0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan11 halaman

Terapi Bermain Tebak Gambar Anak SLBN

Dokumen tersebut merangkum rencana pelaksanaan terapi bermain tebak gambar untuk anak-anak SLBN di Kabupaten Tegal. Terapi ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan mendengar, dan mengekspresikan rasa senang pada anak-anak. Terapi akan dilaksanakan dengan menunjukkan gambar binatang dan meminta anak-anak menebaknya.

Diunggah oleh

Ucup
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan11 halaman

Terapi Bermain Tebak Gambar Anak SLBN

Dokumen tersebut merangkum rencana pelaksanaan terapi bermain tebak gambar untuk anak-anak SLBN di Kabupaten Tegal. Terapi ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan mendengar, dan mengekspresikan rasa senang pada anak-anak. Terapi akan dilaksanakan dengan menunjukkan gambar binatang dan meminta anak-anak menebaknya.

Diunggah oleh

Ucup
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA KEGIATAN

TERAPI BERMAIN TEBAK GAMBAR

PADA ANAK SEKOLAH

DI SLBN KAB. TEGAL

Oleh:

1. Nabilla Adiba F. (C1018031)


2. Nanda SalmiAulia (C1018032)
3. Nida Azimatu ‘Ulya (C1018033)
4. Nofi Ayu Ardila (C1018034)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI MANDALA


HUSADA SLAWI

2021
BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Autisme spectrum disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan
komplek yang dapat menyebabkan masalah dalam berpikir, perasaan,
berbahasa dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Keadaan ini
merupakan kelainan neurologis, yang berarti mempengaruhi fungsi otak.
Efek ASD dan keparahan gejala berbeda pada setiap orang (APA, 2013).

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan terapi bermain diharapkan anak dapat melanjutkan
tumbuh kembangnya, mengembangkan aktifitas dan kreatifitas melalui
pengalaman bermain dan beradaptasi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti terapi bermain anak-anak diharapkan mampu :

a) Mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya


b) Mengembangkan keterampilan mendengar dan membuat klasifikasi.
c) Mengekspresikan rasa senangnya terhadap permainan.
BAB II

DESKRIPSI KASUS

A.   SASARAN DAN KARAKTERISTIKNYA


Sasaran terapi bermain ini adalah anak usia sekolah di SLBN Kabupaten
Tegal. Dengan kriteria sebagai berikut :
1. Anak usia sekolah
2. Anak berkebutuhan khusus, seperti Autisme, tuna rungu dan tuna
grahita.
3. Laki-laki dan perempuan
B. ANALISA KASUS

SLBN Kabupaten Tegal merupakan sekolah untuk anak-anak dengan


berkebutuhan khusus seperti autisme tuna rungu dan tuna grahita. Jumlah seluruh
siswa saat ini yang bersekolah di sekolah tersebut ada 144 siswa yang terdiri dari
133 siswa SDLB dan 11 siswa SMPLB. Sebelum pandemi Covid-19, kegiatan
belajar mengajar dihadiri oleh seluruh siswa pada setiap harinya. Namun, saat
pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar diubah menjadi kelas privat yang
dihadiri oleh 3-4 siswa setiap kelasnya.
Siswa yang bersekolah di SLB tersebut merupakan anak usia sekolah yang
masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Sehingga diperlukan terapi
bermain untuk mengasah kemampuan mereka.. Terapi bermain yang akan
diberikan kali ini adalah bermain tebak gambar dan suara hewan.
BAB III

METODOLOGI BERMAIN

A. JUDUL PERMAINAN
Bermain tebak gambar dan suara hewan
B. DESKRIPSI PERMAIANAN
Terapi bermain yang akan diberikana dalah bermain tebak gambar dan
suara hewan. Permainan ini akan dilakukan dengan cara menunjukkan
gambar yang ada di depan siswa. Lalu siswa akan menebak gambar apa
yang ditunjuk dan siswa dicoba untuk menirukan suara hewan tersebut.
C. TUJUAN PERMAINAN

a) Mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya


b) Mengembangkan keterampilan mendengar dan membuat
klasifikasi.
Mengekspresikan rasa senangnya terhadap permainan.
c)
D. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN
Keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan anak dan
keterampilan mahasiswa dalam bekerjasama menjalankan perannya
sebagai leader , observer dan fasilitator sehingga tujuan terapi bermain
tercapai.
E. JENIS PERMAINAN
Bermain tebak gambar
F. ALAT YANG DIPERLUKAN
Kertas dengan gambar binatang
G. WAKTU PELAKSANAAN
Tempat : Ruang kelas SLBN Kabupaten Tegal

Hari/Tanggal : Selasa/ 26 Januari 2021

Pukul : 07.00-selesai

H. PROSES BERMAIN
I. HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI
Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam
bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti berikut :
a) Tidak ada variasi dari alat permaian
b) Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya
c) tidak mempunyai teman bermain (Soetjiningsih, 2008)

J. ANTISIPASI MEMINIMALKAN HAMBATAN

Pemilihan siswa untuk mengikuti permainan ini mengikuti kriteria anak


yang sudah ditetapkan, yaitu anak berkebutuhan khusus, seperti autisme, tuna
rungu, tuna grahita serta siswa laki-laki dan perempuan. Selain itu kerjasama
dengan guru sangat diperlukan dalam permainan ini, pendampingan guru akan
memotivasi anak untuk mengikuti hingga akhir permainan.
J. PENGORGANISASIAN DAN DENAH BERMAIN

Keterangan:

: Leader

: Fasilitator

: Observer

: Peserta

Leader :

Bertanggung jawab terhadap terlaksanya terapi aktivitas, yaitu membuka


dan menutup kegiatan ini.

Fasilitator :
Mempersiapkan alat dan tempat permainan serta mendampingi setiap
peserta dalam mengikuti terapi aktivitas.

Observer :

Memfasilitasi pelaksanaan terapi bermain, terapi kreativitas dan


mengamati, mencatat jalannya terapi aktivitas.

Pembagian Kelompok

Leader :

Observer :

Fasilitator : 1.

2.
BAB IV

PELAKSANAAN BERMAIN

A. TAHAP PERSIAPAN

No Tahap Waktu Respon yang diharapkan


1. Persiapan 10 menit Anak siap mengikuti
a. Menyiapkan alat untuk kegiatan tebak gambar.
bermain

b. Anak bersedia dan mau


terlibat langsung dalam
permainan
c. Anak bersedia
mengikuti kegiatan
tebak gambar

B. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Proses 20 menit Menjawab salam,


a. Membuka proses terapi memperkenalkan diri
bermain dengan
mengucapkan salam
dan memperkenalkan
diri.
b. Menjelaskan pada anak Anak mampu
tentang tujuan dan Memperhatikan penjelasan
manfaat bermain tebak dari fasilitator
gambar
c. Fasilitator memberikan
contoh Bermain bersama dengan
d. Anak mampu menebak antusias dan
gambar dengan baik mengungkapkan
e. Anak dapat active perasaannya
melakukan menjawab
dan dapat
mengembangkan
aktivitasnya.
f. Mengevaluasi respon
anak
2. Penutup 10 menit Memperhatikan dan
a. Mengevaluasi hasil menjawab salam
terapi bermain
b. Menutup terapi
bermain
C. EVALUASI

1) Evaluasi Struktur

a. Kondisi lingkungan tenang kondusif, sehingga anak dapat


berkonsentrasi terhadap terapi bermain

b. Alat yang digunakan dalam kondisi baik

c. Leader, fasilitator dan observer berperan sesuai tugasnya.

2) Evaluasi Proses

a. Leader mampu memimpin terapi bermain

b. Fasilitator mampu memotivasi anak selama mengikuti tarapi bermain

c. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan selama terapi


bermain

d. Anak mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir

3) Evaluasi Hasil

a. Anak mampu mengikuti permainan hingga akhir


b. Kognitif anak berkembang
c. Anak tidak takut lagi dengan perawat dan dokter
D. FAKTOR PENDUKUNG
E. HAMBATAN
F. KEBERHASILAN

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Bermain merupakan aspek penting dalam kehidupan anak yang


mencerminkan kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan social anak
tersebut, Salah satunya adalah tebak suara. Media tape merupakan media
sederhana yang digunakan dalam permainan tebak suara.
Berdasarkan pengertian tentang bermain, maka dapat disimpulkan
bahwa media bermain tebak suara merupakan permainan edukatif yang
dapat merangsang keterampilan mendengarkan dan keterampilan membuat
klasifikasi pada anak.

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai