Cara Gunakan Spray Pelindung Karpet
Cara Gunakan Spray Pelindung Karpet
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DAFTAR ISI
1. PEKERJAAN PENANAMAN ............................................................................................................... 1
2. PEKERJAAN PERKERASAN TANAH ................................................................................................. 11
3. PEKERJAAN BETON........................................................................................................................ 13
4. PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA ............................................................................................. 16
5. PEKERJAAN PLESTERAN ................................................................................................................ 18
6. PEKERJAAN KANSTEEN .................................................................................................................. 20
7. PEKERJAAN PERKERASAN.............................................................................................................. 22
8. PEKERJAAN PEMASANGAN WATERPROOFING,DRAINAGE CELL, dan GEOTEXTILE ...................... 26
9. PEKERJAAN LOGAM ...................................................................................................................... 28
10. PEKERJAAN PENGECATAN DAN PEWARNAAN .......................................................................... 30
11. PEKERJAAN KURSI BAK TANAMAN DAN DEK TAMAN .............................................................. 31
PARAF : 1
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PEKERJAAN LANSEKAP
1. PEKERJAAN PENANAMAN
1.2. STANDAR/RUJUKAN
• Semua pekerjaan lansekap harus dilaksanakan dengan mengikuti semua petunjuk
Gambar Kerja, standar atau petunjuk dan syarat pekerjaan lansekap yang
berlaku, standar spesifikasi bahan yang dipergunakan dan sesuai petunjuk yang
diberikan Pengawas Lapangan.
• Sebelum melaksanakan setiap pekerjaan di lapangan, Kontraktor diminta untuk
memperhatikan koordinasi kerja dengan pekerjaan lain yang menyangkut
pekerjaan bidang lainnya, terutama dalam melakukan pekerjaan pembentukan
tanah dan penyelesaian tanah, agar tidak terjadi kesalahan pembongkaran,
pengurukan yang tidak diinginkan terhadap pekerjaan yang lain yang telah selesai
dilaksanakan maupun yang sedang dilaksanakan.
• Balai Pengawasan dan Sertifikat Benih setempat.
• Spesifikasi Teknis Persiapan Permukaan Lahan
PARAF : 1
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
1.4. BAHAN
1.4.1. TANAMAN
a. Semua jenis tanaman, baik tanaman hias, pohon peneduh, tanaman penutup,
maupun rumput yang akan ditanam harus disetujui Pengawas Lapangan/MK
dan sesuai petunjuk Gambar Kerja serta mengikuti semua persyaratan dalm
Spesifikasi Teknis ini. Daftar tanaman dan jarak penanaman dapat dilihat
dalam Gambar Kerja.
b. Tanaman rumput yang dipilih untuk ditanam harus sesuai dengan petunjuk
Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK. Penanaman
dalam bentuk rumpun.
c. Tanaman yang akan ditanam harus berasal dari pembibitan (tampungan),
dengan kualitas yang baik dan dalam kondisi telah tumbuh.
d. Seluruh pohon dan tanaman yang diambil dari Nursery / Supplier tanaman
perlu diadaptasikan (aklimatisasi) dengan lingkungannya dengan cara
menempatkan pada Nursery di lapangan.
e. Tanaman yang akan ditanam harus sesuai ukuran dan species sesuai dengan
yang tercantum dalam spesifikasi. Sebelum ditanam, tanaman harus diperiksa
oleh Konsultan Pengawas yang akan memberi persetujuan atau penolakan.
Tanaman yang sudah OK dapat diberi labelnya.
f. Penggantian species / jenis tanaman tidak diijinkan terkecuali bila dapat
dibuktikan bahwa species yang diminta tersebut tidak tersedia di pasaran.
Permohonan penggantian tanaman harus secara tertulis kepada Pemimpin
Proyek melalui Konsultan Pengawas.
g. Kriteria kualitas tanaman.
1. Tanaman Penutup Tanah.
i. R u m p u t
• Tanaman rumput yang ditanam adalah dalam bentuk lempeng.
• Daun dalam kondisi baik, tidak layu dan kering.
PARAF : 2
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PARAF : 3
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
B Perdu
1 Pisang Kalatea/ Tinggi 70-80 cm, jarak tanam 50
Calathe lutea cm
PARAF : 4
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
C Penutup Tanah
1 Taiwan Beauty Tinggi 15 cm, jarak tanam 15 cm
Putih/ Cuphea
hyssopifolia
‘Alba’
1.4.2. PUPUK
• Pupuk kandang yang berasal dari sapi atau kuda yang telah kering dan matang
digunakan untuk meningkatkan unsur mikro dan makro. Pupuk kandang harus
bersih dari gumpalan akar rumput dan tanaman liar serta dalam keadaan sudah
hancur (tak terdapat bongkahan).
• Pupuk buatan yang mengandung unsur – unsur NPK (15 : 15 : 15) digunakan
untuk mendorong pembentukan akar, bunga dan buah.
• Pupuk buatan ZA atau Urea digunakan untuk pemupukan rumput.
• Pupuk kandang yang bermutu baik, yang telah melalui masa penimbunan
selama minimum 6 (enam) bulan, digunakan sebagai campuran tanah gembur
dengan komposisi :
- 1 (satu) pohon digunakan 0.128 m3 atau ½ karung (10 kg) pupuk
kandang/pohon
- penutup tanah digunakan ½ - 1 karung (10-20kg) pupuk kandang/m2
- rumput digunakan 0,1 m3 pupuk kandang/per m2 atau ½ karung (10 kg)
pupuk kandang/m².
• Pupuk yang dipakai adalah pupuk kandang yang mempunyai kriteria sebagai
berikut: Berasal dari kotoran hewan sapi, kerbau, atau kambing yang sudah
mengalami pelapukan dimana kotoran sudah menjadi tanah. Tidak berbau
kotoran dan lebih ringan dari tanah biasa. Berwarna kehitam-hitaman, kecoklat-
coklatan dan keabu-abuan
PARAF : 5
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PARAF : 6
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Tanaman yang akan ditanam harus berupa tanaman yang berasal dari
tempat penampungan atau yang telah mengalami masa persiapan dalam
galian tempat semula, dengan tinggi minimal yang telah ditetapkan.
• Pertama gali lubang yang besar, lebih besar dari ukuran wadah tanaman,
dan sisihkan di sekitar lubang galian.
• Ketika lubang telah terisi tanah 2/3 bag, padatkan perlahan dengan kaki
dan siram dengan baik.
• Tanah di sekitar dasar tanaman harus diberi cekungan agar air dapat
mengalir dengan sendirinya ke arah batang tanaman.
PARAF : 7
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Penyiraman tidak perlu dilakukan pada siang hari bersangkutan bila turun
hujan lebat
PARAF : 8
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Pupuk dan obat anti hama yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan
dalam Spesifikasi Teknis ini.
• Penggantian tanaman harus sesuai dengan jenis / bentuk / warna tanaman
yang ditanam dan disetujui Pengawas Lapangan/MK.
PARAF : 9
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
1.5.9. Pemangkasan
• Pemangkasan dilaksanakan untuk membuang cabang / ranting liar atau
untuk menjaga atau memperbaiki bentuk pertumbuhan yang diinginkan.
• Cabang / ranting yang mati atau layu harus dibuang dengan memotong.
• Semua pekerjaan pemangkasan harus dilakukan dengan gunting
pangkas untuk memotong cabang dan ranting dari arah bawah membuat
potongan miring menjauh (300 – 400) dari tunas yang berada pada
cabang / ranting yang tersisa jika memungkinkan sehingga pertumbuhan
baru dapat muncul dari tunas tersebut.
• Tidak dibenarkan melakukan pemangkasan cabang / ranting tanpa
menggunakan alat yang pemotong yang cukup tajam.
• Bekas pemotongan cabang / ranting harus ditutup dengan cat penutup
luka untuk mencegah infeksi yang disebabkan jamur pembusuk kayu atau
serangga yang dapat membunuh tanaman.
• Pemangkasan dilakukan secara teratur tiap satu bulan sekali.
1.5.10. Pemupukan
• Pupuk kandang yang matang digunakan untuk membuat tanah sehat /
subur yang terdiri dari campuran pupuk kandang dan tanah baik dengan
perbandingan 1 : 1 yang akan digunakan untuk pekerjaan penimbunan.
• Pupuk buatan NPK diberikan kepada tanaman pohon peneduh setelah
tanaman tersebut melampaui masa tanah 3 (tiga) bulan.
PARAF : 10
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PARAF : 11
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
2.4.2. Penghamparan
• Agregat dihamparkan merata selebar badan jalan, lapis demi lapis sampai ketebalan
lepas maksimal 250 mm, atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/ MK.
• Bila jumlah lapisan lebih dari satu, ketebalan masing – masing lapisan harus
diusahakan sama.
• Bahan dapat disebarkan dan dibentuk dengan cara yang disetujui yang tidak akan
menyebabkan terpisahnya agregat halus dan agregat kasar. Setiap bagian agregat
kasar atau halus yang terpisah harus diperbaiki atau disingkirkan dan diganti
dengan bahan yang bergradasi. Bahan harus memiliki kadar air yang sesuai untuk
menghasilkan tingkat kepadatan dengan menyemprotkan sejumlah air yang tepat.
Pencampuran dilakukan dengan motor grader sampai tercapai kadar air yang
seragam dan merata.
2.4.3. Pemadatan
• Segera setelah pencampuran dan pembentukan selesai, setiap lapis dengan tebal
minimal 200 mm harus dipadatkan dengan alat yang sesuai. Pemadatan dimulai dari
titik terendah menuju ke garis tengah jalan dalam kecepatan teratur 5 km/jam.
PARAF : 12
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
3. PEKERJAAN BETON
3.1. UMUM
Pekerjaan perkerasan adalah semua pekerjaan di luar pekerjaan penanaman termasuk
pekerjaan pembuatan bangku beton, pemasangan kanstin dan paving, pekerjaan
penutup lantai. Pekerjaan ini meliputi mobilisasi tenaga kerja, penyediaan material yang
dibutuhkan dan pembuatan pekerjaan perkerasan serta finishing
3.2. BETON NON STRUKTURAL
Pekerjaan beton non structural adalah pekerjaan beton yang dimaksudkan bukan
sebagai penahan beban bangunan atau struktur tertentu.
3.3. LINGKUP PEKERJAAN
• Pekerjaan Beton Bertulang.
- Pembuatan bak tanaman
- Pembuatan kolam
PARAF : 13
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
- Kawat pengikat besi beton adalah dari baja lunak dan tidak disepuh / dilapis seng.
Diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0,40 mm. Kawat pengikat besi beton
harus memenuhi syarat-syarat dalam NI-2 (PBI-1971)
- Semen. Sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Buku Rencana Kerja
dan Syarat-syarat Teknis Struktur dan PBI-1971
- Pasir yang digunakan adalah jenis pasir pasang dengan butir-butir yang tajam,
bersih dari tanah dan lumpur dan tidak mengandung bahan-bahan organis. Pasir
yang dipakai harus Pasir Beton.
- Koral beton / spleet harus bersih, bersudut tajam, tidak berpori serta mempunyai
gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat NI-2.
- Penyimpanan / penimbunan koral beton dengan pasir harus dipisahkan satu sama
lain, hingga kedua bahan tersebut dijamin mendapatkan perbandingan adukan beton
yang disyaratkan.
- Air yang dipakai harus bebas dari lumpur, minyak, asam, basa, garam, bahan
organik dan kotoran lainnya dalam jumlah yang dapat merusak.
- Papan acuan / bekisting dibuat dari multiplex tebal 9 mm.
- Balok-balok pengaku dan pengikat papan acuan dari kaso 5/7.
- Perancah disyaratkan memakai perancah besi, tidak diperkenankan
mempergunakan balok kaso 5/7 atau bambu.
1. Beton Bertulang.
▪ Campuran dan mutu beton
▪ Campuran adalah 1pc : 2ps : 3Kr.
▪ Mutu beton yang disyaratkan dalam pekerjaan beton bertulang non
struktural ini adalah K-175.
▪ Pembesian
▪ Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang
dibengkokkan, sambungan, kait-kait dan sengkang (ring)
persyaratannya harus sesuai NI-2 (PBI-1971).
▪ Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan
Gambar Kerja.
Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tulangan
tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran, dan harus bebas dari
papan acuan / bekisting atau lantai kerja dengan memasang selimut beton
dan bantalan beton (beton decking) sesuai dengan NI-2 (PBI-1971).
▪ Acuan / bekisting
• Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang
telah ditetapkan dalam Gambar Kerja.
• Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan- perkuatan,
sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan
kedudukannya selama pengecoran berlangsung.
• Acuan harus rapat (tidak bocor), permukaannya licin, bebas dari
kotoran tahi gergaji, potongan kayu, tanah, lumpur dan sebagainya.
• Cara pengadukan.
• Cara pengadukan harus menggunakan beton molen.
PARAF : 14
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Takaran untuk semen portland, pasir dan koral harus disetujui terlebih
dahulu oleh Konsultan Pengawas.
• Beton harus dilindungi dari sinar matahari langsung, hingga tidak
terjadi penguapan terlalu cepat.
• Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus
diperhatikan.
• Pengecoran Beton.
• Sebelum pelaksanaan pengecoran, Kontraktor diwajibkan me-
laksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram
cetakan-cetakan sampai jenuh, pemeriksaan ukuran- ukuran dan
ketinggian, pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.
• Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan
Konsultan Pengawas.
• Pengecoran harus dilakukan dengan menggunakan alat penggetar
beton untuk menjamin beton cukup padat, dan harus dihindarkan
terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan sarang-sarang koral/
spleet yang dapat memperlemah konstruksi.
• Pekerjaan pengecoran beton harus selesai seketika. Apabila
pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari
berikutnya, maka tempat perhentian tersebut harus disetujui Konsultan
Pengawas.
• Pekerjaan pembongkaran acuan / bekisting.
Pekerjaan pembongkaran acuan / bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin
tertulis dari Konsultan Pengawas. Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan
mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan
Konsultan Pengawas.
▪ Pekerjaan pembuatan balok praktis / lintel dan ring balok. Pemasangan
balok praktis / lintel dan ring balok :
▪ Di tepi atas / akhir dari dinding pasangan batu bata yang bebas
sebagai ring balok setiap luas 9 m2 pasangan dinding bata yang tinggi.
▪ Ukuran balok pratis adalah 13 x 13 cm, 13 x 20 cm, atau sesuai
Gambar Kerja.
▪ Dan atau seperti tercantum dalam Gambar Kerja.
▪ Penulangan beton balok praktis sesuai Gambar Kerja. Pada setiap
pertemuan dinding pasangan batu bata dengan ring balok beton
maupun beton lainnya seperti tercantum dalam Gambar Kerja harus
diperkuat angker ∅ 8 mm, setiap jarak 50 cm. yang terlebih dahulu
telah ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan kolom dan balok
praktis ini. Bagian yang tertanam dalam pasangan bata minimal
sedalam 30 cm. kecuali ditentukan lain.
3. Pekerjaan Beton Tumbuk.
▪ Campuran beton tumbuk adalah 1pc : 3ps : 5kr dengan tulangan praktis 1
lapis – 2 arah diameter 6 mm.- 15 cm. atau wiremesh BRC M-6
▪ Lapisan beton tumbuk harus padat, tidak berongga, tidak retak dan rata
permukaan / waterpass dan atau seperti tercantum dalam Gambar Kerja.
PARAF : 15
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
▪ Tebal lapisan beton tumbuk adalah 10 cm, dan atau sesuai Gambar Kerja.
4. Dasar Pembayaran
Pekerjaan ini dibayarkan sesuai volume yang tercakup dalam harga Kontrak untuk
pelaksanaan pekerjaan yang tercakup dalam Pasal SL 6.2 (Pekerjaan Beton Non
Struktural). Biaya-biaya yang mungkin timbul atas pelaksanaan ketentuan
pada pasalini harus sudah diperhitungkan sejak penawaran sampai dengan
pelaksanaan kontrak oleh Kontraktor.
Apabila ternyata Kontraktor lalai untuk melaksanakan ketentuan pada pasal ini,
padahal pekerjaan tersebut dinilai sangat diperlukan, maka Konsultan Pengawas
dapat mengambil alih pekerjaan yang sedang/akan dilaksanakan dengan
sepenuhnya biaya oleh Kontraktor.
PARAF : 16
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
▪ Aduk perekat / spesi untuk pasangan batako press kedap air adalah campuran 1pc
: 3ps untuk :
▪ Dinding pasangan bata daerah basah.
▪ Dinding pasangan bata yang langsung berhubungan dengan luar.
▪ Saluran.
▪ Untuk semua pasangan bata terhitung dari P +0,20 ke atas, dipakai aduk perekat /
spesi campuran 1pc : 5ps terkecuali yang disyaratkan kedap air seperti tercantum
dalam Gambar Kerja.
▪ Persyaratan pembuatan adukan harus sesuai dengan 6.2.3
4. Pemasangan harus sedemikian rupa sehingga ketebalan aduk perekat / spesi
harus sama setebal 1 cm. Semua pertemuan horizontal dan vertikal harus terisi
dengan baik dan penuh.
5. Pemasangan dinding pasangan bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri
maksimum 5 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom dan balok praktis.
Persyaratan pelaksanaan kolom dan balok praktis, mengacu pada persyaratan
pelaksanaan pekerjaan beton di Bab lain dalam buku ini.
6. Pelaksanaan pemasangan batu bata harus rapi, sama tebal, lurus, tegak dan pola
ikatan harus terjaga baik di seluruh pekerjaan. Pertemuan sudut antara dua dinding
harus rapi dan siku seperti tercantum dalam Gambar Kerja.
7. Pekerjaan pemasangan bata harus benar-benar vertikal dan horizontal.
Pengukuran dilakukan dengan tiang lot dan harus diukur dengan tepat.
Untuk permukaan yang datar, batas toleransi pelengkungan atau pencembungan
bidang tidak boleh melebihi 5 mm untuk setiap jarak 200 cm. vertikal dan
horizontal. Jika melebihi, Kontraktor harus membongkar / memperbaiki dan biaya
untuk perkaan ini ditanggung oleh Kontraktor, tidak dapat di-klaim sebagai
pekerjaan tambah.
8. Semua pasangan bata yang tertanam dalam tanah harus dilapis aduk kasar sampai
setinggi permukaan tanah.
9. Setelah bata terpasang dengan adukan, siar-siar harus dikerok dengan kedalaman
1 cm. dengan rapi dan dibersihkan dengan sapu lidi, kemudian disiram air dan siap
menerima plesteran.
10. Sebelum diplester, permukaan pasangan bata harus dibasahi dengan air terlebih
dahulu dan siar-siar telah dikerok dan dibersihkan.
11. Pembuatan lubang pada dinding pasangan bata untuk perancah sama sekali tidak
diperkenankan.
12. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%.
Batu bata yang patah lebih dari 2 (dua) bagian tidak boleh digunakan.
13. Ketebalan jadi (setelah difinish dengan plester aci) harus:
▪ Dinding bata 1⁄2 batu, harus setebal 15cm.
▪ Dinding bata 1 batu, harus setebal 25 cm.
14. Pemeliharaan: Selama pasangan dinding bata belum difinish, Kontraktor wajib
untuk memelihara dan menjaga atas kerusakan atau pengotoran oleh bahan lain.
Apabila pada saat di-finish terdapat kerusakan, berlubang dan lain sebagainya,
Kontraktor harus memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan
PARAF : 17
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Pengawas. Biaya ini ditanggung oleh Kontraktor dan tidak dapat diklaim sebagai
pekerjaan tambah.
5. PEKERJAAN PLESTERAN
5.1. LINGKUP PEKERJAAN
PARAF : 18
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
▪ Plesteran kedap air adalah campuran 1pc : 3ps. Aduk plesteran ini
untuk :
▪ Menutup semua permukaan dinding pasangan pada bagian luar / tepi
luar bangunan.
▪ Semua bagian dan keseluruhan permukaan dinding pasangan yang
disyaratkan harus kedap air seperti tercantum dalam Gambar Kerja
hingga ketinggian 150 cm. dari permukaan lantai.
▪ Semua pasangan bata di bawah permukaan tanah hingga ketinggian
sampai 20 cm. dari permukaan lantai, kecuali ditentukan lain dalam
Gambar Kerja.
▪ Plesteran halus / aci halus adalah campuran PC dengan air yang
dibuat sedemikian rupa sehingga diperoleh campuran yang homogen.
Plesteran halus ini merupakan pekerjaan penyelesaian akhir dari
dinding pasangan.
▪ Pekerjaan plesteran halus ini dilaksanakan sesudah aduk plesteran
sebagai lapisan dasar telah berumur 8 (delapan) hari, atau sudah
kering benar.
5.3. PELAKSANAAN
PARAF : 19
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Untuk setiap pertemuan bahan / material yang berbeda jenisnya pada satu
bidang datar, harus diberi naat / celah dengan ukuran lebar 7 mm. dan
dalam 5 mm.
• Untuk permukaan yang datar, batas toleransi pelengkungan atau
pencembungan bidang tidak boleh melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m.
• Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding / kolom
seperti yang dinyatakan dan dicantumkan dalam Gambar Kerja. Tebal
plesteran adalah minimal 1,5 cm. dan maksimal 2,5 cm. Jika
ketebalan melebihi 2,5 cm, maka diharuskan menggunakan kawat ayam
yang diikatkan/ dipakukan ke permukaan dinding pasangan yang
bersangkutan, untuk memperkuat daya lekat plesteran.
• Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai
pemasangan instalasi pipa listrik, pipa plumbing, untuk seluruh bangunan.
5.4. PEMELIHARAAN
5.5. PEMELIHARAAN
Pekerjaan ini dibayarkan sesuai volume yang tercakup dalam harga Kontrak untuk
pelaksanaan pekerjaan yang tercakup dalam Pasal SL 6.4 (Pekerjaan Plesteran). Biaya-
biaya yang mungkin timbul atas pelaksanaan ketentuan pada pasal ini harus sudah
diperhitungkan sejak penawaran sampai dengan pelaksanaan kontrak oleh Kontraktor.
Apabila ternyata Kontraktor lalai untuk melaksanakan ketentuan pada pasal ini, padahal
pekerjaan tersebut dinilai sangat diperlukan, maka Konsultan Pengawas dapat mengambil
alih pekerjaan yang sedang/akan dilaksanakan dengan sepenuhnya biaya oleh Kontraktor.
6. PEKERJAAN KANSTEEN
6.1. UMUM
PARAF : 20
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Yang dimaksud dengan Pekerjaan Kansteen ini meliputi dan tidak terbatas dari seluruh
pengadaan bahan, tenaga, peralatan yang diperlukan, serta tidak terbatas dari seluruh detail
yang ditujukan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
PARAF : 21
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Pemasangan Beton Kansteen harus Kokoh dan Kuat, untuk menahan Gesekan /
singgungan dari pada Roda Mobil.
e. Urugan Kembali
• Pengurugan dilakukan dengan sempurna, tidak diperkenankan adanya celah¬celah
atau ronga-ronga yang masih belum diurug.
• Jarak Horizontal antara Beton Kansteen dengan Material yang bersinggungan
(Aspal, pore block ataupun Paving block,) tidak boleh diurug dengan tanah,
melainkan harus dengan material yang sejenis (Aspal / pore block/ Paving Blok).
• Pekerjaan urugan ini harus betul-betul padat, mengunci daripada Beton Kansntein
tersebut, dengan cara Pemadatan tanah dilakukan lapis demi lapis sambil disiram
dengan air.
• Pemadatan tanah harus menggunakan alat pemadat yaitu mesin pemadat (Stamper)
dengan kapasitas pemadatan sebesar 500 s/d 1000 Kg.
f. Pengukuran Hasil Kerja
• Pemasangan Batu Kanstin harus menghasilkan suatu garis lurus, Permukaan Bagian
Luar, bagian dalam, maupun bagian atas harus rata, tidak bergelombang, Kokoh dan
Kuat.
• Kegagalan dari pada pemasangan Beton Kansteen ini, diantaranya pemasangan
tidak lurus, Beton Kansteen masih Goyah, tidak rata, dan tidak memenuhi
persyaratan lain, maka pekerjaan tersebut harus dibongkar kembali, dan diperbaiki
dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor.
7. PEKERJAAN PERKERASAN
7.1. UMUM
Yang dimaksud disini adalah perkerasan meliputi ketentuan dalam kontrak adalah:
1) Pasangan perkerasan beton floor harderner
2) Pengerjaan pasangan tembok dan lantai batu alam andesit
3) Pasangan perkerasan grass block/paving block
4) Pengerjaan turfpave
PARAF : 22
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Setiap jenis batu alam berasal dari satu produsen dan Kontraktor harus menjamin
bahwa batu alam yang dibutuhkan dapat diproduksi dan dikirim sesuai dengan
program kerja yang diajukan.
• Variasi perbedaan karakteristik secara visual yang didapat asli dari sumber
penambangan di mana batu alam itu berasal, dapat diterima selama perbedaannya
tidak melebihi dari 3 mm dan telah mendapatkan persetujuan tertulis dari pengawas
• Semua batu alam yang digunakan harus mempunyai penampilan visual warna, jenis
dan tekstur yang serupa.
Bentuk
• Sisi vertical harus tegak lurus dengan permukaan atas Paving Block mapun Grass
Block dan dapat saling mengunci satu sama lain dengan baik.
• Paving Block berukuran 21x10.5x8 cm (Warna disesuaikan dengan gambar) dengan
kwalitas Lokal No.1. dan Grass block berukuran 40x40x 8 cm
• Kuat tekan rata-rata tidak boleh kurang dari 400 Kg/cm2
• Pengadaan bahan harus dari satu produk, didatangkan harus dalam keadaan baik,
tidak retak, warna merata serta mendapat persetujuan dari Pengawas.
• Pasir extra beton adalah pasir alam bukan pasir laut dan bila terpaksa dikehendaki
harus dicampur dengan proporsi yang tepat, berbentuk tajam dan keras serta tidak
mengandung kotoran.
4. Turfpave
• Material yang digunakan adalah turfpave yang merupakan panel plastik yang kuat
dan berfungsi untuk menstabilkan rumput atau batuan yang ramah lingkungan dan
praktis.
• Turfpave ditempatkan di bawah permukaan rumput untuk meminimalkan pemadatan
rumput, media tanam dan akar dengan spesifikasi gambar kerja perencana
• Material yang dipilih mempunyai kekuatan tekan sampai 150 ton/m2, berat
4.30kg/m2, dengan ukuran modul 500 mm x 500 mm x 40 mm.
PARAF : 23
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PARAF : 24
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PARAF : 25
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
- Pemotongan Paving Block dan pore block harus menggunakan mesin potong
Paving Block khusus sesuai persyaratan dari pabrik.
- Apabila terjadi ketidak sempurnaan misal Paving block/ pore block yang sudah
terpasang pecah, pemasangan bergelombang atau beda ketinggian sangat
mencolok, maka Kontraktor wajib membongkar dan atau memasang kembali
dengan Paving block/ pore block baru.
4. Pemasangan turfpave
• Sebelum pemasangan hitung area yang akan dipasang tufpave
• Gali dan ratakan area tersebut
• Pasang base pasir dan sirtu sesuai gambar kerja.
• Letakkan dan padatkan base sirtu yang berukuran 2-10 mm atau pasir yang
memberikan daya dukung terhadap beban yang diproyeksikan.
• Posisikan modul turfpave di atas pasir dan sirtu yang dipadatkan.
• Tutupi turfpave dengan campuran tanah pasir yang direkomendasikan untuk
penanaman rumput
PARAF : 26
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
drainage cell harus sesuai dengan manual yang diberikan oleh supplier material
tersebut. Termasuk diantaranya adalah pengerjaan pada material pendukungnya
• Pekerjaan persiapan waterpfooting
- Permukaan plat lantai beton T yang akan dipasang Waterproofing Membrane
ataupun Coating untuk plat dack, bagian permukaannya harus dibuat rata, halus
serta bebas dari tonjolan dan lubang lubang. Permukaan Plat Lantai beton yang
akan di Waterproofing harus dalam keadaan kering, serta sudah tidak ada
pekerjaan pekerjaan lain yang sekiranya akan mengganggu.
- Permukaan pada plat dack harus sudah dibuat kemiringan sesuai gambar
perencanaan, dengan menggunakan screed halus adukan 1:5.
- Pembuatan kemiringan ini perlu untuk menyalurkan air hujan pada dack beton
ataupun air pembuangan lainnya menuju pada Lubang pembuangan (Floor Drain).
- Pada bagian sudut pertemuan vertikal/Horizontal , harus deberi adukan +/- 3 cm
untuk menghindari pertemuan sudut yang tajam (90°).
• Pelapisan Cat Primer
- Pemasangan lapisan Primer terutama untuk pekerjaan pasangan waterproofing
membrane sheet dilakukan setelah seluruh perkerjaan pada persiapan dilakukan.
- Pelapisan Primer dilaburkan dengan memakai kwas/roll dengan perkiraan 1 liter
untuk penggunaan 4 s/d 6 m2, tergantung keadaan permukaan beton, Pelaburan
permukaan beton hanya dilakukan untuk target pemasangan dalam satu hari, pada
setiap harinya.
- Lapisan Primer tidak boleh dibiarkan terbuka tanpa ditutup dengan Sheet
Membrane lebih dari 12 jam, jika melebihi jam tersebut maka pelapisan Primer
tersebut harus diulang kembali.
- Pelapisan Primer harus dilakukan dalam keadaan cuaca kering/panas, tidak
diperkenankan pelapisan diwaktu cuaca sedang hujan.
• Pelapisan Membrane Sheet Waterproofing:
- Setelah pelapisan Primer mengering, maka pelapisan Waterproofing Membrane
dapat dilaksanan. Waterproofing Membrane direkatkan pada permukaan beton
yang telah diberi lapisan primer, dengan cara ditekan dengan alat hingga lengket,
merata kesegala arah. Untuk bagian sambungan penekanan penggunakan Sejenis
Roll.
- Pemasangan pada setiap sambungan diperlukan overlap minimal 10 cm atau
sesuai dengan petunjuk pabrik.
- Pemasangan dilaksanakan dimulai dari titik terendah (Dekat Drain) kemudian naik
keatas sehingga didapat suatu keadaan seperti pemasangan susunan pada
Polycarbonat. Pengakhiran pemasangan harus dalam keadaan terjepit/tertanam.
- Pada tempat-tempat yang kritis seperti Drain, sudut, sambungan dan pengakhiran
waterproofing membrane harus diberi cairan Karet yang sangat elastis.
Pemasangan membrane harus dilindungi dengan plesteran atau bahan finish lain
minimum t=2,5 cm, pada pemasangan bidang Horizontal , sedangkan untuk bidang
Vertikal harus dipasang / dijepit dengan pasangan dinding 1/4 bata lalu permukaan
dikamprot dengan adukan 1:4.
• Sistem waterproofing coating
PARAF : 27
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
9. PEKERJAAN LOGAM
9.1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan mencakup penyediaan dan pemasangan untuk semua jenis pekerjaan logam
(besi, baja, stainlessteel dst) baik untuk rangka struktur lampu, pagar, dan sliding gate
Lingkup pekerjaan adalah rangka struktur pipa lampu jalan dan taman serta pagar
meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat – alat bantu yang diperlukan, sehingga
konstruksi pasangan bata/beton dan besi selesai dilaksanakan seperti yang ditunjukkan
dalam gambar atau yang telah ditetapkan di sini.
9.2. PROSEDUR UMUM
PARAF : 28
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
untuk pengunci gerbang, harus disediakan oleh kontraktor dan harus diserahkan ke
Pengawas untuk mendapat persetujuan.
- Semua dimensi harus disesuaikan di lapangan dan harus ditunjukkan dalam
Gambar Detail Pelaksanaan (Shop Drawing).
9.3. MATERIAL
• Tumpuan solid
Material tumpuan solid adalah dinding dengan material bata atau beton. Tumpuan
ini berfungsi untuk dudukan pagar stainlessteel. Pemilihan jenis material yang akan
digunakan harus diketahui oleh pengawas. Pemilihan kualitas bata harus sesuai
dengan kriteria yang tercantum pada Pekerjaan Pasangan Bata, dan pemilihan
kualitas beton harus sesuai dengan kriteria yag tercantum pada Pekerjaan Beton
stuktural.
• Rangka Lampu Taman
Tiang lampu menggunakan hollow ukuran 30x60 mm, dengan ketebalan minimal 1
mm, dan menggunakan akrilik. Alternatif jenis mutu logam lainnya dapat
dipertimbangkan dan dapat digunakan setelah ada persetujuan dari pengawas.
Ukuran dan pola struktur baja disesuaikan dengan gambar.
• Pagar
Pagar menggunakan hollow ukuran 50x100 mm, dengan ketebalan minimal 1 mm,
Alternatif jenis mutu logam lainnya dapat dipertimbangkan dan dapat digunakan
setelah ada persetujuan dari pengawas. Ukuran dan pola struktur baja disesuaikan
dengan gambar.
• Gerbang
Pagar menggunakan hollow ukuran 30x60 mm, dengan ketebalan minimal 1 mm,
Alternatif jenis mutu logam lainnya dapat dipertimbangkan dan dapat digunakan
setelah ada persetujuan dari pengawas. Ukuran dan pola struktur baja disesuaikan
dengan gambar.
9.4. PELAKSANAAN
• Untuk tumpuan bata/beton ukuran dan bentuk disesuaikan dengan gambar kerja
dan aturan pekerjaan dinding bata dan beton
• Besi dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan ukuran detail
pada gambar kerja, selanjutnya dilas sedemikian rupa sehingga membentuk
struktur yang dimaksud dan dipasang pada tumpuan bata/beton yang sudah
diplester.
9.5. PENGUJIAN
Kekuatan dan kekokohan struktur logam harus diuji terlebih dahulu kekuatannya
sebelum dipasang menyeluruh. Seluruh perangkat ini harus bekerja dengan baik
sebelum dan sesudah pemasangan. Untuk itu, harus dilakukan pengujian secara kasar
dan halus..
9.6. DASAR PEMBAYARAN
Pekerjaan ini dibayarkan setiap item dalam harga Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan
yang tercakup dalam Pasal SL 6.6 (Pekerjaan Logam).
PARAF : 29
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Biaya-biaya yang mungkin timbul atas pelaksanaan ketentuan pada pasal ini harus
sudah diperhitungkan sejak penawaran sampai dengan pelaksanaan kontrak oleh
Kontraktor.
Apabila ternyata Kontraktor lalai untuk melaksanakan ketentuan pada pasal ini, padahal
pekerjaan tersebut dinilai sangat diperlukan, maka Konsultan Pengawas dapat
mengambil alih pekerjaan yang sedang/akan dilaksanakan dengan sepenuhnya biaya
oleh Kontraktor.
Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantunya yang
berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar, sehingga dapat
dicapai hasil yang sempurna.
Pekerjaan ini meliputi pengecatan tembok eksterior, pengecatan batu alam dan logam.
10.2. BAHAN dan SYARAT-SYARAT
1. Cat eksterior
• Pekerjaan pengecatan ini menggunakan cat dari jenis yang setara dengan Dulux
Jotun dan harus tahan terhadap paparan sinar matahari dan hujan serta
kelembaban.
• Pekerjaan pengecatan harus mengikuti petunjuk-petunjuk dari pabrik yang
bersangkutan. Sebelum pengecatan, cat dalam kaleng harus diaduk secara merata
sebelum dituangkan dalam tempat cat yang disediakan.
• Tanpa petunjuk dari pabrik maka penggunaan zat-zat pengering dan lain-lain tidak
dibenarkan.
• Sebelum permukaan diberi satu lapisan cat dasar ( tahan alkali), kotoran dan
serpihan material yang ada pada permukaan yang akan di cat, harus dibersihkan
sampai benar-benar bersih, sehingga tidak menggangu pekerjaan pengecatan ini
dan tidak merusak cat yang terpasang.
2. Cat Batu Alam
• Cat yang digunakan adalah khusus untuk batu alam yang ditujuk untuk melindungi
batu alam tersebut.
• Semua bahan cat harus dari penyalur yang disetujui oleh pihak konsultan CM.
Penggunaan cat batu alam menggunakan jenis setara Propan.
3. Cat besi
• Untuk besi galvanis dicat dengan 2 lapisan zinchromate, tanpa dimenie terlebih
dahulu, juga untuk struktur baja, dicat dengan zinkromat minimal 2 (dua) kali, dengan
merk cat setara Dulux dan Jotun
• Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai apabila :
o Sebelum bagian-bagian yang akan dicat di periksa oleh Pengawas.
o Apabila bagian yang dicat masih basah, lembab atau berdebu.
o Apabila keadaan cuaca lembab dan hujan.
• Kontraktor bertanggung jawab atas pengecatan yang baik dan harus mengatur waktu
sedemikian rupa mulai dari pengerjaan dasar (under coats)
PARAF : 30
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
• Hasil akhir harus membentuk bidang cat yang utuh, tidak ada gelembung udara dan
bidang cat dijaga terhadap pengotoran.
• Pengecatan kembali harus dilakukan bilamana bidang yang cacat tidak
disetujui/diterima Pengawas karena cat terkelupas atau rusak.
• Warna cat akan ditentukan kemudian, dipilih oleh direksi atau perencana dan
disetujui oleh Pengawas.
Pekerjaan ini dibayarkan sesuai volume yang tercakup dalam harga Kontrak untuk
pelaksanaan pekerjaan yang tercakup dalam Pasal SL 6.7 (Pekerjaan Pewarnaan atau
Pengecatan).
Biaya-biaya yang mungkin timbul atas pelaksanaan ketentuan pada pasal ini harus
sudah diperhitungkan sejak penawaran sampai dengan pelaksanaan kontrak oleh
Kontraktor.
Apabila ternyata Kontraktor lalai untuk melaksanakan ketentuan pada pasal ini, padahal
pekerjaan tersebut dinilai sangat diperlukan, maka Konsultan Pengawas dapat
mengambil alih pekerjaan yang sedang/akan dilaksanakan dengan sepenuhnya biaya
oleh Kontraktor.
11.4. PELAKSANAAN
PARAF : 31
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT (RKS)
PEKERJAAN LANSEKAP
PERENCANAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PARAF : 32