1
BAB II PROFIL PROYEK KONSTRUKSI
2.1 Profil Kontraktor
PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, disingkat PT PP
(Persero), Tbk, adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang perencanaan
dan konstruksi bangunan. PT PP berdiri pada tanggal 26 Agustus 1953 dengan
nama NV Pembangunan Perumahan. Namanya lalu diganti menjadi PN
Pembangunan Perumahan melalui PP no. 63 tahun 1960. Terakhir,
berdasarkan PP no. 39 tahun 1971, statusnya berubah kembali menjadi PT
Pembangunan Perumahan (Persero).
Sebagai BUMN, mayoritas (51%) kepemilikan saham PT PP
dipegang oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya (49%) dipegang
karyawan dan manajemen PT PP. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia,
mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah, 45,36% saham publik dan
3,64% saham dipegang karyawan dan manajemen PT PP.[butuh rujukan]
Bidang usaha utama PT PP adalah pelaksana konstruksi bangunan
gedung dan sipil. PT PP juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya,
seperti manajemen gedung, pengembangan properti dan realti.
2.2 Struktur Organisasi Proyek
Gambar 2. 1 Struktur Organisasi Proyek
Sumber : Data Proyek Maritim
Tower Keterangan :
2
= Hubungan koordinasi/kerja
= Hubungan kontrak dan perintah
Owner = PT. Menara Maritim
Indonesia
Kons. Perencana = PT. Penta Rekayasa
Kons. Pengawas = PT. Fajar Nusa Consultants
Kontraktor = PT. PP (Persero) Tbk
1. Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik proyek (Owner) adalah perseorangan, badan hukum, instansi baik
pemerintah atau perusahaan yang mempunyai dana, memberikan tugas kepada
seseorang atau perusahaan yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan agar hasil proyek sesuai sasaran dan tujuan yang
ditetapkan. Modal awal untuk memulai sebuah proyek adalah dari pihak owner.
Untuk tahapan yang dilalui dalam proses pembangunan proyek, yaitu menentukan
konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana. Namun
dalam Proyek Pembangunan Maritim Towerpemilik proyek (Owner) hanya
menentukan kontraktor pelaksana.
Hak-hak dari pemilik proyek antara lain :
1. Memilih kontraktor pelaksana melalui proses pelelangan.
2. Meminta laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan secara
periodik kepada kontraktor pelaksana mengenai pelaksanaan pekerjaan
yang dilakukan.
3. Mengganti desain rancangan yang telah dibuat oleh Perencana Struktur
apabila terdapat pekerjaan yang tidak sesuai di lapangan.
3
4. Memutuskan hubungan kerja dengan pihak yang terlibat dalam proyek
apabila tidak dapat melaksanakan pekerjaan berdasarkan isi surat
perjanjian kontrak.
5. Memberikan instruksi kepada kontraktor pelaksana untuk melaksanakan
proyek sesuai dengan perencanaan awal yang sudah disetujui di
dokumen kontrak.
6. Meminta pertanggung jawaban kepada kontraktor pelaksana atas hasil
pekerjaan konstruksi.
7. Menerima atau menolak perubahan-perubahan pekerjaan.
8. Akibat keadaan memaksa yang tidak terduga dan di luar batas
kemampuan manusia, seperti bencana alam.
Kewajiban pemilik proyek antara lain :
1. Menyediakan lahan/lokasi sebagai tempat pembangunan proyek.
2. Menadatangani dan mengesahkan semua dokumen proyek, seperti surat
perintah kerja, surat perjanjian dengan kontraktor serta dokumen
pembayaran.
3. Menyediakan biaya perencanaan proyek dan biaya pembayaran terhadap
jasa yang telah dilakukan kontraktor pelaksana sesuai dengan perjanjian
kontrak.
4. Mengesahkan atau menolak perubahan dalam pekerjaan.
5. Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan
oleh kontraktor pelaksana jika produk yang dihasilkan telah sesuai
dengan hasil akhir yang dihendaki.
6. Menerima atau menolak pekerjaan apabila tidak sesuai dengan gambar
rencana.
7. Melakukan inspeksi lapangan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang
dilakukan kontraktor pelaksana.
8. Mengadakan rapat rutin mingguan dengan kontraktor pelaksana
4
2. Kontraktor Pelaksana
Kontraktor pelaksana adalah badan usaha atau perorangan yang ditunjuk
oleh pemilik proyek (owner) untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan
biaya yang telah disepakati bersama pada saat proses pelelangan berdasarkan
gambar rencana atau DED (Detail Engineering Design), dan Rencana Kerja
Syarat (RKS) yang telah ditentukan. Kontraktor pelaksana bertanggung jawab
langsung kepada pemilik proyek (owner) dan dalam melaksanakan pekerjaan
kontraktor diawasi oleh pemilik proyek langsung. Dalam Proyek Menara Maritim
ini, pemilik proyek (owner) memberikan kepercayaan kepada PT. PP Persero,Tbk
untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Pemilihan kontraktor sebagai
pelaksana proyek Pembangunan Maritim Tower melalui proses lelang atau tender
yang diadakan oleh pihak owner. Peraturan dan persetujuan yang telah disepakati
tertera pada dokumen kontrak yang di dalamnya terdapat hak dan kewajiban
masing-masing pihak dalam proyek.
Hak-hak yang dimiliki kontraktor adalah sebagai berikut :
1. Meminta kepada pemilik proyek sehubungan dengan pengunduran
waktu penyelesaian suatu pekerjaan dengan memberikan alasan yang
logis dan sesuai dengan kenyatan yang ada di lapangan.
2. Mendapatkan pembayaran sesuai dengan termin pembayaran yang telah
disepakati.
3. Dapat berkonsultasi dengan pihak konsultan dari pemilik proyek apabila
terdapat gambar rencana yang kurang jelas.
Kewajiban kontraktor pelaksana antara lain :
1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana atau Detail
Enggineering Design (DED), dan Rencana Kerja dan Syarat yang
ditetapkan oleh pemilik proyek (owner).
2. Membuat rencana kerja, jadawal pelaksanaan, dan metode pelaksanaan
pekerjaan sehingga tidak terjadi keterlambatan pekerjaan.
3. Menyediakan tenaga kerja, material, peralatan, dan alat pendukung
lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
5
4. Memberikan laporan kemajuan pelaksanaan proyek (progress) yang
meliputi laporan harian, laporan mingguan, dan laporan bulanan kepada
pemilik proyek (owner).
5. Merencanakan tentang perencanaan dan pengendalian waktu, biaya,
kualitas, dan keselamatan kerja.
6. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang tertera di peraturan
untuk menjaga keselamatan pekerja.
7. Bertanggung jawab atas segala proses kegiatan konstruksi dan metode
pekerjaan di lapangan.
8. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan time schedule yang telah
disetujui dengan owner.
9. Merencanakan tentang perencanaan dan pengendalian waktu, biaya,
kualitas, dan keselamatan kerja.
10. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang tertera di peraturan
untuk menjaga keselamatan pekerja.
11. Bertanggung jawab atas segala proses kegiatan konstruksi dan metode
pekerjaan di lapangan.
12. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan time schedule yang telah
disetujui dengan owner.
3. Konsultan Perencana
Secara umum konsultan adalah tenaga profesional yang menyediakan jasa
kepenasihatan (consultancy service) yang ditunjuk oleh kontraktorsebagai
perencana desain agar dapat mewujudkan desain sesuai keinginan owner. yang
meliputi perencanaan struktur, arsitektur, serta mekanikal elektrikal and
plumbing. Dalam Proyek Maritim Tower ini konsultan perencana yang digandeng
oleh PT PP Persero adalah PT. Penta Rekayasa.
Tugas dan wewenang konsultan perencana struktur adalah sebagai berikut:
6
1. Membuat perhitungan seluruh proyek berdasarkan teknis yang telah
ditetapkan sebelumnya.
2. Membuat rancangan detail yang meliputi pembuatan gambar- gambar
detail serta rincian volume pekerjaan.
3. Memberikan penjelasan atas permasalahan yang timbul selama masa
konstruksi.
Dalam sebuah proyek konsultan perencana memiliki peran yang sangat penting
terhadap berlangsungnya suatu proyek. Tugas konsultan perencana adalah sebagai
berikut :
1. Membuat rencana gambar Detail Engineering Desain (DED) for tender
bangunan dan menghitung perkiraan biaya sendiri sesuai ide dan
gagasan dari pemilik proyek (owner), baik untuk perancangan struktur,
arsitektur, mekanikal dan elektrikal berdasarkan peraturan-peraturan
dan syarat-syarat kerja yang telah ada di Indonesia.
2. Merencanakan setiap perubahan rencana dari rencana semula akibat
adanya kendala-kendala fisik di lokasi proyek dan dapat
mempertanggung jawabkan hasil rencana perubahan kepada pemilik
proyek (owner).
3. Melakukan pengawasan berkala. Tujuan pengawasan berkala ini yaitu
untuk memastikan kembali pelaksanaan dan metode yang dilakukan
oleh kontraktor sesuai dengan perencanaan struktur dari konsultan
perencana.
4. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas merupakan orang yang ditunjuk oleh owner untuk
melaksanakan pekerjaan pengawas, pengendalian, dan mengontrol jalannya
proyek agar mencapai hasil yang optimal sesuai dengan kesepakatan. Setiap
pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana baik di lapangan, kantor,
7
maupun di laboratorium harus ada perwakilan dari konsultan pengawas. Tugas
dan wewenang konsultan pengawas adalah sebagai berikut :
1. Sebagai wakil owner ketika di lapangan.
2. Sebagai quality control untuk menjaga pengendalian mutu, biaya, dan
waktu terhadap kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
3. Melakukan pengawasan secara periodik terhadap pekerjaan kontraktor
pelaksana.
4. Menerima atau menolak material dan peralatan yang didatangkan oleh
kontraktor pelaksana.
5. Melakukan pengecekan baik dari segi kuantitas dan kualitas terhadap
pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana.
6. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar
dicapai hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas,
kuantitas serta waktu pelaksanaan yang ditetapkan.
7. Menghentikan sementara pekerjaan bila terjadi penyimpangan dari
peraturan yang berlaku.
2.2.1 Hubungan Kerja Unsur-Unsur Organisasi Dalam Kontraktor
8
Gambar 2. 2 Struktur Organisasi Kontraktor
Sumber : Data Proyek Maritim Tower
Berdasarkan Struktur Organisasi di atas, Manajer Proyek membawahi
beberapa seksi seperti Engineering, Keuangan, SHE, dan unit produksi. Uraian
tugas masing masing posisi adalah sebagai berikut.
1. Manajer Proyek
Tugas pokok Manajer Proyek adalah sebagai berikut:
a) Perencanaan
- Menetapkan rumusan dan tinjauan RKP
- Menyelenggarakan rapat koordinasi di proyek dalam rangka perumusan dan
tinjauan RKP
- Menetapkan strategi peningkatan mutu di tingkat proyek b) Pelaksanaan
9
- Melaksanakan fungsi Project Representatif (PR)
- Melaksanakan dan mengendalikan Project Score Card
- Melaksanakan pengelolaan sumber daya proyek secara efisien dan efektif
- Mengendalikan pelaksanaan produksi di proyek
- Mengendalikan proses Value Engineering di proyek
- Mengendalikan administrasi kontrak di proyek
- Melaksanakan pembinaan hubungan baik antara proyek dan lingkungannya
- Menyelenggarakan dokumentasi dan pelaporan proyek
- Menyelenggarakan manajemen keuangan, akuntansi, personalia, dan perkantoran
sesuai dengan kebijakan perusahaan
- Melaksanakan penghimpunan informasi pasar dalam lingkup proyeknya
- Menyajikan laporan proyek selesai
- Melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu ISO-9001:2008, ISO
14000:2004 dan OHSAS 18001:2007, SMP serta SMK3 dan sistem manajemen
mutu lainnya yang dikembangkan perusahaan
- Melaksanakan pembinaan bawahan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai
dengan arah perkembangan perusahaan
c) Pengukuran Kinerja
- Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka
mendeteksi realisasi produksi, value engineering, pengeloalaan sumber daya, dan
kelengkapan administrasi kontrak
- Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka
mendeteksi kesiapan timnya dalam melaksanakan AI/AE dalam program GKM
-
d) Tindak Lanjut
- Mengupayakan RKP menjadi dasar pengelolaan pekerjaan di proyek
- Mengupayakan subkontraktor dan pemasok yang digunakan melalui proses seleksi
- Mengupayakan administrasi kontrak selalu lengkap dan mutakhir
- Mengendalikan jadwal dan mutu pekerjaan serta sumber daya proyek
10
- Mengendalikan proses value engineering
- Mengendalikan informasi kemajuan dan mutu pelaksanaan proyek, realisasi
pengadaan, dan pemberdayaan sumber daya di proyek
- Mengendalikan dan melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu
ISO9001:2008, ISO-14001:2004 dan OHSAS 18001:2007, SMP serta SMK3 dan
sistem manajemen mutu lainnya yang dikembangkan perusahaan
- Mengupayakan laporan bulanan proyek selesai, telah tersaji sebelum penyerahan
proyek.
2. Manajer Konstruksi
Tugas pokok Manajer Proyek adalah sebagai berikut:
a) Perencanaan
- Menetapkan instruksi kerja proses produksi, seleksi subkontraktor dan
pemasok, serta pengadaan proyek.
- Menetapkan jadwal kerja, metode kerja, dan pengadaan di proyek. -
Menetapkan kebutuhan subkontraktor dan material proyek
b) Pelaksanaan
- Melaksanakan pengelolaan sumber daya proyek secara efisien dan efektif.
- Mengendalikan pelaksanaan produksi di proyek.
- Menyelenggarakan dokumentasi dan pelaporan proyek.
- Melaksanakan penghimpunan informasi pasar dalam lingkup proyeknya.
- Melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu ISO-9001:2015, ISO
14001:2015 dan OHSAS 18001:2007, SMP serta SMK3 dan system manajemen
mutu lainnya yang dikembangkan perusahaan.
- Melaksanakan pembinaan bawahan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai
dengan arah perkembangan perusahaan.
c) Pengukuran Kinerja
11
- Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka
mendeteksi realisasi produksi, kesiapan timnya dalam melaksanakan program
GKM, tingkat produktivitas proyek.
- Menyelenggarakan koordinasi dengan emilik proyek di lingkungan proyek dalam
rangka melihat kesempatan pasar Wika.
- Menyelenggarakan koordinasi organ terkait dalam rangka mendeteksi tertib
administrasi dokumentasi dan pelaporan proyek.
d) Tindak Lanjut
- Mengupayakan subkontraktor dan pemasok yang digunakan melalui proses
seleksi.
- Mengendalikan jadwal, Mutu pekerjaan, dan sumber daya proyek.
- Mengendalikan informasi kemajuan dan mutu pelaksanaan proyek, realisasi
pengadaan, tingkat persediaan, pemberdayaan sumber daya di proyek, dan
informasi pasar dalam lingkup proyek.
- Mengupayakan setiap perkembangan proses pekerjaan ada dokumentasinya.
- Mengupayakan laporan proyek telah tersaji di akhir bulan.
3. Seksi Engineering
Seksi engineering membawahi fungsi seksi engineering, komersial, Quality
Assurance dan pengadaan peralatan. Kasie engineering bertanggung jawab
langsung kepada manajer proyek. Adapun Job Description untuk Kasie
engineering adalah sebagai berikut.
a) Perencanaan
i) Fungsi Engineering
- Menyusun metode kerja pelaksanaan pekerjaan di proyek
- Menyajikan gambar gambar kerja yang akan digunakan
- Menyajikan scheduling tahapan pekerjaan
- Menyusun “manual Operation” bersama pelaksana utama dan mitra kerja
12
ii) Fungsi Quality Assurance
- Menyusun kegiatan Sistem Manajemen (SM) keselamatan dan kesehatan
kerja - Menyusun kegiatan pengendalian mutu atau quality control dari setiap
tahapan
- Menyusun kegiatan Sistem manajemen mutu ISO-9001:2008, ISO-
14001:2004 dan OHSAS 18001:2007, SMP serta SMK3 dan sistem manajemen
mutu lainnya yang dikembangkan perusahaan - Menyusun Quality Plan
iii) Fungsi Komersial
- Menyusun RKP Proyek
- Menyusun Quantity Surveying, Contract Engineering, dan Contract Review
iv) Fungsi Pengadaan dan Peralatan
- Menyusun rencana pengadaan sumber daya (material, alat, dan sub kontraktor)
berdasarkan jadwal proyek yang ditetapkan
- Menyajikan data sub kontraktor dan supplier
b) Pelaksanaan
i) Fungsi Engineering
- Melaksanakan kegiatan “keteknikan” yang dapat menunjang/memberi dukungan
teknis pada pelaksaanan kegiatan produksi sehingga dapat efektif dan efisien
- Melaksanakan kegiatan “Surveying” (menentukan titik titik korrdinat) guna
diperolehnya posisi perletakan as, level, vertikal, sudut dan lain lain secara tepat
dan presisi
- Melakukan kegiatan “Design Engineer” (gambar gambar kerja) tepat pada
waktunya
- Menyelenggarakan kegiatan “Scheduling” di setiap tahapan proses produksi
sehingga tahapan pekerjaan dapat dimonitor dan diketahui penyimpangannya
bersama fungsi produksi
13
- Menyelenggarakan arsip teknik (dokumen pelaksanaan, gambar kerja, perhitungan
perhitungan teknis, dan dokumen dokumen lain baik yang telah disepakati dengan
14
pihak ekstern maupun arsip yang bersifat intern)
secara tertib dan mengamankannya
- Menyajikan data teknis/spesifikasi setiap jenis/tahapan pekerjaan
- Memberikan masukan aspek teknis pada saat perolehan subkontraktor/supplier
ii) Fungsi Quality Assurance
- Menyelenggarakan kegiatan safety engineering/ keselamatan dan kesehatan kerja
lingkungan (K3L) secara tertib
- Menyelenggarakan kegiatan pengendalian mutu atau quality control dari setiap
tahapan pekerjaan sehingga tidak menyimpang dari spesifikasi yang ditentukan
serta memuaskan pemberi kerja/owner
- Melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan dalam quality plan bersama
fungsi/seksi yang terkait
iii) Fungsi Komersial
- Melaksanakan kegiatan evaluasi dan pengendalian biaya pelakasanaan proyek
- Melaksanakan kegiatan Quantity Surveying
- Melaksanakan kegiatan Contract Engineering - Melaksanakan kegiatan Contract
Review
iv) Fungsi Pengadaan dan Peralatan
- Melaksanakan pengadaan sumber daya tepat waktu, ditinjau dari segi: harga,
spesifikasi, kuantitas, kualitas dan jadwal sesuai dengan kebutuhan proyek.
- Melaksanakan tertib adminstrasi pengadaan material dan peralatan (SPB dan SPK
Kontrak) dan subkontraktor sesuai dengan sistem dan prosedur yang berlaku.
-
15
- Melaksanakan kegiatan Sistem manajemen mutu ISO-9001:2008, ISO14001:2004
dan OHSAS 18001:2007, SMP serta SMK3 dan sistem manajemen mutu lainnya
yang dikembangkan perusahaan.
c) Pengukuran Kinerja
Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka
kegiatan: “Technical, Surveying, Design Engineering, Scheduling, Value
Engineering", pengelolaan sumber daya, evaluasi produksi dan administrasi
kontrak
- Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka AMI,
AME, dan program PMT.
d) Tindak Lanjut
i) Fungsi Engineering
- Menyelenggarakan konsistensi monitoring status pelaksanaan persetujuan
material, shop drawing, dan metode kerja secara berkala
- Mengevaluasi metode kerja dan instruksi kerja yang berpotensi in efektif dan in
efisien
ii) Fungsi Quality Assurance
- Evaluasi rutin/berkala atas kinerja mutu semua fungsi/seksi dan mengupayakan
peningkatan dan penyederhanaan instruksi kerja agar tepat sasaran
- Menjamin pelaksanaan mutu dan K3 di semua fungsi/seksi termasuk penjabaran
sangsi/denda
- Pelaksanaan tertib monitoring Q plan dan peningkatan instruksi kerja sesuai
spesifikasidan persyaratan kontrak ekstern.
-
16
iii) Fungsi Komersial
- Membuat monitoring biaya proyek dalam pelaksanaan, dibandingkan dengan
RABP per tahap pekerjaan.
- Membuat evaluasi produktivitas proyek dalam rangka perolehan target pencapaian
laba
- Melaksanakan koordinasi dengan seksi keuangan dan administrasi dalam
pembuatan laporan kebutuhan dana
iv) Fungsi Pengadaan dan Peralatan
- Mengupayakan proses pengadaan sumber daya sesuai dengan jadwal kebutuhan
proyek
Mengupayakan diperolehnya harga yang kompetitif dan menguntungkan
perusahaan
4. Seksi Keuangan dan Administrasi
Seksi keuangan dan administrasi membawahi fungsi keuangan, akuntansi,
gudang, dan administrasi. Kasie keuangan bertanggung jawab langsung kepada
manajer proyek. Job Description kasie keuangan sebagai berikut.
a) Perencanaan
- Menyusun rencana pengelolaan keuangan dan akuntansi proyek
- Menyusun rencana pengelolaan personalia proyek
- Menyusun rencana pengelolaan tata perkantoran proyek - Menyusun
rencana pengelolaan pergudangan proyek
b) Pelaksanaan
- Mengurus tagihan kepada pihak pemberi kerja
-
17
- Melaksanakan pembayaran kepada sub kontraktor dari supplier sesuai sistem dan
prosedur yang berlaku
- Membuat Anggaran Kas dan rolling anggaran kas proyek
- Merekomendasikan program manajemen pembelanjaan
- Memimpin pelaksanaan sistem informasi manajemen proyek pada fungsinya
- Mengkoordinir pembuatan laporan proyek
- Melakukan evaluasi biaya tak langsung proyek
- Melaksanakan audit dan opname pos pos neraca dan fisik
- Melaksanakan sistim akuntansi dan keuangan secara tertib
- Melaksanakan tertib administrasi perpajakan
- Melaksanakan fungsi kepersonaliaan di proyek
- Menyelenggarakan fungsi umum, kesekretariatan dan tata perkantoran di proyek
- Melaksanakan kegiatan pengelolaan pergudangan proyek secara efektif dan
efisien serta mengamankan dokumen dokumen gudang.
- Melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu ISO-9001:2008, ISO
14000:2004 dan OHSAS 18001:2007, SMP serta SMK3 dan sistem manajemen
mutu lainnya yang dikembangkan perusahaan
Melaksanakan review produksi dan biaya proyek bersama fungsi komersial
secara periodik/bulanan
-
c) Pengukuran Kinerja
- Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja internal dan eksternal di proyek
dalam rangka pengeloalaan sumber daya proyek.
- Menyelenggarakan koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka AMI,
AME, dan program PMT
d) Tindak Lanjut
- Melaksanakan koordinasi dengan seksi komersial untuk memastikan perhitungan
produksi dilakukan tepat waktu
- Mengevaluasi setiap pengeluaran kas/biaya disesuaikan dengan
pola pembelanjaan dan cash flow yang ditentukan dalam RKP
- Melaksanakan pengawasan melekat pada setiqp kegiatan akuntansi dan keuangan
proyek
- Memastikan setiap pengeluaran dan pemasukan barang di gudang sesuai dengan
prosedur yang berlaku.
- Mengendalikan pembayaran hutang subkontraktor/pemasok dan monitoring
pencairan piutang usaha proyek
5. Pelaksana Utama
Pelaksana utama mempunyai tugas pokok sebagai berikut.
a) Perencanaan
- Menyusun rencana pekerjaan struktur/Arsitektur (S/A), metode kerja, sumber
daya, tenaga kerja dan alat
- Menyusun rencana produksi pekerjaan S/A dengan mutu waktu, biaya sesuai
rencana yang disepakati oleh pemberi kerja
b) Pelaksanaan
- Mengorganisasi pelaksanaan gambar kerja pekerjaan S/A serta kaitannya dengan
pekerjaan
19
- Menyusun jadwal pekerjaan bersama seksi teknik dan seksi pengadaan dan
peralatan secara detail
- Memonitor pengurusan ijin ijin pelaksanaan pekerjaan bersama seksi Quality
Assurance.
- Bersama Seksi Pengadaan dan peralatan dalam perolehan sub kontraktor
- Mengorganisasi sub kontraktor, mandor borong untuk pekerjaan S/A atau
pekerjaan yang terkait
- Memonitor pengadaan sumber daya material, alat dan tenaga kerja
- Memastikan kualitas material struktur sesuai dengan spesifikasi
- Mengorganisasi pengujian terhadap hasil pekerjaan bersama Seksi Quality
Assurance
- Memeriksa progres fisik dan hasil kerja sub kontraktor bersama Seksi Teknik dan
Seksi Quality Assurance
- Memproses laporan prestasi pekerjaan sub kontraktor/ mandor borong
- Melaksanakan evaluasi tahapan pekerjaan dan menginformasikan ke seksi
komersial
- Melaksanakan pekerjaan dengan metode kerja yang telah ditetapkan
- Melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu ISO-9001 series, SMK3 dan
PMT
c) Pengukuran Kinerja
- Terselenggaranya koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka evaluasi
produksi
- Terselenggaranya koordinasi dengan organ kerja di proyek dalam rangka audit
mutu, internal (AMI), Audit mutu eksternal (AME) dan program PMT
20
d) Tindak Lanjut
- Melakukan evaluasi Rencana dan realisasi produksi harian, mingguan dan
bulanan dengan upaya pengejaran prestasi agar selalu a head schedule atau on
time delivery
- Mengupayakan masukan dan peningkatan atas metode kerja yang efisien dan
efektif dan mencegah pekerjaan ulang (repair/rework).
2.4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Berdasarkan undang-undang yang terkait dengan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja adalah UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,
PER-MEN No.01/Men/1980 tentang K3 Konstruksi Bangunan, SKB Menaker
dan MenPU No. 174/Men/86 dan NO. 104/Kpts/86 tentang Pedoman Teknis
Keselamatan dan Keselamatan Kerja Pada Tempat Kegiatan Konstruksi, serta
Peraturan pemerintah yang tercantum dalam PP No. 33/1977 tentang kesehatan
dan keselamatan kerja yaitu kewajiban perusahaan yang memperkerjakan
buruh lebih dari 100 orang untuk menjadi anggota Jamsostek. Tenaga kerja
yang mengalami kecelakaan akan mendapat tunjangan yang besarnya sesuai
dengan perjanjian. Dalam proyek ini, seluruh pekerja mendapat asuransi BPJS.
Pengendalian Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang terdapat di Proyek
Maritime Tower sebagai berikut.
1. Safety Induction
Merupakan kegiatan pengarahan kepada setiap pekerja sebelum memasuki
lingkungan proyek. Sehingga para pekerja dapat mematuhi peraturan K3
selama di proyek dan selalu memakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk
menghindari atau mencegah terjadinya kecelakan kerja pada proyek tersebut.
Alat Pelindung Diri yang wajib digunakan, yaitu :
a. Safety Helmet, digunakan untuk melindungi bagian kepala dari benda yang jatuh.
21
b. Safety Shoes, wajib digunakan untuk melindungi kaki dari hal yang dapat
membahayakan kaki seperti paku, besi, serpihan kayu dll.
c. Sarung Tangan, digunakan untuk menghindari para pekerja dari kelecetan tangan
dan terkena benda tajam.
d. Masker, digunakan untuk melindungi pernapasan agar tidak terganggu karena
debu- debu.
Gambar 2. 6 Contoh Penggunaan APD
Sumber : Data Proyek
2. Safety Talk
Merupakan kegiatan yang dilakukan setiap hari Jumat pagi untuk
memberikan pemahaman dan pengertian kepada para pekerja dan staff proyek
dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja dalam pekerjaan di proyek.
Selain itu di setiap awal bulan dilakukan senam pagi.
22
Gambar 2. 7 Safety Talk di Proyek
Sumber : Data Proyek
Gambar 2. 8 Safety Talk di Proyek
Sumber : Data Proyek
3. Safety Patrol
23
Merupakan kegiatan patroli kerja rutin yang dilakukan pekerja K3 untuk
memonitoring dan mengontrol pelaksanaan kegiatan dilapangan. Dokter klinik
yang setiap beberapa jam keliling proyek untuk melakukan pengecekkan
apakah ada pekerja yang terluka.
Gambar 2. 9 Contoh Kegiatan Safety Patrol
Sumber : Data Proyek
2.4.1. Peringatan Keselamatan
Di dalam proyek konstruksi peringatan keselamatan sangat dibutuhkan atau
diperlukan karena dengan adanya peringatan atau rambu-rambu keselamatan,
para pekerja dapat lebih berhati-hati. Sehingga kecelakaan kerja dalam suatu
proyek konstruksi dapat dapat lebih berhati-hati. Sehingga kecelakaan kerja
dalam suatu proyek konstruksi dapat diminimalisir.
2.4.2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan atau yang biasa
disenut dengan K3L adalah suatu program yang dibuat untuk pekerja sebagai
upaya pencegahan timbulnya kecelakaan kerja ataupun penyakit yang
diakibatkan karena hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara
24
mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit
akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian.
K3L merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan
proyek untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat
hubungan kerja meskipun dalam pelaksanaannya pekerja seringkali tidak
memakai alat pelindung diri yang lengkap. Tujuan pelaksanaan K3L di proyek
pembangunan Maritim Tower adalah:
1. Melindungi para pekerja selama pekerjaan berlangsung.
2. Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien.
3. Menjamin proses produksi berjalan lancar.
4. Mengurangi dampak negatif dari pelaksanaan produksi terhadap lingkungan
disekitarnya.
Pelaksanaan K3L di proyek pembangunan Maritim Tower dilaksanakan
dengan beberapa metode yaitu:
1. Inspeksi K3L Proyek, adalah kegiatan pemantauan pelaksanaan K3L yang
melibatkan Project Manager (PM), Site Operation Manager (SOM),
Koordinator HSE, dan perwakilan dari Sub-Kontraktor.
Gambar 2. 10 Pemasangan Rambu K3 di Proyek
Sumber : Dokumentasi Pribadi
25
Gambar 2. 11 Pemasangan Rambu K3 di Proyek
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 2. 12 Safety Patrol di Proyek
Sumber : Dokumentasi Pribadi
2.3 Administrasi Proyek
Data administrasi proyek mencakup tentang sistem administrasi pada
proyek, struktur organisasi, rencana waktu kerja, dan laporan pekerjaan.
26
2.3.1. Sistem Pelelangan Proyek
Pekerjaan proyek Maritime Tower diserahkan oleh PT. Menara Maritime
Indonesia selaku owner kepada PT. PP (Persero ) Tbk selaku kontraktor utama
melalui metode pelelangan. Pelalangan yang dilakukkan merupakan pelelangan
dengan metode dua sampul. Metode dua sampul merupakan pengiriman
dokumen yaitu sampul 1 dan sampul 2 secara terpisah. Sampul 1 berisi dokumen
administrasi dan penawaran teknis sedangkan sampul 2 berisi dokumen
penawaran harga. Setelah terpilihnya PT. PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor
utama, maka PT Menara Maritime Indonesia sebagai owner memberikan :
1. Surat Perintah Kerja (SPK)
2. Rencana Kerja Syarat (RKS), yang berisi tentang :
a) Syarat-syarat umum
b) Syarat-syarat administrasi
c) Syarat-syarat teknis
Jenis kontrak yang telah disepakati adalah fixed price lumpsum yang
artinya bahwa dalam kontrak bentuk ini, volume pekerjaan yang di hitung tetap
sesuai pada kontrak dan nilai kontrak tidak berubah kecuali karena perubahan
lingkup pekerjaan atau kondisi pelaksanaan dan perintah dari owner.
2.3.2 Time Schedule
Rencana waktu kerja atau time schedule merupakan bagian terpenting
untuk mencapai keberhasilan terhadap ketepatan waktu suatu proyek
konstruksi. Pengaruh dari perencanaan waktu terhadap proyek konstruksi akan
berdampak pada pendapatan dalam proyek itu sendiri. Keterlambatan
pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor akan menimbulkan dampak berupa
denda keterlambatan yang jumlahnya tidak sedikit. Melihat dari hal tersebut
27
tentunya seluruh elemen dalam suatu proyek konstruksi akan berusaha agar
setiap item pekerjaan dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi mutu yang
disyaratkan. Pada Proyek Maritim Tower terdapat beberapa macam schedule
untuk mendukung jalannya pekerjaan. diantaranya sebagai berikut.
1. Master schedule
Merupakan jadwal kerja utama yangmemuat seluruh rencana pelaksanaan
pekerjaan berdasarkan urutan pekerjaan, yang berisi Bar-Chart dan Kurva S
yaitu rencana yang menunjukkan bobot dari setiappekerjaan. Bobot akan
dihasilkan pada masing-masing tingkat persentase pekerjaan.
2. Kurva S
Kurva S adalah sebuah kurva melengkung yangmenunjukkan perkembangan
proyek berdasarkan progress yang dicapai dalam setiap periode. Dalam Kurva
S terdapat garis X yang menunjukkan waktu, sedangkanpada garis Y
menunjukkan bobot pekerjaan.
28
Gambar 2. 3 Contoh Kurva S Proyek
29
Sumber : Data Proyek Maritim Tower
2.3.3 Laporan Pekerjaan
Laporan pekerjaan berfungsi sebagai bukti hasil pekerjaan yang telah
dilaksanakan. Laporan pekerjaan berisikan tentang hal-hal yang berkaitan
dalam pekerjaan proyek. Laporan pekerjaan dibuat pada saat proyek sedang
berlangsung maupun setelah proyek selesai. Selain itu laporan pekerjaan
berfungsi sebagai bahan evaluasi.
Ada 2 jenis laporan pekerjaan :
1. Laporan harian
Merupakan laporan mengenai seluruh pekerjaan dalam satu hari kerja meliputi
pekerjaan fisik, catatan atau perintah yang diberikan.
Gambar 2. 4 Laporan Harian
30
Sumber : Data Proyek Maritim Tower
2. Laporan mingguan
Merupakan laporan yang berisi tentang segala hal yang terjadi selama satu
minggu atau rekapan dari laporan harian selama seminggu. Isi yang di dapat
dari laporan mingguan adalah:
- Volume RAB dan bobot dari pekerjaan
- Volume yang sudah dilaksanakan - Bobot pekerjaan
dalam persen
31
Gambar 2. 5 Laporan Mingguan
Sumber : Data Proyek Maritim Tower
BAB III METODE DAN PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan Tempat PKL
PKL dilaksanakan 13 january 2020, penulis
mengkhususkan untuk mengamati konstruksi Balok pada
Proyek Apartemen Urban SKY Cikunir.
3.2 Rencana Pelaksanaan PKL
Rencana Operasional Kegiatan merupakan
suatu tununan atau arahan bagi penulis untuk
mempermudah langkah apa saja yang dapat
dilakukan dalam pelaksanaan Praktek Kerja
Lapangan, penulis memilih lokasi PKL di
kawasan Bekasi yaitu proyek pembangunan
Apartemen Urban SKY Cikunir pada bagian
pengawasan (Manajemen Konstruksi) . Rencana
Kegiatan yang dilakukan selama berada di lokasi
proyek pembangunan tersebut antara lain:
Pada Minggu pertama, melakukan
pengenalan dengan para pegawai instansi yang
berada didalam lokasi proyek pembangunan
salah satunya dengan ikut serta berbagai acara
yang diadakan oleh owner.
Pada Minggu kedua rencana kegiatan PKL
adalah melaksanakan tugas yang diberikan dan
melakukan observasi untuk melihat secara
langsung bagaimana realita dunia kerja serta
mekanisme pekerjaan yang diamati.
Pada Minggu ketiga, melaksanakan tugas rutin yang
diberikan dan meningkatkan kualitas kerja pada bidang yang
diamati
32
Pada Minggu keempat, melakukan
kegiatan yang sama dengan minggu-minggu
sebelumnya. Sekaligus mengumpulkan data
untuk menyusun laporan PKL.
19
Pada Minggu terakhir melakukan tes ujian sebagai
penilaian kerja lapangan.
3.3 Pelaksanaan PKL
Pelaksanaan PKL dibidang manajemen
Konstruksi merupakan pengamatan yang
difokuskan pada pengawasan pekerjaan sesuai
dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat) dan
mempelajari langsung bagaimana proses
pemasangan bekesting, pengecoran sampai
dengan pembongkaran.
3.3.1 Data Teknik Proyek
Proyek pembangunan Apartemen Urban
Sky yang berlokasi di Jalan Cikunir Raya No.2,
Bekasi, Jawa Barat. Apartemen ini
direncanakan terdiri atas 1 Podium dengan 7
lantai, serta 2 Tower Apartemen dengan
masing- masing tower berjumlah 32 lantai. Pada
data teknis proyek mencakup data-data struktur
dari pembangunan proyek ini seperti konstruksi
atap, konstruksi kolom, konstruksi shearwall,
konstruksi balok, konstruksi pelat lantai,
konstruksi tangga, konstruksi basement,
konstruksi fondasi, konstruksi Ground Water
33
Tank (GWT), dan konstruksi Sewage Treatment
Plant (STP).
34