0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Dampak DSME pada Perawatan Diri Diabetes

Studi ini menguji pengaruh pendidikan manajemen diabetes sendiri (DSME) terhadap perawatan diri pasien luka diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pre-test dan post-test pada 25 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa DSME berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perawatan diri pasien.

Diunggah oleh

Ayu Rahayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Dampak DSME pada Perawatan Diri Diabetes

Studi ini menguji pengaruh pendidikan manajemen diabetes sendiri (DSME) terhadap perawatan diri pasien luka diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pre-test dan post-test pada 25 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa DSME berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perawatan diri pasien.

Diunggah oleh

Ayu Rahayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

ISSN: 2338-6371, e-ISSN 2550-018X

Pengaruh Diabetes Self-Management Education (DSME) Terhadap Perawatan Diri


Pasien Luka Diabetes Melitus

The Effect of Diabetes Self-Management Education (DSME) on Self-Care among


Patients with Diabetes Mellitus Wound

Dewi Qurniawati1, Ajeng Fatikasari1, Juniatulo Tafonao1 , Elis Anggeria2


1Fakultas Keperawatan Dan Kebidanan Universitas Prima Indonesia
2Magister Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Abstrak
Penderita diabetes berisiko mengalami masalah kesehatan salah satunya aktivitas perawatan diri. Pemberian edukasi
bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri
sehingga masalah kesehatan teratasi. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental melalui one grup pre-test dan
post-test design. Jumlah populasi sebanyak 25 orang, teknik sampling jenuh, dan sampel sebanyak 25 orang. Hasil
penelitian berdasarkan pengaruh intervensi edukasi yang diberikan terhadap perawatan diri pasien luka diabetes melitus
menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,00, yang berarti adanya pengaruh perawatan diri pasien luka diabetes melitus setelah
diberikan Diabetes Self-Management Education (DSME).

Kata Kunci: Diabetes melitus, Self Management Education, Perawatan Diri

Abstract
Diabetics are at risk of experiencing health problems, one of which is self-care activities. Providing education aims to
increase knowledge and improve the patient's ability to perform self-care so that health problems are resolved. This study
used a design quasi-experimental through one group pre-test and post-test design. The total population is 25 people, the
technique sampling is saturated, and the sample is 25 people. The results of the study based on the effect of educational
interventions given on self-care for patients with diabetes mellitus showed a sig (2-tailed) value of 0.00, which means that
there is an effect of self-care for patients with diabetes mellitus after being given Diabetes Self-Management Education
(DSME).
Keywords: Diabetes Melitus, Self Management Education, Self Care

Korespondensi:

* Dewi Qurniawati, Fakultas Keperawatan Dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia,


Medan. Email : quniawatidewi63@[Link]

Email : quniawatidewi63@[Link]
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao , Anggeria/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

Latar Belakang capaian 1,5% tidak sebanding dengan


Diabetes melitus dikenal dengan prevalensi tahun 2018 usia ≥ 15 tahun
penyakit kencing manis dan tergolong mengalami kenaikan menjadi 2,0%. Selain itu,
penyakit tidak menular yang didapati tanda jumlah penderita lebih dominan menyerang
dengan terjadinya kenaikan pada kadar gula wanita (1,8 %) dibandingkan pria (1,2 %) di
dalam darah (Irianto, 2014). Diabetes melitus Indonesia (Riset Kesehatan Dasar [Riskesdas],
dapat terjadi karena adanya kekurangan 2018).
insulin yang absolut atau relatif dan Diabetes melitus memerlukan
menyebabkan gangguan pada fungsi kerja penanganan secara klinis dengan prosedur
insulin (Decroli, 2019). Gula darah yang yang tepat untuk mengurangi risiko multi
meningkat konsisten akan menimbulkan faktorial hiperglikemia. Pendidikan yang
kondisi serius yang menyebabkan kerusakan mendukung manajemen diri pasien sangat
sistem saraf. Pasien diabetes memiliki resiko diperlukan. Proses ini untuk mengatur
lebih tinggi mengalami masalah kesehatan kebutuhan atau kemampuan individu dalam
(International Diabetes Federation [IDF], memantau timbulnya gejala lain. (American
2015). Masalah tersebut dapat berdampak Diabetes Association [ADA], 2015). Gejala
pada produktifitas dan sumber daya manusia umum pada pasien diabetes melitus selalu
yang menurun (Decroli, 2019). merasa lemas, mudah lelah, kekurangan
Berdasarkan hasil data dari Organisasi energi, dan ketahanan tubuh berkurang saat
Kesehatan Dunia (WHO) bahwa penderita beraktivitas. Komplikasi dapat disebabkan
diabetes dengan usia ≥ 18 tahun pada tahun oleh penurunan kadar gula dengan rentang
2014 sebanyak 422 juta. Peningkatan jumlah waktu yang singkat.
mayoritas berasal dari Asia Tenggara dan Dalam teori self-care, Orem
Pasifik Barat, dan meliputi sebagian kasus mengemukakan self-care merupakan
diabetes di dunia. Terjadi peningkatan secara aktivitas atau kegiatan perawatan diri
signifikan pada tahun 1980 dan 2014 individu dalam menjaga kesehatan secara
terhadap penderita diabetes di seluruh dunia mandiri (Hidayat, 2017). Perawatan diri suatu
dari 108 juta menjadi 422 juta (Kementerian tindakan menjaga kesehatan fisik dan
Kesehatan RI, 2018). ‘ mental, kebutuhan sosial dan psikologis, dan
Prevalensi pasien diabetes tahun mencegah penyakit (Skill For Care [SFC],
2013 yang terjadi di Indonesia dengan usia ≥ 2015). Kemampuan individu meningkatkan
15 tahun mengalami penurunan dengan kesehatan tanpa dukungan dari penyedia

11
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao , Anggeria/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

layanan kesehatan (World Health meningkatkan perawatan diri pada pasien


Organization [WHO], 2013). diabetes melitus.
Berdasarkan hasil penelitian menurut Menurut Dalimunthe, Nasution dan
Farida (2018) menyatakan bahwa terdapat Harahap (2016) DSME sebagai model
peningkatan manajemen keperawatan diri keperawatan berdasarkan keluarga terhadap
pasien yang didukung oleh keluarga. cara pengendalian glukosa. Menurut
Menurut Chaidir, Wahyuni dan Fukhani Wiastuti, Rondhianto dan Widayati (2017)
(2017) menyatakan ada hubungan antara terdapat pengaruh signifikan DSME terhadap
self-care dengan kualitas hidup pasien penurunan stress pada pasien luka diabetes
diabetes melitus dan diperoleh faktor yang melitus.
berpengaruh pada kolerasi dengan kualitas Pentingnya melakukan pendidikan
hidup. Sedangkan menurut Djawa dan kesehatan pada pasien untuk menurunkan
Prihatiningsih (2018) terdapat hubungan stress, membantu mengontrol kadar gula
tentang kualitas self-care yang adekuat darah sehingga dapat meningkatkan
dipengaruhi oleh partisipasi peran dari kesehatan. Manajemen edukasi akan menjadi
keluarga. sumber pengetahuan secara bertahap
Menurut American Diabetes sehingga memungkinkan pasien dapat
Association (ADA), Diabetes Self- melakukan perawatan diri. Berdasarkan hasil
Management Education (DSME) merupakan wawancara didapatkan pasien diabetes
pendidikan edukasi manajemen dan program melitus kurang memperhatikan perawatan
pendukung diabetes yang dapat menjadi diri secara mandiri dan tergantung dengan
tempat bagi pasien dengan diabetes untuk dukungan dari keluarga. Peneliti tertarik
mendapatkan pendidikan, mendukung menggunakan metode Diabetes Self
perkembangan dan menjaga perilaku pasien Management Education (DSME) terhadap
diabetes (ADA, 2018). Penelitian Wahyuni perawatan diri pasien luka diabetes melitus
dan Dwi (2017) menyatakan bahwa DSME sebagai bentuk edukasi dan sarana dalam
dapat menjadi intervensi untuk memberikan upaya meningkatkan pengetahuan atau
pengetahuan kepada pasien sehingga pasien wawasan pasien tentang cara manajemen
mampu mempertahankan tingkat kadar gula perawatan diri sendiri.
yang stabil. Menurut Agustiningrum dan
Kusbaryanto (2019) edukasi dalam
manajemen diri sangat efektif untuk

12
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao , Anggeria/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

Metodologi Penelitian responden. Aspek pengukuran berdasarkan


Jenis penelitian menggunakan jawaban responden dari semua pernyataan
method quantitative dengan desain quasi- yang diberikan adalah 14 pernyataan terkait
experimental melalui pendekatan one grup dengan Diabetes Self-Care Activities pada
pre-test dan post-test design. Penelitian pasien luka diabetes melitus.
dilakukan pada bulan Juni 2020. Tempat Analisa data yang digunakan pada
penelitian di Asri Wound Care Centre Medan. penelitian meliputi analisa univariat yaitu
Populasi adalah seluruh responden pasien menganalisa data demografi dan perawatan
luka diabetes melitus sebanyak 25 orang dan diri, dan didapatkan dari pengukuran
menggunakan sampling jenuh, maka sampel perawatan diri (pretest) dan (posttest).
sebanyak 25 orang. Analisa bivariat sebagai cara dalam
Pengumpulan data dilakukan menganalisa hubungan antara variabel
menggunakan instrumen berupa lembar penelitian menggunakan uji statistika Paired
kuesioner The Summery Diabetes Self-Care simple t-test.
Activities (SDSCA). Peneliti juga menjelaskan Uji normalitas menggunakan
tentang manfaat Diabetes Self Management Kolmogorov Smirnov, taraf sig. (α)0,05.
Education (DSME) sebagai dukungan dalam Parameter yang diukur pada penelitian ini
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, yaitu perawatan diri pasien luka diabetes
kemampuan pasien yang berpusat pada melitus. Hipotesa diterima apabila nilai α
pendekatan manajemen diri dalam lebih kecil dari 0,05.
perawatan primer. Waktu yang dibutuhkan
untuk menandai instrumen kurang lebih 15 Hasil Penelitian
menit. Peneliti menggunakan lembar Berdasarkan penelitian yang
kuesioner sebagai alat ukur yang digunakan dilakukan, data lengkap hasil kuesioner dapat
untuk mengukur perawatan diri sebelum dan ditunjukkan pada tabel sebagai berikut :
sesudah intervensi.
Setelah kuesioner diisi, instrumen
dikumpulkan kembali oleh peneliti dan
diperiksa kelengkapannya. Lalu peneliti
melakukan pemberian Diabetes Self-
Management Education (DSME). Setelah itu
lembar kuesioner kembali diisi oleh

13
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

Tabel 1. Karakteristik Responden responden (84%) dan minoritas ≤ 3 tahun


yakni 4 responden (16%).
No Karakteristik Responden Frekuensi (f) Persentase
(%)
1 Usia- Tabel 2. Perawatan Diri Pasien Diabetes
40-49 7 28 Melitus Sebelum Diabetes Self
50-59 11 44 Management Education (DSME)
60-69 6 24 Perawatan Diri Frekuensi Persentase
No
70-79 1 4 (Pretest) (f) (%)
1 Baik 7 2
Total 25 10
8
0
2 Kurang Baik 1 7
2 Jenis Kelamin
8 2
Laki-laki 21 84 Total 2 1
Perempuan 4 16 5 0
Total 25 10 0
0
3 Pendidikan
Berdasarkan Tabel 2 didapat hasil mayoritas
SD - -
SMP 4 16 perawatan diri baik sebanyak 7 responden
SMA 15 60 (28%) sedangkan minoritas perawatan diri
Kuliah 6 24
kurang baik sebanyak 18 responden (72%).
Total 25 10
0
4 Lama Menderita
Tabel 3. Perawatan Diri Pasien Diabetes
≥ 3 tahun 21 84
≤ 3 tahun 4 16 Melitus Sesudah Diabetes Self-
Total 25 10 Management Education (DSME)
0
Perawatan Diri Frekuensi Persentase
No
(Posttest) (f) (%)
Berdasarkan hasil yang didapatkan dari Tabel 1 Baik 20 80
1 karakteristik berdasarkan usia, mayoritas 2 Kurang Baik 5 20
Total 25 100
usia 50-59 tahun sebanyak 11 responden
(44%) dan minoritas usia 70-79 tahun
Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa
sebanyak 1 responden (4%). Berdasarkan jenis
mayoritas perawatan diri baik sebanyak 20
kelamin, mayoritas laki-laki yakni 21
responden (80%) sedangkan minoritas
responden (84%) dan minoritas perempuan
perawatan diri kurang baik sebanyak 5
yakni 4 responden (16%). Berdasarkan tingkat
responden (20%).
pendidikan mayoritas SMA yakni 15
responden (60%) dan minoritas SMP yakni 4
responden (16%). Berdasarkan lama
menderita mayoritas ≥ 3 tahun yakni 21

14
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

Tabel 4. Pengaruh Diabetes Self- perawatan diri kurang baik yaitu 72% dan
Management Education (DSME) perawatan diri baik yaitu 18%. Hal ini dapat
terhadap Perawatan Diri Pasien dilihat diantaranya mayoritas jarang
Diabetes Melitus melakukan perawatan kaki seperti

Std.
Sig. memeriksakan kaki dan merendam kaki.
Variabel Mean N t (2-
Deviation Perawatan kaki yang tidak dilakukan secara
tailed)
Perawatan 1,72 25 0,468
Diri rutin dalam seminggu menyebabkan kualitas
Pretest
4,437 0,000 perawatan diri buruk, sehingga dapat
Perawatan 1,20 25 0, 408
Diri menimbulkan meluasnya penyebaran infeksi
Posttest
Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat nilai dan memperlambat proses penyembuhan
mean dari variabel perawatan diri sebelum luka. Responden yang tidak pernah
1,72 dan sesudah perawatan diri menjadi 1,20 melakukan aktivitas fisik, mengecek KGD dan
dari 25 responden. Setelah dilakukan mengonsumsi obat secara teratur akan
intervensi didapatkan nilai t yaitu 4,437 berdampak buruk bagi kesehatan sehingga
dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < tubuh pasien akan kekurangan energi dan
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa setelah pengendalian gula darah yang tidak stabil.
dilakukan intervensi terdapat peningkatan Penelitian Dwipayanti (2016)
perawatan diri. Maka Ho ditolak dan Ha menyatakan bahwa perilaku self-care
diterima jadi adanya pengaruh Diabetes Self- behavior belum optimal sebelum dilakukan
Management Education (DSME) terhadap intervensi dan setelah dilakukan DSME
perawatan diri pasien diabetes melitus. menjadi lebih baik. Penelitian Mosleh, dkk
(2017) menyatakan bahwa analisis univariat
Pembahasan menunjukkan ada hubungan self-care
Perawatan diri merupakan aktivitas management dengan mengikuti pola makan
atau kemampuan individu dalam merawat diri atau diet diabetes dan durasi diabetes.
secara mandiri, sehingga dapat menjaga Sesuai dengan hasil penelitian ini
kesehatan fisik dengan baik. Menurut asumsi menunjukkan karakteristik responden
peneliti saat penelitian berlangsung, mayoritas berusia 50-59 tahun dan minoritas
perawatan diri pasien luka diabetes melitus berusia 70-79 tahun, hasil menunjukkan data
sebelum dilakukan Diabetes Self-Management usia <50 tahun lebih beresiko menderita
Education (DSME) menunjukkan sebagian diabetes. Penderita diabetes melitus dapat
besar dari keseluruhan mempunyai terjadi pada semua tingkat usia. Namun,
15
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

penyakit diabetes melitus dapat terjadi seiring kurangnya aktivitas fisik, pola makan dan usia.
bertambahnya usia, serta ada beberapa faktor Penelitian Martiningsih (2019) menunjukkan
yang mempengaruhinya. Sejalan dengan kebanyakan yang berjenis kelamin laki-laki.
penelitian Prasetyani dan Sodikin (2017) Berdasarkan hasil penelitian mayoritas
menyatakan bahwa usia ≥ 45 tahun beresiko lama menderita DM ≥ 3 tahun dan minoritas
terkena Diabetes Melitus. Sama halnya lama menderita ≤ 3 tahun. Hasil kuesioner
dengan penelitian Kekenusa, Ratag, dan penelitian didapatkan dari responden bahwa
Wuwungan (2013) yang menyatakan lama pasien menderita penyakit diabetes
penderita usia ≥ 45 tahun jauh lebih berisiko melitus maka terjadinya luka diabetes akan
dibandingkan dengan usia ≤ 45 tahun. semakin tinggi. Penelitian Fitria, dkk (2017)
Responden dengan riwayat keluarga yang penderita DM ≥ 5 tahun mempunyai resiko
menderita diabetes melitus memiliki resiko untuk terjadi ulkus dibandingkan dengan
lebih menderita DM Tipe 2 dari pada penderita DM ≤ 5 tahun.
responden yang tidak memiliki riwayat Peneliti melakukan intervensi
keturunan. mengenai DSME yang dilakukan pada
Berdasarkan penelitian ini responden berdasarkan Standar Operasional
menunjukkan mayoritas pendidikan Prosedur (SOP) yang disusun oleh peneliti dan
responden adalah SMA. Tingkat pendidikan dilakukan selama seminggu. Kegiatan
mempengaruhi pengetahuan tentang dilakukan mulai dari melakukan kontrak
perawatan diri pasien luka diabetes melitus. waktu, mengecek kesiapan, menjelaskan
Hal ini disebabkan karena jenjang pendidikan tujuan dan manfaat pelaksanaan kegiatan,
yang tinggi maka banyak ilmu pengetahuan melakukan prosedur pelaksanaan, mengisi
yang didapatkan. Penelitian Fahra, Widayati lembaran kuesioner, memotivasi dalam
dan Sutawardana (2017) mendapatkan tingkat manajemen perawatan diri pasien, dan
pendidikan yang rendah berpengaruh melakukan evaluasi hasil sesuai tujuan.
terhadap penderita DM tipe 2. Pasien yang Kegiatan edukasi diharapkan dapat
mempunyai pendidikan rendah memerlukan menciptakan perubahan yang terjadi sebelum
informasi terkait dengan pendidikan dan sesudah dilakukannya DSME, sehingga
kesehatan. kemampuan responden meningkat dalam
Hasil penelitian mendapatkan melakukan perawatan diri secara individual.
mayoritas jenis kelamin laki-laki. Hal ini Penelitian Agustiningrum dan
memperlihatkan beberapa faktor seperti Kusbaryanto (2019) menyatakan bahwa
16
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

penerapan Diabetes Self Management beberapa responden menjadi kadang-kadang


Education sangat efektif dalam peningkatan bahkan sering.
yang terjadi pada perawatan diri pasien. Penelitian Felix, dkk (2019) menyatakan
Penelitian Hailu, Moen dan Hjortdarl (2019) bahwa DSME dapat meningkatkan perilaku
menunjukkan bahwa adanya perbaikan jangka perawatan diri pasien diabetes. Penelitian
pendek yang signifikan dalam parameter Damayanti dan Rahil (2018) menyatakan
DSME yang relevan seperti pengetahuan bahwa setelah dilakukan intervensi DSME
diabetes dan perilaku perawatan diri. mengalami peningkatan artinya adanya
Setelah dilakukan intervensi, hasil perbedaan yang terjadi sebelum dan sesudah
penelitian yang didapatkan pada perawatan diberikan intervensi pada kejadian kaki
diri pasien luka diabetes menunjukkan diabetes non ulkus. Penelitian Sudirman
mayoritas perawatan diri mengalami (2017) menunjukkan bahwa adanya
peningkatan menjadi baik yaitu 80% perbedaan self-care diabetic sebelum dan
sedangkan penurunan perawatan diri kurang sesudah pemberian DSME pada pasien
baik menjadi 20%. Terjadinya peningkatan diabetes melitus.
yang dialami pasien diabetes sesudah Penelitian yang dilakukan Iriani, Haryani
teredukasi Diabetes Self-Management dan Aulawi (2017) menunjukkan terdapat
Education (DSME) yang dapat dilihat pada perbedaan antara kegiatan sebelum dan
nilai mean sebelum 1,72 dan sesudah menjadi sesudah dilakukan perawatan diri pada
1,20. Penurunan perawatan diri kurang baik kelompok. Penelitian Rockefeller (2019)
disebabkan karena responden tidak menunjukkan bahwa adanya peningkatan
melakukan tindakan yang diajarkan sebagai pengetahuan yang cenderung semakin baik
kemampuan pasien dalam menjaga dalam manajemen diri diabetes. Penelitian Sri
perawatan diri dengan baik. Perubahan yang Indaryati (2018), menunjukkan adanya
dirasakan responden awalnya jarang perbedaan antara self-care pasien yang
melakukan perawatan kaki dengan diberikan edukasi tentang DSME dan yang
memeriksakan kaki ke klinik dan merendam tidak diberikan edukasi.
kaki menjadi sering, tidak pernah melakukan Berdasarkan analisa DSME memiliki
aktivitas fisik, mengecek KGD dan pengaruh terhadap perawatan diri pasien luka
mengonsumsi obat diabetes sebelum diabetes. Peningkatan hasil penilaian sebelum
dilakukan intervensi yang dialami oleh dan setelah dilakukan intervensi. Berdasarkan
asumsi peneliti, sebelum dilakukannya
17
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

intervensi banyak yang masih memiliki Penderita Diabetes Mellitus: A


Literature Review. Jurnal Keperawatan
perawatan diri yang kurang baik. Setelah
Respati Yogyakarta, 6(2), 558-563.
dilakukan intervensi perawatan diri pasien [Link]
.php/JKRY/article/view/309
luka diabetes dari kurang baik menjadi baik.
Responden yang sudah memiliki pengetahuan
Akoit, E. E. (2015). Dukungan sosial dan
lebih patuh menjalankan perawatan diri perilaku perawatan diri penyandang
diabetes melitus tipe 2. Jurnal Info
secara rutin dan tepat, dibandingkan dengan
Kesehatan, 13(2), 952-966.
responden yang pengetahuannya kurang. [Link]
[Link]/infokes/article/view/89
Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa
pengetahuan tentang Diabetes Self-
American Diabetes Association (ADA). (2015).
Management Education (DSME) adalah Foundations o Care: Education,
Nutrition, Physical Activity, Smoking
bagian penting yang perlu diedukasikan
Cessation, Phychosocial Care, and
kepada pasien dalam menjalankan perawatan Immunization, Journal of Diabetes
Care, Volume 38, Supplement 1,
diri pasien luka diabetes.
January 2015, 20-30.
[Link]
[Link]
Kesimpulan
t/38/Supplement_1/S20.
Berdasarkan penelitian yang sudah
dilakukan didapatkan bahwa adanya American Diabetes Association (ADA). (2018).
American Diabetes Association
pengaruh Diabetes Self-Management
Standards Of Medical Care In
Education (DSME) terhadap perawatan diri Diabetes—2018.
[Link]
pasien luka diabetes melitus. Peran penting
edukator menjadi pendukung partisipan
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu
untuk meningkatkan perawatan diri-secara Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta.
mandiri. [Link] dapat menjadi
rujukan pada peneliti selanjutnya untuk
Brunner & Suddarth. (2016). Keperawatan
membahas beberapa faktor [Link] Medikal-Bedah, Ed.12. Jakarta: EGC.
kemampuan [Link] pasien luka
Chaidir, R., Wahyuni, A. S., & Furkhani, D. W.
diabetes melitus.
(2017). Hubungan self care dengan
kualitas hidup pasien diabetes
melitus. Jurnal Endurance, 2(2), 132-
Referensi
144.
Agustiningrum, R., & Kusbaryanto, K. (2019). [Link]
Efektifitas Diabetes Self Management endurance/article/view/1357
Education Terhadap Self Care
18
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

Damayanti, S., & Rahil, N. H. (2019). Diabetes Tangerang Selatan. J. Ilmu Kesehat.
Self Management Education (DSME) Masy, 7(04), 207-217.
Effectively Improves Self-Care
Behavior In Diabetic Feet And Reduces
Fahra, R. U., Widayati, N., & Sutawardana, J.
The Incidence Of Diabetic Foot
H. (2017). Hubungan Peran Perawat
Problems. In Proceeding International
Sebagai Edukator dengan Perawatan
Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 344-353).
Diri Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di
[Link]
Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Bina
p/PIC/article/view/95
Sehat Jember. NurseLine Journal, 61-
72.
Dalimunthe, D. Y. (2016). Pengaruh Diabetes [Link]
Self Management Education (DSME) 3456789/81186
sebagai model keperawatan berbasis
keluarga terhadap pengendalian
Fitria, E., Nur, A., Marissa, N., & Ramadhan, N.
glukosa pada penderita diabetes
2017. Karakteristik Ulkus Diabetikum
mellitus. Jurnal mutiara kesehatan
pada Penderita Diabetes Mellitus di
masyarakat, 1(1), 53-61.
RSUD dr. Zainal Abidin dan RSUD
[Link]
Meuraxa Banda Aceh. Buletin
[Link]/[Link]/JM
Penelitian Kesehatan, 45(3), 153-160.
KM/article/view/75
[Link]
18.153-160
Decroli, Eva. (2019). Diabetes Melitus Tipe 2.
Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu
Hailu, F. B., Moen, A., & Hjortdahl, P. (2019).
Penyakit Dalam.
Diabetes Self-Management Education
(DSME)–Effect on Knowledge, Self-
Djawa, O., & Prihatiningsih, D. (2018). Analisis Care Behavior, and Self-Efficacy
Faktor-Faktor Ekstrinsik Yang Among Type 2 Diabetes Patients in
Mempengaruhi Self Care Pada Pasien Ethiopia: A Controlled Clinical
Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Trial. Diabetes, Metabolic Syndrome
Depok III Sleman Yogyakarta. and Obesity: Targets and Therapy, 12,
[Link] 2489.
/123456789/1340 [Link]
ticles/PMC6890192/
Dwipayanti, P. I. (2016). Peningkatan Self Care
Behavior Pasien Dm Tipe 2 Melalui Hidayat, A. A. (2017). Metode Penelitian
Diabetes Self Management Keperawatan dan Kesehatan. Jakarta:
Education. Adi Husada Nursing Salemba Medika.
Journal, 2(2), 57-60.
[Link]
Indaryati, S. (2018). Pengaruh Diabetes Self
hp/AHNJ/article/view/57
Management Education (DSME)
Terhadap Self-Care Pasien Diabetes
Farida, I. (2018). Determinan Perilaku Melitus Di Rumah Sakit Kota
Manajemen Perawatan Diri pada Palembang. Jurnal Kesehatan
Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Saelmakers Perdana, 1(1), 44-52.

19
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

[Link] viors_Among_Patients_with_Type_II_
35 Diabetes_in_Palestine.

International Diabetes Federation. (2015). IDF Notoatmodjo, Soekidjo. (2017). Metodologi


Diabetes Atlas Seventh Edision. Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT
Brussels: International Diabetes Rineka Cipta.
Federation. [Link] Prasetyani, D., & Sodikin, S. (2017). Analisis
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2. Jurnal
Iriani, T. T., & Aulawi, K. (2018). Efektivitas
Kesehatan Al-Irsyad, 1-9.
Peer Group Diabetes Self Care
[Link]
Education terhadap Diabetes Self Care
php/jka/article/view/76
Activities Pasien DM. Jurnal Persatuan
Perawat Nasional Indonesia
(JPPNI), 2(1), 1- Riset Kesehatan Dasar. (2018). Badan
[Link]://[Link]/ojs/[Link]/j Penelitian dan Pengembangan
ppni/article/view/77 Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.

Irianto, K. (2014). Epidemiologi Penyakit Skills for Care, The common core principles to
Menular dan Tidak Menular Panduan support self-care. 2nd edition,
Klinis. Bandung: Alfabeta. (Leeds, 2015).
[Link].
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Infodatin
Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018. Sudirman, A. A. (2018). Diabetes Mellitus,
Pusat Data dan Informasi Kementerian Diabetes Self Management Education
Kesehatan RI. (DSME), and Self Care Diabetik. Jurnal
Gorontalo Internasional Nursing.
[Link]
Martiningsih, D. (2019). Analisis Faktor Yang
Mempengaruhi Kejadian Neuropati
Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Sugiyono. (2011). Metode Penelitian
Tipe 2. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kuantitatif Kualitatif dan R&B.
Kebidanan dan Keperawatan, 13(01), Bandung: Alfabeta.
40-49.
[Link]
Suryati, I., Primal, D., & Pordiati, D. (2019).
M/issue/archive
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan
Lama Menderita Diabetes Mellitus
Mosleh, R. S. A., Jarrar, Y. B., Zyoud, S. E., & (DM) dengan Kejadian Ulkus
Morisky, D. E. (2017). Factors related Diabetikum Pada Pasien DM Tipe
to diabetes self-care management 2. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's
behaviors among patients with type II Health Journal), 6(1), 1-8.
diabetes in Palestine. J Appl Pharm [Link]
Sci, 7(12), 102-9. .php/JKP/article/view/214
[Link]
tion/322306945_Factors_Related_to_
Wiastuti, S. M., Rondhianto, R., & Widayati, N.
Diabetes_SelfCare_Management_Beha
(2017). Pengaruh Diabetes Self
Management Education and Support
20
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1

(DSME/S) Terhadap Stres Pada Pasien


Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Di
Wilayah Kerja Puskesmas Patrang
Kabupaten Jember (The Effect of
Diabetes Self-Management Education
and Support [DSME/S] on Stress
i. Pustaka Kesehatan, 5(2), 268-275.
[Link]
/article/view/5784

21

Anda mungkin juga menyukai