Asuhan Keperawatan RDS Bayi Baru Lahir
Asuhan Keperawatan RDS Bayi Baru Lahir
Disusun untuk memenuhi tugas laporan individu praktek profesi ners departemen keperawatan anak
Di Susun Oleh
ERNA YASIN
2007.1490.1294
MALANG
2020
LEMBARAN PENGESAHAN
Di Susun Oleh
ERNA YASIN
2007.1490.1294
Disetujui Oleh
(.………………………..) (………………………………….)
PENGKAJIAN KEPERAWATAN NEONATUS
Respiration Pernafasan
√
(0=tidak ada),(1=lemah/tidak teratur),(2=menangis kuat)
V. GENOGRAM
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal
: Tinggal serumah
: Pasien
VI. RIWAYAT SOSIAL
A. Sistem pendukung/keluarga terdekat yang dapat dihubungi : Orang tua (ayah dan ibu
bayi) dan semua anggota keluarga yang mendukung
3. Antropometri :
Saat lahir Saat ini
1. Berat badan 2.400 gram 2.400 gram
2. Panjang badan 47 cm 47 cm
3. Lingkar kepala
4. Refleks
( ) Moro ( ) Menggenggam ( ) Menghisap
( ) Lain-lain,sebutkan …………………………………………………
5. Tonus/aktivitas
a. ( ) Aktif ( ) tenang ( √ ) letargi ( ) kejang
b. ( ) Menangis keras ( √ ) lemah ( ) melengking
( ) sulit menangis
6. Kepala/leher
a. Fontanel anterior
( √ ) Lunak ( ) Tegas ( ) Tegas ( ) datar
( ) Menonjol ( ) Cekung
b. Sutura sagitalis
( ) Tepat ( √ ) Terpisah ( ) Menjauh
c. Gambaran wajah
( √ ) Simetris ( ) Asimetris
d. Holding
( ) Caput succedaneum ( ) Chepalohematoma
7. Mata
( √ ) Bersih ( ) Sekresi,
8. THT
a. Telinga
( √ ) Normal ( ) Abnormal
b. Hidung
( √ ) Bilateral ( ) Obstruksi ( ) Cuping hidung
c. Palatum
( √ ) Normal ( ) Abnormal
9. Abdomen
a. ( √ ) Lunak ( ) Tegas ( ) Datar ( ) Kembung
b. Lingkar perut: ………. Cm
c. Liver: ( ) kurang dari 2 cm ( ) lebih dari 2 cm
10. Toraks
a. ( √ ) Simetris ( ) Asimetris
b. Retraksi: ( ) derajat 1 ( ) derajat 2 ( √ ) derajat 3
c. Klavikula: ( √ ) normal ( ) abnormal
11. Paru-paru
[Link] nafas: ( ) sama kanan kiri ( ) tidak sama kanan kiri ( )
bersih ( √ ) ronchi ( ) rales ( ) sekret
b. Bunyi nafas
( √ ) terdengar di semua lapang paru ( ) tidak terdengar ( ) menurun
c. Respirasi
( ) spontan, jumlah: x/menit
( ) sungkup/boxhead, jumlah: x/menit
( √ ) ventilasi assisted CPAP
12. Jantung
a. ( ) bunyi normal sinus rhytm (NSR), jumlah: x/menit
( ) murmur ( ) Lain-lain,sebutkan
b. Waktu pengisian kapiler : batang tubuh kurang dari 2 detik
extremitas kurang dari 2 detik
c. Nadi perifer
Kuat Lemah Tidak ada
Brakhial-kanan √
Brakhial-kiri √
Femoral-kanan √
Femoral-kiri √
13. Extremitas
a. ( ) Semua extremitas gerak ( √ ) ROM terbatas ( ) tidak dapat dikaji
b. Extremitas atas dan bawah ( √ ) simetris ( ) asimetris
14. Umbilikus
( √ ) normal ( ) abnormal ( ) inflamasi ( ) drainase
15. Genital
( ) perempuan normal ( √ ) laki-laki normal ( ) ambivalen
16. Anus
( √ ) paten ( ) imperforata
17. Spina
( √ ) normal ( ) abnormal
18. Kulit
a. Warna
( √ ) pink ( ) pucat ( ) jaundice
b. ( √ ) rash/kemerahan
c. ( ) tanda lahir
19. Suhu
a. Lingkungan
( ) penghangat radian ( ) pengaturan suhu ( √ ) inkubator ( ) suhu
ruang ( ) boks terbuka
b. Suhu kulit : 36,6
Tidak ada
(SDKI: D.0005)
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
P:
• mengobservasi TTV
• memonitor aliran oksigen
• memonitor respirasi dan status O2
• memonitor ketidakefektifan terapi oksigen yang telah
diberikan
• mengobservasi tanda-tanda hipoventilasi
CATATAN PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN :By. A
NO. REG : 2083xxx
NO [Link] TGL S O A P I E
1. 1 22/12 - ku pasien Pola napas • Dispnea • monitor pola S :-
2020 tampak lemah, tidak efektif bd. • Penggunaan napas
anus+, cacat-, Penurunan otot bantu napas (frekuensi, O:
caput-, tangis energi atau • Manajemen fase kedalaman, ku pasien tampak
lemah, gerak kelelahan ekspirasi usaha napas) lemah, anus+, cacat-,
lemah, sesak+, keterbatasan • Pernapasaan • monitor bunyi caput-, tangis lemah,
sianosis-, pengembangan cuping hidung napas gerak lemah, sesak+,
retraksi dinding otot • Frekuensi napas tambahan, sianosis-, retraksi
dada+. • Kedalaman ronkhi kering dinding dada+.
TTV: napas • monitor sputum TTV:
N: 118x/ menit (jumlah, warna, N: 118x/ menit
RR : 42x/menit aroma) RR : 42x/menit
S : 36,7 • pertahankan S : 36,7
SpO2 : 87% kepatenan jalan SpO2 :87%
napas
• posisikan A : masalah teratasi
kepala bayi sebagian
sedikit
eksistensi P : Lanjutkan
• lakukan intervensi
fisioterapi dada,
jika perlu
• lakukan
penghisapan
lendir kurang
dari 15 detik
• berikan oksigen
(Nasal canul,
babel)
• anjurkan
asupan cairan
2000 ml/hari,
jika tidak ada
kontrak indikasi
• kolaborasi
pemberian
bronkodilator,
ekspektoran,
mukolitik, jika
perlu
ANALISA DATA
(SDKI. D. 0003)
Ketidakseimbangan infasi
saat inspirasi
Kolaps alveolus
Gangguan ventilasi
pulmonar
(SDKI. D. 0003)
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
P:
• Mempertahankan kepatenan jalan napas
• Memposisikan pasien untuk mendapatkan ventilasi yang
adekuat (misalnya buka jalan napas, tinggikan kepala)
• Memonitor hemodinamik status (CVP dan MAP)
• Memonitor tanda tanda gagal napas
• Memonitor status neorologis
• Memonitor status pernapasan dan status oksigenasi klien
CATATAN PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN :By.A
NO. REG :2083xxx
NO [Link] TGL S O A P I E
2 2 22/12 - ku pasien Gangguan • Tingkat • Monitor S :-
2020 tampak lemah, pertukaran gas b.d kesadaran frekuensi, irama,
anus+, cacat-, ketidakadekuatan • Dispnea kedalaman dan O : ku pasien
caput-, tangis kadar surfaktan, • Bunyi napas upaya napas tampak lemah,
lemah, gerak ketidakseimbangan tambahan • Monitor pola anus+, cacat-,
lemah, sesak+, perfusi ventilasi (Ronci) napas (seperti caput-, tangis
sianosis-, • Gelisah bradipnea lemah, gerak
retraksi dinding (SDKI D.0003) • Napas cuping (dibawa lemah, sesak+,
dada+. hidung 12x/menit), sianosis-, retraksi
TTV: • PCO2 takipnea (lebih dinding dada+.
N: 118x/ menit • PO2 dari 20x/menit), TTV:
RR : 42x/menit hiperventilasi) N: 118x/ menit
• Takikardi
S : 36,7
• Pola napas • Monitor adanya RR : 42x/menit
SpO2 :87 sumbatan jalan S : 36,7
• Warna kulit SpO2 : 87
napas
• Palpasi
kesimetrisn A : Masalah
ekspansi paru teratasi sebagian
• Auskultasi bunyi
napas (Ronkhi) P : Lanjutkan
• Monitor saturasi intervensi
oksigen
• Memonitor nilai
AGD (pH darah
normal (arteri) :
7,38-7,42.
Bikarbonat
(HCO3) : 22-28
miliekuivalen per
liter. Tekanan
persial oksigen :
75-100
[Link]
Interval
pemantauan
respirasi sesuai
kondisi pasien
• Dokumentasi
hasil
pemantauan
RESUME KEPERAWATAN
NO S O A P I E
1 - ku pasien tampak Pola napas tidak POLA NAPAS (SLKI : MANAJEMEN JALAN S :
lemah, anus+, cacat-, efektif b.d L.01004) NAPAS (I.01011)
caput-, tangis lemah, penurunan energi O : ku pasien
gerak lemah, sesak+, atau kelelahan Setelah dilakukan Observasi : tampak lemah,
sianosis-, retraksi keterbatasan tindakan keperawatan • monitor pola anus+, cacat-,
dinding dada+. pengembangan 3x24 jam di harapkan napas caput-, tangis lemah,
TTV: otot. pola napas pasien (frekuensi, gerak lemah,
N: 118x/ menit teratur dengan kriteria kedalaman, sesak+, sianosis-,
RR : 42x/menit (SDKI: D.0005) hasil : usaha napas) retraksi dinding
S : 36,7 • Dispnea • monitor bunyi dada+.
SpO2 : 87% • Penggunaan napas TTV:
otot bantu napas tambahan N: 118x/ menit
• Manajemen fase (ronkhi kering) RR : 42x/menit
ekspirasi • monitor sputum S : 36,7
• Pernapasaan (jumlah, warna, SpO2 : 87%
cuping hidung aroma)
• Frekuensi napas Terapeutik : O: Masalah teratasi
• Kedalaman • pertahankan sebagian
napas kepatenan jalan
napas P:lanjutkan
• posisikan intervensi
kepala bayi
sedikit
eksistensi
• lakukan
fisioterapi dada,
jika perlu
• lakukan
penghisapan
lendir kurang
dari 15 detik
• berikan oksigen
Edukasi :
• anjurkan
asupan cairan
2000 ml/hari,
jika tidak ada
kontrak indikasi
Kolaborasi :
• kolaborasi
pemberian
bronkodilator,
ekspektoran,
mukolitik, jika
perlu