Pengaruh Edukasi Self Care pada DM Tipe 2
Pengaruh Edukasi Self Care pada DM Tipe 2
Pengaruh Self Care Management Education Dalam Discharge Planning Terhadap Self Efficacy
Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Di Rawat Inap Rsud Bayu Asih Purwakarta
ABSTRAK
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga
memerlukan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan kronis. Salah satu
bentuk pendidikan kesehatan yang dapat diberikan adalah diabetes self management education
(DSME) yang dapat memfasilitasi pengetahuan, ketrampilan dan perawatan diri. Penelitian ini
bertujuan untuk membuktikan pengaruh Self Care Management Education dalam Discharge Planning
terhadap self efficacy pada pasien DM tipe 2 di Rawat Inap RSUD Bayu Asih Purwakarta. Rancangan
penelitian menggunakan quasi experiment dengan randomized pre test - post test control group
design. Sampel berjumlah 32 orang yang diambil melalui teknik accidential dengan terdiri dari 16
kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan paird t test untuk
memperoleh nilai rata-rata (mean) intervensi pre test efikasi diri dengan hasil 31,00 dan hasil post test
36,19 sedangkan pada kelompok kontrol nilai mean pre test 27,69 dan post test 32.13. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat perbedaan self Efficacy yang signifikan antara kelompok perlakuan dan
kelompok kontrol dengan p value 0,002 < α 0,05. Penelitian ini menjadi salah satu pertimbangan
rumah sakit dalam menyusun discharge planning menggunakan konsep DSME. Perawat diharapkan
dapat memberikan DSME untuk mencegah komplikasi pada pasien DM tipe 2 dan menggunakan
DSME sebagai suatu program promosi kesehatan.
Kata kunci : Diabetes Self Management Education (DSME), Efikasi Diri, Diabetes Melitus
merupakan penyebab penting masalah ini, dan perawatan dirinya seperti diet, latihan fisik,
terus menerus meningkat pada setiap medikasi, kontrol glukosa, dan perawatan DM
tahunnya. WHO memperkirakan di tahun secara umum (Wu et al., 2006 dalam Ariani,
2030 diperkirakan mencapai 21,257,000. 2011).
Menurut Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS), yang diselenggarakan Menurut Sidani & Fan (2009) DSME
Kementerian Kesehatan Indonesia, hasil merupakan suatu proses memberikan
angka kejadian DM pada orang dewasa pengetahuan kepada pasien mengenai aplikasi
Indonesia 5,7%. PERSADIA (Persatuan strategi perawatan diri secara mandiri untuk
Diabetes Indonesia, 2014-2017). mengoptimalkan kontrol metabolik, mencegah
komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup
Penyakit Diabetes Mellitus adalah pasien DM. Tujuan umum DSME adalah
sekumpulan gejala yang timbul pada mendukung pengambilan keputusan, perilaku
seseorang akibat kadar gula darah yang tinggi perawatan diri, pemecahan masalah dan
(hiperglikemia). Gula darah tinggi disebabkan kolaborasi aktif dengan tim kesehatan untuk
oleh jumlah hormone insulin kurang atau atau memperbaiki hasil klinis, status kesehatan,
jumlah insulin cukup bahkan kadang-kadang dan kualitas hidup (Funnell [Link]., 2008).
lebih tetapi kurang efektif (resistensi insulin). Salah satu aspek yang memegang peranan
(Pradana Soewondo, 2007).Menurut penting dalam penatalaksanaan DM tipe 2
American Diabetes Association (ADA, 2010). adalah edukasi. Edukasi kepada pasien DM
Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok tipe 2 penting dilakukan sebagai langkah awal
penyakit metabolic dengan karakteristik pengendalian DM tipe 2. Edukasi diberikan
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan kepada pasien DM tipe 2 dengan tujuan untuk
sekresi insulin, kerja insulin atau kedua- meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
duanya. pasien sehingga pasien memiliki perilaku
preventif dalam gaya hidupnya untuk
Perawat merupakan salah satu tenaga menghindari komplikasi DM tipe 2 jangka
kesehatan yang mempunyai kontribusi besar panjang (Smeltzer & Bare, 2001). Salah satu
dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan bentuk edukasi yang umum digunakan dan
merupakan ujung tombak pelayanan di rumah terbukti efektif dalam memperbaiki hasil
sakit. Perawat mempunyai waktu terlama klinis dan kualitas hidup pasien DM tipe 2
dalam berinteraksi dengan pasien dan adalah Diabetes Self Management Education
keluarga. Orem (1985 dalam Alligood & (DSME) (Mc. Gowan, 2011).
Tomey, 2006).
METODE PENELITIAN
Efikasi diri merupakan gagasan kunci dari Jenis penelitian ini adalah penelitian
teori sosial kognitif (social cognitive theory) kuantitatif dengan desain penelitian quasi
yang dikembangkan oleh Albert Bandura. eksperimen. memberikan perlakuan atau
Bandura (1997 dalam Ariani, 2011) inrervensi pada subyek penelitian kemudian
mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis.
individu akan kemampuannya untuk mengatur Rancangan penelitian yang digunakan adalah
dan melakukan tugas-tugas tertentu yang dengan pendekatan Randomized pre test - post
dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang test Control Group Design. Desain ini
sesuai diharapkan. Efikasai diri membantu bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab
seseorang dalam menentukan pilihan, usaha akibat dengan cara memberikan intervensi
untuk maju, serta kegigihan dan ketekunan (perlakuan) kepada salah satu kelompok
dalam menentukan tugas-tugas yang eksperimen, kemudian hasil (akibat) dari
mencakup kehidupan [Link] diri pada intervensi tersebut dibandingkan dengan
pasien diabetes melitus tipe 2 berfokus pada kelompok kontrol, kedua kelompok diukur
keyakinan pasien untuk mampu melakukan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi
prilaku yang dapat mendukung perbaikan yang diberikan diharapkan dapat memberikan
penyakitnya dan meningkatkan manajemen pengaruh ataupun perubahan variabel efikasi
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan ISSN: 2089-1172 (Media Cetak)
Vol. 8, No 1, pp. 54-61 56
diri pasien. Peneliti ingin mengetahui ada Analisis inferensial menggunakan uji paird t
tidaknya Pengaruh Self Care Management test.
Education dalam Discharge Planning
Terhadap Self Eficacy Pada Pasien Diabetes HASIL DAN BAHASAN
Mellitus tipe 2 di Ruang Rawat Inap RSUD Berdasarkan hasil distribusi responden
Bayu Asih Purwakarta pada bulan april – juni kelompok intervensi diperoleh usia rata-rata
2014. yang memenuhi kriteria inklusi dan berkisar > 40 tahun, sedangkan usia rata-rata
eksklusi sebanyak 32 orang (16 orang kelompok control adalah > 40 tahun. Pada
kelompok perlakuan dan 16 orang kelompok tabel usia Dapat nyatakan proporsi umur
kontrol). Kriteria inklusi adalah Pasien yang responden pada kelompok intervensi dengan
bisa membaca dan menulis, Pasien yang umur pada kelompok kontrol adalah seimbang
bersedia menjadi responden, Pasien yang tidak jauh berbeda. Hasil analisis univariat
dalam keadaan tidak mengalami cacat fisik, jenis kelamin menunjukan bahwa mayoritas
Pasien yang ada di rawat inap dalam RSUD jenis kelamin pada kelompok intervensi dan
Bayu Asih Purwakarta yang menderita DM kelompok kontrol adalah perempuan 22
tipe 2. Kriteria eksklusi penelitian terdapat responden (68.8%) dan responden laki-laki 10
Pasien yang tidak bersedia menjadi responden orang (31,3%). Hasil distribusi responden
penelitian, Pasien yang keterbatasan fisik, tingkat pendidikan kelompok intervensi
mental atau kognitif misalnya buta, tuli, tingkat pendidikan SLTP 4 (25,0%), SD 7
dimensia, sakit jantung, sakit ginjal. Teknik (43,8%) dan tidak sekolah 5 (31,3%).
sampling yaitu jenis consecutive sampling. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak
Lokasi penelitian Rumah Sakit Umum Daerah sekolah 4 (25,0%), SD 3 (18,8%), SLTP 6
Bayu Asih Purwakarta. (37,5%) dan SLTA 3 (18,8%). Dapat
nyatakan proporsi tingkat pendidikan antara
Instrumen penelitian ini adalah Instrumen kelompok intervensi dengan pada kelompok
penelitian ini adalah kuesioner The Diabetes kontrol pada adalah tidak jauh berbeda atau
Management Self-Eficacy Scale. Kuesioner seimbang. Hasil analisis pada table edukasi
The Diabetes Management Self-Eficacy Scale sebelumnya menjelaskan bahwa yang belum
digunakan untuk mengukur self care Efficacy. mendapatkan edukasi dari 32 pasien Diabetes
Peneliti melaksanakan pre test kelompok Melitus (DM) pada kelompok intervensi
perlakuan dan kelompok kontrol pada saat 68.7% sedang pada kelompok kontrol 62,5%.
awal pasien masuk RS. Peneliti kemudian Sedangkan yang pernah mendapat edukasi
melakukan intervensi pada kelompok sebelumnya pada kelompok intervensi 31,3%
perlakuan sebanyak 4 sesi, yaitu pada saat dan pada kelompok kontrol 37,5%. Dapat
awal masuk rumah sakit, selama dirawat di nyatakan proporsi edukasi sebelumnya antara
rumah sakit , dan sebelum pasien keluar dari kelompok intervensi dengan kelompok
rumah sakit. Kelompok kontrol mendapatkan kontrol adalah seimbang atau tidak jauh
discharge planning seperti yang biasa berbeda. analisis pada table yang lamanya
dilakukan di ruangan. Setelah intervensi rawat menjelaskan bahwa yang sudah lama
dilakukan, kemudian dilakukan post test pada dirawat atau baru dirawat dengan diabetes dari
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, 32 pasien Diabetes Melitus (DM) pada
yaitu sebelum pasien pulang dari RS. Self care kelompok intervensi yang lama dirawat
Efficacy disajikan dalam bentuk proporsi. kurang dari 1 tahun 58,3% sedang pada
Pengkategorisasian self care Efficacy adalah kelompok kontrol 50,0%. Sedangkan yang
Dinyatakan dalam Skore < 30 skore efikasi lama dirawat lebih dari 1 tahun pada
diri kurang, > 30 Skore efikasi diri baik. kelompok intervensi 41,7% dan pada
Sedangkan variabel umur, jenis kelamin, kelompok kontrol 50,0%. Dapat nyatakan
tingkat pendidikan, edukasi sebelumnya dan proporsi lama dirawat pasien DM antara
lamanya dirawat disajikan berupa nilai kelompok intervensi dengan kelompok
tendensi sentral dalam bentuk mean, median, kontrol adalah seimbang atau tidak jauh
modus dan deviasi standar dengan CI 95 %. berbeda.
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan ISSN: 2089-1172 (Media Cetak)
Vol. 8, No 1, pp. 54-61 57
Tabel. 1
Rekapitulasi Mean (Rata-Rata) Kemampuan Efikasi Diri Pasien Diabetes Sebelum Diberikan DSME
Pada Kelompok Intervensi, Kelompok Kontrol dan Pada Total Sampel.
Std. error
Kelompok Mean N Std. Deviation
mean
intervensi
31.00 16 10.218 2.554
Control
27.69 16 2.626 .656
Total sampel
29.34 32 7.529 1.331
Dapat dilihat dari table diatas nilai rata-rata Management Education (DSME) yaitu 29.34.
hasil pretest efikasi diri pasien Diabetes Dimana dari hasil pretest pada kelompok
sebelum dan sesudah dilakukan Diabetes Self- intervensi, pada kelompok kontrol dan total
Management Education (DSME) pada sampel ada perbedaan tetapi tidak jauh
kelompok intervensi nilai mean pretes 31,00, berbeda. Dengan demikian dapat dinyatakan
pada kelompok kontrol 27,69 dan nilai total kesimbangan ini merupakan prasyarat untuk
sampel rata-rata pretest efikasi diri pasien mengendalikan pengaruh variabel intervening.
Diabetes sebelum dilakukan Diabetes Self-
Tabel 2
Rekapitulasi Mean (Rata-Rata) Kemampuan Efikasi Diri Pasien Diabetes Sesuadah Diberikan DSME
Pada Kelompok Intervensi, Kelompok Kontrol dan Pada Total Sampel.
peningkatan nya yang diberikan tindakan untuk melakukan perawatan Diabetes dirumah
DSME. Berdasarkan kesimpulan tabel tabel di dengan mandiri ada peningkatan, maka sangat
atas tentang karakteristik responden yang layak dilanjutkan ke analisa bivariate dan uji
seimbang dan kemampuan pasien efikasi diri statistik hipotesa.
Tabel 3
Rekapitulasi Nilai Post Test Efikasi Diri Responden
Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol
Di RSUD Bayu Asih Purwakarta
Rekapitulasi nilai post test efikasi diri pada Pada kelompok kontrol terlihat responden
kelompok intervensi terlihat responden yang yang mencapai nilai maksimal efikasi diri 53
mencapai nilai maksimal efikasi diri 58 hanya hanya ada 2 orang (12.5%); nilai maksimal
ada 1 orang (6.3 %); nilai maksimal 100% 100% jawaban baik 60, beda nilai maksimal
jawaban baik 60, beda nilai maksimal dengan dengan nilai 100% masih jauh (53-60=7).
nilai 100% masih jauh (60-58=2). Tendensi Tendensi sentral nilai efikasi diri responden:
sentral nilai efikasi diri responden: mean: mean: 32.13; Median: 28.00 dan standard
36.19, Median: 31.50 dan standard deviasi deviasi 8.350. Beda nilai Mean antara
11.940. kelompok Intervensi dengan kelompok
control adalah 4,06
.
Tabel 4
Rekaputasi Mean (Rata-Rata) Self Efficacy pasien DM tipe 2 Pada Tahap Pre/Post Test Secara
Terpisah Antara Kelompok Intervensi, Kelompok Kontrol Dan Total Sampel.
Mean (Rata-Rata)
Efikasi diri Pada Tahap
Kelompok Standard
N
Deviasi
Pre Test Pos Test
Intervensi
( Dengan DSME)
31.00 36.19 7.910 16
Kontrol
(Tanpa DSME) 27.69 32.13 8.648 16
Tabel 5
Rekaputasi Hasil Uji T (Kemaknaan Beda Mean) Tahap Pre/Postes Diabetes Self Management
Education (DSME) terhadap Self Efficacy pasien DM tipe 2 Secara Total Antara Kelompok
Intervensi, Kontrol Dan Total Sampel
Perbedaan
Pre Test – Pos Test
Mean 95% CI
Pada Kelompok N P
Intervensi (Dengan 16
-5.188 -9.402 s/d -,973 0.019
DSME)
Kontrol (Tanpa 16
-4.438 -9.046 s/d.171 0.058
DSME)
Total Sampel 32
-4.813 -5.582 s/d -.654 0,002
Pada tahap pre test ke post test kelompok Pada tahap pre test ke post test total sampel
intervensi dengan responden (n=16) ada dengan jumlah responden (n=32) ada
perbedaan mean = -5.188 dan nilai p (sig 2 perbedaan nilai mean = - 4,813 dan nilai p (sig
tailed) = 0.019 < 0.05. Maka Ho ditolak dan 2 tailed) = 0.002 < 0.05. Maka Ho ditolak dan
diterima Ha, jadi ada pengaruh Diabetes Self- diterima Ha, jadi ada pengaruh Diabetes Self
Management Education (DSME) Dalam Management Education (DSME) Dalam
Discharge Planning Terhadap Self Efficacy Discharge Planning Terhadap Self Efficacy
pasien Diabetes Melitus (DM). pasien DM. Pada total sampel masih tetap
bermakna walaupun terkoreksi dengan
Pada tahap pre test ke post test kelompok mengikutkan kelompok kontrol. Hasil
kontrol dengan responden (n=16) ada penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-
perbedaan mean = - 4,438 dan nilai p (sig 2
tailed) = 0.058 > 0.05. Maka Ho diterima, jadi rata Pengaruh Self Care Management
tidak ada pengaruh Diabetes Self Management Education Dalam Discharge Planning
Education (DSME) Dalam Discharge Terhadap Self Efficacy Pasien Diabetes Melitus
Planning Terhadap Self Efficacy pasien DM, Tipe II (P Value 0,002). Hal tersebut
mengapa demikian karena sebagai kelompok menunjukan adanya perbedaan yang bermakna
kontrol memang tidak diberikan intervensi dari pengukuran pre test dan pos test efikasi
Diabetes Self Management Education diri pada kelompok kontrol maupun kelompok
(DSME). intervensi, tetapi dijumpai selisih peningkatan
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan ISSN: 2089-1172 (Media Cetak)
Vol. 8, No 1, pp. 54-61 60
efikasi diri kelompok intervensi lebih tinggi kelompok intervensi lebih tinggi dari
dibandingkan dengan kelompok kontrol. kelompok kontrol. Ada pengaruh yang
bermakna Diabetes Self Management
Selanjutnya data juga menyebutkan adanya Education (DSME) terhadap Self Efficacy pada
pengaruh yang bermakna pada pengukuran pasien Diabetes Melitus.
efikasi diri pada kelompok kontrol dan
kelompok intervensi tapi dijumpai nilai mean Diabetes Self Management Education (DSME)
rata-rata postes pada kelompok kontrol dan efektif meningkatkan Self Efficacy. Tidak
intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok terdapat pengaruh yang bermakna antara usia,
kontrol. Hal ini menunjukan bahwa kedua jenis kelamin, tingkat pendidikan, edukasi
proses edukasi baik pada responden kontrol sebelumnya dan lamanya dirawat terhadap
maupun intervensi menunjukan kontribusi efikasi diri. Diabetes Self Management
pada peningkatan efikasi diri, namun pada Education (DSME) adalah faktor yang paling
kelompok intervensi yang mendapat tindakan berpengaruh terhadap efikasi diri pada pasien
Diabetes Self Management Education (DSME) Diabetes Melitus.
ternyata lebih efektif 15% meningkatkan
efikasi diri pasien dibandingkan dengan Keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien
mendapatkan edukasi rutin saja dari ruangan. Diabetes Melitus sangat diperlukan mengingat
Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian penyakit Diabetes Melitus membutuhkan
menunjukan adanya peningkatan skore efikasi penanganan seumur hidup sehingga
diri pada kelompok intervensi setelah membutuhkan dukungan keluarga yang
diberikan tindakan Diabetes Self Management konsisten dan berkesinambungan.
Education (DSME). Meningkatkan upaya pemberian Diabetes Self
Penelitian diatas sejalan dengan hasil Management Education (DSME) atau edukasi
penelitian Nurjanah (2014) yang menyebutkan secara terstruktur dan terintegrasi dengan
bahwa ada perbedaan yang bermakna edukasi perencanaan pulang pada pasien.
terstruktur terhadap efikasi diri dan prilaku Pelaksanaannya dapat melibatkan tenaga
promosi kesehatan pada pasien gagal jantung ( kesehatan lain dengan menggunakan berbagai
p value 0,001). Hal ini juga sesuai dengan hasil pendekatan teori model keperawatan salah
penelitian Astuti P. (2012) yang menyebutkan satunya adalah teori Health Promotion Model
ada pengaruh yang bermakna edukasi pre (HPM).
oprasi terstruktur terhadap efikasi diri pasien
post oprasi fraktur (p velue 0,001). Mengembangkan riset-riset terkait intervensi
keperawatan untuk meningkatkan efikasi diri
Menurut Norris [Link]. (2002) dalam Yuanita dan Diabetes Self Management Education
(2013), tujuan DSME adalah mengoptimalkan (DSME) pada pasien Diabetes Melitus.
kontrol metabolik dan kualitas hidup pasien
dalam upaya mencegah komplikasi akut dan Menambah tempat penelitian yang beragam
kronis, sekaligus mengurangi penggunaan tidak hanya di rumah sakit umum daerah tetapi
biaya perawatan klinis. Edukasi yang diberikan penelitian dirumah sakit swasta untuk bisa
melalui DSME dapat memfasilitasi menghasilkan penelitian yang bersifat
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan generalisasi.
pasien DM dalam melakukan perawatan
mandiri (Funnell [Link]., 2008). DAFTAR PUSTAKA
Ada. (2010). Standards Of Medical Care In
SIMPULAN DAN SARAN Diabetes 2010. Journal Of Diabetes
Terdapat perbedaan yang bermakna efikasi diri Care, Vol. 33, Supplement 1, February
dan tindakan Diabetes Self Management 2014, 38 (2) : 181-E31. Diperoleh Dari
Education (DSME) pada kelompok intervensi [Link]
sebelum dan sesudah pemberian Diabetes Self Ariani, Yesi. (2010). Motvasi dan Efikasi Diri
Management Education (DSME) pada pasien Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam
Diabetes Melitus dengan score rata-rata Asuhan Keperawatan. Tesis FIK
Sumatera Utara.
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan ISSN: 2089-1172 (Media Cetak)
Vol. 8, No 1, pp. 54-61 61
andura, A. (2004). Health Promotion by Social Pranto, Agung (2014). Tantangan diabetes
Cognitive Means. Department of melitus sebagai wabah penyakit dunia,
Psychology, Stanford University, [Link]
Stanford, California. esehatan/read/26-Tantangan-Diabetes-
Brunner & Suddart. (2001). Keperawatan Mellitus-Sebagai-Wabah-Penyakit-
Medikal Bedah. Jakarta : EGC Dunia
Fitriyani, (2012). Faktor Risiko Diabetes Putra, Juniartha S. (2012). Konsep Teori Model
Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Health Promotion Model Pender.
Kecamatan Citangkil Dan Puskesmas Rondhianto, (2011). Pengaruh Diabetes Self
Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon. Management Education Dalam
Skripsi FIK UI. Discharge Planning Terhadap Self Care
Funnell, M. M., [Link]. 2008. National Behavior Pasien Diabetes Mellitus Tipe
Standards For Diabetes Self- 2. Tesis FIK Universitas Jember.
Management Education. Diabetes Care Sicree, R.,Shaw, J., & Zimmet P. 2009. The
Volume 31 Supplement 1: P. S87-S94. Global Burden. IDF Diabetes Atlas 4th
Kott, K.B (2008). Self-efficacy, outcome Ed.
expectation, self-care behaviour and Slamet., S.,dkk. 2009. Penatalaksanaan
glycosylated hemoglobin level in Diabetes Mellitus: Penatalaksanaan
persons with type 2 diabetes. Diunduh Diabetes Melitus. Jakarta: Fakultas
tanggal 18 mei 2014 dari Kedokteran Universitas Indonesia
[Link] Soegondo, S. (2007). Diagnosis dan klasifikasi
International Diabetes Federation. 2011. Diabetes Melitus terkini, dalam
Diabetes Evidence Demands Real penatalaksanaan Diabetes Melitus
Action From The Un Summit On Non- terpadu. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Communicable Diseases. Soewondo, P. (2007). Pemanatauan
[[Link] Pengendalian Diabetes Melitus, Dalam
demands-real-action-unsummit-non Penatalaksanaan Diabetes Melitus
communicable-diseases] Terpadu.
Notoatmodjo, Soekidjo (2012). Metodologi Tomy A.M Dan Alligood M.R (2006). Nursing
Penelitian Kesehatan. Jakarta; Rineka Theorists And Their Work 6 Th Ed. Usa :
Cipta. Mosby Elsevier.
Nurjanah, U. (2014). Efektifitas Edukasi Waluyo, Gaguk, E. (2010). Pengaruh
Terstruktur Terhadap Efikasi Diri Dan Pendidikan Kesehatan Terhadap
Prilaku Promosi Kesehatan Pada Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap
Pasien Gagal Jantung di RSUD RSUD Kota Madiun. Tesis FIK
[Link] FIK UMJ Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Osid (2014). Hubungan Karakteristik WHO (2005). Pencegahan Diabetes mellitus
Responden Dan Kepatuhan laporan Kelompok Studi WHO. Jakarta :
Pengendalian Gula Darah Dengan Hipocrates
Kualitas Hidup Pasien Diabetes Yuanita, A. (2013). Pengaruh Diabetes Self
Mellitus Di Rawat Jalan Poli Klinik Management Education (DSME)
Penyakit Dalam Di Rsud Karawang. Terhadap Resiko Terjadinya Ulkus
Keperawatan Skripsi STIKes Karawang. Diabetik Pada Pasien Rawat Jalan
Perkeni (2006). Konsensus Pengelolaan Dan Dengan Diabetes Mellitus (Dm) Tipe 2
Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Di Rsd Dr. Soebandi Jember. [Skripsi].
Indonesia. Jember: Program Studi Ilmu
Keperawatan Universitas Jember.