Rencana Pengelolaan Lingkungan PLTA Asahan
Rencana Pengelolaan Lingkungan PLTA Asahan
DOSEN PEMBIMBING :
Bagus Dwi Purwanto, S.T., M.T.
DISUSUN OLEH
1. Moch. Dimas Putra Effendi 1814211013 (V/S/SORE)
2. Farid Udin Hidayatulloh 1814221022 (V/S/SORE)
3. Nabila Annisa Putri 1814221035 (V/S/SORE)
4. Yogi Ravi Prasetiyo 1814221036 (V/S/SORE)
5. Ferdiansyah Maulana Kharisma 1814221037 (V/S/SORE)
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha
Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusun bisa menyelesaikan makalah
yang berjudul “RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA
ASAHAN - 1” ini.
Penyusun menyadari tanpa kerja sama antara penyusun serta beberapa kerabat
yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penyusun demi tersusunnya
makalah ini. Untuk itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak yang tersebut
diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran
demi kelancaran penyusunan makalah ini.
Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan para pembaca
pada umumnya. Penyusun mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang
bersifat membangun.
(Tim Penyusun)
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
5.1 Kesimpulan......................................................................................................... 21
5.2 Saran ................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 22
PENDAHULUAN
Dari hasil temuan audit lingkungan tersebut diketahui bahwa kegiatan pada tahap
pasca- konstruksi hingga operasi PLTA Asahan-1 ini akan memiliki potensi dampak
terhadap lingkungan dan perlunya upaya perbaikan manajemen untuk meningkatkan
kinerja lingkungan di sekitar wilayah kerja PLTA Asahan-1.
2. Bagi Pemerintah
3. Bagi Masyarakat
Digunakan sebagai sumber informasi untuk dapat mengetahui dan memahami tentang
kegiatan PLTA Asahan-1. Dengan demikian, dapat dihindari adanya
kesalahpahaman, dan sekaligus dapat mewujudkan kerjasama yang saling
menguntungkan antara pihak pengelola dengan masyarakat di sekitarnya.
Penggunaan teknologi reklamasi dan penghijauan kembali pada areal-areal terbuka dan
spoil bank 1&2 baik untuk tanaman penutup maupun tanaman pohon, agar dapat
menunjuang fungsi ekologi setempat.
Penerapan teknologi informasi terhadap seluruh jenis limbah B-3 yang dihasilkan untuk
menjamin pengelolaan yang efektif dan penerapan Sistem Manajemen LK3.
2.2 Pendekatan Sosial Ekonomi
Kerja sama pengelolaan lingkungan dengan institusi terkait seperti Otorita Asahan,
BLH Kabupaten Toba Samosir, dan lainnya sesuai dengan komponen lingkungan
yang dikelola.
2.4 Arahan dan Tindakan Koreksi Hasil Rekomendasi Audit
a. Perbaikan Pengelolaan Lingkungan dengan fokus pada Pengendalian Pencemaran
Air dan Tanah
Melakukan analisa sifat kimia dan fisik material timbunan di spoil bank.
Hasilnya digunakan untuk menetapkan perlu tidaknya kolam-kolam kontrol dan
pre-treatment (bila perlu) sebelum aliran air yang melalui spoil bank menuju
Sungai Asahan.
Kualitas air Sungai Asahan sebelum intake, daerah intake, sebelum tail race,
dan setelah tail race sesuai sengan baku mutu yang berlaku (PP 82/2001).
Memastikan penghijauan kembali pada bekas tapak bukaan yang sudah tidak
digunakan kembali (Adit 1 & 2, Mes Karyawan, Jalan Masuk, Areal Spoil Bank
Menyediakan label yang tepat pada container yang sesuai dan tempat
penyimpanan sementara sesuai peraturan yang berlaku.
f. Ketenagakerjaan
1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah terganggunya Kualitas dan Kuantitas air Sungai
Asahan dari sekitar bendung Intake hingga ke lokasi tail race di sekitar power house
akibat kegiatan operasi dan perawatan PLTA Asahan-1.
2. Sumber Dampak
Ceceran minyak solar dari tetesan mesin genset, pengisian bahan bakar, dan
pembersihan mesin dan peralatan genset dekat bendung Intake. Ceceran solar dan
minyak dari kegiatan kapal dredging.
Sedimentasi dari air buangan Kolam Pengendapan (settlement ponds).
Erosi dan sedimentasi dari tapak bukaan seperti lokasi adit 1 dan 2, lokasi spoil
bank 1 dan 2, bekas bangunan, bekas mes karyawan, jalan masuk.
b. Melakukan analisa sifat kimia dan fisik material timbunan di spoil bank.
Hasilnya digunakan untuk menetapkan perlu tidaknya kolam-kolam kontrol dan
pre-treatment (bila perlu) sebelum aliran air yang melalui spoil bank menuju
c. Melakukan uji lab terhadap air buangan (discharge water) dari kolam-kolam
pengendapan yang mengalir ke Sungai Asahan, khususnya untuk parameter pH,
TSS dan TDS untuk menjaga kualitas air sungai Asahan terhadap potensi
peningkatan sedimentasi kembali.
d. Melaksanakan reklamasi pada bekas tapak bukaan yang sudah tidak digunakan
kembali (Adit 1 & 2, spoil bank 1 dan 2, Mes Karyawan, workshop, Jalan Masuk,
dll) dan penghijauan dengan menggunakan Legum atau jenis pohon lokal
lainnya.
1) Mengamankan kestabilan lereng spoil bank 1 dan 2 dari bahaya erosi dan
longsor.
3) Melakukan pengelolaan saluran air alami dari hutan bagian atas spoil bank
dan menjaga peningkatan air larian agar tidak membahayakan timbunan
spoil bank.
1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah terganggunya kondisi lingkungan di sekitar PLTA
Asahan akibar timbulan Sampah..
1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah terganggunya kondisi lingkungan di sekitar PLTA
Asahan akibat limbah B3 yang dihasilkan.
2. Sumber Dampak
Kegiatan perawatan dan pembersihan alat dan mesin utama maupun penunjang dari
operasi PLTA Asahan-1
Kegiatan service besar dan kecil seluruh alat dan peralatan pembangkit listrik di
Power House
1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah kesempatan kerja, keterbatasan komunikasi diantara
Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Asing dan peningkatan komunikasi
eksternal dengan msyarakat sekitar dan instansi terkait (pemerintah dan sawasta)
2. Sumber Dampak
Terbatasnya kesempatan kerja masyarakat lokal dan adanya perbedaan bahasa
yang digunakan dalam bekerja.
Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak
1. ‒ Ceceran minyak Terganggunya ‒ PP 82/2001: Mempertahankan ‒ Pembuatan wadah- ‒ Lokasi genset ‒ Sekali saat pasca PLTA ‒ DLHP Kab. ‒ KLH
solar dari tetesan Kualitas Air kondisi kualitas wadah pencegah konstruksi untuk Asahan-1 Toba Samosir
• Kandungan ‒ Spoil Banks 1&2 ‒ ESDM
mesin genset, Sungai Asahan air sungai Asahan tumpahan (secondary penyediaan
minyak dan ‒ Dinas PU
pengisian bahan containment). ‒ Settlement Ponds wadah tumpahan ‒ BLH Prov.
lemak, senyawa
bakar, dan Sumut
fenol dalam Air ‒ analisa sifat kimia ‒ Tapak bukaan ‒ Sekali saat pasca
pembersihan
Sungai Asahan. dan fisik material konstruksi untuk ‒ DLHP Kab.
mesin dan ‒ Seluruh areal
timbunan di spoil uji lab air Toba Samosir
peralatan genset • Kandungan kerja PLTA
bank. buangan
dekat bendung Residu Terlarut Asahan-1 ‒ Otorita
settlement ponds
Intake. Ceceran dan Residu ‒ Uji lab terhadap air Asahan
solar dan Tersuspensi buangan (discharge ‒ Sungai anak ‒ Rehabilitasi dan
minyak dari dalam air water) dari kolam- sungai kegiatan reboisasi tapak
kegiatan kapal buangan. kolam pengendapan buakan sekali
dredging. Erosi yang mengalir ke saat pasca
dan sedimentasi • Kandungan
Sungai Asahan. konstruksi
dari areal Spoil Logam berat
Bank 1&2. dalam air ‒ Melaksanakan ‒ Sekali saat pasca
sungai. reklamasi pada bekas konstruksi
‒ Sedimentasi dari tapak bukaan yang
air buangan ‒ Luas areal
sudah tidak
Kolam • reboisasi pada digunakan kembali
Pengendapan be kas tapak (Adit 1 & 2, spoil
(settlement bukaan. bank 1 dan 2, Mes
ponds). Karyawan, workshop,
Jalan Masuk, dll) dan
‒ Erosi dan
penghijauan dengan
sedimentasi dari
menggunakan Legum
tapak bukaan
atau jenis pohon lokal
seperti lokasi
lainnya.
adit 1 dan 2,
spoil bank 1 dan ‒ Melakukan
2, bekas pengelolaan
bangunan, bekas kestabilan lereng di
mes karyawan, spoil bank, dengan
• Menempatkan
material keruk
(sedimen) di lokasi
yang telah
ditetapkan (spoil
bank 1 dan 2)
dengan
memperhitung kan
volume timbunan.
• Memanfaatkan
sedimen atau
material keruk
untuk prasarana
dan mengurus
perizinan
pemanfaatan bahan
galian tersebut.
‒ Melakukan
pembuatan drainase
sementara di
sekeliling spoil bank
untuk mencegah
peningkatan sedimen
sebelum masuk ke
dalam sungai atau
anak- anak sungai
Asahan.
‒ Penyusunan
Dokumen Rencana
Penanggulangan
Pencemaran Air
2. Aktifitas Kantor, Gangguan ‒ Jumlah timbulan Mengurangi ‒ Penyusunan Program Areal Kantor, ‒ Tahap pasca PLTA ‒ DLHP Kab. ‒ KLH
Mes Karyawan Timbulan Sampah yang jumlah Sampah Pengelolaan sampah Gedung konstruksi Asahan-1 Toba Samosir
‒ ESDM
Sampah dibuang ke yang dibuang secara sistematis dan Pembangkit, Mes sebanyak satu
‒ Dinas PU
Tempat langsung ke jelas Karyawan kali untuk ‒ BLH Prov.
Pembuangan lingkungan atau penyusunan Sumut
‒ Menyediakan
Akhir (TPA) dibakar system
fasilitas pemilahan ‒ DLHP Kab.
pengolahan
‒ Kondisi sampah di seluruh
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pengelolaan Limbah B3
Faktor-faktor yang menentukan efektif atau tidak efektifnya pelaksanaan RKL pada
kegiatan pembangunan dan operasi PLTA Asahan-1 :
5.2 Saran
Adapun saran-saran yang perlu diberikan dari penelitian ini adalah :
- Makalah Amdal.
URL : [Link]
- Sushi Cake (2015). Amdal : RKL dan RPL (definisi dan fungsi).
URL : [Link]
[Link]
URL : [Link]
- Dinas Lingkungan Hidup (2018). Pengertian Amdal, Andal, UKL, UPL, RKL, dan RPL.
URL : [Link]