Dampak DSME pada Perawatan Diri Diabetes
Dampak DSME pada Perawatan Diri Diabetes
Abstrak
Penderita diabetes berisiko mengalami masalah kesehatan salah satunya aktivitas perawatan diri. Pemberian edukasi
bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri
sehingga masalah kesehatan teratasi. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental melalui one grup pre-test dan
post-test design. Jumlah populasi sebanyak 25 orang, teknik sampling jenuh, dan sampel sebanyak 25 orang. Hasil
penelitian berdasarkan pengaruh intervensi edukasi yang diberikan terhadap perawatan diri pasien luka diabetes melitus
menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,00, yang berarti adanya pengaruh perawatan diri pasien luka diabetes melitus setelah
diberikan Diabetes Self-Management Education (DSME).
Abstract
Diabetics are at risk of experiencing health problems, one of which is self-care activities. Providing education aims to
increase knowledge and improve the patient's ability to perform self-care so that health problems are resolved. This study
used a design quasi-experimental through one group pre-test and post-test design. The total population is 25 people, the
technique sampling is saturated, and the sample is 25 people. The results of the study based on the effect of educational
interventions given on self-care for patients with diabetes mellitus showed a sig (2-tailed) value of 0.00, which means that
there is an effect of self-care for patients with diabetes mellitus after being given Diabetes Self-Management Education
(DSME).
Keywords: Diabetes Melitus, Self Management Education, Self Care
Korespondensi:
Email : quniawatidewi63@[Link]
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao , Anggeria/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
11
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao , Anggeria/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
12
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao , Anggeria/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
13
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
14
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
Tabel 4. Pengaruh Diabetes Self- perawatan diri kurang baik yaitu 72% dan
Management Education (DSME) perawatan diri baik yaitu 18%. Hal ini dapat
terhadap Perawatan Diri Pasien dilihat diantaranya mayoritas jarang
Diabetes Melitus melakukan perawatan kaki seperti
Std.
Sig. memeriksakan kaki dan merendam kaki.
Variabel Mean N t (2-
Deviation Perawatan kaki yang tidak dilakukan secara
tailed)
Perawatan 1,72 25 0,468
Diri rutin dalam seminggu menyebabkan kualitas
Pretest
4,437 0,000 perawatan diri buruk, sehingga dapat
Perawatan 1,20 25 0, 408
Diri menimbulkan meluasnya penyebaran infeksi
Posttest
Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat nilai dan memperlambat proses penyembuhan
mean dari variabel perawatan diri sebelum luka. Responden yang tidak pernah
1,72 dan sesudah perawatan diri menjadi 1,20 melakukan aktivitas fisik, mengecek KGD dan
dari 25 responden. Setelah dilakukan mengonsumsi obat secara teratur akan
intervensi didapatkan nilai t yaitu 4,437 berdampak buruk bagi kesehatan sehingga
dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < tubuh pasien akan kekurangan energi dan
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa setelah pengendalian gula darah yang tidak stabil.
dilakukan intervensi terdapat peningkatan Penelitian Dwipayanti (2016)
perawatan diri. Maka Ho ditolak dan Ha menyatakan bahwa perilaku self-care
diterima jadi adanya pengaruh Diabetes Self- behavior belum optimal sebelum dilakukan
Management Education (DSME) terhadap intervensi dan setelah dilakukan DSME
perawatan diri pasien diabetes melitus. menjadi lebih baik. Penelitian Mosleh, dkk
(2017) menyatakan bahwa analisis univariat
Pembahasan menunjukkan ada hubungan self-care
Perawatan diri merupakan aktivitas management dengan mengikuti pola makan
atau kemampuan individu dalam merawat diri atau diet diabetes dan durasi diabetes.
secara mandiri, sehingga dapat menjaga Sesuai dengan hasil penelitian ini
kesehatan fisik dengan baik. Menurut asumsi menunjukkan karakteristik responden
peneliti saat penelitian berlangsung, mayoritas berusia 50-59 tahun dan minoritas
perawatan diri pasien luka diabetes melitus berusia 70-79 tahun, hasil menunjukkan data
sebelum dilakukan Diabetes Self-Management usia <50 tahun lebih beresiko menderita
Education (DSME) menunjukkan sebagian diabetes. Penderita diabetes melitus dapat
besar dari keseluruhan mempunyai terjadi pada semua tingkat usia. Namun,
15
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
penyakit diabetes melitus dapat terjadi seiring kurangnya aktivitas fisik, pola makan dan usia.
bertambahnya usia, serta ada beberapa faktor Penelitian Martiningsih (2019) menunjukkan
yang mempengaruhinya. Sejalan dengan kebanyakan yang berjenis kelamin laki-laki.
penelitian Prasetyani dan Sodikin (2017) Berdasarkan hasil penelitian mayoritas
menyatakan bahwa usia ≥ 45 tahun beresiko lama menderita DM ≥ 3 tahun dan minoritas
terkena Diabetes Melitus. Sama halnya lama menderita ≤ 3 tahun. Hasil kuesioner
dengan penelitian Kekenusa, Ratag, dan penelitian didapatkan dari responden bahwa
Wuwungan (2013) yang menyatakan lama pasien menderita penyakit diabetes
penderita usia ≥ 45 tahun jauh lebih berisiko melitus maka terjadinya luka diabetes akan
dibandingkan dengan usia ≤ 45 tahun. semakin tinggi. Penelitian Fitria, dkk (2017)
Responden dengan riwayat keluarga yang penderita DM ≥ 5 tahun mempunyai resiko
menderita diabetes melitus memiliki resiko untuk terjadi ulkus dibandingkan dengan
lebih menderita DM Tipe 2 dari pada penderita DM ≤ 5 tahun.
responden yang tidak memiliki riwayat Peneliti melakukan intervensi
keturunan. mengenai DSME yang dilakukan pada
Berdasarkan penelitian ini responden berdasarkan Standar Operasional
menunjukkan mayoritas pendidikan Prosedur (SOP) yang disusun oleh peneliti dan
responden adalah SMA. Tingkat pendidikan dilakukan selama seminggu. Kegiatan
mempengaruhi pengetahuan tentang dilakukan mulai dari melakukan kontrak
perawatan diri pasien luka diabetes melitus. waktu, mengecek kesiapan, menjelaskan
Hal ini disebabkan karena jenjang pendidikan tujuan dan manfaat pelaksanaan kegiatan,
yang tinggi maka banyak ilmu pengetahuan melakukan prosedur pelaksanaan, mengisi
yang didapatkan. Penelitian Fahra, Widayati lembaran kuesioner, memotivasi dalam
dan Sutawardana (2017) mendapatkan tingkat manajemen perawatan diri pasien, dan
pendidikan yang rendah berpengaruh melakukan evaluasi hasil sesuai tujuan.
terhadap penderita DM tipe 2. Pasien yang Kegiatan edukasi diharapkan dapat
mempunyai pendidikan rendah memerlukan menciptakan perubahan yang terjadi sebelum
informasi terkait dengan pendidikan dan sesudah dilakukannya DSME, sehingga
kesehatan. kemampuan responden meningkat dalam
Hasil penelitian mendapatkan melakukan perawatan diri secara individual.
mayoritas jenis kelamin laki-laki. Hal ini Penelitian Agustiningrum dan
memperlihatkan beberapa faktor seperti Kusbaryanto (2019) menyatakan bahwa
16
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
Damayanti, S., & Rahil, N. H. (2019). Diabetes Tangerang Selatan. J. Ilmu Kesehat.
Self Management Education (DSME) Masy, 7(04), 207-217.
Effectively Improves Self-Care
Behavior In Diabetic Feet And Reduces
Fahra, R. U., Widayati, N., & Sutawardana, J.
The Incidence Of Diabetic Foot
H. (2017). Hubungan Peran Perawat
Problems. In Proceeding International
Sebagai Edukator dengan Perawatan
Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 344-353).
Diri Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di
[Link]
Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Bina
p/PIC/article/view/95
Sehat Jember. NurseLine Journal, 61-
72.
Dalimunthe, D. Y. (2016). Pengaruh Diabetes [Link]
Self Management Education (DSME) 3456789/81186
sebagai model keperawatan berbasis
keluarga terhadap pengendalian
Fitria, E., Nur, A., Marissa, N., & Ramadhan, N.
glukosa pada penderita diabetes
2017. Karakteristik Ulkus Diabetikum
mellitus. Jurnal mutiara kesehatan
pada Penderita Diabetes Mellitus di
masyarakat, 1(1), 53-61.
RSUD dr. Zainal Abidin dan RSUD
[Link]
Meuraxa Banda Aceh. Buletin
[Link]/[Link]/JM
Penelitian Kesehatan, 45(3), 153-160.
KM/article/view/75
[Link]
18.153-160
Decroli, Eva. (2019). Diabetes Melitus Tipe 2.
Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu
Hailu, F. B., Moen, A., & Hjortdahl, P. (2019).
Penyakit Dalam.
Diabetes Self-Management Education
(DSME)–Effect on Knowledge, Self-
Djawa, O., & Prihatiningsih, D. (2018). Analisis Care Behavior, and Self-Efficacy
Faktor-Faktor Ekstrinsik Yang Among Type 2 Diabetes Patients in
Mempengaruhi Self Care Pada Pasien Ethiopia: A Controlled Clinical
Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Trial. Diabetes, Metabolic Syndrome
Depok III Sleman Yogyakarta. and Obesity: Targets and Therapy, 12,
[Link] 2489.
/123456789/1340 [Link]
ticles/PMC6890192/
Dwipayanti, P. I. (2016). Peningkatan Self Care
Behavior Pasien Dm Tipe 2 Melalui Hidayat, A. A. (2017). Metode Penelitian
Diabetes Self Management Keperawatan dan Kesehatan. Jakarta:
Education. Adi Husada Nursing Salemba Medika.
Journal, 2(2), 57-60.
[Link]
Indaryati, S. (2018). Pengaruh Diabetes Self
hp/AHNJ/article/view/57
Management Education (DSME)
Terhadap Self-Care Pasien Diabetes
Farida, I. (2018). Determinan Perilaku Melitus Di Rumah Sakit Kota
Manajemen Perawatan Diri pada Palembang. Jurnal Kesehatan
Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Saelmakers Perdana, 1(1), 44-52.
19
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
[Link] viors_Among_Patients_with_Type_II_
35 Diabetes_in_Palestine.
Irianto, K. (2014). Epidemiologi Penyakit Skills for Care, The common core principles to
Menular dan Tidak Menular Panduan support self-care. 2nd edition,
Klinis. Bandung: Alfabeta. (Leeds, 2015).
[Link].
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Infodatin
Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018. Sudirman, A. A. (2018). Diabetes Mellitus,
Pusat Data dan Informasi Kementerian Diabetes Self Management Education
Kesehatan RI. (DSME), and Self Care Diabetik. Jurnal
Gorontalo Internasional Nursing.
[Link]
Martiningsih, D. (2019). Analisis Faktor Yang
Mempengaruhi Kejadian Neuropati
Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Sugiyono. (2011). Metode Penelitian
Tipe 2. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kuantitatif Kualitatif dan R&B.
Kebidanan dan Keperawatan, 13(01), Bandung: Alfabeta.
40-49.
[Link]
Suryati, I., Primal, D., & Pordiati, D. (2019).
M/issue/archive
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan
Lama Menderita Diabetes Mellitus
Mosleh, R. S. A., Jarrar, Y. B., Zyoud, S. E., & (DM) dengan Kejadian Ulkus
Morisky, D. E. (2017). Factors related Diabetikum Pada Pasien DM Tipe
to diabetes self-care management 2. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's
behaviors among patients with type II Health Journal), 6(1), 1-8.
diabetes in Palestine. J Appl Pharm [Link]
Sci, 7(12), 102-9. .php/JKP/article/view/214
[Link]
tion/322306945_Factors_Related_to_
Wiastuti, S. M., Rondhianto, R., & Widayati, N.
Diabetes_SelfCare_Management_Beha
(2017). Pengaruh Diabetes Self
Management Education and Support
20
Qurniawati, Fatikasari, Tafonao, Anggeria2/ Jurnal Ilmu Keperawatan (2020) 8:1
21