)

Gording dengan profil LLC 100 x 50 x 20 x 4,5 dapat digunakan.

BAB III

Khairul Fajri / 0704101010107


12

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

PERHITUNGAN PEMBEBANAN

3.1 Beban Mati


3.1.1. Berat Rangka Kuda-kuda
 Berat rangka kuda-kuda dihitung didasarkan rumus Ir. Loa Wan Kiong
q = (L – 2) s/d (L + 5)
= (8 – 2) s/d (8 + 5)
= 6 kg/m2 s/d 13 kg/m2
Diambil 13 kg/m2
 Pelimpahan ke titik buhul :

q maks x 1  panjang ben tan g kuda  kuda  tinggi kuda  kuda


= 2
jumlah titik buhul

13  1  8  2,7
= 2  17,55 kg
8

 Bracing / ikatan angin


Diambil 25% dari berat sendiri kuda-kuda (PPBBI 1983)
P = 25 % x 17,55 = 4,387 kg

3.1.2 Berat Penutup Atap + Berat Gording


Penutup atap = Genteng seng metal (3,2 kg/m2)
Gording = 7,43 kg/m
Jarak gording = 0,60 m

P1 = Berat penutup atap = 3,2 x jarak kuda-kuda x jarak gording


= 3,20 x 4,00 x 0,60 = 7,68 kg
P2 = Berat gording = 7,43 x jarak kuda-kuda
= 7,43 x 4,00 = 29,72 kg

Khairul Fajri / 0704101010107


13

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

P = P1 + P2 = 7,68 + 29,72 = 37,40 kg


P′ = ½ P1 + P2 = ½ (7,68) + 29,72 = 33,56 kg
 Batang A – tritisan

RA1 = P’ + P
= 33,56 + 37,40
= 70,96 kg
1

 Batang A – F

∑MF = 0
37,40( 2,01)  37,40(1,41)  37,40(0,81)  37,40(0,21)
RA2 =
2,11

= 78,700 kg
∑V =0
RF1 = (37,40 x 4) – 78,700
= 70,900 kg

 Batang C – E

∑MF = 0

Khairul Fajri / 0704101010107


14

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

37,40( 2,11)  37,40(1,59)  37,40(0,99)  37,40(0,39)


RG =
2,11

= 90,044 kg

∑V = 0
RF2 = (37,40 x 4) – 90,044
= 59,556 kg

Jadi, beban penutup atap + gording untuk tiap titik buhul :


 Titik A = B → P = RA1 + RA2 = 70,96 + 78,700 = 149,660 kg
 Titik F = H → P = RF1 + RF2 = 70,900 + 59,556 = 130,456 kg
 Titik G → P = 2 x RG = 2 x 90,044 = 180,088 kg

3.1.3. Berat Plafond + Penggantung


Berat plafond dan penggantung = 18 kg/m2 (PPI – 1983)

Titik A = B = ½ B1 x 4 x 18
= ½ (1,75) x 4 x 18
= 63 kg
Titik C = E = ½ (B1 + B2) x 4 x 18
= ½ (1,75 + 1,75) x 4 x 18
= 126 kg
Titik D = ½ (B2 + B3) x 4 x 18
= ½ (1,75 + 2,75) x 4 x 18
= 126 kg

3.2 Beban Hidup


3.2.1 Beban orang/pekerja

Khairul Fajri / 0704101010107


15

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

PPI-1983 menegaskan bahwa pada tiap titik buhul bagian atas perlu
ditambah beban sebesar 100 kg yang diakibatkan oleh seorang pekerja dan
peralatannya. Tetapi pada kantilever ditambah beban sebesar 200 kg. Demikian
juga pada titik buhul bagian bawah ditambah 100 kg sebagai akibat dari
pemasangan instalasi listrik. Penyambungan titik buhul dan keduanya merupakan
bagian dari beban hidup.

3.2.2 Beban air hujan


Menurut PPI-1983, beban air hujan yang bekerja pada titik buhul bagian
atas dapat dicari dengan menggunakan rumus :
q = 40 – 0,8 α = 40 – 0,8 (34) = 12,8 kg/m2
 Titik A = B = (½ (A1) + tritisan) x 4 x 12,8
= (½ (2,11) + 1,10) x 4 x 12,8
= 110,336 kg
 Titik F= H = ½ (A1 + A2) x 4 x 12,8
= ½ (2,11 + 2,11) x 4 x 12,8
= 108,032 kg
 Titik G = ½ (A2 + A3) x 4 x 12,8
= ½ (2,11 + 2,11) x 4 x 12,8
= 108,032 kg g

3.3 Beban angin


Tekanan angin (w) = 40 kg/m2 , α = 34o
3.3.1 Angin tekan
Koef. Angin tekan = 0,02 α – 0,4
= 0,02 (34) – 0,4
= 0,28
 Titik A = B = (½ (A1) + tritisan) x 4 x 0,28 x 40
= (½ (2,11) + 1,10) x 4 x 0,28 x 40
= 96,544 kg
 Titik F= H = ½ (A1 + A2) x 4 x 0,28 x 40

Khairul Fajri / 0704101010107


16

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

= ½ (2,11 + 2,11) x 4 x 0,28 x 40


= 94,528 kg
 Titik G = ½ (A2 + A3) x 4 x 0,28 x 40
= ½ (2,11 + 2,11) x 4 x 0,28 x 40
= 94,528 kg
3.3.2 Angin hisap
Koef. Angin hisap = - 0,4
 Titik A = B = (½ (A1) + tritisan) x 4 x (-0,4) x 40
= (½ (2,11) + 1,10) x 4 x (-0,4) x 40
= 137,92 kg (-)
 Titik F= H = ½ (A1 + A2) x 4 x (-0,4) x 40
= ½ (2,11 + 2,11) x 4 x (-0,4) x 40
= 135,04 kg (-)
 Titik G = ½ (A2 + A3) x 4 x (-0,4) x 40
= ½ (2,11 + 2,11) x 4 x (-0,4) x 40
= 135,04 kg (-)

Tabel 3. 1 Pembebanan

Beban Mati (Kg) Beban Hidup (Kg)


Titik Berat Orang Jumlah Pembulatan
Berat Hujan
Buhul Berat Penutup /Pekerja (Kg) (Kg)
Plafond +
Sendiri Atap +
Penggantung (Kg / m) (Kg)
Gording
A 17,55 149,660 63 110,336 100 440,546 441
B 17,55 149,660 63 110,336 100 440,546 441
C 17,55 - 126 - 100 243,55 244
D 17,55 - 126 - 100 243,55 244
E 17,55 - 126 - 100 243,55 244
F 17,55 130,456 - 108,032 100 356,038 356
G 17,55 180,088 - 108,032 100 405,67 406
H 17,55 130,456 - 108,032 100 356,038 356

Tabel 3.2 Kombinasi Muatan

Khairul Fajri / 0704101010107


17

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

BEBAN ANGIN (Kg) BEBAN HIDUP (Kg)


BEBAN BEBAN
BEBAN ANGIN ANGIN GAYA
PANJANG
BATANG TETAP TEKAN KIRI TEKAN SEKUNDER SEKUNDER MAKSIMUM
(m) DE
(Kg) - KANAN - I II (Kg)
HISAP
HISAP KIRI
KANAN
(1) (2) (3) (4) (5) (3+4) (3+5) (6)
A1 2,11 -1625,040 23,771 96,389 -1601,269 -1528,651 -1601,269
A2 2,11 -1098,260 -54,585 134,623 -1152,845 -963,637 -1152,845
-1
A3 2,11 -1098,260 100,245 -20,222 -998,015 -1118,482 -1118,482
A4 2,11 -1625,040 49,461 66,28 -1575,579 -1558,760 -1575,579
B1 1,75 1347,360 -330,438 253,959 1016,922 1601,319 1601,319
B2 1,75 1347,360 -330,438 253,959 1016,922 1601,319 1601,319
1
B3 1,75 1347,360 -76,952 6,202 1270,408 1353,562 1353,562
B4 1,75 1347,360 -76,952 6,202 1270,408 1353,562 1353,562
D1 2,11 -526,780 145,656 -101,968 -381,124 -628,748 -628,748
-
D2 2,11 -526,780 -136,300 176,583 -663,080 -350,197 -663,080
V1 1,18 238,000 - - 238,000 238,000 238,000
V2 2,36 827,000 8,059 -30,386 835,059 796,614 835,059
V3 1,18 238,000 - - 238,000 238,000 238,000

BAB IV

Khairul Fajri / 0704101010107


18

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

PENDIMENSIAN BATANG

Rangka batang kuda-kuda direncanakan dari profil tersusun siku-siku sama

kaki (┘└).
4.1 Ketentuan dan Rumus yang digunakan
(Berdasarkan PPBBI – 1983 hal 20 – 22)

4.1.1 Batang Tarik


 Perhitungan didasarkan pada daya dukung luas netto (Fn)
Pmaks
Fn =

Fn
Fbr = 0,85

 Kontrol tegangan
Pmaks
σytb = ≤
2F
Kelangsingan batang tarik
L
 x = i  maks ,  maks  240 (konstruksi aman)
x

L
 i = i   maks
min

4.1.2 Batang Tekan


 Dipengaruhi oleh tekuk
Panjang tekuk (Lk)
Dimana : Lk = L (sendi-sendi, K (koef, tekuk) = 1)
Lk
 Kelangsingan : λ = ≤ 
imin

 Syarat : λmaks ≤ 140 untuk konstruksi utama (SKBI 1987)


 Profil yang dipilih berdasarkan iη = imin
 Kelangsingan sumbu masif (λx < 140)

Khairul Fajri / 0704101010107


19

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Lk
λx = i
x

 Kelangsingan sumbu ( λI < 50)


Lk
λ1 = i


 Iy1 = 2 [Iy + F (e + )2 ]
2

I y1
 iy =
2F

 Kelangsingan sumbu tidak masif (λy < 140)


Lk
λy = i
y

 λiy = ( y ) 2  m 2 (1 ) 2

Dimana : m = jumlah batang tunggal yang membentuk batang tersusun


 Syarat untuk menjaga kestabilan elemen :
λx ≥ 1,2 λ1
λx ≥ 1,2 λ1
 Tegangan yang timbul :
 P
σytb = ≤
2 Fn

4.1.3 Kekuatan Kopel


 Digunakan pada batang tekan
 Pelat kopel harus dihitung dengan menganggap bahwa seluruh panjang
batang tersusun terdapat gaya lintang sebesar :
D = 0,02 P
 Gaya geser memanjang (torsi)
DL1
T=
2a
dimana : L1 = jarak kopel

Khairul Fajri / 0704101010107


20

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

a = (e + ½δ)
 Momen pada plat kopel
M = T . ½C

dimana : C = jarak antar baut pada profil


C = (2w + δ)

 Plat kopel harus cukup kaku, sehingga memenuhi persamaan :


IP Il
>10 (PPBBI 1983 hal 21)
a Ll

dimana : IP = Momen inersia plat kopel


a = jarak profil tersusun
Ll = jarak tengah-tengah plat kopel pada arah batang tekan
Il = Iη = Momen inersia minimum 1 profil

4.2 Perhitungan Pendimensian

4.2.1 Perhitungan Batang Tekan y

a. Batang A1, A2, A3, dan A4


 
Gaya design Pmaks = 1601,269 kg (tekan) r 1

w
Lk = L = 2,11 m = 211 cm d

max = 140 →Untuk batang tekan ( PPBBI – 1983 )v


b
Lk 211 w
iη = imin = = = 1,507 cm
 maks 140 45°
x x
r
r
Berdasarkan iη dipilih profil ┘└ 65.65.6 e d
1

Dari tabel baja diperoleh data : e


b
Ix = Iy = 72,3 cm4 iη = 1,55 cm y
2 4
F = 12,3 cm Iη = 29,6 cm
Fn = 10,46 cm2 w = 5,66 cm
ix = iy = 2,42 cm e = 2,26 cm
b =9,0 cm

Khairul Fajri / 0704101010107


21

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Direncanakan jarak punggung kedua profil δ = 0,6 cm



Kontrol
Lk 211
x    87,190 < 140 ......................................... (aman)
ix 2,42

Lk 211
1    136,129 > 50 ...................... ..(perlu plat kopel)
i 1,55

Jarak Plat Kopel
Panjang Lmax = λmaks . iη = 50 x 1,55 = 77,5 cm
Lk 211
Jumlah Lapangan, n    2,73  3 lapangan
Lmax 77,5

Lk 211
L1    70,333cm
n 3
L1 70,333
1    45,376 cm <50 ...................... (aman)
i 1,55

 0,6 2
Iy1 = 2 [Iy + F (e + )2 ] = 2 [72,3 + 12,3 (2,26 + ) ] = 305,819 cm4
2 2

I y1 305,819
iy    3,526 cm
2F 2  12,3

Lk 211
y    59,841
iy 3,526

m 2
iy  ( y ) 2  (1 ) 2  (59,841) 2  (45,376) 2  75,099 <140........(aman)
2 2
Syarat :
1,2 λ1 = 1,2 x 45,376 = 54,451
λx ≥ 1,2 λ1 →87,190 > 54,451 ..............................................................(aman)
λiy ≥ 1,2 λ1 →75,099 > 54,451 ................................................................(aman)

Kontrol Tegangan yang timbul akibat plat kopel :
Karena λx > λiy, maka untuk menentukan faktor tekuk (ω) diambil λx = 87,190
Dari tabel 2 PPBBI 1983 hal 12, untuk mutu baja Fe 360 (Bj 37) :
λx = 87,190 diperoleh ω = 1,745 (interpolasi)

Khairul Fajri / 0704101010107


22

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Kontrol tegangan :
P 1,745  1601,269
 ytb    133,567 kg / cm 2 <  = 1600 kg/cm2
2 Fn 2  10,46


Perhitungan Plat Kopel
Panjang plat kopel = 2 (b + ½ ) = 2 (8,0 + (½ x 0,6)) = 16,6 cm
Jarak antar plat kopel = 70,333 cm
Tebal plat kopel direncanakan = 0,6 cm
Direncanakan baut = Ø 5/8" = 1,58 cm
h = 1,5d + 3d + 1,5d = 6d = (6 x 1,58) = 9,48 diambil h = 10 cm
Jarak baut :
1,5d = 1,5 x 1,58 = 2,37 ≈ 2,5 cm
3d = 3 x 1,58 = 4,74 ≈ 5 cm
baja = 1600 kg/cm2 baut = 1600 kg/cm2
D = 0,02 P = 0,02 x 1601,269 = 32,025 kg
M1 = M2
D.L1 = T1(2e + )
d

D L1 32,025  70,333
T1    439,925 kg
( 2e   ) ( 2(2,26)  0,6)
T1 = T2 = 439,925 kg

Jarak antar baut :


C = 2 w +  = 2(5,66) + 0,6 = 11,92 cm
Momen :
M = T x ½ C = 439,925 x ½ (11,92) = 2621,953 [Link]
Kontrol tegangan :
W = 1/6 t h2 = 1/6 (0,6) (10)2 = 10 cm3
M 2621,953
 ytb    262,195kg / cm 2 <  = 1600 kg/cm2 ……........(Aman)
W 10
3T 3T 3  439,925
 ytb     109,981 kg / cm 2
2F 2t  h 2  0,6  10

ytb = 109,981 kg/cm2 < 0,58.  = 0,58 x 1600 kg/cm2 = 928 kg/cm2

Khairul Fajri / 0704101010107


23

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

...….........(Aman)

Gaya yang bekerja pada baut
T 439,925
Kv    219,963  arah vertikal
n 2
M .y 2621,953  (2,5)
Kh    524,391 kg  arah horizontal
x y
2 2
0  2 (2,5) 2

R (K h )  (K v )   524,391 2   219,963 2  568,656kg

Kontrol kekuatan baut :


 Terhadap geser
 = 0,6  → PPBBI 1984 hal 68
Pgsr = ¼  d2 n 0,6   n = jumlah bidang geseran
= ¼  x 1,582 x 1 x 0,6 x 1600
Pgsr = 1882,241 kg > R = 568,656 kg ......................(Aman)
 Terhadap tumpuan
 tu = 1,5  (untuk S1 ≥ 2d) → PPBBI 1983 hal 68
 tu = 1,2  (untuk 1,5d ≤ S1 ≤ 2d)

Ptu = d x t x 1,2 x   t = tebal plat


= 1,58 x 0,6 x 1,2 x 1600
Ptu = 1820,16 kg > R = 568,656 kg ………………(Aman)
''

Jadi ukuran plat kopel b = 16,6 cm, h = 10 cm, t = 0,6 cm cukup aman untuk
digunakan.
''

Khairul Fajri / 0704101010107


24

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

b. Batang Diagonal D1 dan D2


Gaya design P = 663,080 kg (tekan)
Lk = L = 2,11 m = 211 cm
max = 140 → Untuk batang tekan ( PPBBI – 1983 )
Lk 211
iη = imin = = = 1,507 cm
 maks 140


Berdasarkan iη dipilih profil ┘└ 80.80.8

Dari tabel baja diperoleh data :

Ix = Iy = 72,3 cm4 iη = 1,55 cm

F = 12,3 cm2 Iη = 29,6 cm4

Fn = 10,46 cm2 w = 5,66 cm

ix = iy = 2,42 cm e = 2,26 cm

b =9,0 cm
Direncanakan jarak punggung kedua profil δ = 0,6 cm

Kontrol
Lk 211
x    87,190 < 140 ......................................... (aman)
ix 2,42

Lk 211
1    136,129 > 50 ...................... ..(perlu plat kopel)
i 1,55

Jarak Plat Kopel
Panjang Lmax = λmaks . iη = 50 x 1,55 = 77,5 cm
Lk 211
Jumlah Lapangan, n    2,73  3 lapangan
Lmax 77,5

Khairul Fajri / 0704101010107


25

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Lk 211
L1    70,333cm
n 3
L1 70,333
1    45,376 cm <50 ...................... (aman)
i 1,55

 0,6 2
Iy1 = 2 [Iy + F (e + )2 ] = 2 [72,3 + 12,3 (2,26 + ) ] = 305,819 cm4
2 2

I y1 305,819
iy    3,526 cm
2F 2  12,3

Lk 211
y    59,841
iy 3,526

m 2
iy  ( y ) 2  (1 ) 2  (59,841) 2  (45,376) 2  75,099 <140........(aman)
2 2
Syarat :
1,2 λ1 = 1,2 x 45,376 = 54,451
λx ≥ 1,2 λ1 →87,190 > 54,451 ..............................................................(aman)
λiy ≥ 1,2 λ1 →75,099 > 54,451 ................................................................(aman)

Kontrol Tegangan yang timbul akibat plat kopel :
Karena λx > λiy, maka untuk menentukan faktor tekuk (ω) diambil λx = 87,190
Dari tabel 2 PPBBI 1983 hal 12, untuk mutu baja Fe 360 (Bj 37) :
λx = 87,190 diperoleh ω = 1,745 (interpolasi)
Kontrol tegangan :
P 1,745  663,080
 ytb    55,309 kg / cm 2 <  = 1600 kg/cm2
2 Fn 2  10,46


Perhitungan Plat Kopel
Panjang plat kopel = 2 (b + ½ ) = 2 (8,0 + (½ x 0,6)) = 16,6 cm
d

Jarak antar plat kopel = 70,333 cm


Tebal plat kopel direncanakan = 0,6 cm
Direncanakan baut = Ø 5/8" = 1,58 cm
h = 1,5d + 3d + 1,5d = 6d = (6 x 1,58) = 9,48 diambil h = 10 cm

Khairul Fajri / 0704101010107


26

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Jarak baut :
1,5d = 1,5 x 1,58 = 2,37 ≈ 2,5 cm
3d = 3 x 1,58 = 4,74 ≈ 5 cm
baja = 1600 kg/cm2 baut = 1600 kg/cm2
D = 0,02 P = 0,02 x 663,080 = 13,262 kg
M1 = M2
D.L1 = T1(2e + )
D L1 13,262  70,333
T1    182,179 kg
(2e   ) (2( 2,26)  0,6)
T1 = T2 = 182,179 kg

Jarak antar baut :


C = 2 w +  = 2(5,66) + 0,6 = 11,92 cm
Momen :
M = T x ½ C = 182,179 x ½ (11,92) = 1085,787 [Link]
Kontrol tegangan :
W = 1/6 t h2 = 1/6 (0,6) (10)2 = 10 cm3
M 1085,787
 ytb    108,579kg / cm 2 <  = 1600 kg/cm2 ……........(Aman)
W 10
3T 3T 3  182,179
 ytb     45,545 kg / cm 2
2F 2  t  h 2  0,6  10

ytb = 45,545 kg/cm2 < 0,58.  = 0,58 x 1600 kg/cm2 = 928 kg/cm2
...….........(Aman)


Gaya yang bekerja pada baut
T 182,179
Kv    91,090kg  arah vertikal
n 2
M .y 1085,787  (2,5)
Kh    217,157 kg  arah horizontal
x y
2 2
0  2 (2,5) 2

R (K h )  (K v )   217,157 2   91,090 2  235,488 kg

Khairul Fajri / 0704101010107


27

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Kontrol kekuatan baut :


 Terhadap geser
 = 0,6  → PPBBI 1984 hal 68
Pgsr = ¼  d2 n 0,6   n = jumlah bidang geseran
= ¼  x 1,582 x 1 x 0,6 x 1600
Pgsr = 1882,241 kg > R = 235,488 kg ......................(Aman)
 Terhadap tumpuan
 tu = 1,5  (untuk S1 ≥ 2d) → PPBBI 1983 hal 68
 tu = 1,2  (untuk 1,5d ≤ S1 ≤ 2d)
Ptu = d x t x 1,2 x   t = tebal plat
= 1,58 x 0,6 x 1,2 x 1600
Ptu = 1820,16 kg > R = 235,488 kg ………………(Aman)

Jadi ukuran plat kopel b = 16,6 cm, h = 10 cm, t = 0,6 cm cukup aman untuk
digunakan.

''

''

Khairul Fajri / 0704101010107


28

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

4.2.2 Perhitungan Batang tarik


a . Batang B1, B2, B3, dan B4
Gaya design P = 1601,319 kg (tarik)
Lk = 1,75 m = 175 cm
baja = 1600 kg/cm2
Pmaks 1601,319 y
Fn    1,001cm 2
 1600
Fn 1,001
Fbr    1,178 cm 2  r 1


0,85 0,85 w
d
Lk 175
ix    0,729 cm
 240 v
b
w
Dipilih profil   30.30.3
45°
F = 1,74 cm2 x x
r
e r
iη = 0,57 cm
1
d

e = 0,84 cm e
b
Iη = 0,57 cm4
y
Ix = Iy = 1,41 cm4
w = 2,12 cm
ix = iy = 0,90 cm
Kontrol
Lx 175
x    194,444  max  240 .....................................(aman)
ix 0,90

Lk 175
1    307,018   max  240 .....................................(aman)
i 0,57

P 1601,319
 ytb    460,149 kg / cm 2    1600 kg / cm 2 .......(aman)
2F 2 1,74

Tidak memerlukan plat kopel.

b. Batang V1 dan V3
Gaya design P = 238 kg (tarik)

Khairul Fajri / 0704101010107


29

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Lk = 1,18 m = 118 cm
baja = 1600 kg/cm2
y
Pmaks 238
Fn    0,149cm 2
 1600
r
Fn 0,149 1

Fbr    0,175 cm 2 w
0,85 0,85 d

Lk 118
ix    0,492 cm v
 240 b
w
Dipilih profil   20.20.3 45°
x x
2
F = 1,12 cm r
e r 1
d
iη = 0,37 cm
e
e = 0,60 cm b
4
Iη = 0,15 cm y

Ix = Iy = 0,39 cm4
w = 1,41 cm
ix = iy = 0,59 cm

Kontrol:
Lx 118
x    200   max  240 ...........................................(aman)
ix 0,59

Lk 118
1    318,919  max  240 .....................................(aman)
i 0,37

P 238
 ytb    106,25 kg / cm 2    1600 kg / cm 2 ..........(aman)
2F 2 1,12

Tidak memerlukan plat kopel.


y

c. Batang V2
Gaya design Pmaks = 835,059 kg (tarik) r 1

w
Lk = 2,36 m = 236 cm d

baja = 1600 kg/cm2


v
b
Pmaks 835,059
Fn    0,522 cm 2 w
 1600 45°
x x
r
e r 1
d

e Khairul Fajri / 0704101010107


b

y
30

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Fn 0,522
Fbr    0,614 cm 2
0,85 0,85

Lk 236
ix    0,983 cm
 240
Dipilih profil   40.40.4
F = 3,08 cm2
iη = 0,78 cm
e = 1,12 cm
Iη = 1,86 cm4
Ix = Iy = 4,48 cm4
w = 2,83 cm
ix = iy = 1,21 cm

Kontrol
L x 236
x    195,041   max  240 .....................................(aman)
ix 1,21

Lk 236
1    302,564   max  240 ......................................(aman)
i 0,78

P 835,059
 ytb    135,562 kg / cm 2    1600 kg / cm 2 .........(aman)
2F 2  3,08

Tidak memerlukan plat kopel.

Tabel 4.1 Daftar Profil yang digunakan pada Kuda-kuda


Panjang
Profil Berat Profil Faktor Berat Batang Baut
Batang Batang
(mm) (kg/m) Reduksi (kg) Kopel
(m)
(1) (2) (3) (4) (5) (3) x (4) x (5) (7)
5
A1 ┘└ 80. 80 . 8 9,66 2,11 0,9 18,344 4 baut  /8''
5
A2 ┘└ 80. 80 . 8 9,66 2,11 0,9 18,344 4 baut  /8''
5
A3 ┘└ 80. 80 . 8 9,66 2,11 0,9 18,344 4 baut  /8''
5
A4 ┘└ 80. 80 . 8 9,66 2,11 0,9 18,344 4 baut  /8''
B1 ┘└ 30 . 30 . 3 1,36 1,75 0,9 2,142 -

Khairul Fajri / 0704101010107


31

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

B2 ┘└ 30 . 30 . 3 1,36 1,75 0,9 2,142 -

B3 ┘└ 30 . 30 . 3 1,36 1,75 0,9 2,142 -

B4 ┘└ 30 . 30 . 3 1,36 1,75 0,9 2,142 -

V1 ┘└ 20 . 20 . 3 0,88 1,18 0,9 0,935 -

V2 ┘└ 40 . 40 . 4 2,42 2,36 0,9 5,140 -

V3 ┘└ 20 . 20 . 3 0,88 1,18 0,9 0,935 -


5
D1 ┘└ 80. 80 . 8 9,66 2,11 0,9 18,344 4 baut  /8''
5
D2 ┘└ 80. 80 . 8 9,66 2,11 0,9 18,344 4 baut  /8''
5
JUMLAH 125,643 24 baut  /8''

Karena profil kuda-kuda baja berupa profil ganda,maka :


Berat total = 2 x 125,643 kg
= 251,286 kg
Kebutuhan total rangka baja = berat total + 25% berat total
= 251,286 + 62,822
= 314,108 kg

BAB V
ZETTING

5.1 Perhitungan zetting


Zetting (penurunan) yang terjadi pada konstruksi kuda-kuda akibat
pembebanan dapat dihitung dengan rumus :
S .L.U
fs 
F .E
dimana :
fs = Penurunan yang terjadi (cm)
S = Gaya batang akibat beban luar (kg)
L = Panjang masing-masing batang (cm)

Khairul Fajri / 0704101010107


32

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

U = Gaya akibat beban 1 satuan


F = Luas penampang profil (cm2)
E = Modulus elastisitas baja (2,1 x 106 kg/cm2)

Penurunan maksimum yang diizinkan dihitung dengan rumus :

1
f max  L (PPBBI, 1983)
180

dimana :
L = panjang bentang kuda-kuda

Dalam perhitungan zetting, digunakan metode cremona untuk mendapatkan gaya


batang akibat beban 1 satuan yang berada di tengah-tengah konstruksi,
1
f max  x700 = 3,889 cm
180

Tabel 5.1 Perhitungan Zetting


PANJANG
GAYA (S) SATUAN LUAS E fs
BATANG (L)
(U)
(cm) (kg) (cm2) (kg/cm2) (cm)
(1) (3) (2) (4) (5) (6) (7)
A1 211 -1601,269 -0,894 12,3 2100000 0,012
A2 211 -1152,845 -0,894 12,3 2100000 0,008
A3 211 -1118,482 -0,894 12,3 2100000 0,008
A4 211 -1575,579 -0,894 12,3 2100000 0,012
B1 175 1601,319 0,742 1,74 2100000 0,057
B2 175 1601,319 0,742 1,74 2100000 0,057
B3 175 1353,562 0,742 1,74 2100000 0,048
B4 175 1353,562 0,742 1,74 2100000 0,048
D1 211 -628,748 0 12,3 2100000 0,000
D2 211 -663,080 0 12,3 2100000 0,000
V1 118 238,000 0 1,12 2100000 0,000
V2 236 835,059 1 3,08 2100000 0,030
V3 118 238,000 0 1,12 2100000 0,000
Jumlah 0,280

Khairul Fajri / 0704101010107


33

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Dari perhitungan diatas,


fs = 0,280 cm < fmax = 3,889 cm............(aman)

BAB VI
PERHITUNGAN SAMBUNGAN

Alat sambung yang digunakan adalah baut, Berdasarkan ketentuan PPBBI


1983 hal 68, untuk alat sambung baut, berlaku :
 Tegangan geser yang diizinkan :
 =0,6 

 Tegangan tarik yang diizinkan :


 tr = 0,7 
 Tegangan tumpu yang diizinkan :
 tu = 1,5σ ( untuk S1 ≥ 2d )
 tu = 1,2σ ( untuk 1,5d ≤ S1 ≤ 2d )
dimana :
S1 = Jarak dari sumbu baut yang paling luar ke tepi bagian yang
disambung

σbaut = 1600 kg/cm2

Khairul Fajri / 0704101010107


34

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

σplat = 1600 kg/cm2


Kekuatan baut dengan diameter 5/8" (1,59 cm)
a. Kekuatan baut terhadap geser
Pgsr = Fgsr . τ
= n (1/4 π d2) . 0,6 
= 2 x 1/4 π (1,59)2 x 0,6 x 1600
= 3812,284 kg
b. Kekuatan baut terhadap tumpuan
a. t = 0,5 cm
Ptu = Ftu . σtu
= t . d . 1,2σ
= 0,5 x 1,59 x 1,2 x 1600
= 1526,4 kg
b. t = 0,6 cm
Ptu = Ftu . σtu
= t . d . 1,2σ
= 0,6 x 1,59 x 1,2 x 1600
= 1831,68 kg

Pgsr > Ptu, maka perhitungan jumlah baut didasarkan pada harga Ptu dengan rumus :

P
n= P
tu

dimana:
Batang Diagonal 2 x 80.80.8
n = jumlah baut
P = Beban / gaya yang bekerja
Ptu = Kekuatan baut terhadap geser

Balok bint 2 x 40.40.4


6.1 Perhitungan Titik Buhul
6.1.1 Titik buhul A = B
Plat Buhul Ø 6 mm

Baut ø 5/8"

Khairul Fajri / 0704101010107


35

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Tebal plat direncanakan = 0,6 cm


 Batang A1 (Tekan)
PA1 tk = 1601,269 kg
1601,269
n = 3812,284 = 0,420  2baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang B1 (Tarik)
PB1 tr = 1601,319 kg
1601,319
n = 3812,284 = 0,420  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

6.1.2 Titik Buhul C = E


Tebal plat direncanakan = 0,6 cm
 Batang B1 (Tarik)
PB1 tr = PB2 tr = 1601,319 kg
1601,319
n = 3812,284 = 0,420  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang B2 (Tarik)
PB2 tr = 1601,319 kg
1601,319
n = 3812,284 = 0,420  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang V1 (Tarik)
PV1 tr = 238 kg Batang Vertikal 2 x 40.40.4

238
n = 3812,284 = 0,062  2 baut Ø 5/8" =Plat
1,59 cm
Buhul Ø 6 mm

Balok bint 2 x 40.40.4


Baut ø 5/8"

Khairul Fajri / 0704101010107


36

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

6.1.3 Titik Buhul D


Tebal plat direncanakan = 0,6 cm
 Batang B2 (Tarik)
PB2 tr = 1601,319 kg
1601,319
n = 3812,284

= 0,420  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

Batang Vertikal
2x 40.40.4 Batang Diagonal

 Batang B3 (Tarik) 2x 80.80.8

PB3 tr = 1353,562 kg Batang Diagonal


2x 80.80.8

1353,562
n = 3812,284
Plat Buhul Ø 6 mm


Balok bint 2 x 40.40.4
Baut ø 5/8"
= 0,355 2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang V2 (Tarik)
PV2 tr = 835,059 kg
835,059
n = 3812,284

= 0,219  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

Khairul Fajri / 0704101010107


37

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

 Batang D1 (Tekan)
PD1 tk = 628,748 kg
628,748
n = 3812,284 = 0,172  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang D2 (Tekan)
PD2 tk = 663,080 kg
663,080
n = 3812,284 = 0,181  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

6.1.4 Titik Buhul F = H


Tebal plat direncanakan = 0,6 cm
 Batang A1 (Tekan)
PA1 tk = 1601,269 kg
1601,269
n = 3812,284 = 0,420  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang A2 (Tekan)
PA2 tk =1152,845 kg
1152 ,845
n = 3812,284 = 0,345  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang D1 (Tekan)
PD1 tk = 628,748 kg
628,748
n = 3812,284 = 0,172  2baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang V1(Tarik)
PV1 tr = 238 kg
238
n = 3812,284 = 0,062  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

Khairul Fajri / 0704101010107


38

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

6.1.5 Titik Buhul G


Tebal plat direncanakan = 0,6 cm
 Batang A2 (Tekan)
PA2 tk = 1152,845 kg
1152 ,845
n = 3812,284 = 0,315  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang A3 (Tekan)
PA3 tk = 1118,482 kg
1118 ,482
n = 3812,284 = 0,306  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm

 Batang V2 (Tarik)
Baut ø 5/8"
PV2Kaki
tr= kuda-kuda
835,059 kg Kaki kuda-kuda
2x 80.80.8
2x 80.80.8
835,059
n = 3812,284 = 0,228  2 baut Ø 5/8" = 1,59 cm
Plat Buhul Ø 6 mm

Batang Vertikal 2 x 40.40.4

Khairul Fajri / 0704101010107


39

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

Tabel 6.1 Jumlah baut yang digunakan

Titik Buhul Batang Baut yang digunakan


A1 2  5/8 "
A
B1 2  5/8 "
A4 2  5/8 "
B
B4 2  5/8 "
B1 dan B2 4  5/8 "
C
V1 2  5/8 "
B2 dan B3 4  5/8 "
D1 2  5/8 "
D
D2 2  5/8 "
V2 2  5/8 "
B3 dan B4 4  5/8 "
E
V3 2  5/8 "
A1 dan A2 4  5/8 "
F D1 2  5/8 "
V1 2  5/8 "
A2 2  5/8 "
G A3 2  5/8 "
V2 2  5/8 "
A3 dan A4 4  5/8 "
H
D2 2  5/8 "

Khairul Fajri / 0704101010107


40

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

V3 2  5/8 "

BAB VII
PERHITUNGAN KUBIKASI

Tabel 7.1 Kubikasi Baja


Profil Luas Panjang Batang Kubikasi
Batang
(mm) (m2) (m) (m3)
(1) (2) (3) (4) (7)
A1 ┘└ 80. 80 . 8 0,00123 2,11 0,002595
A2 ┘└ 80. 80 . 8 0,00123 2,11 0,002595
A3 ┘└ 80. 80 . 8 0,00123 2,11 0,002595
A4 ┘└ 80. 80 . 8 0,00123 2,11 0,002595
B1 ┘└ 30 . 30 . 3 0,000174 1,75 0,000539
B2 ┘└ 30 . 30 . 3 0,000174 1,75 0,000539
B3 ┘└ 30 . 30 . 3 0,000174 1,75 0,000539
B4 ┘└ 30 . 30 . 3 0,000174 1,75 0,000539
V1 ┘└ 20 . 20 . 3 0,000112 1,18 0,000363
V2 ┘└ 40 . 40 . 4 0,000308 2,36 0,000729
V3 ┘└ 20 . 20 . 3 0,000112 1,18 0,000363
D1 ┘└ 80. 80 . 8 0,00123 2,11 0,002595
D2 ┘└ 80. 80 . 8 0,00123 2,11 0,002595
Jumlah 0,019181

 volume profil untuk satu rangka kuda-kuda = 0,019181 m3 x 2


= 0,038362 m3
 Volume profil untuk penyambungan dan pemotongan

Khairul Fajri / 0704101010107


41

Perencanaan Bangunan Gedung I (Baja)

= 25 % x 0,038362
= 0,0095905 m3
 Volume total profil = 0,038362 + 0,0095905
= 0,0479525 m3

Khairul Fajri / 0704101010107

Anda mungkin juga menyukai