0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan10 halaman

Rapat Persiapan Kontrak Saung Ambu

Rapat persiapan pelaksanaan kontrak pembangunan saung ambu di tiga desa di Kabupaten Purwakarta membahas ruang lingkup pekerjaan, organisasi, jadwal, dan penyelesaian perselisihan.

Diunggah oleh

one_poerwanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan10 halaman

Rapat Persiapan Kontrak Saung Ambu

Rapat persiapan pelaksanaan kontrak pembangunan saung ambu di tiga desa di Kabupaten Purwakarta membahas ruang lingkup pekerjaan, organisasi, jadwal, dan penyelesaian perselisihan.

Diunggah oleh

one_poerwanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN PURWAKARTA

DINAS KESEHATAN
Jl. Veteran No.60 Tlp/Faks. (0264) 200218 Kode Pos 41115 Purwakarta

BERITA ACARA RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN KONTRAK


( PRE CONSTRUCTION MEETING )
NOMOR : 01/PCM/X/2020

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN SAUNG AMBU (DESA CIRAMAHILIR, CIHANJAWAR,


WANAWALI
TAHUN ANGGARAN : 2020
SUMBER DANA : APBD

Pada hari ini Jumat tanggal Sembilan bulan Oktober Tahun Dua Ribu Dua Puluh, dengan mengambil
tempat di Aula Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta telah dilaksanakan Rapat
Persiapan Pelaksanaan Kontrak ( Pre Construction Meeting ) terhadap rekanan :

1. CV. DAHIN MEHULI CEMERLANG NO Kontrak 01/SPPK/POSKASDES-ciramahilir/X/2020


Tanggal Kontrak 08 Oktober 2020
2. CV. SATRIA CIPTA BUANA NO Kontrak 01/SPPK/POSKASDES-wanawali/X/2020 Tanggal
Kontrak 08 Oktober 2020
3. [Link] SELARAS NO Kontrak 01/SPPK/POSKASDES-cihanjawar/X/2020 Tanggal Kontrak 08
Oktober 2020

Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak ( Pre Construction Meeting ) dihadiri oleh :

1. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


2. Pejabat Pelaksana teknis Kegiatan (PPTK)
3. Konsultan supervisi CV. Sinergiasa Karya Utama
4. Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi CV. DAHIN MEHULI CEMERLANG, CV. SATRIA CIPTA
BUANA, [Link] SELARAS
5. Konsultan Perencana : PT. ALMA REKA GRAHA

A. TUJUAN :

1. Menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan pekerjaan, baik mengenai prosedur


teknis pelaksanaan, prosedur pengujian, serta ketentuan prosedur administrasi sehingga
tercapainya Tepat mutu, Tepat Biaya serta Tepat Waktu Pelaksanaan dalam
penyelenggaraan suatu kegiatan.
2. Menetapkan metode pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang
telah diajukan oleh kontraktor.
3. Menginventarisasi permasalahan yang mungkin akan timbul pada saat pelaksanaan
pekerjaan dilapangan, sekaligus mencarikan solusi, sehingga kegiatan bisa berjalan sesuai
rencana.
4. Menetapkan format-format laporan, reguest, data pendukung quantitas, data
pendukung qualitas, MCO, Shop drawing, MC 100 dan As built drawing.
B. HIRARKI DOKUMEN KONTRAK
1
Dengan telah diterbitkannya Dokumen Kontrak Pekerjaan : Pembagunan Saung Ambu Dinas
Kesehatan Kabupaten Purwakarta, maka kekuatan hukum yang digunakan adalah sebagai berikut
:

1. Adendum Surat Perjanjian


2. Pokok Perjanjian
3. Surat Penawaran berikut daftar Kuantitas dan Harga
4. Syarat-syarat Khusus Kontrak
5. Syarat-syarat Umum Kontrak
6. Spesifikasi Khusus
7. Spesifikasi Umum
8. Gambar-gambar
9. Dokumen lainnya seperti : Jaminan-jaminan, Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
(SPPBJ), BAHP, BAPP.

C. RUANG LINGKUP BAHASAN :

1. Asuransi Pekerjaan
2. Pekerjaan Tambah Kurang
3. Perubahan Kwantitas dan Harga
4. Penyelesaian Perselisihan
5. Pemeliharaan Pekerjaan
6. Kompensasi
7. Denda
8. Organisasi Kerja dan Personil
9. Tata Cara Pengaturan Pekerjaan
10. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
11. Mobilisasi Peralatan dan Personil
12. Penyusunan Rencana dan Pelaksanaan Pemeriksaan
13. Sosialisasi
14. Program Mutu
15. Dan lain-lain.

1. Asuransi Pekerjaan

Penyedia jasa harus menyediakan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen dan penyedia jasa,
asuransi yang mencakup dari saat mulai pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir masa
pemeliharaan, yaitu:

a. Semua barang dan peralatan – peralatan yang


mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan pelaksanaan pekerjaan, serta personil
untuk pelaksanaan pekerjaan atas segala resiko yaitu kecelakaan kerusakan –
kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga.
b. Asuransi untuk pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan
di tempat kerja, sesuai ketentuan yang berlaku tiap orang untuk cedera badan
termasuk kematian untuk satu kali peristiwa
c. Perlindungan terhadap kegagalan bangunan yang di
ganti sesuai dengan kerusakan bangunan

2. Pekerjaan Tambah Kurang / Perubahan Kegiatan Pekerjaan.


2
a. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan
pada saat pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan gambar yang ditentukan dalam
dokumen kontrak, maka Pejabat Pembuat Komitmen bersama penyedia jasa dapat
melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain:
 Menambah atau mengurangi kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam
kontrak;
 Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan/mata pembayaran;
 Mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan
kebutuhan lapangan.
b. Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10% ( sepuluh persen ) dari
nilai harga yang tercantum dalam kontrak awal.
c. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat Pembuat
Komitmen secara tertulis kepada penyedia jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi
teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam
kontrak.
d. Hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara sebagai dasar
penyusunan amandemen kontrak

3. Perubahan Kuantitas dan Harga


a. Harga satuan dalam daftar kuantitas digunakan untuk membayar prestasi pekerjaan.
b. Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka penyedia jasa harus menyerahkan
analisa harga satuannya kepada Pejabat Pembuat Komitmen. Penentuan harga satuan
mata pembayaran baru dilakukan dengan negosiasi berdasarkan analisa harga satuan
tersebut dan harga satuan dasar penawaran

4. Penyelesaian Perselisihan
Penyelesaian Perselisihan melalui musyawarah melalui media mediasi konsilidasi dan
arbitrase . Apabila tidak terjadi kesepakatan maka diselesaikan melalui Kantor Panitera
Pengadilan Negeri Purwakarta.

5. Pemeliharaan Pekerjaan
Kurun waktu kontrak untuk memelihara pekerjaan dihitung sejak tanggal penyerahan pertama
sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan. Masa Pemeliharaan adalah 180 (seratus
delapan puluh) hari kalender. Segala hal yang berhubungan dengan konstruksi lapangan
selama masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab kontraktor. Setelah masa pemeliharaan
selesai kontraktor harus mengajukan serah terima ke 2 ( FHO ) yang dituangkan dalam Berita
Acara

6. Kompensasi

a. Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia jasa bila dapat dibuktikan merugikan
penyedia jasa sesuai Syarat Umum Kontrak.
b. Penyedia jasa dapat meminta kompensasi berupa biaya dan/atau waktu
pelaksanaan.

7. Denda

a. Besarnya denda kepada penyedia jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah
1/1000 (per seribu) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari
keterlambatan,

3
b. Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi sesuai ketentuan dalam syarat-syarat
khusus kontrak.

8. Struktur Organisasi Kegiatan, Konsultan dan Kontraktor

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


( PPK )

KONSULTAN KONTRAKTOR

PERINTAH
KOORDINASI

Pejabat Pembuat Komitmen / PPK

Bertugas mengatur jalannya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan syarat-syarat Umum &
Khusus Kontrak dan Spesifikasi Teknis.

Konsultan Supervisi

Konsultan Supervisi yang bertindak sebagai Wakil Direksi Pekerjaan dan bertanggung jawab
pada PPK untuk melaksanakan dan mengawasi, menguji serta meneliti dalam pelaksanaan
pekerjaan yang meliputi :

a. Melaksanakan Review Design


b. Pengawasan Pengujian Material yang digunakan.
c. Pengawasan Mutu pekerjaan
d. Kontrol Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan
e. Kontrol Kualitas Pekerjaan
f. Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja
g. Pengawasan Teknik, memeriksa Request dan Gambar Kerja ( Shop Drawing ) yang
diajukan oleh Kontraktor dan dikoreksi batas waktu 2 (dua) hari sebelum dimulainya
pekerjaan dengan terlebih dahulu Konsultan memeriksa kesiapan pada :
 Lokasi Pekerjaan
 Kondisi dan Kapasitas Peralatan
 Tenaga Kerja ( jumlah dan keterampilan )
 Bahan / Material yang digunakan
 Alat yang akan digunakan dilapangan

4
Pada umumnya Reguest Pekerjaan berisikan hal-hal sebagai berikut :
 Lokasi pekerjaan ( Sta / Stasioning )
 Gambar-gambar Kerja berikut penjelasan
 Perkiraan Volume Pekerjaan
 Item dan Nomor Pembayaran Pekerjaan yang terkait
 Tanggal Pelaksanaan
 Keterangan-keterangan lain yang diperlukan

Penandatanganan Request adalah sebagai berikut :


 Diperiksa oleh Team Leader Konsultan Supervisi, disetujui oleh Direksi Teknis
 Dibuat oleh : Site Manager / Kepala Proyek Kontraktor Pelaksana

h. Administrasi Pelaksanaan termasuk :


 Laporan Mingguan, berisi laporan harian yang berisi kegiatan pelaksanaan
dilapangan setiap hari dirangkum setiap minggu
 Laporan Bulanan yang dirangkum dari laporan mingguan dilampirkan Time
Schedule diplotkan kemajuan fisik setiap bulannya.
 Rapat Rutin Mingguan dilaksanakan oleh Konsultan beserta staf, bersama
Kontraktor beserta staf dan disaksikan oleh Kepala Pengawas Lapangan dengan
melampirkan / membuat notulen rapat.
 Rapat Rutin Bulanan antara Direksi Pekerjaan, Konsultan dan Staf, Kontraktor
serta Staf dengan melampirkan / membuat notulen Rapat.

Kontraktor

Penyedia Jasa ( Kontraktor ) wajib menugaskan personil inti yang tercantum dalam daftar
personil inti atau menugaskan personil lainnya yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Direksi
Pekerjaan hanya akan menyetujui usulan penggantian personil inti apabila kualifikasi,
kemampuan dan pengalamannya sama atau melebihi personil inti yang ada dalam daftar
personil inti.

Untuk Kepala Pelaksana / Kepala Proyek harus menyerahkan foto copy curiculum vitae
minimal pernah melaksanakan pekerjaan yang sama, apabila Direksi Pekerjaan meminta
penyedia jasa untuk memberhentikan personilnya dengan alasan atas permintaan tersebut,
maka penyedia jasa harus menjamin bahwa personil tersebut sudah harus meninggalkan
lapangan dalam waktu 7 (tujuh) hari dan harus diganti selambat-lambatnya dalam waktu 14
(empat belas) hari.

9. Tata Cara Pengaturan Pekerjaan

a. Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction) Penyedia Jasa sudah memberikan


jadwal teknis pekerjaan, mobilisasi personil, bahan dan alat.
b. Saat Awal Proyek (At-Project Starting) meliputi koordinasi awal, pengecekan bersama
terkait dengan item-item pekerjaan dan jadwal pelaksanaan konstruksi, sistem kerja dll.
c. Pelaksanaan Proyek (Project Construction) dengan kegiatan meliputi pengendalian
kualitas pelaksanaan pekerjaan, pengukuran tahap pelaksanaan pekerjaan dan
pembayarannya, monitoring dan pelaporan pelaksanaan pekerjaan, pelaksanaan test
akhir pada pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan dokumentasi ;
- Request. Direksi berhak menolak request apabila terjadi penyimpangan dari
rencana / gambar, mutu bahan tidak sesuai dan hasil test lab ( bila ada ) tidak
memenuhi persyaratan. Direksi berhak membongkar konstruksi terpasang apabila
diragukan kualitasnya atau belum mengajukan request / ijin pelaksanaan.

5
- Laporan – laporan ( harian, mingguan, bulanan, amandemen dan lain-lain ) harus
sudah diserahkan pada tanggal yang ditentukan.
- Dokumen Mutu. Berupa hasil tes uji mutu di Lab / lapangan. Seluruh laporan
hasilnya dilaporkan / diserahkan kepada Direksi dan juga kepada Panitia Uji Mutu.
- Foto Dokumentasi meliputi pelaksanaan 0%, 25%, 50%, 75%, 100%
- Laporan-laporan atau dokumen lain yang diperlukan
d. Saat Proyek Selesai (Project Completion) dengan kegiatan meliputi masa pemeliharaan,
pemeriksaan bersama, serah terima pekerjaan, pembayaran akhir dan evaluasi dan
penilaian pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan

10. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ( Construction Time Schedule ) yang berupa Kurve S harus dibuat
dan dikerjakan oleh Kontraktor, diperiksa oleh Konsultan dan disetujui oleh PPTK dan
mengetahui PPK, sebelum pekerjaan dimulai, yang mencantumkan jenis Kegiatan, Bobot,
Waktu Pelaksanaan, Rencana Pengerahan tenaga kerja, Alat dan Bahan sesuai dengan waktu
yang ditetapkan dalam kontrak.

Jadwal pelaksanaan harus sudah diserahkan sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Jadwal
disusun secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, strategi pelaksanaan,
pertimbangan mobilisasi alat, bahan dan personil saat awal, masa puncak / kritis dan masa
akhir pelaksanaan.
Apabila penyedia jasa terlambat melaksanakan pekerjaan tidak sesuai jadwal, maka Pejabat
Pembuat Komitmen harus memberikan peringatan secara tertulis atau dikenakan ketentuan
kontrak kritis.

11. Mobilisasi Peralatan dan Personil

Mobilisasi harus mulai dilaksanakan sejak diterbitkan SPMK, yaitu antara lain mendatangkan
peralatan dan personil, menyiapkan fasilitas kantor dan gudang.

12. Penyusunan Rencana Pemeriksaan Lapangan

a. Pada tahap awal pelaksanaan kontrak, setelah penerbitan SPMK, Direksi teknis bersama-
sama dengan penyedia jasa melaksanakan pemeriksaan lapangan untuk melakukan
pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan guna menetapkan kuantitas awal
( MC - 0 ).
b. Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. Apabila dalam
pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam
bentuk amandemen kontrak.

13. Sosialisasi

Pengguna Jasa bersama-sama Penyedia Jasa pada tahap awal melaksanakan sosialisasi kepada
masyarakat dan pemerintah setempat, demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Jasa wajib memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan sosialisasi, terutama
terhadap jalur-jalur tapak konstruksi yang akan dikerjakan.

14. Program Mutu

a. Program mutu harus disusun oleh penyedia jasa dan disepakati oleh Pejabat Pembuat
Komitmen dan dapat direvisi sesuai kebutuhan.

6
b. Program mutu minimal berisi: Informasi pengadaan; Organisasi proyek Pejabat Pembuat
Komitmen dan penyedia jasa; Jadwal pelaksanaan pekerjaan; Prosedur pelaksanaan
pekerjaan; Prosedur instruksi kerja; Pelaksana kerja.
c. Format disesuaikan dengan yang sudah berlaku.

15. Kriteria Pekerjaan Kritis dan Terlambat

Kontrak dinilai dalam katagori kritis apabila :


 Dalam periode I ( Rencana Pelaksanaan fisik 0 % - 70
% dari kontrak) realisasi fisik pelaksanaan terlambat 10 % dari rencana.
 Dalam periode II ( Rencana pelaksanaan fisik 70 % - 100 % )
dari kontrak realisasi fisik pelaksanaan terlambat 5 % dari rencana.
 Rencana Pelaksanaan fisik 100 % apabila pekerjaan belum
selesai dan masa pelaksanaan sudah habis kontrak tersebut dikenakan denda sesuai
ketentuan kontrak.

16. Pengaturan dan Pengendalian Lalu – lintas

a. Kewajiban Kontraktor
 Kontraktor harus membatasi peralatan dan timbunan material yang dapat
mengganggu kelancaran lalu-lintas.
 Bahan-bahan bekas galian / sisa timbunan tidak boleh dibiarkan menumpuk dan
segera diangkat agar tidak mengganggu lalu- lintas.
 Kontraktor harus menyediakan personil dan sarana untuk pengendalian lalu-lintas
dalam jumlah serta jenis yang cukup dan tetap selama pekerjaan berlangsung.
 Pekerjaan galian tanah untuk pekerjaan Pipa dilaksanakan pada satu sisi serta tidak
diperbolehkan bersamaan pada sisi lain yang mengakibatkan lalu-lintas tidak lancar.
 Penempatan material untuk pekerjaan pasangan Pipa, pekerjaan timbunan dan
pekerjaan bahu jalan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak
mengakibatkan lalu-lintas dilokasi tersebut terganggu.

b. Pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan pada malam hari Kontraktor harus menyiapkan
lampu penerangan (genset) yang memadai.

c. Tenaga dan sarana pengendalian lalu – lintas


 Minimum dikerahkan 2 (dua) orang petugas pengendali lalu-lintas pada satu lintasan
selama pekerjaan berlangsung.
 Petugas pengendali lalu-lintas harus bekerja sama dengan pihak kepolisian yang
bertugas ditempat pekerjaan berlangsung.
 Rambu lalu-lintas harus tetap terpasang selama pelaksanaan pekerjaan dan
pembayarannya sudah termasuk dalam item pembayaran pekerjaan bersangkutan.
 Tali dan patok beton dipergunakan untuk pembatasan bagian-bagian jalan yang
dikerjakan pemasangannya dapat dipindah-pindahkan dan diberi cat warna kontras
untuk pengamanan lalu-lintas dilokasi pekerjaan yang sedang berlangsung.
 Petugas pengendali lalu-lintas dilengkapi dengan alat komunikasi dua arah / Handy
talky.

17. Pengalihan Tugas dengan Sub Kontraktor

a. Penyerahan sebagian pekerjaan kepada sub kontraktor harus mendapatkan persetujuan


dari PPK.
b. Kontraktor dilarang menyerahkan pekerjaan utama pada sub kontraktor.

7
c. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor harus dipimpin oleh Personil Kontraktor
Utama yang berada dilapangan.

18. Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja

a. Peraturan tentang kesehatan kerja harus dipatuhi oleh Kontraktor.


b. Kontraktor diminta untuk melaksanakan hal-hal berikut ini dengan sungguh-sungguh :
 Keamanan para pekerja ditempat pekerjaan.
 Kontraktor menyediakan tempat tinggal yang layak bagi pekerja yang perlu
menginap ditempat pekerjaan.
 Pada Kantor lapangan harus disediakan kotak PPPK yang berisi obat-obatan penting
untuk pertolongan pertama.
 Asuransi Pihak Ketiga harus disiapkan oleh Kontraktor sebelum menghadapi hal-hal
yang tidak terduga dikemudian hari yang berkaitan dengan penggunaan bahan,
peralatan dan pelaksanaan.
 Alat-alat perlengkapan keselamatan kerja ( helm, sepatu, sarung tangan dan lain-lain
yang dianggap perlu).

19. Tata Cara Pengajuan Permintaan Pembayaran

a. Pada pengajuan Termin akan dilaksanakan secara simultan sesuai dengan prestasi
pekerjaan yag dilaksanakan dilapangan. Data pendukung Termin, yang diajukan oleh
Kontraktor diperiksa oleh Konsultan dan disetujui oleh Direksi pekerjaan dan diketahui oleh
PPK
b. Selanjutnya permohonan Termin tersebut disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen
dan jika sudah ditandatangani dan mendapat persetujuan dapat diajukan ke BPKAD. Untuk
kebutuhan administrasi dan pengendalian pembayaran / keuangan proyek serta
ditembuskan kepada instansi / pihak terkait.
c. Apabila hal tersebut tidak dapat dipatuhi oleh kontraktor sehingga pengajuan ke BPKAD
sampai terlambat maka kegagalan pembayaran tersebut sepenuhnya ditanggung oleh
Kontraktor.

Data Pendukung pengajuan Termin meliputi hal-hal sebagai berikut :

a. Perhitungan volume yang akan dibayar.


b. Laporan Harian, Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan.
c. Foto Dokumentasi yang mendukung kemajuan pekerjaan.

20. Provisional Hand Over (PHO) dan Final Hand Over (FHO)

a. Pekerjaan dinyatakan selesai 100 % jika pekerjaan tersebut telah diselesaikan sesuai
Kontrak CCO atau Adendum Kontrak Akhir.
b. Setelah Kontraktor mengajukan permohonan selesai 100 % dalam tempo selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari, Direksi Teknis/ Konsultan atas persetujuan Pejabat Pembuat
Komitmen akan melakukan pemeriksaan dan menetapkan penyelesaian pekerjaan.
c. Hasil pemeriksaan tersebut berupa daftar kerusakan dan kekurangan serta instruksi
penangannnya. Penanganan pekerjaan ini harus sudah diselesaikan oleh Kontraktor
sebelum Panitia PHO / FHO memeriksa lapangan.

8
21. Perubahan Kontrak

1. Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak.


2. Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut :
a. Pejabat Pembuat Komitmen memberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa
untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau penyedia jasa mengusulkan
perubahan kontrak;
b. Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari Pejabat
Pembuat Komitmen dan mengusulkan perubahan harga dan/atau waktu
pelaksanaan (bila ada) selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari;
c. Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita acara hasil
negosiasi;
d. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak.

Kesimpulan Rapat Pre Construction Meeting ( PCM );

1. Kontraktor sanggup mematuhi semua ketentuan dalam Dokumen Kontrak didalam


melaksanakan pekerjaan dengan cara mengoptimalkan jadwal pelaksanaan yang telah
disetujui oleh PPK dan mengikuti prosedur / mekanisme sesuai yang ditetapkan dalam bagan-
bagan alur sehingga akan tercapai pekerjaan yang tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.
2. Kontraktor telah sepakat dan semua penjelasan yang telah diberikan oleh PPK / Direksi
Pekerjaan serta akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan – kesepakatan yang
telah dibuat dalam Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak ini.
3. Format Time Schedule untuk dipasang di direksikeet .
4. Time Schedule, Struktur Organisasi, Daftar Personil Yang Ditugaskan diserahkan di PPK .
5. MC O, SHOP Drowing sudah ada di PPK/PPTK
6. Laporan Mingguan ditutup setiap hari jumat
7. Laporan Bulanan ditutup pada minggu ke IV
8. Pengiriman Material Pabrikasi setelah dilakukan inspeksi ke Pabrik
9. Pengujian test mutu hanya Slump test dan kubus
10. Pembuatan Direksi keet dipisahkan dengan bangunan gudang
11. Kesepakan biaya menggunakan Lump sum dan unit price
12. Rapat evaluasi direncanakan setiap minggu
13. Sesuai Perpres No. 54 Tahun 2010 dan Perubahan ke 4 dengan Perpres No. 4 Tahun 2015
tentang Material on site dapat dibayarkan diluar dari biaya pemasangan
14. Hal-hal yang belum jelas dan belum dimasukan dalam Berita Acara Rapat Persiapan ini akan
diadakan kesepakatan-kesepakatan dalam rapat-rapat evaluasi bulanan atau mingguan proyek.

9
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

KONTRAKTOR PELAKSANA
Hj. TATI GUSWATI
[Link] SELARAS
Direktur

INGAN VANIA SEMBIRING


[Link] MEHULI CEMERLANG Direktur

CV. SATRIA CIPTA BUANA FAJAR CAHYA DWIGUNA


Direktur

KONSULTAN PENGAWAS
ANDI FARDIANSYAH, ST
CV. SINERGIASA KARYA UTAMA
Direktur

KONSULTAN PERENCANA

PT. ALMA REKA GRAHA ADITYA NUGRAHA, ST


Direktur

DINAS KESEHATAN

PEJABAT PELAKSANA TEKNIS YANDI NURHADIAN,[Link].,Apt


KEGIATAN NIP.19840330 200604 1 004
MUH ZUBAEDI. [Link]
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
NIP.19650824 199803 1 006

10

Anda mungkin juga menyukai