DIKSI
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh
penulis atau pembicara. Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi
kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas
dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada
pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial -
adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat
menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan
dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang
berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki
dampak terhadap pemilihan kata..
1.5 Enunsiasi (kejelasan)
Enunsiasi adalah kejelasan pengucapan kata, dan ketepatan pemenggalan kalimat (jeda). Ada
orang yang berbicara menggumam sehingga kata-kata yang diucapkannya tidak jelas terdengar.
Ada juga orang yang apabila berbicara terlalu cepat sukar dipahami ucapannya. Hal ini harus
dihindari oleh pembawa acara jika ia ingin berhasil dalam tugasnya. Caranya, adalah dengan
selalu berlatih terutama berlatih vokal.
DIKSI DALAM BAHASA INDONESIA
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh
penulis atau pembicara.[rujukan?] Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan
enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga
kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi,
daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks sosial –
adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat
menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan
dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang
berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki
dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.
Diksi terdiri dari delapan elemen:
Fonem : Fonem dalam bahasa dapat mempunyai beberapa macam lafal yang bergantung pada
tempatnya dalam kata atau suku kata. Fonem /p/ dalam bahasa Indonesia, misalnya, dapat
mempunyai dua macam lafal. Bila berada pada awal suku kata, fonem itu dilafalkan secara lepas.
Pada kata /pola/, misalnya, fonem /p/ itu diucapkan secara lepas untuk kemudian diikuti oleh
fonem /o/. Bila berada pada akhir kata, fonem /p/ tidak diucapkan secara lepas; bibir kita masih
tetap rapat tertutup waktu mengucapkan bunyi ini. Dengan demikian, fonem /p/ dalam bahasa
Indonia mempunyai dua variasi.
Variasi suatu fonem yang tidak membedakan arti dinamakan alofon. Alofon dituliskan di antara
dua kurung siku [...]. Kalau [p] yang lepas kita tandai dengan [p] saja, sedangkan [p] yang tak
lepas kita tandai dengan [p>], maka kita dapat berkata bahwa dalam bahasa Indonesia fonem /p/
mempunyai dua alofon, yakni [p] dan [p>].
Silabel : Suku kata disebut juga silabel adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau
runtutan bunyi ujaran. Satu silabel biasanya meliputi satu vokal dan satu konsonan atau lebih.
Silabel mempunyai puncak kenyaringan (sonoritas)yang atuh pada vokal. (Chaer, 1994:123)
Konjungsi : Konjungsi, konjungtor, atau kata sambung adalah kata atau ungkapan yang
menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa
dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh: dan, atau, serta.
Preposisi dan konjungsi adalah dua kelas yang memiliki anggota yang dapat beririsan. Contoh
irisannya adalah karena, sesudah, sejak, sebelum.
Hubungan
Kata benda
Kata kerja : kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau
pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa atau
kalimat. Berdasarkan objeknya, kata kerja dapat dibagi menjadi dua: kata kerja transitif yang
membutuhkan pelengkap atau objek seperti memukul (bola), serta kata kerja intransitif yang
tidak membutuhkan pelengkap seperti lari.
Infleksi : perubahan bentuk kata (dalam bahasa fleksi) yang menunjukkan berbagai hubungan
gramatikal (seperti deklinasi nomina, pronomina, adjective, dan konjugasi verba
Uterans.
BAB 3
PILIHAN KATA (DIKSI)
3.1 Pendahuluan
Pilihan kata (diksi) adalah hasil dari memilih kata tertentu untuk dipakai dalam
kalimat, alenia, atau wacana. Hal yang perlu kita amati dalam pilihan kata yaitu :
1. Kemampuan memilih kata dimungkinkan bila seseorang memilki kosakata
yang luas.
2. Kemampuan membedakan secara tepat kata-kata yang memiliki nuansa
serumpun.
3. Kemampuan untuk memilih kata-kata yang tepat untuk situasi atau konteks
tertentu.
3.2 Syarat Ketepatan Pemilihan Kata
Terdapat 6 syarat, yaitu :
1. Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi.
Donotasi adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna ini sesuai dengan apa adanya.
Denotasi adalah suatu pengetian yang dikandung sebuah kata secara objektif.
Contoh :
•
Bunga mawar
•
Bunga bank
2. Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
Contoh :
•
Pengubah
•
Peubah
3. Dapat membedakan kata-kata yang hampir mirip ejaanya.
Contoh :
•
Intensif – insetif
•
Preposisi – proposisi
4. Dapat memahami dengan tepat makna kata - kata abstrak.
Contoh : Kebijakan, kebajikan, kebijaksanaan.
5. Dapat memakai kata penghubung yang berpasang secara tepat.
Contoh :
•
Antara….dan….
•
Tidak….tetapi…
6. Dapat membedakan kata-kata umum dan kata khusus.
Contoh :
•
Kata umum : melihat
•
Kata khusus : melirik, melotot, mengamati, mengawasi
3.3 Gaya Bahasa, Idiom, dan Ungkapan Idiomatik.
3.3.1 Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya. Faktor yang
mempengaruhi dalam berkomunikasi :
a. Cara dan media komunikasi
b. Bidang ilmu
c. Situasi
d. Ruang atau konteks
e. Khalayak
f. Tujuan
4.3.2 Idiom
Idiom adalah sebuah ungkapan yang artinya tidak secara langsung dapat
dijabarkan.
Contoh : gulung tikar, muka tembok, adu domba
4.3.3 Ungkapan Idiomatik
Ungkapan idiomatik adalah kelompok kata yang muncul bersama sebagai frasa.
Contoh : bertemu dengan, dibacakan oleh, misalnya.
3.3.4 Kesalahan Pemakaian Gabungan Kata dan Kata
[Link] Kesalahan Pemakaian Gabungan kata yang mana, dimana, daripada.
Contoh :
1. Marilah kita dengarkan sambutan yang mana akan disampaikan oleh Pak
Lurah.
2. demikian tadi sambutan Pak Lurah dimana Beliau telah menghimbau kita
untuk lebih tekun bekerja.
[Link] Kesalahan Pemakaian Kata dengan, di, dan ke
Contoh :
1. Sampaikan salam saya dengan Dona
2. Mari kita tanyakan langsung dengan dokter ahlinya
PILIHAN KATA / DIKSI
DIKSI
1. Pilihan kata
Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata-kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ucapkan
atau ungkapkan. Diksi terdiri atas delapan elemen , yaitu : fenom, silabel, konjungsi, hubungan, kata
benda, kata kerja, infleksi, dan uterans. Dalam hal ini akan dijelaskan beberapa hal saja, tidak
keseluruhan.
FONEM
Fenom berbentuk bunyi. Sebagai contoh sederhananya adalah sebagai berikut : Dalam bahasa
Indonesia, bunyi (f), (v), (p) pada dasarnya bukanlah tiga fenom yang berbeda. Kata provinsi apabila
diucapkan sebagai (profinsi), (provinsi), atau (propinsi) tetap memiliki makna yang sama.
SUKU KATA atau SILABEL
Silabel adalah unit pembentuk kata yang tersusun dari satu fenom atau urutan fenom. Sebagai contoh,
kata mandi terdiri dari dua suku kata : man dan di. Silabel pun sering dianggap sebagi unit pembangun
fonologis kata karena dapat mempengaruhi ritme dan artikulasi suatu kata.
NOMINA atau KATA BENDA
Nomina adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala
yang dibendakan. Kata benda dibedakan menjadi dua : kata benda konkret untuk benda yang dapat
dikenal dengan panca indera, contonhnya meja. Serta kata benda abstrak untuk benda yang
menyatakan hal yang hanya dapat dikenal dengan pikiran, contohnya cinta.
Selain itu, jenis kata ini juga dapat dikelompokkan menjadi kata benda khusus atau nama diri dan kata
benda umum atau nama jenis. Kata benda nama diri adalah kata benda yang mewakili suatu entitas
tertentu, contohnya Jakarat dan Novi. Kata benda umum adalah sebaliknya, menjelaskan suatu kelas
entitas, contohnya kota atau orang.
VERBA atau KATA KERJA
Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian
dinamis lainnya. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu kalimat. Berdasarkan objeknya,
kata kerja dapat dibagi menjadi dua : kata kerja transitif yang membutuhkan pelengkap atau objek
seperti menendang ( bola ), serta kata kerja intransitif yang tidak membutuhkan pelengkap seperti lari.