Melindungi Sistem Informasi Bisnis
Melindungi Sistem Informasi Bisnis
Oleh :
ARMAN
1792141014
Kelas B
S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya kepada kami, sehingga makalah ini dapat diselesaikan
tepat pada waktunya. Dalam tulisan ini kami membahas tentang Melindungi
Sistem Inormasi. Selaku manusia biasa kami menyadari bahwa dalam hasil tulisan
ini masih terdapat kekurangan dan kekeliruan yang tidak disengaja. Oleh karena
itu kami sangat membutuhkan kritik dan saran. Kami berharap tulisan ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, khususnya pada mata kuliah Sistem Informasi
Arman
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Kerentanan dan Penyalahgunaan Sistem 2
B. Nilai Bisnis Keamanan dan Pengendalian 9
C. Membangun Kerangka Keamanan dan Pengendalian 12
D. Teknologi dan Sarana Untuk Melindungi Sumber-sumber Informasi 15
BAB III PENUTUP 22
A. KESIMPULAN 22
DAFTAR PUSTAKA 24
3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
4
4. Mahasiswa mampu memahami teknologi dan sarana untuk melindungi
sumber-sumber informasi.
5
BAB II PEMBAHASAN
6
jaringan pada berbagai titik. Siapapun yang dapat menembus sistem
perusahaan dapat mengacaukan data perusahaan yang disimpan dalam
bentuk database ataupun file. Kemitraan domestik atau luar negeri dengan
perusahaan lain menambah kerentanan sistem jika informasi berharga
diletakkan pada jaringan dan komputer di luar kendali perusahaan.
a. Kerentanan Internet
Jaringan publik yang luas, seperti internet, lebih rentan jika dibandingkan
dengan jaringan internal karena terbuka secara virtual bagi siapa saja.
Komputer yang selalu terhubung dengan internet melalui kabel modem atau
jalur DSL lebih terbuka terhadap penetrasi oleh pihak luar dikarenakan
mereka menggunakan alamat internet tetap yang mudah untuk diidentifikasi.
Layanan telepon yang berbasis teknologi internet lebih rentan dibandingkan
dengan switchedvoicenetwork jika tidak dijalankan pada jaringan privat
yang terlindungi. Kerentanan juga meningkat melalui penggunaan surel
secara luas, pesan instan, dan program pembagian arsip peer-to-peer.
(Laudon, 2017:298-299)
b. Tantanga Keamanan Nirkabel
Jaringan nirkabel dirumah kita sangatlah rentan karena jangkauan
frekuensi radio sangat mudah dipindai. Baik bluetooth maupun jaringan Wi-
Fi rawan untuk diretas oleh pencuri. Jaringan area lokal (LAN) yang
menggunakan standar 802.11 dapat dengan mudah dimasuki oleh pihak luar
yang dilengkapi laptop, kartu nirkabel, antena eksternal, dan perangkat lunak
peretasan.
2. Perangkat Lunak Berbahaya: Virus, Worm, TrojanHorses, dan
Spyware
a. Virus
Program perangkat lunak berbahaya disebut dengan malware dan
mencakup berbagai ancaman, seperti virus komputer, worms, dan
Trojanhorse. Virus komputer adalah sebuah program perangkat lunak
berbahaya yang mengikatkan dirinya pada program perangkat lunak
lain atau arsip data yang akan dijalankan, biasanya tanpa
sepengetahuan atau izin dari pengguna. Virus biasanya menyebar dari
7
komputer ke komputer lain saat manusia melakukan sebuah tindakan,
seperti mengirimkan sebuah surel atau menggandakan arsip yang telah
terinfeksi. (Laudon, 2017:300)
b. Worm
Serangan baru-baru ini datang dari worm, program perangkat lunak
independen yang menggandakan dirinya sendiri dari satu komputer ke
komputer lainnya melalui sebuah jaringan. Tidak seperti virus, worm
dapat mengoperasikan dirinya sendiri tanpa harus mengikatkan dirinya
pada arsip program komputer dan tidak banyak bergantung pada
perilaku manusia untuk menyebarkannya dari satu komputer ke
komputer lainnya. Hal ini menjelaskan mengapa worm tersebut lebih
pesat dibandingkan dengan virus komputer. Worm dapat merusak data,
menghancurkan data, bahkan memberhentikan operasional jaringan
komputer. (Laudon, 2017:300)
c. TrojanHorse
Trojanhorse adalah program perangkat lunak yang awal
kemunculannya begitu jinak kemudian berubah menjadi sesuatu yang
tidak diharapkan. Trojanhorse bukanlah sebuah virus karena tidak
dapat mereplikasi, tetapi biasanya merupakan jalan bagi virus dan kode
brbahaya lainnya untuk masuk ke dalam sistem komputer. Istilah
Trojanhorse didasarkan pada kuda kayu besar yang digunakan orang-
orang Yunani untuk mengelabui bangsa Trojan agar membuka gerbang
menuju benteng kota selama Perang Trojan berlangsung. Setelah
sampai ke dalam kota, pasukan Yunani yang bersembunyi di dalam
kuda menunjukkan diri dan merebut kota. Salah satu contoh dari
Trojanhorse modern saat ini adalah [Link] untuk
telepon Android. (Laudon, 2017:302)
3. Spyware
Beberapa jenis spyware juga dapat menjadi perangkat lunak
berbahaya. Program-program kecil ini meng-install diri mereka sendiri degan
sembunyi-sembunyi pada komputer untuk memantau kegiatan berselancar
pengguna di web dan menyajikan iklan. Ribuan bentuk spyware telah
8
terdokumentasi. Banyak pengguna menemukan spyware begitu
mengganggu, dan beberapa kritikus mengkhawatirkan adanya pelaggaran
terhadap kerahasiaan komputer pengguna. Beberapa bentuk spyware
diprogram menjadi sangat jahat. Beberapa program spyware mengatur ulang
laman web browser dan mengarahkan permintaan pencarian, atau
menurunkan kinerja dengan mengambil terlalu banyak memori. (Laudon,
2017:302-303)
9
tetapi ketika digunakan untuk tujuan kejahatan, mereka dapat menjadi
sangat merusak dan sangat sulit untuk dideteksi. Sniffer
memungkinkan peretas untuk mencuri kepemilikan informasi dari
manapun dalam jaringan, termasuk pesan surel, arsip perusahaan, dan
laporan rahasia. (Laudon, 2017:303)
b. Serangan Denial-of-Service (DoS)
Dalam sebuah serangan Denial-of-Service (DoS), peretas
membanjiri server jaringan dan server web dengan ribuan layanan
komunikasi atau permintaan palsu untuk mengacaukan jaringan.
DistributedDenial-of-Service (DDoS) menyerang banyak penggunaan
komputer untuk menenggelamkan dan membuat jaringan terbebani
melalu banyak titik peluncuran. Walaupun serangan DDoS tidak
menghancurkan informasi atau mengakses area terlarang dari sistem
informasi perusahaan, mereka biasanya menyebabkan sebuah situs
web ditutup, membuat para pengguna yang sah tidak dapat mengakses
situs tersebut. Para pelaku DDoS biasanya menggunakan ribuan PC
zombie yang terinfeksi dengan perangkat lunak berbahaya tanpa
sepengetahuan pemiliknya dan mengelolanya menjadi sebuah botnet.
(Laudon, 2017:304)
5. Kejahakan Komputer
Sebagian besar kegiatan peretas adalah tindakan pidana, dan kerentanan
sistem yang telah dideskripsikan menjadi target dari bentuk kejahatan
komputer lainnya. Berikut adalah contoh kejahatan komputer yang sering
terjadi:
Komputer Sebagai Target Kejahatan
1) Menerobos kerahasiaan dari data yang terkomputerisasi dan terlindungi.
2) Mengakses sistem komputer tanpa izin.
3) Secara sadar mengakses komputer yang terlindungi untuk tujuan
penipuan.
4) Dengan sadar mengirimkan sebuah program, kode program, atau
perintah yang secara sengaja menyebabkan kerusakan pada komputer
yang terlindungi.
10
5) Mengancam untuk membuat kerusakan pada komputer yang terindungi.
Komputer Sebagai Instrumen Kejahatan
1) Mencuri rahasia dagang.
2) Penggandaan perangkat lunak yang tidak sah atau membajak
kepemilikan intelektual seperti artikel, buku, musik, dan video.
3) Merencanakan penipuan.
4) Menggunakan surel untuk mengancam atau mengganggu.
5) Secara sengaja berniat untuk menahan komunikasi elektronik.
6) Secara ilegal mengakses komunikasi elektronik yang disimpan,
termasuk surel dan pesan suara.
7) Mengirimkan atau memiliki pornografi anak menggunakan komputer.
d. Pencurian Identitas
Pencurian identitas adalah sebuah kejahatan dimana seorang penipu
memperoleh sejumlah penting informasi personal, seperti nomor identifikasi
jaminan sosial, nomor SIM, atau nomor kartu kredit untuk menipu orang
lain. Informasi bisa digunakan untuk mendapatkan kredit, barang, layanan
dengan menggunakan nama korban, dan menyediakan surat palsu bagi
pencuri.
Salah satu taktik yang semakin terkenal digunakan adalah bentuk dari
spoofing bernama phishing. Phishing meliputi perancangan situs web palsu
atau mengirim pesan surel yang menyerupai bisnis yang sah untuk
menanyakan kepada pengguna data rahasia personal mereka. Bentuk
phishing yang lebih ditargetkan dinamakan spearphishing, dimana pesan
muncul dari sebuah sumber yang terpercaya, seperti individu dari perusahaan
penerima atau teman.
11
megetikkan alamat laman situs yang benar kedalam browser mereka.
(Laudon, 305-306)
e. ClickFraud
Clickfraud terjadi ketika program individu atau perusahaan secara
curang mengeklik iklan online dan tanpa adanya niatan untuk mempelajari
lebih jauh iklan tersebut atau melakukan pembelian. Clickfraud telah
menjadi permasalahan yang serius pada Google dan situs web lainnyayang
memiliki fitur pemasaran online berupa iklan pay-per-click. Clickfraud juga
dapat dilakukan melalui program perangkat lunak yang menjalankan
pengeklikan, dan botnet termasuk yang biasanya digunakan untuk tujuan ini.
Meskipun pencari seperti Google mencoba untuk memantau clickfraud,
tetapi enggan untuk memublikasikan usaha mereka mengatasi masalah
tersebut. (Laudon, 2017:307)
12
organisasi tanpa meninggalkan jejak. Banyak karyawan yang lupa kata sandi
mereka untuk mengakses sistem komputer dan mengizinkan rekan
sekerjanya untuk menggunakannya, yang membahayakan sistem. Penyusup
mencurigakan yang mencari akses sistem terkadang mengelabui karyawan
agar memperlihatkan kata sandi mereka dengan berpura-pura menjadi
anggota yang sah dari perusahaan yang membutuhkan informasi. Praktik
seperti ini disebut rekayasa soial. (Laudon, 2017:307-308)
13
1. Persyaratan Hukum dan Peraturan untuk Manajemen Arsip Elektronik
Peraturan terbaru pemerintah AS memaksakan perusahaan untuk
memperhatikan keamanan dan pengendalian lebih serius dengan mewajibkan
mereka untuk melindungi data dari penyalahgunaan, pemaparan, dan akses
tidak sah. Perusahaan menghadapi kewajiban hukum baru untuk penjagaan
dan penyimpanan catatan elektronik sebagaimana perlindungan terhadap hal-
hal privasi. Jika bekerja dalam industri pelayanan kesehatan, perusahaan harus
patuh kepada Undang-undang Protabilitas dan Akuntabilitas Asuransi
Kesehatan (Health Insurance ProtabilityandAccountabilityAct – HIPAA)
tahun 1996. HIPAA menekankan peraturan dan prosedur keamanan medis dan
privasi untuk memudahkan administrasi tagihan pelayanan kesehatan dan
transfer otomatis data penyediaan, pembayaran, dan rancangan pelayanan
kesehatan.
Jika bekerja pada perusahaan publik yang menyediakan layanan keuangan,
maka perusahaan harus patuh pada Undang-undang Modernisasi Jasa
Keuangan (Financial Services ModernizationAct) tahun 1999, atau yang lebih
dikenal dengan Undang-undang Gramm-Leach-Bliley setelah mendapat
dukungan dari kongres. Peraturan ini mengharuskan institusi keuangan untuk
memastikan keamanan dan kerahasiaan data pelanggan. Data harus disimpan
pada media yang aman, dan pengukuran keamanan khusus harus diterapkan
untuk melindungi data tersebut pada media penyimpanan dan selama transmisi
berlangsung.
Jika bekerja pada perusahaan publik, perusahaan harus patuh pada Undang-
undang Reformasi Akuntansi Perusahaan Publik dan Perlindungan terhadap
Investor (Public Company AccountingReformand Investor ProtectionAct)
tahun 2012, atau yang lebih dikenal dengan Undang-undang Sarbanes-Oxley.
Dasar Sarbanes-Oxley adalah memastikan kendali internal berada pada
tempatnya untuk menentukan pembentukkan dan dokumentasi informasi
dalam laporan keuangan. (Laudon, 2017:309-310)
14
kecurangan persediaan, penggelapan, pencurian rahasia dagang perusahaan,
kejahatan komputer, dan sejumlah kasus perdata berbentuk digital. Sebagai
tambahan dari informasi yang dicetak atau ditulis tangan, kasus hukum hari ini
semakin bergantung pada bukti berbentuk data digital yang disimpan dalam
perangkat penyimpanan portabel, CD, dan perangkat harddisk komputer,
sebagaimana surel, pesan instan, dan transaksi perdagangan elekronik melalui
internet.
15
C. Membangun Kerangka Keamanan dan Pengendalian
1. Pengendalian Sistem Informasi
Pengendalian sistem informasi baik manual maupun otomatis terdiri
dari kendali umum dan kendali aplikasi. Kendali umum berpengaruh atas
desain, keamanan, dan penggunaan program komputer dan keamanan arsip
data secara umum dari semua infrastruktur teknologi informasi perusahaan.
Secara keseluruhan kendali umum digunakan pada setiap aplikasi yang
terkomputerisasi dan memuat kombinasi perangkat keras, perangkat lunak,
dan prosedur manual yang menciptakan lingkungan kontrol secara
menyeluruh.
Kendali umum meliputi pengendalian perangkat lunak, pengendalian fisik
perangkat keras, pengendalian operasional komputer, pengendalian
keamanan data, pengendalian pada proses implementasi sistem, dan
pengendalian administratif. Fungsi dari masing-masing kedali tersebut
adalah sebagai berikut :
16
Kendali keamanan data Memastikan data arsip bisnis yang
berharga, baik yang terdapat pada cakram atau rekaman tidak terpapar
terhadap akses tanpa izin, perubahan, maupun perusakan saat mereka
digunakan atau disimpan dalam tempat penyimpanan.
2. Penilaian Resiko
Penilaian resiko menentukan keadaan tingkat resiko perusahaan jika
sebuah tindakan atau proses yang spesifik tidak dapat dikendalikan
sebagaimana mestinya. Tidak semua resiko dapat diantisipasi dan diukur,
tetapi sebagian besar bisnis akan dapat memperoleh beberapa pemahaman
seputar resiko yang dihadapi. Setelah resiko dinilai, pembuat sistem akan
17
berkonsentrasi pada pengendalian titik-titik yang memiliki kerentanan dan
potensi kerugian besar. Pada kasus ini pengendalian sebaiknya berfokus pada
cara untuk meminimalkan resiko dari listrik yang padam dan kesalahan
pengguna karena kerugian per tahun yang mungkin terjadi dari keduanya
adalah yang tertinggi dalam area ini. (Laudon, 2017: 312-313)
3. Kebijakan Keamanan
Kebijakan keamanan terdiri atas pernyataan peringkat resiko
informasi, mengidentifikasi tujuan keamanan yang dapat diterima, dan
mengidentifikasi mekanisme untuk mencapai tujuan tersebut. Kebijakan
keamanan mendorong kebijakan lainnya dalam menentukan penggunaan
sumber daya informasi perusahaan yang dapat diterima dan siapa saja
anggota perusahaan yang memperoleh akses kepada aset informasi.
Kebijakan keamanan juga mencakup penetapan manajemen identitas.
Manajemen identitas terdiri dari proses bisnis dan peralatan perangkat lunak
untuk sumber daya sistem. (Laudon, 2017:313-314)
18
5. Peran Audit
Audit Sistem Informasi Manajemen (SIM Audit) akan memeriksa
lingkungan keamanan keseluruhan perusahaan sebagaimana mengendalikan
pengaturan sistem informasi individu. Auditor sebaiknya menelusuri aliran
beberapa transaksi pada sistem dan melakukan pengujian menggunakan, jika
sesuai, dan perangkat auditor otomatis. Audit SIM juga memeriksa kualitas
data.
Audit keamanan meninjau teknologi, prosedur, dokumentasi, pelatihan, dan
personel. Sebuah audit yang teliti bahkan akan menyimulasikan sebuah
serangan atau bencana untuk menguji respon teknologi, staf sistem informasi,
dan karyawan bisnis. Daftar dan peringkat audit mengendalikan semua
kelemahan dan mengestimasiprobabilita kejadiannya. Setelah itu ia kan
menilai pengaruh pada keuangan dan organisasi pada setiap ancaman.
19
didasarkan pada pengukuran fisik ataupun sifat perilaku seseorang yang
membuatnya berbeda dari yang lain. Autentisitas biometrik membandingkan
karakteristik seseorag untuk menetukan apakah terdapat perbedaan antara
karakteristik tersebut dengan profil yang disimpan. (Laudon, 2017:317)
20
juga dapat disesuaikan untuk mematikan bagian sensitif tertentu dari
sebuah jaringan jika ia menerima lalu lintas yang tidak sah. (Laudon,
2017:319)
c) Perangkat Lunak Antivirus dan Antispyware
Perangkat lunak antivirus mencegah, mendeteksi, dan
memindahkan malware, termasuk virus komputer, worms komputer,
Trojanhorse, spyware, dan adwer. Namun, kebanyakan perangkat lunak
aktivirus hanya efektif terhadap malware yang telah diketahui sebelumnya
ketika perangkat lunak diciptakan. Untuk tetap efektif, perangkat lunak
antivirus harus terus diperbaharui. (Laudon, 319-320)
3. Melindungi Jaringan Nirkabel
Standar keamanan pertama yang dikembangkan untuk Wi-Fi, yang
disebut WiredEquivalentPrivacy (WEP), tidak begitu efektif dikarenakan
kunci enkripsinya yang relatif mudah untuk dipecahkan. Namun WEP
memberikan beberapa kebebasan pada keamanannya, jika pengguna ingat
untuk mengaktifkannya. Perusahaan selanjutnya dapat meningkatkan
keamanan Wi-Fi dengan menggunakannya bersamaan dengan teknologi
jaringan privat virtual (Virtual Privat Network – VPN) ketika mengakses
data internal perusahaan.
21
penerima yang dituju. Data enkripsi dengan menggunakan kode numerik
rahasia yang disebut kunci enkripsi, yang mengubah data biasa menjadi teks
bersandi. Pesan yang dikirimkan harus dideskripsi oleh penerima. Dua
metode untuk melakukan enkripsi lalu lintas jaringan pada web adalah SSL.
SecureSockets Layer (SSL) dan penerusnya Transport Layer Security (TLS)
memungkinkan komputer klien dan server untuk mengelola kegiatan
enkripsi dan deskripsi saat mereka berkomunikasi satu sama lain selama sesi
dari web yang aman sedang berlangsung. SecureHypertext Transfer Protocol
(S-HTTP) adalah protokol lain yang digunakan untuk enkripsi data melalui
internet, tetapi terbatas pada pesan individu, dimana SSL dan TLS dirancang
untuk membangun koneksi yang aman antara dua komputer.
22
layanan keuangan dengan aplikasi penting yang mengharuskan proses
transaksi online telah menggunakan sistem komputer fault-tolerant selama
bertahun-tahun untuk memastikan 100% ketersediaan.
23
sangat terdistribusi. Aplikasi cloudcomputing berada pada pusat data dan
server yang sangat jauh yang menyediakan layanan bisnis dan manajemen
data untuk banyak klien korporasi. Sifat cloudcomputing yang berpenca-
pencar membuatnya sulit untuk melacak aktivitas-aktivitas tidak sah.
Penggunaan layanan cloudcomputing perlu menginformasikan dimana data
mereka disimpan dan dilindungi pada tingkat seperti apa untuk memenuhi
persyaratan perusahaan mereka. (Laudon, 2017:324)
24
hati-hati dipilih berdasarkan keterampilan yang diperlukan untuk objektivitas
tertentu yang hendak diuji. Ketika pengembang memulai menuliskan
program perangkat lunak, pengkodeanwalkthrough juga dapat digunakan
untuk meninjau kode program. (Laudon, 2017:325)
25
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Jika kita menjalankan bisnis maka kita perlu menjadikan keamanan
dan pengendalian sebagai prioritas utama. Keamanan (security) merujuk
kepada kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk
mencegah akses yang tidak berwenang, alterasi, pencurian, atau kerusakan
fisik pada sistem informasi. Pengendalian (control) adalah metode, kebijakan,
dan prosedur organisasi yang memastikan keamanan aset organisasi, akurasi,
dan reabilitas pencatatan, serta kepatuhan operasional pada standar
manajemen.
Pengendalian dan keamanan yang tidak memadai dapat berakibat pada
tanggung jawab hukum yang serius. Perusahaan tidak hanya melindungi aset
informasi mereka sendiri, tetapi juga aset informasi pelanggan, karyawan, dan
rekan bisnis mereka. Kegagalan untuk melakukan hal tersebut dapat membuka
jalan bagi perusahaan menuju gugatan yang memakan biaya akibat pemaparan
data atau pencurian. Sebuah organisasi dapat dimintai pertanggungjawaban
atas resiko dan kerugian yang tidak diciptakan, jika organisasi gagal untuk
mengambil tindakan perlindungan yang benar guna mencegah hilangnya data
yang bersifat rahasia, data perusahaan, atau pelanggaran privasi. Kerangka
pengendalian dan keamanan yang melindungi aset informasi bisnis dapat
menghasilkan pengembalian atas investasi dengan jumlah yang tinggi.
Pengendalian dan keamanan yang kuat juga meningkatkna produktivitas
karyawan dan menurunkan biaya operasional.
Pengendalian sistem informasi baik manual maupun otomatis terdiri dari
kendali umum dan kendali aplikasi. Kendali umum berpengaruh atas desain,
keamanan, dan penggunaan program komputer dan keamanan arsip data
secara umum dari semua infrastruktur teknologi informasi perusahaan. Secara
keseluruhan kendali umum digunakan pada setiap aplikasi yang
terkomputerisasi dan memuat kombinasi perangkat keras, perangkat lunak,
dan prosedur manual yang menciptakan lingkungan kontrol secara
menyeluruh.
26
Untuk memperoleh akses pada sistem, seorang pengguna harus diberi
izin dan konfirmasi. Autentisitas mengacu pada kemampuan untuk
mengetahui apakah seorang pengguna adalah seperti yang diakuinya.
Autentisitas biasanya dibuktikan dengan kata sandi yang hanya diketahui oleh
pengguna yang berwenang. Teknologi autentisitas baru seperti token, kartu
pintar, dan autentisitas biometrik, mengatasi beberapa permasalahan tersebut.
27
DAFTAR PUSTAKA
28