0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
498 tayangan18 halaman

Strategi Keperawatan untuk Waham Kebesaran

Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk menangani pasien dengan diagnosa waham kebesaran meliputi orientasi, kerja, dan terminasi. Tujuannya membantu pasien membangun hubungan sosial dan mengidentifikasi kemampuan serta kebutuhannya. Perawat melakukan komunikasi empati, mendorong pasien berinteraksi dengan orang lain, serta membahas cara memenuhi kebutuhan pasien.

Diunggah oleh

Yuri Khensi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
498 tayangan18 halaman

Strategi Keperawatan untuk Waham Kebesaran

Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk menangani pasien dengan diagnosa waham kebesaran meliputi orientasi, kerja, dan terminasi. Tujuannya membantu pasien membangun hubungan sosial dan mengidentifikasi kemampuan serta kebutuhannya. Perawat melakukan komunikasi empati, mendorong pasien berinteraksi dengan orang lain, serta membahas cara memenuhi kebutuhan pasien.

Diunggah oleh

Yuri Khensi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR-SURABAYA

Masalah keperawatan : Waham Kebesaran

Pada Px : Tn. K

Di Ruang Rawat : Ruang Kenari

Pertemuan : Ke 1 (satu)

A. Proses Keperawatan

1. Kondisi Klien
Klien tenang, kooperatif, duduk sendiri, nonton televisi sambil duduk di kursi

2. Diagnosa Keperawatan
Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan
perubahan isi pikir : waham kebesaran

3. Tujuan khusus
 Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

B. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SP)

I. Fase Orientasi
 “Hallo, selamat siang pak’
 “ Bagaimana kabar bapak hari ini? Aduh bapak hari ini tampak segar sekali?
Sudah makan pagi apa belum? Menunya masih ingat apa tadi ?”
 “ Kenalkan, nama saya Angky, biasa dipanggil Angky. Nama bapak siapa?, suka
dipanggil siapa? O…nama bapak Kusmat, suka dipanggil pak Kus ya, baiklah.”
 “Saya mahasiswa Keperawatan Stikes Nusantara Kupang pak, Saya bertugas di
sini selama 14 hari, saya akan merawat bapak selama saya bertugas di sini, tiap
hari kita akan ketemu dan bincang-bincang”
 “ Hari ini kita akan bincang-bincang untuk lebih saling mengenal, waktunya ± 15
menit cukup tidak pak?”. Dimana kita bicara? Bagaimana kalau sambil duduk di
teras?”
 “Di depan sana pak, ok baiklah kalau begitu.”

II. Fase Kerja


 “Bagaimana perasaan dan keadaan pak hari ini?”
 “Apakah ada yang dikeluhkan atau ditanyakan sebelum kita berbincang-
bincang?”
 “ Pak nggak usah kawatir karena kita berada di tempat yang aman. Saya dan
perawat-perawat di sini akan selalu menjadi teman dan membantu Pak Kusmat”
 “Pak Kusmat, bisa saya tahu sekarang identitas Bapak, baik alamat, keluarga,
hobi atau mungkin keinginan sekarang?”
 “Wah terima kasih Pak Kusmat karena sudah mau berkenalan dengan saya dan
sekarang saya akan memberitahu identitas saya, Pak Kusmat mau kan
mendengarkan?”
 “Nah karena kita sudah saling mengenal maka sekarang kita berteman, jadi Pak
Kusmat tidak perlu sungkan lagi bila ada masalah bisa diceritakan pada saya, Pak
Kusmat mau kan berteman dengan saya?”
III. Fase terminasi

 “Sementara itu dulu yang kita bicarakan ya Pak?”


 “Coba bisa diulang tadi, nama saya siapa?”
 “ Wah, bagus sekali Pak bisa ingat nama saya.”
 “Saya sangat senang bisa berkenalan dengan Pak Kusmat dan Pak Kusmat udah
bisa mengungkapkan perasaan dengan baik dan mau berkenalan dan berteman
dengan saya.”
 “Besok kita ketemu lagi ya? Dan bincang-bincang lagi tentang cara
mempraktekkan membina hubungan dengan orang lain dan membicarakan
kemampuan yang dimiliki Pak Kusmat jam 10.30 WIB, tempatnya disini lagi,
bagaimana bapa Kusmat setuju?”
 “Baiklah, saya minta pamit dulu, terimakasih, sampai bertemu besok ya?”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR-SURABAYA

Masalah keperawatan : Waham Kebesaran

Pada Px : Tn. K

Di Ruang Rawat : Ruang Kenari

Pertemuan : Ke 2 (Dua)

A. Proses Keperawatan

1. Kondisi Klien
Klien tenang, kooperatif, duduk sendiri, sambil duduk di meja makan, tatapan mata
kosong,

2. Diagnosa Keperawatan
Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan
perubahan isi pikir : waham kebesaran

3. Tujuan khusus
 Klien dapat membina hubungan saling percaya dan
 Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki

B. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SP)

I. Fase Orientasi

 “Selamat pagi pak Kusmat?”


Kusmat
 “Apa kabar? Bagaimana keadaan hari ini? Semalam bisa tidur tidak? Tadi makan pagi
dengan lauk dan sayur apa?”
 “Kemarin kita sudah berkenalan, masih ingat kan nama saya? Belum lupa kan?”
 “ Bagus sekali pak parmin mampu mengingat nama saya.”
 “ Melanjutkan pertemuan kita kemarin dan sesuai dengan kesepatan kita, hari ini kita
akan mencoba mempraktekkan kembali dalam membina hubungan dengan orang lain
dengan cara berkenalan baik dengan sesama klien maupun dengan perawat, dan kita
juga akan membicarakan tentang kemampuan yang dimiliki pak Kusmat. Waktunya
30 menit saja, kita ngobrol di kursi ruang depan bagaimana pak?”

II. Fase Kerja

 “Penampilan pak Kusmat hari ini bagus, rapi dan bersih, bagus sekali pak
dipertahankan ya….?”
 “ Sudah mandi ya pak tadi, bapak kelihatan segar sekali.”
 “ pak Kusmat seperti yang sudah saya sampaikan tadi, saya ingin melihat pak
berkenalan dengan teman (klien) dan perawat, coba sekarang bapak praktikkan”
 “Bagus sekali, ternyata bapak mampu berkenalan. Bagaimana senang kan punya
banyak teman.”
 ” pak Kusmat sudah tahu nama teman-temannya yang berada di sini ya, coba
disebutkan kembali.” bagus pak, dipertahankan ya!”
 “Sekarang pak Kusmat berkenalan dengan perawat juga ya…ayo ini ada pak perawat,
silahkan berkenalan juga.” “Wah hebat pak Kusmat berani berkenalan dengan pak
perawat yang baru di lihat. Bagaimana senang kan mempunyai kenalan banyak. Nah,
coba sebutkan dengan siapa saja tadi yang sudah diajak berkenalan. Hebat sekali pak,
daya ingatannya bagus sekali.”
 “pak Kusmat sekarang kita akan membicarakan kemampuan yang dimiliki oleh
bapak. Kalau saya lihat selama di ruangan ini pak Kusmat jarang beraktivitas, Jadi
saya ingin tahu kemampuan atau ketrampilan yang dimiliki oleh bapak apa saja?
Misalnya menyapu, mengepel, merapikan tempat tidur sendiri dll. Wah hebat sekali.
Selain itu apa lagi pak. Bagus sekali ternyata bapak pandai mengukir ya. bapak kalau
di rumah pekerjaannya mengukir ya? Tapi apakah ibu bisa mengerjakan apa yang
disebutkan tadi?”
 “Kalau dirumah aktivitas sehari-hari apa yang pak kerjakan? Oh ya, di sini pak
Kusmat bisa juga melakukan, bisa dianggap rumah sendiri jadi harus dipertahankan
kemampuan yang dimiliki. Terus pak Kusmat bisa juga menonton TV, melakukan
aktifitas seperti di rumah ataupun merawat diri seperti mandi, gosok gigi, keramas
dll.”
III. Fase Terminasi

 “Sementara cukup di sini dulu ya, pembicaraan kita”


 “Saya senang bapak Kusmat mau mengobrol dengan saya. Tadi pak Kusmat sudah
bagus bisa berkenalan dan mengungkapkan kemampuan apa yang dimiliki dengan
baik, pertahankan ya….”
 “Besok kita akan bertemu lagi, berbincang lagi tentang kebutuhan-kebutuhan pak
Kusmat yang belum terpenuhi, bapak setuju?” Bagaimana kalau jam 10.00 lagi.
Disini lagi ya Pak?”
 “Baik, saya permisi dulu, bapak bisa melanjutkan kegiatan yang lainnya terimakasih
ya atas waktunya?”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR-SURABAYA

Masalah keperawatan : Waham Kebesaran

Pada Px : Tn. K

Di Ruang Rawat : Ruang Kenari

Pertemuan : Ke 3 (Tiga)

A. Proses Keperawatan

1. Kondisi Klien
Klien tenang, kooperatif, duduk dengan teman (pasien) yang lain, tanpa ada
pembicaraan,

2. Diagnosa Keperawatan
Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan liingkungan berhubungan dengan
perubahan isi pikir : waham kebesaran

3. Tujuan khusus

 Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan dapat


berorientasi secar realita.

B. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SP)

I. Fase Orientasi

 “Hallo, Selamat siang pak Kusmat?”


 “Apakah ada yang dikeluhkan atau dipertanyakan sebelum kita mulai bincang-
bincang?”
 “ sesuai dengan janji kita kemarin, kita kan akan berbincang-bincang tentang
kebutuhan bapak yang sudah terpenuhi dan kebutuhan bapak yang belum terpenuhi,
bagaimana pak sudah siap.”
 “ Baiklah, kita mulai saja ya pak.”

II. Fase Kerja

 “Selama di sini apa saja kebutuhan bapak yang sudah terpenuhi. Kebutuhan apa yang
belum terpenuhi?”
 “Berkaitan dengan kemampuan yang bapak miliki, kalau di sini terpenuhi tidak?”
 “bapak pernah merasa sakit, cemas atau marah, kepada siapa? Lalu bagaimana cara
pak Kusmat menghilangkan perasaan itu?”
 “Jika kebutuhan tidak terpenuhi lalu apa yang bapak pikirkan? Merasa curiga atau
biasa saja?”
 “pak Kusmat jika mau kita bisa membuat jadwal untuk kegiatan ibu sehingga
kebutuhan bapak terpenuhi semua” Bisa kan?”
 “Sekarang saya ingin tahu bapak merasa asing tidak di lingkungan yang sekarang?”
 “bapak mengenal tidak dengan semua teman-teman yang berada disini tidak bingung
kan dengan hari, tanggal dan jam?”
 “Apakah bapak mampu untuk bekerja sama dengan teman-teman yang disini?”
 “bapak kalau ada yang dikeluhkan, bapak bisa berbicara dengan saya ya.”
 “ bapak kemarin kan sudah berkenalan dengan teman-teman yang ada di sini, bapak
bisa bekerja sama dengan mereka. Semua yang ada di sini adalah teman bapak.”
 “ Wah, bagus sekali pak Kusmat. Sudah bisa berbincang-bincang dengan temannya.
Pertahankan ya pak.”
 “ Baiklah karena waktu kita sudah habis, kita lanjutkan besok pagi lagi bagaimana?”

III. Fase Terminasi

 “Sementara cukup disini dulu ya, pembicaraan kita”


 “Saya senang pak Kusmat mau mngobrol dengan saya. Tadi pak Kusmat sudah
bagus bisa mengungkapkan kemampuan apa yang dimiliki dengan baik, pertahankan
ya….”
 “Besok kita akan bertemu lagi, berbincang tentang ini lagi, o Iya boleh pak.”
 “ Besok kita bertemu lagi di tempat seperti biasa di halaman, jam 10.00 WIB, OK”.
 “Baik, saya permisi dulu, bapak bisa melanjutkan kegiatan yang lainnya terimakasih
ya?”
ANALISA PROSES INTERAKSI

( A.P.I )

Nama Mahasiswa : Adu Angky Raru

Nama Klien : TN.K

Tempat : Ruang Kenari

Interaksi ke : I ( Fase Perkenalan )

Lingkungan : Tenang, Dalam Ruang Rawat

Tujuan Komunikasi : K dan P dapat Membina Hubungan Saling Percaya

Kom. verbal Kom. Non Analisa Analisa Rasional


verbal berfokus pada Berfokus Pada
Klien Perawat
Selamat siang, P : tersenyum, Merasa terkejut Merasa ragu Pada awal interaksi
Pak! berdiri sejenak disapa oleh P apakah K mau harus didahului
disamping K. menerima dengan membina
K : menatap kehadiran P hubungan saling
kearah P sambil percaya.
tersenyum
Selamat siang ! P : tersenyum Duduk agak Merasa senang Perkenalan
K : tersenyum ragu dan karena K mau diharapkan dapat
mencoba tidur menjaawab menngkatkan
lagi kemudian salam hubungan saling
bangkit lagi. percaya.

Saya perawat P : sambil duduk K duduk Berharap dapat Untuk menimbulkan


Angky, disamping K berhadapan melanjutkan kepercayaan bagi
mahasiswa S1 setelah itu, kelihatan ragu pembicaraan. klien
keperawatan mengulurkan dan curiga
Nusantara tangan untuk sambil menoleh
Kupang yang bersalaman kearah P.
sementara dengan K
praktek disini
selama 2
minggu, Kalau
ibu namanya
siapa ?
P : sikap terbuka, Merasa lega Mengulangi apa
K : nama saya K. tetap tersenyum. karena K mau yang diucapkan
P : oh. Namanya K: merespon untuk memvalidasi
K memperhatikan P stimulus yang atau menegaskan
Biasanya di namun kelihatan disampaikan kembali.
panggil siapa ? masih ragu oleh P dan K
K : .... mau menyebut
namanya.

P : tetap Klien mau Berpikir


tersenyum menuruti apa apakah K mau Memberikan
memperhatikan yang diminta P. melanjutkan informasi tentang
P : Pak Kkalau K, debgan sikap interaksi, waktu dan tujuan P
tidak keberatan terbuka. berfikir untuk mengadakan
bisa kita cerita- interaksi interaksi dengan K.
cerita sebentar selanjutnya.
10 menit.
K : menatap Mau
kearah P mendengar
dengan serius
K : iya Pak. dan
memperhatikan.
P : tetap
tersenyum dan
tetap
P : maunya K mempertahankan
kita cerita kontak mata.
dimana ?

K : dikamar saja
Pak.
P : jadi hari ini
kita akan
membicarakan
apa yang
dirasakan oleh
Pak K.
P : Pak K, saya
praktek disini
selama 2
minggu, saya
akan bersama-
sama dengan
Mas. Nanti kita
akan sama-sama
membahas
masalah yang
mbak rasakan.
Mudah-mudahan
saya dapat
membantu
mengatasi
masalah Pak.
Untuk itu saya
sangat berharap
Pak mau
menceritakan
masalah dan apa
yang dirasakan
atau dipikirkan
sekarang ini,
bisa saya tau,
saya akan
menjaga
kerahasiaannya.
Apakah Pak
setuju ?
K : iya Pak
P : Pak
bagaimana
perasaannya hari Berharap K
ini, apakah Tidak merasa mau menjawab
semalam keberatan pertanyaan P
tidurnya dengan
nyenyak atau permintaan P
tidak ?
K : merasa baik-
baik saja

P : bisakah Pak
cerita mengapa
sampai Mas di
bawa ke rumah P : tetap
sakit ini ? mempertahankan Merasa senang
K : saya dibawa kontak mata dan Tampak K karena K setuju Pertanyaan terbuka
oleh keluarga tersnyum. tidak keberatan untuk memberikan
saya. K : nampak dengan pertemuan kesempatan pada
tersenyum dan permintaan P selanjutnya. klien untuk
P : baiklah menatap kearah P mengungkapkan
mungkin Pak P : berdiri perasaannya.
mau istrahat disamping K Tidak
sejenak atau sambil memaksakan
makan, mengulurkan diri untuk
pertemuan hari tangan dan menanyakan
ini cukup dulu. salaman dengan tentang Menunjukan
Besok kita K sebagai tanda masalah K dan perhatian adalah
lanjutkan perpisahan mengalihkan awal yang baik untu
pembicaraan kita K : membalas pembicaraan. membina hubungan
lagi tentang jabat tangan. saling percaya
mengapa Pak
sampai dibawa Merasa yakin
ke RSJ, bahwa Kontrak penting
bagaimana Pak mengakhiri untuk melakukan
setuju ? pembicaraan interaksi
K : iya Pak adalah tepat selanjutnya.
Angky. agar klien bisa
P : bagus sekali istrahat.
sudah mau
bercerita dengan
Pak Angky .
selamat
siang ... !
K : makasihPak
Angky, selama
siang ... !
ANALISA PROSES INTERAKSI

( A.P.I )

Nama Mahasiswa : Adu Angky Ratu

Nama Klien : Tn.K

Tempat : Ruang Kenari

Interaksi ke : II ( Fase Kerja )

Lingkungan : Tenang, Dalam Ruang Rawat

Tujuan Komunikasi : Setelah intervensi keperawatan : K dapat berorientasi secara


realita

Kom. Verbal Kom. Non verbal Analisa Analisa Rasional


berfokus pada Berfokus Pada
Klien Perawat
P : Selamat siang P : menghampiri Mungkin Penuh percaya .Salam merupakan
Pak K K, tersenyum dan bertanya dalam diri dan senang langkah awal untuk
duduk hati, maksud bertemu dengan membina interaksi
berdampingan kedatangan K
dengan perawat

K : Selamat siang, K : Melihat kearah


Pak P sambil
tersenyum
P : Apakah Pak P : kontak mata, Berusaha Pertanyaan terbuka
masih ingat ingat bicara santai tapi mengetahui memberi kesempatan
janji kita waktu jelas keadaan hari ini, K untuk menentukan
pertemuan K : menunduk dan K berfikir dan keluhan arah pembicaraan
kemarin ? menatap kearah P bahwa ia tidak yang harus
K : kontak mata mengalami dipenuhi saat ini
kurang perubahan

Bagaimana P : tenang, rileks, Bersikap Informing


perasaannya, mempertahankan persuasif agar menjelaskan kontrak
siang ini Pak, apa kontak mata klien dapat untuk memudahkan
semalam tidurnya bekerja sama intervensi selanjutnya
nyenyak apa Pak menjalankan
sudah makan ? kontak
masih ingat saya sebelumnya
tidak ? nama
Angky ? K : melamun dan
K : hm... Angky menunduk
P : bagus! betul
sekali
Bagaimana Pak P : kontak mata, Diam dan Bersikap Informing
sudah bisa bicara santai tapi memikirkan persuasif agar menjelaskan kontrak
berorientasi jelas dengan tenang klien dapat untuk memudahkan
secara realita ? K : tersenyum dan bekerja sama intervensi selanjutnya
memandang menjalankan
kearah P kontrak
sebelumnya

Bagaimana Pak ? P : menatap


apakah sudah kearah K
dapat berorientasi K : menatap
secara realita kearah P
misalnya
menerima diri
mbak sebagai diri
mbak seutuhnya
yaitu Pak K
bukan sebagai
artis yang selama
ini yang selalu
mbak katakan ?
K : sudah
lumayanPak, saya
sudah berusaha
dan sudah saya
mulai rasakan diri
saya yang
sebenarnya
P : bagus Pak, P : bicara santai memberikan Memberikan
coba lagi untuk tapi jelas penguatan dan dorongan dan
menerima diri harapan agar penguatan terhadap
Pak sendiri klien mau pernyataan klien
mencoba lagi
menerima diri
klien secara
P : baik Pak, nyata
bolehkah kita
cerita-cerita lagi
sebentar disini
untuk
membicarakan
masalah yang
mbak rasakan
K : iya Pak boleh
P : terima kasih
bu telah bercerita
dengan saya,
selamat siang Pak

ANALISA PROSES INTERAKSI

( A.P.I )

Nama Mahasiswa : Adu Angky Ratu

Nama Klien : Tn.K

Tempat : Ruang Kenari

Interaksi ke : III ( Fase terminasi )

Lingkungan : posisi duduk berdampingan disamping tempat tidur

Tujuan Komunikasi : setelah intervensi keperawatan K dapat menerima perpisahan


secara wajar

Kom. Verbal Kom. Non verbal Analisa Analisa Rasional


berfokus pada Berfokus Pada
Klien Perawat
P : pagi, Pak ! P : menghampiri Merasa ragu
K, tersenyum apakah K mau
berdiri di samping menerima
perpisahan ini
K : Selamat pagi ! tempat tidur K
K : melihat kearah
P sambil
tersenyum

P : Bagaimana P : kontak mata, Pada akhir interaksi


perasaan hari ini bicara santai tapi harus dilakukan
Pak ? apakah jelas terminasi
mbak sudah
makan ?

K : sudah Pak K: Perasaan masih Perawat dengan klien


menganggukkan ragu apakah K menerima perpisahan
kepala dapat menerima dengan wajar
perpisahan
P : boleh saya P : tersenyum dan
duduk disini mempertahankan
bercrita-cerita kontak mata
dengan Pak
kurang lebih 10
menitan

K : duduk Pak K : menatap Memikirkan Merasa lega


kearah P sambil topik apa lagi karena K mau
tersenyum yang harus merespon
ditanyakan ke P stimulus yang
disampaikan P
P : Oh iya Pak. R P : tenang, rileks
Apakah mbak tetap
masih ingat mempertahankan
tujuan kita kontak mata
bertemu, dimana
waktu itu kita
sama-sama

P : Cerita untuk
membantu
masalah yang Pak Merasa adanya
rasakan, perubahan
bagaimana dalam dirinya
menurutPak , apa
merasa
baikan/enak ?
saya melihat Pak
sekarang banyak
berubah karena
sudah mau cerita
dengan orang lain
dan sekarang
sudah nampak
segar dan rapih
K : iya Pak.

K : menatap P dan Senang karena Saran : memberi


tersenyum K dapat alternatif ide untuk
menangkap apa pemecahan masalah
yang
disampaikan
P: oh yah agar oleh P
perasaan mau
mengamuk dan P : tersenyum dan Berusaha untuk
marah-marah Pak mempertahankan melaksanakan
K. Dapat kontak mata apa yang
melakukan dianjurkan P
misalnya jangan
suka melamun,
cari kesibukan
dirumah dll.
K : iyaPak,
nanti dicoba
K : melihat kearah
P sambil
tersenyum
P : bagus Pak,
selain itu yang
perlu ibu lakukan P : berbicara Merasa bahwa Merasa lega Reinforcement
dirumah adalah dengan suara ada yang akan karena K mau meningkatkan harga
ibu harus lembut tapi jelas membantu merespon diri klien
bercerita-cerita dan stimulus yang
dengan orang mempertahankan disampaikan
dirumah, dab kontak mata
jangan lupa
minum obat
secara teratur dan
ingat kembali
kontrol ke dokter
di poli
K : iya Pak
P : nah kalo
begitu, pertemuan K : wajah tampak Informing
ini kita cukupkan ceria memberikan
sampai disini P : tetap informasi dan fakta
dulu, mudah- tersenyum dan untuk pendidikan
mudahan semua mempertahankan kesehatan
yang sudah kita kontak mata
bicarakan dapat
bermanfaat bagi
mbak. Selamat
siang Melakukan terminasi
K : terimakasih akhir interaksi
Pak, selamat
siang

Anda mungkin juga menyukai