Laporan Praktikum Hambatan Dan Propulsi Kapal
Laporan Praktikum Hambatan Dan Propulsi Kapal
Anggota :
FALKUTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN
UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON
1
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa
atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan praktikum dari mata kuliah Hambatan dan Propulsi.
Kami menyadari terdapat banyak kekurangan baik dari segi materi, hasil,
contoh, dan sistematika penulisan dalam pembuatan laporan ini. Oleh karena itu,
saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun sangat kami
harapkan. Besar harapan kami laporan ini dapat diapresiasi sehingga dapat
bermanfaat baik bagi kami sebagai penulis dan bagi pembaca seluruh mahasiswa
Teknik Perkapalan.
Kelompok 3
2
DAFTAR ISI
Halaman
BAB V . PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………….. 27
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
4
Pada dasarnya hambatan gerak kapal dapat diestimasikan dengan
menggunakan suatu pendekatan analisis dan hidrostatik yang diolah dengan
simulasi, namun pada akhirnya percobaan secara eksperimental juga diperlukan
karena memiliki tingkat keakuratan data yang lebih tinggi. Berdasarkan hal
tersebut, penelitian mengenai hambatan kapal akan lebih efektif dengan
menggunakan model kapal berukuran kecil yang memiliki skala terhadap kapal
sebenarnya yang diperlukan untuk dijadikan sebagai media uji. Dalam pengujian
model kapal ini, diperlukan pengujian pada Towing Tank.
Towing Tank adalah tangki air tawar untuk percobaan model fisik dengan
cara menarik / menggerek. Percobaan di Towing Tank merupakan representasi
kapal yang berlayar di laut. Towing Tank umumnya digunakan untuk mengetes
tahanan dengan menggunakan model kapal berukuran kecil yang bergerak dalam
tangki pada kecepatan tertentu sepanjang tangki. Towing Tank memiliki 2 tipe
yaitu Towing Tank dengan kereta penarik dan Towing Tank dengan beban atau
gravitasi. Hasil dari Towing Tank ialah apabila model yang ditarik bergerak pada
kecepatan konstan di bawah gaya ini, maka gaya tersebut sama dengan tahanan
total model pada kecepatan tersebut. Tipe semacam inilah yang digunakan pada
percobaan model dalam penentuan tahanan.
B. Landasan Teori
Towing Tank
Percobaan di laboratorium ( towing tank) adalah representasi percobaan di
laut (sea trial). Hasil percobaan di laut (full-scale atau prototype) akan lebih baik
dari pada di towing tank akan tetapi biayanya jauh lebih tinggi. Suatu hal yang
penting diterapkanadalah ukuran model (penampang) terhadap penampang tanki
tidak menimbulkanpantulan ombak yang disebabkan dinding tanki. Alasannya
adalah keadaan dilautumumnya tanpa dinding, kecuali kanal. Percobaan untuk
representasi kanalmungkin saja dilakukan di towing dengan catatan, dinding tanki
adalah representasidinding kanal.
5
Semakin cepat model fisik / kapal bergerak / melaju semakin besar gaya
yang diperlukan. Besar gaya tahanan berbanding lurus dengan tenaga motor
penggerak. Model fisik dalam teknik perkapalan merupakan kapal ukuran kecil,
mungkin 1 / 50 skala penuh (prototype). Semakin kecil model semakin kurang
teliti perhitungan/perkiraan. Model dengan skala 1 / 20 akan lebih teliti dibanding
skala 1 / 50. Perlu kompromi antara ketelitian dan biaya. Model yang besar
biayanya besar (sebanding dengan material). Dalam pembuatan model kapal harus
memenuhi Hukum perbandingan sebagai berikut.
1) Kesamaan Geometris
Kondisi geometris yang dapat terpenuhi dalam suatu percobaan model
hanya kesamaan geometris dimensi linier model, misalanya:
Hubungan antara kapal dan model dinyatakan dengan λ dimana:
𝜆 = 𝐿𝑆 / 𝐿𝑚 = 𝐵𝑆 / 𝐵𝑚 = 𝑇𝑆 / 𝑇𝑚
dimana,
𝜆 = Skala perbandingan
Ls, Lm = Panjang kapal, panjang model (m)
Bs, Bm = Lebar kapal, lebar model (m)
Ts, Tm = Sarat kapal, sarat model (m)
Kesamaan geometris juga menunjukkan hubungan antara model dan tangki
percobaan.
2) Kesamaan Kinematis
Kesamaan kinematis antara model dan kapal lebih menitikberatkan pada
hubungan antara kecepatan model dengan kecepatan kapal sebenarnya. Dengan
adanya skala yang menunjukkan hubungan antara kecepatan model dan kecepatan
kapal yang sebenarnya maka dapat dikatakan bahwa kesamaan kinematis bisa
terpenuhi.
𝐹𝑟 =𝑉𝑚 / √𝑔𝐿𝑚 = 𝑉𝑠 / √𝑔𝐿𝑠
dimana,
Fr = Angka Froude
Vs, Vm = Kecepatan kapal, kecepatan model (m/dt)
g = Percepatan gravitasi (9,81 m/dt2)
6
3) Kesamaan Dinamis
Gaya – gaya yang bekerja berkenaan dengan gerakan fluida sekeliling
model dan kapal pada setiap titik atau tempat yang bersesuaian harus mempunyai
besar dan arah yang sama, dalam hal ini kesatuan harga Reynold yang
menggambarkan perbandingan gaya-gaya inersia dengan viskositas:
𝑅𝑒 = 𝑉𝑚𝐿𝑚 / 𝑣 = 𝑉𝑠𝐿𝑠 / 𝑣
dimana,
Re = Angka Reynold
v = Viskositas kinematis fluida (m2/dt)
= 1,1883 x 10-6 (m2/dt)
Dengan demikian jika diinginkan tercapainya kesamaan dinamis disamping
kesamaan geometris dan kesamaan kinematis, maka angka Reynold untuk model
harus sama dengan angka skala penuh.
7
BAB II
PEMBAHASAN
8
I. PENETAPAN RENCANA GARIS
1. Pertama kita diharuskan mencari gambar rencana garis untuk membuat
model kapal
2. Gambar Diubah dengan skala yang dibutuhkan,dan kemudian gambar
rencana garis di print untuk digunakan pada keperluan yang seharusnya
9
6. Setelah kerangka badan kapal telah selesai di bentuk, langkah selanjutnya
tutup,gading2 semua bagian body model kapal dengan menggunakan lem
dan plat plat tripleks serta cutter. Perlu diketahui bahwa Pada saat
penempelan plat pada badan model kapal usahakan tidak ada lubang -
lubang kecil atau pun lubang besar pada badan model kapal.
Seperti pada gambar.
7. Hasilnya dari penutupan badan kapal dengan menggunakan triplek.
8. Setelah badan model kapal telah tertutup rapat, haluskan badan model
kapal dengan kertas amplas agar permukaan badan kapal terlihat bagus
dan rapi.
9. Setelah itu masuk di bagian proses dempul seluruh badan kapal
menggunakan plamir tembok. Setelah dempul, biarkan hasil dempul di
keringkan.
10
10. Setelah itu rapikan kembali badan kapal dengan kertas amplas. Buat badan
kapal sehalus mungkin agar pada proses pencetakan badan kapal dapat
tercetak dengan baik.
11
III. PEMBUATAN CETAKAN (MAL) KAPAL
1. Pada bagian ini siapkan bahan pertama yaitu mirror glaze.
3. Buatlah campuran dari resin, katalis dan talk dengan komposisinya yaitu
resin sebanyak 20 ml, talk 100 gr, dan katalis sebanyak 2 sampai 3 tetes.
*Catatan: Katalis berfungsi sebagai pengeras bahan campuran. Maka dari
itu jika diberikan katalis terlalu akan cepat mengeras bahan campuran.
12
5. Setelah bahan campuran telah di buat, oleskan bahan campuran secara
merata di badan kapal. Tunggu hingga bahan campuran itu mengering.
6. Setelah bahan campuran telah mengering, tempel mat (serat - serat halus
fiberglass) pada badan kapal dengan memakai bahan campuran katalis,
talk, resin. Tempelkan mat pada badan luar kapal sambil mengoles bahan
campuran pada mat hingga mat tertempel dengan baik pada badan kapal.
Semua badan luar kapal harus tertutup rapat dengan mat. Tunggu hingga
mat mengering.
7. Jika telah mengering, rapikan bagian model pada bagian geladak karena
mat naik sampai ke atas pakai gurinda.
13
IV. PEMBUATAN MODEL ASLI KAPAL
1. Oleskan mirror glasz pada bagian dalam mal. Seluruh badan dalam mal
harus dilapisi krim mirror glasz secara merata. Tunggu hingga mirror
glaze mengering.
2. Jika mirror glaze telah mengering, buat dan masukkan bahan campuran
dari resin, talak dan katalis ke dalam bagian dalam mal. Taburi secara
merata. Campuran bahan buat seperti campuran bahan pembuatan mal
kapal. Tetapi sekarang di tambahkan pewarna. Tunggu hingga bahan
campuran mengering.
3. Pada bagian ini, lapisi badan dalam molddengan mat sambil mengoles
bahan campuran resin, talak dan katalis pada mat hingga mat tertempel
dengan baik pada badan dalam mal. Semua badan dalam mal kapal harus
tertutup rapat dengan mat. Tunggu hingga mat mengering.
4. Ualngi menuang fiber glas untuk bentuk model yang sebenanya Cabut
model kapal dari dalam mal
5. Untuk proses akhir Setelah itu model kapal akan terbentuk
6. Rapikan dan haluskan bagian geladak kapal dengan kertas amplas
7. Kemudian tentukan garis tinggi sarat model.
14
15
BAB III
PRAKTIKUM
Di dalam praktikum ini akan di analisa kecepatan model dari setiap beban
dengan jarak waktu tertentu. Lokasi berada di lab towing tank. Di dalam
percobaan ini harus dilakukan di air yang tenang, karena jika air yang tidak tenang
maka akan menimbulkan tahanan pada model. Tetapkan jarak tempuh model dan
tandai dengan tali.
A. Peralatan Praktikum
Sekrup
Kertas Amplas
Tali
Stopwatch
Beban
Tali
Kayu / pipa
16
B. Proses Praktikum
Bagian I
2. Rekatkan kertas amplas pada bagian depan kapal. Perhitungannya yaitu 3-5 %
dari panjang seluruh kapal. Kertas amplas pada bagian ini fungsinya sebagai
tourbolancy.
Gambar . Tourbolancy
17
3. Masukkan sekrup di bagian haluan model kapal. Fungsinya agar mengikat tali
yang tersambung dengan jembatan
Bagian II
1. Atur beban pada model. Garis tinggi sarat harus berada tepat di permukaan air
18
2. Jika telah di atur beban dalam model dan mendapatkan keseimbangan model
kagpal maka model siap untuk di tes pada air.
19
3. Tahan model, tunggu hingga air tenang lalu lepaskan model maka model akan
meluncur
20
5. Catat hasil waktu dari setiap variasi beban yang ditentukan.
1. Masalah :
Kecepatan model sewaktu waktu akan berkurang , model kapal
tidak meluncur pada lintasan atau posisinya lagi yang terjadi adalah model
kapal kehilangan jalurnya saat kecepatan mulai berkurang
Penyebab ;
[Link] ada skep pada bagian bawah buritan kapal
b. kemampuan beban pada tali yang menarik model kapal semakin kecil.
Solusi :
Skep berfungsi untuk menahan model pada jalurnya saat kecepatan
model kapal menurun bilamana tidak ada skep maka kemudi tidak akan
bisa menahan model kapal berjalan pada jalurnya sehingga terjadi
kemiringan lambung kapal yang dampaknya membuat kapal tidak stabil.
maka dari itu harus memasang skep pada bagian buritan model kapal
,untuk masalah yang kedua bisa mengubah jarak lintasan model kapal
lebih pendek lagi.
2. Masalah :
Ketika model kapal berada di permukaan air model kapal tidak
seimbang dan saat kapal meluncur kapal kehilangan keseimbangannya.
Penyebab :
Penyebabnya yakni lambung model kapal. Pada saat pembuatan
kerangka dan body model kapal, bentuk kapalnya tidak stremlineda terjadi
kesalahan dalam pengaturan bagian lambung kapal, menyebabkan
keseimbangan antara lambung sisi kanan dan sisi kiri model kapal tidak
seimbang, sehingga terjadi ketidak seimbangan kedua [Link] bisa
saja pada saat proses dumpul lambung model tidak merata.
Solusi :
21
mengataur kedudukan beban pada model kapal sehingga beban
bisa membuat model kapal seimbang, dan model kapal bisa melintas
dengan lebih baik dari sebelumnya
BAB IV
HASIL PRAKTIKUM
22
Data Kapal yang di gunakan
54,65
LOA =
M
Breadht = 8,25 M
Depth = 2,85 M
Draft Est = 2,1 M
Data Kapal yang sudah di skala kan dengan skala 1:70, dimana cara
Data kapal X 100
menghitung nya
Skala Yang kita gunakam
LOA = 78,07 cm
Breadht = 11,78 cm
Depth = 4,07 cm
Draft Est = 3 cm
1) Kesamaan Geometris
Kondisi geometris yang dapat terpenuhi dalam suatu percobaan model
hanya kesamaan geometris dimensi linier model, misalanya:
Hubungan antara kapal dan model dinyatakan dengan λ dimana:
𝜆 = 𝐿𝑆 / 𝐿𝑚 = 𝐵𝑆 / 𝐵𝑚 = 𝑇𝑆 / 𝑇𝑚
dimana,
𝜆 = Skala perbandingan
Ls, Lm = Panjang kapal, panjang model (m)
Bs, Bm = Lebar kapal, lebar model (m)
Ts, Tm = Sarat kapal, sarat model (m)
Kesamaan geometris juga menunjukkan hubungan antara model dan tangki
percobaan.
2) Kesamaan Kinematis
23
Kesamaan kinematis antara model dan kapal lebih menitikberatkan pada
hubungan antara kecepatan model dengan kecepatan kapal sebenarnya. Dengan
adanya skala yang menunjukkan hubungan antara kecepatan model dan kecepatan
kapal yang sebenarnya maka dapat dikatakan bahwa kesamaan kinematis bisa
terpenuhi.
𝐹𝑟 =𝑉𝑚 / √𝑔𝐿𝑚 = 𝑉𝑠 / √𝑔𝐿𝑠
dimana,
Fr = Angka Froude
Vs, Vm = Kecepatan kapal, kecepatan model (m/dt)
g = Percepatan gravitasi (9,81 m/dt2).
BEBAN
1 1,2 kg 1,2
2 1,250 kg 1,250
3 1,3 kg 1,3
4 1,35 kg 1,350
5 1,4 kg 1,4
g = 9,81
Lwl
= 0,706
model
Lwl
= 46,6
kapal
S
= 5268,76
model
277332,2
S kapal =
08
1,1883E-
v =
06
v
= 1,329
model
24
1. Data Hasil Praktikum
1200gram
KECEPATAN (Vm) =
WAKTU (t) JARAK (s) TAHANAN MODEL
NO s/t
(RTm)
detik meter meter/detik
1 8,32 10 1,201923077
2 8,34 10 1,199040767
3 8,3 10 1,204819277 1,2
4 8,31 10 1,203369434
5 8,29 10 1,206272618
1 7,92 10 1,262626263
2 7,9 10 1,265822785
3 7,89 10 1,267427123 1,25
4 7,88 10 1,269035533
5 7,89 10 1,267427123
1300gram
1 7,51 10 1,331557923
2 7,55 10 1,324503311
3 7,53 10 1,328021248 1,3
4 7,51 10 1,331557923
5 7,5 10 1,333333333
1350gram
1 7,16 10 1,396648045
1,35
2 7,2 10 1,388888889
3 7,18 10 1,39275766
4 7,16 10 1,396648045
5 7,19 10 1,390820584
1400gran
1 6,87 10 1,455604076
2 6,86 10 1,457725948
3 6,89 10 1,45137881 1,4
4 6,85 10 1,459854015
5 6,86 10 1,457725948
25
MODEL (Vm)
1 8,312 1,203085035 0,457150786 1,2 1,443702042
2 7,896 1,266467765 0,481235089 1,25 1,583084707
3 7,52 1,329794748 0,505298209 1,3 1,728733172
4 7,178 1,393152645 0,529373076 1,35 1,88075607
5 6,866 1,456457759 0,553427887 1,4 2,039040863
Fn = Vm /√ g . Lm
EHP = RTm . Vm
26
FROUDE NUMBER FROUDE NUMBER
RUMUS
(Fn) model (Fn) kapal
0,457150786 0,444321032
0,481235089 0,467729419 FN model = FN kapal
Vm
0,505298209 0,491117217 =
0,529373076 0,514516433 √ g . Lm
0,553427887 0,537896155 Vk
√ g . Lk
(V k )
Kecepatan Kapal m/detik RN model (RNm) RN kapal (RNk) RUMUS
V k =(V m . √ g . Lk ) / √ g . Lm
4,763279532 3,38557E-07 0,000186795 V m x Lwl m
RN m=
1.1883 x 10−6
CTkapal = CF
kapal +CR kapal
27
5. Tabel dan Grafik Perhitungan Rk, RTk dan EHPk
28
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
29
DAFTAR PUSTAKA
30
31