0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan35 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi 2021

Dokumen ini berisi rencana keselamatan konstruksi untuk rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah di Kota Batam dan Kabupaten Bintan yang mencakup (1) kepemimpinan dan partisipasi pekerja, (2) perencanaan keselamatan, (3) dukungan keselamatan, (4) operasi keselamatan, dan (5) evaluasi kinerja keselamatan."

Diunggah oleh

DwikiNovianDharma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan35 halaman

Rencana Keselamatan Konstruksi 2021

Dokumen ini berisi rencana keselamatan konstruksi untuk rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah di Kota Batam dan Kabupaten Bintan yang mencakup (1) kepemimpinan dan partisipasi pekerja, (2) perencanaan keselamatan, (3) dukungan keselamatan, (4) operasi keselamatan, dan (5) evaluasi kinerja keselamatan."

Diunggah oleh

DwikiNovianDharma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DATA PELELANGAN

Dokumen Rekaman :

Alamat : Jl. Pasir Putih Kompleks Pertokoan Accelance Blok B No. 11, Teluk Tering, Batam Kota,
Batam
Dokumen Asli ditukan pada : Kelompok Kerja ( Pokja ) Pemilihan 36 BP2JK Wilayah Kepulauan Riau

Pengumuman No. : 002/DOKPIL-ADD01/POKJA-36/PSPOP/I/2021

Proyek / Unit Kerja : SATUAN KERJA PELAKSANAAN PRASARANA PERMUKIMAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Departemen / Lembaga / : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Pemda
Alamat : -

Dibiayai Dana : APBN

Tahun Anggaran : Tahun Anggaran 2021

Pekerjaan : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN
KAB. BINTAN
Lokasi : KOTA BATAM DAN KABUPATEN BINTAN

Nilai Pagu dana : Rp. [Link],00 Nilai Jaminan : Rp. 545.091.960,00

Nilai OE :

Masa Pelaksanaan : 210 HARI KALENDER

Tanggal Masuk : Tanjungpinang, 15 Januari 2021 Waktu :

Nama Perusahaan : PT. PULAU BINTAN BESTARI

Alamat Perusahaan : Jalan Merpati No.35 Tanjungpinang

Direktur Utama : AGUS SALIM

Telp. : 081270718888 Fax : 0771-4440706

Email : [Link]@[Link]

Tanda Tangan : Jabatan : Direktur Utama

PJT : TOMSON SIHOMBING, ST

Jabatan : Penanggung Jawab Teknis

Petugas K3 : SANGGAM M. PANGABEAN, ST

Nomor Surat : Nomor : 025/RKK/[Link]/I/ 2021


DOKUMEN RENCANA KESELAMATAN KERJA
Nomor : 025/RKK/[Link]/I/ 2021

IDENTITAS PROYEK

NAMA INSTANSI : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

POKJA : Kelompok Kerja ( Pokja ) Pemilihan 36 BP2JK Wilayah Kepulauan Riau

PEKERJAAN : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM
DAN KAB. BINTAN

LOKASI : KOTA BATAM DAN KABUPATEN BINTAN

ANGGARAN : APBN Tahun Anggaran 2021

Nomor :
RENCANA KESELAMATAN KONSTRKSI
( RKK )
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN
PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB.
BINTAN

DAFTAR ISI
A. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu Eksternal dan Internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi

B. PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI


B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian resiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan Peraturan Perundangan

C. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI


C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi

D. OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI


D.1. Perencanaan Operasi

E. EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI


E.1. Pemantauan dan Evaluasi
E.2. Tinjauan Manajemen
E.3. Peningkatan Kinerja Keselamatan Konstruksi
I. LATAR BELAKANG
Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : 05/Men/1996 Tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi seluruh Personil dan segala sesuatu yang berhubungan dengan
Pelaksanaan pekerjaan dilapangan, Membuat suatu manajemen yang mengatur dan mengelola
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Pekerjaan yang merujuk pada ketetapan/Aturan
Resmi dari Pemerintah seperti tersebut diatas.

II. PERSYARATAN UMUM


Secara umum Sistem Manajemen MK3 Perusahaan adalah sebagaimana tergambar dalam skema berikut :
A. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
Kami Selaku Direktur PT. PULAU BINTAN BESTARI dengan Ini kami memberikan Pernyataan atas nama
perusahaan bahwa kami akan menerapkan Sistem Manejemen Keselamatan Konstruksi dan berpartisipasi
dalam keselamatan konstruksi Dalam Melaksanakan Kegiatan Konstruksi.

* Memenuhi persyaratan pelanggan dan mencegah cidera dan sakit akibat kerja serta melakukan
peningkatan berkelanjutan terhadap manajemen dan kerja
* Menetapkan Kebijakan sesuai dengan sifat alamiah dan skala resiko MK3 yang ada di Perusahaan
PT. PULAU BINTAN BESTARI.
* Menjadikan Kebijakan Ini sebagai kerangka dalam menetapkan dan mengevaluasi sasaran MK3
* Seluruh efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan dipantau dan diukur secara berkala dengan
mengacu pada sasaran mutu dan K3 perusahaan beserta semua unit pendukungnya.
* Mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan MK3 lainnya yang relevan bagi perusahaan PT.
PULAU BINTAN BESTARI.
* Mengkomunikasikan kebijakan kepada semua orang yang bekerja di bawah kendali organisasi.
* Mengevaluasi kebijakan ini secara periodik untuk peningkatan kinerja MK3 yang
berkesinambungan.

Direktur PT. PULAU BINTAN BESTARI memberikan bukti perlibatan dan partisipasinya pada
pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu dan K3 dan terus menerus memperbaiki
keefektifannya dengan jalan :
Mengadakan rapat pengarahan secara berkala, dan menekankan pentingnya memenuhi persyaratan
pelanggan, K3, undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Menetapkan dan mengesahkan kebijakan mutu dan K3
Menetapkan dan mengesahkan sasaran mutu dan K3 (MK3) perusahaan hingga sasaran mutu dan K3 unit-
unit kerja yang mendukungnya.
Melaksanakan dan bertindak sebagai ketua rapat tinjauan manajemen, yang pelaksanaannya diatur dalam
Prosedur Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

Direksi menetapkan dan mengesahkan Kebijakan MK3, berupa surat keputusan yang mencakup :

* Maksud dan Tujuan


* Ikrar Perlibatan untuk Memenuhi persyaratan dan terus menerus memperbaiki Sistem Manajemen
K3
* Tersedianya Kerangka Kerja untuk menetapkan dan meninjau Sasaran MK3
* Kebijakan MK3 ini dikomunikasikan, dipahami dalam Organisasi dan didokumentasikan
* Pelaksanaan Tinjauan pada waktu terjadwal, sehingga dapat dilakukan penyesuaian terus-menerus

B. PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI


Perencanaan di sini dimaksudkan bahwa program K3 yang ada di Proyek direncanakan sesuai dengan
kondisi pekerjaan dan lingkungan yang ada di sekitar proyek.
Perencanaan meliputi :
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian resiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan Peraturan Perundangan
C. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Dalam upaya pelaksanaan pekerjaan dalam proyek perlu diadakannya dukungan keselamatan konstruksi
yang meliputi :
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
Operasi keselamatan konstruksi dalam pelaksanaan pekerjaan meliputi :
(terlampir)
D.1. Perencanaan Operasi
E. EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Evaluasi Keselamatan Konstruksi (Terlampir dibelakang halaman ini)
E.1. Pemantauan dan Evaluasi
E.2. Tinjauan Manajemen
E.3. Peningkatan Kinerja Keselamatan
Konstruksi
IV. STRUKTUR ORGANISASI
Dalam menjalankan aktivitas perusahaan, struktur organisasi telah ditetapkan untuk menjamin peran,
tanggung jawab, akuntabilitas dan mendelegasikan wewenang untuk memfasilitasi SMMK3 yang efektif.

Direksi menetapkan dan mengesahkan struktur organisasi seperti yang terlampir pada Manual MK3 ini.
Tugas dan wewenang setiap Personil baik yang terkait dengan mutu maupun K3 ataupun terkait dengan
struktur organisasi, untuk tingkat Kepala Divisi/ Bagian dibuat oleh Kepala Divisi/ Bagian bersama dengan
Direksi/ Pimpinan Cabang kemudian disahkan oleh Direksi/ Pimpinan Cabang. Untuk tingkat dibawah
Kepala Divisi/ Bagian sampai tingkat terbawah, dibuat oleh Kepala Divisi/ Bagian bersama dengan Divisi/
Bagian SDM direview oleh Direksi/ Pimpinan Cabang dan disahkan oleh Kepala Unit Kerja masing-masing.
Sedangkan untuk Proyek dibuat oleh Kepala Proyek bersama dengan Kepala Divisi / Bagian Teknik,
direview Direksi / Pimpinan Cabang dan disahkan oleh Kepala Divisi / Bagian Teknik.
V. MAKSUD DAN TUJUAN
Perusahaan memastikan bahwa metodologi untuk identifikasi bahaya dan penilaian risiko Keselamatan
konstruksi mempertimbangkan :

* Lingkup, Karakteristik, waktu dan bersifat proaktif.


* Tersedianya Informasi mengenai :
* Identifikasi Bahaya
* Klasifikasi Resiko Keselamatan konstruksi
* Resiko Keselamatan konstruksi yang akan dihilangkan atau diminimalkan
* Pengalaman Operasi dan kemampuan pengendalian resiko K3 yang ada
* Informasi tentang :
* Persyartan-persyaratan fasilitas dan peralatan
* Persyaratan Pelatihan
* Persyaratan pengembangan pengendalian Resiko
* Persyaratan pemantauan & pengukuran untuk memastikan efektifitas implementasi

VI. TUJUAN

Untuk memastikan atau menjamin bahwa pekerjaan yang dilaksanakan di Satuan Kerja Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
, telah mencakup/ menjamin hal-hal tentang :

1 Pemakaian peralatan/perlengkapan yang memadai


2 Dapat mengidentifikasi sumber-sumber/potensi bahaya
3 Melaksanakan metode yang benar (menyediakan tempat-tempat khusus untuk material yang
memerlukan penanganan khusus, bongkar muat)

VII. RUANG LINGKUP


Instruksi kerja ini hanya berlaku pada Paket Pekerjaan REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN
PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN.

VIII. DEFINISI
1 Pekerjaan ini adalah REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN.
Keselamatan dan Kesehatan konstruksi adalah untuk memberikan suatu dasar dalam bekerja yang

menuju kearah tujuan akhirnya, yakni mencegah terjadinya cedera atau gangguan kesehatan yang

disebabkan karena kejadian dan keadaan yang berhubungan dengan pekerjaan.


2 Kategori I adalah jenis kecelakaan yang dapat menimbulkan kerusakan ringan atau pada prinsipnya
tidak membutuhkan perawat I rawat inap di Rumah Sakit.
3 Kategori II adalah jenis kecelakaan yang dapat menimbulkan kerusakan sedang/ korban luka berat
atau mebutuhkan rawat inap di rumah sakit.
Kategori III adalah jenis kecelakaan yang dapat menimbulkan kerusakan berat/ korban meninggal
dunia.
IX. KETENTUAN UMUM
1 Keselamatan kerja adalah tanggung jawab moril baik karyawan maupun pimpinan perusahaan
2 Penanggung jawab dalam pelaksanaan K3 di proyek adalah Kasie QA (Quality Assurance), dengan
memastikan melakukan inspeksi secara berkala.
3 Setiap personil/pegawai harus diberikan pelatihan mengenai K3 yang sesuai dengan lingkup dan
tugasnya.
4 Setiap area tempat kerja yang mempunyai resiko dan kemungkinan terjadinya bahaya, harus
menyediakan petunjuk - petunjuk / informasi - informasi yang tepat cara penanganan dan
pencegahan bahaya - bahaya yang mungkin terjadi. (gbr 1.1 – 1.2)
5 Setiap karyawan harus disediakan kebutuhan akan alat-alat pelindung diri, dilatih bagaimana cara
menggunakan, dan digunakan tempat yang seharusnya.
6 Bahan-bahan yang mudah meledak atau terbakar harus disimpan, diangkat dan diperlakukan
sedemikian rupa sehingga dapat dicegah dari kemungkinan terjadinya kebakaran
7 Alat-alat penyelamat harus tersedia diareal atau tempat-tempat yang membutuhkan
8
Pekerjaan yang dilakukan diatas air harus menyediakan peralatan keselamatan, seperti pelampung/
life jacket yang mudah dijangkau dan diketahui oleh pegawai yang berada dilokasi tersebut.

9 Peralatan / kendaraan sebelum digunakan harus diperiksa dulu kelayakannya.


10
Pihak Manajemen proyek harus melakukan tinjauan manajemen mengenai safety secara berkala.

11 setiap personil saat bekerja dilapangan harus dilakukan secara berkelompok


12 Masing-masing kelompok harus disediakan sarana untuk berkomunikasi.
13 Pada saat bekerja pegawai disarankan mengenakan identitas pengenal
14 Semua pegawai dari Pihak Penyedia Jasa untuk Pekerjaan REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA
DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN diasuransikan kesehatannya oleh
Perusahaan.

X. TANGGUNG JAWAB
1 Manajer Proyek
a Menyetujui konsep Instruksi Safety yang akan dilaksanakan diproyek
b Memimipin penerapan program K3 di proyek yang menjadi tanggung jawabnya
c Memimpin rapat tinjauan manajemen atau rapat koordinasi tentang pelaksanaan program K3
d Memimpin upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program K3

2 Penanggung Jawab Quality Assurance


a Menyusun konsep Instruksi tentang Safety yang sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan dan
membahasnya bersama bagian-bagian yang terkait
b Merekomendasikan Konsep yang telah dibahas kepada Manajer proyek
c Memeriksa, memonitor, mengevaluasi pelaksanaan K3 ditingkat proyek
d Melaporkan penerapan dan pelaksanaan K3 ditingkat proyek kepada Manajer Proyek
e Membuat resume tentang pelaksanaan K3

3 Manajer Pelaksanaan
a Bertanggung jawab akan keselamatan karyawan yang berada dibawah pengawasannya
b Terjadi keadaan yang kurang aman, tidak aman atau darurat.

XI. PENANGANAN KECELAKAAN


1 Tangani segera apabila ada kecelakaan Kerja dan utamakan keselamatan Jiwa Manusia
2 Segera berikan pertolongan pertama pada kecelakaan sesuai dengan jenis kecelakaan
3 Apabila perlu, segera dibawa ke Puskesmas/dokter/ rumah sakit yang telah dirujuk pada alamat
yang ditentukan
4 Hubungi kepolisian Babinsa setempat apabila kecelakaan tersebut memerlukan pertolongan yang
serius
XII. PENANGANAN BILA TERJADI KEBAKARAN
1 Apabila terjadi kebakaran kecil agar ditangani sendiri dengan menggunakan peralatan Pemadam
kebakaran
2 Beritahukan kepada personil yang berada dilokasi bahwa terjadi bahaya kebakaran
3 Jika terjadi kebakaran besar yang tidak dapat ditangani sendiri,utamakan manusia dengan
memberitahukan agar menjauhi lokasi
4 Laporkan kejadian kebakaran kepada penanggung jawab safety
Catatan :
1 Jika di lokasi pekerjaan banyak terdapat kayu-kayu kering, yang diperhatikan adalah :
- Dilarang membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan
- Bara-bara api/ bekas api unggun harus dipastikan telah benar-benar padam ketika akan
meninggalkan tempat
2 Peralatan pemadam api/ Fire extinguisher, harus disediakan pada tempat-tempat rawan tertentu
yang memerlukan

XIII. PERALATAN KESELAMATAN PEGAWAI

Setiap personil yang bertugas pada pelaksanaan pekerjaan, untuk paket pekerjaan yang berisiko tinggi
terutama yang dilapangan wajib menggunakan Peralatan Pelindung Diri Yang sesuai dengan Standar yaitu :

1 Helm Proyek, disarankan dipakai setiap kelapangan dan diwajibkan dipakai pada tempat-tempat
yang berisiko tinggi terhadap kejatuhan / benturan material;
2 Sepatu Proyek, Dipakai setiap hari dilapangan/ site;
3 Pakaian Seragam, dan identitas pengenal diri;
4 Masker, jika bekerja didaerah yang beracun/ berbau yang bisa mengakibatkan terganggunya
kesehatan;
5 Sarung Tangan, bila hal tersebut diperlukan (untuk tukang Las Diwajibkan);
6 Kacamata Pelindung, jika hal tersebut diperlukan

Helm Pengaman
Sepatu Proyek
Kaca Mata Pelindung
Jacket Pengaman
7 Body Protector (pelindung Badan), apabila hal tersebut diperlukan (tukang Las Diwajibkan);
8 Life Jacket (Pelampung), untuk bekerja diatas air dipakai setiap menggunakan transportasi air
9 P3K, disediakan ditempat-tempat yang memerlukan
10 Perlengkapan P3K harus diperiksa kembali kelengkapannya setelah dipergunakan
11 Setiap Pembantu Pelaksana, pelaksana, koordinator pengukuran harus dilengkapi dengan sarana
komunikasi;
12 Memastikan sarana komunikasi berfungsi dengan baik
13 Disediakan layout ruangan ditempat-tempat strategis

TARGET YANG INGIN DICAPAI :


· ZERO ACCIDENT
· MUST BE USE HELMET, SAFETY SHOES & OTHERS SAFETY EQUIPMENT
· KEEP IN ORDER
· PROJECT CLEAN, NEAT AND HEALTH

XIV. PEKERJAAN PENGUKURAN DAN PEMATOKAN


Untuk pegawai bagian pengukuran/ surveyor serta pematokan diharuskan melaksanakan hal-hal sebagai
berikut :
1 mengenakan peralatan pelindung diri
2 mengetahui lay out daerah yang akan dikerjakan dengan memahami gambar teknik yang menjadi
tanggung jawabnya
3 Pada saat Pelaksanaan di lapangan harus dipastikan apakah lokasi yang diinjak adalah rawa atau
bukan dengan cara menggunakan ranting yang ditusukkan ketanah.
4 Penguasaan terhadap peralatan yang digunakan
5 Membawa perlengkapan P3K, perlengkapan tidur/ istirahat yang layak pakai ; tenda tidak tembus
air, lindungi tempat berkemah dengan garam untuk menghindari binatang-binatang hutan
mendekat
Bagi tim perintis, patahkan batang-batang sebagai jejak untuk membantu agar tidak tersesat pada
waktu kembali

XV. PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN


1 Mengenakan peralatan pelindung sesuai dengan yang disyaratkan
2 Operator mempunyai surat ijin mengoperasikan peralatan
3 Operator bekerja atas perintah Pelaksana
4 Operator harus mengetahui area yang akan digali atau ditimbun
5 Operator Melaksanakan Pengoperasian alat sesuai instruksi kerja yang berlaku di proyek
6 Menggunakan Alat bantu jika diperlukan
7 Operator bekerja dalam keadaan fit/ sehat
8 Membuat Rambu-rambu Pengaman untuk menghidari kejadian kecelakaan kerja
XVI. PERJALANAN DAN FASILITAS TRANSPORTASI
Perjalanan dan fasilitas transportasi di/ ke lokasi pekerjaan dapat ditempuh dengan jalan darat, untuk itu
perlu diperhatikan / diwajibkan mengikuti hal-hal sebagai berikut :
1 Mengenakan peralatan pelindung/ penyelamat sesuai dengan yang disyaratkan
2 Semua fasilitas transportasi terutama dump truck dan mobil harus operasi dengan izin resmi dari
pihak yang berwenang
3 Semua Pengemudi harus mempunyai SIM
4 Kendaraan harus dilengkapi P3K secukupnya serta untuk perbaikan kecil
5 Semua Penggunaan Transport harus menggunakan Sabuk pengaman selama perjalanan
6 Kendaraan disarankan tidak melebihi kecepatan 60 km /jam
7 Pengoperasiaan kendaraan tidak boleh melebihi kapasitas

XVII. KECELAKAAN DAN PENANGANAN

NO. JENIS KECELAKAAN CARA PENANGANAN KECELAKAAN

1 Luka
a Pendarahan Akibat Benda Tajam - Benda Tajam tersebut jangan dulu dicabut dari lukanya
- Tentukan pendarahan dan lindungi dengan kapas dan
perban
- Ikat pangkal / aliran sumber darah dengan kain, 15- 30
menit sekali dibuka selama 1 menit
- Bersihkan luka dengan betadine
- Bawa korban segera kerumah sakit / dokter dengan posisi
luka diatas jantung

b - Gejala Sesak Nafas dan memar, segera dibawa


Pendarahan Akibat Benda Tumpul Puskesmas/dokter/rumah sakit untuk diobservasi Pertama
selama 12 jam

2 Keracunan
a Keracunan akibat makanan atau - Segera berikan susu/putih telur/air kelapa atau air putih
- Gejala : mual, pusing, kaki dingin, bola mata membesar
minuman yang tidak diketahui sebelah

b Keracunan Akibat makanan atau - Segera dimuntahkan


- Segera berikan susu/puith telur/air kelapa atau air putih
minuman yang mudah terbakar :

minyak tanah, bensin, baygon, dll

c Keracunan Akibat Alkohol - segera berikan 3 sendok Air the/kopi dalam 1/2 gelas

3 Luka Bakar
- Luka Bakar Ringan I - Dinginkan / Kompres dengan Air
- Luka Bakar Ringan II - Berikan Minuman Sebanyak-banyaknya
- Luka Bakar Ringan III - Keluarkan Cairan yang terjadi akibat luka bakar dan berikan
Betadine
4 Dipatuk / Digigit Ular - Menghentikan penyebaran racun dengan mengikat bagian
pangkal atau sumber aliran

5 Disengat Lebah - Kompres dengan air es pada bekas sengayan


- Digosok-gosok dengan pasir atau bunga-bungaan

6 Gatal - Gatal - Segera berikan Talk atau serbuk yang mengandung


antiseptic
- Berikan CTM

7 Panas / Overhead - Bawa ketempat yang teduh


- Berikan air putih secukupnya
- Sedot lendir pada hidung jika ada
- Untuk mnghindari dehidrasi, minum air, minum air
sebanyak-banyaknya bila bekerja dibawah panas matahari
- Panas akan berakibat ke paru-paru atau nafas
- Untuk dilakukan :
a Bila ada teman 2 orang
5 x dada (agak kiri) ditekan secukupnya lalu 1 x ditiup dari
hidung atau mulut (Salah satu ditutup) terus-menerus
selama ± 15 Menit
b Bila sendirian
15 x dada ditekan secukupnya lalu ditiup 2 x

Tanjungpinang, 15 Januari 2021


PT. PULAU BINTAN BESTARI

AGUS SALIM
Direktur Utama
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : AGUS SALIM
Jabatan : Direktur Utama
Bertindak untuk
dan atas nama : PT. PULAU BINTAN BESTARI

Dalam rangka pengadaan REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA
BATAM DAN KAB. BINTAN pada Pokja Kelompok Kerja ( Pokja ) Pemilihan 36 BP2JK Wilayah Kepulauan
Riau berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan
memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:

1 Memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi;


2 Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3 Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4 Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5 Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6 Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP)
7 Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

Tanjungpinang, 15 Januari 2021


PT. PULAU BINTAN BESTARI

AGUS SALIM
Direktur Utama
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi

B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian resiko, Pengendalian dan Peluang


Nama Perusahaan :
PT. PULAU BINTAN BESTARI
Pekerjaan :
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
Lokasi :
KOTA BATAM DAN KABUPATEN BINTAN
Tanggal dibuat :
Tanjungpinang, 15 Januari 2021

Penjelasan :
1 Akibat, Nilai 1 : Luka Ringan 3 Resiko = Akibat x Peluang
Nilai 2 : Luka Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian
2 Peluang, Nilai 1 : Luka Ringan 4 Tingkat Resiko Kegiatan : Nilai 1 - 2 = Resiko Rendah
Nilai 2 : Luka Sedang Nilai 3 - 4 = Resiko Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian Nilai 6 - 9 = Resiko Tinggi

Deskripsi Risiko Penilaian Resiko Penilaian Sisa Risiko


Persyaratan
No Pemenuhan Pengendalian Awal Kemung Nilai Tingkat Pengendalian Lanjutan Nilai Tingkat Keterangan
Identifikasi Bahaya Jenis Bahaya Keparah Kemung Keparah
Uraian Pekerjaan Peraturan k inan Risiko Risiko Risiko Risiko
(Skenario Bahaya) (Tipe Kecelakaan) an (A) kinan (F) an (A)
(F) (FXA) (TR) (FXA) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 PERKERJAAN PERSIAPAN

- Terjepit, tergores, terbentur dan tangan terkilir. Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 4 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan Memakai Sepatu Safety Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Masker dan Kaca Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
UU No.13 Tahun 2003 Mata Pelindung Sanksi Bagi Pekerja yang
- Terjangkit covid - 19 Tentang Ketenaga Memakai Helm Proyek Tidak Memakai APD
kerjaan Tidak Bercanda Dalam
UU No. 18 Tahun 1999 Berhati - Hati
Tentang Jasa Konstruksi

UU No.1 Tahun 1970 2 2 6 Rendah Memastikan Sopir mematuhi 2 1 2 Rendah


2 Mobilisasi dan Demobilisasi - Tertabrak kendaraan pengangkut alat berat Kecelakaan berat Tentang Keselamatan Pematuhan Rambu Sedang rambu lalulintas 1 1 1 Sedang
Kecelakaan Sedang Kerja lalulintas Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
- Kecelakaan Lalulintas UU No.13 Tahun 2003 Sanksi Bagi Pekerja yang
Tentang Ketenaga Memakai Sabuk pengaman Tidak Memakai APD
- Muatan material terjatuh kerjaan
UU No. 18 Tahun 1999
Tentang Jasa Konstruksi

3 PEKERJAAN STRUKTUR - Terjepit, tergores, terjatuh pada pekerjaan yang Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 3 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
berada di ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
-
- Terjangkit covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
- Tertimpa Material Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
kerjaan Memakai Helm Proyek
- Terluka terkena peralatan kerja UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Tertususk besi dan potongan kawat Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Terkena material cor cor an beton Berhati - Hati
- Terkena debu semen
- Tertimpa material batu

- Terluka terkena potongan kayu/ multiplek


- Terluka terkena paku

4 PEKERJAAN ARSITEKTUR

- Terjepit, tergores, terjatuh pada pekerjaan yang Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 3 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
berada di ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
-
- Terjangkit covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
- Terperosok lubang galian Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
- Tertimpa tanah timbunan kerjaan Memakai Helm Proyek
- Terluka terkena peralatan kerja UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Tertususk besi dan potongan kawat Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Terkena material cor cor an beton Berhati - Hati
- Terkena debu semen
- Tertimpa material batu
- Tertimpa Gorong-gorong
- Terluka terkena potongan kayu/ multiplek
- Terluka terkena paku
Deskripsi Risiko Penilaian Resiko Penilaian Sisa Risiko
Persyaratan
No Pemenuhan Pengendalian Awal Kemung Nilai Tingkat Pengendalian Lanjutan Nilai Tingkat Keterangan
Identifikasi Bahaya Jenis Bahaya Keparah Kemung Keparah
Uraian Pekerjaan Peraturan k inan Risiko Risiko Risiko Risiko
(Skenario Bahaya) (Tipe Kecelakaan) an (A) kinan (F) an (A)
(F) (FXA) (TR) (FXA) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

5 PEKERJAAN ELEKTRIKAL

- Terjepit, tergores, terjatuh pada pekerjaan yang Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 4 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
berada di ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
-
- Terjangkit covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
- Terperosok lubang galian Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
- Tersengat aliran listrik kerjaan Memakai Helm Proyek
- Terluka terkena peralatan kerja UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Tertususk besi dan potongan kawat Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Terkena debu semen Berhati - Hati
- Terluka terkena potongan kayu/ multiplek
- Terluka terkena paku

Tanjungpinang, 15 Januari 2021


PT. PULAU BINTAN BESTARI

SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Petugas K3
B.2. RENCANA TINDAKAN (Sasaran & Program)

Nama Perusahaan : PT. PULAU BINTAN BESTARI


Pekerjaan : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
Lokasi : KOTA BATAM DAN KABUPATEN BINTAN
Tanggal dibuat : Tanjungpinang, 15 Januari 2021

Penjelasan :
1 Akibat, Nilai 1 : Luka Ringan 3 Resiko = Akibat x Peluang
Nilai 2 : Luka Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian
2 Peluang, Nilai 1 : Jarang terjadi 4 Tingkat Resiko Kegiatan : Nilai 1 - 3 = Resiko Kecil
Nilai 2 : Kadang-kadang terjadi Nilai 4 - 6 = Resiko Sedang
Nilai 3 : Sering terjadi Nilai 7 - 9 = Resiko Tinggi

Sasaran Program
No Pengendalian Risiko (Sesuai Kolom Tabel 6 IBPRP)
Jadwal Bentuk Indikator Penanggung
Uraian Tolak Ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya
Pelaksanaan Monitoring Pencapaian Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 PERKERJAAN PERSIAPAN Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Perlengkapan APD Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja

Disiplin dalam bekerja

2 Mobilisasi dan Demobilisasi Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Perlengkapan APD Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Memakai Safety Belt Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Aturan Kerja
Menaati rambu lalulintas Memastikan kopetensi pekerja Sepatu Safety dipakai

Masker dipakai
Helm dipakai
Disiplin dalam bekerja

Disiplin dalam bekerja

3 PEKERJAAN STRUKTUR Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
- Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja

Disiplin dalam bekerja

4 PEKERJAAN ARSITEKTUR Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
- Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
- Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
- Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
- Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja

Disiplin dalam bekerja


Sasaran Program
No Pengendalian Risiko (Sesuai Kolom Tabel 6 IBPRP)
Jadwal Bentuk Indikator Penanggung
Uraian Tolak Ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya
Pelaksanaan Monitoring Pencapaian Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

5 PEKERJAAN ELEKTRIKAL Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
- Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
- Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
- Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja

Disiplin dalam bekerja

Tanjungpinang, 15 Januari 2021


PT. PULAU BINTAN BESTARI

SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Petugas K3
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN
PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB.
BINTAN

B.3. Standar dan peraturan perundangan

1 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum


Nomor : 09 / PRT / M / 2008
Tentang : Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum
2 Undang - Undang
Nomor : 1 Tahun 1970
Tentang : Keselamatan Kerja
Nomor : 18 Tahun 1999
Tentang : Jasa Konstruksi
Nomor : 13 Tahun 2003
Tentang : Ketenagakerjaan
Nomor : 23 Tahun 1992
Tentang : Kesehatan
Nomor : 28 Tahun 2002
Tentang : Bangunan Gedung

3 Peraturan Pemerintah
Nomor : 28 Tahun 2000
Tentang : Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi
Nomor : 29 Tahun 2000
Tentang : Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
Nomor : 30 Tahun 2000
Tentang : Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi

4 Peraturan Menteri Tenaga Kerja


Nomor : PER.02 / MEN / 1992
Tentang : Tata Cara Penunjukkan, Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Nomor : PER.05 / MEN / 1996
Tentang : Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Nomor : PER.01 / MEN / 1980
Tentang : Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan

5 Intruksi Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyart


Nomor : 02 / IN / M / 2020
Tentang : Protocol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam
Penyelngaraan Jasa Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi


C.1. Sumber Daya

NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan


1 2 3 4

1 Induksi Keselamatan Project manager Continue ( Setiap hari Kerja)


Konstruksi (Safety Induction) Pelaksana Konstruksi
Petugas K3

2 Pertemuan Pagi Hari (Safety Morning) Project manager Continue ( Setiap hari Kerja)
Pelaksana Konstruksi
Petugas K3

3 Pertemuan Kelompok Kerja Project manager Continue ( Setiap hari Kerja)


(Toolbox Meeting) Pelaksana Konstruksi
Petugas K3

4 Rapat Keselamatan Konstruksi Project manager Continue ( Setiap hari Kerja)


(Construction Safety Meeting) Pelaksana Konstruksi
Petugas K3

Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Tenaga Keselamatan Konstruksi :


1 Nama : SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Jabatan : Petugas K3
Tugas dan Tanggung Jawab:

1.1 Menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


1.2 Menerapkan ketentuan peraturan perundang - undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi
1.3 Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksana konstruksi
1.4 Merencanakan dan menyusun program K3
1.5 Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
1.6
Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3

1.7 Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi
1.8 Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
1.9 Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat

2 Nama : SANGGAM M. PANGABEAN, ST


Jabatan : Emergency / Kedaruratan
Tugas dan Tanggung Jawab:

2.1 Menerapkan program emergency / kedaruratan


2.2 Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pelatihan keadaan darurat secara keseluruhan
2.3 Mendata seluruh personil dan menugaskan Tim P3K dalam pencarian orang yang hilang
2.4 Mengkoordinir pelaksanaan penanganan kondisi darurat, evaluasi dan evaluasi kondisi darurat secara keseluruhan

2.5 Melakukan pemantauan dan pengendalian dalam setiap kondisikeadaan darurat termasuk melakukan mitigasi apabila terjadi
kecelakaan kerja
2.6 Memastikan kesiapan tim dan peralatan keadaan darurat tersedia sesuai kondisi lapangan

3 Nama : SANGGAM M. PANGABEAN, ST


Jabatan : P3K
Tugas dan Tanggung Jawab:

3.1 Menerapkan Program P3K


3.2 Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja
3.3 Merawat fasilitas P3K di tempat kerja, meliputi :
3.3.1Ruang P3K
3.3.2Kotak P3K dan isinya
3.3.3Alat evaluasi dan transportasi
3.3.4Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri (APD) dan/ peralatan khusus di tempat kerja yang memiliki potensi bahaya
yang bersifat khusus
3.4 Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan
3.5 Membuat laporan kegiatan P3K secara periodik

3 Nama : SANGGAM M. PANGABEAN, ST


Jabatan : Kebakaran
Tugas dan Tanggung Jawab:

4.1 Menerapkan program kebakaran


4.2 Menyusun rencana kegiatan sesuai kebijakan
4.3 Menerapkan semua kegiatan unit manajemen keselamatan kebakaran pada pekerjaan konstruksi
4.4 Mengimplementasikan kebijakan operasi pemadan kebakaran konstruksi dan lingkungannya
4.5 Melaksanakan aktifitas unit manajemen keselamatan kebakaran di tempat kerja
4.6
Mengendalikan aktifitas terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai rencana kerja
4.7 Melakukan koordinasi dengan pihak instansi pemadam kebakaran dan instansi terkait
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

Catatan : HSE Supervisor berkewajiban untuk mencatat no telephone rumah sakit setempat yang terdekat dengan lokasi proyek

1 Safety man/HSE Supervisor melaporkan kecelakaan dengan mengisi formulir laporan kecelakaan kerja (F-HSE-005)
2 Sekecil apapun kecelakaan HSE Supervisor bersama site manager segera melakukan investigasi penyebab kecelakaan dan melaporkan
hasil investigasi dalam formulir accident or incident report (F-HSE-001)
3 Pada kasus kecelakaan parah yang mengharuskan karyawan rawat inap di rumah sakit. HSE Supervisor bersama-sama HRD Supervisor
akan terus memantau proses perawatan karyawan tersebut.

Catatan :
HSE Supervisor berkewajiban untuk mencatat no telephone rumah sakit setempat yang terdekat dengan lokasi proyek

C.2. Kompetensi
PT. PULAU BINTAN BESTARI berkomitmen dalam penerapan pelaksanaan keselamatan kontruksi di lingkungan kerja dengan
menaati ketentuan dan perundangan K3 termasuk memberikan program pelaihan dan peningkatan kinerja karyawan memalui uji
kopetensi terhadap seluruh tenaga kerja

1 TUJUAN
Memberikan panduan dalam kegiatan peningkatan kompetensi pagawai PT. PULAU BINTAN BESTARI

2 RUANG LINGKUP
Prosedur ini dilaksanakan dalam lingkup kegiatan kompetensi PT. PULAU BINTAN BESTARI, meliputi: Usulan program
peningkatan kopetensi pegawai, Pembentukan tim. kegiatan peningkatan Kompetensi Karyawan.

3 REFERENSI
a. Pedoman Mutu
b. Perosedur Penerimaan Karyawan

4 ISTILAH DAN DEFINISI


Istilah dan definisi yang dipakai dalam penelitian mutu, SOP, Instruksi kerja serta dokumen lainya diuraikan secara rinci sesuai
SMM ISO 9001-2008, diurutkan berdasarkan abjad dituangkan pada Lampiran Istilah dan Definisi.

5 DIAGRAM ALIR, DOKUMEN DAN KETERANGAN KEGIATAN


RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

6 FORM
a. Daftar peserta program peningkatan kompetensi pegawai
b. Daftar hadir peserta
c. Jadwal kegiatan
d. Form evaluasi

7 INSTRUKSI KERJA
a. Daftar peserta program peningkatan kompetensi pegawai
b. Daftar hadir peserta
c. Jadwal kegiatan
d. Evaluasi pelaksanaan kegiatan

Diagram Alir Dokumen Keterangan

Mulai

Kabag Personalia 1 Surat Undangan, Agenda Rapat, Notulasi & Bukti


1 Peningkatan kompetensi pegawai
Serah Terima
Mengadakan rapat tentang berupa diklat, seminar, dll.
peningkatan kompetensi
pegawai

Kabag Personalia 2 Surat Persetujuan dan Proposal, 2 Sesuai dengan kebutuhan untuk
Mengusulkan peningkatan Identifikasi & Rangkuman kebutuhan pemenuhan atau pengingkatan
peningkatan kompetensi sesuai
kompetensi pegawai kompetensi.
kepada Dewan program kerja
Direksi/Manajemen

Tidak

Setuju ? 3 Bila tidak setuju ditunda atau


dibatalkan
Ya
Kabag Personalia 4 SK Panitia
4 SK diedarkan menggunakan bukti
Membentuk Tim Serah Terima

Tim Peningkatan Pegawai 5 Surat Edaran


5 Diedarkan ke staf administrasi
Mempubliksaikan peningkatan
atau pegawai yang terkait
kompetensi pegawai (diklat, dll.)

Tim Peningkatan Pegawai 6 1. Formulir Pendaftaran 6 Identitas pendaftar lengkap


2. Daftar Rekapitulasi
Terima pendaftaran

Tim Peningkatan Pegawai 7 1. Daftar hadir 7 Dilaksanakan sesuai jadwal dan


Melaksanakan peningkatan
2. Naskah pelatihan tepat waktu
3. ID Card
kompetensi pegawai
(diklat, dll.)

Tim Peningkatan Pegawai 8 Dokumentasi, sertifikat/Piagam 8 Sertifikat/ piagam dll, di


Laporan Pelaksanaan & gandakan untuk diserahkan ke
Membuat Laporan pertanggungjawaban Keuangan,
Pelaksanaan dan Form Kompetensi
subbag kepegawaian dan
penanggungjawaban keuangan keuangan, dan arsip pegawai ybs
sebagai bahan portofolio yang
diperbaharui/ diinput pada data
pribadi pegawai dan pada Form
Selesai
Kompetensi Personil, paling
lambat 1 minggu setelah kegiatan

C.3 Kepedulian
Kepedulian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan denga membuat rencana dan program kerja sebagai tindakan
pencegahan terhadap resiko kecelakaan kerja, sakit akibat pekerjaan dan pemulihan lingkungan yang tercemar akibat pekerjaan
konstruksi

Program kepedulian keselamatan konstruksi sebagai berikut :

Penyedia Jasa : PT. PULAU BINTAN BESTARI


Nama Paket : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN
KAB. BINTAN

BULAN
NO URAIAN KETERANGAN
1 2 3 4

1 Seluruh pekerjaan terukur dan terpantau dalam


pelaksanaan pemenuhan standar K3 konstruksi

2 Program pemeriksaan dan pengawasan secara


peroidik dalam mengidentifikasi bahaya kecelakaan
dan sakit akibat kerja

3 Melaksanakan sosialisasi terhadap lingkungan


masyarakat sekitar area pekerjaan yang berpeluang
terhadap potensi bahaya di lokasi kerja

4 Melakukan rapat rutin manajemen proyek sebagai


bahan evaluasi dalam setiap resiko bahaya yang
muncul di tempat kerja

5 Memfasilitasi terhadap kebutuhan bahan utilitas dan


tenaga kerja serta peralatan pendukung sesuai
rencana keselamatan konstruksi

Catatan : NP = belum dalam program


RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

C.4 Kemunikasi dan Intormasi Terdokumentasi


1 TUJUAN
Memberikan pedoman untuk penyebarluasan atau mengkomunikasikan informasi-infomasi lingkungan hidup,keselamatan dan
kesehatan kerja kepada pihak internal dan eksternal perusahaan secara efektif.

2 RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku untuk seluruh fasilitas operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI dan semua pihak yang bekerja di area tersebut.

Hal-hal yang diatur dalam prosedur ini adalah cara untuk menyebarluaskan informasi-informasi terkait dengan lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kepada pihak internal maupun eksternal Perusahaan.

3 DEFINISI
1 Informasi K3, yaitu informasi tentang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja yang meliputi :
 Peraturan perundangan K3 Indonesia dan Internasional
 Standar Nasional Indonesia dan Internasional
 Kebijakan terpadu pada EHS Management System Manual PT. PULAU BINTAN BESTARI
 Kondisi bahaya, laporan inspeksi dan laporan & hasil investigasi kecelakaan kerja
 Laporan internal / eksternal audit dan hasil rapat tinjauan ulang manajemen
 Prosedur dan instruksi kerjaK3
 Risalah rapat bulanan / khusus P2K3, pelatihan-pelatihan K3
 Tanda-tanda, peringatan bahaya dan tanda / peringatan K3 lainnya
 Dan informasi-informasi lainnya yang terkait dengan K3

2 Internal Perusahaan, yaitu semua karyawan (karyawan bulanan, harian tetap,harian borongan maupun harian musiman) yang
terkait dengan kegiatan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI

3 Eksternal Perusahaan, yaitu semua pihak-pihak yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan operasi PT. PULAU
BINTAN BESTARI, seperti dalam penyediaan pasokan barang/material maupun jasa (supplier /pemasok barang,kontraktor /
sub kontraktor, dll.),termasuk tamu-tamu yang akan berkunjung kelingkungan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI.
Maupun penyediaan informasi K3 kepada-kepada instansi-instansi pemerintah yang terkait dan berwenang.

4 Konsultasi K3, adalah usaha atau kegiatan untuk mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapai dan peluang untuk
perbaikan penerapan, pengembangan dan pemeliharaan sistem manajemen K3

4 REFERENSI
 Permenaker No.05/MEN/1996, SMK3, elemen 3.1.4. dan 3.2.1.
 ISO 14001:2004,Environmental Management System,klausul4.4.3
 OHSAS 18001:1999,OHS Management System,klausul4.4.3
 EHS Management System ManualPT. Rekaya Semesta Utama

5 PROSEDUR
5.1 Tanggung Jawab
 EHS Department bertanggung jawab untuk senantiasa berkoordinasi baik secara internal maupun eksternal perusahaan
(Kementerian Lingkungan Hidup, Depnaker Propinsi / Kab. / Kodya., Bapedalda Propinsi / Kabupaten / Kota madya,
Depkes,Pemda dan instansi / institusi lain terkait berkaitan dengan aspek K3)
yang bertujuan untuk memastikan bahwa peraturan dan perundangan, standar, dan informasi K3 lainnya senantiasa up
to date / terbaru dan dikomunikasikan / diinformasikan pada departemen terkait di dalam lingkungan operasiPT.
PULAU BINTAN BESTARI.

 Procurement Department bertanggung jawab untuk menginformasikan ketentuan-ketentuan K3 PT. PULAU BINTAN
BESTARI. kepada supplier / pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang akan memasok barang atau jasa / bekerja
dilingkungan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

 Kepala Departemen / Safety Management Representatif/ Environment Management Representatif Dept. bertanggung
jawab untuk menyediakaan sarana-sarana dan penyebarluasan informasi-informasi K3 kepada
seluruh karyawan yang ada diDepartemennya.

5.2 Komunikasi

5.2.1 Komunikasi Internal


 Karyawan PT. PULAU BINTAN BESTARI diberikan atau mendapat informasi mengenai pedoman dan prosedur Sistem
Manajemen Lingkungan,Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta pelaksanaannya dilingkungan PT. PULAU
BINTAN BESTARI,
melalui kegiatan pelatihan dan pelaksanaannya dikoordinir oleh Technical Training Department

 Karyawan PT. PULAU BINTAN BESTARI mendapatkan informasi mengenai kebijakan terpadu (kualitas, lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja), manual SMK3, hasil rapat-rapat P2K3, artikel-artikelK3, perubahan-perubahan pada
prosedur / instruksi kerja, penyelesaian masalah
keluhan K3,program-program dan kinerja K3 PT. PULAU BINTAN BESTARI. Informasi ini diberikan melalui pelatihan,
penjelasan / briefing K3 harian / mingguan atau melalui papan pengumuman dan bulletin K3 (melalui mediacetak atau
elektronik internal perusahaan).

 Informasi mengenai peraturan perundangan K3 akan disediakan oleh EHS Manager kepada tiap Kepala Departemen
/SMR-Safety Management Representatif/EMR-Environment Management Representatif/ SR-Safety Representatif/ ER-
Environment Representatif Departemen.

 Laporan hasil kegiatan inspeksi K3, pemantauan lingkungan dan lingkungan

 kerjadan penyelidikan kecelakaan disiapkan oleh EHS Department sebagai salah satu bahan yang akan dibahas dalam
rapat bulanan / rapat khusus P2K3,dan dibuatkan risalah rapat P2K3 dan disebarluaskan kepada tiap Kepala
Departemen / Safety Management Representatif/ Environment Management Representatifdan Safety/ Environment
Representatif serta seluruh anggota P2K3.

 Hasil laporan audit internal / eksternal SMK3 disiapkan oleh personil EHS Department berdasarkan laporan tim auditor
internal / eksternal dan didistribusikan kepada pihak internal (Dewan Direksi, Ketua P2K3,KepalaDivisi,Kepala
Departemen/ Safety Management Representatif/ EnvironmentManagement Representatif, Safety Representatif,
Environment Representatif)dan pihak eksternal jika diperlukan (misalAuditor Eksternal).

 Tanda-tanda peringatan K3(poster, sign, label, dll) disediakan oleh EHS Department dengan terlebih dahulu masing-
masing Kepala Departemen melampirkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian resiko di departemennya disertai
dengan formulir pengajuan permintaan tanda-tanda peringatanK3.

 Untuk memudahkan penyebaran informasi yang berkaitan dengan K3 dalam lingkup PT. PULAU BINTAN BESTARI. maka
dibuat daftar penyebarluasan informasi K3 (contoh dapat dilihat pada lampiran).

5.2.2 Komunikasi Eksaternal


 Personil EHS Department menghubungi instansi-instansi terkait (misal:Kanwil Depnaker/ Dinas Depnaker Kabupaten/
Kotamadya, Bapedal, Depkesdan sebagainya) untuk mendapatkan informasi terkini mengenai peraturan perundangan
berkaitan dengan K3 diIndonesia

 Setiap 3 bulan sekali PT. PULAU BINTAN BESTARI ,melaporkan hasil kegiatan P2K3 kepada Dinas Tenaga Kerja

Setempat, dimana laporannya disiapkan oleh sekretaris P2K3 dan ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris P2K3

 Laporan kecelakaan kerja dan hasil penyelidikannya disiapkan oleh EHS Manager dan disampaikan kepada Kepala
Operasi, Ketua P2K3 tembusannya kepada pihak Kanwil Depnaker setempat.

 Pihak pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang terikat kontrak dengan PT. PULAU BINTAN BESTARI, untuk

menyediakan barang atau jasa diinformasikan tentang kebijakan dan ketentuan K3 PT. PULAU BINTAN BESTARI.
Informasi diberikan oleh Procurement Manager dan bila diperlukan PT. PULAU BINTAN BESTARI dapat memberikan

pelatihan awal atau penjelasan / briefing K3 kepada yang akan bekerja dilingkungan PT. PULAU BINTAN BESTARI

 Pihak Satuan Pengaman/ Security di Pos Komando Keamanan perusahaan berkewajiban memberikan informasi kepada
setiap tamu yang akan memasuki area pabrik / plant di lingkungan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI. tentang
Kebijakan Terpadu (Kualitas, Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja),
peraturan-peraturan umum K3 dan prosedur menghadapi keadaan darurat.

 Pihak Satuan Pengaman / Security yang ada di Pos Ronda setiap Gedung / Area Produksi atau Kepala Departemen /
Personil Departemen yang ditunjuk berkewajiban memberikan informasi-informasi K3 dan prosedur tanggap darurat
yang berlaku di area tersebut kepada setiap tamu yang akan masuk kegedung / area departemen / plant tersebut.

 Informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi darurat / emergency yangterjadi di perusahaan diatur dan
mengikuti prosedur komunikasi tanggap gawat darurat.

5.2.3 Alat dan Media Komunikasi


Alat dan Media Komunikasi yang digunakan dapat berupa dan tidak terbatas hanya pada alat dan media sebagai berikut :
 Electronic Mail (e-mail)
 Meeting (townhall, P2K3, dsb.)
 Briefing
 One to one personal contact
 Papan pengumuman
 Pelatihan atau kursus
 Distribusi dokumen (Manual, standard procedure, supporting doc, record)
 Telpon, faksimili, internet, dan TV Media.

5.3 Konsultasi K3
 Konsultasi ini bisa dilakukan di internal PT. PULAU BINTAN BESTARI untuk melibatkan karyawan maupun dengan pihak
eksternal, seperti Perguruan Tinggi,Instansi Pemerintah terkait, Lembaga Swadaya masyarakat ( NGO – Non Government
Organization ), perusahaan asuransi, konsultan K3,dsb.

 Beberapa contoh konsultasi K3 adalah :


 Konsultasi dengan wakil karyawan dalam pembuatan kebijakan K3
 Konsultasi dengan karyawan yang ahli maupun dengan pihak eksternal untuk pemenuhan terhadap peraturan
perundangan dan persyaratan lainnya
 Konsultasi dengan Perguruan Tinggi atau lembaga penelitian dalam usaha pencegahan pencemaran lingkungan dan
pemanfaatan limbah
 Konsultasi dengan pihak konsultan eksternal untuk usaha-usaha peningkatan perilaku dan kinerj karyawan terkait
dengan K3
5.4 Motivasi dan Kesadaran
Komunikasi dan konsultasi K3 tersebut akan meningkatkan motivasi dan kesadaran semua orang baik karyawan maupun pihak
ketiga yang berada di area operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI untuk menerapkan, mengembangkan dan memelihara sistem
manajemen K3 untuk memperbaiki kinerja K3 secara menyeluruh.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

C.5 Informasi Terdokumentasi

Menurut SNI ISO 9000:2015 Sistem Manajemen Mutu- Dasar-dasar dan Kosakata, informasi terdokumentasi diartikan sebagai

"Informasi dalam bentuk media penyimpanan yang dipersyaratkan untuk dikendalikan dan dipelihara oleh organisasi"

Informasi terdokumentasi dapat dalam berbagai format dan media, dari sumber manapun.
Contoh informasi terdokumentasi :

Q Struktur Organisasi
Q Peta Proses, diagram alur proses dan / atau deskripsi proses
Q Prosedur
Q Instruksi Kerja dan / atau pedoman/ Guidelines
Q Spesifikasi
Q Dokumen yang berisi komunikasi internal
Q Jadwal Produksi
Q Daftar pemasok yang Disetujui
Q Rencana Kualitas
Q Manual Kualitas
Q Rencana Strategis
Q Formulir
Q Kebijakan Mutu
Q Sasaran Mutu

< Dokumentasi
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

< Inpeksi Apar

< Inpeksi Mesin


RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

< Inpeksi Material


RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
D. Operasi Keselamatan Konstruksi

Contoh Tabel : ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN

Nama Pekerja : SANGGAM M. PANGABEAN, ST


Nama Paket Pekerjaan : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
Tanggal Pekerjaan :

1 Helm/ Safety Helmet √ 4 Rompi Keselamatan / Safety Vest √


2 Sepatu/ Safety Shoes √ 5 Masker Pernafasan / Respiratory √
3 Sarung Tangan / Safety Gloves √ 6 Kacamata / Safety Glass √

No. Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab

1 PERKERJAAN PERSIAPAN
Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai

2 Mobilisasi dan Demobilisasi Terjadi Insiden kecelakaan lalulintas Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Kecelakaan
Penggunaan APD yang sesuai

3 PEKERJAAN STRUKTUR Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai
No. Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab

4 PEKERJAAN ARSITEKTUR Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai

5 PEKERJAAN ELEKTRIKAL Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai
No. Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA
SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

Perencanaan operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya pengendalian,
diantaranya :

1 Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan

2 Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi penanggung jawab kegiatan SMK3

3 Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja

4 Rencana prosedur / petunjuk kerja yang perlu disiapkan

5 Rencana program pelatihan / sosialisasi sesuai pengendalian resiko

6 Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan

7 Persyaratan Operator Alat Angkat


a. Operator Alat Angkut harus memenuhi kompetensi
b. Setiap Operator alat angkatharus memiliki SIO (Surat Izin Operasi) atau bersertifikat yang dikeluarkan oleh Badan yang
berwenang

8 Rambu Peringatan / Larangan / Anjuran


a. Penempatan Rambu-rambu peringatan/larangan/anjuran harus dipasang sesuai dengan kondisi di tempat kerja
b. Rambu Peringatan/larangan/anjuran harus mudah dilihat dan dapat dibaca

9 Alat Pelindung Diri


a. Alat Pelindung Diri diidentifikasi berdasarkan hasil penelitian resiko
b. Alat Pelindung Diri (APD) diberikan kepada pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan

10 Tamu/pengunjung dan pihak luar


a. Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar tempat kerja
b. Persyaratan APD (Alat Pelindung Diri)
c. Induksi K3
d. Prosedur dan Persyaratan tanggap darurat

D.2 Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat


1 Kesiapan Terhadap Kondisi Darurat
Kesiapan terhadap kondisi darurat meliputi:
a. Menetapkan rencana untuk menanggapi keadaan darurat, yang sekurang-kurangnya mencakup;
 Penyediaan tim tanggap darurat yang memadai, kompeten, dengan pembagian peran dan tanggung jawab yang
jelas, dan selalu siaga
 Penyediaan sarana dan prasarana keadaan darurat yang memadai dan selalu siap digunakan
 Penyediaan ruang pusat kendali darurat yang dilengkapi dengan peta, papan tulis, jam, daftar nama dan nomor
kontak anggota tim, nomor pihak lain yang terkait, serta peralatan komunikasi dua arah
 Penyediaan akses bantuan dari pihak luar apabila diperlukan dalam penanganan keadaan darurat
 Penyelidikan kejadian keadaan darurat termasuk perkiraan kerugian dan pelaporan
 Pemulihan pasca penanganan keadaan darurat yang sekurang-kurangnya mencakup penyediaan tim pemulihan,
pembersihan lokasi, operasi pemulihan, dan laporan pemulihan pasca penanganan keadaan darurat
 Penyediaan dan penyiapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), sekurang-kurangnya terdiri atas :
Penyediaan petugas P3K yang kompeten
Penyediaan peralatan P3K yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan
Pencatatan penggunaan peralatan P3K.

b. Memberikan pelatihan tanggap darurat yang telah direncanakan;


c. Menguji dan melatih kemampuan tanggap darurat yang direncanakan secara
d. Mengomunikasikan informasi yang terkait kepada semua pekerja tentang tugas dan tanggung jawabnya
e. Mengomunikasikan informasi yang terkait kepada sub penyedia jasa dan pemasok, pengunjung, pihak terkait
layanan tanggap darurat, pihak berwenang, dan masyarakat sekitar
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA
SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
2 Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
Tanggapan terhadap kondisi darurat meliputi:
a. Mengambil tindakan untuk mengendalikan dan memperbaiki kondisi darurat;
b. Memperhitungkan konsekuensi dari kondisi darurat tersebut;
c. Mengevaluasi, dengan melibatkan partisipasi pekerja dan keterlibatan pihak berkepentingan yang terkait lainnya
d. Perlu melakukan tindakan korektif untuk menghilangkan penyebab kondisi darurat dengan:
Q Menyelidiki kejadian atau meninjau ketidaksesuaian;
Q Menentukan penyebab kejadian atau ketidaksesuaian; dan
Q Memperhitungkan kejadian dan ketidaksesuaian yang pernah terjadi, jika ada.
e. Menentukan dan mengimplementasikan tindakan yang diperlukan, termasuk tindakan korektif, sesuai dengan
tingkat pengendalian dan manajemen perubahan
f. Menilai risiko keselamatan konstruksi yang terkait dengan bahaya baru atau yang berubah, sebelum mengambil
tindakan
g. Meninjau keefektifan tindakan-tindakan yang pernah diambil, termasuk tindakan korektif

3 Penyelidikan Kejadian Kondisi Darurat


a. Penyelidikan kejadian kondisi darurat melipu
Q Pelaporan awal
Q Pengamanan lokasi dan barang bukti di tempat kejadian
Q Pembentukan tim penyelidik
Q Melakukan penyelidikan yang terdiri atas:
 Pengumpulan data dan informasi
 Evaluasi dan analisis
 Penyusunan kesimpulan dan rekomendasi
Q Tindak lanjut hasil penyelidikan;
Q Pelaporan dan dokumentasi hasil penyelidikan;
Q Komunikasi hasil penyelidikan.

b. Penyedia Jasa harus melaporkan kecelakaan berat, kasus kematian, dan kejadian berbahaya kepada Komite
Keselamatan Konstruksi dalam waktu 2 x 24 jam untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
JADWAL IPEKSI DAN AUDIT

E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi

E.1 Pemantauan dan Evaluasi

Kegiatan MINGGU KE-


No. PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Dst

1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi Pimpinan Proyek X X X X X X


2 Patroli Keselamatan Konstruksi Pelaksana Konstruksi X X X X X X X X X X
3 Audit Internal Pelaksana Petugas K3 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

Tanjungpinang, 15 Januari 2021


PT. PULAU BINTAN BESTARI

SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Petugas K3
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA
SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN

E.1 Pemantauan dan evaluasi


Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kenerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan yang dilaksanakan pada bagian D
(Operasi keselamatan konstruksi) berdasarkan upaya pengendalian pada bagian B (Perencanaan keselamatan konstruksi)
dan C (Dukungan keselamatan konstruksi).

Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :

Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan dan penyelidikan kecelakaan yang sudah dibuat. °

• Occupational Injury/Illness (Cidera/Sakit Akibat Kerja)


• Fatality (Meninggal Dunia)
• Loss Work Day / Lost Time Injury (Hilang Hari Kerja)
• Restricted Work Day (Kerja Terbatas)
• Medical Treatment (Perawatan Kesehatan)
• First Aid (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
! Fire Accident (Kebakaran)
! Triffic Accident (Kecelakaan lalu lintas)
! Environnmetal Accident (Kecelakaan Lingkungan)
! Property Damage Accident (Kecelakaan peralatan dan mesin)
! Near miss (Hampir celaka)
! Man Hour (Jam kerja)
! Km Driven (Kilometer mengemudi - untuk kendaraan perusahaan)

E.2 Tinjauan Manajemen

Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan katagori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur
sebagaimana dalam Perencanaan Keselamatan Konstruksi

Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan
perbaikan.

E.3 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan, pengawasan, pelatihan dan
pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek.

Tanjungpinang, 15 Januari 2021


PT. PULAU BINTAN BESTARI

AGUS SALIM
Direktur Utama

Anda mungkin juga menyukai