LAMPIRAN 2
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
SLOW STROKE BACK MASSAGE
Slow Stroke Back Massage merupakan intervensi keperawatan yag
diberikan dengan cara memberikan usapan secara perlahan, tegas,
berirama dengan kedua tangan menutup area selebar 5 cm diluar
Pengertian
tukang belakang yang dimulai dari kepala hingga area sacrumdengan
kecepatan sekitar 60 gerakan dalam hitungan menit dan dibutuhkan
sekitar 3 hingga 10 menit
Meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi sectio
Tujuan
caerasrea
1. meningkatkan kualitas tidur
2. Penurunan intensitas nyeri
3. Menurunkan kecemasan
Indikasi
4. Menurunkan fatigue
5. Dapat menurunkan tekanan darah, frekuensi jantung, dan
suhu tubuh
1. luka bakar
2. luka memar
3. ruam kulit
Kontraindikasi
4. peradangan kulit
5. patah tulang
6. kulit yang kemerahan
1. Selimut
Peralatan 2. Virgin coconut oil
3. Handuk
Prosedur A. Tahap Prainteraksi
Pelaksanaan 1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam pada pasien dan sapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
LAMPIRAN 2
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
C. Tahap Kerja
1. Trapis mencuci tangan
2. Subyekpenelitiandipersilahkanuntukmemilihposisi yang
diinginkanselamaintervensi, bisa tidurmiring, telungkup,
ataududuk.
3. Bantu klien melepas pakaian
4. Buka punggung klien, bahu, dan lengan atas. Tutup sisanya
dengan selimut.
5. Mengoleskan minyak kelapa pada punggung ibu
6. Melakukan warming up massage dengan streching
punggung (mengurut seluruh bagian punggung)
7. Melakukan pemijatan utama dengan memijat secara lembut
bagian torakal 10 sampai 12 dan lumbal 1 dengan 60 pijatan
dalam satu menit, lamanya perlakuan disesuaikan dengan
masing masing kelompok eksperimen ( 5 menit, 10 menit
dan 15 menit). Gerakan pemijatan utama stimulasi kutan
slow stroke back massage
8. Mengakhiri pijatan dengan slow down massagemengurut
punggung kembali
9. Membersihkan punggung ibu menggunakan air dan sabun
bila diperlukan kemudian dibilas dengan waslap basah dan
keringkan dengan handuk
10. Membantu ibu menggunakan pakaian kembali
11. Bantu klien dengan posisi yang nyaman
12. Letakan handuk kotor pada tempatnya
13. Cuci tangan
D. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
2. Berpamitan dengan klien
LAMPIRAN 2
3. Membereskan dan kembalikan alatketempatsemula
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
E. Dokumentasi
EVALUASI
A. Evaluasi respon klien
B. Berikan reinforcament positif
C. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
A. Perhatikan keadaan klien nyaman dan rileks
B. Tindakan dihentikan ketika klien merasa tidak nyaman dan menolak untuk
dilanjutkan