Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
KEPUTUSAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Menimbang
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : SK. 7434/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/9/2019
TENTANG
PETA INDIKATIF ALOKASI KAWASAN HUTAN
UNTUK PENYEDIAAN SUMBER TANAH OBYEK REFORMA AGRARIA (TORA)
(REVISI IV)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,
a
bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015-2019 sesuai
Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015, sasaran
dalam peningkatan kesejahteraan rakyat marjinal
salah satunya penyediaan sumber Tanah Obyek
Reforma Agraria (TORA) melalui identifikasi
kawasan hutan yang akan dilepaskan paling
sedikit seluas 4.100.000 (empat juta seratus ribu)
hektar;
bahwa untuk memenuhi penyediaan tanah
sebagaimana dimaksud dalam huruf a, telah
diidentifikasi dan dialokasikan kawasan hutan
scluas + 4,994.334 (empat juta sembilan ratus
sembilan puluh empat tiga ratus tiga puluh
empat) hektar yang hasilnya dituangkan dalam
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Nomor SK.8716/MENLHK-PKTL/KUH
/PLA.2/ 12/2018;
bahwa Amar KEENAM huruf a, Keputusan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor
SK. 8716/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/12/2018
menyebutkan bahwa Peta Indikatif Alokasi
Kawasan Hutan untuk penyediaan sumber TORA
dilakukan revisi setiap 6 bulan;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a Sampai dengan huruf ¢,
perlu menetapkan Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan tentang Peta Indikatif
Alokasi Kawasan Hutan Untuk Penyediaan
Sumber Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA)
(Revisi IV);
Mengingat ...Mengingat
10.
11.
12.
13.
14,
15.
16.
-2-
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya;
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Kehutanan, sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004;
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang;
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang
Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan
Hutan;
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2015;
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88
Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan
Tanah dalam Kawasan Hutan;
Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004
tentang Perencanaan Kehutanan;
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004
tentang Perlindungan Hutan, sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60
Tahun 2009;
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007
tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana
Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan,
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008;
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
(RTRWN) scbagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017;
Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010
tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011
tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan
Kawasan Pelestarian Alam, sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 108
Tahun 2015;
Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2015
tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan
Fungsi Kawasan Hutan;
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Organisasi Kementerian Negara;
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015
tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan;
17. Keputusan ...Menetapkan
KESATU
KEDUA
-3-
17. Keputusan Presiden Nomor 121/P tahun 2014
tentang Pembentukan _Kementerian dan
Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode
tahun 2014-2019 sebagaimana telah beberapa
kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden
Nomor 115/P tahun 2016;
18, Peraturan _ Menteri_ += Kehutanan =— Nomor
P.44/Menhut-II/2012 tentang = Pengukuhan
Kawasan Hutan sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor
P.62/Menhut-II/201:
19. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Nomor P.18/Menlhk-II/2015 tentang
Organisasi. dan ‘Tata Kerja Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
20. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Nomor P.93/MenLHK/Setjen/Kum.1/
12/2016 tentang Panitia Tata Batas Kawasan
Hutan;
21, Keputusan Menteri Kehutanan dan Tata
Lingkungan Nomor SK.8716/MENLHK-
PKTL/KUH/PLA.2/ 12/2018 tentang Peta Indikatif
Alokasi Kawasan Hutan Untuk Penyediaan
Sumber Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA)
(Revisi II1);
MEMUTUSKAN :
KEPUTUSAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN
KEHUTANAN TENTANG PETA INDIKATIF ALOKASI
KAWASAN HUTAN UNTUK PENYEDIAAN SUMBER
TANAH OBYEK REFORMA AGRARIA (TORA) (REVISI
IV).
Menetapkan Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan
Untuk Penyediaan Sumber Tanah Obyek Reforma
Agraria (TORA) (Revisi IV) seluas 4.971.099 (empat
juta sembilan ratus tujuh puluh satu ribu sembilan
puluh sembilan) hektar dengan skala 1 : 250.000
sebagaimana tergambar dalam peta lampiran
Keputusan ini dan merupakan satu kesatuan dan
bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan Untuk
Penyediaan Sumber Tanah Obyek Reforma Agraria
(TORA) (Revisi IV) sebagaimana dimaksud amar
KESATU ditandatangani Direktur Jenderal Planologi
Kehutanan dan Tata Lingkungan atas nama Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
KETIGA...KETIGA
KEEMPAT
KELIMA
KEENAM
she
Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan Untuk
Penyediaan Sumber Tanah Obyek Reforma Agraria
(TORA) (Revisi IV) sebagaimana dimaksud dalam amar
KESATU berasal dari:
a, Alokasi 20% untuk kebun masyarakat seluas
+442.331 (empat ratus empat puluh dua ribu tiga
ratus tiga puluh satu) hektar dari pelepasan
kawasan hutan untuk perkebunan;
b. Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) tidak
produktif seluas +1.220.228 (satu juta dua ratus
dua puluh ribu dua ratus dua puluh delapan)
hektar;
c. Program Pemerintah untuk —_pencadangan
pencetakan sawah baru seluas 460.502 (enam
puluh ribu lima ratus dua) hektar;
d. Permukiman transmigrasi beserta fasilitas sosial
dan fasilitas umum yang sudah memperoleh
persetujuan prinsip seluas #475.154 ( empat ratus
tujuh pulub lima ribu seratus lima puluh empat)
hektar;
¢. Permukiman, fasilitas sosial dan fasilitas umum
scluas 674.399 (enam ratus tujuh puluh empat
ribu tiga ratus sembilan puluh sembilan) hektar;
f, Lahan garapan berupa sawah dan tambak rakyat
seluas +366.633 (tiga ratus enam puluh enam ribu
enam ratus tiga puluh tiga) hektar;
g. Pertanian lahan kering yang menjadi sumber mata
pencaharian utama masyarakat setempat seluas
£1,731.852 (satu juta tujuh ratus tiga puluh satu
ribu delapan ratus lima puluh dua) hektar.
Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan Untuk
Penyediaan Sumber Tanah Obyek Reforma Agraria
(TORA) (Revisi IV) sebagaimana dimaksud dalam amar
KESATU sebagai acuan dalam proses penyelesaian
alokasi TORA dari kawasan hutan.
Proses penyelesaian alokasi kawasan hutan untuk
penyediaan sumber TORA sebagaimana dimaksud
dalam amar KEEMPAT dilakukan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
a. Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan Untuk
Penyediaan Sumber TORA dilakukan revisi setiap 6
(enam) bulan sekali;
b. Revisi Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan Untuk
Penyediaan Sumber TORA sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, dikoordinasikan oleh Direktur
Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata
Lingkungan;
c. Penetapan..-5-
c. Penetapan Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan
Untuk Penyediaan Sumber TORA sebagaimana
dimaksud dalam huruf b, dilakukan oleh Direktur
Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata
Lingkungan atas nama Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan,
KETUJUH : Revisi Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan Untuk
Penyediaan Sumber TORA dilakukan berdasarkan:
a. Data dan informasi penutupan lahan terkini;
b. Hasil inventarisasi dan verifikasi lapangan; dan
c. Masukan dari para pihak.
KEDELAPAN : Dengan ditetapkannya Keputusan ini, maka
Keputusan Menteri Kehutanan dan Tata Lingkungan
Nomor — SK.8716/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/12/
2018 tentang Peta Indikatif Alokasi Kawasan Hutan
Untuk Penyediaan Sumber Tanah Obyek Reforma
Agraria (TORA) (Revisi Ill) dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.
KESEMBILAN: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 12 September 2019
___-Salinan sesuai dengan aslinya a.n, MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN
Bagian Hukum KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
jasama Teknik, DIREKTUR JENDERAL PLANOLOGI
\ KEHUTANAN DAN TATA LINGKUNGAN,
ttd.
ENDI SUGANDI SIGIT HARDWINARTO
NIP. 19651123 199803 1 005 NIP.19610202 198603 1 003
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. :
1, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
2, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
3. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional;
4. Menteri Dalam Negeri;
5. Menteri Keuangan;
6. Menteri Pertanian;
7. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional;
8. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi;
9. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah;
10. Menteri Kelautan dan Perikanan;
11, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
12, Gubernur Seluruh Indonesia;
13, Bupati/Walikota Seluruh Indonesia;
14, Kepala Kantor Staf Kepresidenan;
15. Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
16. Direktur Jenderal Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan.