0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan10 halaman

Terapi Sosial untuk Lansia: Manfaat dan Jenis

Dokumen tersebut membahas tentang terapi sosial lanjut usia yang meliputi pengertian lanjut usia dan terapi sosial lanjut usia, jenis-jenis terapi sosial lanjut usia seperti terapi aktivitas kelompok dan terapi kognitif, manfaat dan tujuan terapi sosial lanjut usia, serta prosedur pelaksanaan terapi aktivitas kelompok untuk meningkatkan interaksi sosial lanjut usia.

Diunggah oleh

Firza Noviatun Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan10 halaman

Terapi Sosial untuk Lansia: Manfaat dan Jenis

Dokumen tersebut membahas tentang terapi sosial lanjut usia yang meliputi pengertian lanjut usia dan terapi sosial lanjut usia, jenis-jenis terapi sosial lanjut usia seperti terapi aktivitas kelompok dan terapi kognitif, manfaat dan tujuan terapi sosial lanjut usia, serta prosedur pelaksanaan terapi aktivitas kelompok untuk meningkatkan interaksi sosial lanjut usia.

Diunggah oleh

Firza Noviatun Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI SOSIAL LANSIA

Disusun Oleh:

1. Ni Made Melinia 1814301003


2. Komang Tiara Koridevani Giri 1814301010
3. Setia Rahmawati 1814301017
4. Yosica Bramita 1814301018
5. Siti Marifatun Khasanah 1814301019
6. Sabiq Rafi Arhab Anggara 1814301022
7. Alma Veronica 1814301028
8. Tarisa Valentine 1814301029
9. Alvira Nabila Putri 1814301030
10. Vera Cahyati Rusandi 1814301032

Dosen : Dwi Agustanti, [Link].,[Link]

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI SARJANA TERAPAN
TAHUN 2020/2021
TERAPI SOSIAL LANSIA

1. Pengertian
Proses menua merupakan proses sepanjang hidup yang di mulai sejak
permulaan kehidupan (Padila, 2013). Lanjut usia atau lansia adalah seseorang yang
telah berusia 60 tahun atau lebih (WHO, 2010).
Memasuki usia tua banyak mengalami kemuduran baik kemunduran fisik
maupun psikologis. Semakin lansia seseorang, kesibukan sosialnya akan semakin
berkurang. Hal ini akan dapat mengakibatkan berkurangnya integrasi dengan
lingkungan. Kondisi ini dapat berdampak pada tingkat kesepian seseorang
(Nugroho, 2012).
Menurut Erickson, kesiapan lansia untuk beradaptasi atau menyesuaikan
diri terhadap tugas perkembangan usia lanjut dipengaruhi oleh proses tumbuh
kembang pada tahap sebelumnya. Apabila seseorang pada tahap tumbuh kembang
sebelumnya melakukan kegiatan sehari-hari dengan teratur dan baik serta membina
hubungan yang serasi dengan orang-orang di sekitarnya, maka pada usia lanjut ia
akan tetap melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan pada tahap perkembangan
sebelumnya seperti olahraga, berinterkasi dengan keluaga maupun dengan
lingkungannya.
Pada lanjut usia adalah kemampuan orang yang berusia lanjut untuk
menghadapi tekanan atau konflik akibat perubahan-perubahan fisik, maupun
sosialpsikologis yang dialaminya dan kemampuan untuk mencapai keselarasan
antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutan dari lingkungan, yang disertai
dengan kemampuan mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat sehingga
dapat memenuhi kebutuhan- kebutuhan dirinya tanpa menimbulkan masalah baru.
Hal ini berpengaruh terhadap masalah kesehatan, baik secara biologis
maupun psikologis. Keadaan ini menyebabkan kemampuan interaksi sosial pada
manusia akan berdampak buruk karena partisipasi sosial dan hubungan
interpersonal merupakan bagian yang cukup penting untuk kesehatan fisik, mental,
dan emosional bagi lansia.
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa seorang lansia penting untuk
melakukan terapi sosial yang dimana Terapi Sosial Lansia adalah terapi kegiatan
yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sosialnya dalam bergaul maupun
berinterkasi baik dengan keluarga maupun dengan lingkungan masyarakat.

2. Jenis Terpai Sosial Lansia


Jenis terapi lansia berikut merupakan beberapa jenis terapi yang bisa
diterapkan sebagai aktivitas para lansia yang dapat meningkatkan kualitas interaksi
pada lansia.
1. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada sekolompok lansia. Aktivitas digunakan sebagai
terapi dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok
tersebut akan terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling
membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat lansia berlatih perilaku baru
yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif (Keliat, 2004).
Menurut Keliat dan Akemat, (2005) terapi kelompok dibagi menjadi empat,
yaituterapi aktivitas kelompok stimulasi kognitif/presepsi, terapi aktivitas
kelompok stimulus sensori, terapi aktivitas kelompok orientasi realitas, dan
terapi aktivitas kelompok sosialisasi.
Terapi aktivitas kelompok sosialisasi (TAKS) untuk mencegah masalah
psikologis yang dapat mengarah pada gangguankesehatan jiwa lansia karena
kurangnya kemampuan sosialisasi lansia denganmakatindakanan keperawatan
yang dapat dilakukan adalah terapiaktivitas kelompok sosialisasi.
2. Terapi Kognitif
Terapi perilaku kognitif memiliki tujuan untuk mencegah agar daya ingat
seseorang tidak menurun. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah dengan
mengadakan cerdas cermat, mengerjakan tebak-tebakan, puzzle, mengisii TTS,
dan lainnya.
3. Orientasi Realitas
Klien nantinya akan diorientasikan kepada kenyataan yang ada di
sekitarnya, mulai dari diri sendiri, orang lain yang ada di sekitar klien, hingga
lingkungan yang memiliki hubungan dan kaitanya dengan klien. Hal ini juga
berlaku pada orientasi waktu di saat ini, waktu yang lalu, hingga rencana di
masa depan. Aktivitas yang dilakukan dapat berupa orientasi orang, tempat,
waktu, benda, serta kondisi yang nyata.

3. Manfaat & Tujuan Terapi Sosial Lansia


Untuk memperkuat motivasi lansia untuk melakukan hal yang benar dan
wajar, megurangi tekanan emosional bagi lansia, mengembangkan potensi lansia,
mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan hubungan interpersonal dan
meningkatkan keberfungsian sosial lansia.
Manfaat lain dari terapi aktivitas kelompok lansia yaitu dapat meningkatkan
kebersamaan, bersosialisasi, bertukar pengalaman , mengubah perilaku dan
meningkatkan interaksi sosial antar lansia.
Tujuan dari terapi aktivitas kelompok sosialisasi lansia yaitu :
Tujuan Umum :
1. Lansia dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok
Tujuan Khusus :
2. Lansia mampu memperkenalkan diri
3. Lansia mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
4. Lansia mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan

4. Prosedur Pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok ( Sosialisasi )


SESI 1 :
Tujuan :
Lansia Mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama : nama lengkap,
nama panggilan , asal dan hobi
Setting :
1. Klien terapis duduk Bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang
Alat :
1. Tape Recorder
2. Kaset
3. Bola Tenis
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan pasien
Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran
Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi yaitu isolasi sosial : menarik diri
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberi salam terapeutik : salam dari terapis
b. Evaluasi/validasi
c. Kontrak
1). Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri
2). Menjelaskan aturan main berikut a). jika ada klien yang akan
meninggalkan kelompok harus minta ijin kepada terapi
3). Lama kegiatan 45 menit
4). Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Tahap kerja
a. jelaskan kegiatan yaitu kaset pada tape recorder akan dihidupkan serta
bola diedarkan berlawanan arah jarum jam ( yaitu kearah kiri ) dan pada saat tape
dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola memperkenalkan dirinya.
b. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis berlawanan dengan
jarum jam
c. pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat
giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap, nama panggilan , hobi dan asal
dimulai oleh terapis sebagai contoh
d. Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai
e. Ulangi b,c,dan d sampai semua anggota mendapat giliran
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk
tangan
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1). Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2). Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana Tindak Lanjut
1). Menganjurkan tiap kelompok melatih memperkenalkan diri kepada orang lain di
kehifupan sehari-hari.
2). Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian pasien
c. Kontrak yang akan dating
1). Menyepakati kegiatan berikut : yaitu berkenalan dengan anggota kelompok
2). Menyepakati waktu dan tempat
KESIMPULAN

Terapi Aktifitas Kelompok sangat dibutuhkan bagi lansia karena dapat


mempertahankan kemampuan stimulasi persepsi lansia, mempertahankan kemampuan s
timulasi sensori lansia, mempertahankan kemampuan orientasi realitas lansia dan
mempertahankan kemampuan sosialisasi lansia.
Manfaat Terapi Aktivitas Kelompok bagi lansia yaitu agar anggota kelompok
merasa dimiliki, diakui,dan dihargai eksistensinya oleh anggota kelompok yang lain,
membantu anggota kelompok berhubungan dengan yang lain, serta merubah perilaku yang
destruktif dan mal adaptif dan Sebagai tempatuntuk berbagi pengalaman dan saling
mambantu satu sama lain untuk menemukan cara menyelesaikan masalah.
DAFTAR PUSTAKA

Eliopoulos, C.E. 2005. Gerontological nursing. (6 th ed.), Philadelphia; Lippincott.


Maryam, [Link]. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika
Robert Albert, Buku Pintar Pekerja Sosial Jilid 1, (Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2008)
, p. 168
[Link]
[Link]
[Link]
lansia#:~:text=Ketiga%2C%20Terapi%20Psikososial%2C%20berfungsi%20untuk,
dan%20meningkatkan%20keberfungsian%20sosial%20lansia

Anda mungkin juga menyukai