Nama : Rosdiana Panjaitan
Semester : III (Tiga) – Ganjil
Jurusan : PGMI
Mata Kuliah : Konsep Dasar PKN
Dosen Pengampu : Toni Nasution, [Link]
Latihan : Buat lah contoh kasus dan pristiwa yang selaras maupun tidak
selaras dengan visi, misi dan kompetensi Pendidikan
Kewarganegaraan dikaitkan dengan bidang studi !
Jawaban
Visi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi merupakan sumber
nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna
mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia Indonesia
seutuhnya dan memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Sedangkan misi
pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi membantu mahasiswa memantapkan
kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila,
rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa
tanggung jawab serta memegang teguh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
Dengan berdasarkan visi dan misi itu, maka tujuan pendidikan
kewarganegaraan secara umum adalah memupuk kesadaran bela negara dan berpikir
komprehensif integral dikalangan mahasiswa dalam rangka Ketahanan Nasional sebagai
Geostrategi Indonesia.
Untuk mendasari tujuan tersebut, maka Direktur Jendral Pendidikan
Tinggi memandang perlu menyempurnakan Kurikulum Inti Pendidikan
Kewarganegaraan/ Pendidikan yang ditetapkan dengan keputusan Dirjen Dikti Nomor
151/DIKTI/Kep /2000, menjadi kurikulum inti Pendidikan Kewarganegaraan.
Kemudian sebagai keseragaman terakhir tahun 2006, berdasarkan SK Dirjen Dikti
Nomor 43/DIKTI/KEP/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Mata
Kuliah Pengembangan Kepribadian di perguruan Tinggi, yang di dalamnya
mencantumkan juga substansi kajian mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Melalui pendidikan kewarganegaraan, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia
diharapkan mampu memahami, menganalisa dan menjawab masalah-masalah yang
dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negara secara berkesinambungan dan konsisten
cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945.
Kompetensi secara singkat diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas
yang berkewenangan untuk menentukan sesuatu dengan penuh rasa tanggung jawab
yang harus dimiliki oleh seseorang agar mampu melaksanakan tugas dalam bidang
tertentu. Kompetensi lulusan pendidikan kewarganegaraan adalah seperangkat tindakan
cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari seorang warga negara dalam hubungan dengan
negara dan memecahkan berbagai masalah hidup bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara dengan menerapkan konsepsi Filsafat Pancasila, menerapkan Konstitusi
Negara dalam kehidupan sehari-hari serta Geopolitik Indonesia dan Geostrategi
Indonesia.
Contoh Kasus Peristiwa Yang Selaras Dan Tidak Selaras Dengan Visi, Misi dan
Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan.
Contoh Kasus Peristiwa Yang Selaras
1) Adanya beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai instansi pemerintah, seperti
beasiswa Bidik Misi dan bantuan belajar mahasiswa yang diperuntukkan untuk
pelajar ataupun mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi. Hal ini
tentunya selaras dengan visi misi pendidikan yang mengacu pada tujuan
nasional, salah satunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehidupan
bangsa tentunya seluruh masyarakat Indonesia dan tidak hanya orang yang
berduit saja yang dapat menikmati pendidikan. Dengan adanya beasiswa
semacam ini, tentunya akan dapat mewujudkan kecerdasan yang menyeluruh
karena masyarakat yang kurang mampu pun bisa bersekolah dengan beasiswa
tersebut.
2) Mencuatnya status salah satu lembaga pendidikan
keterampilan yang mengatasnamakan Perguruan tinggi di karenakan para
mahasiswa/i nya aktif dan ingin agar ijazahnya dikemudian hari dapat
digunakan.
3) Banyak ditemukannya pengetahuan-pengetahuan terbaru, semisal program-
program yang lain yang ditujukan untuk mengembangkan almamaternya,
4) Banyaknya organisi-organisasi kemahasiswaan yang ditujukan untuk
mengembangkan kemampuan mahasiswa itu sendiri.
5) Banyak kasus dan peristiwa penegakan hukum yang terjadi di indonesia masih
bisa mencerminkan visi, misi dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan
yakni kasus korupsi yang dilakukan oleh Gayus Tambunan dimana pada
akhirnya Gayus Tambunan bisa di hukum walaupun sebenarnya masa
hukuman nya tidak sesuai dengan kerugian yang di derita oleh negara tetapi hal
ini sudah bisa menunjukan bahwa peranan penegak hukum di indonesia masih
bisa diandalkan walaupun penegak hukum itu sendiri banyak melakukan
kejahatan hukum dimana seorang jaksa Cirus sinaga yang menangani kasus
Gayus terlibat pemalsuan dokumen dimana pada awalnya Gayus di vonis tak
bersalah oleh hakim tetapi pada akhirnya kasus ini terkuak kebenarannya dan
jaksa Cirus sendiri terjerat kedalam kasus kejahatan mafia hukum dan akhirnya
seorang penegak hukum juga bisa di hukum dimana hal ini mencerminkan
bahwa keadilan di indonesia masih bisa di beli oleh uang tetapi tidak sedikit
penegak hukum yang masih menjungjung tinggi asas-asas hukum yang pada
akhirnya nilai kompetensi kewarganegaraan masih ada yang menjungjung
tinggi dan mudah-mudahan hal ini akan terus di jaga oleh penegak hukum di
indonesia termasuk kita harus bisa menjaga norma-norma hukum di
lingkungan kita sendiri dimana seharusnya keadilan dapat berdiri tegak tanpa
ada milah-milah kasta baik itu masyarakat kecil atau pun pejabat negara,
dimana peranan hukum harus sama bagi seluruh rakyat indonesia.
Contoh Kasus Peristiwa Yang Tidak Selaras
1) Kasus yang paling sering adalah muncul materi yang tidak sepantasnya masuk
ke dalam LKS anak Sekolah Dasar. Hal ini tentunya tidak selaras, karena anak
SD belum cukup umur, dan belum punya kedewasaan untuk menerjemahkan
hal-hal semacam itu. Kekhawatiannya adalah jika anak SD tersebut
terkontaminasi oleh hal-hal negatif yang timbul akibat materi semacam itu. Hal
ini tentunya tidak selaras dengan misi pendidikan, dimana salah satunya adalah
mengutamakan pendidikan karakter, termasuk di dalamnya moral dan akhlak
selain intelektual tentunya.
2) Adanya tawuran antar mahasiswa yang pernah terjadi, Di berbagai daerah,
sejumlah pemuda justru terlibat aksi tawuran. Tak hanya saling lempar batu,
beberapa pemuda di antaranya bahkan kedapatan membawa senjata tajam
berupa celurit dan gir. Untuk mengantisipasi kejadian serupa tak terulang,
polisi meminta para orangtua dan warga untuk ikut berpartisipasi melakukan
pengawasan dan pencegahan. Hal ini tentunya tidak selaras dengan dengan
visi, misi dan kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan dikaitkan
dengan bidang studi.
3) Salah satu kasus yang tidak sesuai dengan visi,misi,dan kompetensi pendidikan
kewarganegaraan adalah kasus dimana salah satu perguruan tinggi di indonesia
mahasiswanya melakukan tawuran antar jurusan padahal itu masih satu
kampus. Masalah yang muncul sebenarnya adalah hal-hal kecil yang masih
bisa diselesaikan dengan musyawarah seperti hanya masalah main bola jadi
ribut masalah pemilihan rektor bisa jadi ribut apalagi sampai dengan membawa
senjata tajam dan lain sebagainya, hal ini mencerminkan bahwa dunia
pendidikan perguruan tinggi tidak menunjukan tauladan bagi adik-adik yang
masih duduk di bangku sekolah. Dalam kasus ini mahasiswa tidak berperan
dalam fungsinya sebagai masa depan pemimpin di negeri ini. Jika hal ini
terjadi terus malu rasanya oleh negara lain dimana negara lain sudah
melangkah jauh di dunia pendidikan kita masih saja meributkan hal-hal yang
sebenarnya tidak perlu di ributkan.
4) Adanya peristiwa kekerasan yang terjadi di dalam Orientasi Siswa Pengenalan
Kampus yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang mahasiswa.