MAKALAH
KONSEP DASAR POLITIK DAN PEMERINTAHAN
DosenPengampu : Sri Enggar kencana Dewi, [Link].
Disusun oleh:
Kelompok 10:
Andre Saputra (1986232002)
Putri Febriyani Lestari (1986232016)
Rafika Luthfi Utami (1986232017)
Vika Arisa (1986232074)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP NURUL HUDA
SUKARAJA BUAY MADANG OKU TIMUR SUMATERA SELATAN TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Pertama-tama marilah kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas
berkat dan rahmat karunia-Nya, penulisan makalah ini dapat diselesaikan tepat
waktu. Alhamdulilah dengan semangat yang tinggi pula merupakan modal bagi
kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan
pengetahuan tentang politik dan pemerintahan dalam konsep dasar IPS. Semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat yang banyak tidak hanya bagi diri
sendiri maupun orang lain.
Dalam penulisan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada segala pihak
yang telah ikut serta membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat
pada waktunya dan kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini
masih ada kesalahan. Karena sesungguhnya kami sadari bahwa, tidak ada
satupun yang sempurna didunia ini kecuali Allah SWT yang telah menciptakan
alam semesta dan isinya.
Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna untuk
para pembaca. Kami juga dengan senang hati menerima kritik dan saran yang
membangun guna untuk memperbaiki setiap kekurangan dari makalah ini.
Belitang,14 Desember 2020
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah................................................................................................................... 1
B Rumusan Masalah.............................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A Politik dan Pemerintahan................................................................................................................ 3
B Prinsip-Prinsip Dasar Pemerintahan......................................................................................... 10
C Penerapan Konsep Dasar Politik Dan Pemerintahan Dalam Pembelajaran IPS
.................................................................................................................................................................... 10
BAB III PENUTUP
A Kesimpulan........................................................................................................................................... 12
B Saran ....................................................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu politik adalah salah satu cabang ilmu sosial yang berdampingan erat
dengan cabang ilmu sosial lainnya, namun walaupun ilmu-ilmu itu saling
berdampingan dan berhubungan erat tentu ada pembatas antara ilmu politik
dan ilmu-ilmu sosial lainnya dengan melihat sifat dan ruang lingkup ilmu
politik itu sendiri.
Sistem politik hanya merupakan salah satu dari bermacam-macam sistem
yang terjadi di masyarakat, seperti sistem ekonomi, sistem sosial, sistem
komunikasi dan lain-lain. Setiap sistem tentu memiliki tujuan dan fungsi
masing-masing untuk menjaga kelangsungan hidup dari masyarakat tersebut.
Dalam hal ini, maka sistem politik menjalankan fungsi-fungsi dan tujuan
tertentu untuk masyarakat, yaitu merumuskan tujuan-tujuan masyarakat dan
selanjutnya dilaksanakan oleh kebijakan-kebijakan untuk kepentingan
masyarakat.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui dan memahami ilmu politik
mulai dari lingkup kecil sampai lingkup yang lebih luas. Agar masyarakat
dapat berkontribusi langsung demi memajukan negara kita tercinta ini.
1
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat kami susun adalah sebagai berikut:
1. Apa Itu Politik Dan Pemerintahan?
2. Apa Saja Prinsip-Prinsip Dasar Pemerintahan?
3. Bagaiman Penerapan Konsep Dasar Politik Dan Pemerintahan Dalam
Pembelajaran IPS?
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Politik Dan Pemerintahan
Ada selaku warga negara menghayati, bahwa kehidupan kita
bermasyarakat, berbangsa serta bernegra, tidak dapat di lepaskan dari dua
aspek kehidupan sosial berpolitik dan berpemerintahan. Politik disini, bukan
politik dalam arti sempit, seperi politik praktis, melainkan politik dalam
bernegara, berpemerintahan dan berwarga dunia. Dan kehidupan berpolitik
dalam arti yang luas itu juga, tidak dapat dipisahkan dengan pemerintahnya.
Oleh karna itu, sebelum berbincang-bincang lebih jauh, marilah kita telaah
lebih dahulu arti politik sebagai bidang ilmu sosial dan arti pemerintahan
dalam kontek ilmu politik.
Sejarah singkat Milderd Parten (Fairchild, H.P., dkk: 1982-224)
mengemukankan bahwa ilmu politik adalah teori, kiat dan praktik
memerintah. Sedangkan Brown dan Brown (1980:304) menegmukankan
bahwa ilmu politik adalah ilmu politik adalah proses di laksanakannya
kekuasaan mencapai tujuan-tujuan tertentu. Di pihak yang lain, J. Barents
(Mirian Budiarjo: 119:9), dalam ilmu politika mengemukakan definisi ilmu
politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan
bagian dari kehidupan masyarakat, ilmu politikmempelajari negara-negara
itu melakukan tugas-tugas. Ahirnya dapat dikemukakan disini arti ilmu politik
menurut Ossip K. Flechtheim (Miriam BudiRJO:1991:11) Dalam buku
Fundamental Off Political Sience: ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus
mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan
organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala-gejala kekuasaan
lain yang tak resmi, yang mempengaruhi negara”.
3
Dari empat definisi ilmu politik tadi dapat dikemukakan garis umum, yaitu
bahwa ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan negara,
mempelajari negara memlakukan tugasnya mencpai tujuan tertentu sesuai
dengan tugas tersebut, mempelajari kekuatan dan kekuasaan sebagai
penyelenggara negara, mempelajari kekuasaan memrintah negara. Dalam
definisi tersebut terdapat konsep-konsep kekuasaan, negara, pemerintah,
sifat dan tujuan negara. Dengan demikian, dalam konsep ilmu politik tidak
terpisahkan konsep-konsep dasar dan pemerintahan. Sesuai dengan judul
kegiatan belajar dua ini diantaranya membahas ilmu politik dan
pemerintahan maka pada pembahasan berikut ini akan diketengahkan
pengertian pemerintah.
Menurut Brown dan Brown (1980:304), “ pemerintah adalah semua
aparat dan proses yang melaksanakan penyelenggaraan aktifitas negara:.
Sedangkan menurut Carles J. Bushnell (fairChield, H.P., dkk.: 1982:132)”
pemerintahan adalah organisasi penjelmaan suatu negara, pemerintahan
adalah negara, pemerintahan adalah negara dalam penampilan praktisnya,
pemerintahan sebagai suatu proses merupakan pelaksanaan fungsi negara
dalam segala aspeknya”.
Dari dua acuan tentang pemerintahan, jelas yang dimaksud dengan
pemerintahan itu tidak lain adalah penyelenggaraan, pelaksanaan kerja
secara operasional suatu negara. Dengan kata lain, pemerintahan itu adalah
aparat pelaksana negara. Oleh karena itu, tentu saja menyangkut tugas dan
fungsi aparat serta instansi yang menyelenggarakan pekerjaan yang menjadi
bahan kewajiban negara. Negara dengan pemerintahannya, melekat satu
sama lain.
4
Setelah itu simak bersama apa dan bagaimana ilmu politik serta
pemerintahan itu, selanjutnya kita akan mengkaji konsep-konsep dasar
kedua-duanya. Konsep-konsep dasar itu sebagai berikut:
1. Kekuasaan
2. Negara
3. Undang-undang
4. Kabinet
5. Dewan perwakilan rakyat
6. Dewan pertimbangan agung
7. Mahkamah agung
8. Kepemimpinan
9. Demokrasi
10. Wilayah
11. Kedaulatan rakyat
12. Otoriter
13. Monarki
14. Republik
15. Dan hal-hal lain yang dapat digali sendiri berdasarkan pengamatan serta
pengalaman.
Anda dan kita semua selaku bangsa Indonesia, yakin bahwa Indonesia
merupakan suatu negara. Bahwa kawasan yang kita temui sejak lahir, dan
diwariskan secara berkesinambungan dari generasi ke generasi, adalah suatu
negara yang disebut Negara Republik Indonesia. Bahwa Nusantara tercinta ini
adalah negara karena memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki Wilayah
5
Nusantara Indonesia kita ini merupakan wilayah daratan seluas
2.027.087 Km2 yang terdiri atas 17.656 pulau, dan yang dihuni
penduduk kira-kira 3.000 pulau. Dengan demikian, masih banyak pulau
yang belum berpenduduk secara tetap. Sedangkan luas perairan laut
6.090.163 Km2. Luas keseluruhan wilayah Nusantara 8.117.250 Km2.
Kenyataan ini telah diakui oleh negara lain, paling tidak oleh negara-
negara sahabat terdekat.
2. Penduduk
Berdasarkan hasil sensus penduduk 1990, wilayah Indonesia
berpenduduk 179.194.223 jiwa, dengan kepadatan 93, dan laju
pertumbuhan per tahun 1,98. Berdasarkan jumlahnya, Indonesia
menempati peringkat empat di dunia setelah Cina, India dan Amerika
Serikat. Dengan laju pertumbuhan 1,98 menurut rumus Nathankeifits,
penduduk Indonesia akan menjadi berlipat dan dalam jangka waktu
35,35 tahun. Jadi jika pada tahun 1990 Indonesia berpenduduk
179.194.223 jiwa maka pada tahun 2025 (1990+35) yang akan datang
wilayah Indonesia akan berpenduduk 358.388.446 jiwa, merupakan
jumlah yang besar. Hal tersebut menuntut perhatian dan kepedulian
segala pihak, terutama dari tiap penduduk Indonesia sendiri.
3. Berpemerintah
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pada alinea keempat
dinyatakan “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu
pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan
6
Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang
terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia.
Berdasarkan undang-undang, tegasnya Undang-Undang Dasar 1945,
Indonesia itu memiliki pemerintahan, yaitu pemerintahan Negara
Republik Indonesia.
4. Kedaulatan
Pada alinea keempat yang telah dikemukakan tadi, dalam kalimat itu
selanjutnya dikemukakan “yang terbentuk dalam suatu susunan Negara
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan:
Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Dari rumusan alinea tadi telah tegas juga tentang kedaulatan negara, yang
dinyatakan sebagai berkedaulatan rakyat. Dengan demikian, kedaulatan telah
dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Konsep dasar yang berkaitan dengan Ilmu Politik yang dapat dikatakan
sangat melekat adalah kekuasaan. Miriam Budiardjo (1991:35)
mengemukakan “Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok
manusia untuk mempengaruhi tingkah-lakunya seseorang atau kelompok lain
sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan
dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu”. Dalam hal
penyelenggaraan negara atau pelaksanaan pemerintahan,kekuasaan ini
dipegang oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh dewan menteri atau
kabinet yang diketuai oleh kepala pemerintahan atau kepala negara (perdana
menteri, presiden). Kekuasaan di sini dapat dinyatakan juga sebagai
7
kepemimpinan. Menurut Charles J. Bushnell (Fairchild. H.P., dkk; 1928:174)
paling tidak ada dua pengertian kepemimpian, yaitu:
1) Suatu proses situasi yang memberikan peluang kepada seseorang atau
orang-orang, karena kemampuannya memecahkan persoalan diikuti oleh
kelompoknya, dan mampu mempengaruhi perilaku kelompok yang
bersangkutan.
2) Tindakan dari pengorganisasian dan pengarahan perhatian serta
aktivitas sekelompok manusia, yang tergabung dalam suatu proyek atau
perusahaan, oleh seseorang yang mengembangkan kerja sama, melalui
pengamanan dan pemeliharaan kerelaan yang disepakati sesuai dengan
tujuan dan metode yang dikehendaki serta yang diadopsi oleh himpunan
yang bersangkutan.
Berdasarkan dua pengertian diatas, kepemimpinan kekuasaan,
kenegaraan dan pemerintahan itu kait-mengait dalam suatu situasi dan
proses dalam wadah yang disebut negara. Tinggal lagi bagaimana
kepemimpinan dan kekuasaan itu dilaksanakan, apakah dalam suasana
demokrasi ataukah otoriter. Jika mengacu kepada Undang-Undang Dasar
1945 yaitu bahwa “suatu susunan Negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat” maka kepemimpinanya itu demokrasi, dan kekuatan
ada di tangan rakyat, sesuai dengan pengertian demokrasi sendiri (Bahasa
Yunani, demos berarti rakyat, kratos/kratein berarti kekuasaan/berkuasa)
berarti rakyat berkuasa atau kekuasaan di tangan rakyat, sedangkan kepala
negara atau kepala pemerintahan, hanya mendapat wewenang dari rakyat.
Terselenggaranya suatu negara dengan baik, tertib dan aman karena
adanya peraturan yang disusun bersama, disepakati bersama serta dipatuhi
bersama keberlakuannya. Bagi tingkat negara dan pemerintahan peraturan
atau norma tersebut tersusun dalam bentuk undang-undang. Undang-undang
8
yang menjadi pokok utama atau induk dari segala peraturan, norma dan
undang-undang adalah undang-undang dasar. Untuk Negara dan Pemerintah
Indonesia, yang menjadi undang-ndang pokok utama itu adalah Undang-
Undang Dasar 1945. Segala tata cara, upacara, pengaturan dan
penyelenggaraan bernegara serta berpemerintah, telah ditentukan secara
garis besar pada Undang-Undang Dasar 1954. Peraturan pelaksanaannya,
terjabarkan dan terperincikan pada undang-undang, peraturan pemerintah,
garis-garis besar haluan negara, peraturan daerah, dan demikian seterusnya.
Hal yang demikian itu, wajib Anda pelajari, selain untuk kepentingan sendiri,
juga untuk kepentingan proses mengajar dan membelajarkan peserta didik
yang menjadi tanggung jawab Anda serta tanggung jawab kita semua.
Demokrasi yang arti harfiahnya rakyat berkuasa atau kekuasaan di tangan
rakyat, pada pelaksanaannya diserahkan kewenangan kepada kepala negara
dan atau kepada pemerintahan. Penyerahan kewenangan itu dilakukan
melalui perwakilan rakyat yang disebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Tentu saja pemberian kewenangan itu juga melalui permusyawaratan dalam
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang tidak lain adalah para anggota
DPR ditambah dengan utusan-utusan daerah. Demikianlah konsep-konsep
dasar Ilmu Politik dan Pemerintahan.
Pemerintahan merupakan organisasi atau wadah orang yang mempunyai
kekuasaaan dan lembaga yang mengurus masalah kenegaraan dan
kesejahteraan rakyat dan negara.
Pemerintahan dalam arti luas adalah segala kegiatan badan-badan publik
yang meliputi kegiatan legislatif, eksekutif dan yudikatif dalam usaha
mencapai tujuan negara. Pemerintahan dalam ari sempit adalah segala
kegiatan badan-badan publik yang hanya meliputi kekuasaan eksekutif. (C.F.
Strong)
9
Pemerintahan dalam arti luas adalah segala urusan yang dilakukan oleh
Negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyatnya dan kepentingan
Negara sendiri; jadi tidak diartikan sebagai Pemerintah yang hanya
menjalankan tugas eksekutif saja, melainkan juga meliputi tugas- tugas
lainnya temasuk legislatif dan yudikatif.
B. Prinsip-Prinsip dasar Pemerintahan
Beberapa prinsip dasar sistem pemerintahan Indonesia yang terdapat
dalam UUD 1945, adalah:
1. Negara yang berdasar atas hukum (rechtstaat)
2. Sistem Konstitusi
3. Kekuasaan negara tertinggi di tangan MPR
4. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara dibawah Majelis
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
6. Menteri negara adalah pembantu Presiden
7. Menteri negara tidak bertanggungjawab kepada DPR
8. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas
C. Penerapan Konsep Dasar Politik dan Pemerintahan dalam
pembelajaran IPS
Penerapan konsep dasar Politik dan Pemerintahan dalam pembelajaran
IPS yaitu melalui mata pelajaran PPKn. Pendidikan kewarganegaraan
mengacu langsung pada perilaku warga negara, oleh karena itu, pendidikan
kewarganegaraan menunjukkan orientasi bentuk pendidikan karakter, watak
dan pendidikan etika kepada warganegara. Depdiknas 1993
mengungkapkan, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
diartikan sebagai mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk
mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada
10
budaya Indonesia. Nilai luhur dan moral tersebut diharapkan dapat
diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai
individu maupun anggota masyarakat, dan mahluk ciptaan Tuhan. Nilai-nilai
luhur bangsa Indonesia tercermin dalam ke lima Pancasila. Pancasila sebagai
pedoman dan pandangan hidup bangsa, tentunya nilai- nilai yang diajarkan
tidak boleh bertentangan dengan nilai yang ada dalam Pancasila. PPKn
sebagai mata pelajaran yang berkaitan erat dengan falsafah hidup bangsa
memiliki tiga fungsi pokok:
1) Mengembangkan dan melestarikan nilai luhur Pancasila,
2) Mengembangkan dan membina siswa yang sadar akan hak dan
kewajibannya, taat pada peraturan yang berlaku, serta budi pekerti luhur,
3) Membina siswa agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama
anggota keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara (Budimansyah, 2008: 11).
Mata pelajaran PPKn di SD memiliki tujuan khusus yaitu menanamkan
sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan pada nilai-
nilai Pancasila baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dan
memberikan bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya.
Nilai-nilai Pancasila yang dimaksud adalah kerapian, kasih sayang,
kebangsaan, ketertiban, tolong menolong, keyakinan, berterus terang,
kepuasan hati, keyakinan, tenggang rasa, rela berkorban, ketekunan,
keserasian, percaya diri, kebebasan, kedisiplinan, ketaatan, persamaan hak
dan kewajiban, keteguhan hati, tata krama, keindahan, lapang dada,
persatuan dan kesatuan dan juga kebijaksanaan.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari makalah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Ilmu Politik
sebagai salah satu bidang ilmu sosial, ruang lingkup kajiannya adalah
penyelenggaraan kehidupan negara dan pelaksanaan pemerintahan dengan
seluk beluk serta persoalannya. Oleh karena itu, untuk memahami dan
menghayati proses penyelenggaraan pemerintahan, serta untuk mampu
menjadi warga negara yang baik, wajib mempelajari dasar-dasar ilmu politik.
Pemerintahan sebagai aparat penyelenggaraan kehidupan negara,
menyangkut perangkat-perangkat kekuasaan, kepemimpinan, perundang-
undangan, dan kelembagaan. Untuk memahami hakikat pemerintahan dengan
segala kegiatan dan persoalannya, kita wajib mempelajari konsep-konsep
dasar Ilmu Politik dan Pemerintahan.
Penerapan konsep dasar Politik dan Pemerintahan dalam pembelajaran
IPS yaitu melalui mata pelajaran PPKn. Pendidikan kewarganegaraan
mengacu langsung pada perilaku warga negara, oleh karena itu, pendidikan
kewarganegaraan menunjukkan orientasi bentuk pendidikan karakter, watak
dan pendidikan etika kepada warganegara.
B. Saran
Sebagai calon guru, kita harus mulai belajar untuk bersikap dan
membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik. Agar nantinya ketika kita
mulai terjun dalam bidang pendidikan kita dapat memberikan contoh yang
baik kepada anak didik kita.
12
DAFTAR PUSTAKA
Nursdi Sumaatmadja. 1980. Metodologi Pengajaran Ilmu Pengtahuan Sosial (IPS).
Bandung: Penerbit Alumni.
Kosasih Djahiri, Fatimah Ma’mun. 1979. Pengajaran Studi Sosial IPS. Bandung:
LPPP-IPS-FKIS IKIP Bandung.
Nursid Sumaatmadja. 2006. Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka,
Dwimuya, Rachmat. 2014. Konsep Pemerintah dan Pemerintahan. Di akses
memalui [Link]
[Link]#:~:text=Pemerintah%20adalah
%20badan%2Dbadan%20publik,fungsinya%20untuk%20mencapai
%20tujuan%20negara. Diakses pada tanggal 10 Desember 2020 pukul
13.00 WIB.
Syafiie, Inu Kencana. 2011. Pengantar IlmuPemerintahan. Bnadung: PT
RefikaAditma.