BAB 8
FLUID LOSS TESTER HPHT
4.1 Tujuan Praktikum
1. Mempelajari dan mengetahui pengaruh komposisi lumpur
bor terhadap filtration loss saat high pressure and high
temperature
2. Mengenal dan memahami alat-alat dan prinsip kerja API
filter press HPHT
3. Mengetahui pengaruh filtration loss saat high pressure and
high temperature pada pemboran.
4.2 Capaian Pembelajaran
1. Diharapkan pratikan dapat mengetahui pengaruh
penggunaan bahan kimia pembuat lumpur terhadap filtration
loss saat high pressure and high temperature dan mud cake
2. Diharapkan pratikan dapat mengetahui fungsi kerja alat API
Filter Press HPHT
3. Diharapkan pratikan dapat memahami prinsip kerja dari API
filter press HPHT
4. Diharapkan pratikan mengetahui pengaruh mud cake pada
saat melakukan pengeboran
5. Diharapkan pratikan mengetahui pengaruh filtration loss saat
high pressure and high temperature terhadap lumpur
pemboran
6. Diharapkan pratikan membuat lumpur yang sesuai dengan
case yang telah diberikan
7. Diharapkan pratikan dapat mengetahui fungsi dari adanya
filtration loss saat high pressure and high temperature dan
mud cake.
4.3 Keselamatan Kerja
Untuk menjaga faktor keselamatan dan kesehatan saat
melakukan praktikum dalam modul ini, maka perlu diperhatikan
beberapa hal dibawah ini, diantaranya:
1 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
1. Bahan-bahan yang digunakan, jangan sampai tertelan
2. Dalam setiap pengamatan yang dilakukan, jaga jarak mata
dan area pernafasan anda dengan materi yang diamati,
jangan sampai terkena campuran atau bubuk semen
3. Menggunakan sarung tangan tahan panas saat melakukan
pratikum
4. Bersihkan (cuci) peralatan setiap kali sehabis digunakan
percobaan.
4.4 Tinjauan Pustaka
Meningkatnya permintaan minyak dan gas mendorong
industri eksplorasi dan produksi untuk mencari sumber daya baru
di area yang belum dieksplorasi, dan dalam formasi yang lebih
dalam. Lumpur bor merupakan fluida yang bersirkulasi yang
digunakan dalam pemboran berputar untuk memberikan berbagai
fungsi seperti pengangkutan stek dari sumur ke permukaan,
menjaga stabilitas lubang sumur, menjaga keseimbangan tekanan
formasi, mendinginkan dan melumasi mata bor.
Secara umum, dua jenis fluida pemboran yaitu fluida
pemboran berbahan dasar air (WBDF) dan fluida pemboran
invert emulsi (mengandung fluida pemboran berbahan dasar
minyak (OBDF) dan fluida pemboran berbahan dasar sintetik
(SBDF)) digunakan dalam berbagai kondisi pemboran. Karena
dampak lingkungan yang lebih rendah dan biaya yang lebih
rendah, WBDF digunakan secara. Namun, dalam keadaan seperti
serpih reaktif, formasi suhu tinggi dan tekanan tinggi (HTHP),
pengeboran terarah, operator mungkin harus mempertimbangkan
emulsi terbalik yang disesuaikan cairan pengeboran. Cairan
pengeboran emulsi terbalik, terutama OBDF menunjukkan
stabilitas geomekanis lubang sumur yang lebih baik, stabilitas
termal, gesekan dan gaya hambat yang lebih rendah, dan
peningkatan efisiensi pengeboran dibandingkan dengan WBDF,
yang mengimbangi biaya tambahan mereka ( Zhong, 2018 )
2 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
Fluida pengeboran adalah campuran inert and soluble
solids yang diangkut dalam fase cair atau gas. Ketika campuran
ini kontak dengan formasi permeabel, proses filtrasi terjadi, dan
padatan tertahan di permukaan formasi yang terbuka,
membentuk mud cake (Tovar dkk, 1994).
Dalam kondisi overbalance, fase fluida lumpur yang
disebut filtrate loss yaitu yang meninvasi formasi dimana
partikel padatan dari lumpur yang membentuk lumpur (Salehi,
2015).
Proses filtrasi diatas hanya terjadi apabila terdapat
perbedaan tekanan positif kearah batuan. Pada dasrnya ada 2
jenis filtaration yang terjadi selama pemboran yaitu static
filtation dan dynamic filtration. Static filtration terjadi jika
lumpur pemboran dalam keadaa diam, dan dynamic filtration
terjadi ketika lumpur pemboran dalam keadaan disirkulasikan
(Baker, 2006).
Filtrasi dari cairan pengeboran adalah proses yang
bergantung pada waktu dan kompleks. Komposisi lumpur,
formasi tekanan, dan suhu serta permeabilitas adalah beberapa
faktor kunci yang mempengaruhi perilaku filtrasi. Pengendalian
kerusakan formasi dan stabilitas lubang sumur adalah masalah
kritis yang berhubungan dengan filtration fluida pengeboran.
Efek penumpukan dan penyaringan kue lumpur dengan waktu
membantu pemahaman physicmechanism. Peningkatan
pemboran di zona suhu dan tekanan tinggi (HTHP) pada saat
pemboran memerlukan studi yang dapat memprediksi invasi
filtrat, dan penghambatan partikel. Menurunkan permeabilitas
lubang sumur dekat sebesarmembentuk lumpur yang sangat
rendah dapat memperkuat lubang sumur dan mengurangi
masalah sirkulasi yang hilang lebih [Link] sedikit
penelitian yang menyelidiki filtrasi dan penumpukan cake filter
di bawah situasi HPHT di mana efeknyapartikel lumpur yang
berbeda dan padatan penghubung dapat dianalisis (Salehi, 2015).
3 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
Tekanan filter ini mensimulasikan filtrasi terhadap
formasi permeabel pada suhu dan tekanan tinggi. Pada suhu yang
diinginkan, sampel disaring melintasi media filter sementara
tekanan diterapkan ke bagian atas sel. Sumber bertekanan
termasuk kartrid karbon dioksida, nitrogen dalam kemasan, atau
pasokan gas rumah.
Sel sampel HPHT hadir dalam dua gaya - bukaan
tunggal atau ganda. Ini juga memiliki katup di bagian atas dan
bawah yang dapat ditutup untuk pemanasan dan pendinginan.
Dengan desain ini, sampel dapat berumur dan diaduk dalam oven
rol sebelum pengujian filtrasi. Pilihan media filter adalah kertas
filter standar API, cakram keramik dengan berbagai porositas,
dan layar dengan berbagai ukuran mesh (fann, 2017).
Gambar 8.1 API Fluid Loss Test Instrument Single Cell (Fann,
2017)
4 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
4.5 Peralatan Dan Bahan
4.5.1. Peralatan
Tabel 4.1 Tabel Peralatan Praktikum
Peralatan Gambar Fungsi
Sebagai filter loss dengan cara
API Filter
memberi tekanan dan
Press HPHT
temaperatur tertentu
Sebagai penyaring air turun
Filter Paper
kebawah
Sebagai wadah penampungan
Gelas Ukur
fluid filtrate dari filter press
5 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
Penggaris Untuk mengukur tebal mud
cake
4.5.2. Bahan
1. Sampel lumpur
4.6 Prosedur Praktikum
4.6.1. Persiapan
1. Menyiapkan dan memastikan seluruh peralatan dan
perlengkapan yang akan digunakan dapat digunakan
dengan baik
2. Memastikan filter press sudah bersih, jika belum agar
membersihkannya terlebih dahulu
3. Menyiapkan sampel lumpur yang akan diukur nilai
filtration loss.
4.6.2. Mengukur Filtration Loss HPHT dan Tebal Mud
Cake
6 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
1. Mempersiapkan alat filter press dan letakan gelas ukur 100
ml dibawah slinder untuk menampung fluida filtrate
2. Isi silinder reservoir dengan sampel lumpur sebanyak 130
ml
3. Pasang mesh o ring dan mesh ukuran 60 segera tutup rapat
4. Panaskan sampel lumpur pada suhu 190oF(88 oC) selama 15
menit
5. alirkan udara dengan tekanan maksimal 1000 psi selama 30
menit
6. Segera mencatat volume filtrate Interval pengamatan setiap
30 seconds and 1, 2, 5, 7.5, 10, 15, 25, and 30 minutes
setelah start waktu memasukan tekanan.
4.6.3. Proses Akhir
1. Membuang cairan pada tempat yang sudah ditentukan
2. Membersihkan alat-alat yang sudah digunakan
3. Membersihkan area sekitar proses pengukuran densitas
dan menempatkan alat-alat di lokasi yang benar sesuai
lokasi sebelum melakukan praktik.
4.7 Soal Analisa Pembahasan
1. Jelaskan prinsip analisa filtrasi pada suhu dan tekanan yang
tinggi!
2. Hitunglah ketebalan mud cake dan filtrasinya!
3. Sebutkan pengaruh dari filtrasi dan mud cake pada saat
melakukan pemboran!
4. Apa manfaat yang dapat anda simpulkan dari praktikum
analisa penentuan filtration loss HPHT?
5. Bahan kimia apa saja yang dapat mempengaruhi dari
filtration loss.
7 | Modul Analisis Lumpur Pemboran
4.8 Daftar Pustaka
1. ---, “API Filter Press”.2017. Fann instrument company:
Houston, Texas USA.
2. Drilling Fluid Reference Manual, 2006. Baker Huges.
3. Zhong, Hanyi & Shen, Guangcheng & Qiu, Zhengsong &
Lin, Yongxue & Fan, Lijun & Xing, Xiaodong & Li, Jia.
(2018). Minimizing the HTHP filtration loss of oil-based
drilling fluid with swellable polymer microspheres.
4. Salehi, S., Ghalambor, A., Saleh, F. K., Jabbari, H., &
Hussmann, S. (2015, June 3). Study of Filtrate and Mud
Cake Characterization in HPHT: Implications for
Formation Damage Control. Society of Petroleum
Engineers.
5. Tovar, J. G., Martinez, A., Bockh, A., & Ford, M.
(1994). Mud Cake Compressibility and Mobility of Fluid
Loss Evaluation. SPE Latin America/Caribbean Petroleum
Engineering Conference.
8 | Modul Analisis Lumpur Pemboran