0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
350 tayangan27 halaman

Asuhan Keperawatan RDS Bayi Baru Lahir

Bayi perempuan bernama Ny. A dirawat di ruang bayi RSUD Kabupaten Sidoarjo dengan diagnosa RDS. Bayi dilahirkan melalui persalinan spontan pada usia kehamilan 36 minggu dengan berat lahir 2,4 kg dan skor Apgar 6. Saat ini bayi mengalami sesak dan mendapatkan oksigen bantuan serta pemberian obat-obatan.

Diunggah oleh

Yusni Mete
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
350 tayangan27 halaman

Asuhan Keperawatan RDS Bayi Baru Lahir

Bayi perempuan bernama Ny. A dirawat di ruang bayi RSUD Kabupaten Sidoarjo dengan diagnosa RDS. Bayi dilahirkan melalui persalinan spontan pada usia kehamilan 36 minggu dengan berat lahir 2,4 kg dan skor Apgar 6. Saat ini bayi mengalami sesak dan mendapatkan oksigen bantuan serta pemberian obat-obatan.

Diunggah oleh

Yusni Mete
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN RDS (RESPIRATORY DISTRESS

SYNDROME) PADA BAYI Ny.A DI RUANG BAYI

RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Disusun untuk memenuhi tugas laporan individu praktek profesi ners departemen keperawatan anak

Di Susun Oleh

ERNA YASIN

2007.1490.1294

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS

STIKES WIDYAGAMA HUSADA

MALANG

2020
LEMBARAN PENGESAHAN

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RDS (RESPIRATORY


DISTRESS SYNDROME) DI RUANG BAYI

RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Di Susun Oleh

ERNA YASIN

2007.1490.1294

Disetujui Oleh

Pembimbing Institusi Pembimbing Wahana Praktih

(.………………………..) (………………………………….)
PENGKAJIAN KEPERAWATAN NEONATUS

Tanggal masuk : 21. Desember. 2020


Ruang/kelas : Ruang Bayi (HCU)
Pengkajian tanggal : 22. Desember. 2020
Jam masuk : 15:30
Kamar no. : -
Jam pengkajian : 09:45
I. IDENTITAS KLIEN
Nama : By. A
Tempat/tanggal lahir : RSUD Sidoarjo 21 Desember 2020
Umur : 1 Hari
No Register : 2083xxx
Diagnosa Medis : RDS (Respiratory Distress Syndrome)
Nama Ayah/Ibu : Tn. N
Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
Pendidikan Ayah : SMA
Pekerjaan Ibu : IRT
Pendidikan Ibu : SMA
Alamat/[Link] :-
Agama : Islam

II. KELUHAN UTAMA : Bayi tampak sesak


III. RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
A. Prenatal
1. Jumlah kunjungan : Tidak Terkaji
2. Bidan/dokter : Bidan
3. Penkes yang didapat : Nutrisi pada ibu hamil
4. HPHT : Tidak terkaji
5. Kenaikan BB selama hamil : Tidak terkaji
6. Komplikasi kehamilan : Tidak ada
7. Komplikasi obat : Tidak terkaji
8. Obat-obatan yang didapat : Tidak terkaji
9. Riwayat hospitalisasi : Tidak terkaji

10. Golongan darah ibu :O

11. Pemeriksaan kehamilan/Maternal screening


( ) Rubella ( ) Hepatitis ( ) CMV
( ) GO ( ) Herpes ( ) HIV
( √ ) Lain-lain,sebutkan
B. Natal
1. Awal persalinan : Bayi lahir Spt B laki laki pada tanggal 21.12.2020 jam 15:00 anus +,
cacat -, caput -, tangis lemah, gerak lemah, sesak +, sinosis -, retraksi
+
2. Lama persalinan : 2 Jam (15:05 – 17:00)
3. Komplikasi persalinan : Tidak terkaji
4. Terapi yang diberikan : Vit K 1 mg via Im
5. Cara melahirkan
( √ ) pervaginam ( ) SC
( ) Lain-lain,sebutkan
6. Tempat melahirkan
( ) Rumah bersalin ( ) Rumah ( √ ) Rumah Sakit
7. Penolong persalinan : Bidan
C. Postnatal
1. Usaha nafas
( √ ) dengan bantuan
( ) tanpa bantuan
2. Kebutuhan resusitasi [Link] dan lamanya :
b. Skor APGAR :
Interprestasi
7-10: Bayi Normal
0 1 2 4-6: Rendah
0-3: Sangat Rendah

Appereance Warna Kulit


√ (0=pucat),(1=badan merah, ekstermitas kebiruan)
(2=seluruh tubuh kemerahan)

Pulse Denyut Jantung



(0=tidak ada), (1=<100),(2=>100)

Grimace Respon Refleks



(0=tidak ada),(1=menyeringai),(2=bersin/batuk)

Activity Tonus Otot



(0=tidak ada),(1=ekstermitas sedikit fleksi),(2=Gerakan aktif)

Respiration Pernafasan

(0=tidak ada),(1=lemah/tidak teratur),(2=menangis kuat)

Skor Apgar 6-8


3. Obat-obatan yang diberikan kepada neonatus : infus D 10%-150cc/ 24 Jam
Aminosteril 6%-15cc/ 24 jam
Ca gluconas 10%-4cc/24 jam
Infus cefotaxime 2x 120 mg
Salep mata
4. Interaksi orang tua dan bayi
a. Kualitas : Tidak Terkaji
b. Kuantitas : Tidak terkaji
5. Trauma lahir
( ) ada
( √ ) tidak ada
6. Narcosis
( ) ada
( ) tidak ada
7. Keluarnya urine/BAB
( √ ) ada
( ) tidak ada
8. Respon fisiologis atau perilaku bermakna : Bayi lahir normal, tangis lemah, gerakan
lemah, usia kehamilan 36/38

IV. RIWAYAT KELUARGA


Tidak terkaji

V. GENOGRAM
: Laki-laki

: Perempuan

: Meninggal

: Tinggal serumah

: Pasien
VI. RIWAYAT SOSIAL
A. Sistem pendukung/keluarga terdekat yang dapat dihubungi : Orang tua (ayah dan ibu
bayi) dan semua anggota keluarga yang mendukung

B. Hubungan orang tua dengan bayi :


Ibu Ayah
Ya Menyentuh Ya
Tidak Memeluk Tidak
Tidak Berbicara Tidak
Ya Berkunjung Ya
Ya Kontak mata Ya

C. Anak yang lain


Jenis Kelamin Anak Riwayat Persalinan Riwayat Imunisasi
Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji
Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji

D. Lingkungan rumah : Tempat tinggal orang tua bayi verada di pedesaan


E. Problem sosial yang penting
( ) Kurangnya sistem pendukung sosial
( ) Perbedaan bahasa
( ) Riwayat penyalahgunaan zat adiktif (obat-obatan)
( ) Lingkungan rumah yang kurang memadai
( √ ) Keuangan
( ) Lain-lain,sebutkan

VII. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI


A. Diagnosa medis : RDS (Respiratory Distress Syndrome)
B. Tindakan operasi : Tidak ada
C. Status nutrisi : (bayi puasa)
D. Status cairan : (bayi puasa)
E. Obat-obatan : Ijnjeksi Cefotaxim 120 mg
Injeksi gentomisin 12 mg
F. Aktivitas : By. A menghabiskan waktu dengan tidur, menagis lemah, gerak
lemah
G. Tindakan keperawatan yang telah dilakukan :
• Memberikan O2 bulde CPAP 7 jam
• Meninggikan bagian kepala tempat tidur bayi
• Mengobservasi warna kulit, membrane mukosa dan kuku
• Mengobservasi ttv
• Mempertahankan jalan napas bebas sekresi
• Injeksi vit k 1mg
• Salep mata
H. Hasil Laboratorium:
Hasil Satuan Remark Nilai Rujukan
DL
Menunggu
CRP
hasil
RAPID

I. Pemeriksaan penunjang : Tidak ada

VIII. PEMERIKSAAN FISIK


A. Keadaan umum
1. Kesadaran : bayi tampak lemah, tangis lemah, gerakan lemah
2. Tanda vital : N: 120x/menit
RR : 46X/menit
S : 36,6
Spo2 : 87%

3. Antropometri :
Saat lahir Saat ini
1. Berat badan 2.400 gram 2.400 gram
2. Panjang badan 47 cm 47 cm
3. Lingkar kepala

4. Refleks
( ) Moro ( ) Menggenggam ( ) Menghisap
( ) Lain-lain,sebutkan …………………………………………………
5. Tonus/aktivitas
a. ( ) Aktif ( ) tenang ( √ ) letargi ( ) kejang
b. ( ) Menangis keras ( √ ) lemah ( ) melengking
( ) sulit menangis
6. Kepala/leher
a. Fontanel anterior
( √ ) Lunak ( ) Tegas ( ) Tegas ( ) datar
( ) Menonjol ( ) Cekung
b. Sutura sagitalis
( ) Tepat ( √ ) Terpisah ( ) Menjauh
c. Gambaran wajah
( √ ) Simetris ( ) Asimetris
d. Holding
( ) Caput succedaneum ( ) Chepalohematoma
7. Mata
( √ ) Bersih ( ) Sekresi,
8. THT
a. Telinga
( √ ) Normal ( ) Abnormal
b. Hidung
( √ ) Bilateral ( ) Obstruksi ( ) Cuping hidung
c. Palatum
( √ ) Normal ( ) Abnormal
9. Abdomen
a. ( √ ) Lunak ( ) Tegas ( ) Datar ( ) Kembung
b. Lingkar perut: ………. Cm
c. Liver: ( ) kurang dari 2 cm ( ) lebih dari 2 cm
10. Toraks
a. ( √ ) Simetris ( ) Asimetris
b. Retraksi: ( ) derajat 1 ( ) derajat 2 ( √ ) derajat 3
c. Klavikula: ( √ ) normal ( ) abnormal
11. Paru-paru
[Link] nafas: ( ) sama kanan kiri ( ) tidak sama kanan kiri ( )
bersih ( √ ) ronchi ( ) rales ( ) sekret
b. Bunyi nafas
( √ ) terdengar di semua lapang paru ( ) tidak terdengar ( ) menurun
c. Respirasi
( ) spontan, jumlah: x/menit
( ) sungkup/boxhead, jumlah: x/menit
( √ ) ventilasi assisted CPAP
12. Jantung
a. ( ) bunyi normal sinus rhytm (NSR), jumlah: x/menit
( ) murmur ( ) Lain-lain,sebutkan
b. Waktu pengisian kapiler : batang tubuh kurang dari 2 detik
extremitas kurang dari 2 detik
c. Nadi perifer
Kuat Lemah Tidak ada
Brakhial-kanan √
Brakhial-kiri √
Femoral-kanan √
Femoral-kiri √

13. Extremitas
a. ( ) Semua extremitas gerak ( √ ) ROM terbatas ( ) tidak dapat dikaji
b. Extremitas atas dan bawah ( √ ) simetris ( ) asimetris
14. Umbilikus
( √ ) normal ( ) abnormal ( ) inflamasi ( ) drainase
15. Genital
( ) perempuan normal ( √ ) laki-laki normal ( ) ambivalen
16. Anus
( √ ) paten ( ) imperforata
17. Spina
( √ ) normal ( ) abnormal
18. Kulit
a. Warna
( √ ) pink ( ) pucat ( ) jaundice
b. ( √ ) rash/kemerahan
c. ( ) tanda lahir
19. Suhu
a. Lingkungan
( ) penghangat radian ( ) pengaturan suhu ( √ ) inkubator ( ) suhu
ruang ( ) boks terbuka
b. Suhu kulit : 36,6

IX. INFORMASI LAIN

Tidak ada

X. RINGKASAN RIWAYAT KEPERAWATAN


ANALISA DATA

NAMA KLIEN :By. A


NO. REG : 2083xxxxx

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


KEPERAWATAN
1 DS: - Surfaktan menurun Pola napas tidak efektif b.d
penurunan energi atau
DO: kelelahan keterbatasan
• Dispnea, Bayi tidak dapat menjaga pengembangan otot.
takipnea rongga paru tetap
• Pernapasan mengembang (SDKI: D.0005)
cuping hidung
• Retraksi dinding
dada Usaha inspirasi lenih kuat
• Napas grunting
• kelelahan
Sukar bernapas, dispnea,
retraksi dinding dada,
kelelahan, pernapasan
cuping hidung

MK: Pola napas tidak


evektif b.d penurunan
energi atau kelelahan dan
keterbatasan
pengembangan otot
DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

NAMA KLIEN :By. A


NO. REG :2083XXXX

NO TANGGAL DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL TANDA


MUNCUL TERATASI TANGAN
1. 22/12/2020 Pola napas tidak efektif b.d penurunan energi
atau kelelahan keterbatasan pengembangan
otot

(SDKI: D.0005)
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NAMA KLIEN :By. A TANGGAL PENGKAJIAN: 22 Desember 2020


NO. REG :2803xxx DIAGNOSA MEDIS : RDS

NO TGL DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI


KEPERAWATAN
1. 22/12/2020 Pola napas tidak efektif POLA NAPAS (SLKI : L.01004) MANAJEMEN JALAN NAPAS (I.01011)
b.d penurunan energi
atau kelelahan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Observasi :
keterbatasan 3x24 jam di harapkan pola napas pasien • monitor pola napas (frekuensi, kedalaman,
pengembangan otot teratur dengan kriteria hasil : usaha napas)
• Dispnea • monitor bunyi napas tambahan (mis:ronkhi
(SDKI: D.0005) • Penggunaan otot bantu napas kering)
• Manajemen fase ekspirasi • monitor sputum (jumlah, warna, aroma)
• Pernapasaan cuping hidung Terapeutik :
• Frekuensi napas • pertahankan kepatenan jalan napas
• Kedalaman napas • posisikan kepala sedikit eksistensi
• berikan minuman hangat
• lakukan fisioterapi dada, jika perlu
• lakukan penghisapan lendir kurang dari 15
detik
• berikan oksigen
Edukasi :
• anjurkan asupan cairan 2000 ml/hari, jika
tidak ada kontrak indikasi
Kolaborasi :
• kolaborasi pemberian bronkodilator,
ekspektoran, mukolitik, jika perlu
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NAMA KLIEN : By. A
NO. REG : 2803xxx

NO TGL DIAGNOSA IMPLEMENTASI RESPON TTD


KEPERAWATAN
1. 22/12/2020 Pola napas tidak efektif • memonitor pola napas frekuensi pola napas pasien semakin membaik
bd. Penurunan energi kedalaman, usaha napas
atau kelelahan • memonitor bunyi napas tambahan (
keterbatasan ronkhi kering)
pengembangan otot • memonitor sputum
• memposisikan kepala sedikit eksistensi
(SDKI: D.0005) • melakukan penghisapan lendir kurang
dari 15 detik
• memberikan oksigen (Nasal Canul,
Babel)
• menganjurkan asupan cairan 2000
ml/hari, jika perlu
• berkolaborasi pemberian bronkodilator,
ekspektoran, mukolitik, jika perlu
EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA KLIEN : By. A


NO. REG : 2083xxx

NO TGL DIAGNOSA KEPERAWATAN JAM EVALUASI TTD


1. 22/12/2020 Pola napas tidak efektif b.d 10:45 S :-
penurunan energi atau kelelahan pagi
keterbatasan pengembangan otot O : ku pasien tampak lemah, anus+, cacat-, caput-, tangis
lemah, gerak lemah, sesak+, sianosis-, retraksi dinding dada+.
(SDKI: D.0005) TTV:
N: 118x/ menit
RR : 42x/menit
S : 36,7
SpO2 : 87%

A : Pola napas tidak efektif b.d penurunan energi atau


kelelahan keterbatasan pengembangan otot

P:
• mengobservasi TTV
• memonitor aliran oksigen
• memonitor respirasi dan status O2
• memonitor ketidakefektifan terapi oksigen yang telah
diberikan
• mengobservasi tanda-tanda hipoventilasi
CATATAN PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN :By. A
NO. REG : 2083xxx

NO [Link] TGL S O A P I E
1. 1 22/12 - ku pasien Pola napas • Dispnea • monitor pola S :-
2020 tampak lemah, tidak efektif bd. • Penggunaan napas
anus+, cacat-, Penurunan otot bantu napas (frekuensi, O:
caput-, tangis energi atau • Manajemen fase kedalaman, ku pasien tampak
lemah, gerak kelelahan ekspirasi usaha napas) lemah, anus+, cacat-,
lemah, sesak+, keterbatasan • Pernapasaan • monitor bunyi caput-, tangis lemah,
sianosis-, pengembangan cuping hidung napas gerak lemah, sesak+,
retraksi dinding otot • Frekuensi napas tambahan, sianosis-, retraksi
dada+. • Kedalaman ronkhi kering dinding dada+.
TTV: napas • monitor sputum TTV:
N: 118x/ menit (jumlah, warna, N: 118x/ menit
RR : 42x/menit aroma) RR : 42x/menit
S : 36,7 • pertahankan S : 36,7
SpO2 : 87% kepatenan jalan SpO2 :87%
napas
• posisikan A : masalah teratasi
kepala bayi sebagian
sedikit
eksistensi P : Lanjutkan
• lakukan intervensi
fisioterapi dada,
jika perlu
• lakukan
penghisapan
lendir kurang
dari 15 detik
• berikan oksigen
(Nasal canul,
babel)
• anjurkan
asupan cairan
2000 ml/hari,
jika tidak ada
kontrak indikasi
• kolaborasi
pemberian
bronkodilator,
ekspektoran,
mukolitik, jika
perlu
ANALISA DATA

NAMA KLIEN :By. A


NO. REG : 2083xxxxx

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


KEPERAWATAN
2. • hiperkapnea Surfaktan menurun Gangguan pertukaran gas
• hipoksia b.d ketidakadekuatan kadar
• takipnea surfaktan,
• dispnea Tegangan permukaan ketidakseimbangan perfusi
alveolus meningkat ventilasi

(SDKI. D. 0003)
Ketidakseimbangan infasi
saat inspirasi

Kolaps alveolus

Gangguan ventilasi
pulmonar

MK: gangguan pertukaran


gas b.d ketidakadekuatan
kadar surfaktan,
ketidakseimbangan
perfusi ventilasi
DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

NAMA KLIEN : By. A


NO. REG : 2083xxx

NO TANGGAL DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL TANDA


MUNCUL TERATASI TANGAN
2 22/12/2020 Gangguan pertukaran gas b.d
ketidakadekuatan kadar surfaktan,
ketidakseimbangan perfusi ventilasi

(SDKI. D. 0003)
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NAMA KLIEN :By.A TANGGAL PENGKAJIAN: 22. Desember.2020


NO. REG :2083xx DIAGNOSA MEDIS : RDS

NO TGL DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI


KEPERAWATAN
2 22/12 Gangguan pertukaran PERTUKARAN GAS (SLKI. L.01003) PEMANTAUAN RESPIRASI (SIKI. L.01014)
2020 gas b.d
ketidakadekuatan kadar Setelah dilakukan tindakan keperawatan Observasi :
surfaktan, 3x24 jam di harapkan pertukaran gas • Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan
ketidakseimbangan pasien teratur dengan kriteria hasil; upaya napas
perfusi ventilasi • Tingkat kesadaran • Monitor pola napas (seperti bradipnea (dibawa
• Dispnea 12x/menit), takipnea (lebih dari 20x/menit),
(SDKI D.0003) • Bunyi napas tambahan hiperventilasi)
• Gelisah • Monitor adanya sumbatan jalan napas
• Napas cuping hidung • Palpasi kesimetrisn ekspansi paru
• PCO2 • Auskultasi bunyi napas (Rokhi)
• PO2 • Monitor saturasi oksigen
• Takikardi • Monitor nilai AGD (pH darah normal (arteri) :
• Pola napas 7,38-7,42. Bikarbonat (HCO3) : 22-28
• Warna kulit miliekuivalen per liter. Tekanan persial oksigen
: 75-100 mmHg.
Terapeutik :
• Atur Interval pemantauan respirasi sesuai
kondisi pasien
• Dokumentasi hasil pemantauan
Edukasi :
• Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
• Informasi hasil pemantauan, jika perlu
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NAMA KLIEN : BY. A
NO. REG : 2083xxx

NO TGL DIAGNOSA IMPLEMENTASI RESPON TTD


KEPERAWATAN
2 22/12 Gangguan pertukaran • Memonitor frekuensi, irama, kedalaman Napas bayi semakin membaik
2020 gas b.d dan upaya napas
ketidakadekuatan kadar • Monitor pola napas (seperti bradipnea
surfaktan, (dibawa 12x/menit), takipnea (lebih dari
ketidakseimbangan 20x/menit), hiperventilasi)
perfusi ventilasi • Memonitor adanya sumbatan jalan
napas
(SDKI D.0003) • Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
• Mengauskultasi bunyi napas (Ronchi)
• Memonitor saturasi oksigen (SpO2:
87%)
• Memonitor nilai AGD (pH darah normal
(arteri) : 7,38-7,42. Bikarbonat (HCO3) :
22-28 miliekuivalen per liter. Tekanan
persial oksigen : 75-100 mmHg.
• Mengatur Interval pemantauan respirasi
sesuai kondisi pasien
• Dokumentasi hasil pemantauan
EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA KLIEN :By. A


NO. REG :2083xxx

NO TGL DIAGNOSA KEPERAWATAN JAM EVALUASI TTD


2 22/12 Gangguan pertukaran gas b.d 10:45 S :-
2020 ketidakadekuatan kadar surfaktan, Pagi
ketidakseimbangan perfusi O : ku pasien tampak lemah, anus+, cacat-, caput-, tangis lemah,
ventilasi gerak lemah, sesak+, sianosis-, retraksi dinding dada+.
TTV:
(SDKI D.0003) N: 118x/ menit
RR : 42x/menit
S : 36,7
SpO2 : 87
Produksi urine 4,7cc/kg BB/ jam

A : Gangguan pertukaran gas b.d ketidakadekuatan kadar


surfaktan, ketidakseimbangan perfusi ventilasi

P:
• Mempertahankan kepatenan jalan napas
• Memposisikan pasien untuk mendapatkan ventilasi yang
adekuat (misalnya buka jalan napas, tinggikan kepala)
• Memonitor hemodinamik status (CVP dan MAP)
• Memonitor tanda tanda gagal napas
• Memonitor status neorologis
• Memonitor status pernapasan dan status oksigenasi klien
CATATAN PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN :By.A
NO. REG :2083xxx

NO [Link] TGL S O A P I E
2 2 22/12 - ku pasien Gangguan • Tingkat • Monitor S :-
2020 tampak lemah, pertukaran gas b.d kesadaran frekuensi, irama,
anus+, cacat-, ketidakadekuatan • Dispnea kedalaman dan O : ku pasien
caput-, tangis kadar surfaktan, • Bunyi napas upaya napas tampak lemah,
lemah, gerak ketidakseimbangan tambahan • Monitor pola anus+, cacat-,
lemah, sesak+, perfusi ventilasi (Ronci) napas (seperti caput-, tangis
sianosis-, • Gelisah bradipnea lemah, gerak
retraksi dinding (SDKI D.0003) • Napas cuping (dibawa lemah, sesak+,
dada+. hidung 12x/menit), sianosis-, retraksi
TTV: • PCO2 takipnea (lebih dinding dada+.
N: 118x/ menit • PO2 dari 20x/menit), TTV:
RR : 42x/menit hiperventilasi) N: 118x/ menit
• Takikardi
S : 36,7
• Pola napas • Monitor adanya RR : 42x/menit
SpO2 :87 sumbatan jalan S : 36,7
• Warna kulit SpO2 : 87
napas
• Palpasi
kesimetrisn A : Masalah
ekspansi paru teratasi sebagian
• Auskultasi bunyi
napas (Ronkhi) P : Lanjutkan
• Monitor saturasi intervensi
oksigen
• Memonitor nilai
AGD (pH darah
normal (arteri) :
7,38-7,42.
Bikarbonat
(HCO3) : 22-28
miliekuivalen per
liter. Tekanan
persial oksigen :
75-100
[Link]
Interval
pemantauan
respirasi sesuai
kondisi pasien
• Dokumentasi
hasil
pemantauan
RESUME KEPERAWATAN

NAMA KLIEN :By.A TANGGAL :22. Desember. 2020


NO. REG :2083xxx DX. MEDIS:RDS

NO S O A P I E
1 - ku pasien tampak Pola napas tidak POLA NAPAS (SLKI : MANAJEMEN JALAN S :
lemah, anus+, cacat-, efektif b.d L.01004) NAPAS (I.01011)
caput-, tangis lemah, penurunan energi O : ku pasien
gerak lemah, sesak+, atau kelelahan Setelah dilakukan Observasi : tampak lemah,
sianosis-, retraksi keterbatasan tindakan keperawatan • monitor pola anus+, cacat-,
dinding dada+. pengembangan 3x24 jam di harapkan napas caput-, tangis lemah,
TTV: otot. pola napas pasien (frekuensi, gerak lemah,
N: 118x/ menit teratur dengan kriteria kedalaman, sesak+, sianosis-,
RR : 42x/menit (SDKI: D.0005) hasil : usaha napas) retraksi dinding
S : 36,7 • Dispnea • monitor bunyi dada+.
SpO2 : 87% • Penggunaan napas TTV:
otot bantu napas tambahan N: 118x/ menit
• Manajemen fase (ronkhi kering) RR : 42x/menit
ekspirasi • monitor sputum S : 36,7
• Pernapasaan (jumlah, warna, SpO2 : 87%
cuping hidung aroma)
• Frekuensi napas Terapeutik : O: Masalah teratasi
• Kedalaman • pertahankan sebagian
napas kepatenan jalan
napas P:lanjutkan
• posisikan intervensi
kepala bayi
sedikit
eksistensi
• lakukan
fisioterapi dada,
jika perlu
• lakukan
penghisapan
lendir kurang
dari 15 detik
• berikan oksigen
Edukasi :
• anjurkan
asupan cairan
2000 ml/hari,
jika tidak ada
kontrak indikasi
Kolaborasi :
• kolaborasi
pemberian
bronkodilator,
ekspektoran,
mukolitik, jika
perlu

Anda mungkin juga menyukai