0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan18 halaman

Fungsi dan Pemasangan Lightning Arrester

Lightning Arrester (LA) berfungsi untuk melindungi peralatan listrik dari tegangan lebih akibat petir dengan mengalirkan arus petir ke tanah. LA dipasang di ujung saluran udara dan transformator di gardu induk. LA berperan sebagai isolator pada kondisi normal dan berubah menjadi konduktor ketika terjadi tegangan lebih untuk mengalirkan arus ke tanah.

Diunggah oleh

Randra Agustio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan18 halaman

Fungsi dan Pemasangan Lightning Arrester

Lightning Arrester (LA) berfungsi untuk melindungi peralatan listrik dari tegangan lebih akibat petir dengan mengalirkan arus petir ke tanah. LA dipasang di ujung saluran udara dan transformator di gardu induk. LA berperan sebagai isolator pada kondisi normal dan berubah menjadi konduktor ketika terjadi tegangan lebih untuk mengalirkan arus ke tanah.

Diunggah oleh

Randra Agustio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB

BAB IX9

LIGHTNING ARRESTER (LA)

9.1 Pengertian Lightning Arrester

Lightning Arrester adalah suatu alat proteksi (pelindung) bagi peralatan listrik
terhadap tegangan lebih yang disebabkan oleh petir atau surja hubung (switching
surge). Lightning Arrester ini bersifat sebagai by pass di sekitar isolasi yang
membentuk jalan dan mudah dilalui oleh arus petir ke system pembumian,
sehingga tidak menimbulkan tegangan lebih yang tinggi dan tidak merusak isolasi
atau peralatan listrik. By pass ini harus sedemikian rupa, sehingga tidak
mengganggu aliran daya system.

Jadi pada keadaan normal Lightning Arrester berlaku sebagai isolator, sehingga
tidak ada arus yang mengalirinya. Tetapi jika timbul tegangan lebih petir
Lightning Arrester ini akan bersifat sebagai konduktor yang tahanannya relative
rendah, sehingga dapat mengalirkan arus yang besar ke tanah/bumi. Setelah itu
Lightning Arrester harus dapat dengan cepat kembali menjadi isolator (isolasi)
agar arus susulan (follow current) tidak sempat mengalir ke tanah/bumi, sehingga
dengan demikian pembukaan pemutus tenaga (CB) dapat dihindari.

Sesuai dengan fungsinya yaitu Lightning melindungi peralatan listrik pada


system jaringan terhadap tegangan lebih yang disebabkan oleh petir, maka pada
umumnya Lightning Arrester (LA) dipasang pada setiap ujung saluran udara
tegangan tinggi yang memasuki gardu induk.

Di gardu induk yang besar ada kalanya pada transformator daya dipasang
Lightning Arrester (LA) untuk menjamin terlindungnya ransformator daya
tersebut dan peralatan lainnya dari tegangan lebih petir.

Pusat pembangkit listrik umumnya dihubungkan dengan saluran transmisi udara


yang menyalurkan tenaga listrik ke pusat-pusat konsumsi tenaga listrik, yaitu
gardu-gardu induk (GI). Sedangkan saluran transmisi udara ini rawan terhadap
Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

1
sambaran petir yang menghasilkan gelombang berjalan (surja tegangan) yang
dapat masuk ke pusat pembangkit listrik. Oleh karena itu, dalam pusat listrik
harus ada lightning arrester (penangkal petir) yang berfungsi menangkal
gelombang berjalan dari petir yang akan masuk ke instalasi pusat pembangkit
listrik. Gelombang berjalan juga dapat berasal dari pembukaan dan penutupan
pemutus tenaga atau circuit breaker (switching).

Pada sistem Tegangan Ekstra Tinggi (TET) yang besarnya di atas 350 kV, surja
tegangan yang disebabkan oleh switching lebih besar dari pada surja petir.
Saluran udara yang keluar dari pusat pembangkit listrik merupakan bagian
instalasi pusat pembangkit listrik yang paling rawan sambaran petir dan karenanya
harus diberi lightning arrester. Selain itu, lightning arrester harus berada di depan
setiap transformator dan harus terletak sedekat mungkin dengan transformator.
Hal ini perlu karena pada petir yang merupakan gelombang berjalan menuju ke
transformator akan melihat transformator sebagai suatu ujung terbuka (karena
transformator mempunyai isolasi terhadap bumi/tanah) sehingga gelombang
pantulannya akan saling memperkuat dengan gelombang yang datang. Berarti
transformator dapat mengalami tegangan surja dua kali besarnya tegangan
gelombang surja yang datang. Untuk mencegah terjadinya hal ini, lightning
arrester harus dipasang sedekat mungkin dengan transformator.

Lightning arrester bekerja pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi untuk
membuang muatan listrik dari surja petir dan berhenti beroperasi pada tegangan
tertentu di atas tegangan operasi agar tidak terjadi arus pada tegangan operasi, dan
perbandingan dua tegangan ini disebut rasio proteksi arrester.
Tingkat isolasi bahan arrester harus berada di bawah tingkat isolasi bahan
transformator agar apabila sampai terjadi flashover, maka flashover diharapkan
terjadi pada arrester dan tidak pada transformator.

Transformator merupakan bagian instalasi pusat listrik yang paling mahal dan
rawan terhadap sambaran petir, selain itu jika sampai terjadi kerusakan

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

2
transformator, maka daya dari pusat listrik tidak dapat sepenuhnya disalurkan dan
biayanya mahal serta waktu untuk perbaikan relatif lama.

alah satu perkembangan dari lightning arrester adalah penggunaan oksida seng
Zn02 sebagai bahan yang menjadi katup atau valve arrester. Dalam menentukan
rating arus arrester, sebaiknya dipelajari statistik petir setempat. Misalnya apabila
statistik menunjukkan distribusi probabilitas petir yang terbesar adalah petir 15
kilo Ampere (kA), maka rating arrester diambil 15 kilo Ampere.

Lightning Arrester (LA) yang biasa disebut Arrester, di Gardu Induk


berfungsi untuk mengamankan peralatan listrik terhadap tegangan lebih yang
diakibatkan oleh sambaran petir atau tegangan transien yang tinggi dari suatu
penyambungan atau pemutusan, dengan jalan mengalirkan arus denyut ke tanah
serta membatasi arus ikutan sehingga rangkaian kembali seperti semula tanpa
menggangu sistem. Sesuai dengan fungsinya, maka Arrester dipasang pada setiap
ujung Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang memasuki gardu induk. Di
gardu induk besar ada kalanya pada transformator dipasang juga Arrester untuk
menjamin terlindungnya transformator dan peralatan lainnya dari tegangan lebih
petir tersebut. Bentuk Lightning Arrester (LA) yang dipasang pada transformator
daya di gardu induk sisi tegangan 150 kV dapat dilihat pada Gambar 9.1.

Beberapa contoh Konstruksi Lightning Arrester (LA) untuk tegangan tinggi


ditunjukkan seperti pada Gambar 9.2, 9.3, 9.4 dan 9.5.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

3
Lightning
Arrester

Gambar 9.1. Lightning Arrester untuk melindungi trafo daya di gardu induk

Gambar 9.2 Lightning Arrester di gardu induk

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

4
Gambar 9.3. Konstruksi Lightning Arrester (LA)

Gambar 9.4. Konstruksi Lightning Arrester (LA)

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

5
Gambar 9.5. Lightning Arrester di sisi masuk gardu induk Tanjung Morawa

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

6
Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

7
Bagian – Bagian yang penting dari arrester :
1. Elektroda
Elektroda–elektroda ini adalah terminal dari arrester yang dihubungkan,
bagian atas dengan penghantar saluran transmisi dan bawah elektroda
dihubungkan dengan tanah/bumi.

2. Sela Percikan
Apabila terjadi tegangan lebih oleh sambaran petir atau surja hubung pada
arrester yang terpasang, maka pada sela percikan (Spark Gap) akan terjadi
loncatan busur api. Pada dasarnya tipe arrester, busur api yang terjadi tersebut
ditiup ke luar oleh tekanan gas yang ditimbulkan oleh tabung fiber yang
terbakar.

3. Tahanan Katup ( Valve Resistor )


Tahanan yang digunakan dalam arrester adalah suatu jenis material yang sifat
tahanannya dapat berubah bila mendapatkan perubahan tegangan.

Arrester ditempatkan sedekat mungkin dengan peralatan yang dilindungi. Tetapi


untuk memperoleh kawasan perlindungan yang lebih baik, maka ada kalanya
arrester ditempatkan dengan jarak tertentu dengan jarak peralatan yang dilindungi.
Jarak arrester dengan peralatan yang dilindungi berpengaruh terhadap besarnya
tegangan yang tiba pada peralatan. Jika jarak arrester terlalu jauh, maka tegangan
yang tiba pada peralatan dapat melebihi tegangan yang dapat dipikulnya.

Dalam prakteknya, tegangan mungkin lebih tinggi dari perkiraan karena


terjadinya ossilasi akibat adanya induktansi penghantar yang menghubungkan

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

8
arrester dengan transformator dan adanya kapasitansi dari transformator itu
sendiri. Disamping itu, saat arrester bekerja mengalirkan arus surja ke bumi, maka
terjadi jatuh tegangan pada tahanan penghantar penghubung arrester dengan
jaringan dan penghubung arrester dengan elektroda pembumian. Jatuh tegangan
ini dipengaruhi oleh kenaikan arus surja dan akan mengakibatkan kenaikan
tegangan antara terminal arrester dengan bumi.

Sambaran petir pada konduktor hantaran udara merupakan suntikan muatan


listrik. Suntikan muatan ini menimbulkan kenaikan tegangan pada jaringan,
sehingga pada jaringan timbul kenaikan tegangan atau tegangan lebih yang
berbentuk gelombang impulse dan merambat sepanjang penghantar. Jika tegangan
lebih akibat surja petir atau surja pemutusan tiba di gardu induk, maka tegangan
lebih tersebut akan merusak isolasi peralatan gardu induk. Oleh sebab itu perlu
suatu alat yang melindungi peralatan yaitu LA yang melindungi peralatan di gardu
induk (lihat Gambar 9.6), sebab tegangan lebih akibat sambaran petir dan atau
surja pemutusan akan merusak isolasi peralatan. Pelindung ini dalam keadaan
normal bersifat isolasi dan jika terjadi tegangan lebih akan berubah menjadi
penghantar dan mengalirkan muatan surja tersebut ke tanah.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

9
Gambar 9.6. Lightning Arrester (LA) melindungi peralatan di gardu induk

Ilustrasi Kerja dari Lightning Arrester


Secara garis besar bagaimana Lightninh Arrester membatasi tegangan surja yang
muncul dapat ditunjukkan pada Gambar 9.7.

Gelombang tegangan surja Puncak gelombang


datang dari saluran transmisi P

Tegangan percikan
W A

B
Tegangan sisa
Ke Gardu Induk

Saluran transmisi

LA

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

10
Gambar 9.7. Ilustrasi dari kerja Lightning Arrester (LA)

Keterangan:
W = gelombang surja kilta merambat sepanjang saluran transmisi
P = puncak gelombang tegangan surja
A = tegangan di mana LA bekerja (sparkover)
B = tegangan sisa

1. Suatu bentuk gelombang tegangan surja merambat dengan puncak P,


merambat menuju terminal Lightning Arrester (LA) yang melindungi
peralatan listrik di gardu induk.
2. Pada saat gelombang tegangan tersebut mencapai terminal LA, pada suatu
harga tegangan A dan pada waktu t mikrodetik pada muka gelombang
terjadi percikan (sparkover) pada LA. Sparkover terjadi, karena arus surja
dialirkan ke tanah/bumi. Selama lA melewatkan/mengalirkan (memba
pass) arus surja, tegangan tidak menjadi nol, tetapi tinggal pada suatu
harga B, hal ini terjadi karena pada LA terdapat suatu elemen tahanan.
Tegangan sebesar B tadi disebut tegangan sisa atau tegangan discharge
(residual voltage). Bila tegangan surja telah berkurang ke rating tegangan
LA, pelepasan arus surja berhenti dan arus system yang mengalir disebut
arus susulan, dan segera diputuskan tegangan system mencapai titik nol
pertama.
3. Sisa tegangan surja tersebut berjalan/merambat terus menuju ke peralatan
listrik yang ada di gardu induk dengan harga tegangan puncak yang sudah
terpotong, sehingga dapat ditahan oleh isolasi peralatan listrik tersebut
maka tidak membahayakan peralatan-peralatan listrik lagi.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

11
KUIS -9

LIGHTNING ARRESTER

1. Mengapa di gardu induk dipasang lightning arrester (LA), jelaskan.

2. Sebutkan bagian-bagian dari lightning arrester (LA) serta jelaskan.

3. Jelaskan cara kerja dari lightning arrester (LA)

4. Sebutkan di mana saja lightning arrester dipasang.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

12
5. Sebaiknya seberapa jauh lightning arrester dipasang untuk melindungi

peralatan listrik.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

13
Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

14
Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

15
Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

16
KUIS -1

TEGANGAN TINGGI

1. Apa tujuannya tegangan transmisi dibuat tinggi ?. jelaskan.


2. Bila tegangan transmisi dinaikkan terus misalnya dari 70 kV ke 500 kV,
akan mempengaruhi beberapa hal pada konstruksi mekanisnya. Jelaskan.
3. Menurut PUIL yang dikatakan tegangan tinggi mulai dari berapa volt.
4. Sebutkan tegangan transmisi yang digunakan di Indonesia ?.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

17
5. Apa sebabnya saluran transmisi tegangan tinggi besar kemungkinannya
kena sambaran petir ? Jelaskan.

Peralatan Tegangan Tinggi (Sudaryanto)

18

Anda mungkin juga menyukai