0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan9 halaman

Penyuluhan Prostatitis untuk Warga

1. SAP ini membahas tentang penyuluhan kesehatan mengenai prostatitis yang akan diadakan pada tanggal 28 Juni 2019. 2. Materi penyuluhan mencakup pengertian, penyebab, gejala, dan pengobatan prostatitis. 3. Harapannya setelah penyuluhan, warga dapat memahami tentang prostatitis.

Diunggah oleh

Regina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
143 tayangan9 halaman

Penyuluhan Prostatitis untuk Warga

1. SAP ini membahas tentang penyuluhan kesehatan mengenai prostatitis yang akan diadakan pada tanggal 28 Juni 2019. 2. Materi penyuluhan mencakup pengertian, penyebab, gejala, dan pengobatan prostatitis. 3. Harapannya setelah penyuluhan, warga dapat memahami tentang prostatitis.

Diunggah oleh

Regina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PROSTATITIS
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan KMB II
Dosen Pembimbing : Rita Dwi Hartati, [Link].,[Link].

Di susun oleh kelompok 2A :

Regina Merdeka Rizki Ananda (17.1374.S)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

PEKAJANGAN-PEKALONGAN

TAHUN 2019
Pokok Bahasan : Pendidikan Kesehatan tentang prostatitis

Sub Pokok Bahasan : penyakit prostatitis

Sasaran : warga

Hari / Tanggal : Jumat, 28 Juni 2019

Waktu : 30 Menit

Penyaji : Regina Merdeka Rizki Ananda

I. Latar belakang
Prostatitis bisa terjadi pada semua laki-laki dari segala usia, namun umumnya
terjadi di bawah usia 50 tahun, berbeda dengan kanker prostat atau pembesaran kelenjar
prostat yang cenderung dialami oleh pria lanjut usia.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mendapatkan materi pendidikan kesehatan selama 30 menit tentangprostatitis,
diharapkan warga mampu memahami dan mengetahui penyakit prostatitis.

III. Tujuan Intruksional Khusus


Setelah diadakan penyuluhan selama 30 menit warga dapat :
a. Warga mengerti tentang pengertian prostatitis
b. Warga dapat mengerti tentang penyebab prostatitis
c. Warga dapat mengerti gejala prostatitis
d. Warga dapat mengerti pengobatan prostatitis
e. Warga dapat mengerti komplikasi prostatitis
IV. Kegiatan Pembelajaran

N Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon


O Kegiatan
1. Pembukaan 5 Menit a) Mengucapkan salam Menjawab Salam
b) Memperkenalkan diri Mendengarkan
c) Menyampaikan tujuan Mendengarkan
pokok materi
d) Menyampaikan pokok Memperhatikan
pembahasan
e) Kontrak waktu Menyepakati
f) Apresepsi Menjawab

2. Pelaksanaan 15 Menit a) Penyampaikan Materi Mendengarkan


b) Menjelaskan pengertian Memperhatikan
prostatitis
c) Menjelaskan penyebab Mendengarkan
prostatitis
d) Menyebutkan gejala Menyebutkan
prostatitis
e) Menjelaskan pengobatan Mendengarkan
prostatitis
f) Menjelaskan komplikasi
prostatis Mendengarkan

3. Penutup 10 Menit a) Melakukan evaluasi Menjawab


b) Menyampaikan Mendengarkan
kesimpulan materi
c) Mengakhiri pertemuan Menjawab salam
dan mengucap salam
V. Media
a. PPT ( Power Point)
b. LCD Proyektor
c. Laptop
d. Leafleat

VI. Metode
a. Presentasi
b. Tanya Jawab

VII. Materi penyuluhan


Terlampir

VIII. Evaluasi
a. Struktur
a) SAP Sudah ada
b) Materi sudah disiapkan
c) Alat dan media sudah disiapkan

b. Psoses
a) warga berperan aktif selama penyuluhan berlangsung
b) Kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan lancar

c. Hasil
a) Warga mengerti tentang pengertian prostatitis
b) Warga dapat mengerti tentang penyebab prostatitis
c) Warga dapat mengerti gejala prostatitis
d) Warga dapat mengerti pengobatan prostatitis
e) Warga dapat mengerti komplikasi prostatitis
Lampiran Materi

MATERI PENYULUHAN

PROSTATITIS

A. Pengertian
Prostatitis adalah peradangan (inflamasi) yang terjadi pada kelenjar prostat, yaitu
kelenjar yang memproduksi cairan mani yang berfungsi untuk memberi makan dan
membawa sperma. Prostatitis bisa terjadi pada semua laki-laki dari segala usia,
namun umumnya terjadi di bawah usia 50 tahun, berbeda dengan kanker prostat atau
pembesaran kelenjar prostat yang cenderung dialami oleh pria lanjut usia.

B. Penyebab
Berikut ini adalah sejumlah penyebab prostatitis yang dikelompokkan berdasarkan jenis-
jenisnya:
a) Prostatitis bakteri akut. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang
menyebar naik. Beberapa jenis bakteri yang dapat memicu terjadinya prostatitis
akut antara lain E. coli dan Pseudomonas. Bakteri penyebab infeksi menular
seksual seperti Neisseria gonorrhoeae yang menjadi penyebab penyakit gonore,
dan Chlamydia trachomatis juga dapat menjadi penyebab infeksi. Prostatitis
bakteri akut biasanya terjadi pada usia di bawah 35 tahun.
b) Prostatitis bakteri kronis. Berbeda dengan prostatitis bakteri akut, prostatitis
bakteri kronis Penyebabnya juga merupakan penyebaran infeksi dari saluran
kemih, sehingga jenis bakterinya sama dengan penyebab prostatitis bakteri akut.
Prostatitis bakteri kronis juga dapat dipicu oleh penyakit lain seperti tuberkulosis
ginjal, HIV, dan sarkoidosis.
c) Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS). Merupakan jenis
prostatitis yang paling sering terjadi dan belum diketahui secara pasti
penyebabnya. Gejala yang muncul mirip dengan prostatitis bakteri kronis, namun
yang berbeda adalah pada saat pemeriksaan tidak ditemukan bakteri yang
tumbuh.
d) Asymptomatic inflammatory prostatitis. Merupakan kondisi ketika prostat
meradang, namun tidak menimbulkan gejala. Asymptomatic inflammatory
prostatitis dapat diketahui ketika dokter melakukan pemeriksaan kesehatan
kelenjar prostat. Penyebab dari jenis prostatitis ini sama dengan prostatitis bakteri
kronis.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami
prostatitis. Di antaranya adalah:

a) Mengalami infeksi saluran kemih.


b) Memiliki riwayat prostatitis sebelumnya.
c) Mengalami cedera daerah panggul dan lipat paha.
d) Menggunakan kateter urine.
e) Menderita HIV/AIDS.
f) Pernah melakukan biopsi prostat, yaitu pengambilan sampel jaringan prostat untuk
diperiksa di bawah mikroskop.

C. Gejala
Gejala-gejala Prostatitis
Terdapat beragam gejala yang mungkin dialami oleh penderita prostatitis. Perbedaan
tersebut tergantung pada jenis prostatitis yang terjadi. Di antaranya adalah:

A) Prostatitis bakteri akut. Gejala prostatitis bakteri akut biasanya muncul dengan
cepat, seperti:
 Demam, menggigil, nyeri sendi, dan pegal-pegal.
 Aliran urine lemah dan nyeri saat berkemih.
 Nyeri punggung bawah dan nyeri di pangkal penis atau di bagian belakang
skrotum.
 Selalu terasa ingin buang air besar.
B) Prostatitis bakteri kronis. Pasien dengan prostatitis bakteri kronis tidak memiliki
gejala sistemik seperti demam, menggigil, pegal-pegal, dan nyeri sendi.
Gejalanya yang dialami antara lain adalah:
 Selalu ingin buang air kecil (terutama pada malam hari) atau tidak dapat buang
air kecil.
 Nyeri punggung bawah, daerah dubur, dan nyeri pada saat berkemih.
 Rasa berat di belakang skrotum.
 Nyeri setelah ejakulasi dan terdapat darah pada cairan semen.
C) Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS). Gejala utama dari
CP/CPPS adalah nyeri yang dirasakan lebih dari tiga bulan pada salah satu bagian
tubuh, seperti penis (terutama di daerah kepala penis), bagian perut bawah atau
punggung bawah, serta skrotum atau di antara skrotum dan dubur. Sedangkan
untuk Gejala lainnya sama dengan gejala pada prostatitis bakteri kronis.
D) Asymptomatic inflammatory prostatitis. Tidak ada gejala yang dirasakan,
seringkali ditemukan saat pemeriksaan kesehatan pada prostat.

D. Pengobatan
Pengobatan Prostatitis
Prostatitis dapat diobati dengan banyak cara dan bisa berbeda-beda, tergantung dari
bakteri penyebab, gejala yang ditimbulkan, dan tingkat keparahannya
a) Prostatitis bakteri akut. Pengobatan prostatitis bakteri akut biasanya
membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk medapatkan antibiotik yang
diberikan lewat pembuluh darah atau infus. Namun bila gejala yang dialami
ringan dan tidak menimbulkan sepsis, pasien tidak perlu dirawat dan hanya
diberikan antibiotik minum. Obat lain yang digunakan sebagi pendukung adalah
obat penurun demam dan pereda rasa sakit. Penambahan cairan melalui infus dan
pencahar juga terkadang dibutuhkan. Pemasangan kateter langsung dari dinding
perut bawah yang dihubungkan dengan kandung kemih (kateter suprapubik) lebih
dipilih dibandingkan dengan kateter urine yang biasa dipasang melalui penis, bila
terdapat sumbatan pada saluran kemih, misalnya akibat pembengkakan prostat
yang menekan saluran kemih.
b) Prostatitis bakteri kronis dan Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome
(CP/CPPS). Pengobatan pendukung seperti anjuran untuk banyak minum,
pemberian obat pencahar, obat antiinflamasi nonsteroid, atau obat alpha blockers
(seperti tamsulosin) dapat diberikan. Pemberian alpha blockers bertujuan untuk
mengurangi penyumbatan dan gangguan saat buang air kecil akibat
pembengkakan kelenjar prostat dengan. Untuk prostatitis kronis, antibiotik
diberikan selama 4 hingga 6 minggu. Bila terdapat batu pada prostat, dapat
dilakukan pemotongan dan pengangkatan prostat melalui prosedur transurethral
resection of the prostate (TURP) atau total prostatectomy.
c) Asymptomatic inflammatory prostatitis. Asymptomatic prostatitis tidak
memerlukan pengobatan, namun perlu hati-hati dengan kemungkinan gangguan
kesuburan. Tetap ikuti anjuran dokter untuk kasus ini.

Selain obat-obatan, pasien dapat dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut agar dapat
membantu meredakan gejala prostatitis:
a) Mengurangi konsumsi makanan pedas atau asam serta minuman berkafein atau
beralkohol.
b) Banyak minum air putih untuk membantu membuang bakteri dalam prostat
melalui urine.
c) Menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan iritasi pada prostat, seperti duduk
dalam waktu lama atau bersepeda.

E. Komplikasi
a) Jika tidak segera ditangani, prostatitis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
b) Epididimitis, yaitu radang pada saluran yang menyalurkan sperma dari testis.
c) Infeksi bakteri yang menyebar ke dalam darah (bakteremia).
d) Abses prostat.
e) Gangguan pada produksi cairan mani, serta kemandulan akibat prostatitis
kronis.
DAFTAR PUSTAKA

[Link] DIUNDUH PADA TANGGAL, 27 JUNI 2019

Nickel, J C. (2011). Prostatitis. Canadian Urological Association Journal, 5(5), pp. 306-315.

Anda mungkin juga menyukai