0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan6 halaman

Makalah Isu Global: Tren "Hubungan Prinsip Dan Jenis Balutan Dengan Penerapan Teknik Moist "

Diunggah oleh

Novi Rohmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan6 halaman

Makalah Isu Global: Tren "Hubungan Prinsip Dan Jenis Balutan Dengan Penerapan Teknik Moist "

Diunggah oleh

Novi Rohmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH ISU GLOBAL

Tren “Hubungan Prinsip dan Jenis Balutan dengan Penerapan


Teknik Moist Wound Healing”

Dosen Pembimbing :

Henny Ekawati, S. Kep.,Ners.,[Link]

Nama : Dina Ambar Lestari (1702012400)

Kelas : V/B Keperawatan

PRODI S1 KEPERAWATAN

FALKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN

2019 / 2020
A. Pengertian Tren dan Isu Keperawatan
1. Pengertian Tren
Tren adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa,
tren juga dapat didefinisikan salah satu gambaran atau informasi yang terjadi
pada saat ini yang biasanya sedang populer di kalangan masyarakat.
Tren adalah suatu yang sedang dibicarakan oleh banyak orang saat ini dan
kejadiannya berdasarkan fakta.
2. Pengertian Isu
Isu “sebagai“ suatu pernyataan tentang fakta, nilai atau kebijakan yang
dapat diperdebatkan (Heath & Nelson 1986).
Isu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi
atau tidak terjadi pada masa yang akan datang, yang menyangkut ekonomi,
moneter, sosial, politik, hokum, pembangunan nasional, bencana alam, hari
kiamat, kematian, atau tentang krisis.
Isu adalah suatu yang sedang dibicarakan oleh banyak orang namun
belum jelas faktanya atau buktinya.
3. Pengertian tren dan isu keperawatan
Tren dan isu keperawatan adalah sesuatu yang sedang dibicarakan oleh
banyak orang tentang praktek/ mengenai keperawatan baik itu berdasarkan fakta
atau tidak, tren dan isu keperawatan tentunya menyangkut tentang aspek legal dan
etik keperawatan.
Saat ini trend dan issu keperawatan yang sedang banynak dibicarakan
orang adalah Aborsi, Eutanasia dan Transplantasi organ manusia, tentunya semua
issu tersebut menyangkut keterkaitan dengan aspek legal dan etis dalam
keperawatan.

B. Kriteria Tren dan Isu Keperawatan


1. Kriteria tren
a. Terjadi pada saat ini.
b. Dibicarakan banyak orang.
c. Berdasarkan fakta.
2. Kriteria Isu
a. Terjadi pada saat ini.
b. Dibicarakan banyak orang.
c. Belum jelas faktanya.

C. Cara Identifikasi Tren dan Isu Keperawatan


1. Cara Identifikasi Tren Keperawatan
a. Kumpulkan informasi dan data yang cukup mengenai suatu berita.
b. Pastikan sumber informasi dapat dipercaya dan kebenarannya diakui oleh
berbagai pihak.
c. Jangan dengan mudah mempercayai informasi yang baru saja didengar.
d. Data yang diperoleh diamati dalam jangka beberapa waktu, agar dari
hasil analisia tersebut dapat diketahui sampai berapa besar fluktuasi
yang terjadi dan faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan tersebut.
2. Cara Identifikasi Isu Keperawatan
a. Cari tahu sumber data berasal.
b. Analisis kepentingan isi dari isu yang beredar.
c. Tanamkan prinsip bahwa isu yang beredar bukanlah fakta dan kebenaran dari
isu yang baru saja beredar belum terjamin.
d. Persiapkan diri dalam menghadapi dan berespon terhadap isu, apakah
menerima atau menolak isu tersebut.
e. Pastikan isu yang beredar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

D. Kasus Tren dan Isu Keperawatan


Hubungan Prinsip dan Jenis Balutan dengan Penerapan
Teknik Moist Wound Healing

Salah satu komplikasi yang paling sering pada penderita diabetes melitus
yaitu adanya ulkus diabetikum atau gangren dan biasanya penyakit ini menyerang
penderita pada usia produktif yaitu antara umur 30-50 tahun.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan prinsip dan jenis
balutan dengan penerapan teknik moist wound healing. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan metode cross secsional. Sebanyak 31 responden terlibat
dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner.

Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan


secara univariat dan bivariat. Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak
74,2% salah melakukan prinsip moist wound healing, 74,2% sering menggunakan
balutan moist wound healing dan 61,3% melakukan teknik moist wound healing.

Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara prinsip


dan balutan dengan teknik Moist Wound Healing. Penelitian ini menunjukkan
bahwa teknik Moist Wound Healing perlu ditingkatkan aplikasinya terutama terkait
dengan prinsip dan balutan.

E. Analisa Kasus Tren dan Isu Keperawatan


Kasus tersebut merupakan salah satu tren keperawatan. Kasus tersebut
merupakan salah satu tren di dunia keperawatan karena :

1. Terjadi pada saat ini


Saat ini penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang banyak
terjadi di berbagai kalangan masyarakat yang disebabkan oleh faktor genetik
maupun sebagian besar akibat pola makan yang tidak tepat (kelebihan karbohidrat
dan gula). Perawatan luka ulkus diabetikus pada penderita diabetes melitus sudah
menjadi tren karena telah banyak menjadi jasa yang diperlukan di masyarakat
luas disebabkan angka kejadian diabetes melitus pada era ini semakin bertambah
setiap tahun di berbagai kalangan dan umumnya terjadi pada usia produktif yaitu
antara umur 30-50 tahun.
Diabetes Mellitus (DM) sering juga disebut silent killer dimana
prevalensinya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Didunia pada tahun 2000
menunjukkan ada 171 juta orang penyandang diabetes dan ini diproyeksikan akan
meningkat menjadi 366 juta pada tahun 2030 (WHO, 2006), sedangkan menurut
International of Diabetic Federation (IDF) bahwa angka kejadian DM diseluruh
dunia adalah 366 juta jiwa pada tahun 2010 dan 15 tahun mendatang (2025) akan
ada 500 juta jiwa penduduk dunia yang menyandang diabetes jika tidak ada
tindakan pencegahan yang dilakukan (Rebolledo et al., 2011)

2. Dibicarakan banyak orang


Penyakit diabetes melitus dianggap sebagai penyakit keturunan padahal
pola makan juga sangat berpengaruh pada kejadian diabetes melitus. Kondisi
kesehatan penderita diabetes mellitus juga buruk akibat penanganan yang kurang
tepat khususnya teknik perawatan luka yang digunakan.

3. Berdasarkan fakta
Teknik perawatan luka terkini di dunia keperawatan yaitu dengan
menggunakan prinsip lembab dan tertutup, suasana lembab mendukung
terjadinya proses penyembuhan luka (Blackley, 2004).

Teknik perawatan luka lembab dan tertutup atau yang dikenal moist
wound healing adalah metode untuk mempertahankan kelembaban luka dengan
menggunakan bahan balutan penahan kelembaban sehingga menyembuhkan luka,
pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Munculnya konsep moist wound
healing, menjadi dasar munculnya pembalut luka modern (Mutiara, 2009).

Lingkungan luka yang lembab (moist) dapat mempercepat proses


penyembuhan luka dengan cara membantu menghilangkan fibrin yamg terbentuk
pada luka kronis dengan cepat (fibrinolitik) oleh netrofil dan sel endotel dalam
suasana lembab, menurunkan angka kejadiaan infeksi dibandingkan dengan
perawatan kering (2,6% dan 7,1%), membantu mempercepat invasi netrofil yang
diikuti oleh makrofag, monosit dan limfosit ke daerah luka (Gitarja, 2008).

F. Peran Perawat dalam Tren dan Keperawatan


1. Konsultan

Perawat sebagai konsultan bagi klien yang mengalami luka diabetikus


atau yang di alami oleh penderita diabetes melitus, sehingga dapat membantu
memilih dan memberikan saran dalam pengobatan maupun penanganan kondisi
atau masalah yang dihadapi klien.
2. Edukator

Perawat memberikan edukasi / informasi yang mampu meningkatkan


pengetahuan bagi klien penderita diabetikus maupun keluarga klien.

Perawat juga dapat memberikan edukasi kesehatan dalam pencegahan,


pengobatan, penyampaian tanda gejala serta cara penanganan luka gangrene bagi
klien penderita diabetes mellitus dengan tepat dan efisien.

3. Kolaborator

Perawat bekerja sama dengan tim medis untuk mengobati penderita


diabetes melitus, serta dengan tim gizi guna membantu klien mengatur diit yang
tepat agar kondisi tidak memburuk akibat dit yang salah

4. Care giver

Perawat mulai menyediakan jasa perawatan luka yang banyak sekali


dibutuhkan oleh klien, khususnya dengan ulkus diabetikus atau luka gangren.

Perawat dapat mengikuti seminar maupun pelatihan yang khusus


memberikan pelatihan perawatan luka yang tentunya sesuai dengan tren yang
dipakai di era modern ini yang sangat berguna untuk menangani dan merawat
klien, yang pada akhirnya dapat mempercepat penyembuhan klien.

Hal ini juga dapat menghemat biaya, mempercepat waktu pemulihan klien
dan meningkatkan status kesehatan klien yang mengalami luka ulkus diabetikus
atau luka gangren, sehingga tidak terjadi infeksi atau kondisi yang lebih buruk
pada luka ulkus diabetikus atau luka gangrene.

Penanganan ini dapat diberikan untuk semua klien, baik yang memiliki
luka ringan, sedang, maupun berat sekalipun dan ditangani oleh tenaga
profesional.
Daftar Pustaka

1. [Link]
diakses pada 16 September 2019 pukul 18.56 WIB.
2. [Link]
[Link] diakses pada 16 September 2019 pukul 18.56 WIB.
3. [Link] diakses pada
16 September 2019 pukul 18.56 WIB.
4. [Link] diakses pada 16 September 2019 pukul 18.56 WIB.
5. [Link]
N_JENIS_BALUTAN_DENGAN_PENERAPAN_TEKNIK_MOIST_WOUND_H
EALING diakses pada 16 September 2019 pukul 18.56 WIB.

Anda mungkin juga menyukai