0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
932 tayangan18 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan RKL-RPL

[Ringkasan] Dokumen ini membahas rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) untuk pembangunan sarana prasarana wisata alam di Taman Wisata Alam Pantai Panjang-Pulau Baai, Kota Bengkulu. Dokumen ini menjelaskan dampak lingkungan yang mungkin timbul selama konstruksi dan operasi, serta langkah-langkah pengelolaan lingkungan yang akan diambil untuk menanggulangi dampak tersebut. D

Diunggah oleh

Samuel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
932 tayangan18 halaman

Rencana Pengelolaan Lingkungan RKL-RPL

[Ringkasan] Dokumen ini membahas rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) untuk pembangunan sarana prasarana wisata alam di Taman Wisata Alam Pantai Panjang-Pulau Baai, Kota Bengkulu. Dokumen ini menjelaskan dampak lingkungan yang mungkin timbul selama konstruksi dan operasi, serta langkah-langkah pengelolaan lingkungan yang akan diambil untuk menanggulangi dampak tersebut. D

Diunggah oleh

Samuel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PEMBUATAN DOKUMEN RKL-RPL

PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA


WISATA ALAM DI TWA PANTAI PANJANG-PULAU
BAAI

Oleh :
Samuel Parluhutan Lbn / NPM E2A019023

PROGRAM STUDI PASCASARJANA (S2)


PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
BAB I.
Pendahuluan

1.1. Latar Belakang


Pariwisata Kota Bengkulu juga didukung dengan keanekaragaman daya tarik obyek
wisatanya maupun berbagai atraksi wisata serta keramahan masyarakatnya. Hampir
berbagai jenis obyek wisata terdapat di Kota Bengkulu seperti museum, obyek wisata
budaya, keindahan Danau, Benteng, keindahan pantai dan lain-lain. Dari sekian banyak
obyek wisata tersebut salah satunya keberadaan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai
Panjang-Pulau Baai.
Keberadaan TWA Pantai Panjang-Pulau ini bertujuan untuk mendukung
pengembangan kepariwisataan di Kota Bengkulu dengan menyediakan fasilitas obyek dan
daya tarik wisata budaya, rekreasi, dan olah raga yang dapat menampung kunjungan
wisatawan yang datang ke daerah. Selain itu, Keberadaan sarana pariwisata ini dapat
membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, membantu aktivitas
pembangunan di Kota Bengkulu melalui partisipasi, membantu peningkatan pendapatan asli
daerah melalui pungutan pajak obyek wisata, serta dapat membantu Pemerintah Daerah
Kota Bengkulu dalam penyediaan lapangan kerja.
Terlepas dari hal positif di atas, keberadaan prasarana dan sarana kepariwisataan
tersebut, selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat juga dapat menimbulkan
dampak negatif salah satunya adalah limbah cair yang dihasilkan apabila tidak dikelola
dengan baik akan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan khususnya
dampak terhadap penurunan kualitas air sungai. Hal ini dapat terjadi akibat karena jenis
limbah yang dihasilkan kegiatan ini lebih beragam dan perlu penanganan khusus jika
dibandingkan dengan bidang usaha lainnya, hal ini terkait dengan aktivitas di dalamnya.
Limbah yang dihasilkan ada limbah oleh kegiatan berupa sisa-sisa kegiatan memasak, MCK,
kolam renang dan lain-lain. Komposisi air limbah hotel dapat terdiri dari beberapa
persenyawaan baik yang bersifat organik maupun anorganik. Beberapa komposisi
persenyawaan dalam air limbah antara lain terdiri atas: uap air, zat organik, Pestisida, Fenol,
Alidrin, Nitrogen, Phosfor, Karbon, Kalsium, Seng, Kadmium, Sulfat, Sulfida, Amoniak, Besi,
Tembaga, Krom, dan senyawa kimia toksik 12 lainnya (Duncan dalam Sugiharto, 1987). Air
limbah ini juga biasanya mengandung berbagai mikroorganisme yang bersifat Pathogen
seperti Elcoli yang dapat menimbulkan penyakit apabila mencemari perairan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran
lingkungan dilakukan dengan membuat Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup yang tertuang dalam Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 22 ayat (1) bahwa "setiap usaha
dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki
AMDAL". Dokumen AMDAL digunakan sebagai instrumen pencegahan pencemaran yang
dibuat pada tahap perencanaan usaha dan/atau kegiatan. Seluruh kewajiban pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup yang tercantum dalam dokumen Rencana Pengelolaan
Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) wajib dilaksanakan oleh
penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan dan dilaporkan secara berkala kepada instansi
lingkungan hidup pusat, provinsi dan/atau kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

1.2. Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL-RPL


1.2.1. Maksud dan Tujuan dari Pelaksanaan RKL adalah sebagai berikut :
1) Melaksanakan pengelolaan lingkungan untuk menanggulangi, meminimalisasi
atau mengendalikan dampak negative yang timbul pada tahap konstruksi dan
operai. Selain itu dapat digunakan sebagai pedoman Standard of Procedure bagi
pemrakarsa.
2) Mengelola lingkungan hidup yang sifat meningkatkan dampak positif, sehingga
dampak tersebut memberikan manfaat yang lebih besar pada masyarakat.
3) Mengelola lingkungan hidup yang bersifat memberikan pertimbangan ekonomi
lingkungan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atau sumber daya tidak
dapat pulih, hilang atau rusak baik dalam arti sosial, ekonomi, dan atau ekologis.

1.2.2. Maksud dan Tujuan dari Pelaksanaan RPL adalah sebagai berikut :
Sebagai evaluasi bagi pemerintah terhadap tingkat keberhasilan upaya-upaya
pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilakukan yang meliputi upaya pengelolaan yang
meliputi upaya mencegah dan menanggulangi dampak negatif serta upaya mengembangkan
atau memaksimalkan dampak positif yang ditimbulkan oleh pembangunan sarana prasarana
wisata alam sebagai sumber data untuk memberikan masukan dalam pengawasan rencana
kegiatan.

1.3. Pernyataan Kebijakan Lingkungan dari Pemrakarsa


Lokasi rencana kegiatan pembangunan sarana prasarana wisata alam yang secara
geografis berada pada Kota Bengkulu. Berdasarkan Undang-Undang No. 32 tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa :
1) Dalam rangka pelaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan hidup sebagai upaya
sadar dan berencana mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan
yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup, maka perlu
dijaga keserasian berbagai usaha dan/atau kegiatan.
2) Setiap usaha dan/atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap
lingkungan hidup sehingga perlu dianalisis sejak awal perencanaannya, setiap Langkah
pengendalian dampak negative dan pengembangan dampak positif dapat dipersiapkan
sedini mungkin.
3) Mematuhi peraturan perundang-undangan dan aturan-aturan lain yang berlaku.
4) Mendorong adanya system pengelolaan limbah yang efektif dengan mengutamakan
konsep Reduce, Reuse, Recycle.
5) Mendorong penggunaan transportasi yang efesien pada semua kegiatan kami.
6) Mendorong program kepedulian dan pengembangan masyarakat sekitar.
BAB II.
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Tabel 1. Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Pembangunan Sarana Prasarana Wisata Alam di TWA Pantai Panjang
Dampak Lokasi Periode
Sumber Indikator Keberhasilan Institusi
No. Lingkungan Bentuk Pengelolaan LH Pengelolaan Pengelolaan
Dampak Pengelolaan LH Pengelolaan LH
Yang Dikelola LH LH
I. Tahap Konstruksi

1. Penurunan - Penyiapan Kualitas udara ambien sesuai Pendekatan Teknologi Area sekitar Pengelolaan Pelaksana:
Kualitas Udara Lahan baku mutu Peraturan 1. Menggunakan kendaraan proyek wilayah dilakukan setiap - Dinas Kesehatan Kota
- Mobilitasi Pemerintah Nomor 41 Tahun yang layak operasi (lulus uji KIR) pembangunan: hari selama Bengkulu
Tenaga Kerja, 1999 tapak proyek berlangsungnya
• SO2 24 jam (365 µg/Nm3) 2. Pengangkutan tanah urug tidak dan pintu kegiatan - Dinas Perhubungan
Bahan dan melebihi kapasitas angkut dan Kota Bengkulu
Peralatan Berat • CO 24 jam (10.000 keluarmasuk konstruksi
µg/Nm3) ditutup terpal. lokasi dengan - Kontraktor Pelaksana
- Pembangunan • NO2 24 jam (150 µg/Nm3) 3. Membatasi kecepatan kendaraan pembangunan pelaporan setiap Pembangunan.
Fisik Bangunan • O3 1 jam (235 µg/Nm3) saat melewati areal pemukiman serta di 6 bulan sekali Pengawas:
• PM10 24 jam (150 µg/Nm3) warga sepanjang jalan
- Dinas Lingkungan Hidup
• PM2,5 24 jam (65 µg/Nm3) 4. Menempatkan petugas kebersihan masuk di sekitar
Kota Bengkulu
• TSP 24 jam (230 µg/Nm3) pada tempat lokasi yang di lewati lokasi (Jalan
bila ada ceceran tanah urug yang Pariwisata) Penerima Laporan :
Kepmen LH Nomor 50/Menlh/
11/1996 dapat mengakibatkan tebaran debu. - Dinas Lingkungan Hidup
• H3 (2 ppm) 5. Melakukan penyiraman secara Kota Bengkulu
• H2S (0,02 ppm) berkala pada lokasi kegiatan untuk
meminimalisir debu yang
berterbangan.
6. Membatasi jam kerja konstruksi
sesuai dengan kesepakatan warga
kelurahan lempuing.

2. Peningkatan Pembangunan Intensitas bising yang Pendekatan Teknologi Tapak proyek Pengelolaan Pelaksana:
Kebisingan Fisik Bangunan dihasilkan tidak melebihi baku 1. Membuat pagar pembatas di dan pintu dilakukan setiap - Dinas Kesehatan Kota
mutu berdasarkan Keputusan sekeliling lokasi kegiatan untuk keluarmasuk hari selama Bengkulu
Menteri Negara Lingkungan meminimalisir kebisingan dengan lokasi berlangsungnya
Hidup Nomor KEP48/MENLH/ pembangunan kegiatan - Kontraktor Pelaksana
tinggi pagar ± 2 m sepanjang Pembangunan.
XI/1996. keliling batas proyek terutama area konstruksi
operasional alat dengan Pengawas:
2. Membatasi jam kerja kegiatan berat pelaporan setiap
konstruksi sesuai kesepakatan - Dinas Lingkungan Hidup
dengan perwakilan masyarakat di 6 bulan sekali Kota Bengkulu
Kelurahan Lempuing Penerima Laporan :
3. Melengkapi pekerja dengan ear Dinas Lingkungan Hidup
plug/ear muff untuk mencegah Kota Bengkulu
gangguan pendengaran akibat
kebisingan yang ditimbulkan
Pendekatan Sosial
Berkoordinasi dengan pemerintah
setempat dan tokoh masyarakat dalam
pelaksanaan konstruksi terutama pada
saat melebihi waktu jam kerja

3. Penurunan Pembangunan Air tanah memenuhi baku - Tidak membuang air limbah langsung Saluran drainase Selama Pelaksana:
Kualitas/Kuantitas Fisik Bangunan mutu sesuai Peraturan Menteri menuju saluran air. lokasi proyek operasional - Dinas Kesehatan Kota
Air Tanah Kesehatan No. 32 Tahun 2017, - Air limbah yang berasal dari hotel, Bengkulu
untuk keperluan hygiene restoran, dll disalurkan ke instalasi
sanitasi - Kontraktor Pelaksana
pengolahan air limbah (IPAL) Pembangunan.
- Melakukan koordinasi dengan instansi Pengawas:
terkait
- Dinas Lingkungan Hidup
- Melakukan perawatan rutin terhadap Kota Bengkulu
IPAL
Penerima Laporan :
Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

4. Peningkatan Penyiapan lahan Abrasi dan sedimentasi di Melakukan maintenance dredging di Perairan Laut di Selama Pelaksana:
Abrasi dan sekitar lokasi lokasi terjadinya sedimentasi Lokasi kegiatan operasional
berdasarkan hasil pemantauan - Dinas PUPR Kota
Sedimentasi Bengkulu
- Kontraktor Pelaksana
Pembangunan.
Pengawas:
- Dinas PUPR Kota
Bengkulu
Penerima Laporan :
Dinas PUPR Kota Bengkulu

5. Peningkatan - Pembangunan Mengikuti semua persyaratan - Tenaga kerja konstruksi proyek akan Lokasi Proyek Selam proses Pelaksana:
Volume Sampah Fisik Bangunan yang telah ditetapkan pada: ditempatkan di basecamp dilengkapi dan pantai konstruksi - Dinas Kebersihan Kota
Padat - Aktivitas - PP No. 101/2014 tentang dengan kontainer sampah terpisah Bengkulu
Basecamp pengelolaan limbah B3; untuk sampah organik dan anorganik.
- Kontraktor Pelaksana
- Kepmenkes RI - Menerapkan ketentuan/ peraturan Pembangunan.
No.1204/MENKES/SK/X/200 larangan untuk tidak membuang
sampah padat ke perairan laut dan Pengawas:
4 tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan pantai di perairan pantai/laut dan di - Dinas Lingkungan Hidup
Rumah Sakit; dan bedeng pekerja. Kota Bengkulu
- PermenLH dan Kehutanan - Menyediakan tempat-tempat sampah Penerima Laporan :
RI No. 56/2015 tentang di pantai sekitar lokasi proyek dan di Dinas Lingkungan Hidup
Tata cara dan Persyaratan bedeng pekerja yang dipisahkan Kota Bengkulu
Teknis Pengelolaan Bahan antara sampah organik dan anorganik
Berbahaya dan Beracun dari untuk menampung sampah padat dari
Fasilitas Pelayanan aktivitas buruh.
Kesehatan. - Melakukan pengawasan kebersihan
- Tidak adanya timbulan lingkungan di sekitar lokasi proyek
sampah (limbah domestik) dan di bedeng pekerja secara
yang berserakan di lokasi kontinyu setiap hari yang dilakukan
kegiatan oleh petugas kebersihan khusus
selama konstruksi reklamasi
berlangsung.
- Membersihkan perairan sekitar proyek
dan bedeng pekerja dari sampah-
sampah yang ada setiap hari yang
dilakukan oleh petugas kebersihan
khusus selama tahap konstruksi.
- Secara periodik, setiap hari sampah
padat yang terkumpul diangkut ke
lokasi pembuangan akhir.

6. Hilangnya flora - Penyiapan Tidak berkurangnya tutupan - Penebangan pohon dilakukan pada Lokasi Proyek Selam proses Pelaksana:
Lahan vegetasi lokasi yang mengganggu proyek dan pantai konstruksi - Kontraktor Pelaksana
- Pembangunan bangunan; Pembangunan.
Fisik Bangunan - Membersihkan semak belukar dan Pengawas:
tanaman bawah yang mengganggu.
- Balai KSDA Bengkulu
- Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu
Penerima Laporan :
- Balai KSDA Bengkulu
- Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

7. Hilangnya Fauna - Penyiapan Tidak berkurangnya satwa liar - Penebangan pohon dilakukan pada Lokasi Proyek Selam proses Pelaksana:
Lahan terutama burung lokasi yang mengganggu proyek dan pantai konstruksi - Kontraktor Pelaksana
- Pembangunan bangunan; Pembangunan.
Fisik Bangunan - Membersihkan semak belukar dan Pengawas:
tanaman bawah yang mengganggu.
- Balai KSDA Bengkulu
- Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu
Penerima Laporan :
- Balai KSDA Bengkulu
Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

8. Gangguan Biota Pembangunan Tidak adanya biota laut yang - Melakukan pengawasan kebersihan Lokasi Proyek Selama Pelaksana:
Laut Dermaga Jetty terganggu terhadap dermaga jetty; Operasional - Kontraktor Pelaksana
- Melakukan pengisihan bahan bakar Pembangunan.
dilakukan dengan menggunakan SPBU Pengawas:
dan tidak menggunakan jerigen;
- Balai KSDA Bengkulu
- Melakukan perawatan terhadap mesin
kapal, speed boat yang beroperasi. - Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu
Penerima Laporan :
- Balai KSDA Bengkulu
Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

9. Tingkat Rekrutmen - Tersedianya lapangan Pendekatan Sosial: Lokasi Proyek Selama Proses Pelaksana:
Pengangguran Tenaga Kerja pekerjaan baru - Memberikan prioritas kepada tenaga Konstruksi - Disnaker Kota Bengkulu
- Berkurangnya jumlah kerja lokal yang berasal dari - Kontraktor Pelaksana
pengangguran di Kota masyarakat sekitar sesuai kualifikasi Pembangunan.
Bengkulu yang dibutuhkan.
- Kelurahan Lempuing.
- Menginformasikan secara terbuka
lowongan pekerjaan yang tersedia Pengawas:
sesuai kualifikasi yang diperlukan Disnaker Kota Bengkulu
melalui kantor Kelurahan atau Penerima Laporan :
tempattempat yang mudah dilihat dan
Disnaker Kota Bengkulu
dibaca oleh masyarakat.
- Melakukan seleksi penerimaan tenaga
kerja secara transparan dengan
kriteria penerimaan yang jelas.
- Memberikan kesempatan yang luas
kepada masyarakat untuk membuka
usaha – usaha yang dapat
mendukung pembangunan proyek
seperti usaha warung makan, warung
kopi, warung kebutuhan seharihari,
ojek dsb.
- Menghimbau kepada kontraktor
utama agar dapat melibatkan
masyarakat lokal.
II. Tahap Operasi

1. Penurunan Pengelolaan - Air tanah memenuhi baku - Tidak membuang air limbah langsung Saluran drainase Selama Pelaksana:
Kualitas/Kuantitas Limbah Padat dan mutu sesuai Peraturan menuju saluran air. lokasi proyek operasional - Dinas Kesehatan Kota
Air Tanah Cair Menteri Kesehatan No. 32 - Air limbah yang berasal dari hotel, Bengkulu
Tahun 2017, untuk restoran, dll disalurkan ke instalasi
keperluan hygiene sanitasi - Kontraktor Pelaksana
pengolahan air limbah (IPAL) Pembangunan.
- Melakukan koordinasi dengan instansi Pengawas:
terkait
- Dinas Lingkungan Hidup
- Melakukan perawatan rutin terhadap Kota Bengkulu
IPAL
Penerima Laporan :
Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

2. Peningkatan Pengelolaan Mengikuti semua persyaratan - Menerapkan ketentuan/ peraturan Lokasi Proyek Selam proses Pelaksana:
Volume Sampah Limbah Padat dan yang telah ditetapkan pada: larangan untuk tidak membuang dan pantai operasional - Dinas Kebersihan Kota
Padat Cair - PP No. 101/2014 tentang sampah padat ke perairan laut dan Bengkulu
pengelolaan limbah B3; pantai di perairan pantai/laut kepada
pengunjung. - Kontraktor Pelaksana
- Kepmenkes RI Pembangunan.
No.1204/MENKES/SK/X/200 - Menyediakan tempat-tempat sampah
di pantai sekitar lokasi wiata alam Pengawas:
4 tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan yang dipisahkan antara sampah - Dinas Lingkungan Hidup
Rumah Sakit; dan organik dan anorganik untuk Kota Bengkulu
menampung sampah padat dari Penerima Laporan :
- PermenLH dan Kehutanan aktivitas pengunjung.
RI No. 56/2015 tentang Dinas Lingkungan Hidup
Tata cara dan Persyaratan - Melakukan pengawasan kebersihan Kota Bengkulu
Teknis Pengelolaan Bahan lingkungan di sekitar lokasi wisata
Berbahaya dan Beracun dari alam secara kontinyu setiap hari yang
Fasilitas Pelayanan dilakukan oleh petugas kebersihan
Kesehatan. khusus selama kegiatan operasional.
Tidak adanya timbulan - Membersihkan perairan sekitar lokasi
sampah (limbah domestik) wisata alam dari sampah-sampah
yang berserakan di lokasi yang ada setiap hari yang dilakukan
kegiatan oleh petugas kebersihan khusus
selama kegiatan operasional.
- Secara periodik, setiap hari sampah
padat yang terkumpul diangkut ke
lokasi pembuangan akhir.

3. Hilangnya Flora Pengelolaan Tidak berkurangnya tutupan - Tidak membuang air limbah langsung Lokasi Wisata Selama Proses Pelaksana:
Limbah Padat dan vegetasi menuju saluran air. Alam Operasional - Kontraktor Pelaksana
Cair - Air limbah yang berasal dari hotel, Pembangunan.
restoran, dll disalurkan ke instalasi Pengawas:
pengolahan air limbah (IPAL) - Balai KSDA Bengkulu
- Melakukan koordinasi dengan instansi - Dinas Lingkungan Hidup
terkait Kota Bengkulu
- Melakukan perawatan rutin terhadap Penerima Laporan :
IPAL - Balai KSDA Bengkulu
- Membuat aturan tidak melakukan Dinas Lingkungan Hidup
perusakan terhadap tanaman yang Kota Bengkulu
ada dilokasi.

4. Hilangnya Fauna Pengelolaan Tidak hilangnya fauna darat - Air limbah yang berasal dari hotel, Lokasi Wisata Selama Proses Pelaksana:
Limbah Padat dan yang disekitar lokasi restoran, dll disalurkan ke instalasi Alam Operasional - Kontraktor Pelaksana
Cair pengolahan air limbah (IPAL) Pembangunan.
- Melakukan perawatan rutin terhadap Pengawas:
IPAL
- Balai KSDA Bengkulu
- Menerapkan ketentuan/ peraturan
larangan untuk tidak membuang - Dinas Lingkungan Hidup
sampah padat ke perairan laut dan Kota Bengkulu
pantai di perairan pantai/laut kepada Penerima Laporan :
pengunjung. - Balai KSDA Bengkulu
Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

5. Gangguan Biota Pengelolaan Tidak adanya biota laut yang - Air limbah yang berasal dari hotel, Lokasi Proyek Selama Pelaksana:
Laut Limbah Padat dan terganggu restoran, dll disalurkan ke instalasi Operasional - Kontraktor Pelaksana
Cair pengolahan air limbah (IPAL) Pembangunan.
- Melakukan perawatan rutin terhadap Pengawas:
IPAL
- Balai KSDA Bengkulu
- Melakukan pengawasan kebersihan
terhadap dermaga jetty; - Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu
- Melakukan pengisihan bahan bakar
dilakukan dengan menggunakan SPBU Penerima Laporan :
dan tidak menggunakan jerigen; - Balai KSDA Bengkulu
- Melakukan perawatan terhadap mesin Dinas Lingkungan Hidup
kapal, speed boat yang beroperasi. Kota Bengkulu

6. Tingkat Rekrutmen - Tersedianya lapangan Pendekatan Sosial: Lokasi Selama Pelaksana:


Pengangguran Tenaga Kerja pekerjaan baru - Memberikan prioritas kepada tenaga Opeasional Operasional - Disnaker Kota Bengkulu
- Berkurangnya jumlah kerja lokal yang berasal dari Wisata Alam Kegiatan
- Kontraktor Pelaksana
pengangguran di Kota masyarakat sekitar sesuai kualifikasi Pembangunan.
Bengkulu yang dibutuhkan.
- Kelurahan Lempuing.
- Menginformasikan secara terbuka
lowongan pekerjaan yang tersedia Pengawas:
sesuai kualifikasi yang diperlukan Disnaker Kota Bengkulu
melalui kantor Kelurahan atau Penerima Laporan :
tempattempat yang mudah dilihat dan Disnaker Kota Bengkulu
dibaca oleh masyarakat.
- Melakukan seleksi penerimaan tenaga
kerja secara transparan dengan
kriteria penerimaan yang jelas.

7. Kesehatan Pengelolaan Mengikuti semua persyaratan - Tidak membuang air limbah langsung Lokasi Proyek Selama Proses Pelaksana:
Masyarakat Limbah Padat dan yang telah ditetapkan pada: menuju saluran air. operasi - Dinas Kesehatan Kota
Cair - PP No. 101/2014 tentang - Air limbah yang berasal dari hotel, Bengkulu
pengelolaan limbah B3; restoran, dll disalurkan ke instalasi - Pemrakarsa
PermenLH dan Kehutanan RI pengolahan air limbah (IPAL)
Pengawas:
No. 56/2015 tentang Tata cara - Melakukan koordinasi dengan instansi
dan Persyaratan Teknis terkait - Dinas Lingkungan Hidup
Pengelolaan Bahan Berbahaya Kota Bengkulu
- Melakukan perawatan rutin terhadap
dan Beracun dari Fasilitas IPAL Penerima Laporan :
Pelayanan Kesehatan Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu

8. Perubahan Pengelolaan Pandangan atau sikap - Air limbah yang berasal dari hotel, Lokasi Proyek Selama Pelaksana:
Persepsi Limbah Padat dan masyarakat terhadap restoran, dll disalurkan ke instalasi Operasional - Dinas Kesehatan Kota
Masyarakat Cair pengelolaan limbah padat dan pengolahan air limbah (IPAL) Bengkulu
cair - Melakukan perawatan rutin terhadap - Pemrakarsa
IPAL
Pengawas:
- Melakukan pengawasan kebersihan
terhadap dermaga jetty; - Dinas Lingkungan Hidup
Kota Bengkulu
- Melakukan pengisihan bahan bakar
dilakukan dengan menggunakan SPBU Penerima Laporan :
dan tidak menggunakan jerigen; Dinas Lingkungan Hidup
- Melakukan perawatan terhadap mesin Kota Bengkulu
kapal, speed boat yang beroperasi.

III. Pasca Operasi

1. Tingkat Pelepasan Tenaga Berkurangnya pengangguran Pendekatan Sosial Kelurahan Pasca Operasi Pelaksana:
Pengangguran Kerja - Menyampaikan informasi terkait Lempuing - Disnaker Kota Bengkulu
rencana pemutusan hubungan kerja - Kontraktor Pelaksana
sejak awal pelaksanaan perekrutan Pembangunan.
tenaga kerja konstruksi
- Kelurahan Lempuing.
- Pelaksanaan pemutusan hubungan
kerja mengikuti ketentuan yang Pengawas:
tertuang di dalam UU No 13 Tahun Disnaker Kota Bengkulu
2003 tentang Ketenagakerjaan Penerima Laporan :
Pendekatan Institusi Disnaker Kota Bengkulu
- Melakukan koordinasi dengan Dinas
Tenaga Kerja Kota Bengkulu

2. Perubahan Pelepasan Tenaga Pandangan atau sikap Pendekatan Sosial Kelurahan Pasca Operasi Pelaksana:
Persepsi Kerja masyarakat terhadap - Menyampaikan informasi terkait Lempuing - Disnaker Kota Bengkulu
Masyarakat selesainya kegiata operasional rencana pemutusan hubungan kerja - Kontraktor Pelaksana
sejak awal pelaksanaan perekrutan Pembangunan.
tenaga kerja konstruksi
- Kelurahan Lempuing.
- Pelaksanaan pemutusan hubungan
kerja mengikuti ketentuan yang Pengawas:
tertuang di dalam UU No 13 Tahun Disnaker Kota Bengkulu
2003 tentang Ketenagakerjaan Penerima Laporan :
Pendekatan Institusi Disnaker Kota Bengkulu
- Melakukan koordinasi dengan Dinas
Tenaga Kerja Kota Bengkulu
BAB III.
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Tabel 2. Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Pembangunan Sarana Prasarana Wisata Alam di TWA Pantai Panjang

Dampak Lingkungan Yang Dipatau Bentuk Pemantauan Lingkungan Institusi Pemantau Lingkungan

No Lokasi Jangka
Sumber Penerima
Jenis Dampak Parameter Dampak Metode Pemantauan Pemantauan Waktu Pelaksana Pengawas
Dampak Laporan
Lingkungan Pemantauan
I. Tahap Konstruksi
1. Penurunan Tidak adanya udara ambien - Penyiapan Metode Pengumpulan : Lokasi Proyek Selama proses - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Kualitas Udara yang melebihi baku mutu Lahan - Pengambilan sampel Koordinat : konstruksi Kesehatan Kota Bengkulu
Peraturan Pemerintah - Mobilitasi menggunakan Midget 30 50’ 10,09” LS selama 6 Kota Bengkulu Bengkulu
Nomor 41 Tahun 1999 Tenaga Kerja, impinger untuk gas-gas 1020 17’ 17,71 bulan - Dinas
• SO2 24 jam (365 Bahan dan dan Medium Volume BT Perhubungan
µg/Nm3) Peralatan Berat Sampler untuk debu Kota Bengkulu
• CO 24 jam (10.000 - Pembangunan Metode Analisis Data : - Kontraktor
µg/Nm3) Fisik Bangunan - Analisis laboratorium Pelaksana
• NO2 24 jam (150 dan dibandingkan
µg/Nm3) hasilnya dengan baku
• O3 1 jam (235 µg/Nm3) mutu kualitas udara
mengacu pada PP
• PM10 24 jam (150
No.41 Tahun 1999 dan
µg/Nm3)
Keputusan MenLH
• PM2,5 24 jam (65 No.50 Tahun 1996
µg/Nm3)
• TSP 24 jam (230 µg/Nm3)
Kepmen LH Nomor
50/Menlh/ 11/1996
• H3 (2 ppm)
H2S (0,02 ppm)
2. Peningkatan Intensitas bising yang Pembangunan Metode Pengumpulan : Lokasi Proyek Selama proses - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Kebisingan dihasilkan tidak melebihi Fisik Bangunan - Pengukuran (in situ) Koordinat : konstruksi Kesehatan Kota Bengkulu
baku mutu berdasarkan menggunakan Sound 30 49’ 59,09” LS selama 6 Kota Bengkulu Bengkulu
Keputusan Menteri Negara Level Meter bulan - Dinas
1020 17’ 9,14 BT
Lingkungan Hidup Nomor
KEP48/MENLH/ XI/1996. - Memantau efisiensi dan Perhubungan
efektifitas pengelolaan Kota Bengkulu
peningkatan kebisingan - Kontraktor
Metode Analisis Data: Pelaksana
- Data/sampel yang
diambil dibandingkan
dengan baku mutu
tingkat kebisingan yang
ditetapkan dalam
Lampiran I Kepmen LH
No. 48 Tahun 1996
3. Penurunan Tidak adanya Air tanah Pembangunan Metode pengumpulan : Lokasi Proyek Selama Proses - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Kualitas/Kuantitas memenuhi baku mutu sesuai Fisik Bangunan - Observasi IPAL, saluran Koordinat : konstruksi Kesehatan Kota Bengkulu
Air Tanah Peraturan Menteri Kesehatan air limbah, 30 49’ 59,09” LS selama 6 Kota Bengkulu Bengkulu
No. 32 Tahun 2017, untuk pemeliharaan IPAL bulan - Dinas
keperluan hygiene sanitasi 1020 17’ 9,14 BT
Metode Analisis Data Perhubungan
Kota Bengkulu
- Analisis di
laboratorium. - Kontraktor
Pelaksana
- Membandingkan
pengukuran air tanah
dengan baku mutu.
4. Peningkatan Tidak adanya abrasi dan Penyiapan Lahan Pengamatan langsung di Lokasi Proyek Selama Proses - Dinas PUPR - Dinas - Dinas PUPR
Abrasi dan sedimentasi di lapangan. Data yang ada Koordinat : konstruksi Kota Bengkulu PUPR Kota
Sedimentasi sekitar lokasi dibandingkan dengan selama 6 Kota Bengkulu
30 49’ 59,09” LS - Kontraktor
data abrasi dan bulan Bengkulu
sedimentasi awal sebelum 1020 17’ 9,14 BT Pelaksana
kegiatan dimulai.
5 Peningkatan Mengikuti semua - Pembangunan Metode Pengumpulan Lokasi Proyek Selama Proses - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Volume Sampah persyaratan yang telah Fisik Bangunan Data Koordinat : konstruksi Kebersihan Kota Bengkulu
Padat ditetapkan pada: - Aktivitas - Memeriksa data 30 49’ 59,09” LS selama 6 Kota Bengkulu Bengkulu
Retribusi sampah bulan
- PP No. 101/2014 tentang Basecamp 1020 17’ 9,14 BT - Kontraktor
pengelolaan limbah B3; domestic Pelaksana.
- Kepmenkes RI - Memeriksa data
No.1204/MENKES/SK/X/20 Manifest limbah B3
04 tentang Persyaratan - Dokumentasi
Kesehatan Lingkungan pengelolaan limbah
Rumah Sakit; dan domestic dan limbah
- PermenLH dan Kehutanan B3
RI No. 56/2015 tentang - Memantau efisiensi dan
Tata cara dan Persyaratan efektifitas pengelolaan
Teknis Pengelolaan Bahan limbah yang dihasilkan.
Berbahaya dan Beracun
dari Fasilitas Pelayanan Metode Analisis
Kesehatan. - Data Metode deskriptif
Tidak adanya timbulan kuantitatif
sampah (limbah domestik)
yang berserakan di lokasi
kegiatan
6 Hilangnya flora Tutupan Lahan - Penyiapan - Identifikasi tutupan Lokasi Proyek Selama Proses - Kontraktor - Balai - Balai KSDA
Lahan lahan melalui citra Koordinat : konstruksi Pelaksana KSDA Bengkulu
- Pembangunan satelit. 30 49’ 59,09” LS selama 6 Pembangunan. Bengkulu - Dinas
Fisik Bangunan - Melakukan mapping 1020 17’ 9,14 BT bulan - Dinas Lingkungan
dengan menggunakan Lingkung Hidup Kota
Drone. an Hidup Bengkulu
Kota
Bengkulu

7 Hilangnya Fauna Indeks Diversi Satwa burung - Penyiapan - Pengamatan langsung Lokasi Proyek Selama Proses Kontraktor - Balai - Balai KSDA
Lahan - Iventarisasi potensi Koordinat : konstruksi Pelaksana KSDA Bengkulu
- Pembangunan fauna 30 49’ 59,09” LS selama 6 Pembangunan. Bengkulu - Dinas
Fisik Bangunan bulan - Dinas Lingkungan
1020 17’ 9,14 BT
Lingkung Hidup Kota
an Hidup Bengkulu
Kota
Bengkulu
8. Gangguan Biota Tidak adanya biota laut yang Pembangunan - Pengamatan langsung Lokasi Proyek Selama Proses Kontraktor - Balai - Balai KSDA
Laut terganggu Dermaga Jetty - Pengambilan sampel Koordinat : konstruksi Pelaksana KSDA Bengkulu
air, untuk pengecekan 30 49’ 59,09” LS selama 6 Pembangunan. Bengkulu - Dinas
PH air. bulan - Dinas Lingkungan
1020 17’ 9,14 BT
Lingkung Hidup Kota
an Hidup Bengkulu
Kota
Bengkulu
9. Tingkat Berkurangnya jumlah Rekrutmen - Melakukan Lokasi Proyek Selama Proses - Disnaker Kota Disnaker Disnaker Kota
Pengangguran pengangguran di Kota Tenaga Kerja pengumpulan data Koordinat : konstruksi Bengkulu Kota Bengkulu
Bengkulu terkait Angkatan kerja. 30 49’ 59,09” LS selama 6 - Kontraktor Bengkulu
bulan Pelaksana
1020 17’ 9,14 BT
Pembangunan.
- Kelurahan
Lempuing.
II. Tahap Operasi
1. Penurunan Tidak adanya udara ambien Pengelolaan Metode Pengumpulan : Lokasi Proyek Selama - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Kualitas/Kuantitas yang melebihi baku mutu Limbah Padat dan - Pengambilan sampel Koordinat : operasional Kesehatan Kota Bengkulu
Air Tanah Peraturan Pemerintah Cair menggunakan Midget 30 50’ 10,09” LS Kota Bengkulu Bengkulu
Nomor 41 Tahun 1999 impinger untuk gas-gas 1020 17’ 17,71 - Dinas
• SO2 24 jam (365 dan Medium Volume BT Perhubungan
µg/Nm3) Sampler untuk debu Kota Bengkulu
• CO 24 jam (10.000 Metode Analisis Data : Kontraktor
µg/Nm3) Pelaksana
- Analisis laboratorium
• NO2 24 jam (150
dan dibandingkan
µg/Nm3)
hasilnya dengan baku
• O3 1 jam (235 µg/Nm3)
mutu kualitas udara
• PM10 24 jam (150
mengacu pada PP
µg/Nm3)
No.41 Tahun 1999 dan
• PM2,5 24 jam (65
Keputusan MenLH
µg/Nm3)
No.50 Tahun 1996
• TSP 24 jam (230 µg/Nm3)
Kepmen LH Nomor
50/Menlh/ 11/1996
• H3 (2 ppm)
H2S (0,02 ppm)
2. Peningkatan Mengikuti semua Pengelolaan Metode Pengumpulan Lokasi Proyek Selama - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Volume Sampah persyaratan yang telah Limbah Padat dan Data Koordinat : operasional Kebersihan Kota Bengkulu
Padat ditetapkan pada: Cair - Memeriksa data 30 49’ 59,09” LS Kota Bengkulu Bengkulu
- PP No. 101/2014 tentang Retribusi sampah Kontraktor
1020 17’ 9,14 BT
pengelolaan limbah B3; domestic Pelaksana.
- Kepmenkes RI - Memeriksa data
No.1204/MENKES/SK/X/20 Manifest limbah B3
04 tentang Persyaratan - Dokumentasi
Kesehatan Lingkungan pengelolaan limbah
Rumah Sakit; dan domestic dan limbah
- PermenLH dan Kehutanan B3
RI No. 56/2015 tentang - Memantau efisiensi dan
Tata cara dan Persyaratan efektifitas pengelolaan
Teknis Pengelolaan Bahan limbah yang dihasilkan.
Berbahaya dan Beracun Metode Analisis
dari Fasilitas Pelayanan
Kesehatan. - Data Metode deskriptif
kuantitatif
Tidak adanya timbulan
sampah (limbah domestik)
yang berserakan di lokasi
kegiatan
3. Hilangnya Flora Tutupan Lahan Pengelolaan - Identifikasi tutupan Lokasi Proyek Selama Kontraktor - Balai - Balai KSDA
Limbah Padat dan lahan melalui citra Koordinat : operasional Pelaksana KSDA Bengkulu
Cair satelit. 30 49’ 59,09” LS Pembangunan. Bengkulu - Dinas
- Melakukan mapping 1020 17’ 9,14 BT - Dinas Lingkungan
dengan menggunakan Lingkung Hidup Kota
Drone. an Hidup Bengkulu
Kota
Bengkulu

4. Hilangnya Fauna Indeks Diversi Satwa burung Pengelolaan - Pengamatan langsung Lokasi Proyek Selama Kontraktor - Balai - Balai KSDA
Limbah Padat dan - Iventarisasi potensi Koordinat : operasional Pelaksana KSDA Bengkulu
Cair fauna 30 49’ 59,09” LS Pembangunan. Bengkulu - Dinas
1020 17’ 9,14 BT Dinas Lingkungan
Lingkungan Hidup Kota
Hidup Kota Bengkulu
Bengkulu

5. Gangguan Biota Tidak adanya biota laut yang Pengelolaan - Pengamatan langsung Lokasi Proyek Selama Kontraktor - Balai - Balai KSDA
Laut terganggu Limbah Padat dan - Pengambilan sampel Koordinat : operasional Pelaksana KSDA Bengkulu
Cair air, untuk pengecekan 30 49’ 59,09” LS Pembangunan. Bengkulu - Dinas
PH air. 1020 17’ 9,14 BT - Dinas Lingkungan
Lingkung Hidup Kota
an Hidup Bengkulu
Kota
Bengkulu
6. Tingkat Berkurangnya jumlah Rekrutmen Melakukan pengumpulan Lokasi Proyek Selama - Disnaker Kota Disnaker Disnaker Kota
Pengangguran pengangguran di Kota Tenaga Kerja data terkait Angkatan Koordinat : operasional Bengkulu Kota Bengkulu
Bengkulu kerja. 30 49’ 59,09” LS - Kontraktor Bengkulu
1020 17’ 9,14 BT Pelaksana
Pembangunan.
- Kelurahan
Lempuing.
7. Kesehatan Tidak Adanya pencemaran Pengelolaan Metode Pengumpulan Lokasi Proyek Selama - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Masyarakat limbah padat dan cair Limbah Padat dan Data Koordinat : operasional Kebersihan Kota Bengkulu
Cair - Memeriksa data 30 49’ 59,09” LS Kota Bengkulu Bengkulu
Retribusi sampah Kontraktor
1020 17’ 9,14 BT
domestic Pelaksana.
- Memeriksa data
Manifest limbah B3
- Dokumentasi
pengelolaan limbah
domestic dan limbah
B3
- Memantau efisiensi dan
efektifitas pengelolaan
limbah yang dihasilkan.
Metode Analisis
- Data Metode deskriptif
kuantitatif
8 Perubahan Tidak adanya persepsi buruk Pengelolaan Metode Pengumpulan Lokasi Proyek Selama - Dinas - Dinas LH Dinas LH Kota
Persepsi oleh masyarakat terkait Limbah Padat dan Data Koordinat : operasional Kebersihan Kota Bengkulu
Masyarakat limbah padat dan cair hasil Cair - Memeriksa data 30 49’ 59,09” LS Kota Bengkulu Bengkulu
kegiatan wisata alam Retribusi sampah - Kontraktor
1020 17’ 9,14 BT
domestic Pelaksana.
- Memeriksa data
Manifest limbah B3
- Dokumentasi
pengelolaan limbah
domestic dan limbah
B3
- Memantau efisiensi dan
efektifitas pengelolaan
limbah yang dihasilkan.
Metode Analisis
Data Metode deskriptif
kuantitatif
III. Pasca Operasi
Tingkat Berkurangnya pengangguran Pelepasan Tenaga Melakukan pengumpulan Kelurahan Pasca operasi - Disnaker Kota Disnaker Disnaker Kota
Pengangguran Kerja data terkait Angkatan Lempuing Bengkulu Kota Bengkulu
kerja. - Kontraktor Bengkulu
Pelaksana
Pembangunan.
- Kelurahan
Lempuing.
Perubahan Pandangan atau sikap Pelepasan Tenaga - Pengamatan Langsung Kelurahan Pasca operasi - Disnaker Kota Disnaker Disnaker Kota
Persepsi masyarakat terhadap Kerja Lempuing Bengkulu Kota Bengkulu
- Metode analisis dengan
Masyarakat selesainya kegiatan - Kontraktor Bengkulu
metode deskriptif
operasional Pelaksana
Pembangunan.
- Kelurahan
Lempuing.

Anda mungkin juga menyukai