0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
245 tayangan5 halaman

Evaluasi dan Manfaat VPN Server

Modul ini membahas tentang VPN server dan fungsinya untuk mengamankan pertukaran data di internet dengan cara mengenkripsi data sebelum dikirim dan memastikan sumber dan integritas datanya. VPN memungkinkan akses jarak jauh ke jaringan perusahaan dan memiliki manfaat seperti melewati pembatasan, mengamankan data di jaringan umum, dan menyembunyikan identitas dan lokasi pengguna.

Diunggah oleh

ilmukomputerasep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
245 tayangan5 halaman

Evaluasi dan Manfaat VPN Server

Modul ini membahas tentang VPN server dan fungsinya untuk mengamankan pertukaran data di internet dengan cara mengenkripsi data sebelum dikirim dan memastikan sumber dan integritas datanya. VPN memungkinkan akses jarak jauh ke jaringan perusahaan dan memiliki manfaat seperti melewati pembatasan, mengamankan data di jaringan umum, dan menyembunyikan identitas dan lokasi pengguna.

Diunggah oleh

ilmukomputerasep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 5 VPN SERVER

KEGIATAN BELAJAR 1

A. KOMPETENSI DASAR
3.14 Mengevaluasi VPN Server
4.14 Mengkonfigurasi VPN Server

B. MATERI
Pada jaman dulu, VPN (Virtual Private Network) dibuat dengan tujuan mengkoneksikan jaringan
antar gedung perkantoran secara aman dan dapat menggunakan jaringan kantor dari rumah atau
tempat lain.
Sedangkan pada saat ini, VPN sudah banyak digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia.
Tujuannya? Tentu untuk mendapatkan koneksi ke internet secara aman, pribadi (private), dan dapat
mengakses suatu jaringan secara remote.
1. Pengertian
Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah teknologi komunikasi yang memungkinkan untuk
dapat terkoneksi ke jaringan public dan menggunakannya untuk dapat bergabung dengan
jaringan local. Dengan cara tersebut maka akan didapatkan hak dan pengaturan yang sama
seperti halnya berada didalam LAN itu sendiri, walaupun sebenarnya menggunakan jaringan
milik public. Ketika terhubung dengan internet menggunakan koneksi VPN itu seperti mengakses
internet menggunakan lorong khusus, tidak menggunakan jaringan utama.
Server VPN bertugas untuk meneruskan koneksi Anda ke situs yang ingin diakses. Jadi koneksi
yang Anda lakukan akan dikenali sebagai koneksi dari jaringan server VPN bukan jaringan yang
digunakan pada saat itu.
Jadi ketika menggunakan jaringan tanpa VPN maka koneksi yang dilakukan secara langsung
(direct) tanpa enkripsi. Sedangkan jika menggunakan VPN, maka koneksi yang dilakukan
terenkripsi dan dilewatkan terlebih dahulu melalui VPN server.
Berikut ini ilustrasi koneksi melalui jaringan tanpa VPN dan menggunakan VPN.
Koneksi ini memang sudah menjadi standar yang digunakan ketika kita menggunakan internet.
Tidak ada enkripsi dan semua data yang yang terlibat dalam proses pertukaran data antara
Anda dan aplikasi yang di internet dapat saja dilihat oleh banyak orang.
Tidak masalah jika data yang diproses hanyalah data mengenai pencarian di Google, hiburan
atau semacamnya.
Ini akan menjadi masalah jika data yang diproses adalah perbankan online, email bisnis, atau
apa pun yang sedikit lebih sensitif. Tentu saja ini akan menjadi cerita yang berbeda. Untuk
melakukan serangan online, biasanya pada hacker menggunakan teknik serangan Man in The
Middle (MITM) – ini akan kita bahas lain waktu.
Kemudian, bagaimana cara kerja VPN mengamankan data ketika melakukan pertukaran data di
internet? Kita coba lihat gambar di bawah ini.
Ketika Anda menggunakan VPN (biasanya menggunakan aplikasi), data Anda dienkripsi oleh
aplikasi dan baru dikirimkan melalui ISP kemudian ke server VPN. Server VPN menjadi
perangkat ketiga untuk menghubungkan Anda dengan situs atau layanan online. Ini akan dapat
memecahkan masalah privasi dan keamanan data saat melakukan pertukaran data.
Dari cara pandang jaringan, salah satu masalah jaringan internet (IP public) adalah tidak
mempunyai dukungan yang baik terhadap keamanan. Sedangkan dari cara pandang
perusahaan, IP adalah kebutuhan dasar untuk melakukan pertukaran data antara kantor
cabang atau dengan rekanan perusahaan. VPN muncul untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sebuah jaringan perusahaan yang menggunakan infrastruktur IP untuk berhubungan dengan
kantor cabangnya dengan cara pengalamatan secara private dengan melakukan pengamanan
terhadap transmisi paket data.

2. Manfaat VPN
Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan VPN, antara lain seperti
melakukan remote access. Remote access mengizinkan kita mengakses internet menggunakan
jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke internet.
Jadi meskipun Anda menggunakan jaringan luar, ketika menggunakan VPN maka jaringan Anda
bisa dikenali oleh internet menggunakan jaringan kantor. Selain itu, berikut ini adalah beberapa
manfaat dari VPN:
 ByPass
Anda dapat melewati pembatasan geografi terhadap situs streaming atau video. Misalnya
oleh pemerintah untuk mengakses situs yang dianggap membahayakan, dan lain
sebagainya.
 Pengamanan Data di Jaringan Publik
Manfaat VPN lainnya adalah melindungi pertukaran data yang Anda lakukan dari WiFi atau
jaringan yang tidak dapat dipercaya. Ini akan membantu ketika menggunakan jaringan
publik di kafe, bar, dan semacamnya.
 Mengamankan Informasi Pribadi Secara Anonim
VPN menyembunyikan lokasi Anda secara realtime ‘secara langsung’. Jadi, tidak
sembarangan orang dapat mengetahui lokasi Anda berada saat melakukan akses. Biasanya
lokasi yang terdeteksi adalah lokasi server VPN Anda berada.
 Data Dienkripsi
Saat memproses pertukaran data antara Anda dan web aplikasi online, data Anda dienkripsi.
Sehingga meskipun seseorang melihat apa yang komputer kirimkan, mereka hanya melihat
informasi yang sudah terenkripsi, bukan data mentah saja.
 Enkripsi Informasi Perangkat
Seseorang tidak bisa dengan mudah mengidentifikasi perangkat yang Anda gunakan, atau
apa yang Anda lakukan.

3. Fungsi Utama Teknologi VPN


Teknologi VPN menyediakan tiga fungsi utama untuk penggunanya. Ketiga fungsi utama
tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Confidentially (Kerahasiaan)
Dengan digunakannnya jaringan publik yang rawan pencurian data, maka teknologi VPN
menggunakan sistem kerja dengan cara mengenkripsi semua data yang lewat melauinya.
Dengan adanya teknologi enkripsi tersebut, maka kerahasiaan data dapat lebih terjaga.
Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN
itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah
teracak. Dengan menerapkan sistem enkripsi ini, tidak ada satupun orang yang dapat
mengakses dan membaca isi jaringan data dengan mudah.
b. Data Intergrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi
berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap
isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN
terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data
sampai di tempat tujuan.
c. Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber
pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua
data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber
data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN
menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya.
Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.

Anda mungkin juga menyukai