Shyah
Shyah
Secara terminologis, Syi'ah adalah kaum muslimin yang menganggap pengganti Nabi
Saw. merupakan hak istimewa keluarga Nabi (dalam hal ini 'Ali KW dan
keturunannya), dan mereka yang dalam bidang pengetahuan dan kebudayaan Islam
mengikuti mazhab Ahlul Bait 16.
Dr. Muhammad 'Imarah menegaskan bahwa sekadar merasa cinta kepada ahli bait
saja tidak cukup untuk menggolongkan seseorang sebagai Syi'ah. Seseorang baru bisa
dikatakan Syi'ah, menurutnya lagi, jika ia telah mengimani bahwa Ali KW. (23SH-
40H/600M-661M) telah ditunjuk sebagai pengganti Rasulullah Saw. dengan nash dan
washiat 17.
Tentang awal kemunculan Syi'ah dalam pentas sejarah dunia Islam, para penulis dan
sejarawan terbagi dalam dua varian:
Varian kedua: Berpendapat bahwa jika yang dimaksud adalah Syi'ah dalam
pengertian terminologis, maka ia baru timbul pasca kepemimpinan 'Ali KW. dalam
rentang waktu yang cukup panjang. Pendapat ini tampak pada penulis-penulis non-
Syi'ah. Terutama Mu'tazilah, mereka mengatakan bahwa Syi'ah yang dikenal
sekarang ini baru timbul pada masa Imam Ja'far Shadiq (80-148H/599M-765M) 23.
Melihat data-data yang ada, kedua pendapat di atas dapat digabungkan menjadi satu
kesimpulan: Bahwa jika yang dimaksud dengan terma Syi'ah adalah sekadar
fenomena keinginan sebagian orang untuk mengangkat 'Ali KW. sebagai khalifah,
maka betul ia adalah mazhab pertama yang dikenal dalam sejarah Islam dan telah
tumbuh pada masa akhir hidup Rasulullah Saw. dan awal kekhalifahan Abu Bakar
RA. Namun, jika yang dimaksud dengan terma Syi'ah adalah sebuah mazhab besar
dengan segala teori, pendapat dan perjalanan historisnya, maka ia baru timbul pada
penghujung masa 'Utsman RA, dan awal masa 'Ali KW24.
Dalam masa hidup Ali KW, menurut Abu Nasywan al Himyary 25, Syi'ah yang
mendukung 'Ali KW dalam perang Jamal dan Shiffin dapat diklasifikasikan dalam
tiga varian kecenderungan.
Pertama: Adalah kecenderungan mayoritas Syi'ah saat itu, adalah kelompok yang
mengakui kekhalifahan Abu bakar RA dan 'Umar RA. Mereka juga mengakui
kekhalifahan 'Utsman RA hingga pada masa di mana 'Utsman RA telah melakukan
perubahan dan melakukan hal-hal yang mereka anggap telah menyimpang.
Kedua: Kelompok yang lebih kecil dari kelompok pertama. Mereka berpendapat
bahwa runtutan kekhalifahan setelah Rasulullah Saw. adalah Abu Bakar RA, 'Umar
RA dan 'Ali KW. Sedangkah kekhalifahan 'Utsman RA tidak mereka akui. Oleh
karena itu, menurut al Jahidz, pada masa awal Islam, yang dinamakan syi'i adalah
orang-orang yang mendahulukan 'Ali KW atas 'Utsman RA. Sehingga, menurutnya
lagi, saat itu dikenal ada Syi'i dan 'Utsmani. Yang pertama adalah orang-orang yang
mendahulukan 'Ali KW atas 'Utsman RA, sedangkan yang kedua adalah orang yang
mendahulukan 'Utsman atas 'Ali KW.
Ketiga: Kelompok yang paling kecil. Yaitu mereka yang menganggap bahwa orang
yang paling utama memangku kekhalifahan setelah Rasulullah Saw adalah 'Ali KW.
Dari ketiga kecenderungan di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa mayoritas
pendukung Syi'ah tidak melebihkan 'Ali atas semua sahabat Rasulullah Saw. Namun
mereka hanya melebihkannya atas 'Utsman. Dan, pelebihan mereka atas 'Utsman
itupun bukanlah sebuah konsensus pemikiran yang diamini oleh semua pendukung
Syi'ah, namun mayoritas mereka melebihkannya atas 'Utsman RA. setelah 'Utsman
RA melakukan tindakan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mereka anggap telah
melanggar sunnah Rasulullah Saw. dan dua khalifah sebelumnya 26. Dan, tentu saja
apa yang sedang berlangsung pada masa tersebut adalah sebuah proses tarik-menarik
antar masing-masing kekuatan politik dengan masing-masing pendukungnya. Sesuatu
yang logis terjadi dalam sebuah sistem masyarakat di manapun berada.
Perang Jamal dan Shiffin yang berakhir dengan arbitrase, yang kemudian mendorong
timbulnya Khawarij dan Murji'ah, ditambah dengan pembantaian Karbala,
mendorong mereka untuk mencari akar ideologis mereka sendiri. Sejarah memang
telah mencatat betapa perlakuan dan nasib yang menimpa mereka amat malang. Pasca
perang Shiffin yang merenggut kekuasaan politik mereka, diteruskan dengan
pembantaian Karbala dan terbunuhnya Husein RA, sejarah memang tampak tidak
berpihak kepada mereka. Setelah tragedi-tragedi yang menyedihkan tersebut, mereka
masih terus dihantui pengejaran serta pembantaian secara massal terhadap Ahli Bait
Rasulullah Saw. dan pendukungnya.
Dalam buku Khilafah dan Kerajaan yang ditulis oleh Abu al A'la al Maududi, kita
akan merasakan kesedihan yang dalam (atau malah menangis) ketika membaca
penuturan penulis tentang perlakuan-perlakuan kejam yang telah menimpa keturunan
Rasulullah Saw. Dengan cukup jelas ia menguraikan kejadian demi kejadian yang
menimpa Ahlu Bait Rasulullah Saw.
Dalam masa-masa tersebut, terjadi kristalisasi klasifikasi in group dan out group
dalam Syi'ah. Penentuan siapa kita dan siapa orang luar kita makin mengental,
terutama proses pembentukan konsep ideologis dan metode mempertahankan diri.
Contoh menarik bagi yang terakhir adalah dibentuknya konsep taqiyyah sebagai
upaya untuk mempertahankan diri, kepercayaan, harta benda, dan harga diri. Syaikh
al Anshari mendefinisikan taqiyah sebagai berikut: Menjaga diri dari perlakuan buruk
dari orang lain dengan menyetujui perkataan dan perbuatannya yang bertentangan
dengan kebenaran 27. Sehingga terjadi kemudian transformasi kekuatan politik
menjadi sebuah sistem ideologi (teologi) dalam Syi'ah.
Pada masa 'Ali k.w, pendukung (syi'ah) beliau tidak menggunakan nash-nash al
Qur'an dan Hadist untuk menjustifikasikan keberhakan 'Ali k.w. dan keturunannya
sebagai pemegang kekhalifahan. Hal itu ditunjukkan oleh sikap 'Ali Kw yang
membai'at Abu Bakar r.a., 'Umar r.a, dan 'Utsman r.a. Karena jika benar ada nash
yang jelas-jelas menunjuk 'Ali k.w. sebagai pengganti Rasulullah Saw. tentunya 'Ali
Kw. tidak akan membai'at orang lain untuk memangku jabatan itu sebanyak tiga kali,
tanpa pernah menyinggung nash-nash itu. Namun, dalam proses transformasi Syi'ah
dari sebuah kekuatan politik menjadi sebuah ideologi (teologi), kita dapati kemudian
semua kecenderungan politis dan teologis Syi'ah telah mempunyai "mantel" baik dari
al Qur'an maupun Hadist.
(sebelum, sesudah)
--------------------------------------------------------------------------------
Date: Sat, 22 Apr 2000 03:12:22 +0200
From: "alkattani" <alkattany@[Link]>
Indeks Islam | Indeks Artikel
--------------------------------------------------------------------------------
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota