Materi Pembelajaran
Dasar Elektronika Sederhana
Teknik Elekronik mengacu pada cabang ilmu pengetahuan tentang proses listrik yang mengalir
melalui ruang hampa,gas dan melalui bahan semi konduktor. Sedangkan Teknik listrik
membahas tentang proses arus listrik yang mengalir melalui bahan-bahan penghantar padat
misalnya logam dan bahan cairan misalnya elektrolit. Komponen elektronik dan juga
elektromekanik yang digunakan dalam sirkuit elektronik dan sumber [Link] dibedakan
menjadi komponen aktif dan komponen pasif.
Komponen elektronik yang termasuk komponen aktif misalnya Solar sell, Transistor,
Thyristor, Tabung elektron, Diode.
Komponen Elektronik yang termasuk komponen pasif misalnya : Resistor, Capasitor,
Indiktor, Transformator, Relay, Saklar,Connector.
Perbedaan komponen pasif dan aktif adalah pada komponen pasif tidak mengubah bentuk
gelombang sinyal ac yang diberikan kepadanya sedangkan komponen aktif dapat
menyearahkan, menguatkan, dan mengubah bentuk gelombang sinyal AC yang diberikan
kepadanyaPerbedaan komponen pasif dan aktif adalah pada komponen pasif tidak mengubah
bentuk gelombang sinyal ac yang diberikan kepadanya sedangkan komponen aktif dapat
menyearahkan, menguatkan, dan mengubah bentuk gelombang sinyal AC yang diberikan
kepadanya.
A. KOMPONEN PASIF
Yang termasuk komponen pasif adalah resistor, kapasitor, induktor.
1. RESISTOR
Resistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan, berfungsi untuk menghambat
arus listrik yang melewatinya. Satuan harga resistor adalah Ohm. ( 1 (mega ohm) =
1000 K (kilo ohm) = 1.000.000 (ohm)). Resistor terbagi menjadi dua macam, yaitu :
a) Resistor tetap
Resistor tetap yaitu resistor yang nilai hambatannya relatif tetap, biasanya terbuat
dari karbon, kawat atau paduan logam. Nilainya hambatannya ditentukan oleh
tebalnya dan panjangnya lintasan karbon. Panjang lintasan karbon tergantung dari
kisarnya alur yang berbentuk spiral.
b) Resistor variabel
Resistor variabel, yaitu resistor yang besarnya hambatan dapat diubah-ubah.
Resistor variabel dapat dibagi dalam dua macam yaitu:
⇨ VR linier atau perubahan sudut putar linier terhadap nilai resistansi (Contoh
penerapan digunakan untuk sensor).
⇨ VR logaritmis atau perubahan sudut putar logaritmis terhadap nilai resistansi.
(Contoh penerapan pada audio)
c) Thermistor
Thermistror adalah resistor yang dipengaruhi oleh perubahan suhu atau temperatur
NTC adalah Negative Temperature Coefisien dimana perubahan suhu
berbanding terbalik terhadap perubahan resistansi.
PTC adalah Positive Temperature Coefisien dimana perubahan suhu berbanding
lurus terhadap perubahan resistansi.
d) Light Dependent Resistor
LDR (Light Dependent Resistor) adalah resistor yang dipengaruhi oleh perubahan
cahaya.
2. KAPASITOR
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan
muatan listrik atau energi listrik. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada
kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Seperti halnya hambatan,
kapasitor dapat dibagi menjadi:
a) Kapasitor Tetap
Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap.
b) Kapasitor Tidak Tetap
Kapasitor tidak tetap adalah kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi atau kapasitas
yang dapat diubah-ubah. Kapasitor ini terdiri dari:
1) Kapasitor Trimer
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar
porosnya dengan obeng.
2) Kapasitor Variable (Variable Capasitor) (Varco)
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros
yang tersedia. (bentuk menyerupai potensiometer)
3. INDUKTOR
Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi magnetik.
Energi ini direpresentasikan dengan adanya tegangan emf (electromotive force) jika
induktor dialiri listrik. Tegangan emf akan menjadi penting saat perubahan arusnya
fluktuatif. Efek emf menjadi signifikan pada sebuah induktor, karena perubahan arus
yang melewati tiap lilitan akan saling menginduksi. Ini yang dimaksud dengan self-
induced. Secara matematis induktansi pada suatu induktor dengan jumlah lilitan
sebanyak N adalah akumulasi flux magnet untuk tiap arus yang melewatinya:
Fungsi utama dari induktor di dalam suatu rangkaian adalah untuk melawan fluktuasi
arus yang melewatinya.
B. KOMPONEN AKTIF
1. Diode (PN Junction)
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan
tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah
Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
Dioda terdiri dari :
a) Dioda Kontak Titik
Dioda ini dipergunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi rendah.
Contoh tipe dari dioda ini misalnya; OA 70, OA 90 dan 1N 60.
b) Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya satu
[Link] ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini
memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, misalnya Dioda tipe 1N4001 ada
2 jenis yaitu yang berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V. Simbol dioda hubungan
sama dengan simbol dioda kontak titik.
c) Dioda Zener
Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah
kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas [Link]
stabilisator tegangan
Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini
berarti dioda zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 V atau
menjadi 12 V.
d) Dioda Pemancar Cahaya (LED)
LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Diode (Dioda Pemancar Cahaya).
Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan
arus 1,5 mA. LED banyak digunakan sebagai lampu indikator dan peraga
(display).
2. TRANSISTOR
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.
Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub (seperti
pada gambar a).
Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan
kutub (seperti pada gambar b).
Transistor biasa terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: emitor, basis
dan kolektor.
Transistor bipolar dapat diibaratkan dengan dua buah dioda yang tergambar pada
gambar a.
3. THYRISTOR
Thyristor berakar kata dari bahasa Yunani yang berarti ‘pintu'. Dinamakan demikian
barangkali karena sifat dari komponen ini yang mirip dengan pintu yang dapat dibuka
dan ditutup untuk melewatkan arus listrik. Ada beberapa komponen yang termasuk
thyristor antara lain adalah komponen-komponen thyristor yang dikenal dengan
sebutan SCR (silicon controlled rectifier), TRIAC dan DIAC.
Ciri-ciri utama dari sebuah thyristor adalah komponen yang terbuat dari bahan
semikonduktor silicon. Walaupun bahannya sama, tetapi struktur P-N junction yang
dimilikinya lebih kompleks dibanding transistor bipolar atau MOS. Komponen thyristor
lebih digunakan sebagai saklar (switch) daripada sebagai penguat arus atau tegangan
seperti halnya transistor.
Macam macam thyristor:
a) SCR
Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan
banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Gambar diskrit dan
simbol SCR ditunjukkan dengan gambar dibawah ini :
Thyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika
pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi
tegangan positif terhadap katoda.
Pemberian tegangan ini akan menyulut thyristor, dan ketika tersulut thyristor akan
tetap menghantar. SCR akan terputus jika arus yang melalui anoda ke katoda
menjadi kecil atau gate pada SCR terhubung dengan ground.
b) TRIAC
Boleh dikatakan SCR adalah thyristor yang uni-directional, karena ketika ON
hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju katoda.
Struktur TRIAC sebenarnya adalah sama dengan dua buah SCR yang arahnya
bolak-balik dan kedua gatenya
disatukan. Simbol dan bentuk fisik TRIAC ditunjukkan pada gambar berikut ini.
TRIAC biasa juga disebut thyristor bi-directional.
c) DIAC
Kalau dilihat strukturnya seperti Gambar 24, DIAC bukanlah termasuk keluarga
thyristor, namun prinsip kerjanya membuat ia digolongkan sebagai thyristor. DIAC
dibuat dengan struktur PNP mirip seperti transistor. Lapisan N pada transistor
dibuat sangat tipis sehingga electron dengan mudah dapat menyeberang
menembus lapisan ini. Sedangkan pada DIAC, lapisan N di buat cukup tebal
sehingga elektron cukup sukar untuk menembusnya. Struktur DIAC yang demikian
dapat juga dipandang sebagai dua buah dioda PN dan NP, sehingga dalam
beberapa literatur DIAC digolongkan sebagai dioda.
Sukar dilewati oleh arus dua arah, DIAC memang dimaksudkan untuk tujuan ini.
Hanya dengan tegangan breakdown tertentu barulah DIAC dapat menghantarkan
arus. Arus yang dihantarkan tentu saja bisa bolak-balik dari anoda menuju katoda
dan sebaliknya. Kurva karakteristik DIAC sama seperti TRIAC, tetapi yang hanya
perlu diketahui adalah berapa tegangan breakdown-nya. Simbol dari DIAC adalah
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 32. DIAC umumnya dipakai sebagai
pemicu TRIAC agar ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi.
4. Transistor FET
Transistor Bipolar dinamakan demikian karena bekerja dengan 2 (bi) muatan yang
berbeda yaitu elektron sebagai pembawa muatan negatif dan hole sebagai pembawa
muatan positif. Ada satu jenis transistor lain yang dinamakan FET (Field Efect
Transistor). Berbeda dengan prinsip kerja transistor bipolar, transistor FET bekerja
bergantung dari satu pembawa muatan, apakah itu elektron atau hole. Karena hanya
bergantung pada satu pembawa muatan saja, transistor ini disebut komponen unipolar.
Umumnya untuk aplikasi linear, transistor bipolar lebih disukai, namun transistor FET
sering digunakan juga karena memiliki impedansi input (input impedance) yang sangat
besar. Terutama jika digunakan sebagai switch, FET lebih baik karena resistansi dan
disipasi dayanya yang kecil.
Ada dua jenis transistor FET yaitu JFET (junction FET) dan MOSFET (metal-oxide
semiconductor FET). Pada dasarnya kedua jenis transistor memiliki prinsip kerja yang
sama, namun tetap ada perbedaan yang mendasar pada struktur dan karakteristiknya.
Namun dari keduanya yg sering banyak dipakai adalah jenis MOSFET makanya yang
akan dibahas disini adalah jenis MOSFET. Mirip seperti JFET, transistor MOSFET
(Metal oxide FET) memiliki drain, source dan gate. Namun perbedaannya gate
terisolasi oleh suatu bahan oksida. Gate sendiri terbuat dari bahan metal seperti
aluminium. Oleh karena itulah transistor ini dinamakan metal-oxide. Karena gate yang
terisolasi, sering jenis transistor ini disebut juga IGFET yaitu insulated-gate FET.
Ada dua jenis MOSFET, yang pertama jenis depletion-mode dan yang kedua jenis
enhancement-mode. Jenis MOSFET yang kedua adalah komponen utama dari
gerbang logika dalam bentuk IC (integrated circuit), uC (micro controller) dan uP (micro
processor) yang tidak lain adalah komponen utama dari komputer modern saat ini.