0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan9 halaman

Pengertian dan Jenis Porositas Batuanna

Dokumen tersebut membahas tentang porositas dan porositas sekunder pada batuan. Porositas adalah kemampuan batuan untuk menyimpan cairan yang diukur dalam persen, dan dibedakan menjadi porositas primer yang terbentuk saat pembentukan batuan dan porositas sekunder yang terbentuk setelahnya akibat proses geologi seperti retakan. Faktor yang mempengaruhi porositas antara lain susunan dan distribusi butiran batuan, se

Diunggah oleh

feby
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan9 halaman

Pengertian dan Jenis Porositas Batuanna

Dokumen tersebut membahas tentang porositas dan porositas sekunder pada batuan. Porositas adalah kemampuan batuan untuk menyimpan cairan yang diukur dalam persen, dan dibedakan menjadi porositas primer yang terbentuk saat pembentukan batuan dan porositas sekunder yang terbentuk setelahnya akibat proses geologi seperti retakan. Faktor yang mempengaruhi porositas antara lain susunan dan distribusi butiran batuan, se

Diunggah oleh

feby
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

POROSITY DAN

SECONDARY POROSITY
Febianti Widia Pratiwi
F1D317035
TEKNIK GEOFISIKA
POROSTY
Porositas merupakan salah satu sifat batuan
yang penting untuk mengukur kemampuan
batuan untuk menyimpan hidrokarbon.
Porositas (Φ) adalah kemampuan suatu batuan
untuk menyimpan fluida. Porositas adalah
perbandingan ruang kosong /pori-pori dalam
batuan dengan keseluruhan volume batuan
dikali 100 (untuk menyatakan persen).
POROSITAS DIBAGI 2 BERDASARKAN
ASAL USULNYA :

1. Original (Primary) Porosity


Porositas yang terbentuk ketika proses
pengendapan batuan (deposisi) tanpa ada
faktor lain. Pada umumnya terjadi pada
porositas antar butiran pada batupasir,
antar Kristal pada batukapur, atau
porositas oolitic pada batukapur.
2. Induced (Secondary) Porosity

porositas yang terbentuk setelah proses deposisi batuan karena


beberapa proses geologi yang terjadi pada batuan tersebut,
seperti proses intrusi, fault, retakan, dan sebagainya. Proses
tersebut akan mengakibatkan lapisan yang sebelumnya non-
porosity/permeabelitas menjadi lapisan berporositas.

Contohnya retakan pada shale dan batukapur, dan vugs atau


lubang-lubang akibat pelarutan pada batukapur.
BERDASARKAN WAKTU DAN CARA TERJADINYA
DIKLASIFIKASIKAN MENJADI DUA

1. Porositas Primer
Porositas primer yaitu porositas yang terbentuk bersamaan
dengan proses pembentukan batuan tersebut (kompaksi,
konsolidasi, sementasi, stratifikasi dll).
Contoh :
Intergranular pores (Clastic & carbonate).
Intercrystalline dan fenestral pores of carbonates.
2. Porositas Sekunder
Porositas Sekunder yaitu porositas yang terbentuk
setelah proses pembentukan batuan selesai. Misalnya
karena terbentuknya rekahan akibat gempa, patahan,
atau interaksi dengan zat kimia tertentu (sulfat).
Contoh :
❑ Grain dissolution (sandstones / carbonates.
❑ Vugs (carbonates).
❑ Fracture (sandstones, shales, & carbonates ).
GAMBAR DIBAWAH INI MENUNJUKAN CONTOH DARI
POROSITAS PRIMER DAN SEKUNDER.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POROSITAS
BATUAN ADALAH :

1. Susunan Batuan

2. Distribusi Batuan

Porositas meningkat ketika distribusi ukuran partikel berkurang

3. Sementasi

Porositas berkurang ketika material sementasi bertambah

4. Kompaksi

Porositas berkurang ketika kompaksi meningkat

5. Angularitas

Porositas meningkat ketika angularitas bertambah

6. Vugs, dissolution dan fracture /rekahan

Vug dan fracture akan berkontribusi pada porositas, akan tetapi untuk
memahami pengaruhnya pada porositas efektif akan membutuhkan core
study dan pengukuran dari well logging lebih lanjut
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai