Uji Ketoksikan Akut pada Hewan Uji
Uji Ketoksikan Akut pada Hewan Uji
PRATIKUM FARMAKOLOGI-TOKSIKOLOGI
PERCOBAAN VII
UJI KETOKSIKAN AKUT
Disusun Oleh:
2018/2019
PERCOBAAN VII
KETOKSIKAN AKUT
1. TUJUAN
- Selain itu juga untuk menilai berbagai gejala toksik yang timbul, adanya
efek toksik yang khas, dan mekanisme yang memerantarai kematian.
2. DASAR TEORI
(Lomis, 1987)
1) Efek toksik akut, yang langsung berhubungan dengan pengambilan zat toksik
dan
2) Efek toksik kronis, yang pada umumnya zat dalam jumlah sedikit diterima
tubuh dalam jangka waktu yang lama sehingga akan terakumulasi mencapai
konsentrasi toksik dan dengan demikian menyebabkan terjadinya gejala
keracunan.
(Tjay & Rahardja,
2002).
Setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat mengakibatkan toksis.
Pada umumnya hebatnya toksis berhubungan dengan tinggi dosis, bila dosis
diturunkan, efek toksis dapat pula dikurangi. Efek teratogen merupakan salah
satu bagian dari efek toksis, yang bekerja dari peredaran darah ibu hamil semua
zat gizi dan zat pertumbuan masuk kedalam sirkulasi janin dengan melintasi urin.
Plasma dapat disamakan dengan rintangan darah-otak dengan membran
semipermeabel pula, maka zat-zat lipofil dapat melaluinya dengan lancar. Zat-zat
hidrofil, bila kadar plasmanya tinggi, akhirnya akan melintasi plasenta juga.
Dalam peredaran janin obat akan bertahan lebih lama, karena sistem eliminasinya
belum berkembang secukupnya. Obat teratogen adalah obat pada dosis terapeutis
untuk ibu hamil dapat menyebabkan cacat pada janin, seperti focomelia. Toksoid
atau anatoksin adalah suatu toksin yang telah diubah strukturnya, sehingga tidak
terjadi toksik lagi. Sifat antingennya tidak dihilangkan, yakni kemampuan untuk
menstimulasi pembentukan antibody
Tujuan dilakukannya uji toksisitas yaitu untuk mengetahui mekanisme dan target
organ dari zat toksik yang diuji, tetapi sangat luas yaitu meliputi :
Menentukan rnge dosis (interval dosis) untuk uji berikutnya (uji
farmakologi, toksisitas sub akut, sub kronis dan toksisitas jangka panjang).
Untuk mengklasifikasi zat uji, apakah masuk kateori praktis tidak toksik,
supertoksisk atau yang lain.
Penggolongan potensi ketoksikan akut menurut kriteria Loomis
Kategori Nilai LD50
Supertoksik 5mg/Kg BB atau kurang
Amat sangat toksik 5-50 mg/Kg BB
Sangat toksik 50-500 mg/Kg BB
Toksik sedang 0,5-5 g/Kg BB
Toksik ringan 5-15 g/Kg BB
Praktis tidak toksik >15 g/Kg BB
(Loomis, 1987)
Mengidentifikasi kemungkinan target organ atau sistem fisiologi yang
dipengaruhi.
Mengetahui hubungan antara dosis dengan timbulnya efek seperti
perubahan perilaku, koma dan kematian .
Mengetahui gejala-gejala toksisitas sehingga bermanfaat untuk membantu
diagnosis adanya kasus keracenan .
Untuk memenuhi persyaratan regulasi, jika zat uji akan dikembangkan
menjadi obat.
Mencari zat-zat yang potensial sebagai anti kanker, karena jika suatu zat
memiliki LD50/ LC50 kurang dari 1000mg/Kg BB atau konsentrasi 1000
ug/ml zat ini dianggap potensial sebagai sitotoksik.
Untuk keperluan evaluasi keberbahayaan suatu zat melalui data yang
diperoleh sepetti nilai slope dari grafik hubungan antara log dosis versus
respon, mencari nilai LD50/ LD50, LD01/ LC01, LD100/ LC100. Nilai-nilai
LD01/LC01 dan LD100/ LC100 dapat diperoleh jika % respon nilai
diprobitkan.
Mengetahui pengaruh jamur, jenis kelamin, cara pemberian dan faktor
lingkungan terhadap toksisitas suatu zat.
Mengetahui variasi respon antar spesies dan antar strain (hewan,mikroba)
serta memberikan informasi tentang reaktifitas suatu populasi hewan.
Cara Pemberian
- Obat diberikan pada hewan coba sebagaimana pengunaan pada manusia.
- Hewan dipuasakan sebelum pemberian zat uji.
- Biasanya diberikan dengan konsentrasi yang tetap untuk bermacam-
macam dosis dari pada berdasarkan volume yang tetap.
4. SKEMA KERJA
masing 5 ekor
5. DATA PENGAMATAN
Telahdiberiperlakuandosis
Pengamatan TandaGejala 82,80mg/kgBB
1 3 4 5 7
Perilaku Perubahansikap √
Vokalisasi √
Gelisah √ √ √ √ √
Gerakan Menjilat
Menggaruk √ √
Kedutan √ √ √ √ √
Tremor √ √ √
Menggeliat
Ataksia
Paralysis
Konvulsi
Keterpaksaanger
ak
KereaktifanterhadapRangsa
ng Keberangasan
Kepasifan √ √ √ √ √
Anesthetika
Hiperestika
Refleksserebal& Spinal uk.
Pupil Lemah/ tidakada
Miosis
Midriasis
Sekresi Salvias
Lakrimasi
Nafas Bradipnea √
Dispnea
Kalpitasi / kardiak Bradikardia
Takikardia
Aritnia
Kulit Pucat √ √ √ √ √
Kemerahan
Eritema
Oedem
Setela 1 jam perlakuan
Telahdiberiperlakuandosis
Pengamatan TandaGejala 82,80mg/kgBB
1 3 4 5 7
Perilaku Perubahansikap √ √ √ √
Vokalisasi
Gelisah
Gerakan Menjilat
Menggaruk √
Kedutan √ √ √ √ √
Tremor √ √ √ √ √
Menggeliat
Ataksia √
Paralysis √
Konvulsi √
Keterpaksaanger
ak √
KereaktifanterhadapRangsa
ng Keberangasan √ √ √ √ √
Kepasifan √ √ √
Anesthetika √
Hiperestika
Refleksserebal& Spinal uk.
Pupil Lemah/ tidakada √ √ √ √ √
Miosis
Midriasis
Sekresi Salvias
Lakrimasi
Nafas Bradipnea √
Dispnea
Kalpitasi / kardiak Bradikardia √ √
Takikardia √ √ √
Aritnia √ √
Kulit Pucat √ √ √ √ √
Kemerahan
Eritema
Oedem √ √
Setelah 2 jam perlakuan
Telahdiberiperlakuandosis
Pengamatan TandaGejala 82,80mg/kgBB
1 3 4 5 7
Perilaku Perubahansikap
Vokalisasi
Gelisah
Gerakan Menjilat
Menggaruk √
Kedutan √ √ √ √ √
Tremor √ √ √ √ √
Menggeliat
Ataksia
Paralysis √
Konvulsi √
Keterpaksaanger
ak √
KereaktifanterhadapRangsa
ng Keberangasan √ √ √ √ √
Kepasifan √ √ √
Anesthetika √ √ √ √ √
Hiperestika
Refleksserebal& Spinal uk.
Pupil Lemah/ tidakada √ √ √ √ √
Miosis
Midriasis
Sekresi Salvias
Lakrimasi
Nafas Bradipnea √ V
Dispnea
Kalpitasi / kardiak Bradikardia √ √
Takikardia √ √ √
Aritnia √ √
Kulit Pucat √ √ √ √ √
Kemerahan
Eritema
Oedem √ √
Setelah 3 jam perlakuan
Telahdiberiperlakuandosis
Pengamatan TandaGejala 82,80mg/kgBB
1 3 4 5 7
Perilaku Perubahansikap
Vokalisasi
Gelisah
Gerakan Menjilat
Menggaruk √
Kedutan √ √ √ √ √
Tremor √ √ √ √ √
Menggeliat
Ataksia
Paralysis √
Konvulsi √
Keterpaksaanger
ak √
KereaktifanterhadapRangsa
ng Keberangasan √ √ √ √ √
Kepasifan √ √ √
Anesthetika √ √ √ √ √
Hiperestika
Refleksserebal& Spinal uk.
Pupil Lemah/ tidakada √ √ √ √ √
Miosis
Midriasis
Sekresi Salvias
Lakrimasi
Nafas Bradipnea √ V
Dispnea
Kalpitasi / kardiak Bradikardia √ √
Takikardia √ √ √
Aritnia √ √
Kulit Pucat √ √ √ √ √
Kemerahan
Eritema
Oedem √ √
Hasil data pengamatanselama 24 jam
1 82.80 0
2 124.2 1
3 186.3 2
4 279.45 8
5 419.18 7
6 628.76 10
ANALISA DATA
Perhitungan C stokkelompok K
a) Dosisterbesarmencit = 40,2 gram
b) Dosisterbesar = 186,3 mg/kgBB
40,2
c) Dosismencit = X 186,3 mg=7,49 mg
1000
Dosis terbesar 7,49mg
d) C stok = = =7,49 mg/ml
Vp 1 ml
e) Dibuatdalam 50ml = 7,49mg X 50ml = 374,46 mg
374,46 mg
f) Konversi tablet = X 200,17 mg=1873,89 mg = 1,87
40 mg
gram
Rentang 5% = 1,776 – 1,9635 gram
g) Penimbangan
Kertas + zat = 2,3359 gram
Kertas + sisa = 0,5181 gram –
Zat = 1,8178 gram
1.8178 mg
h) C stoksebenarnya = X 40 mg=363,25mg/50 mg = 7,26 mg/ml
200,17 mg
i) Volume pemberianobat
34,5 g
1. DosisMencit 34,5 g = X 82,80 mg=2,86 mg
1000
2,86 mg
Vp = =0,39 ml=0,4 ml
7,26 mg/ml
31,3
2. Dosismencit 31,3 g = X 82,80 mg=2,59 mg
1000
2,59 mg
Vp = =0,356 ml=0,4 ml
7,26 mg/ml
34,6 g
3. Dosismencit 34,6 g = X 82,80 mg=2,86 mg
1000
2,86 mg
Vp = =0,39 ml =0,4 ml
7,26 mg/ml
28,3
4. Dosismencit 28,3 g = X 82,80 mg=2,34 mg
1000
2,34 , mg
Vp = =0,32 ml =0,3ml
7,26 mg/ml
29
5. .Dosismencit 29 g = X 82,80 mg=2,40 mg
1000
2,40 ,mg
Vp = =0,33 ml=0,3 ml
72,6 mg/ml
Perhitungan C stokkelompok L
a. BeratMencitTerbesar = 39,1 g
b. Dosismencitterbesar = 39,1 g x 628,76 mg = 24,584 mg
1000 g
[Link] =24,584 mg = 24,584 mg/ml
1,0 ml
[Link] 50ml = 1229,2 mg
e.1 tablet propanolol = 40 mg
∑ pi 2.8
A. LD 50 Farmakope Indonesia
Log LD 50 = a – [b(∑pi – 0,5)]
a = 2,7985
∑pi = 2,8
= 2,7985 – 0.4050
247,4571mg
Konversi ke dosis mencit 20 gram = x 20 g=4,9491mg/¿20 g
1000 g
mencit
a = -12,3034
b = 7,0949
r = 0,9270
Probit untuk % kematian sebesar 50 %, maka diketahui bahwa nilai probit (y) dari
tabel adalah 5,00
y = bx + a
5 = 7,0949 + (-12,3034)
x = 2,4388
20 gram
LD50 untuk mencit 20 gram = x 274,6629 mg = 5,4932 mg / 20g BB
1000 gram
mencit
Konversi ke manusia 70 kg
1 kg
Jadi, LD 50 untuk 1 kg manusia = x 2130,8123 mg/kgBB manusia
70 kg
= 30,440 mg / kg BB manusia
Kesimpulan, menurut tabel Loomis jika harga LD50 (50 – 500mg/kgBB) maka
potensi ketoksikan akutnya dikatakan tinggi.
Penggolonganpotensiketoksikanakutmenurutkriteria Loomis
6. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan uji toksikologi akut, uji ketoksikan akut
dirancang untuk menentukan efek toksik suatu senyawa yang akan terjadi dalam
waktu singkat setelah pemejanan dengan takaran tertentu. Ketoksikan akut adalah
derajat efek toksik suatu senyawa yang terjadi dalam waktu singkat (biasanya 24
jam) setelah pemberiannya dalam dosis tunggal. Jadi uji ketoksikan adalah uji
ketoksikan suatu senyawa yang diberikan dengan dosis tunggal pada hewan uji
tertentu dan diamati selama 24 jam. Pelaksanaan uji toksikologi akut umumnya
menggunakan tikus atau mencit. Hewan ini dipilih karena mudah ditangani, murah
dan mudah didapat. Hewan yang digunakan dalam hewan uji toksisitas akut akan
digunakan juga untuk uji-uji berikutnya seperti uji farmakologi, uji reproduksi atau
uji toksisitas jangka panjang.
7. KESIMPULAN
1. Data yang dikumpulkan dalam uji ketoksikan akut berupa tolak ukur
ketoksikan kuantitatif (kisaran dosis letal/toksik) dan tolak ukur ketoksikan
kualitatif (gejala klinis, wujud, dan mekanisme efek toksik).
2. Jumlah hewan uji yang mati hanya terjadi pada dosis 124,2 mg/KgBB (1 ekor),
dosis 186,3 mg/KgBB (2 ekor), dosis 279,45 mg/KgBB (8 ekor), dosis 419,18
mg/KgBB (7 ekor) dan 628,76mg/KgBB (10 ekor).
3. Berdasarkan analisa Probit, diperoleh nilai LD50 untuk mencit adalah
274,6629mg/kgBB, berdasarkan Farmakope Indonesia diperoleh nilai LD 50
untuk mencit adalah 247,4571mg/kgBB
4. Berdasarkan analisa Probit, diperoleh nilai LD50 untuk manusia adalah
30,440mg/kgBB, berdasarkan Farmakope Indonesia diperoleh nilai LD50 untuk
manusia adalah 27,4251mg/kgBB, menurut tabel Loomis jika harga LD50 (1–
50mg/kgBB) maka potensi ketoksikan akutnya dikatakan TINGGI.
5. Dosis Propanolol yang dapat mematikan 100 % (seluruh) hewan uji adalah
628,76mg/kgBB.
9. DAFTAR PUSTAKA
[Link]:PT [Link]
Tan, Hoey Tjah dan Kirana [Link]-Obat Penting, Khasiat, Penggunaan dan
Efek [Link]:Gramedia.
Mengetahui, Semarang, 03 Mei 2018
(1041611128)
Prima Ramadhanis
(1041611120)