0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan11 halaman

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Gamping Ii

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Gamping II. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan subjek 72 responden yang dipilih secara acak. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien. Disarankan keluarga meningkatkan dukungan emosional, instrumental, dan informasi untuk pasien.

Diunggah oleh

Ayu Rahayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan11 halaman

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Gamping Ii

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Gamping II. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan subjek 72 responden yang dipilih secara acak. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien. Disarankan keluarga meningkatkan dukungan emosional, instrumental, dan informasi untuk pasien.

Diunggah oleh

Ayu Rahayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN

KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS


TIPE II DI PUSKESMAS GAMPING II

NASKAH PUBLIKASI

Disusun oleh:
NUR KHASANAH
201510201039

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN
KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS
TIPE II DI PUSKESMAS GAMPING II

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Mencapai Gelar Sarjana Keperawatan


Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta

Disusun oleh:
NUR KHASANAH
201510201039

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
ii
iii
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN
KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS
TIPE II DI PUSKESMAS GAMPING II1

Nur Khasanah2, Sugiyanto3


Universitas „Aisyiyah Yogyakarta
Email: khasanahn204@[Link]

Abstrak: Kualitas hidup pasien tidak baik maka akan mengalami komplikasi
makrovaskuler dan mikrovaskuler yang merupakan komplikasi fisiologis, terjadi
dampak sosial dan psikologis, ketidakmampuan penggunaan insulinl. Jika pasien
memiliki kualitas hidup baik maka akan terjadi peningkatan pengetahuan atau
pendidikan, ekonomi, serta status pernikahan. Perlunya dukungan keluarga agar tidak
terjadi komplikasi dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DM. Desain
penelitian ini cross sectional. Subjek penelitian pasien diabetes melitus tipe II
dengan jumlah sampel 72 responden, teknik pengambilan sample menggunakan
simple random sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner
dukungan keluarga dan kualitas hidup. Analisa data menggunakan Kendall Tau.
Responden yang mendapatkan dukungan keluarga kurang sebanyak 66 responden
(91,7%). Responden yang mendapatkan kualitas hidup cukup sebanyak 51 responden
(70,8%). Hasil Kendall Tau hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup p-
value 0,816 dengan koefesien korelasi -0,028 yang menunjukkan tidak ada hubungan
dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe II di
Puskesmas Gamping II. Saran bagi Keluarga disarankan lebih meningkatkan
pemberian dukungan keluarga terhadap pasien baik dari dukungan emosional,
instrumental, dan informasi.

Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, DM Tipe II

Abstract: Poor patients‟ life quality can cause them to have complication both
macro vascular and micro vascular which are included into physiological
complication in which there are social can psychological impacts, insulin usage
inability. If patients have good life quality, there will be an improvement of
knowledge or education, economy as well as marriage status. Family support is very
essential in order to prevent complications and improve DM patients‟ life quality.
The study used cross sectional design. The subjects of the study were type II DM alth
centre namely 72 respondents. The samples were taken using simple random
sampling technique. The data were taken using the questionnaire of family support
and life quality. The data were analyzed using Kendall Tau. Respondents receiving
low family support were 66 respondents (91.7%). Respondents receiving adequate
family support were 51 respondents (70.8%). Kendall tau result on the correlation of
family support and life quality showed that p value = 0.816 with coefficient
correlation of – 0.028 meaning that there is no correlation. There is no correlation of
family support and type II diabetes mellitus patients‟ life quality at Gamping II
primary health centre. Family is suggested to improve their support in various
aspects such as emotional, instrumental as well as informational aspects.

Keywords : Family support, life quality, type II diabetes mellitus

iv
PENDAHULUAN Kesehatan DIY). Pada penelitian Laoh
Diabetes Melitus merupakan (2013) yang berjudul. Hubungan
penyakit metabolik dengan karakteristik Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan
hiperglikemia yang terjadi karena Berobat Penderita Diabetes Melitus Tipe
kelainan sekresi insulin, kerja insulin 2 di Poli Endokrin BLU RSU Prof. Dr.
atau kedua-duanya (Perkeni,2015). DM R. D Kandou Manado” terdapat pasien
tipe 2 disebabkan oleh penggunaan yang mendapat dukungan keluarga baik
insulin yang kurang efektif oleh tubuh 88 responden (88,0%) sedangkan untuk
(Kemenkes,2014). kepatuhan berobat terdapat 87
Kualitas hidup pasien tidak baik responden (87,0%). Pada tempat yang
maka akan mengalami komplikasi akan diteliti oleh peneliti terdapat 143
makrovaskuler dan mikrovaskuler yang pasien DM tipe2 pada bulan Juni 2018-
merupakan komplikasi fisiologis, terjadi September 2018. Berdasarkan data
dampak sosial dan psikologis, prevalensi diatas, pemerintah membuat
ketidakmampuan penggunaan insulin, kebijakan tentang pengendalian
dan efek psikososial. Jika pasien penyakit DM tersebut.
memiliki kualitas hidup baik maka akan Upaya pengendalian DM
terjadi peningkatan pengetahuan atau menjadi tujuan yang sangat penting
pendidikan, ekonomi, serta status untuk menurunkan komplikasi yang
pernikahan. akan menyebabkan beban sangat berat
Pada pasien DM tipe II bagi individu maupun keluarga, dengan
Puskesmas Gamping II terdapat pasien adanya CERDIK dan PATUH Posbindu
yang tidak baik dalam gaya hidupnya (Pos Pembinaan Terpadu) DM dapat
disaat sakit atau tidak sakit. Keluarga dikendalikan dengan cara CERDIK,
pasien mengatakan selalu minta Salah satu pengendalian agar tidak
makanan yang dilarang oleh dokter, dan terjadi komplikasi maka diperlukannya
keluarga terkadang menuruti apa yang dukungan keluarga.
diinginkan oleh pasien tersebut Berdasarkan hasil studi
(Wahyuni,2014). Perlunya dukungan pendahuluan dari 10 pasien DM tipe II
keluarga agar tidak terjadi komplikasi didapatkan hasil 5 dari 10 pasien
dan dapat meningkatkan kualitas hidup mengatakan belum bisa beraktivitas
pasien DM. sendiri. Keluarga pasien juga
Indonesia Development Forum mengatakan pasien sering meminta
(IDF) terdapat 382 juta pasien DM di makanan yang dilarang oleh dokter.
dunia pada tahun 2013 (Kemenkes Pasien belum bisa mengontrol gaya
RI,2014). DM tipe 2 adalah 95% dari hidupnya sedangkan pasien tidak sering
populasi dunia yang menyandang bertemu dengan keluarganya. Hasil
penyakit DM pada tahun 2012 studi pendahuluan didapatkan data dari
(Fatimah,2015). Berdasarkan Puskesmas Gamping II pada bulan Juni-
pemeriksaan gula darah, prevalensi September 2018 terdapat 143 pasien.
pasien DM di Indonesia naik dari 6,9% Pada Puskesmas Gamping I terdapat
menjadi 8,5% (Riset kesehatan dasar, 128 pasien pada bulan Juni 2018–
2018). DIY menempati peringkat ke tiga September 2018. Berdasakan hasil studi
di Indonesia setelah Daerah pendahuluan tersebut peneliti tertarik
Keistimewaan Ibu Kota (DKI) dan untuk melakukan penelitian yang
Kalimantan Timur pada tahun 2018, berjudul “Hubungan dukungan keluarga
untuk DKI sendiri terdapat 3,4% pada dengan kualitas hidup pasien diabetes
tahun 2018 (Riset kesehatan dasar melitus tipe ii di puskesmas gamping
2018). Kasus baru DM di puskesmas II”.
sebanyak 6.931 pada tahun 2015 (Profil
1
METODE PENELITIAN pada anak, pelatihan kader posbindu
Penelitian ini merupakan (pos pembinaan terpadu).
penelitian non eksperimen yaitu Pada penelitian ini peneliti
penelitian kuantitatif yang bersifat melakukan penelitian di rumah pasien
korelasi dengan rencana penelitian cross dengan cara mendatangi pasien (door to
sectional, cross sectional merupakan door), penelitian ini melibatkan 72
penelitian dimana variabel yang pasien yang periksa di Puskesmas
termasuk faktor resiko (fenomena yang Gamping II, saaat dilakukan penelitian
mengakibatkan terjadinya efek atau ada beberapa pasien yang didampingi
pengaruh) dan variabel faktor efek oleh keluarganya. Peneliti menawarkan
(akibat dari adanya faktor resiko) diri untuk membacakan kuesioner lalu
diobservasi sekaligus pada waktu yang menuliskan jawaban sesuai responden
sama (Notoatmodjo,2018). atau responden sendiri yang mengisi.
Populasi pada penelitian ini Setelah peneliti mengambil data,
pasien DM tipe II yang periksa di peneliti melakukan penghitungan
Puskesmas Gamping II sebanyak 88 menggunakan SPSS.
pasien dengan Isaac dan Michael 1. Karakteristik Responden
dengan metode pengambilan sample Tabulasi data umur dan jenis
simple random sampling menggunakan kelamin responden di Puskesmas
kriteria inklusi pasien DM tipe II yang Gamping II dapat diihat pada tabel
periksa di Puskesmas Gamping II, 4.1
Pasien yang berumur >45 tahun, Pasien Tabel 4. 1
yang mempunyai keluarga. Karakteristik Pasien Diabetes
Penelitian ini menggunakan Melitus Tipe II Berdasarkan Umur
kuesioner dukungan keluarga yang di dan Jenis Kelamin di Puskesmas
adopsi dan di modifikasi oleh penulis Gamping II (n = 72)
dari penelitian Pudyasti (2017), No Karakteristik Frekuensi Persentase
didapatkan nilai validitas 0,444 dan nilai Responden (f) (%)
reliabilitas 0,861 dengan rumus 1. Umur
cronbach alpha. Sedangkan pada 46 – 55 tahun 28 38,9
kuesioner kualitas hidup didapatkan 56 – 65 tahun 36 50,0
nilai validitas 0,444 dan nilai reliabilitas 66 – 75 tahun 5 6,9
76 – 77 tahun 3 4,2
0,828 dengan rumus cronbach alpha.
2. Jenis kelamin
HASIL PENELITIAN Laki-laki 28 38,9
Penelitian ini mengambil data di Perempuan 44 61,1
Puskesmas Gamping II yang bertempat
di dusun Patran, Banyuraden, Gamping, Sumber: Data Primer, 2019
Sleman. Dengan wilayah kerja pada
kelurahan Banyuraden, Trihanggo, dan Tabel 4.1 menunjukan bahwa
Nogotirto. sebagian besar responden dengan
Puskesmas Gamping II karakteristik usia paling tinggi yaitu
mengadakan program untuk lansia pada kelompok usia 56 – 65 tahun
seperti prolanis, program lain yang bejumlah 36 responden (50,0%).
dilakukan oleh Puskesmas Gamping II Sedangkan karakteristik jenis
yaitu diantaranya PIS-PK (Program kelamin paling tinggi yaitu
Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga), perempuan berjumlah 44 responden
program untuk anak seperti komunitas (61,1%).
peduli anak, cegah tindak kekerasan

2
2. Dukungan Keluarga Tabel 4.4
Tabulasi data berdasarkan Distribusi Frekuensi Kualitas Hidup
dukungan keluarga di Puskesmas Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe
Gamping II dapat dilihat pada tabel II di Puskesmas Gamping II (n = 72)
4.2 No Kualitas Frekuensi Persentase
Tabel 4.2 Hidup (%)
Distribusi Frekuensi Dukungan 1. Baik 0 0,00
Keluarga Pada Pasien Diabetes 2. Cukup 51 70,8
Melitus Tipe II di Puskesmas 3. Kurang 21 29,2
Gamping II (n = 72) Sumber: Data Primer, 2019
No Dukungan Frekuensi Persentase Tabel 4.4 menunjukkan bahwa
Keluarga (%) sebagian besar responden yang
1. Baik 0 0,00 mendapatkan kualitas hidup cukup
2. Cukup 6 8,3 sebanyak 51 responden (70,8%).
3. Kurang 66 91,7 4. Hubungan dukungan keluarga
Sumber: Data Primer, 2019 dengan kualitas hidup pasien
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa diabetes melitus tipe II
sebagian besar responden yang Tabulasi data berdasarkan
mendapatkan dukungan keluarga Hubungan Dukungan Keluarga
kurang sebanyak 66 responden Dengan Kualitas Hidup dapat
(91,7%). dilihat pada tabel 4.5
Adapun tabulasi data tertinggi Tabel 4.5
dukungan keluarga pada tabel 4.3 Distribusi frekuensi Hubungan
sebagai berikut: Dukungan Keluarga Dengan
Tabel 4.3 Kualitas Hidup pada Pasien
Distribusi Frekuensi Dukungan Diabetes Melitus Tipe II di
Keluarga Tertinggi Pasien Puskesmas Gamping II (n = 72)
Diabetes Melitus Tipe II di Kualitas
Puskesmas Gamping II (n = 72) Hidup Kualitas Hidup
P R
No Dukungan Frekuensi Persentase value hitung
Baik Cukup Kurang Total
Keluarga (%) Dukungan
F % F % F % F %
1. Instrumental 72 42.18 Keluarga
2. Informasional 72 44.18 Baik 0 0,00 0 0,00 0 0 0 000
-
3. Emosional 72 13.65 Cukup 0 0,00 4 66,7 2 33,3 6 100 0,8
0,0
Kurang 0 0,00 47 71,2 19 28,8 66 100 16
28
Sumber: Data Primer, 2019 0 0,00 51 70,8 21 29,2 72 100
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa Sumber: Data Primer, 2019
dukungan Informasional merupakan Tabel 4.5 menunjukkan bahwa
dukungan tertinggi yang diberikan responden yang mempunyai
oleh keluarga kepada responden. dukungan keluarga cukup dengan
3. Kualitas Hidup kualitas hidup cukup sebanyak 4
Tabulasi data berdasarkan responden (66,7%), dukungan
kualitas hidup di Puskesmas keluarga cukup dengan kualitas
Gamping II dapat dilihat pada tabel hidup kurang sebanyak 2 responden
4.4 (33,3%). Dukungan keluarga kurang
dengan kualitas hidup cukup
sebanyak 47 responden (71,2%),
dukungan keluarga kurang dengan
kualitas hidup kurang sebanyak 19
(28,8%).

3
Hasil uji korelasi Kendall Tau pasien lebih memahami
antara dukungan keluarga dengan dibandingkan dengan keluarganya
kualitas hidup dapat diperoleh nilai karena pasien mendapatkan edukasi
p value yaitu 0,816, maka dapat saat kontrol, namun terkadang
disimpulkan tidak ada hubungan keluarga mencarikan informasi
dukungan keluarga dengan kualitas penyakit DM melalui handphone
hidup pada pasien diabetes melitus dan menginformasikan kepada
tipe II di puskesmas gamping II. responden.
Dengan keeratan hubungan -0,028 Berdasarkan karakteristik jenis
menunjukkan bahwasannya tidak kelamin didapatkan hasil penelitian
adanya keeratan hubungan sebagain besar responden adalah
dukungan keluarga dengan kualitas berjenis kelamin perempuan
hidup pada pasien diabetes melitus sebanyak 44 responden (61,1%).
tipe II di puskesmas gamping II. Penelitian ini sejalan dengan
penelitian Ismail (2016) bahwa
PEMBAHASAN mayoritas responden berjenis
1. Karakteristik responden kelamin perempuan 50 responden
penelitian ini sebagian besar (67,7%) karena wanita lebih rentan
responden yang mendapatkan terkena penyakit dibandingkan laki-
dukungan keluarga kurang sebanyak laki. Gautam (2009)
66 responden (91,7%). Penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas
sejalan dengan penelitian Luthfa perempuan yang menderita DM
(2016) dengan judul “Family memiliki kualitas hidup yang rendah
support pada penderita diabetes dikarenakann laki-laki memiliki
melitus tipe II di Puskesams kepercayaan diri yang lebih tinggi
Bangetayu Semarang” menyatakan dan lebih mampu dalam mengatasi
bahwa family support rendah masalah. Pada penelitian ini jenis
sebanyak 38 responden (67,9%), kelamin tertinggi perempuan
Perbedaan pada penelitian ini dikarenakan perempuan tidak bisa
dengan peneltian sebelumnya adalah mengontrol emosional dan
keluarga sudah tidak mengigatkan dikarenakan faktor kehamilan, jadi
pasien dalam hal menjaga pola DM bisa juga didapat pada saat
makan, olahraga, dan minum obat hamil apabila makan tidak terkontrol
dikarenakan pasien sudah mandiri sehingga bisa menyebabkan DM.
dan mengetahui apa saja yang 2. Kualitas hidup
dilarang dan yang dianjurkan. Pada penelitian ini sebagian
Terkadang keluarga hanya besar responden yang mendapatkan
memberikan peringatan apabila kualitas hidup cukup sebanyak 51
pasien makan makanan yang responden (70,8%). Penelitian ini
mengandung gula terlalu tinggi. tidak sejalan dengan penelitian
Dalam hal minum obat pasien sudah Samper (2017). Perbedaan pada
teratur karena sudah terbiasa minum penelitian ini adalah pasien sudah
obat setiap harinya, saat penelitian mandiri dalam menjalani aktivitas
dilakukan ada beberapa pasien yang sehari-hari mulai dari
masih suka diingatkan keluarganya mempersiapkan kebutuhannya
saat minum obat. Sedangkan untuk sampai minum obat rutin, kontrol
olahraganya responden sudah rutin, serta menjaga dari pola
terbiasa seperti jalan pagi dan makannya, bahkan olahraga sudah
mengerjakan pekerjaan rumah. tidak diingatkan lagi oleh keluarga.
Sedangkan dalam hal informasi Setelah melakukan olahraga
4
sebagian responden merasa dirinya Penelitian ini tidak sejalan dengan
lebih segar, dan beberapa responden penelitian Laoh (2013).
lainnya merasa dirinya biasa saja Dukungan keluarga pada
sebelum dan sesudah olahraga penelitian ini tidak mempengaruhi
karena sudah terbiasa olahraga. kualitas hidup pasien diabetes
Responden juga sudah mengetahui melitus tipe II, dikarenakan pasien
cara mengontrol kadar gula, sudah lama mengalami penyakit
mengetahui cara mencegahnya, diabetes melitus tipe II sehingga
mengetahui dengan pola makan serta pasien sudah mengetahui cara
aturan minum obatnya, sehingga mengontrol jika gula darah naik atau
responden cukup puas dengan turun serta mengetahui dari
pengetahuannya tentang penyakit pencegahan tersebut. Selain itu
DM. Selain pengetahun tentang DM pasien rutin minum obat, rutin
nya responden juga merasa tidak kontrol setiap bulan, dan ada
khawatir akan terganggunya beberapa pasien yang mengikuti
komunikasi sosial, tidak merasa prolanis. Untuk kegiatan sehari-hari
dibatasi karena dietnya, dan tidak pasien juga sudah mandiri tidak
terganggu akan aktivitas sehari- tergantung pada keluarga, seperti
harinya, karena menurut responden contohnya sebagaian besar
jika menurut apa yang diperintahkan responden minum obat tidak
dokter maka akan baik kualitas diingatkan, olahraga tidak
hidupnya. Apabila responden diingatkan hanya terkadang ditemani
ditanya apakah khawtir akan oleh keluarganya, atau pada saat
terjadinya komplikasi, responden makan makanan yang manis
hanya menjawab “terkadang merasa keluarga hanya sekedar
khwatir apabila mengalami katarak mengingatkan, sedangkan dalam
atau amputasi tetapi saya hanya pola makannya responden juga
memasrahkan semuanya yang konsisten dan sedikit memakan
terpenting selalu berusaha dan yakin makanan yang berkadar gula. Selain
pasti akan sembuh”. sudah mengalami penyakit DM tipe
3. Hubungan dukungan keluarga II tersebut lama, beberapa pasien
dengan kualitas hidup pasien saat di tanya waktu penelitian
diabetes melitus tipe II mengatakan juga sudah menerima
Berdasarkan hasil penelitian takdir yang terpenting ikhtiar
menggunakan korelasi Kendall Tau selalumematuhi hal yang dilarang
diperoleh nilai p value sebesar - dan mengurangi konsumsi gula serta
0,028 yang > 0,05 maka dapat minum obat rutin.
disimpulkan bahwa tidak ada Dukungan informasional pada
hubungan dukungan keluarga penelitian merupakan dukungan
dengan kualitas hidup pasien yang tertinggi, dengan adanya
diabetes melitus tipe II di puskesmas dukungan ini maka responden lebih
gamping II. Penelitian ini mampu akan meminimalkan stressor
menunjukkan bahwa sebagian besar yang dirasa karena keluarga
responden mendapatkan dukungan memberikan feedback saat pasien
keluarga kurang dengan kualitas bercerita tentang masalah yang
hidup cukup sebanyak 47 responden dialaminya, serta keluarga selalu
(71,2%). Tidak terdapat responden mendorong akan
dengan dukungan keluarga baik konsul/pemeriksaan rutin setiap
dengan kualitas hidup baik. bulan walaupun pasien mandiri atau
sudah mengetahui sendiri jadwal
5
kontrolnya tetapi keluarga tetap Saran bagi peneliti selanjutnya agar
memberikan dukungan informasi bisa melanjutkan penelitian ini dengan
seperti mengigatkan atau menghubungkan kualitas hidup dengan
memberikan peringatan ketika faktor lainnya yang diduga mempunyai
responden memakan makanan yang hubungan yang signifikan dengan
berkadar gula tinggi seperti kue. dukungan keluarga, sehingga dapat
Inilah peran penting dalam mendukung kualitas hidup yang lebih
memberikan dukungan keluarg baik dengan adanya faktor-faktor lain.
informasional karena stressor dapat
terpecah pada masalah ini, sehingga DAFTAR PUSTAKA
akan menjadikan kualitas hidup Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Melitus
lebih baik lagi selain dengan patuh Tipe 2. Jurnal Kedokteran , 93-99.
diit dan minum obat. Gautam, Y., Sharma, A. K., Agarwal. A.
SIMPULAN DAN SARAN K.,Bhatnagar, M. K., & Trehan,
Simpulan R. R. (2019). A Cross Sectional
1. Dukungan keluarga pada pasien Studi of QOL of Diabetic Patient
diabetes melitus tipe II di Puseksmas at Tertiary Care Hospital in
Gamping II sebagian besar adalah Delhi. Indian Journal of
kurang (91,7%). Community Medicine.
2. Kualitas hidup pada pasien diabetes Ismail Muhammad Hamid (2016).
melitus tipe II di Puseksmas Pengaruh Dukungan Kelompok
Gamping II sebagian besar adalah Terhadap Kualitas Hidup
cukup (70,8%). Penderita Diabetes Melitus di
3. Tidak terdapat hubungan dukungan Persadia Cabang Surabaya.
keluarga dengan kualitas hidup Kemenkes, 2014. Infodatin dalam
pasien diabetes melitus tipe II di [Link]
Puskesmas Gamping II, dengan p es/download/pusdatin/infodatin/i
value 0.816. [Link]. Diakses
Saran pada 4 september 2018.
Saran bagi pasien diabetes melitus Laoh, Joice. M., Lestari Sri Indah.,
tipe II disarankan untuk dapat kontrol Rumampuk Maria Vony H.
rutin, rutin mengonsumsi obat serta (2013). Hubungan Dukungan
menjaga pola makannya, sehingga Keluarga dengan Kepatuhan
menjadikan kualitas hidup lebih baik Berobat Penderita Diabetes
lagi. Melitus Tipe 2 di Poli Endokrin
Saran bagi keluarga disarankan lebih BLU RSU Prof. Dr. R. D
meningkatkan pemberian dukungan Kandou Manado. Jurnal
keluarga terhadap pasien diabetes keprawatan padjadjaran.
melitus tipe II baik dari dukungan Luthfa Iskim. (2016). Family Support
emosional, instrumental, dan informasi. Pada Penderita Diabetes Melitus
Sehingga pasien akan lebih terdorong Tipe II di Puskesams Bangetayu
untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Semarang. Jurnal Keperawatan
Saran bagi petugas kesehatan dan Pemikiran Ilmiah, 5-8.
disarankan untuk memberikan edukasi Notoatmodjo, S. K. (2018). Metodologi
atau motivasi tentang dukungan Penelitian Kesehatan. Jakarta:
keluarga kepada pasien diabetes melitus Rineka Cipta.
tipe II, edukasi dapat diberikan saat PERKENI. (2015). Konsep Penerapan
pemeriksaan, karena dukungan keluarga Metode Penelitian Ilmu
sangat berpengaruh dalam peningkatan Keperawatan, Jakarta: Salemba
kualitas hidup agar menjadi baik. Medika.
6
Profil kesehatan DIY, 2015. Profil Samper Trisnawati P., Pinontoan Odi
Kesehatan dalam R., Katuuk Mario e. (2017).
[Link]. Diakses pada Hubungan Interaksi Sosial
4 september 2018. dengan Kualitas Hidup Lansia di
Pudyasti, B. (2017). Hubungan BPLU Senja Cerah Provinsi
Dukungan Keluarga Dengan Sulawesi Utara. E-journal
Kepatuhan Diet Pada Pasien Keperawatan Vol 5 No 1.
Lansia Penderita Diabetes Wahyuni Yuli, Nursiswati. Anastasia
Mellitus Di Puskesmas Minggir Anna. (2014). Kualitas Hidup
Sleman Yogyakarta. Berdasarkan Karakteristik Pasien
Digilibunisa. Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal
Riskesdas, (2018). Riset Kesehatan Keperawatan Padjajaran, 26-32.
Dasar dalam [Link].
Diakses pada 4 september 2018.

Anda mungkin juga menyukai