BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Inovasi
Inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia atau unit
adopsi lainnya. Teori ini meyakini bahwa sebuah inovasi terdifusi ke seluruh masyarakat dalam
pola yang bisa diprediksi. Beberapa kelompok orang akan mengadopsi sebuah inovasi segera
setelah mereka mendengar inovasi tersebut. Sedangkan beberapa kelompok masyarakat lainnya
membutuhkan waktu lama untuk kemudian mengadopsi inovasi tersebut. Ketika sebuah inovasi
banyak diadopsi oleh sejumlah orang, hal itu dikatakan atau meledak.
Inovasi merupakan tahap awal ketika seseorang mulai melihat, dan mengamati inovasi
baru dari berbagai sumber, khususnya media massa. Pengadopsi awal biasanya merupakan
orang-orang yang rajin membaca koran dan menonton televisi, sehingga mereka bisa menangkap
inovasi baru yang ada. Jika sebuah inovasi dianggap sulit dimengerti dan sulit diaplikasikan,
maka hal itu tidak akan diadopsi dengan cepat oleh mereka, lain halnya jika yang dianggapnya
baru merupakan hal mudah, maka mereka akan lebih cepat mengadopsinya. Beberapa jenis
inovasi bahkan harus disosialisasikan melalui komunikasi interpersonal dan kedekatan secara
fisik
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan
menemukan peluang (doing new thing). Inovasi merupakan fungsi utama dalam proses
kewirausahaan. Peter Drucker (1986) mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi
wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru
maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk
menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Inovasi adalah sutu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat di pasarkan.
Inovasi lebih dari sekedar ide yang baik suatu gagasan murni memegang peranan penting, dan
fikiran kreatif mengembangkanya menjadi gagasaan berharga. Meskipun demikian terdapat
perbedaan yang signifikan antara sebuah ide yang timbul semata dari spekulasi dan ide yang
merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurna hal yang lebih penting,
Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide
melalui tahapan pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk
menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan
konsep melalui implementasi.
2.2 Macam-macam inovasi
Berdasarkan kecepatan perubahan, inovasi terbagi menjadi dua yaitu:
a. Inovasi radikal
· Berskala besar
· Dilakukan para ahli dibidangnya
· Biasanya dikelola oleh departemen penelitian dan pengembangan
· Inovasi radikal ini sering kali dilakukan di bidang manufaktur dan lembaga jasa
keuangan
b. Inovasi inkremental
· Berskala kecil
· Dilakukan oleh semua pihak terkait
· Jenis inovasi berdasarkan fungsi,ada dua yaitu:
c. Inovasi teknologi
Dapat berupa produk, pelayanan atau proses produksi dan inovasi administrasi dapat bersifat
organisasional dan struktural.
d. Inovasi sosial
Menurut Donald Kuratko, Inovasi terdiri dari empat jenis, penemuan, pengembangan,
duplikasi dan sintesis.
a. Penemuan. Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan
sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang oleh
wright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell dll.
b. Pengembangan. Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep
seperti ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD oleh
Ray Kroc.
c. Duplikasi. Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian
duplikasi bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki
konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi oleh
Dentaland.
d. Sintesis. Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses
ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan dibentuk
sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal, sintesis pada
arloji oleh Casio.
2.3 Sumber Inovasi
Inovasi bagi wirausahawan lebih bersifat untuk memanfataatkan perubahan dari pada
menciptakanya. Mencari inovasi dilakukan dengan memanfaatkan perubahan pada penemuan
yang menyebabkan terjadinya perubahan. Ide inovatif dapat bersumber pada kraetivitas eksternal
dan Kreatifitas internal. Kreatifitas eksternal dapat dirangsang dengan memanfaatkan secara
sistematis rasa keingintahuan tentang perkembangan, ide dan kekuatan baru yang sedang
berlangsung di sekitar seseorang. Dengan melakukan hal ini, seseorang membangun sumber
informasi tentang berbagai hal tentang fakta kesan, citra dan berbagai ide. Dengan demikian
seseorang dapat memperoleh ide yang dapat di raih dan di manfaatkan.
2.4 Arti Penting Inovasi Dalam Kewirausahaan
Suharyadi dkk (2007) mengemukakan bahwa, Pengusaha menciptakan kombinasi-
kombinasi baru dengan menggunakan factor produksi. Ada lima jenis inovasi yang penting
dilakukan oleh pengusaha, yaitu :
1. Pengenalan barang baru atau perbaikan barang yang sudah ada.
2. Pengenalan metode produksi baru.
3. Pembukaan pasar baru, khususnya pasar ekspor atau daerah yang baru.
4. Penciptaan/pengadaan persedian (supply) bahan mentah atau setengah jadi.
5. Penciptaan suatu bentuk organisasi industry baru.
2.5 Tehnik mengembangkan inovasi
Kotler, pakar pemasaran, pernah menegaskan pentingnya inovasi. Pakar pemasaran ini
mengingatkan bahwa tanpa inovasi perusahaan akan menjadi tua, kuno, rapuh, dan tidak
langgeng. Inovasi harus terus dibangun melalui budaya kreatif, mengikuti tren, perubahanm dan
membangun pasar. Untuk membangun perusahaan inovatif, kotler menekankan pentingnya
sejumlah factor sebagai berikut :
1. Adanya budaya penemuan. Setiap organisasi harus disesaki orang-orang yang punya
semangat inovasi.
2. Mengembangkan inovasi sebaiknya berdasarkan riset, sebab, perusahaan dikatakan
inovatif kalau sengaja membangun dan melakukan proses untuk menghasilkan temuan terbaru.
Inovasi tersebut haruslah merupakan sesuatu revolusioner, dapat menembus pasar global, dan
mendapatkan persaingan sangat keras.
2.6 Tahapan Perilaku Inovatif
De Jong & Den Hartog (2003) merinci lebih mendalam proses inovasi dalam 4 tahap yaitu:
Melihat kesempatan bagi karyawan untuk mengidentifikasi kesempatan.
Kesempatan dapat berawal dari ketidakkongruenan dan diskontinuitas yang terjadi
karena adanya ketidaksesuaian dengan pola yang diharapkan misalnya timbulnya masalah
pada pola kerja yang sudah berlangsung,adanya kebutuhan konsumen yang belum
terpenuhi,atau adanya indikasi trends yang sedang berubah.
Mengeluarkan ide.
Dalam fase ini, karyawan mengeluarkan konsep baru dengan tujuan menambah
peningkatan. Hal ini meliputi mengeluarkan ide sesuatu yang baru atau memperbaharui
pelayanan, pertemuan dengan klien dan teknologi pendukung. Kunci dalam mengeluarkan
ide adalah mengkombinasikan dan mereorganisasikan informasi dan konsep yang telah ada
sebelumnya untuk memecahkan masalah dan atau meningkatkan kinerja. Proses inovasi
biasanya diawali dengan adanya kesenjangan kinerja yaitu ketidaksesuaian antara kinerja
aktual dengan kinerja potensial.
Implementasi.
Dalam fase ini, ide ditransformasi terhadap hasil yang konkret. Pada tahapan ini
sering juga disebut tahapan [Link] mengembangkan ide dan
mengimplementasikan ide, karyawan harus memiliki perilaku yang mengacu pada
[Link] inovasi Konvergen meliputi usaha menjadi juara dan bekerja [Link]
yang berperilaku juara mengeluarkan seluruh usahanya pada ide [Link] menjadi juara
meliputi membujuk dan mempengaruhi karyawan dan juga menekan dan [Link]
mengimplementasikan inovasi sering dibutuhkan koalisi, mendapatkan kekuatan dengan
menjual ide kepada rekan yang berpotensi.
Aplikasi.
Dalam fase ini meliputi perilaku karyawan yang ditujukan untuk membangun,
menguji, dan memasarkan pelayanan baru. Hal ini berkaitan dengan membuat inovasi dalam
bentuk proses kerja yang baru ataupun dalam proses rutin yang biasa dilakukan.
2.7 Proses Inovasi
Inovasi merupakan hasil pencarian suatu kesempatan yang di lakukan dengan sepenuh
hati. Proses ini di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang menjadi obyek. Inovasi
bersifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator harus maelihat bertanya
dan mendengar orang lain dalam mencari inovasi. Mereka berfikir keras dengan segenap
kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan
pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya untuk
memenuhi harapan nilai dan [Link] yang berhasil pada umumnya sederhan dan
terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak
melibatkan kerja fisik dari pada pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan ”jenius merupakan
perpaduan yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras” lebih dari itu inovator pada
umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan
menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu.
Adair (1996) mengatakan ada 3 fase dalam proses inovasi sebagai berikut:
a. Generating ideas.
Keterlibatan individu dan tim dalam menghasilkan ide untuk memperbaiki produk, proses
dan layanan yang ada dan menciptkaan sesuatu yang baru.
b. Harvesting ideas.
Melibatkan sekumpulan orang untuk mengumpulkan dan mengevaluasi ide-ide.
c. Developing and implementing these ideas.
Mengembangkan ide-ide yang telah terkumpul dan selanjutnya mengimplementasikan ide
tersebut.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Aktivitas bisnis sangat memerlukan orang-orang yang inovatif, kreatif dan cepat tanggap
terhadap setiap perubahan. Para peneliti telah mengatakan bahwa Kreatifitas menyangkut
keputusan-keputusan Anda tentang apa yang Anda inginkan dan bagaimana Anda melakukannya
dengan lebih baik. Jadi, urutan tersebut melibatkan sebuah proses, bukan hanya melihat hasil
akhir yang diharapkan, sehingga kita tidak perlu merasa sangat terbebani untuk menjadi kreatif.
Inovasi adalah sutu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat di pasarkan.
Inovasi lebih dari sekedar ide yang baik suatu gagasan murni memegang peranan penting, dan
fikiran kreatif mengembangkanya menjadi gagasaan berharga. Meskipun demikian terdapat
perbedaan yang signifikan antara sebuah ide yang timbul semata dari spekulasi dan ide yang
merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja yang sempurna hal yang lebih penting,
Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide
melalui tahapan pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk
menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan
konsep melalui implementasi.
Inovatif dan kreatif adalah 2 hal penting yang menjadi penyeimbang dalam rangka mengelola
wirausaha secara berkesinambungan dan akan selalu diterima dimasyarakat karena pembaharuan
kreasi dan inovasi slalu dilakukan demi kepuasan konsumen.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai
guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan
“market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau
manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata
konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.