0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan3 halaman

Skrining IVA untuk Deteksi Kanker Serviks

IVA test adalah skrining kanker serviks dengan inspeksi visual pada serviks menggunakan asam asetat. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan wanita tentang kanker serviks dan meningkatkan deteksi dini kanker serviks. IVA test mudah dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dapat mendeteksi pra-kanker serviks.

Diunggah oleh

Rini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan3 halaman

Skrining IVA untuk Deteksi Kanker Serviks

IVA test adalah skrining kanker serviks dengan inspeksi visual pada serviks menggunakan asam asetat. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan wanita tentang kanker serviks dan meningkatkan deteksi dini kanker serviks. IVA test mudah dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dapat mendeteksi pra-kanker serviks.

Diunggah oleh

Rini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IVA TEST

IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks
dengan aplikasi asam asetat (IVA). Dengan metode inspeksi visual yang lebih mudah, lebih
sederhana, lebih mampu laksana, maka skrining dapat dilakukan dengan cakupan lebih luas,
diharapkan temuan kanker serviks dini akan bisa lebih banyak.
Kanker serviks mengenal stadium pra-kanker yang dapat ditemukan dengan skrining sitologi yang
relatif murah, tidak sakit, cukup akurat; stadium ini dapat diobati dengan cara-cara konservatif
seperti krioterapi, kauterisasi atau sinar laser, dengan memperhatikan fungsi reproduksi. Sistem
kesehatan di seluruh dunia berbeda-beda, namun erencanaan skrining harus sejalan dengan
pelayanan kesehatan lainnya dan dengan kerjasama antar program. Idealnya program skrining
merupakan bagian dari pelayanan kesehatan kanker yang dikembangkan dalam struktur pelayanan
kesehatan umum..

Tujuan dari IVA Test ini untuk meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang kanker
serviks, setelah adanya peningkatan pengetahuan tentang kanker serviks diharapkan wanita usia
subur tersebut lebih dapat menjagakesehatan reproduksi dan meningkatkankan kesadaran wanita
usia subur untukmelakukan deteksi dini kanker serviks

Strategi program skrining kanker serviks harus memperhatikan golongan usia yang paling
terancam (high risk group), perjalanan alamiah penyakit (natural history) dan sensitivitas tes Pap.
The American Cancer Society menyarankan pemeriksaan ini dilakukan rutin pada wanita yang tidak
menunjukkan gejala, sejak usia 20 tahun atau lebih, atau kurang dari 20 tahun bila secara seksual
sudah aktif. Pemeriksaan dilakukan 2 kali berturut-turut dan bila negatif, pemeriksaan berikutnya
paling sedikit setiap 3 tahun sampai berusia 65 tahun. Pada wanita risiko tinggi atau pernah
mendapat hasil abnormal harus diperiksa setiap tahun. Frekuensi yang lebih sering tidak menambah
faedah.
Kanker Leher Rahim

Jenis kanker yang paling banyak terjadi pada perempuan. Terdapat paling banyak pada perempuan
berusia 31-60 tahun. Banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan & diobati.

Gejala Kanker Leher Rahim

1. Tahap awal tanpa gejala,tidak sakit

2. Tahap lanjut

 :a. Keputihan yang berbau

1. Pendarahan dari liang senggama

2. Pendarahan setelah senggama


3. Nyeri panggul

4. Pendarahan pasca menopause

Faktor risiko Kanker Leher Rahim :

 Hubungan seksual pada usia muda


 Berganti-ganti pasangan seksual
 Kurang menjaga kebersihan daerah kelamin
 Sering menderita infeksi daerah kelamin
 Anak lebih dari tiga
 Kebiasaan merokok
 Infeksi virus Herpes dan Human Papilloma Virus tipe tertentu

Dengan begitu banyaknya angka kejadian kanker serviks, sepatutnya bidan sebagai tenaga
kesehatan terdepan dalam kesehatan wanita, ikut serta dalam menurunkan angka kejadian kanker
serviks dengan metode yang sederhana yaitu IVA tes.

Metode skrining IVA mempunyai kelebihan, diantaranya..

 Mudah, praktis dan sangat mampu laksana.

 Butuh bahan dan alat yang sederhana dan murah

 Sensivitas dan spesifikasitas cukup tinggi

 Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekologi, dapat dilakukan oleh
bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis
terlatih

 Alat-alat yang dibutuhkan dan Teknik pemeriksaan sangat sederhana.

 Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana

Syarat ikut IVA TEST :

1) Sudah pernah melakukan hubungan seksual

2) Tidak sedang datang bulan/haid

3) Tidak sedang hamil

4) 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

Pelaksanaan skrining IVA


Untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut :

a) Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi.

b) Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi.

c) Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks

d) Spekulum vagina

e) Asam asetat (3-5%)

f) Swab-lidi berkapas

g) Sarung tangan

h)

Teknik IVA

Dengan spekulum melihat serviks yang dipulas dengan asam asetat 3-5%. Pada lesi prakanker
akan menampilkan warna bercak putih yang disebut aceto white epithelum Dengan tampilnya porsio
dan bercak putih dapat disimpulkan bahwa tes IVA positif, sebagai tindak lanjut dapat dilakukan
biopsi. Andaikata penemuan tes IVA positif oleh bidan, maka di beberapa negara bidan tersebut
dapat langsung melakukan terapi dengan cryosergury. Hal ini tentu mengandung kelemahan-
kelemahan dalam menyingkirkan lesi invasif.

Kategori pemeriksaan IVA

Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan
adalah :

1. IVA negatif = Serviks normal.

2. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).

3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran
temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis
Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).

[Link]- Kanker serviks Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium kanker serviks,
masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada
stadium invasif dini

Anda mungkin juga menyukai