SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
TEKHNIK MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR
Disusun Oleh :
NAMA : IDIATUL FITRI
NIM : P07124018018
KELAS :A
TINGKAT/SEMESTER : I/II
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKHNIK KESEHATAN MATARAM
PRODI DIII KEBIDANAN
T.A 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Anemia
Sasaran : Ibu hamil
Hari/Tgl : Jum’at 26 April 2019
Waktu : 45 Menit
Tempat : Desa Krama Jaya Kec. Narmada
I. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, ibu hamil mampu memahami cara pencegahan dan
perawatan anemia pada kehamilan.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Diharapkan ibu hamil mampu :
Menyebutkan defenisi anemia dengan bahasa sendiri.
Menyebutkan 2 dari 4 penyebab anemia dengan bahasa sendiri.
Menyebutkan 6 dari 8 tanda dan gejala anemia dengan bahasa sendiri.
Menyebutkan 3 dari 5 pengaruh anemia terhadap kehamilan dengan bahasa sendiri.
Menyebutkan cara pencegahan anemia dengan bahasa sendiri, sesuai standar.
Menyebutkan 3 dari 5 lingkungan yang sesuai untuk mengatasi anemia pada
kehamilan, dengan bahasa sendiri.
Menyebutkan tempat-tempat pelayanan kesehatan yang dapat dikunjungi.
III. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang dimulai dari masa konsepsi
sampai terjadinya persalinan. Selama kehamilan disebut dengan masa antenatal, sedangkan
setelah kelahiran disebut dengan postnatal. Baik antenatal maupun post natal merupakan
masa-masa yang sangat membutuhkan perawatan dan pengawasan, karena pengawasan
antenatal dan post natal sangat penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan
kematian ibu maupun bayi.
Salah satu perawatan yang dapat diberikan pada ibu hamil selama antenatal adalah
pemberian nutrisi yang cukup pada ibu hamil, karena banyak akibat yang dapat muncul jika
ibu hamil kurang nutrisi dimana salah satunya adalah bisa menimbulkan anemia.
Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20 % sampai 89 % dengan
menetapkan HB 11 gr % sebagai dasarnya. Di Indonesia angka anemia kehamilan
menunjukan nilai cukup tinggi dimana angka anemia kehamilan 3,8 % pada trimester I, 13,6
% trimester II, dan 24,8 % pada trimester III.
Anemia hamil disebut “Potential danger to mother and chidl” (potensial
membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua
pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan.
Untuk itu, kelompok tertarik untuk memberikan penyuluhan tentang perawatan
anemia pada ibu hamil, agar ibu hamil dapat menetahui dan memahami bagaimana cara
mencegah dan menangani masalah anemia pada kehamilan.
IV. Metode
Ceramah
Diskusi
Tanya Jawab
V. Media
Lembar balik
Leaflet
VI. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan penyuluhan Kegiatan audiens Waktu
1 Pembukaan
- Moderator - Men 5 menit
memberi salam. jawab salam.
- Moderator - Men
membuat kontrak waktu. dengar dan
- Moderator memperhatikan.
menjelaskan tujuan penyuluhan. - Men
dengarkan dan
memperhatikan.
2 - Menggali - Men 25 menit
pengetahuan audiens tentang gemukakan
pengertian anemia. pendapat.
- Memberi - Men
reinforcement (+) dan dengarkan dan
meluruskan konsep. memperhatikan.
- Menggali - Men
pengetahun audiens tentang gemukakan
penyebab anemia. pendapat.
- Memberi - Men
reiforcement (+) dan dengarkan dan
meluruskan konsep memperhatikan.
- Menggali - Men
pengetahuan audiens tentang gemukakan
tanda dan gejala anemia. pendapat.
- Memberi
reiforcement (+) dan - Men
meluruskan konsep. dengarkan dan
- Menggali memperhatikan.
pengetahuan audiens tentang - Men
pengaruh anemia terhadap gemukakan
kehamilan. pendapat.
- Memberi
reiforcement (+) dan - Men
meluruskan konsep. dengarkan dan
- Menggali memperhatikan.
pengetahuan audiens tentang - Men
cara pencegahan anemia. gemukakan
- Memberi pendapat.
reiforcement (+) dan
meluruskan konsep. - Men
- Menggali dengarkan dan
pengetahuan audiens tentang memperhatikan.
lingkungan yang sesuai untuk - Men
mengatasi anemia. gemukakan
- Memberi pendapat.
reiforcement (+) dan
meluruskan konsep. - Men
- Menggali dengarkan dan
pengetahuan audiens tentang memperhatikan.
tempat-tempat pelayanan
kesehatan yang dapat - Men
dikunjungi. gemukakan
- Memberi pendapat.
reiforcement (+) dan
meluruskan konsep. - Men
dengarkan dan
memperhatikan.
- Memberi - Men
kesempatan pada audiens untuk gajukan pertanyaan.
bertanya. - Men
- Memberi dengarkan dan
reiforcement (+) atas memperhatikan
pertanyaan audiens dan
menjawab pertanyaan.
3 Penutup 15 menit
- Presenter - Besa
bersama audiens menyimpulkan ma presenter
materi. menyimpulkan
materi.
- Presenter - Men
mengadakan evaluasi. jawab pertanyaan.
- Men
- Presenter jawab salam.
memberi salam. - Men
- Moderator dengarkan dan
menyimpulkan hasil diskusi. memperhatikan.
- Moderator - Men
memberi salam. jawab salam.
VII. Evaluasi
Evaluasi Hasil
Pengunjung dapat:
- Menyebutkan defenisi anemia dengan bahasa sendiri.
- Menyebutkan 2 dari 4 penyebab anemia dengan bahasa sendiri.
- Menyebutkan 6 dari 8 tanda dan gejala anemia dengan bahasa
sendiri.
- Menyebutkan 3 dari 5 pengaruh anemia terhadap kehamilan
dengan bahasa sendiri.
- Menyebutkan cara pencegahan anemia dengan bahasa sendiri,
sesuai standar.
- Menyebutkan 3 dari 5 lingkungan yang sesuai untuk mengatasi
anemia pada kehamilan, dengan bahasa sendiri.
- Menyebutkan tempat-tempat pelayanan kesehatan yang dapat
dikunjungi
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Anemia
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin darah (Hb) kurang dari 12 gr %.
Dan pada ibu hamil kurang dari 10 gr %.
2. Penyebab Anemia
Anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Kurang gizi.
b. Kekurangan zat besi dalam
makanan.
c. Ketidakmampuan usus dalam
menyerap makanan (malabsorpsi).
d. Kehilangan darah yang
berlebihan/ banyak.
3. Tanda dan Gejala Anemia
Tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada penderita anemia adalah:
a. Kulit / konjungtiva pucat.
b. Jantung berdebar-debar.
c. Letih/ lelah.
d. Pusing.
e. Penglihatan berkunang-kunang.
f. Mual, muntah.
g. Rambut kering.
h. Kadar Hemoglobin (Hb) kurang dari 10 gr %
4. Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan
a. Keguguran, pertumbuhan janin terhambat.
b. Bayi lahir prematur/ tidak cukup bulan
c. Melahirkan yang lama
d. Perdarahan sehabis melahirkan.
e. Penyakit jantung.
5. Cara Pencegahan Anemia
Anemia dapat dicegah dengan beberapa cara, yaitu:
a. Makan makanan yang bergizi
b. Zat gizi yang dimakan harus cukup setiap harinya (seperti : protein, sayuran,
dan buah-buahan yang bervariasi).
Menu yang diperlukan oleh ibu hamil adalah:
- Kalori, yang dapat diperoleh dari nasi, terigu, jagung.
- Protein, yang dapat diperoleh dari daging, telur, dan kacang-kacangan.
- Kalsium, yang dapat diperoleh dari susu, keju, dan sayuran hijau.
- Zat besi, yang dapat diperoleh dari hati, daging, ikan, sayuran hijau.
- Iodium, yang dapat diperoleh dari garam beryodium dan ikan laut.
- Magnesium, yang dapat diperoleh dari susu.
- Vitamin A,D,E,K dan asam folat
c. Makan pil/ obat penambah darah
6. Lingkungan yang sesuai untuk mengatasi Anemia
Lingkungan yang dapat membantu mengatasi masalah anemia adalah:
a. Ciptakan lingkungan yang
nyaman, misalnya dalam makan.
b. Hindari si ibu dari kebisingan.
c. Anjurkan si ibu untuk menata/
mengatur makanan yang bervariasi.
d. Anjurkan makan dalam porsi
kecil tapi sering dan kurangi makanan yang berminyak.
e. Anjurkan si ibu untuk
memperhatikan kebersihan gigi dan mulut.
7. Cara Minum Tablet Tambah Darah
a. Minum dengan air putih atau jus jeruk
b. Tidak diminum dengan kopi, teh, atau susu
c. Jus yang mengandung vitamin C dapat meningkatkan penyerapan TTD, sementara teh,
kopi dan susu dapa menurunkan penyerapan TTD.