Estimasi Parameter dalam Statistik
Estimasi Parameter dalam Statistik
1 P e n g a n t a r
Secara umum, parameter populasi akan diberi simbol θ (dibaca : theta), dimana θ ini
bisa merupakan rata-rata (µ), simpangan baku (σ), proporsi (P) dan sebagainya.
Jika θ yang tidak diketahui harga atau nilainya diduga oleh θ^ (dibaca : theta cap), maka
66
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
5.2 Metode Pendugaan (Estimasi)
Metode pendugaan secara statistik pada hakekatnya dibedakan menjadi 2 macam,
yakni :
1. Pendugaan nilai tunggal (Point Estimation).
2. Pendugaan interval (Interval Estimation).
( X̄ ), maka pendugaan ini disebut dengan pendugaan atas dasar nilai tunggal (point
estimation).
¿ ¿
θ−Z α/2 . σ < θ < θ +Z α/2 . σ θ
¿ ¿
θ (5.1)
67
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Keterangan ; θ = Parameter
¿
θ = Penduga atau statistik sampel
¿
σ θ = Simpangan baku dari sampel
Zα/2 = Koefisien yang sesuai dengan derajat atau tingkat keyakinan yang
dipergunakan dalam pendugaan interval dan nilainya diperoleh
dalam tabel luas kurve normal.
Dalam pendugaan interval, besarnya derajat keyakinan (Confidence Level) atau disebut
juga interval keyakinan (Confidence Interval) pada umumnya berkisar antara 90% sampai
dengan 99%.
Misalnya, dalam pendugaan digunakan derajat keyakinan (Confidence Level) sebesar
90%, maka hal tersebut berarti dalam jangka panjang kita akan mentolerir kesalahan duga
(error of estimate ) yang dilambangkan dengan “α” adalah sebesar 10%. Dengan kata
lain, dalam jangka panjang, jika pendugaan diatas dilakukan berkali-kali dengan cara
yang sama, parameter populasi akan tercakup di dalam interval 90% dari keseluruhan
waktu.
Bila α = 10%, maka koefisien standar Zα/2 atau Z0,10/2 atau Z0,05 yang sesuai dengan kedua
nilai batas keyakinan menjadi ; 0,5000 – 0,05 = 0,450. Dengan melihat tabel luas kurve
normal, maka nilai koefisien standar Z0,05 adalah ± 1,64.
Dengan derajat keyakinan (Confidence Level) sebesar 95%, maka α = 5%, sehingga
koefisien standar Zα/2 atau Z0,05/2 atau Z0,025 yang sesuai dengan kedua nilai batas keyakinan
menjadi ; 0,5000 – 0,025 = 0,4750. Berdasarkan tabel luas kurve normal, nilai koefisien
standar Z0,025 adalah ± 1,96.
Dengan derajat keyakinan (Confidence Level ) sebesar 99%, maka α = 1%, sehingga
koefisien standar Zα/2 atau Z0,01/2 atau Z0,005 yang sesuai dengan kedua nilai batas keyakinan
menjadi ; 0,5000 – 0,005 = 0,4950. Berdasarkan tabel luas kurve normal, nilai koefisien
standar Z0,005 adalah ± 2,58.
Kurva pendugaan interval dengan interval keyakinan 90%, 95%, dan 99%, sebagai
berikut :
68
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Parameter
st
1,64 σst st +1,64 σst
0,025% 0,025
st
st -1,96σst θ st+1,96 σst
st
- 2,58 σst θ st+2,58 σst
69
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
p( st−Z α/2 . σ st < θ <st+ Z α/2 . σ st )=1−α
(5.2)
1. Bila penduga X̄ adalah rata-rata dari sampel random berukuran n yang diambil
dari populasi tidak terbatas dengan simpangan baku σ, maka pendugaan interval bagi
parameter μ adalah :
σ σ
X̄ −Z α/2⋅ < μ < X̄ +Z α/2⋅
√n √n
(5.3)
σ σ
(
p X̄ −Z α/2⋅
√n
< μ < X̄ + Z α/2⋅
√n
=1−α )
(5.4)
70
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Contoh 5.1. Staf pengajar dari sebuah lembaga pendidikan pariwisata ingin
memperkirakan pengeluaran rata-rata para wisatawan asing yang sedang berkunjung.
Guna keperluan ini dilakukan peneliitian dengan mengambil sampel secara random
yang terdiri dari 100 wisatawan asing dari populasi yang tidak terbatas. Dari hasil
penelitian diketahui bahwa pengeluaran rata-rata setiap kunjungannya sebesar $ 900
per wisatawan. Jika dianggap simpangan baku semua wisatawan konstan sebesar
$ 150, maka dengan derajat keyakinan sebesar 95%, buatlah pendugaan interval rata-
rata pengeluaran semua wisatawan asing yang berkunjung tersebut.
Penyelesaian
0.05 sehingga
Z α/2 = Z = Z = ± 1,96
0,05/2 0,025
σ σ
Jadi ;
(
p X̄ −Z α/2⋅
√n
< μ < X̄ + Z α/2⋅
√n
=1−α )
150 150
(
⇒ p 900−1 .96
√ 100
< μ < 900+1 .96
√ 100 )
=1−0 . 05
71
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
σ N −n σ N −n
(
p X̄ −Z α/2⋅ ⋅
√
√ n N −1
< μ < X̄ +Z α/2⋅ ⋅
√ n N −1
=1−α
√ )
(5.5)
N −n
Dimana √ N −1 adalah Faktor Koreksi (Corection Factor)
Contoh 5.2. Dari sampel random sebanyak 36 orang mahasiswi penghuni sebuah
asrama diperoleh rata-rata pengeluaran mingguan untuk jajan sebesar $ 8. Jika
seluruh penghuni asrama berjumlah 100 orang mahasiswi dan simpangan bakunya
dianggap konstan sebesar $ 2, maka buatlah pendugaan interval rata-rata pengeluaran
mingguan untuk jajan dari seluruh penghuni asrama tersebut, dengan derajat
keyakinan 90%.
Penyelesaian
Jadi ;
σ N−n σ N−n
(
p X̄ −Z α/2 ⋅
√n √ N −1
< μ < X̄+ Z α/2⋅
√n √ )N−1
=1−α
2 100−36 2 100−36
(
⇒ p 8−1 .64
√
√ 36 100−1
< μ < 8+1.64
√36 100−1 √
=1−0 .10 )
⇒ p ( 8−1. 64 x 0 .33 x 0 .65 < μ < 8+1. 64 x 0 .33 x 0. 65 )=0 . 90
⇒ p ( 8−0 .35 < μ < 8+ 0 . 35 )=0. 90
72
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Artinya ; dengan derajat keyakinan sebesar 90%, diduga bahwa rata-rata pengeluaran
mingguan untuk jajan dari seluruh penghuni asrama antara $ 7.65 sampai
dengan $ 8.35
Dengan kata lain, peluang (probabilta) bahwa rata-rata pengeluaran mingguan untuk
jajan dari seluruh penghuni asrama antara $ 7.65 sampai dengan $ 8.35 adalah 90%.
c. Bila populasi tak terbatas dan simpangan baku populasi σ tidak diketahui, maka
pendugaan interval parameter µ, sebagai berikut :
s s
(
p X̄ −Z α/2⋅
√n
< μ < X̄ + Z α/2⋅
√n
=1−α
)
(5.6)
Contoh 5.3. Sebuah sampel random terdiri dari 100 orang pedagang kaki lima yang
diambil dari seluruh pedagang kaki lima di kota M. Rata-rata keuntungan yang
diperoleh per hari sebesar Rp. 50.000 dan simpangan baku Rp. 5.000. Dengan derajat
keyakinan 99%, buatlah pendugaan interval bagi rata-rata keuntungan seluruh
pedagang kaki lima di kota M tersebut.
Penyelesaian
s s
Jadi ;
(
p X̄ −Z α/2⋅
√ n
< μ < X̄ + Z α/2⋅
√ n )
=1−α
5 .000 5. 000
(
⇒ p 50 . 000−2 , 58⋅
√ 100
< μ < 50 . 000+2 , 58⋅
√ 100 )
=1−0 ,01
73
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Artinya ; dengan derajat keyakinan sebesar 99%, diduga bahwa rata-rata keuntungan
seluruh pedagang kaki lima di kota M antara Rp. 48.710 sampai dengan Rp. 51.290.
Dengan kata lain peluang (probabilta) rata-rata keuntungan seluruh pedagang kaki
lima di kota M antara Rp. 48.710 sampai dengan Rp. 51.290 adalah 99%.
Bila penduga
X̄ 1 dan
X̄ 2 masing-masing adalah rata-rata dari sampel
random berukuran n1 dan n2 yang diambil dari dua populasi dengan ragam masing-
σ σ
masing 12 dan 22 , maka pendugaan interval selisih/beda dua parameter rata-rata
( µ1 - µ2 ), sebagai berikut :
σ σ
Dimana
(5.8)
:
σ X̄ −X̄
1 2 = √ n1
1
2
+
n2
2
2
Bila
σ1 dan
σ2 tidak diketahui, maka digunakan s1 dan s2 sehingga menjadi :
s s
Dimana
(5.10)
:
s X̄ − X̄
1 2 = √ n1
1
2
+
n2
2
2
74
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Contoh 5.4. Sebuah penelitian selama 9 bulan mencoba menduga selisih pendapatan rata-
rata antara Profesor yang mengajar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan
Tinggi Negeri (PTN) di kota Virginia. Untuk itu diambil sampel acak sebanyak 200
orang Profesor PTS yang menunjukkan pendapatan rata-rata sebesar $ 26000 dengan
simpangan baku $ 1400. Suatu sampel random juga diambil sebanyak 100 orang Profesor
PTN menunjukkan pendapatan rata-rata $ 25000 dengan simpangan baku $ 1200. Buat
pendugaan interval bagi selisih antara pendapatan rata-rata Profesor yang mengajar di
PTS dan PTN di kota tersebut dengan derajat keyakinan sebesar 90%.
Penyelesaian
Z α/2 = Z = Z = ± 1.64
0.10/2 0.05
Dihitung dulu :
X̄ 1 - X̄ 2 = $ 26000 - $ 25000 = $ 1000
s s (1400)2 ( 1200 )2
s X̄ − X̄
1 2 = √ 1
n1
2
+ 2
n2
2
=
√ 200
+
100
=
155.56
Selanjutnya :
⇒ p ( 1000−1 .64 x 155 .56 < μ1 −μ2 < 1000−1. 64 x 155 .56 )=1−0 .10
Artinya ; dengan derajat keyakinan sebesar 90%, diduga bahwa beda atau selisih antara
pendapatan rata-rata Profesor yang mengajar di PTS dan PTN di kota Virginia antara
$ 744.88 sampai dengan $ 1255.12
75
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Dengan kata lain, peluang (probabilita) selisih antara pendapatan rata-rata Profesor yang
mengajar di PTS dan PTN di kota Virginia antara $ 744.88 sampai dengan $ 1255.12
adalah 90%.
Bila penduga ^p adalah proporsi dari sampel random berukuran n yang diambil
dari sebuah populasi, maka pendugaan interval bagi parameter P sebagai berikut :
p^ (1− p^ ) p^ (1− p^ )
(
p ^p−Z α/2⋅
√ n
< P < p^ + Z α/2⋅
√ n )=1−α
(5.11)
Contoh 5.5. Dari suatu sampel random sebanyak 500 orang yang makan siang di sebuah
restoran selama beberapa hari Jum’at diperoleh informasi bahwa 160 orang yang
menyukai makanan laut (sea food). Buatlah pendugaan interval bagi proporsi
sesungguhnya orang yang menyukai makanan laut (sea food) untuk makan siangnya pada
hari Jum’at di restoran tersebut dengan derajat keyakinan 95%.
Penyelesaian
160
=0 ,32
Diketahui ; n = 500 orang, x = 160 orang , maka ^p= 500 ,
derajat keyakinan = 0,95, maka α = 0,05,
sehingga
Z α/2 = Z = Z = ± 1,96
0,05/2 0,025
p^ ( 1− p^ ) p^ ( 1− p^ )
;
(
p ^p−Z α/2⋅
√ n √
< P < p^ + Z α/2⋅
n )
=1−α
Jadi
76
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
⇒ p ( 0 , 28 < P < 0 , 36 )=0 , 95 ,
Artinya ; dengan derajat keyakinan 95%, proporsi sesungguhnya orang yang
menyukai makanan laut (sea food) untuk makan siangnya pada hari Jum’at di
restoran yang bersangkutan antara 28% sampai dengan 36%.
Dengan kata lain, peluang (probabilita) dari proporsi sesungguhnya orang yang
menyukai makanan laut (sea food) untuk makan siangnya pada hari Jum’at di
restoran yang bersangkutan antara 28% sampai dengan 36% adalah 95%.
Bila ^p1 dan ^p2 masing-masing adalah proporsi sampel acak berukuran n 1
dan n2 yang juga merupakan penduga dari parameter P1 dan P2, maka pendugaan interval
selisih/beda dua proporsi (P1 – P2 ), sebagai berikut :
p ( ^p1 − ^p2 −Zα/2⋅σ ^p 1− ^p2 < P1 −P2 < ^p1 − ^p2 +Z α/2 ¿ σ p^ 1 −p^ 2 ) = 1−α
(5.12)
p^ 1 ( 1− ^p1 ) p
^ (1− p^ 2 )
Dimana ;
σ p^ −^p
1 2
=
√ n1
+ 2
n2 (5.13)
Contoh 5.6. Suatu penelitian mengenai kesukaan konsumen terhadap sabun mandi cap
Mawar telah dilakukan oleh perusahaan sabun yang bersangkutan. Berdasarkan
pendapatan rata-rata per bulan, para konsumen dibagi 2 golongan, yaitu golongan yang
mampu dan kurang mampu.
Dari golongan yang mampu diambil sampel random sebanyak 400 keluarga dan terdapat
240 keluarga yang menyatakan suka pada sabun cap Mawar.
Sedangkan dari golongan yang kurang mampu diambil sampel sebanyak 500 keluarga
dan terdapat 200 keluarga yang menyatakan suka pada sabun tersebut.
Dengan derajat keyakinan 95%, buatlah pendugaan interval beda (selisih) proporsi kedua
golongan diatas yang menyukai sabun cap Mawar.
77
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Penyelesaian
sehingga
Z α/2 = Z = Z = ± 1,96.
0,05/2 0,025
Selanjutnya ;
p ( ^p1 − ^p2 −Zα/2⋅σ ^p 1− ^p2 < P1 −P2 < ^p1 − ^p2 + Z α/2 ¿ σ p^ 1 −p^ 2 ) = 1−α
Artinya ; dengan derajat keyakinan 95%, beda atau selisih proporsi golongan yang
mampu dan kurang mampu yang menyukai sabun cap Mawar adalah 14% sampai
dengan 26%.
Dengan kata lain, peluang (probabilita) dari beda atau selisih proporsi golongan yang
mampu dan kurang mampu yang menyukai sabun cap Mawar antara 14% sampai
dengan 26% adalah sebesar 95%.
5.4 Pendugaan (Estimasi) Parameter Pada Sampel Kecil ( n ≤ 30 )
78
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Pada umumnya, jika sampel random kecil ( n ≤ 30 ) maka pendugaan parameter
populasi sebaiknya dilakukan dengan distribusi t atau dikenal dengan nama distribusi
X̄ −μ
=
Student yang variabelnya distandarisir dengan t s/ √ n .
s s
(
p X̄−t α/2, df⋅
√n
< μ < X̄ +t α/2, df⋅
√n
=1−α
)
(5.14)
Contoh 5.7. Menurut penelitian Dr. W.H. Bowen dari National Institute Of Health dan
Dr. J. Yudben, Profesor Gizi dan Ilmu Diit pada University Of London, bahwa
mengkonsumsi sereal yang telah diberi pemanis secara terus menerus menyebabkan
pembusukan gigi, penyakit jantung dan penyakit-penyakit menurunnya fungsi tubuh
lainnya. Dari suatu sampel random sebesar 25 bungkus Alpha-Bits diperoleh rata-rata
kadar gulanya adalah 11,3 gram dengan simpangan baku 2,45 gram. Bila kadar gula itu
menyebar normal, maka susunlah pendugaan interval rata-rata kadar gula seluruh Alpha-
Bits dengan interval keyakinan 99%.
Penyelesaian
79
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
s s
(
Jadi ; p X̄ −t α/2, df⋅
√n
< μ < X̄ + t α/2, df⋅
√n
=1−α
)
2 , 45 2 , 45
(
⇒ p 11, 3−2 , 797 x
√ 25
< μ < 11, 3+2 , 797 x
√ 25
=1−0 ,01
)
⇒ p ( 11 , 3−2 , 797 x 0 , 49 < μ < 11, 3+2 ,797 x 0 , 49 )=0 , 99
(5.15)
Dimana ;
( n1 −1) s 2 +( n2 −1) s
s X̄ − X̄
(5.16)
1 2
=
√ 1
n1 +n2 −2
22
⋅
√ 1
+
1
n1 n 2
Penyelesaian
Diketahui ; nA = 12 buah,
X̄ A = 38.100 km, s = 2.100 km,
A
nB = 12 buah,
X̄ B = 36.300 km, s = 1.000 km,
B
Dihitung dulu :
X̄ 1 - X̄ 2 = 38.100 – 36.300 = 1.800
( n1 −1 ) s 2 +( n 2−1 ) s
s X̄ − X̄
1 2
=
√ 1
n1 +n 2−2
22
⋅
√ 1 1
+
n1 n2
Selanjutnya ;
p ( X̄ 1− X̄ 2−t α/2, df⋅s X̄1− X̄2 < μ1 −μ2 < X̄ 1− X̄ 2 + t α/2, df ¿ s X̄1 −X̄ 2 ) =1−α
81
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
⇒ p ( 1. 800−2, 074 x 671 , 4 , < μ 1−μ 2 < 1 .800+ 2 ,074 x 671 , 4 )=1−0 , 05
Artinya ; dengan derajat keyakinan 95%, diduga bahwa beda kekuatan atau ketahanan
seluruh ban merk A dan B antara 407,6 km. sampai dengan 3.192,4 km.
Dengan kata lain peluang (probablita) dari beda kekuatan atau ketahanan seluruh ban
merk A dan B antara 407,6 km. sampai dengan 3.192,4 km. adalah 95%.
simpangan baku
sd , maka pendugaan interval bagi
μd =μ 1−μ2 adalah :
sd sd
(
p d̄−t α/2, df⋅
√n
< μd < d̄+t α/2, df⋅
√n ) =1−α
(5.14)
Dimana ;
n
∑ di
d̄= i =1
n (5.15)
n n 2
(5.16)
sd =
√ n ∑ d 2−
i=1 i ( )
n( n− 1)
∑ di
i=1
82
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
Contoh 5.9. Suatu sampel random sebanyak 5 buah perusahaan yang ikut serta dalam
pengembangan UKM oleh Bank Indonesia. Diperoleh data pendapatan sebelum dan
sesudah pengembangan, sebagai berikut : ( dalam jutaan rupiah )
Nama Sebelum Sesudah
CV Buana 150 155
Kop. Bina Mulya 127 136
UD Permata 120 125
Kop. Nabila 132 140
CV Toko Tiga 128 134
Dengan derajat keyakinan 95%, buatlah pendugaan interval bagi beda atau selisih
pendapatan aktual sesudah dan sebelum pengembangan UKM oleh Bank Indonesia.
Penyelesaian
Nama Sesudah Sebelum d d2
CV Buana 155 150 5 25
Kop. Bina Mulya 136 127 9 81
UD Permata 125 120 5 25
Kop. Nabila 140 132 8 64
CV Toko Tiga 134 128 6 36
Jumlah 33 231
n
∑ di
33
d̄= i =1 = =6,6
Dihitung dulu : n 5
n n 2
sd =
√ n ∑ d 2−
i=1
1. 155−1 . 089
i
n( n− 1)
(∑ )
i=1
di
=
5(231)−(33)2
√ 5(5−1 )
=
√ 20
83
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis
66
=
√ 20 =√ 3,3= 1,8166=1,82
sd sd
Selanjutnya :
(
p d̄−t α/2, df⋅
√n
< μd < d̄+t α/2, df⋅
√n ) =1−α
1 , 82 1 , 82
(
⇒ p 6,6−2 ,776 x
√5
< μd < 6,6+2 ,776 x
√5
=1−0 , 05 )
1 , 82 1, 82
(
⇒ p 6,6−2, 776 x
2 ,24
< μd < 6,6+2 ,776 x
2 , 24
=0 , 95 )
⇒ p ( 6,6−2 ,776 x 0 , 8125 < μ d < 6,6+2 , 776 x 0 ,8125 ) = 0 , 95
Artinya ; dengan derajat keyakinan 95%, diduga bahwa beda atau selisih pendapatan
aktual sebelum dan setelah pengembangan UKM oleh Bank Indonesia antara 4,3445 juta
rupiah sampai dengan 8,8555 juta rupiah.
Dengan kata lain, peluang (probablita) dari beda atau selisih pendapatan aktual sebelum
dan setelah pengembangan UKM oleh Bank Indonesia antara 4,3445 juta rupiah sampai
dengan 8,8555 juta rupiah adalah 95%.
Juga kita dapat mengatakan bahwa pendapatan perusahaan lebih baik sesudah
pengembangan UKM.
84
Statistik Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis