MAKALAH
SENI BUDAYA
“APRESIASI KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI”
Oleh :
AMIN SULAIMAN
XII MIPA 1
SMA NEGERI 1 UJUNGBATU
ROKAN HULU
TAHUN AJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai dan tepat waktu.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Apresiasi Karya Seni
Rupa 2 Dimensi". Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Ujungbatu, 26 Juli 2020
Penyusun
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .............................................................................................................................i
Daftar Isi.....................................................................................................................................ii
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang......................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................................1
1.3 Tujuan...................................................................................................................................1
BAB II
Pembahasan
2.1 Apresiasi Karya Seni Rupa 2 Dimensi..................................................................................2
2.2 Jenis Kritik Karya Seni Rupa................................................................................................2
2.3 Unsur Unsur Seni Rupa........................................................................................................4
2.4 Ragam Karya Seni Rupa 2 Dimensi......................................................................................6
2.5 Prinsip Prinsip Seni Rupa.....................................................................................................6
2.6 Media Seni Rupa...................................................................................................................8
2.7 Kritik Seni............................................................................................................................9
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................11
3.2 Saran......................................................................................................................................1
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan seni merupakan saran untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan
pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni bukan
untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif.
Seni merupakan aktivitas permainan. Melalui permainan, kita dapat mendidik anak dan membina
kreativitasnya sedini mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan
sebagai alat pendidikan. Melalui permainan dalam pendidikan seni anak memiliki keleluasaan
untuk mengembangkan kreativitasnya.
Apresiasi seni merupakan salah satu pembelajaran penting dalam pendidikan seni rupa. Maka
dari itu, sangat penting bagi seorang guru untuk memberi pelajaran bagi siswa siswinya tentang
apresiasi seni terutama seni rupa.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Itu Apresiasi Karya Seni Rupa 2 Dimensi?
2. Apa Jenis Kritik Karya Seni Rupa ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui Apa Itu Apresiasi Karya Seni Rupa 2 Dimensi
2. Untuk mengetahui Apa Jenis Kritik Karya Seni Rupa
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Apresiasi Karya Seni Rupa 2 Dimensi
Apresiasi adalah penghargaan atau penilaian yang positif terhadap suatu karya tertentu.
Sedangkan seni merupakan sesuatu yang diciptakan manusia yang mempunyai nilai keindahan
atau estetika. Jadi apresiasi seni merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, baik
mengenali, menilai, dan menghargai bobot-bobot seni atau nilai-nlai seni yang terkandung
dalam karya seni tersebut.
Tujuan pokok dari mengapresiasi seni adalah menjadikan masyarakat agar tahu apa,
bagaimana, dan apa maksud dan tujuan dari karya seni itu. Dengan kata lain masyarakat dapat
menanggapi, menghayati serta menilai suatu karya seni.
Adapun tujuan akhir karya seni yaitu :
Jangan kita salah paham, pengertian kritik dalam seni tidak diartikan sebagai kecaman yang
menyudutkan hasil karya atau penciptanya. Hampir sama dengan apresiasi, kritik seni pada
dasarnya merupakan kegiatan menanggapi karya [Link] hanyalah kepada fokus dari
kritik seni yang lebih bertujuan untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni.
Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan dalam beragam aspek,
terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya.
2.2 Jenis Kritik Karya Seni Rupa
Kritik karya seni memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut, maka
dapat kita jumpai empat jenis kritik karya seni rupa berdasarkan pendekatannya seperti yang
disampaikan olehFeldman (1967) yaitu kritik populer (popular criticism), kritik jurnalistik
(journalistic criticism), kritik keilmuan (scholarly criticism). dan kritik pendidikan (pedagogical
criticism). Pemahaman terhadap keempat tipe kritik seni tersebut dapat mengantar nalar kita
untuk menentukan pola pikir dalam melakukan kritik seni. Setiap tipe mempunyai ciri (kriteria),
media (alat: bahasa), cara (metoda), sudut pandang, sasaran, dan materi yang berbeda-beda
antara satu dengan yang lainnya. Keempat kritik tersebut memiliki fungsi yang
menekankan pada masing-masing keperluannya Selain jenis kritik yang disampaikan
oleh Feldman, berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan, dikenal pula beberapa
bentuk kritik yaitu: kritik formalistik, kritik ekspresivistik dan instrumentalistik :Melalui
pendekatan instrumentalistik sebuah karya seni cenderung dikritisi berdasarkan
2
kemampuananya dalam upaya mencapai tujuan, moral, religius, politik atau psikologi.
Pendekatan kritik ini tidak terlalu mempersoalkan kualitas formal dari sebuah karya seni tetapi
lebih melihat aspek konteksnya baik saat ini maupun masa lalu. Lukisan berjudul ”Penangkapan
Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh misalnya, dikritisi tidak saja berdasarkan kualitas
teknis (formal) nya saja tetapi keterkaitan antara objek, isi, tema dan tujuan serta pesan moral
yang ingin disampaikan pelukisnya atau interpretasi pengamatnya terhadap konteks ketika karya
tersebut dihadirkan.
a. Untuk mengembangkan nilai estetika karya seni
b. Untuk mengembangkan kreasi
c. Untuk penyempurnaan
Dalam mengapresiasi suatu karya seni, adapaun sikap atau kegiatan yang digolongkan
sebagai berikut :
a. Apresiasi empatik, yaitu sikap apresiasi yang menilai suatu karya seni sebatas tangkapan
indrawi.
b. Apresiasi estetis, yaitu apresiasi menilai karya seni dengan melibatkan pengamatan dan
penghayatan yang mendalam.
c. Apresiasi kritik, yaitu apresiasi karya seni dengan mengklasifikasi, mendeskripsi,
menjelaskan, menganalisis, menafsirkan dan meng evaluasi serta menyimpulkan hasil
pengamatannya. Sikap apresiasi ini dapat dilakukan secara langsung dengan mengamati
suatu benda.
Kegiatan berapresiasi meliputi: persepsi, pengetahuan, pengertian, analisis, penlaian, dan
apresiasi.
Istilah "Seni Rupa" seringkali kalian jumpai baik dalam bentuk tulisan maupun yang
diperbincangkaan secara [Link] itu seni rupa, seni rupa adalah cabang seni yang
membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan
rabaan.
Demikian pula karya seni rupa 2 Dimensi,adalah Karya seni rupa yang hanya memiliki
dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja.
Apresiasi Karya Seni Rupa 2 dimensi adalah suatu penilaian terhadap suatu karya seni baik
mengenali,menilai dan menghargai bobot bobot seni atau nilai nilai yang terkandung dalam seni
tersebut.
3
2.3 Unsur Unsur Seni Rupa
a. Titik
Titik adalah salah satu unsur dasar seni rupa yang paling kecil
b. Garis
Garis merupakan sebuah goresan atau pembatas dari suatu benda, bidang, ruang, warna,
texture, dan lain-lain. Garis mempunyai dimensi yaitu memanjang dan mempunyai arah
tertentu.
1. Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan;
2. Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak;
3. Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan;
4. Garis halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan,
kewanitaan.
c. Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga
membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang dan
lebar, serta memiliki ukuran..
d. Bentuk
Bentuk juga dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
1. Bentuk geometris
Bentuk geometris merupakan bentuk yang terdapat pada ilmu ukur meliputi:
- Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok.
- Bentuk silindris, contohnya tabung, kerucut, dan bola.
2. Bentuk nongeometris
Bentuk nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam,
misalnya manusia, tumbuhan, dan hewan.
4
e. Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada
sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang berbeda. Tekstur
dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata adalah nilai raba yang
sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur semu adalah kesan yang
berbeda antara penglihatan dan perabaan.
f. Warna
Ada dua pendekatan untuk mempelajari teori warna, salah satunya dengan teori warna
berdasarkan pigmen warna atau Goethe, yakni butiran halus warna. Beberapa istilah dalam
teori warna pigmen diantaranya;
1. Warna Primer, yakni warna dasar (warna pokok) yang tidak bisa didapatkan
dari campuran warna lain. Warna primer ada 3, yaitu merah, kuning, dan biru.
2. Warna Sekunder, yaitu warna yang dihasilakan dari campuran dua warna
primer
Contoh:
· merah + kuning : jingga
· biru + kuning : hijau
· merah + biru : ungu
· Warna Tersier, yakni warna hasil percampuran kedua warna
sekunder.
Contoh:
· kuning + hijau : kuning kehijau-hijauan
· biru + ungu : ungu kebiruan
· jingga + merah : jingga kemerahan
5
Warna analogus, yaitu rentetan warna yang berdampingan letaknya dalam sebuah
lingkaran warna, contohnya rentetan dari warna ungu menuju warna merah.
· Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam
lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.
g. Gelap Terang
Gelap terang di dalam karya seni rupa 2 dimensi memiliki beberapa fungsi, antara lain:
menunjukkan kesan ruang atau kedalaman, menggambarkan kesan tiga dimensi pada sebuah
benda, dan memberi perbedaan kontras. Dalam karya seni rupa 2 dimensi, gelap terang
dapat terjadi karena intensitas warna, atau karena percampuran warna hitam dan putih.
h. Ruang (Kedalaman)
Dalam karya 3 dimensi, ruang dapat dirasakan secara langsung oleh pengamat,
contohnya ruangan dalam rumah. Namun dalam karya 2 dimensi, ruang sangat tergantung
pada luas bidang gambar. Unsur ruang pada karya 2 dimensi sifatnya semu atau maya.
Karena unsur ruang tersebut diciptakan melalui kesan penggambaran yang datar, pipih,
menjorok, jauh dekat cembung, dan sebagainya
2.4 Ragam Karya Seni Rupa 2 Dimensi
a. Seni lukis,merupakan pengembangan dari menggambar yang lebih lengkap dan lebih
utuh.
b. Seni grafis, merupakan cabang seni dimana pembuatannya menggunakan alat atau
teknik cetak yang umumnya dan biasanya diatas kertas seperti pada poster & sablon.
c. Seni kriya, merupakan seni dua dimensi dimana karya seni ini lebih menekankan pada
ketrampilan tangan seperti contoh : batik, hiasan dinding, parabot, keramik, dls.
d. Seni ilustrasi, merupakan seni menggambar sebagai hasil visualisasi dari tulisan untuk
menerangkan, menyampaikan, menghiasi / memudahkan pembaca untuk memahami
suatu cerita, tulisan, maupun informasi lainnya. Seperti contoh komik & karikatur.
2.5 Prinsip Prinsip Seni Rupa
1. Prinsip Keseimbangan/Balance
Adalah berkenaan dengan kualitas bobot atau kesan berat ringannya suatu karya.
Keseimbangan dapat dibuat secara formal atau dengan istilah yang lazim disebut
setangkep (jawa) atau simetris. Keseimbangan dapat di buat pula secara informal atau
asimetris dan keseimbangan radial atau memancar.
6
2. Prinsip Kesatuan/Unity
Prinsip ini dapat tercapai apabila terpenuhi prinsip keseimbangan, irama, penekanan,
proporsi, dan keselarasan. Teori-teori Psikologi Gestalt tentang kedekatan, ketertutupan
dan kesamaan dapat membantu terpenuhinya prinsip kesatuan dalam karya Seni Rupa.
3. Prinsip Irama
Prinsip ini di timbulkan dari kesan gerak dari unsur yang melekat pada karyanya yang
dapat diupayakan melalui pengulangan, pergantian, perubahan ukuran, dan gerak
mengalun.
4. Centre of Interst:
Di sebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya
penampilan pada bagaian tertentu dari karya Seni Rupa yang menarik perhatian dengan
cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur lain, dan
pengaturan arah unsur-unsur.
5. Prinsip Proporsi atau Perbandingan :
Adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian satu dengan
bagian lainnya. Besar kecil, luas, sempit, panjang pendek, atau tinggi rendah adalah
persoaalan Proporsi. Dalam Seni Rupa prinsip proporsi ini digunakan untuk
mempertimbangkan perbandingan bidang kertas atau kanvas dengan objek yang digambar
atau di lukis. Prinsip perbandingan lebih menekankan pada varisasi atau keragaman ukuran
unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan yang utuh.
6. Prinsip Keselarasan :
Lazim disebut dengan prinsip Harmoni atau Keserasian adalah timbul dengan adanya
kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya pertentangan. Dalam Seni Rupa prinsip
Keselarasan dapat dibuat dengan cara menata unsur-unsur yang mungkin sama, sesuai dan
tidak ada yang berbeda secara mencolok.
7
2.6 Media Seni Rupa
A. Bahan dan Media
Bahan adalah zat yang digunakan untuk melukis, yang terdiri dari:
[Link]; dibuat dengan campuran grafitda tanah liat.
[Link]; bertekstur halus dan berwarna sangar hitam
[Link] warna; terdiri dari bermacam-macam warna yang bertekstur lembut
[Link]; terbuat dari unsur lilin dan kapur
[Link]; beris tinta yang biasanya berwarna, hitam, biru, dan merah.
[Link] cair; bahan untuk melukis di atas kertas, bersifat transparan dan mudah larut.
[Link] minyak; membutuhkan waktu yang lama (beberapa hari) untuk mengering.
[Link]; kain yang berlapis cat campur lem
[Link]; untuk menggoreskan cat
[Link]; tatakan/wadah untuk menaruh dan mencampur warna-warna cat.
[Link]; untuk teknik-teknik tertentu seperti gambar-gambar digital.
12. Kertas; Media untuk melukis.
[Link] Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi
1. Linear; cara menggambar dengan teknik menutup obyek dengan garis.
2. Blok; menutup obyek lukis dengan satu warna.
3. Arsir; menutup obyek lukis dengan pulasan garis sejajar atau menylang.
4. Dusel; membuat gelap atau terang obyek lukis dengan goresan miring, menggunakan
pensil.
5. Pointilis: menghitamkan obyek lukis dengan titik-titik.
6. Aquarel; menggunakan sapuan tipis cat air.
[Link]; menggunaklan sapuan tebal dengan cat minyak.
2.7 Kritik Seni
8
A. Pengertian
Para ahli seni umumnya beranggapan bahwa kegiatan kritik dimulai dari kebutuhan
untuk memahami (apresiasi) kemudian beranjak kepada kebutuhan memperoleh
kesenangan dari kegiatan memperbincangkan berbagai hal yang berkaitan dengan karya
seni tersebut.
1. Kritik pendidikan : Kritik pendidikan bertujuan mengangkat atau
meningkatkan kepekaan artistik serta estetika subjek belajar seni. Jenis kritik
pendidikan umumnya digunakan di lembaga-lembaga pendidikan seni
terutama untuk meningkatkan kualitas karya seni yang dihasilkan peserta
didiknya. Kritik jenis ini termasuk yang banyak digunakan oleh guru di
sekolah umum dalam penyelenggaraan mata pelajaran pendidikan seni.
2. Kritik keilmuan : Kritik keilmuan bersifat akademis dengan wawasan
pengetahuan, kemampuan dan kepekaan kritikus yang tinggi untuk
menilai/menanggapi sebuah karya seni. Kritik jenis keilmuan ini umumnya
disampaikan oleh seorang kritikus yang sudah teruji kepakarannya dalam
bidang seni, atau kegiatan kritik yang disampaikan mengikuti kaidah-kaidah
atau metodologi kritik secara akademis. Hasil tanggapan melalui kritik
keilmuan ini seringkali dijadikan referansi bagi para kolektor atau kurator
institusi seni seperti museum, galeri dan balai lelang.
3. Kritik populer : Kritik seni populer ditujukan untuk konsumsi massa/umum.
Tanggapan yang disampaikan melalui kritik jenis populer ini biasanya bersifat
umum saja lebih kepada pengenalan atau publikasi sebuah karya. Umumnya
digunakan gaya bahasa dan istilah-istilah sederhana yang mudah dipahami
oleh orang awam.
4. Kritik jurnalistik : Jenis kritik jurnalistik seni yang hasil tanggapan atau
penilaiannya disampaikan secara terbuka kepada publik melalui media massa
khususnya surat kabar. Kritik jenis jurnalistik ini biasanya sangat cepat
mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas dari sebuah karya seni,
tertama karena hasil tanggapannya (kritiknya) disampaikan melalui media
massa.
5. Kritik Formalistik
9
Melalui pendekatan formalistik, kajian kritik terutama ditujukan terhadap
karya seni sebagai konfigurasi aspek-aspek formalnya atau berkaitan dengan
unsur-unsur pembentukannya. Pada sebuah karya lukisan, maka sasaran kritik
lebih tertuju kepada kualitas penyusunan (komposisi) unsur-unsur visual
seperti warna, garis, tekstur, dan sebagainya yang terdapat dalam karya
tersebut. Kritik formalistik berkaitan juga dengan kualitas teknik dan bahan
yang digunakan dalam berkarya seni.
6. Kritik Ekspresivistik
Melalui pendekatan ekspresivistik dalam kritik seni, kritikus cenderung
menilai dan menanggapi kualitas gagasan dan perasaan yang ingin
dikomunikasikan oleh seniman melalui sebuah karya seni. Kegiatan kritik ini
umumnya menanggapi kesesuaian atau keterkaitan antara judul, tema, isi dan
visualisasi objek-objek yang ditampilkan dalam sebuah karya.
7. Kritik Instrumentalistik
10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Apresiasi tidak bisa dilepaskan dari pembelajaran seni rupa. Dalam pembelajaran apresiasi
seni rupa, guru maupun siswa diwajibkan mengetahui unsur-unsur dalam apresiasi seni yaitu :
1. Seniman dan karya seni,
2. Unsur-unsur seni rupa,
3. Membina apresiasi seni rupa pada anak.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan murid mengetahui terlebih dahulu tentang seni
rupa. Bahkan diharapkan mampu memahami dan menguasai tentang seni.
11