0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan13 halaman

Edukasi Kesehatan BPH Pasca TURP

Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan (SAP) mengenai pendidikan kesehatan pada klien pasca operasi Turp Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). SAP ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga pasien dan pasien agar dapat merawat diri dengan baik pasca operasi serta mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Materi penyuluhan mencakup pengertian, penyebab, gejala,

Diunggah oleh

Ria Puji Hastuty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan13 halaman

Edukasi Kesehatan BPH Pasca TURP

Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan (SAP) mengenai pendidikan kesehatan pada klien pasca operasi Turp Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). SAP ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga pasien dan pasien agar dapat merawat diri dengan baik pasca operasi serta mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Materi penyuluhan mencakup pengertian, penyebab, gejala,

Diunggah oleh

Ria Puji Hastuty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Topik : Pendidikan Kesehatan pada Klien Post Turp Benign

Prostatic Hyperplasia (BPH)

Sub Topik :

1. Pengertian BPH

2. Tanda dan Gejala BPH

3. Penyebab BPH

4. Komplikasi BPH

5. Pendidikan kesehatan klien Post TURP

Sasaran : Tn. S dan keluarga Tn.S

Hari / Tanggal : Sabtu, 9 Januari 2021

Jam : 08.00 - selesai

Tempat :

I. LATAR BELAKANG

Benigna Prostate Hiperplasia (BPH) merupakan penyakit prostat

jinak yang dapat menekan uretra dan menyebabkan obstruksi urin yang

hebat (Robinson dan Saputra, 2014). Masyarakat umumnya tidak

mengetahui apa penyebab dari BPH salah satunya ialah kebiasaan

merokok masyarakat yang beresiko sangat besar terkena

BPH( Khamriana et al, 2015). Penyebab lain pemicu munculnya BPH

ialah masyarakat dengan memiliki berat badan berlebihan dan sering


mengkonsumsi alkohol berlebihan yang mana akan menghilangkan

kandungan zink dan vitamin b6 yang penting untuk prostat yang sehat

( Agung, 2017).

Data statistik yang dilaporkan World Health Organization (WHO)

diperkirakan jumlah penderita BPH di dunia mencapai 36 juta orang

meninggal termasuk 14 juta orang yang berusia 30-70 tahun yang

mana banyak diderita oleh laki-laki dari pada wanita , tiga perempat

dari kematian akibat BPH 28 jutanya di negara-negara yang

berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2015) . Di Indonesia

penyakit BPH menjadi urutan kedua setelah penyakit batu saluran

kemih yakni kurang lebih 13 juta penderita dan dinyatakan kira-kira

0,8 juta pria atau 2,5% menderita penyakit BPH ( Riskesdas, 2013 ).

Menurut Riskesdas Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019 berdasarkan

survei di Rumah Sakit Provinsi Jawa Timur didapatkan sebanyak 1.5

% juta jiwa menderita BPH dibanding dengan jumlah penduduk saat

ini yaitu 267 juta jiwa.

Etiologi dari BPH secara pasti masih belum dipastikan namun

hingga saat ini diyakini berhubungan dengan proses penuaan dan

penurunan kadar hormon testosterone meskipun mekanisme timbulnya

gejala dan komplikasi dari BPH masih belum tuntas dan jelas

( [Link] dan Kirby, 2012 ) Tanda dan gejala iritatif meliputi

peningkatan frekuensi kencing, nokturia dan inkontinensia, sedangkan

gejala obstruksi yakni aliran kemih yang buruk, hesistansi ketika ingin

berkemih, adanya sisa urin setelah berkemih , sensasi kencing belum

tuntas dan sesekali retensi urin akut yang memerlukan tindakan darurat
( Martinez dan Satheesh, 2012). Komplikasi dari BPH adalah UTIs

( Urinary Tract Infection) berulang, hematuria, gagal ginjal, retensi

urin dan memerlukan operasi ( Barkin, 2011). Pembesaran prostat

menyebabkan rangsangan pada kandung kemih atau vesika , sehingga

vesika sering berkontraksasi meskipun belum penuh dan disaat vesika

terjadi dekompensasi, akan terjadi retensi urin sehingga pada akhir

miksi akan ditemukan sisa urin didalam kandung kemih yang akan

menyebabkan terbentuknya batu endapan didalam kandung kemih atau

vesicolithiaisis (Samsuhidajat & Jong, 2010)

Oleh karena itu sebagai tenaga kesehatan perawat mempunyai

peran penting dalam pencegahan dan pengobatan BPH untuk

pencegahan BPH yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat serta

melakukan pemeriksaan secara berkala (Prabowo dan Pranata, 2016 ).

Dalam upaya kuratif perawat harus memberikan obat yang tepat sesuai

kebutuhan klien, pemberian antikolinergik mengurangi spasme

kandung kemih, untuk gangguan eleminasi diperlukan pemantauan

dalam pemasangan kateter ( Prabowo & Pranata, 2016 ). Peran

keluarga juga diperlukan untuk merawat klien setelah post- TURP

sehingga perawat harus memberikan edukasi kepada keluarga

( Prabowo & Pranata, 2016 ). Sebagai perawat juga penting dalam

memberikan upaya perawatan rehabilitative kepada keluarga maupun

klien tentang cara mengontrol nyeri bila timbul serta pentingnya cara

berkemih yang benar setelah post- TURP (Gupta A, 2010).


II. TUJUAN

a) UMUM

Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan Keluarga klien

mampu memberikan perawatan terbaik kepada Tn. S saat di rumah dan

klien mampu merubah pola hidup yang lebih baik .

b) KHUSUS

Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga klien mampu :

1. Menjelaskan pengertian BPH (Benigna Prostat Hiperplasia).

2. Menjelaskan penyebab dari BPH (Benigna

Prostat Hiperplasia).

3. Menjelaskan tanda dan gejala dari BPH (Benigna

Prostat Hiperplasia.

4. Menjelaskan komplikasi BPH (Benigna Prostat Hiperplasia).

5. Menjelaskan perawatan di rumah post operasi

III. PENGORGANISASIAN

Penyaji : Ria Puji Hastuty

IV. MATERI

` Terlampir

V. MEDIA

Leaflet
VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No Waktu Kegiatan
1. 5 menit Pembukaan:

1. Memberi salam pembukaan

2. Memperkenalkan diri

3. Menjelaskan tujuan penyuluhan

4. Membagikan leaflet
2. 10 menit Pelaksanaan:

1. Menjelaskan pengertian BPH

(Benigna Prostat Hiperplasia).

2. Menjelaskan penyebab dari BPH

(Benigna Prostat Hiperplasia).


3. Menjelaskan tanda dan gejala dari

BPH (Benigna Prostat

Hiperplasia).

4. Menjelaskan komplikasi BPH

(Benigna Prostat Hiperplasia)

5. Menjelaskan perawatan post

operasi.

3. 3 menit Evaluasi:

1. Memberi waktu untuk peserta

bertanya
4. 2 menit Penutup:
1. Memberikan ucapan terimakasih

dan salam

VII. SETTING TEMPAT

Keterangan :

= Sasaran

= Mahasiswa/I perawat

VIII. EVALUASI KEGIATAN

1. Evaluasi Struktur

a. Persiapan Media

Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap

dan siap digunakan. Media yang digunakan adalah leaflet

2. Evaluasi Proses

a. Kegiatan penyuluhan yang akan diberikan diharapkan berjalan

lancar dan sasaran memahami tentang penyuluhan yang diberikan

b. Peserta diharapkan memperhatikan materi yang diberikan


3. Evaluasi Hasil

a. Jangka Pendek

- Sasaran mengerti sekitar 80% dari materi yang diberikan

- Sasaran memahami tentang perawatan di rumah post operasi

TURP BPH.

- Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai pentingnya

perawatan di rumah post operasi TURP BPH.

- Dapat menjadi agen perubahan dengan cara membagikan pesan

tentang pentingnya perawatan di rumah post operasi TURP

BPH.

X. LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian BPH (BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA )

Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) adalah keadaan kondisi


pembesaran prostat secara patologis yang paling umum pada pria lansia dan

penyebab kedua yang paling sering ditemukan intervensi medis pada pria di

atas usia 50 tahun .

2. Penyebab BPH (BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA )

Dengan bertambahnya usia , akan terjadi perubahan keseimbangan

hormone testosterone dan esterogen karena produksi hormone testosterone

menurun sehingga mengakibatkan prostat membesar.

3. Tanda dan Gejala BPH (BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA )

Kesulitan dalam berkemih, nyeri saat berkemih, rasa tidak puas

saat berkemih atau menetesnya pada akhir berkemih, pancaran uri meleha

dan terputus-putus dan pada hasil USG Urologi ditemukan prostat

membesar.

4. Komplikasi BPH (BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA )

Infeksi saluran kemih, hemoroid atau wasir,hematuria atau

kencing berdarah,batu kandung kemih dan gagal ginjal.

5. Perawatan di rumah post operasi TURP BPH (BENIGNA

PROSTAT HIPERPLASIA )

1) Batasi aktivitas yang terlalu berat setelah operasi

2) Tidak mengajan saat BAB

3) Tidak merokok

4) Biasakan hidup bersih

5) Makan makanan yang mengandung banyak vitamin dan berserat

serta hindari minuman yang beralkohol.


6) Minum 2000-3000 ml/hari

7) BAK saat kandung kemih terasa penuh

8) Rutin minum obat dari rumah sakit

9) Kontrol rutin ke dokter

10) Segera rujuk ke klinik terdekat/ rumah sakit jika menemukan tanda

– tanda urin berwarna keruh, berbau busuk dan nyeri saat berkemih,

demam dan penurunan jumlah frekuwensi dalam berkemih.


DAFTAR PUSTAKA

Dongoes, E Marlyn ,dkk .2012. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC

Nurarif & Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa

Medis dan Nanda Nic-Noc. Edisi Revisi Jilid 2. Jogjakarta. Mediaction Jogja

Purwanto, Hadi .2016. Keperawatan Medikal Bedah [Link]:Kemenkes RI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2013.


Edukasi Perawatan Tahukah Anda menurun sehingga mengakibatkan
saat di rumah
pada Pasien post operasi TURP BPH Apakah itu BPH???? prostat membesar.

Benigna Prostat Hiperplasia Tanda dan gejala


(BPH) adalah keadaan kondisi seseorang menderita
BPH !!!
pembesaran prostat secara patologis

yang paling umum pada pria lansia 1. Kesulitan dalam berkemih

dan penyebab kedua yang paling 2. Nyeri saat berkemih,

sering 3. Rasa tidak puas saat berkemih

ditemukan intervensi medis pada atau menetesnya pada akhir


Disusun oleh :
berkemih, pancaran uri melemah
Nama : Ria Puji Hastuty
Nim: 2020-02-14901-013 pria di atas usia 50 tahun .
dan terputus-putus

4. Hasil USG Urologi ditemukan


Dengan bertambahnya usia , akan terjadi
PROGRAM PROFESI NERS EKA prostat membesar.
HARAP PALANGKA RAYA perubahan keseimbangan hormone
AKIBAT LANJUT JIKA TIDAK
2020 testosterone dan esterogen karena SEGERA DI TANGANI !!!!

produksi hormone testosterone


1. Infeksi saluran kemih 4) Biasakan hidup bersih. 10) Segera rujuk ke klinik

2. Hemoroid atau wasir, 5) Makan makanan yang terdekat/ rumah sakit jika
3. Hematuria atau kencing berdarah,
mengandung banyak vitamin menemukan tanda – tanda urin
4. Batu kandung kemih dan
dan berserat serta hindari berwarna keruh, berbau busuk
gagal ginjal.
minuman yang beralkoh dan nyeri saat berkemih,

demam dan penurunan jumlah


Perawatan di rumah post
6) Minum 2000-3000 ml/hari. frekwensi dalam berkemih.
operasi TURP BPH
(BENIGNA PROSTAT 7) BAK saat kandung kemih
HIPERPLASIA )
terasa penuh.
1) Batasi aktivitas yang terlalu
8) Rutin minum obat dari
berat setelah operasi.
rumah sakit.

2) Tidak mengajan saat BAB.


9) Kontrol rutin ke dokter
3) Tidak merokok.

Anda mungkin juga menyukai