0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan11 halaman

Reaksi Redoks dan Potensial Sel Volta

Tes tertulis mata pelajaran kimia tentang sel volta dan potensial elektroda. Soal meliputi pengertian sel volta dan potensial elektroda, penentuan notasi sel, perhitungan potensial sel, dan urutan kekuatan oksidator logam.

Diunggah oleh

Long.way4Km
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan11 halaman

Reaksi Redoks dan Potensial Sel Volta

Tes tertulis mata pelajaran kimia tentang sel volta dan potensial elektroda. Soal meliputi pengertian sel volta dan potensial elektroda, penentuan notasi sel, perhitungan potensial sel, dan urutan kekuatan oksidator logam.

Diunggah oleh

Long.way4Km
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Alviano Ananda

Kelas : XII AK-B


ULANGAN HARIAN 1
1. Apakah yang dimaksud dengan sel volta ?
Jawaban :
Sel volta adalah sel yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui mekanisme
reaksi oksidasi reduksi (redoks) yang terjadi secara spontan.
2. Apakah yang dimaksud dengan potensial elektrode ?
Jawaban :
Potensial elektroda adalah potensial listrik yang dihasilkan oleh suatu elektroda jika dibandingkan
dengan elektroda Hidrogen.
3. Apakah yang dimaksud dengan jembatan garam ?
Jawaban :
Jembatan garam marupakan suatu alat laboratorium yang digunakan untuk menghubungkan
setengah setengah sel reduksi dan oksidasi setengah sel dari sel volta.
4. Diketahui potensial elektrode Seng dan tembaga sebagai berikut :
Zn2+ + 2e → Zn E͒ = -0,76V
Cu2+ + 2e → Cu E͒ = +0,34 V
A. Tulislah notasi sel volta yang dapat disusun dari kedua elektrode tersebut !
B. Tentukan potensial standar sel itu !
C. Tuliskan pula reaksi sel nya !
Jawaban:

5. Diketahui data potensial reduksi standar dari logam besi dan timah ialah sebagai berikut :
Fe2+ + 2e → Fe Eo = -0,44 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
A. Tulislah notasi sel volta dari kedua elektrode tersebut !
B. Berapakah potensial elektrode standar yang dihasilkan dari sel tersebut ?
C. Buatlah reaksi sel dari kedua elektrode tersebut !
Jawaban :
A. Notasi sel
Untuk menentukan notasi sel menggunakan rumus :
Anoda |Ion ||Ion | Katoda
Maka notasi sel voltanya :
Fe |Fe2+ ||Sn2+ |Sn
B. Potensial elektroda
Rumus menghitung potensial elektroda
Esel = Ereduksi – Eoksidasi
Maka :
Esel = ESn - EFe
Esel = -0,14 + 0,44 = 0,30 V
Jadi potensial elektroda yang dihasilkan ialah sebesar 0,3 V
C. Reaksi sel
Anoda = Fe → Fe2+ + 2e
Katoda = Sn2+ + 2e → Sn
Reaksi Sel keseluruhan = Fe + Sn2+ → Fe2+ + Sn Esel = 0,3 V

6. Diketahui data potensial reduksi standar :


Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Notasi sel yang dapat berlangsung spontan adalah....
A. Fe |Fe2+ ||Zn2+ |Zn
B. Zn |Zn2+ ||Mg2+ |Mg
C. Cu |Cu2+ ||Zn2+ |Zn
D. Cu |Cu2+ ||Fe2+ |Fe
E. Mg |Mg2+ ||Cu2+ |Cu
Jawaban :
E. Mg |Mg2+ ||Cu2+ |Cu
Alasan :
Karena Eo Mg |Mg2+ lebih kecil dari pada Eo Cu2+ |Cu

7. Diketahui data potensial reduksi standar :


Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Pb2+ + 2e → Pb Eo = -0,13 V
Ag+ + e → Ag Eo = +0,80 V
Notasi sel yang dapat berlangsung spontan adalah.....
A. Cu |Cu2+ ||Sn2+ |Sn
B. Pb |Pb2+ ||Sn2+ |Sn
C. Cu |Cu2+ ||Pb2+ |Pb
D. Ag |Ag+ ||Cu2+ |Cu
E. Cu |Cu2+ ||Ag+ |Ag
Jawaban :
E. Cu |Cu2+ ||Ag+ |Ag
Alasan :
Karena Eo Cu |Cu2+ lebih kecil dari pada Eo Ag+ |Ag
8. Diketahui beberapa data sebagai berikut :
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Notasi sel yang dapat berlangsung adalah....
A. Sn |Sn2+ ||Cu2+ |Cu
B. Cu2+ |Cu ||Sn2+ |Sn
C. Cu |Cu2+ ||Sn2+ |Sn
D. Sn |Sn2+ ||Cu2+ |Cu
E. Sn2+ |Sn ||Cu2+ |Cu
Jawaban :
B. Cu2+ |Cu ||Sn2+ |Sn
C. Cu |Cu2+ ||Sn2+ |Sn
Alsan :
Karena pilihan B dan C didahului oleh Cu jadi notasi nya salah dan untuk yang e salah karena Sn2+
berada di depan jadi jawabannya adalah a dan d karena sama

9. Perhatikan reaksi dibawah ini.


Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Harga potensial elektroda yang dihasilkan dari reaksi sel diatas ialah sebesar....
Jawaban :
E0 sel: E0 katoda - E0 anoda

E0 sel: +0,34 V – (-2,38 V) = 2,72 V


10. Diketahui data potensial reduksi standar :
Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Pb2+ + 2e → Pb Eo = -0,13 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
A. Pilihlah 2 pasang reaksi setengah sel diatas yang memiliki nilai potensial elektroda yang
paling besar !
B. Buatlah notasi selnya !
Jawaban : A dan B
Untuk menentukan apakah kedua reaksi di atas berlangsung spontan atau tidak, kita uji dengan
menggunakan rumus Esel, apabila harga nilai potensial elektodanya bertanda positif maka
reaksiberlangsung spontan begitu juga sebaliknya.
Reaksi 1
Esel = Ereduksi – Eoksidasi
Esel = ECu- EZn
Esel = 0,34 + 0,76 = +1,1 V, berarti reaksi 1 berlangsung spontan
Reaksi 2
Esel = Ereduksi - Eoksidasi
Esel = ESn - EFe
Esel = -0,14 + 0,44 = + 0,30 V, berarti reaksi 2 berlangsung spontan
11. Perhatikan reaksi setengah sel dari beberapa logam berikut.
Al3+ + 3e → Al Eo = -1,66 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cr3+ + 3e → Cr Eo = -0,74 V
Ni2+ + 2e → Ni Eo = -0,25 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Diantara keenam logam diatas, logam manakah yang paling mudah mengalami oksidasi ? dan
logam manakah yang paling mudah mengalami reduksi ? Urutkan kekuatan oksidator logam
tersebut dari yang terkeci ke yang terbesar !
Jawaban :
Logam-logam yang memiliki nilai Eo yang paling negatif cenderung lebih mudah mengalami
oksidasi sedangkan logam yang memilii nilai Eo yang paling positif cenderung lebih mudah
mengalmai reduksi
Maka, logam yang memiliki nilai Eo yang paling negatif ialah logam Mg. Itu artinya logam Mg
paling mudah mengalami oksidasi. Sedangkan logam yang paling mudah mengalami reduksi ialah
logam Cu karena logam tersebut memiliki nilai Eo paling postif.
Logam yang memiliki nilai Eo yang paling positif biasanya bersifat oksidator sedangkan logam yang
memilki nilai Eo yang paling negatif biasanya bersifat reduktor. Sehingga urutan kekuatan oksidator
logam tersebut dari yang terkecil hingga yang terbesar ialah sebagai berikut :
Mg < Al < Cr < Ni < Sn < Cu
12. Diketahui :
Br2 + 2e → 2Br- Eo = +1,07 V
I2 + 2e → 2I- Eo = +0,54 V
Reaksi Br2 + 2I- → 2Br- + I2
Apakah reaksi diatas dapat berlangsung spontan ? Jelaskan !
Jawaban :
Esel = Ereduksi – Eoksidasi
Esel = EBr - EI
Esel = 1,07 - 0,54 = +0,53 V
Maka reaksi diatas dapat berlangsung spontan.
13. Diketahui potensial reduksi standar berikut :
Ba2+ + 2e → Ba Eo = -2,90 V
Cd2+ + 2e → Cd Eo = -0,40 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Ag+ + e → Ag Eo = +0,80 V
Pt2+ + 2e → Pt Eo = +1,2 V
Reaksi yang tidak berlangsung spontan ialah......
A. Ba |Ba2+ ||Cd2+ |Cd
B. Cu |Cu2+ ||Ag+ |Ag
C. Ag |Ag+ ||Pt2+ |Pt
D. Ag |Ag+ ||Cu2+ |Cu
E. Ba |Ba2+ ||Ag+ |Ag
Jawaban :
D. Ag |Ag+ ||Cu2+ |Cu
Alasan :
Esel = Ereduksi - Eoksidasi
Esel = ECu - EAg
Esel  = 0,34 - 0,80 = - 0,46 V

Maka reaksi diatas tidak dapat berlangsung spontan


14. Bila diketahui :
Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Fe2+ + 2e → Fe Eo = -0,44 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Zn |Zn2+ ||Cu2+ |Cu
Fe |Fe2+ ||Sn2+ |Sn
A. Apakah kedua reaksi diatas dapat berlangsung spontan ? Jelaskan !
B. Berpakah harga potensial elektroda dari kedua reaksi diatas ?
Jawaban : A dan B
Zn |Zn2+ ||Cu2+ |Cu

Esel = Ereduksi - Eoksidasi


Esel = ECu- EZn
Esel = 0,34 + 0,76 = +1,1 V, berarti reaksi 1 berlangsung spontan

Fe |Fe2+ ||Sn2+ |Sn

Esel =  Ereduksi - Eoksidasi


Esel = ESn - EFe
Esel = -0,14 + 0,44 = + 0,30 V, berarti reaksi 2 berlangsung spontan
15. Diketahui data persamaan reaksi berikut.
Co2+ + 2e → Co Eo = -0,28 V
Pb2+ + 2e → Pb Eo = -0,13 V
Notasi sel yang dapat berlangsung dalam persamaan reaksi diatas adalah....
Jawaban :
Anoda |Ion ||Ion | Katoda
Karena Co bertindak sebagai anoda dan Pb sebagai katoda, maka notasi sel dari reaksi diatas ialah
sebagai berikut :
Co |Co2+ ||Pb2+ |Pb
16. Diketahui data persamaan reaksi berikut.
Fe2+ + 2e → Fe Eo = -0,44 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Tentukan besar potensial elektroda dari reaksi diatas dan buatlah notasi selnya !
Jawaban :
Untuk mencari besar potensial elektroda kita gunakan rumus :
Esel = Ereduksi – Eoksidasi
Esel = ESn - EFe
Esel = -0,14 + 0,44 = 0,30 V
Jadi besar potensial elektrodanya ialah 0,30 V.

Untuk membuat notasi sel, kita gunakan rumus :


Anoda |Ion ||Ion | Katoda

Karena Fe bertindak sebagai anoda dan Sn sebagai katoda, maka notasi sel dari reaksi diatas ialah
sebagai berikut :
Fe |Fe2+ ||Sn2+ |Sn

17. Urutkan kekuatan oksidator berikut menurut kekuatanya pada keadaan standar.
Cl2 + 2e → 2Cl- Eo = 1,36 V
H2O2 + 2H+ + 2e → Eo = 1,78 V
Fe3+ + e → Fe2+ Eo = 0,77 V
Jawaban :
Karena senyawa yang bersifat oksidator ialah senyawa yang memiliki harga Eo yang paling positif

Fe3+ < Cl2 < H2O2

18. Urutkan kekuatan reduktor berikut menurut kekuatanya pada keadaan standar.
2H+ + 2e → H2 Eo = 0,0 V
Al3+ + 3e → Al Eo = -1,66 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = 0,34 V
Jawaban :
Cu < H <Al

19. Perhatikan reaksi berikut ini : Cr + Cu2+ → Cr3+ + Cu


Dik Eo Cu = +0,34 V dan Eo Cr = -0,41
Berapakah besar potensial elektrode yang dihasilkan dari reaksi sel diatas ?
Jawaban :
Esel = Ereduksi – Eoksidasi
Esel = 0,34 + 0,41 = 0,75 V,
jadi besar potensial elektroda yang dihasilkan dari reaksi sel diatas ialah sebesar 0,75 V.

20. Perhatikan data berikut :


Ag+ + e → Ag Eo = +0,80 V
Sn2+ + 2e → Sn Eo = -0,14 V
Pb2+ + 2e → Pb Eo = -0,13 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = +0,34 V
Reaksi sel yang dapat berlangsung adalah.....
A. Pb + Sn2+ → Pb2+ + Sn
B. Cu + Pb2+ → Cu2+ + Pb
C. Pb + Ag+ → Pb2+ + Ag
D. Ag + Cu2+ → Ag+ + Cu
E. Ag + Pb2+ → Ag+ + Pb
Jawaban :
C. Pb + Ag+ → Pb2+ + Ag

Alsan :
Esel = Ereduksi - Eoksidasi
Esel = EAg - EPb
Esel = 0,8 + 0,13 = 0,93 V,
Nilai potensial elektroda yang dihasilkan ternyata bernilai positif, maka reaksi tersebut dapat
berlangsung.

21. Dengan menggunakan data dari nomor 20, reaksi sel yang tidak berlangsung spontan ialah...
A. Cu + Ag+ → Cu2+ + Ag
B. Cu2+ + Sn → Sn2+ + Cu
C. Sn + Pb2+ → Sn2+ + Pb
D. Pb + Cu2+ → Pb2+ + Cu
E. Ag + Pb2+ → Ag+ + Pb
Jawaban :
E. Ag + Pb2+ → Ag+ + Pb
Alsan :
Esel = Ereduksi - Eoksidasi
Esel = EPb - EAg
Esel = -0,13 - 0,80 = -0,93 V
Nilai potensial elektroda yang dihasilkan ternyata bernilai negatif, maka reaksi ini tidak dapat
berlangsung spontan.

22. Periksa reaksi berikut ini. F2 + 2Cl- → Cl2 + 2F-


Dik Eo F2 = +2,87 V Eo Cl2 = +1,36
Apakah reaksi ditatas dapat berlangsung spontan ? Jika bisa tentukan besar potensial elektroda
yang dihasilkan dari reaksi diatas !
Jawaban :
Esel = Ereduksi - Eoksidasi
Esel = EF2 - ECl2
Esel = 2,87 - 1,36 = 1,51 V
maka reaksi diatas dapat berlangsung dan nilai potensial elektroda yang dihasilkan ialah sebesar 1,51
V.

23. Perhatikan reaksi dibawah ini.


Ni2+ + Zn2+ → Zn2+ + Ni
Dik Eo Zn = -0,76 V Eo Ni = -0,25 V
Berpakah harga potensial elektroda yang dihasilkan dari reaksi sel diatas ?
Jawaban :
Esel = Ereduksi - Eoksidasi
Esel = ENi - EZn
Esel = -0,25 + 0,76 = 0,51 V
Jadi potensial elektroda yang dihasilkan dari reaksi diatas ialah sebesar 0,51 V.
24. Bila diketahui
Cu2+ + Fe → Fe2+ + Cu Eo Sel = +0,78 V
Cu2+ + Zn → Zn2+ + Cu Eo Sel = +1,1 V
Cu2+ + Pb → Pb2+ + Cu Eo Sel = +0,47 V
Berdasrkan data diatas urutan kekuatan oksidator dari yang terendah ke yang tertinggi ialah....
Jawaban :

gunakan konsep rumus Esel = Ereduksi - Eoksidasi.

Pada reaksi diatas, kita dapat lihat bahwa logam tembaga ( Cu ) selalu tereduksi bila
direaksikan dengan logam lainya, berarti kita bisa memastikan bahwa logam tembaga
memiliki harga Eo yang paling positif dan itu artinya logam tersebut memiliki sifat oksidator
yang paling kuat diantara logam lainnya. Lalu kita lihat lagi logam Zn,Fe dan Pb, untuk
menentukan kekuatan oksidator dari ketiga logam tersebut, kita bisa lihat harga potensial
elektrodanya bila direaksikan dengan logam Cu. Apabila harga Eo Sel nya semakin besar bila
direaksikan dengan logam Cu, maka logam tersebut bersifat reduktor dan apabila harga Eo
sel nya semakin kecil bila direaksikan dengan logam Cu, maka logam tersebut bersifat
Oksidator.

Maka urutan kekuatan oksidator dari logam diatas ialah :

Zn < Fe < Pb < Cu

25. Berdasarkan data nomor 24, urutan kekuatan reduktor dari yang terendah ke yang terbesar ialah
Jawaban :
kebalikan dari jawaban sebelumnya. Maka urutan kekuatan reduktornya ialah :

Cu < Pb < Fe < Z

26. Perhatikan keterangan dibawah ini.


Bila logam N dilarutkan ke dalam larutan garam logam M, maka logam M akan mengendap di
dalam larutan, sedangkan logam N larut di dalam larutan tersebut. Tetapi, ketika logam Z
dilarutkan ke dalam larutan garan logam N, ternyata logam N mengendap sedangkan logam Z
larut ke dalamnya.
Maka tentukanlah kekuatan oksidator logam tersebut dari yang terkecil ke yang terbesar !
Jawaban :
Bila larutan garam dari suatu logam dapat melarutakan logam lainya, maka logam yang bersenyawa
membentuk garam tersebut memiliki sifat oksidator yang lebih kuat daripada logam yang
dilarutkanya, begitu juga sebaliknya. Maka dari soal diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa logam
M memiliki sifat oksidator yang paling kuat diantara logam lainya, dan disusul dengan logam N dan
logam Z. Urutan kekuatan oksidatornya ialah :
Z<N<M
27. Perhatikan keterangan dibawah ini.
Larutan garam dari logam A mampu melarutkan logam B
Logam C dapat larut dalam larutan garam dari logam B
Larutan garam dari logam D mampu melarutkan logam A
Logam D dapat dioksidasi oleh gas F2
Urutan kekuatan oksidator dari berbagai senyawa kimia diatas ialah....
Jawaban :
Apabila suatu larutan garam dari logam dapat melarutkan logam lainya itu artinya logam yang
berbentuk garam tersebut memiliki sifat oksidator yang lebih kuat daripada logam yang dilarutkan,
ingat selalu prinsip itu ! Begitu juga dengan kata oksidasi, apabila suatu logam dapat mengoksidasi
logam lain, itu artinya logam yang mengoksidasi bersifat oksidator dan logam yang dioksidasi
bersifat reduktor, maka urutan kekuatan oksidator dari senyawa kimia diatas ialah :
C < B < A < D < F2
28. Perhatikan Reaksi dibawah ini.
A2+ + 2e → A Eo = 0,20 V
B2+ + 2e → B Eo = 0,54 V
C2+ + 2e → C Eo = -0,76 V
Berdasarkan data diatas, maka pernyataan berikut yang tepat.....
A. Logam A dapat mengoksidasi logam B
B. Logam C memiliki sifat oksidator yang paling kuat diantara logam lainya
C. Logam C dapat dioksidasi dalam larutan garam logam A
D. Logam A memiliki sifat reduktor paling kuat diantara logam lainya
E. Logam B dapat dioksidasi dalam larutan garam logam C
Jawaban :
C. Logam C dapat dioksidasi dalam larutan garam logam A
Alasan :
logam yang memiliki Eo yang paling positif memiliki sifat oksidator yang paling kuat dan ia dapat
mengoksidasi logam dibawahnya yang memiliki Eo negatif. Maka dari soal diatas, pernyataan yang
paling tepat ialah yang C. Logam C dapat dioksidasi dalam larutan garam logam A karena logam A
memiliki nilai Eo sel yang lebih positif dari logam C sehingga logam A bisa mengoksidasi logam C.
Sedangkan logam A mengalami reduksi.
29. Perhatikan reaksi dibawah ini.
Ag+ + e → Ag Eo = +0,80 V
Fe2+ + 2e → Fe Eo = -0,44 V
Zn2+ + 2e → Zn Eo = -0,76 V
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,38 V
Cu2+ + 2e → Cu Eo = 0,34 V
Dari data diatas, logam yang paling efektif untuk melindungi pipa besi terhadap korosi ialah....
A. Ag dan Cu
B Mg dan Zn
C. Ag dan Mg
D. Cu dan Mg
E. Zn dan Ag
Jawaban :
B Mg dan Zn
Alasan :
Untuk melindungi besi dari korosi, maka dibutuhkan logam yang memiliki nilai Eo lebih kecil dari
besi tersbut, sehingga logam yang memiliki Eo yang lebih kecil tersebut dapat teroksidasi terlebih
dahulu. Maka jawaban yang paling tepat ialah yang B, karena logam Mg dan Zn memiliki Eo yang
lebih kecil dari besi

30. Perhatikan reaksi sel dibawah ini.


Ag+ + Cu → Cu2+ + Ag
Dik Eo Ag = 0,80 V Eo Cu = 0,34 V
Harga potensial elektroda dari reaksi sel diatas ialah....
Jawaban :
Esel = Ereduksi - Eoskidasi
Esel = EAg - ECu
Esel = 0,80-0,34 = 0,46 V, jadi harga potensial elektroda nya ialah sebesar 0,46 V

Anda mungkin juga menyukai