0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan31 halaman

Laporan Praktikum Hambatan Dan Propulsi Kapal

Laporan ini membahas proses pembuatan model kapal untuk mengukur hambatan kapal secara eksperimental. Tahapan pembuatan model meliputi penetapan rencana garis, pembuatan gading, pemotongan tripleks, penghalusan permukaan, pemasangan fiberglass, dan pelapisan cat. Hasilnya berupa model kapal siap diuji untuk mengukur hambatan pada tangki uji.

Diunggah oleh

Ridwan BinTaher
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan31 halaman

Laporan Praktikum Hambatan Dan Propulsi Kapal

Laporan ini membahas proses pembuatan model kapal untuk mengukur hambatan kapal secara eksperimental. Tahapan pembuatan model meliputi penetapan rencana garis, pembuatan gading, pemotongan tripleks, penghalusan permukaan, pemasangan fiberglass, dan pelapisan cat. Hasilnya berupa model kapal siap diuji untuk mengukur hambatan pada tangki uji.

Diunggah oleh

Ridwan BinTaher
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

HAMBATAN DAN PROPULSI KAPAL

PROSES PEMBUATAN MODEL DAN PERHITUNGAN HAMBATAN KAPAL

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3

Anggota :

 Fredik jesaya kotngoran (201969002)


 Iksan loilatu (201969003)
 Herari wuritimur (201969016)
 Edward sipasulta (201969018)
 Jambon prindiyantoro (201969024)
 Abdul rafik saifat rumra (201969025)
 Febrian sahertian (201969026)
 Fransiskus F sainyakit (201669026)

FALKUTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN
UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON

1
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa
atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan praktikum dari mata kuliah Hambatan dan Propulsi.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan


kepada :

1. Bapak [Link] Fretes.M.T, selaku dosen mata kuliah yang bersangkutan.


2. Teman-teman mahasiswa prody Teknik Perkapalan angkatan 2019 dan kakak
tingkat pada jurusan Teknik Perkapalan khususnya, yang membantu
memberikan masukan dan saran.

Kami menyadari terdapat banyak kekurangan baik dari segi materi, hasil,
contoh, dan sistematika penulisan dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu,
saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun sangat kami
harapkan. Besar harapan kami laporan ini dapat diapresiasi sehingga dapat
bermanfaat baik bagi kami sebagai penulis dan bagi pembaca seluruh mahasiswa
Teknik Perkapalan.

Ambon, 15 Desember 2020


Penulis

Kelompok 3

2
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ……………………………………………………. 1


DAFTAR ISI ………………………………………………………………. 2
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………… 3
B. Landasan Teori………………………………………………... 4

BAB II. PEMBAHASAN


A. Proses Pembuatan Model…………………..……………..………... 7

BAB III. PRAKTIKUM


A. Peralatan Praktikum ……………………………………………… 15
B. Proses Praktikum………………………………………................. 16
C. Masalah dan Solusi……………………………………………….. 20

BAB IV. HASIL PRAKTIKUM


A. Perhitungan Tahanan Model Kapal………………………………. 21
B. Perhitungan Tahanan Kapal…………………………………......... 23

BAB V . PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………….. 27

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Model KM. BAHARI

Kapal merupakan bangunan sistematik yang digunakan manusia sebagai


sarana untuk segala aktivitas di wilayah perairan. Aktivitas-aktivitas tersebut
diantaranya eksplorasi, pelayaran, penelitian ekosistem laut, penyeberangan,
penangkapan ikan, dan tentu saja pengangkutan barang yang dijadikan sebagai
muatan kapal. Adanya fungsi dari macam-macam aktivitas kapal tersebut
menggerakan para ahli perancang kapal membuat kapal dengan ukuran dan
bentuk yang sesuai dengan kebutuhan operasi kapal.

Dalam pengoperasiannya, kapal tentunya bergerak melalui media air dengan


adanya gaya dorong dari system pengerak kapal. Sebagai komponen yang begitu
essential bagi pergerakan kapal, air memiliki pengaruh terhadap kapal dengan
memberikan gaya perlawanan dari pergerakan kapal yang disebut dengan
hambatan kapal (Ship Resistance).

4
Pada dasarnya hambatan gerak kapal dapat diestimasikan dengan
menggunakan suatu pendekatan analisis dan hidrostatik yang diolah dengan
simulasi, namun pada akhirnya percobaan secara eksperimental juga diperlukan
karena memiliki tingkat keakuratan data yang lebih tinggi. Berdasarkan hal
tersebut, penelitian mengenai hambatan kapal akan lebih efektif dengan
menggunakan model kapal berukuran kecil yang memiliki skala terhadap kapal
sebenarnya yang diperlukan untuk dijadikan sebagai media uji. Dalam pengujian
model kapal ini, diperlukan pengujian pada Towing Tank.

Towing Tank adalah tangki air tawar untuk percobaan model fisik dengan
cara menarik / menggerek. Percobaan di Towing Tank merupakan representasi
kapal yang berlayar di laut. Towing Tank umumnya digunakan untuk mengetes
tahanan dengan menggunakan model kapal berukuran kecil yang bergerak dalam
tangki pada kecepatan tertentu sepanjang tangki. Towing Tank memiliki 2 tipe
yaitu Towing Tank dengan kereta penarik dan Towing Tank dengan beban atau
gravitasi. Hasil dari Towing Tank ialah apabila model yang ditarik bergerak pada
kecepatan konstan di bawah gaya ini, maka gaya tersebut sama dengan tahanan
total model pada kecepatan tersebut. Tipe semacam inilah yang digunakan pada
percobaan model dalam penentuan tahanan.

B. Landasan Teori
Towing Tank
Percobaan di laboratorium ( towing tank) adalah representasi percobaan di
laut (sea trial). Hasil percobaan di laut (full-scale atau prototype) akan lebih baik
dari pada di towing tank akan tetapi biayanya jauh lebih tinggi. Suatu hal yang
penting diterapkanadalah ukuran model (penampang) terhadap penampang tanki
tidak menimbulkanpantulan ombak yang disebabkan dinding tanki. Alasannya
adalah keadaan dilautumumnya tanpa dinding, kecuali kanal. Percobaan untuk
representasi kanalmungkin saja dilakukan di towing dengan catatan, dinding tanki
adalah representasidinding kanal.

5
Semakin cepat model fisik / kapal bergerak / melaju semakin besar gaya
yang diperlukan. Besar gaya tahanan berbanding lurus dengan tenaga motor
penggerak. Model fisik dalam teknik perkapalan merupakan kapal ukuran kecil,
mungkin 1 / 50 skala penuh (prototype). Semakin kecil model semakin kurang
teliti perhitungan/perkiraan. Model dengan skala 1 / 20 akan lebih teliti dibanding
skala 1 / 50. Perlu kompromi antara ketelitian dan biaya. Model yang besar
biayanya besar (sebanding dengan material). Dalam pembuatan model kapal harus
memenuhi Hukum perbandingan sebagai berikut.

1) Kesamaan Geometris
Kondisi geometris yang dapat terpenuhi dalam suatu percobaan model
hanya kesamaan geometris dimensi linier model, misalanya:
Hubungan antara kapal dan model dinyatakan dengan λ dimana:
𝜆 = 𝐿𝑆 / 𝐿𝑚 = 𝐵𝑆 / 𝐵𝑚 = 𝑇𝑆 / 𝑇𝑚
dimana,
𝜆 = Skala perbandingan
Ls, Lm = Panjang kapal, panjang model (m)
Bs, Bm = Lebar kapal, lebar model (m)
Ts, Tm = Sarat kapal, sarat model (m)
Kesamaan geometris juga menunjukkan hubungan antara model dan tangki
percobaan.
2) Kesamaan Kinematis
Kesamaan kinematis antara model dan kapal lebih menitikberatkan pada
hubungan antara kecepatan model dengan kecepatan kapal sebenarnya. Dengan
adanya skala yang menunjukkan hubungan antara kecepatan model dan kecepatan
kapal yang sebenarnya maka dapat dikatakan bahwa kesamaan kinematis bisa
terpenuhi.
𝐹𝑟 =𝑉𝑚 / √𝑔𝐿𝑚 = 𝑉𝑠 / √𝑔𝐿𝑠
dimana,
Fr = Angka Froude
Vs, Vm = Kecepatan kapal, kecepatan model (m/dt)
g = Percepatan gravitasi (9,81 m/dt2)

6
3) Kesamaan Dinamis
Gaya – gaya yang bekerja berkenaan dengan gerakan fluida sekeliling
model dan kapal pada setiap titik atau tempat yang bersesuaian harus mempunyai
besar dan arah yang sama, dalam hal ini kesatuan harga Reynold yang
menggambarkan perbandingan gaya-gaya inersia dengan viskositas:
𝑅𝑒 = 𝑉𝑚𝐿𝑚 / 𝑣 = 𝑉𝑠𝐿𝑠 / 𝑣
dimana,
Re = Angka Reynold
v = Viskositas kinematis fluida (m2/dt)
= 1,1883 x 10-6 (m2/dt)
Dengan demikian jika diinginkan tercapainya kesamaan dinamis disamping
kesamaan geometris dan kesamaan kinematis, maka angka Reynold untuk model
harus sama dengan angka skala penuh.

7
BAB II

PEMBAHASAN

A. PROSES PEMBUATAN MODEL

Peralatan yang dibutuhkan

 Tripleks berfungsi sebagai bahan dasar model kapal


 Cutter berfungsi untuk memotong tripleks dan kertas plas
 Pensil berfungsi untuk membuat tanda garis pada tripleks
 Kertas gosok /amplas berfungsi untuk menghaluskan permukaan bahan
atau material model kapal
 Lem digunakan sebagai perekat bahan material (tripleks)
 Dempul berfungsi untuk menutupi bagian yang berlubang dan
mengratakan yang bagian tidak rata
 Mirror glaze berfungsi untuk mencegah fiber lengket pada badan model
kapal yang sudah terbentuk
 Resin adalah cairan yang berfungsi sebagai perekat bahan fiber dengan
model kapal
 Katalis berfungsi untuk mengkeraskan campuran talk dan resin
 Talk (berupa tepung putih) berfungsi untuk membuat fiberglass menjadi
keras namun lentur.
 Mat (anyaman kain halus) untuk bahan dasar campuran dalam badan
kapal
 Kuas berfungsi untuk mengoleskan campuran resin dan talk untuk
membuat model kapl
 Pilox berfungsi untuk mewarnai kapal

8
I. PENETAPAN RENCANA GARIS
1. Pertama kita diharuskan mencari gambar rencana garis untuk membuat
model kapal
2. Gambar Diubah dengan skala yang dibutuhkan,dan kemudian gambar
rencana garis di print untuk digunakan pada keperluan yang seharusnya

II. PEMBUATAN GADING GADING MODEL KAPAL


1. Letakkan gambar rencana garis yang sudah di lapisi dengan kertas carbon
di atas bahan tripleks dan beri tanda seperlunya.
2. Potong tripleks sesuai dengan tanda yang telah ditentukan
3. Potong garis sheer plan pada bagian terluar garis air di tripleks
4. Buatlah lubang di sheer plan pada bagian tiap gading yang akan di masuki
di lubang tersebut.

(Proses Fabrikasi) Potong bagian dalam gading dengan ukuran


yang telah ditentukan, dan buat lubang di bagian tengah bawah gading
agar lubang itu dapat masuk di sheer plan.

5. Selanjutnya potongan dari sheer plan dan body plan disambungkan


(Assembling).

Gambar . Pembuatan kerangka kapal

9
6. Setelah kerangka badan kapal telah selesai di bentuk, langkah selanjutnya
tutup,gading2 semua bagian body model kapal dengan menggunakan lem
dan plat plat tripleks serta cutter. Perlu diketahui bahwa Pada saat
penempelan plat pada badan model kapal usahakan tidak ada lubang -
lubang kecil atau pun lubang besar pada badan model kapal.
Seperti pada gambar.
7. Hasilnya dari penutupan badan kapal dengan menggunakan triplek.
8. Setelah badan model kapal telah tertutup rapat, haluskan badan model
kapal dengan kertas amplas agar permukaan badan kapal terlihat bagus
dan rapi.
9. Setelah itu masuk di bagian proses dempul seluruh badan kapal
menggunakan plamir tembok. Setelah dempul, biarkan hasil dempul di
keringkan.

Gambar. Proses dumpul

10
10. Setelah itu rapikan kembali badan kapal dengan kertas amplas. Buat badan
kapal sehalus mungkin agar pada proses pencetakan badan kapal dapat
tercetak dengan baik.

11
III. PEMBUATAN CETAKAN (MAL) KAPAL
1. Pada bagian ini siapkan bahan pertama yaitu mirror glaze.

2. Oleskan mirror glaze dengan menggunakan kuas secara merata. Biarkan


hingga mirror glaze pada badan kapal itu mengering sepenuhnya.
*Catatan: Jangan dilap agar anti lengket (mirror glaze) karena berfungsi
sebagai pelapis resin.

3. Buatlah campuran dari resin, katalis dan talk dengan komposisinya yaitu
resin sebanyak 20 ml, talk 100 gr, dan katalis sebanyak 2 sampai 3 tetes.
*Catatan: Katalis berfungsi sebagai pengeras bahan campuran. Maka dari
itu jika diberikan katalis terlalu akan cepat mengeras bahan campuran.

4. setelah itu tempel kertas sebagai pengahalang untuk mendapatkan


cetakan model yang di bagi menjadi dua.

12
5. Setelah bahan campuran telah di buat, oleskan bahan campuran secara
merata di badan kapal. Tunggu hingga bahan campuran itu mengering.

6. Setelah bahan campuran telah mengering, tempel mat (serat - serat halus
fiberglass) pada badan kapal dengan memakai bahan campuran katalis,
talk, resin. Tempelkan mat pada badan luar kapal sambil mengoles bahan
campuran pada mat hingga mat tertempel dengan baik pada badan kapal.
Semua badan luar kapal harus tertutup rapat dengan mat. Tunggu hingga
mat mengering.
7. Jika telah mengering, rapikan bagian model pada bagian geladak karena
mat naik sampai ke atas pakai gurinda.

13
IV. PEMBUATAN MODEL ASLI KAPAL
1. Oleskan mirror glasz pada bagian dalam mal. Seluruh badan dalam mal
harus dilapisi krim mirror glasz secara merata. Tunggu hingga mirror
glaze mengering.
2. Jika mirror glaze telah mengering, buat dan masukkan bahan campuran
dari resin, talak dan katalis ke dalam bagian dalam mal. Taburi secara
merata. Campuran bahan buat seperti campuran bahan pembuatan mal
kapal. Tetapi sekarang di tambahkan pewarna. Tunggu hingga bahan
campuran mengering.

3. Pada bagian ini, lapisi badan dalam molddengan mat sambil mengoles
bahan campuran resin, talak dan katalis pada mat hingga mat tertempel
dengan baik pada badan dalam mal. Semua badan dalam mal kapal harus
tertutup rapat dengan mat. Tunggu hingga mat mengering.
4. Ualngi menuang fiber glas untuk bentuk model yang sebenanya Cabut
model kapal dari dalam mal
5. Untuk proses akhir Setelah itu model kapal akan terbentuk
6. Rapikan dan haluskan bagian geladak kapal dengan kertas amplas
7. Kemudian tentukan garis tinggi sarat model.

14
15
BAB III

PRAKTIKUM

Di dalam praktikum ini akan di analisa kecepatan model dari setiap beban
dengan jarak waktu tertentu. Lokasi berada di lab towing tank. Di dalam
percobaan ini harus dilakukan di air yang tenang, karena jika air yang tidak tenang
maka akan menimbulkan tahanan pada model. Tetapkan jarak tempuh model dan
tandai dengan tali.

A. Peralatan Praktikum
 Sekrup
 Kertas Amplas
 Tali
 Stopwatch
 Beban
 Tali
 Kayu / pipa

16
B. Proses Praktikum

Bagian I

1. Siapkan model kapal.

Gambar . Model Kapal

2. Rekatkan kertas amplas pada bagian depan kapal. Perhitungannya yaitu 3-5 %
dari panjang seluruh kapal. Kertas amplas pada bagian ini fungsinya sebagai
tourbolancy.

Gambar . Tourbolancy

17
3. Masukkan sekrup di bagian haluan model kapal. Fungsinya agar mengikat tali
yang tersambung dengan jembatan

Bagian II

1. Atur beban pada model. Garis tinggi sarat harus berada tepat di permukaan air

18
2. Jika telah di atur beban dalam model dan mendapatkan keseimbangan model
kagpal maka model siap untuk di tes pada air.

Gambar . Tinggi sarat berada di permukaan air

19
3. Tahan model, tunggu hingga air tenang lalu lepaskan model maka model akan
meluncur

Gambar14 . Kapal siap diuji

4. Di saat yang bersamaan hitung waktu model dengan menggunakan stopwatch


meluncur pada jarak yang telah ditentukan.

20
5. Catat hasil waktu dari setiap variasi beban yang ditentukan.

C. Masalah dan Solusi

Permasalahan yang terjadi dalam model ialah

1. Masalah :
Kecepatan model sewaktu waktu akan berkurang , model kapal
tidak meluncur pada lintasan atau posisinya lagi yang terjadi adalah model
kapal kehilangan jalurnya saat kecepatan mulai berkurang
Penyebab ;
[Link] ada skep pada bagian bawah buritan kapal
b. kemampuan beban pada tali yang menarik model kapal semakin kecil.
Solusi :
Skep berfungsi untuk menahan model pada jalurnya saat kecepatan
model kapal menurun bilamana tidak ada skep maka kemudi tidak akan
bisa menahan model kapal berjalan pada jalurnya sehingga terjadi
kemiringan lambung kapal yang dampaknya membuat kapal tidak stabil.
maka dari itu harus memasang skep pada bagian buritan model kapal
,untuk masalah yang kedua bisa mengubah jarak lintasan model kapal
lebih pendek lagi.

2. Masalah :
Ketika model kapal berada di permukaan air model kapal tidak
seimbang dan saat kapal meluncur kapal kehilangan keseimbangannya.
Penyebab :
Penyebabnya yakni lambung model kapal. Pada saat pembuatan
kerangka dan body model kapal, bentuk kapalnya tidak stremlineda terjadi
kesalahan dalam pengaturan bagian lambung kapal, menyebabkan
keseimbangan antara lambung sisi kanan dan sisi kiri model kapal tidak
seimbang, sehingga terjadi ketidak seimbangan kedua [Link] bisa
saja pada saat proses dumpul lambung model tidak merata.
Solusi :

21
mengataur kedudukan beban pada model kapal sehingga beban
bisa membuat model kapal seimbang, dan model kapal bisa melintas
dengan lebih baik dari sebelumnya

BAB IV

HASIL PRAKTIKUM

22
Data Kapal yang di gunakan

54,65
LOA =
M
Breadht = 8,25 M
Depth = 2,85 M
Draft Est = 2,1 M

Data Kapal yang sudah di skala kan dengan skala 1:70, dimana cara
Data kapal X 100
menghitung nya
Skala Yang kita gunakam

LOA = 78,07 cm
Breadht = 11,78 cm
Depth = 4,07 cm
Draft Est = 3 cm

1) Kesamaan Geometris
Kondisi geometris yang dapat terpenuhi dalam suatu percobaan model
hanya kesamaan geometris dimensi linier model, misalanya:
Hubungan antara kapal dan model dinyatakan dengan λ dimana:
𝜆 = 𝐿𝑆 / 𝐿𝑚 = 𝐵𝑆 / 𝐵𝑚 = 𝑇𝑆 / 𝑇𝑚
dimana,
𝜆 = Skala perbandingan
Ls, Lm = Panjang kapal, panjang model (m)
Bs, Bm = Lebar kapal, lebar model (m)
Ts, Tm = Sarat kapal, sarat model (m)
Kesamaan geometris juga menunjukkan hubungan antara model dan tangki
percobaan.

2) Kesamaan Kinematis

23
Kesamaan kinematis antara model dan kapal lebih menitikberatkan pada
hubungan antara kecepatan model dengan kecepatan kapal sebenarnya. Dengan
adanya skala yang menunjukkan hubungan antara kecepatan model dan kecepatan
kapal yang sebenarnya maka dapat dikatakan bahwa kesamaan kinematis bisa
terpenuhi.
𝐹𝑟 =𝑉𝑚 / √𝑔𝐿𝑚 = 𝑉𝑠 / √𝑔𝐿𝑠
dimana,
Fr = Angka Froude
Vs, Vm = Kecepatan kapal, kecepatan model (m/dt)
g = Percepatan gravitasi (9,81 m/dt2).

Beban yang digunakan saat menarik model kapal

  BEBAN  
1 1,2 kg 1,2
2 1,250 kg 1,250
3 1,3 kg 1,3
4 1,35 kg 1,350
5 1,4 kg 1,4

g = 9,81
Lwl
= 0,706
model
Lwl
= 46,6
kapal
S
= 5268,76
model
277332,2
S kapal =
08
1,1883E-
v =
06
v
= 1,329
model

A. PERHITUNGAN TAHANAN MODEL KAPAL

24
1. Data Hasil Praktikum
1200gram
KECEPATAN (Vm) =
WAKTU (t) JARAK (s) TAHANAN MODEL
NO s/t
(RTm)
detik meter meter/detik
1 8,32 10 1,201923077
2 8,34 10 1,199040767
3 8,3 10 1,204819277 1,2
4 8,31 10 1,203369434
5 8,29 10 1,206272618
       
1 7,92 10 1,262626263
2 7,9 10 1,265822785
3 7,89 10 1,267427123 1,25
4 7,88 10 1,269035533
5 7,89 10 1,267427123
  1300gram      
1 7,51 10 1,331557923
2 7,55 10 1,324503311
3 7,53 10 1,328021248 1,3
4 7,51 10 1,331557923
5 7,5 10 1,333333333
  1350gram      
1 7,16 10 1,396648045
1,35
2 7,2 10 1,388888889
3 7,18 10 1,39275766
4 7,16 10 1,396648045
5 7,19 10 1,390820584
  1400gran      
1 6,87 10 1,455604076
2 6,86 10 1,457725948
3 6,89 10 1,45137881 1,4
4 6,85 10 1,459854015
5 6,86 10 1,457725948

Tabel dan Grafik V, RT dan EHP Model


WAKTU RATA- KECEPATAN FROUDE NUMBER TAHANAN DAYA EFEKTIK
NO
RATA (t) RATA-RATA MODEL (FNm) MODEL (RTm) MODEL (EHPm)

25
MODEL (Vm)
1 8,312 1,203085035 0,457150786 1,2 1,443702042
2 7,896 1,266467765 0,481235089 1,25 1,583084707
3 7,52 1,329794748 0,505298209 1,3 1,728733172
4 7,178 1,393152645 0,529373076 1,35 1,88075607
5 6,866 1,456457759 0,553427887 1,4 2,039040863

Fn = Vm /√ g . Lm

EHP = RTm . Vm

B. PERHITUNGAN TAHANAN KAPAL


1. PARAMETER

ρ=massa jenis air


     
massa jenis air model = 1 kg/m 3
3
massa jenis air kapal = 0.125 kg /m
S model = 0.727444688
S kapal = 4.2194275

2. PERHITUNGAN FROUDE NUMBER (Fn)

26
FROUDE NUMBER FROUDE NUMBER
RUMUS
(Fn) model (Fn) kapal

0,457150786 0,444321032
0,481235089 0,467729419 FN model = FN kapal
Vm
0,505298209 0,491117217 =
0,529373076 0,514516433 √ g . Lm
0,553427887 0,537896155 Vk
√ g . Lk

3. PERHITUNGAN REYNOLD NUMBER (Rn)

(V k )
Kecepatan Kapal m/detik RN model (RNm) RN kapal (RNk) RUMUS

V k =(V m . √ g . Lk ) / √ g . Lm
4,763279532 3,38557E-07 0,000186795 V m x Lwl m
RN m=  
1.1883 x 10−6

4. PERHITUGAN CT, CF, dan CR (Model dan Kapal)

CTmodel CFmodel CRmodel = CRkapal CFkapal CTkapal


0,001402804 0,000104534 0,00129827 0,000228538 0,001526808
0,001461254 0,000104534 0,00135672 0,000228538 0,001585259
0,001519704 0,000104534 0,00141517 0,000228538 0,001643709
0,001578154 0,000104534 0,001473621 0,000228538 0,001702159
0,001636604 0,000104534 0,001532071 0,000228538 0,001760609
RUMUS :      
 
CTmode = RT m / ¿¿¿ V m2 .  Sm)
     
l
CFmode = 0.0075/¿ log RN
  m -2 ¿ ¿2
     
l
CRmode = CT model - CF model
     
l
  CRkapal = CR
  model    
= 0.0075(log10 RN k −2)  2
  CFkapal    

  CTkapal = CF
  kapal +CR kapal
   

27
5. Tabel dan Grafik Perhitungan Rk, RTk dan EHPk

Kecepatan Froude Reynold Reynold kecepatan Daya Efektif


Tahanan Kapal (RTk)
(Vk) Number Number Number (V) Kapal
m/detik FNk KN Rn model Rn kapal Knot EHPk
9,774328534 0,457150786 2,771528565 3,38557E-07 0,000405763 19,00 27,08983073
10,28927437 0,467729419 3,18882405 3,38557E-07 0,00042714 20,00 32,81068557
10,80376729 0,491117217 3,645325004 3,38557E-07 0,000448498 21,00 39,38324305
11,31851137 0,514516433 4,143235993 3,38557E-07 0,000469866 22,00 46,8952637
11,83282663 0,537896155 4,683827402 3,38557E-07 0,000491217 23,00 55,4229176

Tahanan Kapal (RTk)


1.2
1
0.8
TAHANAN

0.6 Tahanan Kapal (RTk)


0.4
0.2
0
19.00 19.50 20.00 20.50 21.00 21.50 22.00 22.50 23.00
KEECEPATAN (Knot)

28
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pada percobaan yang telah kami lakukan memakai percobaan gravitasi


dimana model kapal ditarik oleh pemberat. Adapun Cara kerja yang telah
kamiuji coba yaitu di awal sekali atur posisi model dan pemberat dimana
kapal dalam keadaan seimbang tidak bergerak sama sekali kaena kita
harus tunggu permukaan air tenang bau kita bisa melakukan uji coba.
2. Proses pelepasan model harus bena memperhatikan posisi tangan jangan
sampai mengubah posisi kapal yang tadinya senter atau bahkan tangan
bergetar akan sangat mempengaruhi hasil uji coba model tersebut. Untuk
itu butuh keseiusan untuk melakukan uji coa ini
3. Disaat melakukan uji coba seseorang yang betugas untuk memegang
sopwacth harus betul2 memiliki reflex yang baik jika tidak akan
mempengaruhi hasil uji coba juga
4. Selanjutnya bisa disimpulkan bahwa disaat melepas model yang bermassa
(kecil) maka semakin kecil kecpatan model bahkan sebaliknya Semakin
besar massa pemberatuntuk model kapal maka semakin tinggi kecepatan
yang di hasilkan oleh model. Hal itu identik dengan tahanan berbanding
pangkat dua kecepatan. Sekurangnya terdapat lima pemberat yang
berbeda, Setiap pemberat memberikan massa atau gaya tarik yang
tentunya bebeda beda. Kecepatan tarik diukur bersama massa setiap
tarikan (run).
5. Hasil tersebut dinyatakan dalam bentuk grafik dimana sumbu datar adalah
kecepatan dan sumbu tegak merupakan gaya tahanan
6. Agar mendapat hasil uji coba yang baik harus membangun kerja sama
yang baik jangan ceroboh, atau bahkan saling menyalahkan satu sama lain.
7. Sekian kesimpulan yang bisa kami paparkan untuk uji coba ini.

29
DAFTAR PUSTAKA

T. C. Gillmer and B. Johnson, 1982, Introduction to Naval Architecture, E. &


F.N.
Spon, Great Britain
Sv Aa. Harvald, 1983, Resistance and Propulsion of Ships, John Wiley & S

30
31

Anda mungkin juga menyukai