0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan4 halaman

Penerapan Hukum Pascal pada U-Tube

Eksperimen menggunakan alat U-tube dimaksudkan untuk membuktikan hukum Pascal tentang tekanan hidrostatik dan hubungannya dengan kedalaman cairan, massa jenis, dan volume cairan. Mahasiswa akan mengukur perubahan beda tinggi antara dua cairan berbeda dalam U-tube seiring penambahan volume salah satu cairan.

Diunggah oleh

raehan said
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan4 halaman

Penerapan Hukum Pascal pada U-Tube

Eksperimen menggunakan alat U-tube dimaksudkan untuk membuktikan hukum Pascal tentang tekanan hidrostatik dan hubungannya dengan kedalaman cairan, massa jenis, dan volume cairan. Mahasiswa akan mengukur perubahan beda tinggi antara dua cairan berbeda dalam U-tube seiring penambahan volume salah satu cairan.

Diunggah oleh

raehan said
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PASCAL PRINCIPLE pada U-TUBE

I. TUJUAN
a. Mahasiswa dapat memahami penerapan tekanan hidrostatik,
b. Mahasiswa dapat memahami dan membuktikan hukum paskal,
c. Mahasiswa dapat memahami hubungan massa, massa jenis, dan volume,
d Mahasiswa mengetahui hubungan antara volume cairan , berat cairan dan jarak vertikal
perbedaan level bawah masing-masing cairan.
II. KESELAMATAN KERJA
a. Perhatikan cairan yang dipakai, berbahaya atau tidak,
b. Jika cairan mudah terbakar, jauhkan dari sumber api,
c. Hati-hati dalam menuang cairan dalam tube agar tidak tumpah.
III. DASAR TEORI
Tekanan
Fluida adalah substansi yang memilki kemampuan untuk mengalir : bebas untuk berubah
bentuk dan bergerak di bawah pengaruh dari gaya yang menggerakannya. Gerakan dari
fluida ini dapat dianalisa pada tingkatan mikroskopik atau dengan kata lain dapat diperlakukan
setiap molekul fluida dapat diperlakukan sebagai individual objek. Beberapa sifat dari fluida
dapat secara tepat diprediksi tertutama ketika di dalam perhitungan energy potensial maupun
kinetic. Bagaimanapun kemampuan dari molekul dari sebuah fluida ini memberikan sifat yang
unik yang berbeda dengan benda padat : yaitu kemampuan untuk menyalurkan tekanan :
yang didefiniskan sebagai gaya yang menekan suatu area.
Tekanan :

P = F/A

Dimana
,P : Tekanan, satuan pascal (Pa) (N/m2) (metric) , Pounds per Square Inch (PSI)(lb/in2) (british)
F : Gaya, satuan newton (N) (metric), pounds (lb) (british)
A : Area tekan, meter persegi (m2) (metric), inch persegi (in2) (british)

Hukum Pascal
Hukum Pascal mengatakan bahwa, "tekanan pada suatu titik akan diteruskan kesemua titik lain
secara sama". Artinya, bila tekanan pada suatu titik dalam zat cair ditambah dengan suatu harga,
maka tekanan semua titik di tempat lain pada zat cair yang sama akan bertambah dengan harga
yang sama pula. Dengan hukum ini, sebuah gaya yang kecil dapat digunakan untuk
menghasilkan gaya yang besar dengan membuat luas penampang keluaran lebih besar daripada
luas penampang masukan. Hal ini terjadi karena tekanan pada masukan dan keluaran akan sama
pada ketinggian yang sama. Dengan demikian, akan diperoleh:

𝑝1 = 𝑝2

𝐹1/ 𝐹2 = 𝐴1 /𝐴2

Tekanan hidrostatis

Tekanan hidrostatis pada suatu titik di dalam zat cair ditentukan oleh kedalaman zat cair
yang diukur dari permukaan dan tidak bergantung pada luas serta bentuk penampang. Jika Po
adalah tekanan di bagian atas dan P adalah tekanan di dasar, maka selisih gaya ke atas yang
disebabkan oleh perbedaan tekanan ini adalah PA - PoA. Dengan membuat selisih gaya ke atas
ini sama dengan berat zat cair, maka diperoleh tekanan mutlak pada kedalaman h yaitu:

𝑃𝐴 − 𝑃𝑜𝐴 = 𝜌𝑔𝐴ℎ
𝑃 = 𝑃𝑜 + 𝜌𝑔ℎ

Dimana:
P = tekanan mutlak (N/m2)
Po = tekanan udara luar (N/m2)
IV. ALAT dan BAHAN
a. Air
b. Pelumas
c. Minyak ….
d. Peralatan U-Tube (2 buah selang transparan beda diameter, reducer, dan klep)
e. Penggaris L
f. Dudukan U-Tube

V. PROSEDUR PERCOBAAN
I. Pelumas di tube 1 dan minyak solar di tube 2
a. Tinggi h1 tetap
1) Ukur diameter masing-masing tube,
2) Masukan air ke dalam tube sebanyak ……,
3) Masukan Pelumas ke tube 1 sebanyak …..,
4) Masukan minyak ….. ke tube 2 sebanyak……., 5) Ukur H (beda level bawah kedua cairan),
6) Pertahankan volume cairan di tube 1,
7) Tambahkan volume cairan di tube 2 setinggi 1 cm secara berkala,
8) Amati dan catat perubahan nilai H terhadap penambahan nilai h2 sampai H = 0.

b. Tinggi h2 tetap
1) Ukur diameter masing-masing tube,
2) Masukan air ke dalam tube sebanyak ……,
3) Masukan Pelumas ke tube 1 sebanyak …..,
4) Masukan minyak ……. ke tube 2 sebanyak…….,
16

5) Ukur H (beda level bawah kedua cairan),


6) Pertahankan volume cairan di tube 2,
7) Tambahkan volume cairan di tube 1 setinggi 1cm secara berkala,
8) Amati dan catat perubahan nilai H terhadap penambahan nilai h1 sampai H = 0.

II. Pelumas di tube 2 dan minyak solar di tube 1


a. Tinggi h1 tetap
1) Ukur diameter masing-masing tube,
2) Masukan air ke dalam tube sebanyak ……,
3) Masukan minyak ……. ke tube 1 sebanyak …..,
4) Masukan pelumas ke tube 2 sebanyak…….,
5) Ukur H (beda level bawah kedua cairan),
6) Pertahankan volume cairan di tube 1,
7) Tambahkan volume cairan di tube 2 setinggi 1cm secara berkala,
8) Amati dan catat perubahan nilai H terhadap penambahan nilai h2 sampai H = 0.

b. Tinggi h2 tetap
1) Ukur diameter masing-masing tube,
2) Masukan air ke dalam tube sebanyak ……,
3) Masukan minyak ……. ke tube 1 sebanyak …..,
4) Masukan pelumas ke tube 2 sebanyak…….,
5) Ukur H (beda level bawah kedua cairan),
6) Pertahankan volume cairan di tube 2,
7) Tambahkan volume cairan di tube 1 seetinggi 1cm secara berkala,
8) Amati dan catat perubahan nilai H terhadap penambahan nilai h1 sampai H=0.

Anda mungkin juga menyukai