0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
717 tayangan11 halaman

Fungsi dan Prinsip Kerja Galvanometer

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang prinsip kerja dan cara pemakaian galvanometer sebagai alat ukur arus listrik (amperemeter) dan tegangan (voltmeter). Galvanometer dapat diubah menjadi amperemeter dengan menambahkan tahanan shunt untuk membagi arus, sehingga arus yang mengalir ke galvanometer tetap kecil. Sedangkan untuk diubah menjadi voltmeter, digunakan rangkaian pembagi tegangan dengan menambahkan tahanan seri untuk men

Diunggah oleh

Ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
717 tayangan11 halaman

Fungsi dan Prinsip Kerja Galvanometer

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang prinsip kerja dan cara pemakaian galvanometer sebagai alat ukur arus listrik (amperemeter) dan tegangan (voltmeter). Galvanometer dapat diubah menjadi amperemeter dengan menambahkan tahanan shunt untuk membagi arus, sehingga arus yang mengalir ke galvanometer tetap kecil. Sedangkan untuk diubah menjadi voltmeter, digunakan rangkaian pembagi tegangan dengan menambahkan tahanan seri untuk men

Diunggah oleh

Ilham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : Sri Wahyu Ningsih

NIM : A891620008

PRODI : Pendidikan FISIKA

MATA KULIAH : Listrik Magnet

 GALVANOMETER
Prinsip dari suatu galvanometer adalah adanya simpangan kumparan
yang dilalui arus listrik dalam medan magnet, seperti yang terlihat pada
Gambar 1.2.

Pada Gambar 1.2 di atas, ”jarum penunjuk” menunjukkan titik tertentu


sekitar 35% dari skala penuh, dimana nol penuh berada di sebelah kiri busur
dan skala penuh berada di sebelah kanan. Kenaikan arus yang diukur akan
menyebabkan jarum bergerak ke kanan dan penurunan arus menyebabkan
jarum akan bergerak kembali ke kiri. Busur pada skala tampilan diberi label
dengan angka untuk menunjukkan besaran kuantitas yang akan diukur,
apapun besaran tersebut. Dengan kata lain, jika dibutuhkan arus sebesar
50 A untuk menggerakkan jarum ke arah kanan dengan skala penuh maka
angka 0 ditulis pada ujung sebelah kiri, 50 A di ujung sebelah kanan dan
25 A berada ditengah-tengah skala. Demikian seterusnya, skala kita buat
semakin kecil (misalkan tiap 5 A atau 1 A) untuk memudahkan
pengamatan dan ketelitian dari pergerakan atau posisi jarum.
Seperti yang terlihat pada Gambar 1.2, galvanometer mempunyai
sepasang meter koneksi untuk arus masuk dan arus keluar. Kebanyakan
galvanometer sensitif terhadap polaritas (pengkutuban) sehingga arus yang
masuk ke meter koneksi bisa membuat jarum bergerak ke kanan ataupun
sebaliknya jarum bergerak ke kiri. Mungkin Anda bertanya bagaimana jarum
bisa bergerak ke kanan atau ke kiri dan tergantung pada polaritas arus yang
mengalir? Mari kita lihat Gambar 1.3 dimensi dari Gambar 1.2 berikut.

Seperti yang telah dijelaskan di muka, prinsip kerja yang digunakan adalah
elektromagnetik. Arus listrik yang akan diukur dilewati kumparan dimana kumparan
sendiri berada dalam medan magnet (terinduksi magnet). Induksi magnet yang
ditimbulkan oleh medan permanen memiliki arah induksi magnet dari kutub U ke
kutub S. Akibatnya pada kumparan terdapat dua buah gaya yang sama besar tetapi
arahnya berlawanan dan tidak dalam satu garis kerja, sehingga membentuk suatu
momen kopel yang akan memutar kumparan, besarnya momen kopel tersebut adalah:
τ = B I A N (1.1)
dimana,
τ = Momen kopel (weber ampere)
B = Induksi magnet permanen (weber/m2)
I = Arus listrik (ampere)1.8 Elektronika 
A = Luas penampang kumparan (m2)
N = Jumlah lilitan kumparan
Karena ada pegas spiral sebagai imbangan, maka bekerjalah momen gaya pegas
sebesar:
τ = k (1.2)
dimana; k adalah konstanta pegas dan adalah sudut simpangan dari kumparan.
Dari persamaan (1.1) dan (1.2) maka dapat kita peroleh hubungan untuk menentukan
simpangan sudut θ, yakni:

Induksi magnet B biasanya mempunyai nilai antara 1 hingga 5 gauss.


Simpangan penuh (sp), biasanya dibuat untuk θsp = 90o. Kita lihat selama pegas
mengikuti hukum Hooke, simpangan θ sebanding dengan arus listrik.

1. AMPEREMETER (AMMETER)
Pemakaian terpenting dari galvanometer adalah sebagai alat ukur arus listrik
(amperemeter atau ammeter) dan alat ukur tegangan (voltmeter). Padapemakaian
sebagai amperemeter (ammeter), diupayakan semua arus listrik pada suatu titik
cabang yang diukur dapat melalui ammeter. Tujuannya adalah pada titik cabang
tersebut seolah-olah terjadi hubungan singkat, yaitumempunyai resistansi rendah dan
penurunan tegangan yang rendah. Untuk pemakaian sebagai voltmeter (dipasang di
antara dua titik), diupayakan agar arus listrik yang lewat ke meter (voltmeter) sekecil
mungkin. Tujuannya adalah agar di kedua titik sambungan seolah-olah merupakan
rangkaian terbuka, yaitu memiliki resistansi yang sangat besar atau dilewati arus
listrik yang sangat kecil. Agar Anda dapat lebih memahami uraian di atas,
ditunjukkan Gambar 1.4 bagaimana kedua galvanometer tersebut dipasang pada
rangkaian sebagai amperemeter dan voltmeter.
Suatu galvanometer umumnya memerlukan arus listrik sebesar 1 mA (dan
sekitar 0,1 V) untuk membuat defleksi skala penuh (fullscale deflection). Karenanya,
galvanometer hanya untuk mengukur arus dalam satuan mikroampere, sedangkan
sehari-harikita memerlukan arus listrik dalam satuan ampere, karena itu perlu alat
ukur arus yang mampu mengukur arus dalam orde ampere, alat ukur ini disebut
amperemeter. Suatu amperemeter adalah suatu galvanometer yang diberi tahanan luar
paralel dengan tahanan galvanometer (disebut tahanan shunt). Fungsi dari tahanan
shunt adalah untuk mengalirkan arus sedemikian hingga arus maksimum yang lewat
galvanometer tetap dalam satuan mikroampere. Sebagai contoh suatu galvanometer
dengan tahanan 25 ohm hanya mampu dialiri arus 1 mA pada simpangan maksimum,
galvanometer ini akan dijadikan amperemeter yang mampu mengukur arus sebesar 1
Ampere pada simpangan maksimum.
Pada Gambar 1.5, Anda dapat melihat bahwa arus sebesar = 1 A – 1 mA =
0,999 A harus dilewatkan pada tahanan shunt (Rp). Besarnya tahanan shunt yang
harus dipasang pada galvanometer agar mampu menjadi amperemeter dengan batas
ukur 1 A (simpangan maksimum bila dilalui arus 1 A) dapat di hitung dengan prinsip
pembagi arus sebagai berikut:

dimana, n adalah perbesaran batas ukur amperemeter. Pada kasus di atas


perbesaran yang dilakukan adalah sebesar n = 1000 kali, sehingga tahanan shunt (Rp)
adalah :
Dalam kehidupan sehari-hari tahanan shunt bersama galvanometer pada
amperemeter biasanya telah berada di dalamnya dan terlindungi oleh wadah dan tidak
terlihat oleh mata. Contoh amperemeter ditunjukkan Gambar 1.6 berikut ini:

Amperemeter juga dapat dibuat multi-skala dengan memasang beberapa


tahanan shunt dan saklar pengatur fungsi pengukuran. Amperemeter multi skala ini
dapat dijumpai dalam multimeter yang akan dibahas pada Modul 1 Kegiatan Belajar
2. Rangkaian amperemeter multi skala dapat dilihat pada Gambar 1.7 berikut ini:
Anda harus ingat bahwa, pemasangan beberapa tahanan (R1, R2, R3 dan R4)
yang terkoneksi dengan saklar fungsi pengatur haruslah selalu paralel dengan
galvanometer. Tentunya hanya satu tahanan yang terhubung pada saat melakukan
pengukuran. Besar tahanan yang diberikan tergantung pada jangkauan skala yang
akan dibuat, berdasarkan karakteristik galvanometer (pada gambar 1.7 dicantumkan
tahanan galvanometer Rm = 500 dan hanya mampu dialiri arus 1 mA pada simpangan
maksimum).

Contoh Soal:
Jika amperemeter di buat skala untuk pengukuran 100 mA, 1 A, 10 A dan 100 A
maka berapa tahanan shunt masing-masing skala?

Dengan demikian rangkaian amperemeter untuk multi skala ini, seperti yang
ditunjukkan gambar 1.8 berikut ini:
Di dalam penggunaan amperemeter, ada beberapa hal yang harus selalu diingat yaitu:
1) jangan sekali-kali menghubungkan amperemeter antara dua kutub sumber ggl.
Karena hambatan dalam sumber ggl sangat kecil, arus listrik yang melalui
meter menjadi sangat besar dan dapat merusak amperemeter.
2) selalu perhatikan kekutuban amperemeter. Tanda + (biasanya ditandai warna
merah) pada amperemeter dihubungkan dengan titik berpotensial tinggi,
sedangkan tanda – (biasanya ditandai warna hitam) dengan titik berpotensial
rendah.
3) Dalam menggunakan amperemeter multi skala, jika kita tidak yakin besar arus
listrik yang akan diukur gunakan skala arus terbesar lebih dahulu, kemudian
turunkan skala menurut keperluan.

2. VOLTMETER
Telah dijelaskan di awal bahwa pemakaian galvanometer sebagai voltmeter
diupayakan agar arus yang lewat ke galvanometer sekecil mungkin. Tujuannya adalah
agar di kedua titik sambungan seolah-olah merupakan rangkaian terbuka, yaitu
memiliki resistansi yang sangat besar atau dilewati arus yang sangat kecil.
Penggunaan galvanometer sebagai voltmeter telah ditunjukkan pula pada Gambar 1.4.
Dilain pihak galvanometer merupakan piranti yang sensitif, dimana arus untuk
defleksi penuh sekitar 50 A dengan tahanan dalam (Rm) kurang dari 1.000 . Ini
artinya untuk menjadi voltmeter dengan skala penuh hanya sampai batas 50 milivolt
(50 A x 1000 A)! Karenanya untuk membuat voltmeter yang praktis (mengukur
tegangan yang lebih tinggi) dari galvanometer, kita harus mencari cara bagaimana
menurunkan tegangan yang akan diukur menjadi tegangan yang dapat diukur oleh
galvanometer.
Untuk memecahkan permasalahan di atas maka diperlukan rangkaian ‟pembagi
tegangan‟ sehingga tegangan total yang akan diukur sebanding dengan tegangan pada
galvanometer. Rangkaian pembagi tegangan ini adalah dengan memberi tahanan
muka yakni tahanan luar yang diseri dengantahanan galvanometer, seperti Gambar 1.9
berikut ini.

Sebagai contoh pada Gambar 1.9, tahanan galvanometer 500 ohm, simpangan
maksimum galvanometer terjadi bila dilalui arus 1 mA. Galvanometer akan dijadikan
voltmeter dengan batas ukur 10 volt, tahanan adalah Rs harus sedemikian rupa
sehingga bila diukur, arus listrik yang lewat galvanometer 1 mA. Tahanan seri pada
galvanometer agar dapat dipakai sebagai voltmeter dengan batas ukur 10 volt dapat
dihitung sebagai berikut.
ari hukum ohm, I R = V
10-3 A x (Rs + 500 ) = 10 volt
Dengan memberikan tegangan 10 volt yang sebenarnya (bisa dari baterai atau
catu daya yang presisi) maka arus 1 mA akan mengalir ke galvanometer dan tahanan
muka. Secara eksak tegangan pada galvanometer sebesar 0,5 volt (1 mA 500 ) dan
jarum penunjuk memberikan penyimpangan secara penuh. Dengan memberikan
pelabelan baru dari 0 sampai 10 volt pada penunjuk skala maka setiap orang akan
menginterpretasikan pengukuran tersebut sebesar 10 volt (bukan 0,5 volt).
Uraian di atas adalah bagaimana cara mendesain dan menggunakan alat ukur
tegangan. Galvanometer yang sensitif dan dirancang pada tegangan dan arus listrik
yang kecil dapat diakali dengan memberikan tahanan seri sebagai pembagi tegangan.
Seperti halnya alat ukur amperemeter, pada alat ukur tegangan ini dapat
dimungkinkan rancangan pengukuran tegangan multi skala/skala yang lebar dengan
menggunakan hanya satu galvanometer.

Gambar 1.11 merupakan contoh voltmeter dengan multi-skala.

Adanya saklar fungsi pengatur membuat kontak hanya pada satu tahanan pada
saat pengukuran. Masing-masing tahanan mempunyai besaran yang berbeda sesuai
skala yang ingin dibuat, berdasarkan karakteristik dari galvanometer (pada Gambar
1.11 galvanometer mempunyai arus defleksi penuh 1 mA dan tahanan dalam 500 ).
Hasil akhir dari voltmeter multi skala ini adalah 4 jangkauan skala yang berbeda.
Seperti mendesain voltmeter satu skala, penentuan masing-masing nilai
resistor dihitung dengan teknik yang sama, menggunakan hubungan dari tegangan
total yang diketahui, arus defleksi penuh dan tahanan dalam dari galvanometer.
Contoh Soal:
Didesain voltmeter multi skala dengan 4 jangkauan skala yakni 1 volt, 10 volt,
100 volt dan 1000 volt. Carilah Rs untuk 1 volt, 10 volt, 100 volt dan 1000 volt?

Dengan demikian rangkaian voltmeter untuk multi skala ini, seperti yang ditunjukkan
Gambar 1.12 di bawah ini:

Dari hasil perhitungan dan Gambar 1.12 terlihat bahwa tahanan muka yang
digunakan semuanya bernilai ganjil sehingga relatif sulit untuk mencari harga resistor
tersebut di pasaran. Karenanya untuk memudahkan dalam mendesain dan merakit
voltmeter desain tersebut dapat diganti dengan model seperti Gambar 1.13. Dalam
desain baru ini tahanan mukanya disusun secara seri dan pada pengukuran 1000 volt
tetap memerlukan tahanan muka sebesar 999,5 k , sehingga akan diperoleh:
RTotal = R4 + R3 + R2 + R1
RTotal = 900 kΩ + 90 kΩ + 9 kΩ + 500 Ω
RTotal = 999,5 kΩ
Keuntungan desain ini tentunya masing-masing resistor (900k, 90k, 9k) lebih
mudah diperoleh dibandingkan dengan resistor dari desain sebelumnya.
Untuk jangkauan tegangan yang kecil, maka diperlukan hambatan dalam (RG)
yang relatif besar dan tidak mungkin dicapai dengan voltmeter biasa, tetapi harus
digunakan voltmeter elektronik, yaitu voltmeter tabung hampa (vacuum tube
voltmeter, VTVM), voltmeter FET, atau voltmeter digital. Untuk mengukur beda
potensial antara dua ujung resistor 10 M Ω, haruslah digunakan voltmeter dengan
hambatan dalam hingga 10 GΩ (1010 Ω). voltmeter semacam ini disebut
electrometer.
Seperti halnya dalam penggunaan amperemeter, dan menggunakanvoltmeter
hendaklah Anda ingat beberapa hal berikut di bawah ini, yaitu:
1) Kekutuban tegangan, yaitu tanda + pada voltmeter DC dihubungkan dengan
tegangan yang lebih tinggi, sedangkan tanda – dihubungkan dengan tegangan
yang lebih rendah.
2) Biasakan untuk menyentuh dulu hubungan antara voltmeter dengan rangkaian,
sebelum menghubungkan dengan kuat arus.
3) Gunakan skala tegangan besar dulu, baru turunkan pada skala yang
diinginkan.
4) Lihat dulu berapa besar hambatan yang akan diukur beda tegangannya, dan
bandingkan dengan tahanan dalam voltmeter. Jangan voltmeter membebani
tegangan rangkaian yang diukur.

Anda mungkin juga menyukai