0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan19 halaman

Proyek Pembangunan Ruko di Manggarai

Lokasi kegiatan di Desa Pasar Wae Kesambi, Manggarai Barat. Lingkup proyek pembangunan rumah toko 3 lantai meliputi persiapan, struktur, dinding, lantai, pengecatan, konstruksi baja, ME, pintu, kusen, plafon, lantai, dan WC. Nilai kontrak Rp1,999,800,000.

Diunggah oleh

Aldus Kaut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan19 halaman

Proyek Pembangunan Ruko di Manggarai

Lokasi kegiatan di Desa Pasar Wae Kesambi, Manggarai Barat. Lingkup proyek pembangunan rumah toko 3 lantai meliputi persiapan, struktur, dinding, lantai, pengecatan, konstruksi baja, ME, pintu, kusen, plafon, lantai, dan WC. Nilai kontrak Rp1,999,800,000.

Diunggah oleh

Aldus Kaut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

DESKRIPSI KEGIATAN

2.1 Lokasi kegiatan

Lokasi yang dipilih oleh penulis sebagai daerah untuk Praktek Kerja
Lapangan adalah Desa Pasar Wae Kesambi Kecamatan Komodo Kabupaten
Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak pada LS 080 29’01,7”
BT 119053’51,2”
2.1.2 Gambar 2.1 Peta lokasi

(Sumber : Google Maps )


2.2 Data Administrasi Kegiatan
2.3.1 Persyaratan Teknis dan Administrasi Kegiatan
1. Pemilik Proyek (Owner )
Pemilik proyek adalah pihak yang menginginkan atau memerlukan
fasilitas atau proyek sekaligus menanggung biaya proyek yang akan
dilaksananakan. Dalam pelaksanaan dilapangan pemilik proyek dapat
menempatkan seorang Pimpinan Proyek (PIMPRO) yang berfungsi untuk
mengendalikan proyek secara langsung dilapangan sejak awal kegiatan sampai
selesainya pekerjaan proyek tersebut.

Tugas pemilik proyek antara lain:

 Membuat Term Of Reference (TOR) yaitu kerangka acuan perencanaan


atau dasar perencanaan yang berkaitan dengan: Tujuan proyek, Persyaratan
proyek, Tata ruang dan Biaya
 Menentukan pilihan dan mengambil keputusan atas rencana dari konstruksi
yang diusulkan oleh para konsultan.
 Memberikan informasi yang diperlukan oleh konsultan sehubungan dengan
proyek tersebut.
 Menyediakan atau membayar sejumlah biaya yang diperlukan guna
terwujudnya suatu pekerjaan bangunan.
 Menerima dan menyetujui pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor.
 Mengambil keputusan yang berhubungan dengan proyek.
 Menandatangani surat perintah kerja dan surat perjanjian (Kontrak) antara
Pimpinan proyek dan kontraktor.
 Mengesahkan semua dokumen pembayaran kepada kontraktor.
 Menyetujui dan menolak pekerjaan tambah atau kurang.
 Menyetujui atau menolak penyerahan pekerjaan.
 Memberikan instruksi kepada pengawas.
2. Konsultan Perencana
Konsultan Perencana adalah perusahaan penjual jasa konsultan yang
menggunakan keahlian untuk mengerjakan perancangan dan perencanaan
serta melakukan penafsiran biaya sesuai dengan keinginan pemilik proyek.

Tugas dan wewenang konsultan perencana adalah :

a. Meninjau lapangan secara berkala untuk melihat


kemajuan pekerjaan dan ikut serta menilai kualitas pekerjaan yang
dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana agar tidak menyimpang dari
documen kontrak.
b. Memberikan konsultasi mengenai hal–hal yang
berkaitan dengan masalah arsitektur, struktural, mekanikal dan elektrikal.
c. Meminta pemeriksaan atau pengujian secara khusus
apabila dipergunakan untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan isi dokumen kontrak.
d. Mendesain dan merencanakan sesuai dengan keinginan
pemilik proyek.
e. Membuat rencana kerja dan syarat (RKS).

[Link] pengawas

Konsultan pengawas adalah perusahaan jasa konstruksi yang


mengendalikan dan mengawasi secara menyeluruh atas jalannya pelaksanaan
proyek. Dalam proyek pembangunan ini Konsultan Pengawas ialah Werry
Hermanto

Tugas konsultan pengawas adalah :

 Memimpin atau membimbing dan mengadakan pengawasan pada


pelaksanaan proyek
 Menyelenggarakan surat menyurat yang berhubungan dengan
pelaksanaan proyek
 Mengatur, meneliti dan memeriksa pembayaran angsuran biaya
pelaksanaan proyek
 Membuat gambar-gambar tambahan apabila diperlukan
 Memeriksa dan menyutujui gambar kerja yang dibuat oleh
kontraktor.
 Menyusun laporan kemajuan proyek (Laporan Harian, Mingguan,
Bulanan)
 Menyiapkan dan menghitung kemungkinan adanya penambahan
atau pengurangan pekerjaan.
 Mengawasi dan menguji kualitas atau mutu bahan-bahan
bangunan yang dipakai dalam pekerjaaan.
 Menilai pekerjaan yang akan diselesaikan.
 Menyiapkan dan menyusun Berita Acara Pekerjaaan
 Membuat rekomendasi atas selesainya pekerjaan

2. Kontraktor
Kontraktor adalah perusahaan perseorangan atau perkumpulan dalam
hukum yang bergerak dalam bidang [Link] dapat
memperoleh pekerjaan melalui pelelangan atau penunjukan langsung waktu
negosiasi.

Tugas dan kewajiban kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan yaitu :

 Mengajukan jadwal pengadaan bahan atau material utama serta


pengiriman bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
 Menyediakan jadwal pengadaan serta penyediaan sarana pembantu
lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
 Bersama–sama dengan konsultan pengawas melakukan
pemeriksaan atas pekerjaan yang telah diselesaikan.
 Menjamin keamanan dilapangan serta keselamatan kerja bagi
semua orang baik pekerja maupun pengunjung yang berhubungan
dengan proyek tersebut.
 Pembayaran pajak, asuransi, izin membangun sesuai dengan
kontrak.
 Menyerahkan pekerjaan apabila telah selesai secara keseluruhan
atau dapat pula disertakan pembagian sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Dalam proyek pembangunan yang bertindak sebagai
Kontraktor Pelaksana

2.3 Data administrasi kegiatan

2.3.1 Data Informas Kontrak

1. Sumber Dana : Swasta (owner)


2. Nama Kepala Satuan Kerja : Werry Hermanto.
Alamat : [Link] [Link] Rmbong
[Link]
3. Nama Kegiatan : Pembangunan Rumah Toko

Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Werry Hermanto..


Alamat : [Link] [Link]
Rembong [Link]

4. Nama Rekana/penyedia : Werry Hermanto


Alamat : [Link] [Link]
Rembong [Link]

5. Nilai Kontrak : Rp.[Link],00,-(satu


miliyar Sembilan ratus
Sembilan puluh Sembilan
miliar delapan ratus ribu
rupiah)
2.4 Lingkup Proyek

Secara garis besar, pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Gedung Ruko


Lantai 3 di Desa Wae Kesambi Kabupaten Manggarai Barat terdiri dari beberapa item
pekerjaan yaitu :
I. Pekerjaan Persiapan
1. Pembuatan papan nama proyek
2. Administrasi
3. Dokumentasi
4. Pelaporan
5. K3 Mobilisasi
II. Pekerjaan Rumah Toko
1. Pekerjaan tanah
 Pemasangan bouwplank galian manual tanah biasa
 Rabat lantai kerja,K-100
2. Pekerjaan struktur beton dasar
 Cor pondasi telapak
 beton K-225
 besi Ø19 mm
 bekisting
 [Link] batu kali/batu belah 1pc:4ps
 sloof 20/30 cm
 kolom pendek 30/30 cm
 kolom praktis
3. Pekerjaan dinding penutup
 Pas. Dinding batu bata 1:4
 Pas. Plesteran t=1.5cm
 Pas. Acian

4. Pekerjaan lantai beton


 Beton K-225
 Pembesian beton polos Ø8 mm
5. Pekerjaan pengecatan
 Pengecatan dinding
 Pengecatan pembesian
6. Pekerjaan struktur kontruksi baja
 Kolom wf [Link].9
 Balok induk wf [Link].9
 Balok anak wf [Link].8
 Kuda-kuda wf [Link].9
 Konsol wf [Link].9
 Gording induk C [Link],2
 Rafter C [Link],2
 Rafter besi beton Ø12 mm
 Ikatan angin Ø16 mm
 Penggantung gording Ø10 mm
 Plat 18 mm
 Plat 15 mm
 Plat floor deeking
 Besi L 70.70.7
 Mur baut
 Jarum keras Ø3/4
 Angker Ø20 mm × 50 cm
 Pas. Atap zincalum KRS 0.30 mm
 Bubungan atap galvalum
 Talang datar seng BJLS 20/12
 Pas. Tulang tegak PVC 3

7. Pekerjaan ME
 Instalasi listrik
 Pemasangan lampu
 Pemasangan saklar
 Pemasangan stop kontak
 Pemasangan meteran listrik 2200 Watt
8. Pekerjaan pintu harmonika
 Pasang pintu harmonika
9. Pekerjaan kusen pintu dan jendela
 Kusen pintu aluminium dan jendela aluminium
 Daun pintu aluminium
 Jendela kaca aluminium
 Aksesoris pintu dan jendela aluminium
10. Pekerjaan plafon PVC dan lantai keramik 60 × 60
 Pemasanggan plafon PVC
 Pemasangan lantai keramik 60 × 60
11. Pekerjaan WC 12 unit
 Pemasangan keramik uk. 20 × 20 cm
 Pemasangan keramik dinding uk. 20 × 20 cm
 Pemasangan kloset duduk
 Kran air
 Floor drain
 Bak fiberglass
 Wastafel
 Pipa air bersih ¾ dim
 Pipa air kotor 4 dim
 Pengadaan septitank
12. Tempat tampung air
 Pekerjaan tanah
 Galian tanah
 Pekerjaan beton
 Urugan pasir bawah tanah
 Rabat lantai kerja K-175
 Beto K-225
 Besi polos Ø10 mm
 Besi polos Ø8 mm
 Bekesting
13. Area parkiran menggunakan paving blok 4 × 30 Meter
 Pasangan pondasi
 Urugan pasir dipadatkan dasar paving blok
 Pasangan paving blok tebal 8 cm
2.5 Proses pelelangan Dan Penentuan Pemenang

2.5.1 Proses pelelangan

Pelelangan yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menjaring pemberi jasa


konstruksi dengan tujuan untuk mendapatkan jasa konstruksi yang terbaik dalam
melakukan pelaksanaan pembangunan proyek [Link] dibagi atas 3
jenis antara lain:
 Pelelangan Terbatas
Pelelangan terbatas yaitu pelelangan yang hanya diikuti oleh rekanan
tertentu, sekurang-kurangnya 5 rekanan yang tercantum dalam Daftar
Rekanan Terseleksi (DRT) yang dipilih diantara DRM sesuai
kualifikasinya.
 Pelelangan Umum atau Terbuka
Pelelangan umum atau terbuka yaitu pelelangan yang dapat diikuti
oleh rekanan yang tercantum dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM)
sesuai dengan bidang usaha, ruang lingkup, atau klasifikasi
kemampuannya. Rencana kegiatan pelelangan diumumkan melalui media
massa.

 Pemilihan atau Penunjukan Langsung


Pemilihan atau penunjukan langsung yaitu kegiatan pengadaan
barang dan jasa tanpa melalui pelelangan umum maupun terbatas.
Dilakukan dengan membandingkan sekurang-kurangnya 3 penawar yang
tercatat dalam DRM. Pembandingan ke-3 peserta dilakukan melalui
negosiasi baik dari segi teknis maupun harga.
Proses dan prosedur pelelangan dapat dijelaskan dengan urutan
sebagai berikut:

1) Prakualifikasi
Untuk mengidentifikasi kemampuan dan ruang lingkup
pekerjaan, maka diperlukan prakualifikasi badan-badan/organisasi
seperti konsultan perencana, pengawas maupun pemborong. Yang
dimaksud dengan kemampuan dapat dijabar-kan seperti; modal kerja,
jumlah tenaga ahli, jumlah peralatan, pengalaman kerja dan fasilitas
kerja. Sedangkan ruanglingkup pekerjaan meliputi bidang-bidang
keahlian pekerjaan yang dikuasai oleh badan-badan tersebut.
2) Pengumuman Pelelangan
Cara yang dipakai untuk mengumumkan pelelangan sebuah
proyek biasanya memakai iklan di media massa yang ditujukan kepada
publik seperti misalnya lewat surat kabar, majalah teknis profesi dan
sebagainya. Bila proyeknya bersifat internasional, maka iklannya
dibuat dalam bahasa inggris dan juga lewat bantuan kedutaan asing
yang ada.
Tenggang waktu bagi peminat lelang yaitu; antara hari
pengumuman dan hari pendaftaran minimum 3 hari, antara hari
pendaftaran dan hari pengambilan dokumen lelang minimum 3 hari
dan tidak melebihi 5 hari kerja, antara hari pengambilan dokumen
lelang dan rapat penjelasan minimum 3 hari kerja dan tidak melebihi 4
hari kerja, antara hari rapat penjelasan dan pemasukan dokumen
penawaran minimum 7 hari kerja

3) Rapat penjelasan pekerjaan (aanwyzing)


Pertemuan ini diadakan untuk tatap muka antara parapeminat
pekerjaan/calon kontraktor dengan pihak [Link] hal ini
pemilik diwakili oleh konsultan perencana. Biasanya untuk proyek-
proyek pemerintah rapat ini diselenggarakan oleh panitia pelelangan.
Pembicaraan berkisar kepada dua bidang yaitu bidang
administratif dan bidang teknis [Link] bidang administratif
dijelaskan akan persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam
dokumen tender seandainya terdapat hal hal yang masih meragukan
misalnya tentang syarat-syarat pelelangan, bentuk surat penawaran,
referensi bank, NPWP dan [Link] bidang teknis proyek
dijelaskan antara lain modifikasi baru atau ukuran-ukuran gambar yang
tidak cocok dengan yang tertulis dalam spesifikasi teknis pelaksanaan,
gambar-gambar konstruksi yang sulit dimengerti/dibaca serta
kesalahan-kesalahan tulis yang terjadi.
Hasil dari pertemuan ini dibuatkan berita acara penjelasan
(aanwijzing) dan ditanda tangani oleh dua wakil daricalon peserta
[Link] berita acara ini kemudian menjadi bagian yang
mengikat sebagai dokumen tender tambahan (addendum).
Seandainya pada rapat penjelasan pekerjaan yang pertama ini
dirasakan belum menyelesaikan semua masalah pelelangan dengan
tuntas, maka dapat diadakan pertemuan yang kedua. Biasanya hal itu
dapat terjadi setelah diadakan peninjauan kelapangan oleh calon
peserta
4) Pembukaan Tender
Pada hari yang telah ditentukan, semua calon peserta membawa
penawarannya dan dimasukkan ke dalam kotak pelelangan yang telah
disediakan dan dilakukan sebelum tender [Link] jam yang telah
ditentukan dimana pemasukan surat-surat penawaran dinyatakan
ditutup, baru masing-masing amplop penawaran dibuka satu-persatu
dihadapan yang [Link] yang ikut dalam penawaran pekerjaan
pemborongan ini diharuskan untuk memberikan jaminant
ender(Tender/Bid-Bond) kepada pemilik. Pada dasarnya jaminan ini
merupakan pernyataan bahwa mereka sungguh-sungguh dalam
melakukan pekerjaan ini dan bilamana mereka mengundurkan diri,
maka jaminan tender tersebut akan masuk ke kantong Pemilik.
Besarnya jaminan berkisar 1% - 3% dari biaya total pekerjaan fisik
proyek.
5) Proses Evaluasi Tender
Pada proyek-proyek yang besar, kadang-kadang terdapat data
penawaran yang meragukan dan umumnya calon kontraktor dimintai
keterangan secara tertulis (clarification letters). Jangka waktu evaluasi
bisa memakan waktu beberapa hari atau lebih. Sistem evaluasi bisa
bermacam-macam caranya dan umumnya cara yang banyak dipakai
yaitu dengan cara sistem bobot/sistem skoring.
Masing - masing aspek dari calon kontraktor diberi nilai misalnya;
metode kerjanya, peralatan yang dipakai, kualifikasi personil yang
akan dipakai, bonafiditas perusahaan, harga penawarannya,
kelengkapan administrasinya dan [Link] kontraktor yang
paling banyak mengumpulkan angka biasanya yang ditunjuk sebagai
calon pemenang.
 Penetapan dan Penunjukan Pemenang
Untuk proyek-proyek pemerintah, berdasarkan hasil evaluasi diatas,
maka Panitia pelelangan menetapkan calon-calon pemenang yang
diusulkan kepada instansi yang berwenang,yang kemudian menetapkan
pemenangnya.
Dari hasil keputusan pemenang tadi, panitia pelelangan
mengumumkan [Link] tidak ada sanggahan atau penolakan atau
apabila semua sanggahan telah dijawab maka tugas panitia pelelangan
telah selesai.
Calon peserta yang telah diputuskan untuk memenangkan tender ini
oleh panitia evaluasi kemudian diberitahu secara tertulis, dan sifat
pemberitahuannya dapat terdiri dari dua hal yaitu:
a) Dengan memakai SPK (Surat Perintah Kerja).
b) Dengan memakai Surat Pemberitahuan (LetterofAward) yang isinya
menjelaskan bahwa calon kontraktor telah menang.

2.6 Managemen, K3 dan Organisasi Proyek


2.6.1 Managemen
Manejemen berasal dari kata dasar to manage, dan berasal pula dari
kata Latin yaitu ″Managiore dan Agare″ yang berarti tangan dan
melaksanakan. Berdasarkan asal kata diatas maka para ahli atau pakar
mendefinisikan manajemen sebagai berikut:
a) H. Koontz dan O Donnel yang dikutip dari Aldag (1987) menyatakan
bahwa manajemen berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan yang
dilakukan melalui dan dengan orang [Link] suatu kerja sama yang
mempunyai tujuan bersama.
b) George Terry dikutip dari A. B. Siregar (1987) berpendapat bahwa
manajemen adalah proses yang membeda-bedakan atas perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengendalian, dengan
memanfaatkan ilmu dan seni agar tujuan yang telah ditetapkan dapat
tercapai.
c) Prof. Mathias Aroef dikutip dari A. B. Siregar (1987) mengemukakan
bahwa manajemen adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan
bersama, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
d) Mary Parket pollet dikutip dari BOefetong Mulyanto (1995) mengatakan
bahwa manajemen sebagai seni untuk melaksanakan pekerjaan melalui
orang lain.
e) Ir. Iman Suoeharto (1997) adalah kegiatan sekali lewat dengan waktu dan
sumber daya terbatas untuk mecapai hasil akhir yang telah ditentukan.
f) Sedangkan, pengertian Proyek menurut Kadaria (2001), mengatakan
proyek adalah suatu keseluruhan kegiatan yang menggunakan sumber-
sumber untuk memperoleh manfaat, atau suatu kegiatan dengan
pengeluaran biaya dan dengan harapan-harapan untuk memperoleh hasil
pada waktu yang akan datang, yang dapat direncanakan, dan
melaksanakan sebagai satu unit.

Jadi yang dimaksudkan dengan manajemen proyek adalah


merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya
perusahan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan.
(Imam Soeharto, 1997 ).

Fungsi managemen proyek dalam bidang perencanaan adalah sebagai


berikut :

 Menetapkan tujuan dan sasaran proyek.


 Menganalisis kendala dan resiko yang mungkin terjadi untuk seluruh
proyek ataupun per bagian-bagian dari rencana.
 Menetapkan penggunaan sumber daya.
 Menyusun rencana induk jangka panjang dan pendek.
 Menyumbangkan strategi dan prosedur operasi.
 Menyiapkan pendanaan serta standar kualitas yang diharapkan.
 Menentukan metode dan aspek-aspek teknik yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan.
2.6.2 K3
 Masker
 Helm Keselamatan
 Sepatu Proyek
 Rompi
 Sarung Tangan
2.6.3 Organisasi Proyek
Menurut Soeharto Iman (1998), dalam pelaksanaan suatu proyek ada tiga

pihak yang sangat berperan penting agar kegiatan-kegiatan dalam proyek tersebut,
baik perencana maupun pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang maksimal.

Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek secara garis besar meliputi :

1. Pemilik Proyek
Pemilik proyek adalah orang atau perusahaan yang berbadan hukum atau
instansi pemerintah maupun swasta yang mempunyai gagasan melaksanakan
proyek tertenntu, modal, dan berhak memborongkan suatu pekerjaan sesuai
dengan kontrak atau apa yang tercantum dalam lembar kerja (bestek)
2. Konsultan
Konsultan dapat dibagi menjadi dua bagian menurut tugas dan tanggung
jawabnya masing-masing
a. Konsultan Perencana
Konsultan perencana adalah orang yang mengajarkan perencanaan
pembangunan suatu konstruksi.
Pada tahap ini adalah melakukan perancangan (Design) yang lebih
mendetail sesuai dengan keinginan dari pemilik. Seperti membuat gambar
rencana, spesifikasi, rencana anggaran biaya (RAB), metode pelaksanaan
dan sebagainya.
Kegiatan yang dilaksanakan :
 Mengembangkan ikthisiar proyek menjadi penyelasaian akhir
 Memeriksa masalah teknis
 Meminta persetujuan akhir dari pemilik proyek
b. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas merupakan suatu badan yang mengawasi
pelaksanaan proyek dan juga mempunyai peranan dalam mengarahkan
dan membimbing pelaksanaan proyek sehingga dapat sesuai dengan
spesifikasi dan mutu yang telah ditentukan.
Berkewajiban untuk melakukan :
 Memeriksa Shop Drawing (gambar kerja) yang dibuat oleh kontraktor.
 Menyiapkan format dan jadwal pelaporan kegiatan konstruksi untuk
digunakan oleh kontraktor.
 Menyiapkan laporan ketidak sesuaian hasil pekerjaan lapangan yang
dilakukan oleh kontraktor (muni, volume, performance) untuk
disampaikan kepada pemberi tugas sebagai bahan masukan.
 Memeriksa rencana contract change order yang diajukan oleh
kontraktor
 Memeriksa jenis dan material on site yang diajukan oleh kontraktor
sebagai bahan masukan untuk verifikasi monthly certificate.
STRUKTUR ORGANISASI

PEMILIK PROYEK

Pak Theodorius

PELAKSANA PROYEK
Pak Werry Hermanto

KONSULTAN PERENCANA KONTRAKTOR


[Link] Surya Pak Werri Hermanto

PENGAWAS
Pak Werry Hermanto

Gamabar 2.1 struktur organisasi


2

Anda mungkin juga menyukai