0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan25 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan PLTA Asahan

Makalah ini membahas rencana pengelolaan lingkungan proyek PLTA Asahan-1 yang mencakup pendekatan teknologi, sosial ekonomi, dan institusi untuk mengelola dampak lingkungan serta merumuskan lembaga pelaksana dan pengguna hasil pemantauan lingkungan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan25 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan PLTA Asahan

Makalah ini membahas rencana pengelolaan lingkungan proyek PLTA Asahan-1 yang mencakup pendekatan teknologi, sosial ekonomi, dan institusi untuk mengelola dampak lingkungan serta merumuskan lembaga pelaksana dan pengguna hasil pemantauan lingkungan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN

MAKALAH “RENCANA PENGELOLAAN


LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN - 1”

DOSEN PEMBIMBING :
Bagus Dwi Purwanto, S.T., M.T.

DISUSUN OLEH
1. Moch. Dimas Putra Effendi 1814211013 (V/S/SORE)
2. Farid Udin Hidayatulloh 1814221022 (V/S/SORE)
3. Nabila Annisa Putri 1814221035 (V/S/SORE)
4. Yogi Ravi Prasetiyo 1814221036 (V/S/SORE)
5. Ferdiansyah Maulana Kharisma 1814221037 (V/S/SORE)

UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK SIPIL
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha
Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusun bisa menyelesaikan makalah
yang berjudul “RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA
ASAHAN - 1” ini.

Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin


sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa, penyusun tidak
luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi teknik penulisan maupun tata bahasa.
Tetapi walaupun demikian, penyusun berusaha sebisa mungkin menyelesaikan makalah
meskipun tersusun sangat sederhana.

Penyusun menyadari tanpa kerja sama antara penyusun serta beberapa kerabat
yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penyusun demi tersusunnya
makalah ini. Untuk itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak yang tersebut
diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran
demi kelancaran penyusunan makalah ini.

Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan para pembaca
pada umumnya. Penyusun mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang
bersifat membangun.

Surabaya, 11 Desember 2020

(Tim Penyusun)

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang.................................................................................................... 1


1.2 Maksud dan Tujuan ............................................................................................ 1
1.3 Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan .................................................... 1
BAB II PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN ...................................... 3

2.1 Pendekatan Teknologi ........................................................................................ 3


2.2 Pendekatan Sosial Ekonomi ............................................................................... 3
2.3 Pendekatan Institusi ............................................................................................ 4
2.4 Arahan dan Tindakan Koreksi Hasil Rekomendasi Audit ................................. 4
BAB III RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ............................... 7

3.1 Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah .......................................................... 7


3.2 Upaya Pengelolaan Limbah Non-B3 (Sampah Domestik)................................. 9
3.3 Upaya Pengelolaan Limbah B3 .......................................................................... 11
3.4 Kesempatan Kerja dan Komunikasi antar Pekerja ............................................. 12
BAB IV TABEL MATRIK RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN............. 15

4.1 Tabel 1. Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) .............................. 15


BAB V PENUTUP............................................................................................................. 21

5.1 Kesimpulan......................................................................................................... 21
5.2 Saran ................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 22

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 ii


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Audit Lingkungan Hidup Wajib terhadap PLTA Asahan-1 di bawah pengelolaan


PT. Bajradaya Sentranusa yang berlokasi di Desa Ambarhalim, Desa Pintu Pohan, Desa
Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti dan Desa Siruar, Desa Tangga Batu I,
Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir – Provinsi Sumatera Utara telah
dilakukan.

Dari hasil temuan audit lingkungan tersebut diketahui bahwa kegiatan pada tahap
pasca- konstruksi hingga operasi PLTA Asahan-1 ini akan memiliki potensi dampak
terhadap lingkungan dan perlunya upaya perbaikan manajemen untuk meningkatkan
kinerja lingkungan di sekitar wilayah kerja PLTA Asahan-1.

Menurut peraturan yang berlaku, selanjutnya akan dilakukan pengelolaan terhadap


dampak penting tersebut sehingga perubahan yang terjadi dapat diketahui dan ditangani
dengan baik. Tata cara pengelolaan dampak-dampak tersebut dituangkan dalam dokumen
Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) ini.
1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari pengelolaan lingkungan ini adalah untuk :

 Mengupayakan pengelolaan lingkungan yang ditimbulkan terkait dengan kegiatan


pembangunan dan operasi PLTA Asahan-1 telah dilakukan termasuk komponen
yang ada di dalamnya.

 Mengetahui perubahan rona lingkungan, baik lingkungan fisik-kimia, biologi


maupun sosial ekonomi, sehingga dapat dikembangkan sistem tanggap darurat secara
dini bagi terjadinya perubahan tersebut.
 Merumuskan institusi pelaksana pengelolaan lingkungan dan institusi pengguna hasil
pemantauan lingkungan.

1.3 Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan


Kegunaan dilaksanakannya Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dari kegiatan
pembangunan dan operasi PLTA Asahan-1 adalah:

1. Bagi Pelaksana Proyek/Pemrakarsa

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 1


Digunakan pedoman dalam pelaksanaan program pengelolaan lingkungan hidup pada
tahap pasca-konstuksi hingga tahap operasi, sehingga pengelolaan lingkungan hidup
pada setiap tahapan kegiatan PLTA Asahan-1 dapat dilaksanakan secara bijak
lingkungan/berwawasan lingkungan.

2. Bagi Pemerintah

Digunakan sebagai sumber informasi dan pedoman dalam pelaksanaan pembinaan,


pengawasan dan pelestarian lingkungan yang terdapat di sekitar lokasi kegiatan
PLTA Asahan-1.

3. Bagi Masyarakat

Digunakan sebagai sumber informasi untuk dapat mengetahui dan memahami tentang
kegiatan PLTA Asahan-1. Dengan demikian, dapat dihindari adanya
kesalahpahaman, dan sekaligus dapat mewujudkan kerjasama yang saling
menguntungkan antara pihak pengelola dengan masyarakat di sekitarnya.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 2


BAB II

PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

2.1 Pendekatan Teknologi

Pendekatan teknologi digunakan untuk mengelola potensi resiko dampak terhadap


lingkungan, khususnya berupa:

 Pembuatan dan pengunaan secondary containment untuk mengumpulan potensi


ceceran minyak dan oli.

 Pembuatan kolam-kolam kontrol dengan perlakuan kimia/biologi apabila ditemukan


aliran air menuju Sungai Asahan yang melalui spoil bank 1 dan 2 memiliki sifat
fisik, kimia, dan biologi yang melampaui baku mutu (PP 82/2001).

 Pembuatan kolam-kolam pengendapan (settlement ponds) dengan perhitungan teknik


yang sesuai untuk menjamin kestabilan dan menghindari keruntuhan dinding baik
untuk kondisi normal maupun abnormal (misal curah hujan, gempa, dll).

 Penggunaan teknologi reklamasi dan penghijauan kembali pada areal-areal terbuka dan
spoil bank 1&2 baik untuk tanaman penutup maupun tanaman pohon, agar dapat
menunjuang fungsi ekologi setempat.

 Penggunaan teknologi sederhana dan efektif dalam melakukan upaya pengelolaan


limbah Non-B3, seperti teknologi composting untuk limbah organik dan daur ulang
untuk limbah lainnya.

 Penerapan teknologi informasi terhadap seluruh jenis limbah B-3 yang dihasilkan untuk
menjamin pengelolaan yang efektif dan penerapan Sistem Manajemen LK3.
2.2 Pendekatan Sosial Ekonomi

Pendekatan sosial ekonomi dalam upaya pengelolaan lingkungan PLTA Asahan-1


dapat berupa:
 Untuk aspek internal dengan melakukan pembauran secara intensif diantara pekerja
asing (China) baik dengan pekerja lokal maupun masyarakat setempat.
 Untuk aspek eksternal berupa menjaga komunikasi secara berkala dan intensif terhadap
masyarakat sekitar, baik melalui aparat tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan
maupun secara langsung dengan masyarakat beserta pemuka nya. Hal ini untuk
menjaga dan meningkatkan hubungan PLTA Asahan-1 dengan masyarakat dan
instansi pemerintah serta swasta.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 3


 Upaya peningkatan kapasitas masyarakat sekitar melalui program CSR yang disusun
berdasarkan pendekatan kondisi sosial, ekonomi dan budaya setempat.
2.3 Pendekatan Institusi
Pendekatan institusi diperlukan sebagai salah satu uapaya pengelolaan lingkungan hidup
PLTA Asahan-1, seperti:

 Pengangkutan, pemanfaatan dan pembungan akhir limbah Non-B3 seperti sampah


domestik, limbah kantor (kertas, plastik, kemasan) dapat berkerja sama dengan instansi
pemerintah (Dinas Kebersihan) dan lembaga pemanfaat limbah Non-B3.

 Pengangkutan, pemanfaatan dan pembuangan akhir limbah B-3 dengan menunjuk


lembaga swasta yang telah memiliki ijin angkut, pemanfaat, dan pembuangan akhis
Limbah B-3.

 Kerja sama pengelolaan lingkungan dengan institusi terkait seperti Otorita Asahan,
BLH Kabupaten Toba Samosir, dan lainnya sesuai dengan komponen lingkungan
yang dikelola.
2.4 Arahan dan Tindakan Koreksi Hasil Rekomendasi Audit
a. Perbaikan Pengelolaan Lingkungan dengan fokus pada Pengendalian Pencemaran
Air dan Tanah

 Pembuatan wadah-wadah pencegah tumpahan (secondary containment) untuk


lokasi-lokasi yang masih menggunakan genset sebagai sumber listrik.

 Melakukan analisa sifat kimia dan fisik material timbunan di spoil bank.
Hasilnya digunakan untuk menetapkan perlu tidaknya kolam-kolam kontrol dan
pre-treatment (bila perlu) sebelum aliran air yang melalui spoil bank menuju
Sungai Asahan.

 Melakukan uji lab terhadap:

 Air buangan (discharge water) dari kolam-kolam pengendapan yang


mengalir ke Sungai Asahan, untuk parameter pH, TSS dan TDS untuk
menjaga kualitas air sungai Asahan terhadap potensi peningkatan
sedimentasi kembali.

 Kualitas air Sungai Asahan sebelum intake, daerah intake, sebelum tail race,
dan setelah tail race sesuai sengan baku mutu yang berlaku (PP 82/2001).

 Memastikan penghijauan kembali pada bekas tapak bukaan yang sudah tidak
digunakan kembali (Adit 1 & 2, Mes Karyawan, Jalan Masuk, Areal Spoil Bank

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 4


1&2, dll) agar dimonitor selalu pelaksanannya dengan baik.

 Melakukan pengelolaan kestabilan lereng-lereng di spoil bank.

 Melakukan pengeloaan sedimentasi di sepanjang sungai.


b. Penyampaian Laporan RKL-RPL secara berkala setiap 6 bulan sekali yang
disampaikan kepada Instansi Pusat (Kementerian Negara Lingkungan Hidup,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten
Toba Samosir, dan Otorita Asahan).
c. Pengendalian Pencemaran Air sesuai PP 82/2001:
 Membuat rencana penanggulangan pencemaran air pada keadaan darurat dan atau
keadaan tidak terduga lainnya.
 Membuat mekanisme pelaporan dugaan atau terjadinya pencemaran air kepada
Pejabat yang berwenang.
 Memberikan informasi yang bernar dan akurat mengenai pelaksanaan kewajiban
pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

d. Upaya Pengelolaan limbah Non-B3 (Sampah Domestik)

 Penyusunan Program Pengelolaan sampah secara sistematis dan jelas.

 Menyediakan fasilitas pemilahan sampah di seluruh areal kerja dan mes


karyawan.

 Melakukan pembatasan timbulan, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali


sampah.

e. Upaya Pengelolaan Limbah B3

 Menyediakan tempat penampungan sementara.

 Menyusun Program Pengelolaan Limbah B3 secara sistematis dan jelas sesuai


peraturan yang berlaku.

 Menyediakan label yang tepat pada container yang sesuai dan tempat
penyimpanan sementara sesuai peraturan yang berlaku.

 Mengidentifikasi lokasi akhir dari limbah B3 beserta agen pengangkutnya sesuai


dengan peraturan yang berlaku.

f. Ketenagakerjaan

 Mewajibkan semua Tenaga Kerja Asing untuk dapat berkomunikasi dengan


Karyawan Indonesia dengan Baik, misal nya pelatihan penggunaan Bahasa

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 5


Indonesia di tempat kerja.

 Mewajibkan bagi Kontraktor, Supplier dan Konsultan Asing untuk menyiapkan


seluruh Prosedur Tertulis yang berkaitan dengan LK3 ke Dalam Bahasa
Indonesia dan/atau Bahasa Inggris.

 Melakukan training/kursus secara teratur untuk meningkatkan pengetahuan di


bidang LK3.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 6


BAB III

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

3.1 Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah

1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah terganggunya Kualitas dan Kuantitas air Sungai
Asahan dari sekitar bendung Intake hingga ke lokasi tail race di sekitar power house
akibat kegiatan operasi dan perawatan PLTA Asahan-1.

2. Sumber Dampak
 Ceceran minyak solar dari tetesan mesin genset, pengisian bahan bakar, dan
pembersihan mesin dan peralatan genset dekat bendung Intake. Ceceran solar dan
minyak dari kegiatan kapal dredging.
 Sedimentasi dari air buangan Kolam Pengendapan (settlement ponds).
 Erosi dan sedimentasi dari tapak bukaan seperti lokasi adit 1 dan 2, lokasi spoil
bank 1 dan 2, bekas bangunan, bekas mes karyawan, jalan masuk.

3. Tolak Ukur Dampak


 Kandungan minyak dan lemak, senyawa fenol dalam Air Sungai Asahan.

 Kandungan Residu Terlarut dan Residu Tersuspensi dalam air buangan.

 Kandungan Logam berat dalam air sungai.

 Luas areal reboisasi pada bekas tapak bukaan.

4. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup


Mempertahankan kondisi kualitas air sungai Asahan.

5. Pengelolaan Lingkungan Hidup


Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap dampak tumpahan minyak, erosi dan
sedimentasi di sekitar lokasi bendung intake, adit 1 & 2, spoil bank 1 dan 2, dan tail
race serta seluruh areal kerja PLTA Asahan-1 adalah sebagai berikut:

a. Pembuatan wadah-wadah pencegah tumpahan (secondary containment) untuk


lokasi-lokasi yang masih menggunakan genset sebagai sumber listrik.

b. Melakukan analisa sifat kimia dan fisik material timbunan di spoil bank.
Hasilnya digunakan untuk menetapkan perlu tidaknya kolam-kolam kontrol dan
pre-treatment (bila perlu) sebelum aliran air yang melalui spoil bank menuju

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 7


Sungai Asahan.

c. Melakukan uji lab terhadap air buangan (discharge water) dari kolam-kolam
pengendapan yang mengalir ke Sungai Asahan, khususnya untuk parameter pH,
TSS dan TDS untuk menjaga kualitas air sungai Asahan terhadap potensi
peningkatan sedimentasi kembali.

d. Melaksanakan reklamasi pada bekas tapak bukaan yang sudah tidak digunakan
kembali (Adit 1 & 2, spoil bank 1 dan 2, Mes Karyawan, workshop, Jalan Masuk,
dll) dan penghijauan dengan menggunakan Legum atau jenis pohon lokal
lainnya.

e. Melakukan pengelolaan kestabilan lereng di spoil bank, dengan cara:

1) Mengamankan kestabilan lereng spoil bank 1 dan 2 dari bahaya erosi dan
longsor.

2) Menjaga stabilitas dan keamanan spoil bank dengan memperhitungkan


kondisi timbunan di spoil bank.

f. Melakukan pengelolaan sedimentasi di sepanjang sungai dengan cara:

1) Melakukan pengerukan secara rutin di sepanjang sungai dan anak-anak


sungai.

2) Melakukan pengeloaan terhadap erosi dan sedimentasi dari spoil bank.

3) Melakukan pengelolaan saluran air alami dari hutan bagian atas spoil bank
dan menjaga peningkatan air larian agar tidak membahayakan timbunan
spoil bank.

4) Menempatkan material keruk (sedimen) di lokasi yang telah ditetapkan


(spoil bank 1 dan 2) dengan memperhitungkan volume timbunan.

5) Memanfaatkan sedimen atau material keruk untuk prasarana dan mengurus


perizinan pemanfaatan bahan galian tersebut.

g. Melakukan pembuatan drainase sementara di sekeliling spoil bank untuk


mencegah peningkatan sedimen sebelum masuk ke dalam sungai atau anak- anak
sungai Asahan.

h. Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Pencemaran Air pada Keadaan


Darurat dan atau Keadaan Tidak Terduga Lainnya.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 8


6. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Areal Genset dekat bending Intake;
 Spoil Bank 1 dan 2;
 Setllement Ponds;
 Areal tapak bukaan sperti di Adit 1&2, Bekas Mes Karyawn, bekas jalan masuk;
 Sungai Asahan dan anak sungai di sekitar kegiatan.

7. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk pembuatan wadah tumpahan
minyak.
 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk uji lab sifat kimia dan fisik air
buangan dari settlemet ponds dan aliran air yang melalui areal spoil bank 1 dan 2.
 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk rehabilitasi dan reboisasi
seluruh areal bekas tapak bukaan yang ada.
 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali menyusun Dokumen Rencana
Penanggulangan Pencemaran Air pada Keadaan Darurat dan atau Keadaan Tidak
Terduga Lainnya, dan selama tahap operasi dilakukan uji dokumen dan
perbaikan dokumen setiap tahun sekali.

8. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Pelaksana Pengelolaan Lingkungan : PLTA Asahan-1
 Pengawas Pengelolaan Lingkungan:
a. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir.
b. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Toba Samosir.

9. Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan

Penerima hasil pengelolaan lingkungan adalah :


 Kementerian Negara Lingkungan Hidup;
 Kementerian ESDM;
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara;
 Dinas Lingkungan hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir;
 Otorita Asahan.

3.2 Upaya Pengelolaan Limbah Non-B3 (Sampah Domestik)

1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah terganggunya kondisi lingkungan di sekitar PLTA
Asahan akibar timbulan Sampah..

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 9


2. Sumber Dampak
 Kegiatan kantor dan mes karyawan sebagai penghasil Sampah.

3. Tolak Ukur Dampak


 Jumlah timbulan Sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
 Kondisi kebersihan (housekeeping) disekitar areal kantor dan mes karyawan
secara visual.

4. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Mengurangi jumlah Sampah yang dibuang langsung ke lingkungan atau dibakar.

5. Pengelolaan Lingkungan Hidup


Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap timbulan Sampah adalah sebagai
berikut:

a. Penyusunan Program Pengelolaan sampah secara sistematis dan jelas.


b. Menyediakan fasilitas pemilahan sampah di seluruh areal kerja dan mes
karyawan.
c. Melakukan pembatasan timbulan, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali
sampah.
d. Menyediakan tempat penampungan sementara dan bila diperlukan bersama
pemerintah setempat menetapkan lokasi pembuangan akhir sampah.

6. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Areal Kantor, Gedung Pembangkit, Mes Karyawan.

7. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk penyusunan sistem pengolahan
Sampah dan penyediaan sarana yang dibutuhkan untuk daur ulang Sampah.
 Perawatan dan perbaikan terhadap semua fasilitas pengelolaan sampah secara
berkala sepanjang Tahap Operasi.

8. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Pelaksana Pengelolaan Lingkungan : PLTA Asahan-1
 Pengawas Pengelolaan Lingkungan:
a. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir
b. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Toba Samosir

9. Pelaporan Hasil Pengelolaam Lingkungan


Penerima hasil pengelolaan lingkungan adalah :

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 10


 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
 Kementerian ESDM
 Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
 Dinas Lingkungan hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir

3.3 Upaya Pengelolaan Limbah B3

1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah terganggunya kondisi lingkungan di sekitar PLTA
Asahan akibat limbah B3 yang dihasilkan.

2. Sumber Dampak
 Kegiatan perawatan dan pembersihan alat dan mesin utama maupun penunjang dari
operasi PLTA Asahan-1
 Kegiatan service besar dan kecil seluruh alat dan peralatan pembangkit listrik di
Power House

3. Tolak Ukur Dampak


 Kondisi kebersihan (housekeeping) di sekitar areal Power House secara visual
 Manifest pengiriman Limbah B3 ke pengangkut yang dijinkan untuk dikirim ke
tempat pengolahan akhir yang juga diijinkan

4. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Mengurangi pembuangan langsung Limbah B3 ke lingkungan
untuk menghindari penurunan kualitas lingkungan secara umum.

5. Pengelolaan Lingkungan Hidup


Upaya pengelolaan lingkungan hidup terhadap Limbah B3 adalah sebagai berikut:
a. Menyediakan tempat penampungan
b. Menyusun Program Pengelolaan Limbah B3 secara sistematis dan jelas sesuai
peraturan yang berlaku
c. Melakukan pengelolaan terhadap ceceran minyak solar dari tetesan mesin
genset, pengisian bahan bakar, dan pembersihan mesin dan peralatan genset serta
akibat kegiatan kapal dredging.
d. Menyediakan label yang tepat pada container yang sesuai dan tempat
penyimpanan sementara sesuai peraturan yang berlaku
e. Mengidentifikasi lokasi akhir dari limbah B3 beserta agen pengangkutnya sesuai
dengan peraturan yang berlaku.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 11


6. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Areal Gedung Pembangkit dan Sekitar lokasi yang masih menggunakan Genset

7. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk penyusunan system pengolahan
dan penyediaan sarana yang dibutuhkan untuk pengelolaan Limbah B3
 Pembangunan Tempat Penyimpanan Limbah B3 beserta sarana yang
dipersyaratkan

8. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Pelaksana Pengelolaan Lingkungan : PLTA Asahan-1
 Pengawas Pengelolaan Lingkungan:
a. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir

9. Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan


Penerima hasil pengelolaan lingkungan adalah:
 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
 Kementerian ESDM
 Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
 Dinas Lingkungan hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir
 Otorita Asahan

3.4 Kesempatan Kerja dan Komunikasi antar Pekerja

1. Dampak
Dampak yang dikelola adalah kesempatan kerja, keterbatasan komunikasi diantara
Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Asing dan peningkatan komunikasi
eksternal dengan msyarakat sekitar dan instansi terkait (pemerintah dan sawasta)

2. Sumber Dampak
Terbatasnya kesempatan kerja masyarakat lokal dan adanya perbedaan bahasa
yang digunakan dalam bekerja.

3. Tolak Ukur Dampak


a. Jumlah tenaga kerja lokal yang terserap dalam kegiatan
b. Terbentuknya Sistem Manajemen Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (SM LK3)
c. Lancarnya komunikasi antar Tenaga Kerja Indonesia dengan Tenaga Kerja
Asing (China) serta efektifnya komunikasi external

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 12


4. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Meningkatkan tenaga kerja lokal dan menghindari serta mengurangi resiko salah
pengertian dalam penerapan kebijakan, prosedur dan program-program LK3 yang
telah disepakati bersama.
 Meningkatnya manfaat operasi PLTA Asahan-1 bagi masyarakat sekitar.

5. Pengelolaan Lingkungan Hidup


Upaya pengelolaan lingkungan hidup adalah sebagai berikut:

a. Memberikan kesempatan pekerja lokal sesuai keahlian yang dibutuhkan


b. Meningkatkan pelatihan bagi tenaga kerja lokal yang terpilih sesaui kebutuhan
operasional kegiatan
c. Menyusun dan penerapan SM LK3 Asahan-1
d. Menerapkan komunikasi antar pekerja (Indonesia dan Asing) dengan bahasa
Indonesia atau bahasa Inggris.
e. Mewajibkan bagi Kontraktor, Supplier dan Konsultan Asing untuk menyiapkan
seluruh Prosedur Tertulis yang berkaitan dengan LK3 ke Dalam Bahasa
Indonesia dan/atau Bahasa Inggris.
f. Melakukan training/kursus secara teratur untuk meningkatkan pengetahuan di
bidang LK3

6. Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Seluruh areal kegiatan PLTA Asahan-1

7. Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk menyusun Sistem Manajemen
LK3 dan review SM LK3 setiap tahun sekali selama masa operasi.
 Tahap pasca-konstruksi sebanyak satu kali untuk penetapan program
pengembangan komunikasi internal
 Tahap Pasca-konstruksi hingga operasi sesuai kebutuhan dalam menyiapkan
prosedur tertulis mengenai standar penerapan kebijankan LK3
 Tahap Operasi secara berkala untuk melakukan training dan pelatihan mengenai
LK3

8. Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup


 Pelaksana Pengelolaan Lingkungan : PLTA Asahan-1
 Pengawas Pengelolaan Lingkungan:
a. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 13


b. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Toba Samosir

9. Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan


Penerima hasil pengelolaan lingkungan adalah:
 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
 Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
 Dinas Lingkungan hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir
 Otorita Asahan

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 14


BAB IV

TABEL MATRIKS RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

4.1 Tabel 1. Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak

1. ‒ Ceceran minyak Terganggunya ‒ PP 82/2001: Mempertahankan ‒ Pembuatan wadah- ‒ Lokasi genset ‒ Sekali saat pasca PLTA ‒ DLHP Kab. ‒ KLH
solar dari tetesan Kualitas Air kondisi kualitas wadah pencegah konstruksi untuk Asahan-1 Toba Samosir
• Kandungan ‒ Spoil Banks 1&2 ‒ ESDM
mesin genset, Sungai Asahan air sungai Asahan tumpahan (secondary penyediaan
minyak dan ‒ Dinas PU
pengisian bahan containment). ‒ Settlement Ponds wadah tumpahan ‒ BLH Prov.
lemak, senyawa
bakar, dan Sumut
fenol dalam Air ‒ analisa sifat kimia ‒ Tapak bukaan ‒ Sekali saat pasca
pembersihan
Sungai Asahan. dan fisik material konstruksi untuk ‒ DLHP Kab.
mesin dan ‒ Seluruh areal
timbunan di spoil uji lab air Toba Samosir
peralatan genset • Kandungan kerja PLTA
bank. buangan
dekat bendung Residu Terlarut Asahan-1 ‒ Otorita
settlement ponds
Intake. Ceceran dan Residu ‒ Uji lab terhadap air Asahan
solar dan Tersuspensi buangan (discharge ‒ Sungai anak ‒ Rehabilitasi dan
minyak dari dalam air water) dari kolam- sungai kegiatan reboisasi tapak
kegiatan kapal buangan. kolam pengendapan buakan sekali
dredging. Erosi yang mengalir ke saat pasca
dan sedimentasi • Kandungan
Sungai Asahan. konstruksi
dari areal Spoil Logam berat
Bank 1&2. dalam air ‒ Melaksanakan ‒ Sekali saat pasca
sungai. reklamasi pada bekas konstruksi
‒ Sedimentasi dari tapak bukaan yang
air buangan ‒ Luas areal
sudah tidak
Kolam • reboisasi pada digunakan kembali
Pengendapan be kas tapak (Adit 1 & 2, spoil
(settlement bukaan. bank 1 dan 2, Mes
ponds). Karyawan, workshop,
Jalan Masuk, dll) dan
‒ Erosi dan
penghijauan dengan
sedimentasi dari
menggunakan Legum
tapak bukaan
atau jenis pohon lokal
seperti lokasi
lainnya.
adit 1 dan 2,
spoil bank 1 dan ‒ Melakukan
2, bekas pengelolaan
bangunan, bekas kestabilan lereng di
mes karyawan, spoil bank, dengan

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 15


Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak
jalan masuk. cara :
• Mengamankan
kestabilan lereng
spoil bank 1 dan 2
dari bahaya erosi
dan longsor.
• Menjaga stabilitas
dan keamanan spoil
bank dengan
memperhitung kan
kondisi timbunan di
spoil bank.
‒ Melakukan
pengelolaan
sedimentasi di
sepanjang sungai
dengan cara:
• Melakukan
pengerukan secara
rutin di sepanjang
sungai dan anak-
anak sungai.
• Melakukan
pengeloaan
terhadap erosi dan
sedimentasi dari
spoil bank.
• Melakukan
pengelolaan saluran
air alami dari hutan
bagian atas spoil
bank dan menjaga
peningkatan air
larian agar tidak
membahayakan
timbunan spoil
bank.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 16


Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak

• Menempatkan
material keruk
(sedimen) di lokasi
yang telah
ditetapkan (spoil
bank 1 dan 2)
dengan
memperhitung kan
volume timbunan.
• Memanfaatkan
sedimen atau
material keruk
untuk prasarana
dan mengurus
perizinan
pemanfaatan bahan
galian tersebut.
‒ Melakukan
pembuatan drainase
sementara di
sekeliling spoil bank
untuk mencegah
peningkatan sedimen
sebelum masuk ke
dalam sungai atau
anak- anak sungai
Asahan.
‒ Penyusunan
Dokumen Rencana
Penanggulangan
Pencemaran Air
2. Aktifitas Kantor, Gangguan ‒ Jumlah timbulan Mengurangi ‒ Penyusunan Program Areal Kantor, ‒ Tahap pasca PLTA ‒ DLHP Kab. ‒ KLH
Mes Karyawan Timbulan Sampah yang jumlah Sampah Pengelolaan sampah Gedung konstruksi Asahan-1 Toba Samosir
‒ ESDM
Sampah dibuang ke yang dibuang secara sistematis dan Pembangkit, Mes sebanyak satu
‒ Dinas PU
Tempat langsung ke jelas Karyawan kali untuk ‒ BLH Prov.
Pembuangan lingkungan atau penyusunan Sumut
‒ Menyediakan
Akhir (TPA) dibakar system
fasilitas pemilahan ‒ DLHP Kab.
pengolahan
‒ Kondisi sampah di seluruh

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 17


Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak
kebersihan areal kerja dan mes Sampah dan Toba Samosir
(housekeeping) di karyawan penyediaan
‒ Dinas PU
sekitar areal sarana yang
‒ Melakukan
kantor dan mes dibutuhkan untuk ‒ Otorita
pembatasan
karyawan secara daur ulang Asahan
timbulan, pendauran
visual Sampah
ulang dan
pemanfaatan kembali ‒ Perawatan dan
sampah perbaikan
terhadap semua
‒ Menyediakan tempat
fasilitas
penampungan
pengelolaan
sementara dan bila
secara berkala
diperlukan bersama
sepanjang Tahap
pemerintah setempat
Operasi
menetapkan lokasi
pembuangan akhir
sampah.
3. ‒ Kegiatan Terganggunya ‒ Kondisi kebersihan Mengurangi ‒ Menyediakan tempat Areal Gedung ‒ Tahap pasca- PLTA ‒ BLH Provinsi ‒ KLH
perawatan dan kondisi (housekeeping) di pembuangan penampungan oli Pembangkit dan konstruksi Asahan-1
‒ DLHP Kab. ‒ BLH Prov.
pembersihan lingkungan di sekitar areal Power langsung bekas dll Sekitar lokasi sebanyak satu
Toba Samosir Sumut
alat dan mesin sekitar PLTA House secara Limbah B3 ke yang masih kali untuk
‒ Menyusun Program
utama maupun Asahan akibat visual lingkungan untuk menggunakan penyusunan ‒ DLHP Kab.
penunjang dari limbah B3 menghindari Pengelolaan Limbah Genset sistem Toba Samosir
‒ Manifst B3 secara sistematis
operasi PLTA yang penurunan pengolahan dan
pengiriman dan jelas sesuai ‒ Otorita
Asahan-1 dihasilkan kualitas penyediaan
Limbah B3 ke dengan oeraturan Asahan
lingkungan sarana yang
‒ Kegiatan pengangkut yang yang berlaku
secara umum dibutuhkan untuk
service besar diijinkan untuk
‒ Melakukan pengelolaan
dan kecil dikirim ke tempat
pengelolaan terhadap limbah B3
seluruh alat dan pengolahan akhir
peralatan yang juga diijinkan ceceran minyak solar ‒ Pembangunan
pembangkit dari tetesan mesin Tempat
listrik di Power genset, pengisian Penyimpanan
House bahan bakar, dan Limbah B3
pembersihan mesin beserta sarana
dan peralatan genset yang
serta akibat kegiatan dipersyaratkan
kapal dredging. pada saat pasca-
‒ Menyediakan label kosntruksi
yang tepat pada

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 18


Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak
container yang sesuai
dan tempat
penyimpanan
sementara sesuai
peraturan yang
berlaku
‒ Mengidentifikasi
lokasi akhir dari
limbah B3 beserta
agen pengangkutnya
sesuai dengan
peraturan yang
berlaku
4. Terbatasanya Kesempatan ‒ Jumlah tenaga Menghindari ‒ Memberikan Seluruh areal ‒ Tahap pasca- BDSN ‒ DLHP Kab. ‒ KLH
kesempatan kerja kerja, kerja lokal yang dan mengurangi kesempatan pekerja kegiatan PLTA konstruksi Toba Samosir
‒ BLH Prov.
masyarakat lokal keterbatasan terserap dalam resiko salah lokal sesuai keahlian Asahan-1 sebanyak satu
‒ Dinaskertrans Sumut
dan adanya komunikasi kegiatan pengertian dalam yang dibutuhkan kali untuk
Kab. Toba
perbedaan bahasa diantara penerapan penyusunan SM ‒ DLHP Kab.
‒ Terbentuknya ‒ Meningkatkan Samosir
yang digunakan Tenaga Kerja kebijakan, LK3 dan Toba Samosir
Sistem Manajemen pelatihan bagi tenaga
dalam bekerja Indonesia dan prosedur penetapan
Lingkungan, kerja lokal yang ‒ Otorita
Tenaga Kerja dan program- program
Kesehatan dan terpilih sesaui Asahan
Asing program LK3 pengembangan
Keselamatan Kerja kebutuhan
yang telah komunikasi
(SM LK3) operasional kegiatan
disepakati internal/eksternal
‒ Lancar nya bersama ‒ Menyusun dan
‒ Tahap pasca-
komunikasi antar penerapan SM LK3
konstruksi
Tenaga Kerja Asahan-1
hingga operasi
Indonesia dengan
‒ Menerapkan sesuai kebutuhan
Tenaga Kerja
komunikasi antar dalam
Asing (China)
pekerja (Indonesia menyiapkan
dan Asing) dengan prosedur tertulis
bahasa Indonesia mengenai standar
atau bahasa Inggris. penerapan
kebijankan LK3
‒ Mewajibkan bagi
Kontraktor, Supplier ‒ Tahap Operasi
dan Konsultan Asing untuk training
untuk menyiapkan dan mengenai
seluruh Prosedur LK3

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 19


Instansi
Sumber Dampak/ Pengelolaan Lokasi Waktu dan
Dampak Parameter dan Tujuan Rencana
Kegiatan Pemantauan
No. Penting yang Tolok Ukur yang Pengelolaan
Penyebab Lingkungan Hidup Pengelolaan Pelaksana Pengawas Pelaporan
Dikelola Dikelola Lingkungan
Dampak
Tertulis yang
berkaitan dengan
LK3 ke Dalam
Bahasa Indonesia
dan/atau Bahasa
Inggris.
‒ Melakukan
training/kursus
secara teratur untuk
meningkatkan
pengetahuan di
bidang LK3

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 20


BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Beberapa aspek pengelolaan lingkungan yang telah direncanakan terkait adanya


kegiatan pembangunan dan operasi PLTA Asahan-1 :

 Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah.

 Pengelolaan Limbah Non-B3 (Sampah Domestik)

 Pengelolaan Limbah B3

 Kesempatan Kerja dan Komunikasi antar Pekerja

Faktor-faktor yang menentukan efektif atau tidak efektifnya pelaksanaan RKL pada
kegiatan pembangunan dan operasi PLTA Asahan-1 :

 Kemauan pemrakarsa melaksanakan RKL dengan baik dan benar sesuai


dengan aturan yang berlaku.

 Ketersediaan fasilitas pengelolaan limbah dengan baik.

 Adanya pengawasan dari intansi pembina terkait.

5.2 Saran
Adapun saran-saran yang perlu diberikan dari penelitian ini adalah :

 Dokumen RKL harus diperbanyak d a n diberikan pada tiap-tiap bidang


kegiatan agar semua pihak mengetahui rencana pengelolaan lingkungan hidup
pada perusahaannya.

 Pihak perusahaan harus segera memperhatikan atau menanggapi dengan


serius sekecil apapun keluhan-keluhan masyarakat sekitar tentang dampak
pengelolaan lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan dan
operasi PLTA Asahan-1, karena persoalan yang kecil bila dibiarkan akan
menimbulkan persoalan yang lebih besar.

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 21


DAFTAR PUSTAKA

- Makalah Amdal.

URL : [Link]

- Sushi Cake (2015). Amdal : RKL dan RPL (definisi dan fungsi).

URL : [Link]
[Link]

- Frans Sang (2015). RKL/RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan/Rencana Pemantauan


Lingkungan).

URL : [Link]

- Dinas Lingkungan Hidup (2018). Pengertian Amdal, Andal, UKL, UPL, RKL, dan RPL.

URL : [Link]

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PROYEK PLTA ASAHAN – 1 22

Anda mungkin juga menyukai