0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
347 tayangan8 halaman

RPS dan RKAS: Panduan Sekolah

RPS dan RKAS merupakan dokumen perencanaan penting bagi sekolah. RPS berisi rencana pengembangan jangka menengah dan pendek untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan. RKAS berisi rancangan kegiatan dan anggaran sekolah tahunan. Keduanya memiliki dasar hukum dan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara terencana.

Diunggah oleh

Celo Erster
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
347 tayangan8 halaman

RPS dan RKAS: Panduan Sekolah

RPS dan RKAS merupakan dokumen perencanaan penting bagi sekolah. RPS berisi rencana pengembangan jangka menengah dan pendek untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan. RKAS berisi rancangan kegiatan dan anggaran sekolah tahunan. Keduanya memiliki dasar hukum dan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara terencana.

Diunggah oleh

Celo Erster
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Perencanaan merupakan modal utama sekolah atau organisasi dalam
menata pemanfaatan sumber daya yang di milikinya secara efektif, efisien,
berkualitas, dan releven sehingga dapat mencapai tujuan dengan memuaskan
bagi seluruh yang terlibat. Dalam mengola manajement di sekolah memerlukan
perencanaan yang di sebut RPS dan RKAS.
RPS merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen
sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS harus berorientasi
ke depan dan secara jelas bagaimana menjembatani antara kondisi saat ini dan
harapan yang ingin dicapai di masa depan. RPS berfungsi untuk memberi arah
dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah
yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan
untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.
RKAS merupakan rencana biaya dan pendanaan program atau kegiatan
secara rinci untuk satu tahun anggaran. RKAS adalah dokumen anggaran
sekolah resmi yang disetujui kepala sekolah serta disahkan Dinas Pendidikan
setempat (bagi sekolah negeri), atau penyelenggara pendidikan/yayasan (bagi
sekolah swasta).
Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan,
jenis dan jenjang pendidikan harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya
untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS dan RKAS.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari rencana pengembangan sekolah?
2. Apa dasar hukum dari pembuatan rencana pengembangan sekolah?
3. Apa tujuan pembuatan Rencana Pengembangan Sekolah?
4. Bagaimana penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah?
5. Apa pengertian dari rancangan kegiatan dan anggaran sekolah?
6. Apa dasar hukum pembuatan rancangan kegiatan dan anggaran sekolah?
7. Apa tujuan pembuatan rancangan kegiatan dan anggaran sekolah?
8.
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari RPS dan RKAS
2. Mengetahui tujuan pembuatan RPS dan RKAS
3. Mengetahui penyusunan pembuatan RPS dan RKAS

1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian RPS
RPS adalah sebuah dokumen perencanaan yang dibuat oleh “sekolah”
untuk mengadakan perubahan fisik dan nonfisik sekolah dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan sekolah. RPS menggambarkan peta perjalanan
perubahan sekolah dari suatu kondisi sekarang menuju kondisi yang lebih baik
dan lebih menjanjikan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. (Musliyatun :
2015)

RPS wajib dibuat oleh semua sekolah, baik yang termasuk kelompok


rintisan, potensial, nasional maupun internasional.  RPS harus dimiliki oleh
setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk
jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun).
Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang
sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan
program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya.
Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang
memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP
relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan
lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua
sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh
pemerintah.
Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut
meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga
kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian
pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar
kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah
sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang
kelas,laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi
selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi
SNP. Begitu seterusnya pada aspek-aspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan
dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah
untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung
kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah
telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan
pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung
tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas.

2.2 Dasar Hukum Pembuatan RPS


a. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional,
b. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

2
c. Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-
2009.
d. Permendiknas No.19/2007 tentang pengelolaan pendidikan
e. Permendiknas No. 24/2007 tentang standart sarana dan prasarana pendidikan

2.3 Pentingnya Pembuatan RPS


RPS penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah
dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik
(peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi
ketidakpastian masa depan. Rancangan Pengembangan sekolah ini digunakan
sebagai pedoman pencapaian standar pendidikan nasional yang mampu
memberikan arah dan pegangan sekolah.
2.4 Tujuan Pembuatan RPS
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah di capai
dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil
b. Mendukung koordinasi pelaku sekolah
c. Menjamin terciptanya integras, sinkronasi, dan sinergi baik antar
pelaku sekolah, antar sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten atau
kota
d. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan
e. Mengoptimalkan partisipasi wargasekolah dan masyarakat
f. Menjamin tercapainyapenggunaansumber dayasecara efisien, efektif,
berkeadilan dan berkelanjutan
2.5 Langkah-Langkah Penyusunan RPS
 RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka
waktunya, yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah
(lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka
pendek (satu tahunan). Renstra menggambarkan suatu perencanaan
pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program
sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun.
Program-program tersebut lebih bersifat garis besar, baik menyangkut fisik
maupun non fisik, yang semuanya mengacu kepada SNP. Sedangkan Renop
merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra, dan lebih merupakan
penjabaran operasional dari Renstra. Program-program dalam Renop lebih
detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun.
a. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS:
 Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah
 Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini
 Melakukan  analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5
tahun kedepan

3
 Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini
dan yang diharapkan 5 tahun kedepan 
 Merumuskan visi
 Merumuskan misi sekolah
 Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan
 Merumuskan  program-program strategis untuk mencapai tujuan
jangka menengah (5 tahun) 
 Menentukan strategi pelaksanaan
 Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya)
Menentukan rencana biaya (alokasi dana)  
 Membuat rencana pemantauan dan evaluasi
b. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS:
 Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah
 Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini
 Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang
diharapkan)
 Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan
satu (1) tahun kedepan
 Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran)
 Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan
untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat
kesiapannya
 Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-
masing urusan sekolah melalui analisis SWOT)
 Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan, yaitu mengubah
ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah.
 Menyusunrencana program sekolah Menentukan milestone (output
apa & kapan dicapai)
 Menyusun rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana)
 Menyusun rencana pelaksanaan program
 Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi
 Membuat jadwal pelaksanaan program   Menentukan
penanggungjawab program atau kegiatan
2.6 Pengertian RKAS
RKAS adalah dokumen anggaran 2 sekolah resmi yang disetujui kepala
sekolah serta disahkan Dinas Pendidikan setempat (bagi sekolah negeri), atau
penyelenggara pendidikan/yayasan (bagi sekolah swasta). RKAS tidak boleh
menyimpang dari RPS atau rencana strategis, karena keberadaan RKAS berfungsi
mencapai tujuan-tujuan yang sebelumnya terangkum dalam tujuan besar RPS. Masa
RKAS hanya berlaku untuk satu tahun ajaran yang akan datang, terdiri atas
pendapatan dan belanja (pengeluaran). Pendanaan yang dicantumkan dalam RKAS

4
hanya mencakup pengeluaran dalam bentuk uang yang akan diterima dan dikelola
sekolah.
2.7 Dasar Hukum Pembuatan RKAS
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301)
b. Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
c. Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Nasional Tahun 2005-2025
d. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan
e. Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor: 19 Tahun 2005, tentang
Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496) sebagimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan
Lembaran Republik Indonesia Nomor 5410)
f. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 54 Tahun 2013
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
g. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 71 Tahun 2013
tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Pedoman Guru untuk Pendidikan
Dasar dan Menengah
h. Surat Edaran Mendikbud Nomor 156928/ MPK.A/KR/2013 Tanggal 08
November 2013 tentang Implementasi KURIKULUM 2013
i. Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri RI dan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan RI Nomor: 420/176/SJ dan Nomor: 0258/MPK.A/KR/2014, Hal:
Implementasi Kurikulum 2013
j. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58
Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Tsanawiyah
k. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61
Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah
l. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62
Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah
m. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63
Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
n. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 79
Tahun 2014 tentang Mutan Lokal Kurikulum 2013

5
o. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 103Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah
p. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 104Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
q. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
105 Tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
r. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tentang
Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah Pendidikan Umum
s. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 129a/U/2004 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang PendidikanKepmendikbud Nomor 044/U/2002
Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah
t. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan
Kurikulum 2013
u. Peraturan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal
Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
5496/C/KR/2014 dan Nomor 7915/D/KP/2014 Tentang Petunjuk Teknis
Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pada Sekolah
Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
2.8 Tujuan Pembuatan RKAS
a. Dijadikan dasar bagi sekolah dalam melaksanakan program-
program  sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah
b. Penentuan prioritas sekolah untuk membuat target yang akan
dicapai sebagai dalam jangka pendek, menengah, dan jangka
panjang
c. Penentuan langkah-langkah strategis dari kondisi nyata sekolah
yang ada sekarang menuju kondisi sekolah yang diharapkan
d. Pelaksanaan supervisi, monitoring, dan evaluasi keterlaksanaan
program dan hasil-hasilnya dalam kerangka memperoleh umpan
balik untuk memperbaiki RKS selanjutnya
e. Dijadikan dasar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi,
dan Pusat untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi
keterlaksanaan program dan hasil-hasilnya dalam kerangka
melakukan pembinaan kepada sekolah
f. Untuk memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota, Propinsi, dan Pusat dalam kerangka pencapaian
standar nasional pendidikan
g. Untuk memberikan gambaran kepada stakeholder sekolah
(khususnya kepada orang tua siswa/masyarakat) terhadap segala
bentuk program sekolah yang akan diselenggarakan, baik dalam
jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
6
2.9 Langkah Penyusunan RKAS
a. Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah
b. Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini
c. Melakukan analisis pendidikan sekolah satu tahun ke depan (yang
diharapkan)
d. Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang
diharapkan satu tahun kedepan
e. Merumuskan tujuan sekolah selama satu tahun ke depan (disebut juga
dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun)
f. Mengidentifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji
tingkat kesiapannya
g. Melakukan analisis SWOT
h. Merumuskan dan mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah
Pemecahan Persoalan
i. Menyusun Rencana Program
j. Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan/output apa dan kapan
dicapai (milestone)
k. Menyusun rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana)
l. Menyusun rencana pelaksanaan program
m. Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi
n. Membuat jadwal pelaksanaan program
o. Menentukan penanggungjawab program/kegiatan

7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari materi di atas dapat disimpulkan bahwa RPS merupakan salah satu wujud
dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus
dimiliki sekolah. RPS harus berorientasi ke depan dan secara jelas bagaimana
menjembatani antara kondisi saat ini dan harapan yang ingin dicapai di masa
depan. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku
sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan,
pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi
ketidakpastian masa depan.
RKAS merupakan rencana biaya dan pendanaan program atau kegiatan secara
rinci untuk satu tahun anggaran. RKAS adalah dokumen anggaran sekolah
resmi yang disetujui kepala sekolah serta disahkan Dinas Pendidikan setempat
(bagi sekolah negeri), atau penyelenggara pendidikan/yayasan (bagi sekolah
swasta).
3.2 Saran
Walaupun makalah ini telah kami buat dengan sebaik-baiknya, namun pada
kenyataannya masih banyak kekurangan yang terdapat dari makalah ini
dikarenakan masih sangat sedikit pengetahuan yang kami dapat. Maka dari itu
kami mengharap kritik dan sarn sebagai bahan evaluasi selanjutnya

Anda mungkin juga menyukai