0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan9 halaman

Perjanjian Kerjasama Laboratorium Klinik

Perjanjian kerjasama antara Laboratorium RSUD Gelumbang dengan Klinik PPK I POLKES DKT 02.10.04 Karang Endah tentang pelayanan laboratorium klinik. Perjanjian ini membahas tentang rujukan sampel pasien dari klinik ke laboratorium untuk pemeriksaan, penanganan hasil pemeriksaan, kerahasiaan data pasien, tarif pemeriksaan dan masa berlakunya perjanjian selama 2 tahun.

Diunggah oleh

Doni Azha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan9 halaman

Perjanjian Kerjasama Laboratorium Klinik

Perjanjian kerjasama antara Laboratorium RSUD Gelumbang dengan Klinik PPK I POLKES DKT 02.10.04 Karang Endah tentang pelayanan laboratorium klinik. Perjanjian ini membahas tentang rujukan sampel pasien dari klinik ke laboratorium untuk pemeriksaan, penanganan hasil pemeriksaan, kerahasiaan data pasien, tarif pemeriksaan dan masa berlakunya perjanjian selama 2 tahun.

Diunggah oleh

Doni Azha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
LABORATORIUM RSUD GELUMBANG
DENGAN
KLINIK PPK I POLKES DKT 02.10.04 KARANG ENDAH
TENTANG
PELAYANAN LABORATORIUM KLINIK

Nomor : / RSUD-GLB/ XI / 2020

Pada hari ini Senin Tanggal Enam Bulan November Tahun Dua Ribu Dua Puluh, (02-11-
2020) di Gelumbang, para pihak yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : dr. Sri Rahayu Wulan Sary

Jabatan : Plt. Direktur RSUD Gelumbang

Alamat : Jalan Lingkar Gelumbang Kel. Gelumbang Kec. Gelumbang Kab.


Muara enim

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Laboratorium RSUD Gelumbang selanjutnya
disebut Pihak Pertama.

Nama : dr. Ananda Putra Indradewa

Jabatan : Penanggung Jawab Klinik

Alamat : [Link] Palembang - Prabumulih Desa Karang Endah

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Klinik PPK I POLKES DKT 02.10.04
selanjutnya disebut Pihak Kedua.
Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan :

• Bahwa Pihak Pertama adalah suatu bidang pelayanan yang melakukan kegiatan
usaha dalam bidang jasa pelayanan laboratorium.
• Bahwa Pihak Kedua qadalah suatu bidang pelayanan yang bergerak dibidang
pelayanan kesehatan.
• Bahwa kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam hal
pemeriksaan laboratorium di Laboratorium Klinik RSUD Gelumbang.

Berdasarkan hal – hal tersebut diatas, maka kedua belah pihak sepakat untuk
melaksanakan perjanjian kerjasama dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
Maksud dan Tujuan 

Pihak Kedua akan merujuk bahan pemeriksaan laboratorium kepada Pihak Pertama,
dimana Pihak Pertama akan menerima maksud tersebut dengan melaksanakan
pemeriksaan laboratorium sesuai dengan permintaan Pihak Kedua dan berdasarkan
ketentuan pemeriksaan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pasal 2
Tata Cara Pelaksanaan

1. Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Kedua kepada pihak pertama berupa
bahan yang siap diperiksa ( sampel ) dan atau bahan yang belum siap diperiksa
( specimen ).
2. Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama harus
memenuhi persyaratan pengiriman specimen/sampel yang telah ditetapkan, yaitu
sesuai dengan Daftar Pemeriksaan Rujukan yang dibuat oleh Pihak Pertama.
3. Bahan pemeriksaan yang dikirim oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama harus
dilengkapi  dengan data yang lengkap, antara lain:
 Identitas pasien : nama, jenis kelamin, umur
 Nama dokter yang menghendaki pemeriksaan laboratorium
 Jenis pemeriksaan
 Tanggal dan jam pengambilan bahan pemeriksaan
 Kondisi pasien saat bahan pemeriksaan diambil (misal;puasa,sedang
menjalani therapy/pengobatan tertentu, dll)
 Kondisi bahan (misal: volume, warna, bau, viscositas, jangka waktu
penyimpanan, suhu penyimpanan, dll )
4. Apabila bahan dan atau identitas pemeriksaan yang diterima oleh Pihak Pertama
dari Pihak Kedua tidak memenuhi persyaratan atau tidak lengkap, maka Pihak
Pertama berhak melakukan hal – hal sebagai berikut :
 Melakukan konfirmasi, apabila data berupa identitas dan atau informasi
tentang bahan pemeriksaan tidak lengkap, terhadap keadaan ini. Pihak Kedua
akan melengkapi data yang dibutuhkan oleh Pihak Pertama secara tertulis.
5. Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama akan
diambil oleh Pihak Pertama ke lokasi Klinik PPK I POLKES DKT 02.10.04 Karang
Endah.
6. Waktu penerimaan bahan pemeriksaan oleh Pihak Pertama adalah sebagai berikut,
Hari Senin s.d Sabtu: Pukul 07.30 s.d 21.00 WIB, Hari Minggu / libur: Pukul 08.00
s.d 19.00 WIB.
7. Kedua belah pihak wajib melaksanakan / mematuhi ketentuan dalam perjanjian ini
dengan penuh tanggung jawab dan ketentuan lainnya yang berlaku sebagai
standar pelayanan Laboratorium ataupun standar prosedur yang berlaku.

Pasal 3
Kerahasian Medis

Kedua belah pihak selama pelaksanan perjanjian ini maupun setelah selasainya perjanjian
ini, wajib senantiasa menjaga kerahasiaan data/identitas pasien dan hasil pemeriksaan
sebagaimana ketentuan perundang –undangan yang mengatur mengenai kerahasian
medis.

Pasal 4
Penanggung Jawab dan Alamat Korespondensi

1. Penanggung jawab harian yang ditetapkan oleh Pihak Pertama:


Nama : Dapid Ibrahim, AMAK

Jabatan : Petugas Laboratorium

Alamat : Desa Teluk Limau

[Link] : 082378188934

2. Penanggung jawab harian yang ditetapkan oleh Pihak Kedua:


Nama : dr. Ananda Putra Indradewa

Jabatan : Dokter Umum

Alamat : Jl. Kelekar Gg. Legok Sukaraja Prabumulih Selatan

[Link] : 081218603625

3. Surat menyurat sehubungan dengan pelaksanan perjanjian ini ditunjukan kepada


penanggung jawab harian dan dianggap telah diterima jika disertai dengan tanda
penerimaannya.

Pasal 5
Laporan Hasil Pemeriksaan

1. Pihak Pertama akan menerbitkan hasil pemeriksaan dalam bentuk atau tampilan
dan format sesuai dengan format baku yang telah ditentukan Pihak Pertama.
2. Hasil pemeriksaan akan diserahkan kepada Pihak Kedua dengan cara dikirim oleh
Pihak Pertama kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah
pelaksanaan pemeriksaan atau sesuai jadwal.
Pasal 6
Pengulangan Pemeriksanan

1. Apabila menurut Pihak Kedua terdapat hasil pemeriksaan yang meragukan


sehingga diperlukan pemeriksaan ulang, maka Pihak Pertama bersedia untuk
melakukan pemeriksaan ulang, dengan ketentuan :
 Hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan prognosa dokter pemeriksa atau
terdapat alasan – alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara
medis.
 Interpretasi hasil pemeriksaan yang dianggap meragukan tersebut
disampaikan secara tertulis dari dokter pengirim.
 Pengulangan pemeriksaan dengan mengunakan bahan pemeriksan yang
sudah ada, atau bahan pemeriksaan baru ditentukan berdasarkan stabilitas
bahan pemeriksaan tersebut.
 Dalam hal harus dilakukan pemeriksaan ulang dengan bahan pemeriksaan
baru, maka kondisi pasien harus sama dengan kondisi pada saat bahan
pemeriksaan sebelumnya diambil.

Pasal 7
Tarif Pemeriksaan

1. Tarif pemeriksaan laboratorium yang diberlakukan dalam perjanjian ini sama


dengan tarif yang sedang diberlakukan secara umum oleh Pihak Pertama di
laboratorium kliniknya.
2. Dalam hal Pihak Pertama akan melakukan perubahan tarif pemeriksaan, maka
Pihak Pertama akan membuat surat pemberitahuan kepada Pihak Kedua paling
lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tarif baru tersebut diberlakukan.
3. Apabila Pihak Kedua tidak menyetujui perubahan tarif pemeriksaan (sebagaimana
di atur dalam pasal ayat 2 pasal ini) dan antara kedua belah pihak tidak tercapai
kesepakatan mengenai hal ini, maka perjanjian ini menjadi putus dan berakhir
dengan sendirinya. Pemutusan perjanjian kerjasama hal ini tidak serta merta
menghapus segala kewajiban yang belum terselesaikan.
Pasal 8
Potongan Tarif Pemeriksaan

Pihak Pertama akan memberikan potongan tarif pemeriksaan sebesar 20-40% (Dua Puluh
Persen sampai dengan Empat Puluh Persen), perhitungan pembagian akan mengalami
perubahan disesuaikan dengan kondisi yang ada, kepada Pihak Kedua untuk setiap
pemerikasaan yang di rujuk oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama.

Pasal 9
Tata Cara Pembayaran

1. Pihak Kedua akan membayar setelah semua pemeriksaan tersebut selesai dan
hasil sudah diterima oleh Pihak kedua.
2. Harga yang dikenakan  berdasarkan jumlah dan jenis pemeriksaan laboratorium
yang telah dirujuk oleh Pihak Kedua.
 

Pasal 10
Jangka Waktu Perjanjian

1. Perjanijian kerjasama ini berlaku jangka waktu 2 (dua) tahun, terhitung sejak ditanda
tanganinya surat perjanjian ini dan akan berakhir tanggal  …….. Juni 2013
2. Apabila para pihak ingin mengakhiri perjanjian kerjasama ini maka para pihak
berkewajiban untuk memberitahukan satu dengan yang lainnya paling lambat 2
(dua) bualn sebelum berakhirnya masa perjanjian ini.
3. Berakhirnya masa berlaku perjanjian bekerjasama  ini tidak sertamerta
menghapuskan kewajiban masing – masing pihak terhadap pihak lainnya yang
belum teralisasikan.
 
Pasal 11
Force Majeure

1. Kedua belah piihak sepakat apabila didalam melakukan pemeriksaan, seperti


tersebut pada pasal 1 ( diatas ), Pihak Pertama mengalami keterlambatan yang
disebabkan oleh keadaan force mejaure, maka Pihak Pertama harus
memberitahukan secara tertulis mengenai keadaan tersebut kepada Pihak
Kedua selambat – lambatnya 2 x 24 jam setelah terjadinya force majeure
tersebut.
2. Keadaan force majeure seperti tersebut pada ayat 1 ( satu ) diatas termasuk tetapi
tidak terbatas pada hal – hal sebagai berikut : peperangan, huru-hara, unjuk
rasa massa, perombakan, krisi nasional, kebakaran, sabotase, epidemic,
bencana alam seperti banjir, gempa bumi.
3. Apabila terjadi keadaan force majeure seperti diatas, sehingga tidak memungkinkan
Pihak Pertama dan Pihak Kedua melanjutkan perjanjian kerjasama ini, maka
kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan segala sesuatunya secara
musyawarah.
Pasal 12
Pemindahtanganan Perjanjian

1. Selama pelaksanaan pelaksanaan perjanjian ini berlangsung, kedua belah pihak


dilarang untuk memindahtangani baik sebagian atau seluruh isi dan kondisi
perjanjian ini kepada Pihak Ketiga atau pihak lainnya.
2. Ketentuan pada ayat (1) pasal ini tidak berlaku apabila terjadi keadaan di luar
kekuasaan dan kemampuan Pihak Pertama untuk mengendalikan atau
mengatasinya (sebagaimana di maksud dalam pasal 5 ayat (3), dan denga
seizin Pihak Kedua tersebut ke Laboratorium Klinik rekanan Pihak Pertama.

Pasal 13
Penyelesaian Perselisihan

1. Jika terjadi perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaa perjanjian ini, maka kedua
belah pihak sepakat unutk menyelesaikan permalahan tersebut secara
musyawarah guna mencapai mufakat.
2. Apabila dengan musyawarah tidak tercapai kata mufakat maka kedua belah pihak
sepakat untuk menyelesaikan permasalahan Pengadilan Negeri Bekasi.
 

Pasal 14
Pemutus / Pembatalan Perjanjian

1. Perjanjian ini menjadi batal demi hukum atau dapat di putuskan setiap saat sebelum
waktunya, dengan terlebih dahulu menyampaikan surat pemberitahuan /
peringatan, apabila terjadi hal – hal seperti berikut ini :
1. Dalam hal para pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya dan atau melakukan
pelanggaran terhadap ketentuan – ketentuan dalam perjanjian ini.
2. Dalam hal terjadinya force majeure sebagaimana dimaksud dalam pasal 11.
3. Para pihak berhak mengakhiri perjanjian ini sebelum waktunya apabila di dalam
pelaksanaan perjanjian salah satu atau kedua belah pihak tidak mampu
memenuhi ketentuan yang telah di atur didalam perjanjian ini atau ada
saat proses pembuatan atau selama ini perjanjian ini berlangsung
memberikan keterangan palsu atau dipalsukan.
Hal ini dilakukan secara tertulis oleh masing – masing pihak 30 (tiga puluh) hari sebelum
perjanjian ini dinyatakan diakhiri.

1. Sehubungan dengan batal / atau putusnya perjanjia ini sebagaimana dimaksud ayat
(1) pasal ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengesampingkan berlakunya
ketentuan pasal 1266 dan 1267 Kitab undang – undang Hukum Perdata yang
mengatur tentang batalnya perjanjian.
 

Pasal 15
Lain – lain

Selama berlangsungnya kerjasama ini, hal – hal yang mungkin timbul sehubungan
pelaksanaan perjanjian dan belum diatur dalam Surat Perjanjian Kerjasama ini akan di
selesaikan dan di atur atsa dasar persetujuan bersama dalam sebuah addendum yang
merupakan bagian yang mengikat serta tidak terpisahkan dari perjanjian ini.
Pasal 16
Penutup

1. Surat perjanjian ini di buat rangkap 2 (dua) ditandatangani di atas materai yang
cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama kuatnya, masing – masing
untuk Pihak Pertama dan Pihak Kedua serta dapat di perbanyak sesuai
kebutuhan
2. Surat Perjanjian Kerjasama ini di buat dan ditandatangani di Bekasi pada tanggal
tersebut di atas.

PIHAK PERTAMA                                                                 PIHAK KEDUA


RSUD Gelumbang Klinik PPK I POLKES DKT
02.10.04

dr. Sri Rahayu Wulan Sary dr. Ananda Putra Indradewa


Plt. Direktur Penanggung Jawab

Anda mungkin juga menyukai