PENERAPAN IMPULS DAN MOMENTUM DI DALAM
TEKNIK SIPIL
A. PENGERTIAN IMPULS
Impuls di notasikan dengan I, satuannya N.s atau kg.m/s. Untuk membuat benda yang
diam menjadi bergerak, maka perlu dikerjakan gaya pada benda tersebut selama waktu
tertentu.
Perhatikan peristiwa berikiut :
Sebuah bola begerak dipukul dengan tongkat bedar. Gaya pukul tongkat dikalikan
dengan selang waktu selama gaya bekerja pada bola impuls. Jadi impul adalah hasil kali gaya
konstan sesaat dengan selang waktu gaya bekerja.
Impuls merupakan besaran vektor, jadi perhatikan arah gerak benda serta arah gaya
yang bekerja.
B. PENGERTIAN MOMENTUM
Momentum adalah sebuah nilai dari perkaliam materi yang bermassa atau memiliki
bobot dengan pergerakan atau kecepatan. Dalam fisika momentum dilambang dengan huruf
‘p’, secara matematis momentum dapat dirumuskan :
p=m.v
Ket :
p = Momentum
m= Massa
v = kecepatan atau viscositas (dalam fluida)
Momentum akan beruabah seiring dengan kecepatan massa dan kecepatan. Semakin
cepat pergerakan suatu materi, benda akan semakin besar juga momentumnya. Semakin
besar momentum, makan semakin dahsyat kekuatan yang dimiliki oleh suatu benda. Jika
materi dalam keadaan diam, maka momentumnya sama dengan nol. Sebaliknya, semakin
cepat pergerakannya maka semakin besar pula momentumnya.
C. PENERAPAN IMPULS DAN MOMENTUM DI DALAM TEKNIK SIPIL
• Konstruksi bangunan
Salah satu pemanfaatan sifat elastatis benda padat konstruksi adalah
berkaitan dengan teknik memperluas ruangan. Berikut ini beberapa cara yang
digunakan ahli bangunan dalam memperluas ruang sebuah bangunan :
1. Tiang dan balok penyanggah pada pintu
Kebanyakan bangunan menggunakan batu dan bata sebagai bahan dasar
(disertai campuran semen dan pasir). Persoalannya, batu dan bata sangat
lemah terhadap tarikan dan geseran walaupun kuat terhadap tekanan.
Kita bisa membuktikan hal ini. Jika di sekitar kita banyak batu dan bata,
jika batu dan bata ditumpuk (disusun secara vertikal) dalam jumlah
banyak, batu dan bata tidak mudah patah (bentuknya tetap seperti
semula). Dalam hal ini batu dan bata sangat kuat terhadap tekanan.
Tetapi, jika batu dan bata mengalami tegangan tarik dan tegangan geser,
batu dan bata mudah patah. Oleh karena itu digunakan balok untuk
mengatasi masalah ini. Balok mampu mengatasi tegangan tarik, tegangan
tekan, dan tegangan geser. Jika anda amati balok penyanggah pada pintu
rumah, tampak balok tersebut tidak berubah bentuk. Sebenarnya
terdapat perubahan bentuk balok, hanya saja perubahannya sangat kecil
sehingga tidak tampak ketika dilihat dari jauh. Bagian atas balok menjadi
mampatan akibat adanya tegangan tekan yang disebabkan beban di
atasnya (batu dan bata), sedangkan bagian bawah balok mengalami
perubahan panjang (akibat tegangan tarik). Tegangan geser terjadi di
dalam balok.
2. Lengkungan setengah lingkaran
Pintu atau penghubung ruang sebuah bangunan berbentuk setengah
lingkaran pertama kali diperkenalkan oleh orang romawi. Apabila
dirancang dengan baik maka batu-batu yang disusun melengkung
mengalami tegangan tekan (batu-batu saling berdempetan) sehingga
dapat menahan beban berat yang ada di atasnya. Ingat, batu sangat kuat
terhadap tekanan.
3. Palu
Mengapa kayu tidak dibuat dari kayu saja, tetapi dibuat dari besi?
Tujuannya supaya selang waktu kontak menjadi lebih singkat, sehingga
gaya impuls yang dihasilkan lebih dihasilkan lebih besar. Kalau gaya
impulnysa besar, maka paku akan tertanam lebih dalam.
• Helm
Kalau diperhatikan bagian dalam helm, pasti anda akan melihat lapisan lunak.
Seperti gabus atau spons, lapisan lunak tersebut bertujuan untuk memperlama
waktu kontak seandainya kepala anda terbentur ke aspal ketika terjadi
tabrakan. Jika tidak ada lapisan lunak tersebut, gaya impuls akan bekerja lebih
cepat sehingga walaupun memakai helm, anda akan pusing-pusing ketika
terbentur aspal.
D. APLIKASI GERAK
• Kendaraan yang melewati jalan tol. Walaupun terdapat tikungan pada jalan
tol, kendaraan beroda bisa melakukan GLB pada jalan tol. Pada jarak tertentu
lintasan jalan tol lurus. Kendaraan yang bergerak pada jalan tol pun juga
kadang mempunyai kecepatan yang tetap. Tetap ini hanya berlangsung
sementara alias beberapa menit saja. Sehingga dalam pembangunan jalan tol
dan pembuatan mobil harus mempertimbangkan segala kemungkinan impuls
dan momentum yang akan terjadi.
• Gerakan kereta api atau kereta listrik di atas rel. Lintasan kereta terkadanh
lurus walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Kereta api melakukan GLB
ketika bergerak di atas lintasan rel yang lurus tersebut dengan laju tetap.