Rencana Keselamatan Konstruksi 2021
Rencana Keselamatan Konstruksi 2021
Dokumen Rekaman :
Alamat : Jl. Pasir Putih Kompleks Pertokoan Accelance Blok B No. 11, Teluk Tering, Batam Kota,
Batam
Dokumen Asli ditukan pada : Kelompok Kerja ( Pokja ) Pemilihan 36 BP2JK Wilayah Kepulauan Riau
Proyek / Unit Kerja : SATUAN KERJA PELAKSANAAN PRASARANA PERMUKIMAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Pekerjaan : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN
KAB. BINTAN
Lokasi : KOTA BATAM DAN KABUPATEN BINTAN
Nilai OE :
Email : [Link]@[Link]
IDENTITAS PROYEK
PEKERJAAN : REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM
DAN KAB. BINTAN
Nomor :
RENCANA KESELAMATAN KONSTRKSI
( RKK )
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN
PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB.
BINTAN
DAFTAR ISI
A. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN KONSTRUKSI
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu Eksternal dan Internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
* Memenuhi persyaratan pelanggan dan mencegah cidera dan sakit akibat kerja serta melakukan
peningkatan berkelanjutan terhadap manajemen dan kerja
* Menetapkan Kebijakan sesuai dengan sifat alamiah dan skala resiko MK3 yang ada di Perusahaan
PT. PULAU BINTAN BESTARI.
* Menjadikan Kebijakan Ini sebagai kerangka dalam menetapkan dan mengevaluasi sasaran MK3
* Seluruh efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan dipantau dan diukur secara berkala dengan
mengacu pada sasaran mutu dan K3 perusahaan beserta semua unit pendukungnya.
* Mematuhi peraturan perundangan dan persyaratan MK3 lainnya yang relevan bagi perusahaan PT.
PULAU BINTAN BESTARI.
* Mengkomunikasikan kebijakan kepada semua orang yang bekerja di bawah kendali organisasi.
* Mengevaluasi kebijakan ini secara periodik untuk peningkatan kinerja MK3 yang
berkesinambungan.
Direktur PT. PULAU BINTAN BESTARI memberikan bukti perlibatan dan partisipasinya pada
pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu dan K3 dan terus menerus memperbaiki
keefektifannya dengan jalan :
Mengadakan rapat pengarahan secara berkala, dan menekankan pentingnya memenuhi persyaratan
pelanggan, K3, undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Menetapkan dan mengesahkan kebijakan mutu dan K3
Menetapkan dan mengesahkan sasaran mutu dan K3 (MK3) perusahaan hingga sasaran mutu dan K3 unit-
unit kerja yang mendukungnya.
Melaksanakan dan bertindak sebagai ketua rapat tinjauan manajemen, yang pelaksanaannya diatur dalam
Prosedur Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).
Direksi menetapkan dan mengesahkan Kebijakan MK3, berupa surat keputusan yang mencakup :
Direksi menetapkan dan mengesahkan struktur organisasi seperti yang terlampir pada Manual MK3 ini.
Tugas dan wewenang setiap Personil baik yang terkait dengan mutu maupun K3 ataupun terkait dengan
struktur organisasi, untuk tingkat Kepala Divisi/ Bagian dibuat oleh Kepala Divisi/ Bagian bersama dengan
Direksi/ Pimpinan Cabang kemudian disahkan oleh Direksi/ Pimpinan Cabang. Untuk tingkat dibawah
Kepala Divisi/ Bagian sampai tingkat terbawah, dibuat oleh Kepala Divisi/ Bagian bersama dengan Divisi/
Bagian SDM direview oleh Direksi/ Pimpinan Cabang dan disahkan oleh Kepala Unit Kerja masing-masing.
Sedangkan untuk Proyek dibuat oleh Kepala Proyek bersama dengan Kepala Divisi / Bagian Teknik,
direview Direksi / Pimpinan Cabang dan disahkan oleh Kepala Divisi / Bagian Teknik.
V. MAKSUD DAN TUJUAN
Perusahaan memastikan bahwa metodologi untuk identifikasi bahaya dan penilaian risiko Keselamatan
konstruksi mempertimbangkan :
VI. TUJUAN
Untuk memastikan atau menjamin bahwa pekerjaan yang dilaksanakan di Satuan Kerja Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
, telah mencakup/ menjamin hal-hal tentang :
VIII. DEFINISI
1 Pekerjaan ini adalah REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN.
Keselamatan dan Kesehatan konstruksi adalah untuk memberikan suatu dasar dalam bekerja yang
menuju kearah tujuan akhirnya, yakni mencegah terjadinya cedera atau gangguan kesehatan yang
X. TANGGUNG JAWAB
1 Manajer Proyek
a Menyetujui konsep Instruksi Safety yang akan dilaksanakan diproyek
b Memimipin penerapan program K3 di proyek yang menjadi tanggung jawabnya
c Memimpin rapat tinjauan manajemen atau rapat koordinasi tentang pelaksanaan program K3
d Memimpin upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program K3
3 Manajer Pelaksanaan
a Bertanggung jawab akan keselamatan karyawan yang berada dibawah pengawasannya
b Terjadi keadaan yang kurang aman, tidak aman atau darurat.
Setiap personil yang bertugas pada pelaksanaan pekerjaan, untuk paket pekerjaan yang berisiko tinggi
terutama yang dilapangan wajib menggunakan Peralatan Pelindung Diri Yang sesuai dengan Standar yaitu :
1 Helm Proyek, disarankan dipakai setiap kelapangan dan diwajibkan dipakai pada tempat-tempat
yang berisiko tinggi terhadap kejatuhan / benturan material;
2 Sepatu Proyek, Dipakai setiap hari dilapangan/ site;
3 Pakaian Seragam, dan identitas pengenal diri;
4 Masker, jika bekerja didaerah yang beracun/ berbau yang bisa mengakibatkan terganggunya
kesehatan;
5 Sarung Tangan, bila hal tersebut diperlukan (untuk tukang Las Diwajibkan);
6 Kacamata Pelindung, jika hal tersebut diperlukan
Helm Pengaman
Sepatu Proyek
Kaca Mata Pelindung
Jacket Pengaman
7 Body Protector (pelindung Badan), apabila hal tersebut diperlukan (tukang Las Diwajibkan);
8 Life Jacket (Pelampung), untuk bekerja diatas air dipakai setiap menggunakan transportasi air
9 P3K, disediakan ditempat-tempat yang memerlukan
10 Perlengkapan P3K harus diperiksa kembali kelengkapannya setelah dipergunakan
11 Setiap Pembantu Pelaksana, pelaksana, koordinator pengukuran harus dilengkapi dengan sarana
komunikasi;
12 Memastikan sarana komunikasi berfungsi dengan baik
13 Disediakan layout ruangan ditempat-tempat strategis
1 Luka
a Pendarahan Akibat Benda Tajam - Benda Tajam tersebut jangan dulu dicabut dari lukanya
- Tentukan pendarahan dan lindungi dengan kapas dan
perban
- Ikat pangkal / aliran sumber darah dengan kain, 15- 30
menit sekali dibuka selama 1 menit
- Bersihkan luka dengan betadine
- Bawa korban segera kerumah sakit / dokter dengan posisi
luka diatas jantung
2 Keracunan
a Keracunan akibat makanan atau - Segera berikan susu/putih telur/air kelapa atau air putih
- Gejala : mual, pusing, kaki dingin, bola mata membesar
minuman yang tidak diketahui sebelah
c Keracunan Akibat Alkohol - segera berikan 3 sendok Air the/kopi dalam 1/2 gelas
3 Luka Bakar
- Luka Bakar Ringan I - Dinginkan / Kompres dengan Air
- Luka Bakar Ringan II - Berikan Minuman Sebanyak-banyaknya
- Luka Bakar Ringan III - Keluarkan Cairan yang terjadi akibat luka bakar dan berikan
Betadine
4 Dipatuk / Digigit Ular - Menghentikan penyebaran racun dengan mengikat bagian
pangkal atau sumber aliran
AGUS SALIM
Direktur Utama
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Dalam rangka pengadaan REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KOTA
BATAM DAN KAB. BINTAN pada Pokja Kelompok Kerja ( Pokja ) Pemilihan 36 BP2JK Wilayah Kepulauan
Riau berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan
memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
AGUS SALIM
Direktur Utama
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
Penjelasan :
1 Akibat, Nilai 1 : Luka Ringan 3 Resiko = Akibat x Peluang
Nilai 2 : Luka Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian
2 Peluang, Nilai 1 : Luka Ringan 4 Tingkat Resiko Kegiatan : Nilai 1 - 2 = Resiko Rendah
Nilai 2 : Luka Sedang Nilai 3 - 4 = Resiko Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian Nilai 6 - 9 = Resiko Tinggi
- Terjepit, tergores, terbentur dan tangan terkilir. Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 4 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan Memakai Sepatu Safety Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Masker dan Kaca Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
UU No.13 Tahun 2003 Mata Pelindung Sanksi Bagi Pekerja yang
- Terjangkit covid - 19 Tentang Ketenaga Memakai Helm Proyek Tidak Memakai APD
kerjaan Tidak Bercanda Dalam
UU No. 18 Tahun 1999 Berhati - Hati
Tentang Jasa Konstruksi
3 PEKERJAAN STRUKTUR - Terjepit, tergores, terjatuh pada pekerjaan yang Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 3 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
berada di ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
-
- Terjangkit covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
- Tertimpa Material Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
kerjaan Memakai Helm Proyek
- Terluka terkena peralatan kerja UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Tertususk besi dan potongan kawat Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Terkena material cor cor an beton Berhati - Hati
- Terkena debu semen
- Tertimpa material batu
4 PEKERJAAN ARSITEKTUR
- Terjepit, tergores, terjatuh pada pekerjaan yang Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 3 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
berada di ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
-
- Terjangkit covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
- Terperosok lubang galian Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
- Tertimpa tanah timbunan kerjaan Memakai Helm Proyek
- Terluka terkena peralatan kerja UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Tertususk besi dan potongan kawat Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Terkena material cor cor an beton Berhati - Hati
- Terkena debu semen
- Tertimpa material batu
- Tertimpa Gorong-gorong
- Terluka terkena potongan kayu/ multiplek
- Terluka terkena paku
Deskripsi Risiko Penilaian Resiko Penilaian Sisa Risiko
Persyaratan
No Pemenuhan Pengendalian Awal Kemung Nilai Tingkat Pengendalian Lanjutan Nilai Tingkat Keterangan
Identifikasi Bahaya Jenis Bahaya Keparah Kemung Keparah
Uraian Pekerjaan Peraturan k inan Risiko Risiko Risiko Risiko
(Skenario Bahaya) (Tipe Kecelakaan) an (A) kinan (F) an (A)
(F) (FXA) (TR) (FXA) (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
5 PEKERJAAN ELEKTRIKAL
- Terjepit, tergores, terjatuh pada pekerjaan yang Kecelakaan Ringan UU No.1 Tahun 1970 Memakai Sarung Tangan 2 2 4 Rendah Memastikan Pekerja Agar 2 1 2 Rendah
berada di ketinggian Kecelakaan Sedang Tentang Keselamatan dan Rompi Sedang Selalu Memakai APD 1 1 1 Sedang
Kecelakaan berat Kerja Memakai Sepatu Safety Berat Memberikan Peringatan atau 2 1 1 Berat
-
- Terjangkit covid - 19 UU No.13 Tahun 2003 Memakai Masker dan Kaca Sanksi Bagi Pekerja yang
- Terperosok lubang galian Tentang Ketenaga Mata Pelindung Tidak Memakai APD
- Tersengat aliran listrik kerjaan Memakai Helm Proyek
- Terluka terkena peralatan kerja UU No. 18 Tahun 1999 Tidak Bercanda Dalam
- Tertususk besi dan potongan kawat Tentang Jasa Konstruksi Bekerja
- Terkena debu semen Berhati - Hati
- Terluka terkena potongan kayu/ multiplek
- Terluka terkena paku
SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Petugas K3
B.2. RENCANA TINDAKAN (Sasaran & Program)
Penjelasan :
1 Akibat, Nilai 1 : Luka Ringan 3 Resiko = Akibat x Peluang
Nilai 2 : Luka Sedang
Nilai 3 : Luka Berat / Cacat / Kematian
2 Peluang, Nilai 1 : Jarang terjadi 4 Tingkat Resiko Kegiatan : Nilai 1 - 3 = Resiko Kecil
Nilai 2 : Kadang-kadang terjadi Nilai 4 - 6 = Resiko Sedang
Nilai 3 : Sering terjadi Nilai 7 - 9 = Resiko Tinggi
Sasaran Program
No Pengendalian Risiko (Sesuai Kolom Tabel 6 IBPRP)
Jadwal Bentuk Indikator Penanggung
Uraian Tolak Ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya
Pelaksanaan Monitoring Pencapaian Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 PERKERJAAN PERSIAPAN Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Perlengkapan APD Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
2 Mobilisasi dan Demobilisasi Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Perlengkapan APD Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Memakai Safety Belt Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Aturan Kerja
Menaati rambu lalulintas Memastikan kopetensi pekerja Sepatu Safety dipakai
Masker dipakai
Helm dipakai
Disiplin dalam bekerja
3 PEKERJAAN STRUKTUR Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
- Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
4 PEKERJAAN ARSITEKTUR Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
- Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
- Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
- Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
- Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
5 PEKERJAAN ELEKTRIKAL Pengadaan Sarung Tangan dan Rompi Kecelakaan Kerja Sarung Tangan Harian Checklist Daftar Absensi Ahli K3
- Memakai Sarung Tangan dan Rompi Pengadaan Sepatu Safety Tidak Terjadi dipakai Perlengkapan APD
- Memakai Sepatu Safety Pengadaan Masker dan Kaca Mata Sepatu Safety dipakai Perlengkapan APD
Memakai Masker dan Kaca Mata Pelindung Pelindung Perlengkapan APD
- Memakai Helm Proyek Pengadaan Helm Masker dipakai Perlengkapan APD
Tidak Bercanda Dalam Bekerja Memastikan kopetensi pekerja Helm dipakai Aturan Kerja
Berhati - Hati Memastikan kopetensi pekerja Disiplin dalam bekerja Aturan Kerja
SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Petugas K3
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN
PRASARANA SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB.
BINTAN
3 Peraturan Pemerintah
Nomor : 28 Tahun 2000
Tentang : Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi
Nomor : 29 Tahun 2000
Tentang : Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
Nomor : 30 Tahun 2000
Tentang : Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi
2 Pertemuan Pagi Hari (Safety Morning) Project manager Continue ( Setiap hari Kerja)
Pelaksana Konstruksi
Petugas K3
1.7 Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi
1.8 Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
1.9 Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat
2.5 Melakukan pemantauan dan pengendalian dalam setiap kondisikeadaan darurat termasuk melakukan mitigasi apabila terjadi
kecelakaan kerja
2.6 Memastikan kesiapan tim dan peralatan keadaan darurat tersedia sesuai kondisi lapangan
Catatan : HSE Supervisor berkewajiban untuk mencatat no telephone rumah sakit setempat yang terdekat dengan lokasi proyek
1 Safety man/HSE Supervisor melaporkan kecelakaan dengan mengisi formulir laporan kecelakaan kerja (F-HSE-005)
2 Sekecil apapun kecelakaan HSE Supervisor bersama site manager segera melakukan investigasi penyebab kecelakaan dan melaporkan
hasil investigasi dalam formulir accident or incident report (F-HSE-001)
3 Pada kasus kecelakaan parah yang mengharuskan karyawan rawat inap di rumah sakit. HSE Supervisor bersama-sama HRD Supervisor
akan terus memantau proses perawatan karyawan tersebut.
Catatan :
HSE Supervisor berkewajiban untuk mencatat no telephone rumah sakit setempat yang terdekat dengan lokasi proyek
C.2. Kompetensi
PT. PULAU BINTAN BESTARI berkomitmen dalam penerapan pelaksanaan keselamatan kontruksi di lingkungan kerja dengan
menaati ketentuan dan perundangan K3 termasuk memberikan program pelaihan dan peningkatan kinerja karyawan memalui uji
kopetensi terhadap seluruh tenaga kerja
1 TUJUAN
Memberikan panduan dalam kegiatan peningkatan kompetensi pagawai PT. PULAU BINTAN BESTARI
2 RUANG LINGKUP
Prosedur ini dilaksanakan dalam lingkup kegiatan kompetensi PT. PULAU BINTAN BESTARI, meliputi: Usulan program
peningkatan kopetensi pegawai, Pembentukan tim. kegiatan peningkatan Kompetensi Karyawan.
3 REFERENSI
a. Pedoman Mutu
b. Perosedur Penerimaan Karyawan
6 FORM
a. Daftar peserta program peningkatan kompetensi pegawai
b. Daftar hadir peserta
c. Jadwal kegiatan
d. Form evaluasi
7 INSTRUKSI KERJA
a. Daftar peserta program peningkatan kompetensi pegawai
b. Daftar hadir peserta
c. Jadwal kegiatan
d. Evaluasi pelaksanaan kegiatan
Mulai
Kabag Personalia 2 Surat Persetujuan dan Proposal, 2 Sesuai dengan kebutuhan untuk
Mengusulkan peningkatan Identifikasi & Rangkuman kebutuhan pemenuhan atau pengingkatan
peningkatan kompetensi sesuai
kompetensi pegawai kompetensi.
kepada Dewan program kerja
Direksi/Manajemen
Tidak
C.3 Kepedulian
Kepedulian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan denga membuat rencana dan program kerja sebagai tindakan
pencegahan terhadap resiko kecelakaan kerja, sakit akibat pekerjaan dan pemulihan lingkungan yang tercemar akibat pekerjaan
konstruksi
BULAN
NO URAIAN KETERANGAN
1 2 3 4
2 RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku untuk seluruh fasilitas operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI dan semua pihak yang bekerja di area tersebut.
Hal-hal yang diatur dalam prosedur ini adalah cara untuk menyebarluaskan informasi-informasi terkait dengan lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan kepada pihak internal maupun eksternal Perusahaan.
3 DEFINISI
1 Informasi K3, yaitu informasi tentang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja yang meliputi :
Peraturan perundangan K3 Indonesia dan Internasional
Standar Nasional Indonesia dan Internasional
Kebijakan terpadu pada EHS Management System Manual PT. PULAU BINTAN BESTARI
Kondisi bahaya, laporan inspeksi dan laporan & hasil investigasi kecelakaan kerja
Laporan internal / eksternal audit dan hasil rapat tinjauan ulang manajemen
Prosedur dan instruksi kerjaK3
Risalah rapat bulanan / khusus P2K3, pelatihan-pelatihan K3
Tanda-tanda, peringatan bahaya dan tanda / peringatan K3 lainnya
Dan informasi-informasi lainnya yang terkait dengan K3
2 Internal Perusahaan, yaitu semua karyawan (karyawan bulanan, harian tetap,harian borongan maupun harian musiman) yang
terkait dengan kegiatan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI
3 Eksternal Perusahaan, yaitu semua pihak-pihak yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan operasi PT. PULAU
BINTAN BESTARI, seperti dalam penyediaan pasokan barang/material maupun jasa (supplier /pemasok barang,kontraktor /
sub kontraktor, dll.),termasuk tamu-tamu yang akan berkunjung kelingkungan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI.
Maupun penyediaan informasi K3 kepada-kepada instansi-instansi pemerintah yang terkait dan berwenang.
4 Konsultasi K3, adalah usaha atau kegiatan untuk mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapai dan peluang untuk
perbaikan penerapan, pengembangan dan pemeliharaan sistem manajemen K3
4 REFERENSI
Permenaker No.05/MEN/1996, SMK3, elemen 3.1.4. dan 3.2.1.
ISO 14001:2004,Environmental Management System,klausul4.4.3
OHSAS 18001:1999,OHS Management System,klausul4.4.3
EHS Management System ManualPT. Rekaya Semesta Utama
5 PROSEDUR
5.1 Tanggung Jawab
EHS Department bertanggung jawab untuk senantiasa berkoordinasi baik secara internal maupun eksternal perusahaan
(Kementerian Lingkungan Hidup, Depnaker Propinsi / Kab. / Kodya., Bapedalda Propinsi / Kabupaten / Kota madya,
Depkes,Pemda dan instansi / institusi lain terkait berkaitan dengan aspek K3)
yang bertujuan untuk memastikan bahwa peraturan dan perundangan, standar, dan informasi K3 lainnya senantiasa up
to date / terbaru dan dikomunikasikan / diinformasikan pada departemen terkait di dalam lingkungan operasiPT.
PULAU BINTAN BESTARI.
Procurement Department bertanggung jawab untuk menginformasikan ketentuan-ketentuan K3 PT. PULAU BINTAN
BESTARI. kepada supplier / pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang akan memasok barang atau jasa / bekerja
dilingkungan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI.
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
Kepala Departemen / Safety Management Representatif/ Environment Management Representatif Dept. bertanggung
jawab untuk menyediakaan sarana-sarana dan penyebarluasan informasi-informasi K3 kepada
seluruh karyawan yang ada diDepartemennya.
5.2 Komunikasi
Karyawan PT. PULAU BINTAN BESTARI mendapatkan informasi mengenai kebijakan terpadu (kualitas, lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja), manual SMK3, hasil rapat-rapat P2K3, artikel-artikelK3, perubahan-perubahan pada
prosedur / instruksi kerja, penyelesaian masalah
keluhan K3,program-program dan kinerja K3 PT. PULAU BINTAN BESTARI. Informasi ini diberikan melalui pelatihan,
penjelasan / briefing K3 harian / mingguan atau melalui papan pengumuman dan bulletin K3 (melalui mediacetak atau
elektronik internal perusahaan).
Informasi mengenai peraturan perundangan K3 akan disediakan oleh EHS Manager kepada tiap Kepala Departemen
/SMR-Safety Management Representatif/EMR-Environment Management Representatif/ SR-Safety Representatif/ ER-
Environment Representatif Departemen.
kerjadan penyelidikan kecelakaan disiapkan oleh EHS Department sebagai salah satu bahan yang akan dibahas dalam
rapat bulanan / rapat khusus P2K3,dan dibuatkan risalah rapat P2K3 dan disebarluaskan kepada tiap Kepala
Departemen / Safety Management Representatif/ Environment Management Representatifdan Safety/ Environment
Representatif serta seluruh anggota P2K3.
Hasil laporan audit internal / eksternal SMK3 disiapkan oleh personil EHS Department berdasarkan laporan tim auditor
internal / eksternal dan didistribusikan kepada pihak internal (Dewan Direksi, Ketua P2K3,KepalaDivisi,Kepala
Departemen/ Safety Management Representatif/ EnvironmentManagement Representatif, Safety Representatif,
Environment Representatif)dan pihak eksternal jika diperlukan (misalAuditor Eksternal).
Tanda-tanda peringatan K3(poster, sign, label, dll) disediakan oleh EHS Department dengan terlebih dahulu masing-
masing Kepala Departemen melampirkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian resiko di departemennya disertai
dengan formulir pengajuan permintaan tanda-tanda peringatanK3.
Untuk memudahkan penyebaran informasi yang berkaitan dengan K3 dalam lingkup PT. PULAU BINTAN BESTARI. maka
dibuat daftar penyebarluasan informasi K3 (contoh dapat dilihat pada lampiran).
Setiap 3 bulan sekali PT. PULAU BINTAN BESTARI ,melaporkan hasil kegiatan P2K3 kepada Dinas Tenaga Kerja
Setempat, dimana laporannya disiapkan oleh sekretaris P2K3 dan ditanda tangani oleh Ketua dan Sekretaris P2K3
Laporan kecelakaan kerja dan hasil penyelidikannya disiapkan oleh EHS Manager dan disampaikan kepada Kepala
Operasi, Ketua P2K3 tembusannya kepada pihak Kanwil Depnaker setempat.
Pihak pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang terikat kontrak dengan PT. PULAU BINTAN BESTARI, untuk
menyediakan barang atau jasa diinformasikan tentang kebijakan dan ketentuan K3 PT. PULAU BINTAN BESTARI.
Informasi diberikan oleh Procurement Manager dan bila diperlukan PT. PULAU BINTAN BESTARI dapat memberikan
pelatihan awal atau penjelasan / briefing K3 kepada yang akan bekerja dilingkungan PT. PULAU BINTAN BESTARI
Pihak Satuan Pengaman/ Security di Pos Komando Keamanan perusahaan berkewajiban memberikan informasi kepada
setiap tamu yang akan memasuki area pabrik / plant di lingkungan operasi PT. PULAU BINTAN BESTARI. tentang
Kebijakan Terpadu (Kualitas, Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja),
peraturan-peraturan umum K3 dan prosedur menghadapi keadaan darurat.
Pihak Satuan Pengaman / Security yang ada di Pos Ronda setiap Gedung / Area Produksi atau Kepala Departemen /
Personil Departemen yang ditunjuk berkewajiban memberikan informasi-informasi K3 dan prosedur tanggap darurat
yang berlaku di area tersebut kepada setiap tamu yang akan masuk kegedung / area departemen / plant tersebut.
Informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi darurat / emergency yangterjadi di perusahaan diatur dan
mengikuti prosedur komunikasi tanggap gawat darurat.
5.3 Konsultasi K3
Konsultasi ini bisa dilakukan di internal PT. PULAU BINTAN BESTARI untuk melibatkan karyawan maupun dengan pihak
eksternal, seperti Perguruan Tinggi,Instansi Pemerintah terkait, Lembaga Swadaya masyarakat ( NGO – Non Government
Organization ), perusahaan asuransi, konsultan K3,dsb.
Menurut SNI ISO 9000:2015 Sistem Manajemen Mutu- Dasar-dasar dan Kosakata, informasi terdokumentasi diartikan sebagai
"Informasi dalam bentuk media penyimpanan yang dipersyaratkan untuk dikendalikan dan dipelihara oleh organisasi"
Informasi terdokumentasi dapat dalam berbagai format dan media, dari sumber manapun.
Contoh informasi terdokumentasi :
Q Struktur Organisasi
Q Peta Proses, diagram alur proses dan / atau deskripsi proses
Q Prosedur
Q Instruksi Kerja dan / atau pedoman/ Guidelines
Q Spesifikasi
Q Dokumen yang berisi komunikasi internal
Q Jadwal Produksi
Q Daftar pemasok yang Disetujui
Q Rencana Kualitas
Q Manual Kualitas
Q Rencana Strategis
Q Formulir
Q Kebijakan Mutu
Q Sasaran Mutu
< Dokumentasi
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
1 PERKERJAAN PERSIAPAN
Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai
2 Mobilisasi dan Demobilisasi Terjadi Insiden kecelakaan lalulintas Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Kecelakaan
Penggunaan APD yang sesuai
3 PEKERJAAN STRUKTUR Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai
No. Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab
4 PEKERJAAN ARSITEKTUR Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai
5 PEKERJAAN ELEKTRIKAL Terjadi Insiden Berupa Pekerja Diberikan Penyeluhan Bahaya Petugas K3
Terkena Peralatan Kerja/Alat - Alat Kecelakaan
Tukang Sehingga Terjadi Luka Penggunaan APD yang sesuai
No. Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA
SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
Perencanaan operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya pengendalian,
diantaranya :
2 Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi penanggung jawab kegiatan SMK3
b. Penyedia Jasa harus melaporkan kecelakaan berat, kasus kematian, dan kejadian berbahaya kepada Komite
Keselamatan Konstruksi dalam waktu 2 x 24 jam untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
JADWAL IPEKSI DAN AUDIT
SANGGAM M. PANGABEAN, ST
Petugas K3
RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI
REHABILITASI DAN RENOVASI SARANA DAN PRASARANA
SEKOLAH KOTA BATAM DAN KAB. BINTAN
Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :
Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan dan penyelidikan kecelakaan yang sudah dibuat. °
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan katagori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur
sebagaimana dalam Perencanaan Keselamatan Konstruksi
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan
perbaikan.
Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan, pengawasan, pelatihan dan
pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek.
AGUS SALIM
Direktur Utama