Voltage Controlled Oscillator
VCO adalah suatu osilator elektronik dimana frekuensi
keluarannya diatur oleh suatu tegangan input DC yang diberikan.
Gambar berikut menunjukkan rangkaian dasar dari VCO
VDD
L1
VCO out
C2
D2
Basic VCO
Frekuensi osilasi ditentukan oleh L1, D2 dan C2. Diode yang
digunakan adalah diode varactor ( varicap). Kebanyakan diode PN
junction bersifat sebagai varicap jika diberi bias mundur (reverse bias)
di bawah tegangan breakdownnya.
Dengan bias mundur, diode akan bersifat sebagai kapasitor dimana
daerah kosong (depletion region) menjadi dielektrik. Dengan
mengubah tegangan reverse yang diberikan, akan mengubah lebar
depletion region sehingga efek kapasitansinya juga berubah.
Akibatnya, frekuensi resonansi rangkaian juga berubah.
VCO seperti ini adalah tidak stabil, sedikit perubahan pada input
akan mengubah frekuensi keluarannya. Untuk itu diperlukan suatu
mekanisme sedemikian rupa sehingga keluaran VCO menjadi stabil.
Perhatikan gambar berikut :
Jika output VCO dan suatu osilator kristal diinputkan pada phase
detector, dimana frekuensi dan phase kedua input sama, maka
detektor tidak menghasilkan output. Sebaliknya, jika ada perbedaan
phase, maka perbedaan itu dikonversi menjadi suatu tegangan output
DC. Semakin besar perbedaan phase/frekuensi, maka semakin besar
tegangan output detektor.
Tegangan output detektor ini bisa diinputkan pada VCO sehingga
frekuensi keluaran VCO akan bergerak menuju frekuensi osilator, dan
akhirnya terkunci (lock) pada frekuensi osilator.
Phase Locked Loop
PLL adalah suatu sistem umpan balik dimana sinyal umpan balik
digunakan untuk mengunci frekuensi dan phase output pada suatu
frekuensi dan phase sinyal input. Bentuk sinyal input bisa berupa
sinyal sinus atau digital. PLL digunakan untuk filter, sintesa frekuensi,
kontrol kecepatan motor, modulasi-demodulasi dan beragam aplikasi
lain.
θi Phase Vc θ0
Detector F(s) VCO
θd
÷N
Gambar 1. Diagram blok PLL
Gambar 1 di atas menunjukkan arsitektur PLL. Detektor phase
membangkitkan sinyal output yang berupa suatu fungsi beda antara
phase kedua sinyal input. Output detektor di-filter dan komponen DC
dari perbedaan sinyal diinputkan pada suatu Voltage Controlled
Oscillator (VCO). Sinyal umpan balik yang menuju detektor phase
adalah frkuensi ouput VCO dibagi dengan N. Tegangan kontrol VCO
Vc(t) memaksa VCO untuk mengubah frekuensi untuk mengurangi
perbedaan antara frekuensi input dan frekuensi output pembagi
frekuensi. Jika kedua frekuensi tersebut cukup dekat, mekanisme
umpan balik PLL memaksa kedua frekuensi input detektor phase
menjadi sama, dan VCO dikunci, yaitu :
fi = fd
dan frekuensi output pembagi frekuensi adalah
fd = f0/N
Frekuensi output f0 = N fi adalah kelipatan N kali dari frekuensi input.
Ketika loop sudah terkunci, maka akan ada sedikit perbedaan phase
antara kedua input detektor phase. Perbedaani ini akan menghasilkan
tegangan DC pada output detektor yang diperlukan oleh VCO untuk
mempertahankan loop tetap terkunci.
Kemampuan self-correcting membuat PLL mampu untuk
melacak perubahan frekuensi dari sinyal input. Rentang frekuensi
dimana PLL tetap dalam kondisi terkunci pada suatu sinyal input
disebut lock range. Capture range adalah rentang frekuensi dimana
PLL bisa melakukan penguncian.
Model Linear PLL
Walaupun PLL adalah bersifat non-linear, tapi bisa dimodelkan sebagai
piranti linear jika perbedaan phase antara input detektor phase adalah
kecil. Dalam analisis linear, diasumsikan bahwa output detektor phase
adalah suatu tegangan yang merupakan fungsi linear dari perbedaan
phase input detektor, yaitu :
Va = Kd (θ i - θ d)
Dimana θ i dan θd adalah phase sinyal input dan sinyal umpan balik. Kd
adalah faktor penguatan detektor phase (Volt/radian). VCO bisa
dimodelkan sebagai piranti linear dimana frekuensi outputnya
berdeviasi dari frekuensi free-running ωc dengan pertambahan
frekuensi :
∆ω = K0Vc
dimana Vc adalah tegangan input VCO dan K0 adalah faktor penguatan
VCO (radian/detik volt). Frekuensi output adalah :
ωo = ωc + ∆ω = ωc + K0Vc
Karena frekuensi adalah turunan terhadap waktu dari phase, operasi
VCO bisa dijabarkan sbb :
dθ o
∆ω = = K o Vc
dt
Output dari pembagi frekuensi fd adalah keluaran VCO dibagi dengan
N, atau karena phase adalah integral dari frekuensi
θ0
θd =
N
Untuk model PLL, bagian pembagi N bisa diganti dengan suatu skalar
yang sama dengan 1/N. Dengan asumsi ini, pemodelan PLL menjadi :
θi + θ0
Σ Kd F(s) Ko/s
-
÷N
Gambar 2.
F(s) adalah fungsi alih dari low pass filter. Hubungan linear antara
phase output θo (s) dan phase input θ i (s) adalah
θo ( s ) K d K o F( s ) / s G( s )
= =
θ i ( s ) 1 + K d K o F ( s ) / Ns 1 + G( s ) / N
Fungsi alih yang sama menghubungkan frekuensi input fi(s) dan
frekuensi output fo (s). Jika low pass filter dihilangkan maka fungsi alih
adalah :
θo Kd Ko NK v
= =
θi s + K d Ko / N s + Kv
Yang ekuivalen dengan fungsi alih suatu LPF dengan penguatan dc
sebesar N dan bandwidth sama dengan Kv, dimana
K K
Kv = d o
N
PLL ini disebut sebagai loop orde pertama, karena bisa dijabarkan
dengan persamaan difrensial orde pertama.
Contoh :
Suatu pensintesa frekuensi menggunakan PLL untuk sintesa sinyal 1
MHz menjadi 25 KHz. Untuk mendapatkan output sebesar 25 KHz,
diperlukan pembagi frekuensi sebesar :
N = 10 6/25 x 103 = 40
Yang diselipkan dalam alur feeback menuju VCO. Jika tidak ada filter
yang digunakan, fungsi alih loop tertutup menjadi :
θo Kd Ko / s K d K0
= =
θ i 1 + K d K o / sN s + K d K 0 / N
Nilai tipikal untuk Kd adalah 2V/rad dan nilai tipikal untuk penguatan
VCO K0 (untuk 1 MHz) adalah 100 Hz/V. Dengan nilai ini, fungsi alih
loop tertutup menjadi :
θo ( 2 ⋅ 100 )2π
=
θ i s + ( 2 ⋅ 100 ⋅ 2π ) / 40
Bandwidth pensintesa menjadi (2 x 100)/40 = 5 Hz.
Umumnya, filter dipasang untuk membuang komponen frekuensi yang
tidak diinginkan. Jika F(s) adalah LPF sederhana :
−1
⎛ s ⎞
F ( s ) = ⎜⎜ + 1 ⎟⎟
⎝ ωL ⎠
Fungsi alih loop tertutup :
θ0 ( s ) NK v N
= = 2 (*)
θ i ( s ) s( s + 1 ) + K v ( s 2ξ
2 )+(
ωL ωn ω n )s + 1
Dimana :
K K
Kv = d 0
N
ω n = K vω L
2
1
ωn ⎛ω ⎞ 2
2ξ = = ⎜⎜ L ⎟⎟
Kv ⎝ Kv ⎠
Persamaan (*) merupakan bentuk umum dari fungsi alih LPF orde II.
Magnitude dan steady state frequency response adalah :
θ0 N
( jω ) =
θi [( 1 − ω 2 / ωn2 )2 + ( 2ξω / ω n )2 ]12
Dan pergeseran phase adalah :
θ 2ξω
arg 0 ( jω ) = − tan −1
θi ω n ( 1 − ω 2 / ω n2 )
Magnitude dan respons frekuensi dari fungsi alih orde II ini
ditunjukkan pada gambar berikut :
ω/ωn
Magnitud PLL orde II sebagai fungsi frekuensi untuk beberapa nilai
damping ratio
Untuk nilai ξ = 0,707, fungsi alih menjadi respons Butterworth orde II
maximally flat. Untuk nilai ξ < 0,707, penguatan mengalami peaking
dalam kawasan frekuensi. Nilai maksimum dari respons frekuensi Mp
sebagai fungsi damping ratio bisa diperoleh dengan menurunkan
(derivative) persamaan magnitud steady state.
N
Mp = 1
2ξ ( 1 − ξ 2 ) 2
Dan frekuensi ωp dimana maksimum terjadi adalah
1
ω p = ω n ( 1 − 2ξ 2 ) 2
Bandwidth 3 dB ωn bisa bisa diturunkan dengan menyelesaikan
frekuensi ωn dimana magnitud bernilai 0,707
1
ω h = ω n ⎡1 − 2ξ 2 + ( 2 − 4ξ 2 + 4ξ 4 ) 2 ⎤
1 2
⎢⎣ ⎥⎦
Waktu yang diperlukan bagi output untuk naik dari 10 menjadi 90
persen dari nilai akhir disebut rise time tr. Rise time terkait dengan
bandwidth sistem dengan hubungan :
2 ,2
tr =
ωh
Contoh:
Contoh sebelumnya adalah pensintesa frekuensi dengan Kv = 10π
rad/s. Closed-loop bandwidth adalah 10π rad/s. Berapa nilai LPF yang
digunakan sehingga closed-loop system mendekati filter orde II
Butterworth
Solusi :
Dengan damping ratio = 0,707
1 1
⎛ω ⎞ 2 ⎛ ω ⎞ 2
2ξ = 1,414 = ⎜⎜ L ⎟⎟ = ⎜ L ⎟
⎝ Kv ⎠ ⎝ 10π ⎠
Maka bandwidth LPF yang diperlukan adalah
ωL = 20 π rad/s
Bandwidth dari closed-loop system adalah :
ωh = ωn (ξ = 0,707)
= (Kv ωL )½
= 14,14 π rad/s
Rise time :
2 ,2
tr = = 49,4 x 10-3 s
ωn