0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan9 halaman

Analisis Desain Fender dan Bollard

Analisis desain fender dan bollard untuk dermaga. Fender dirancang untuk menyerap energi benturan kapal dengan dermaga berdasarkan jarak antar fender, tinggi gelombang, dan kecepatan kapal. Jenis fender yang dipilih mampu menahan energi 3,86 ton. Bollard dirancang untuk menahan gaya tarik kapal hingga 25 ton berdasarkan jenis kapal 1000 GRT. Dimensi bollard yang sesuai adalah MT30.

Diunggah oleh

Ridho Saleh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan9 halaman

Analisis Desain Fender dan Bollard

Analisis desain fender dan bollard untuk dermaga. Fender dirancang untuk menyerap energi benturan kapal dengan dermaga berdasarkan jarak antar fender, tinggi gelombang, dan kecepatan kapal. Jenis fender yang dipilih mampu menahan energi 3,86 ton. Bollard dirancang untuk menahan gaya tarik kapal hingga 25 ton berdasarkan jenis kapal 1000 GRT. Dimensi bollard yang sesuai adalah MT30.

Diunggah oleh

Ridho Saleh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

c.

Analisis desain Fender


maka selanjutnya beban ini akan diproses untuk desain fender. Gaya fender yang
terjadi saat kapal sedang merapat berupa gaya pukul kapal pada fender akibat
kecepatan pada saat merapat, serta akibat pergoyangan kapal oleh gelombang dan
angin
Untuk analisa desain fender maka persamaan berikut adalah untuk menentukan
jarak maksimum antar fender:

dengan :
L = Jarak maksimum antar fender (m)
r = Jari-jari kelengkungan sisi haluan kapal (m)
h = Tinggi fender

Energi yang membentur dermaga adalah setengah dari energi benturan yang
diakibatkan oleh kapal ( ½ E ). Akibat benturan tersebut, dermaga memberikan gaya
reaksi F ½ d. dengan menyamakan kedua nilai tersebut:
E = 5,99 Ton tm
Fd =½E
Fd = ½ . 5,99
Fd = 2,995 tm
Dari perencanaan pender ini, ditetapkan memakai fender Bridestone Super-Arch type
DA-A400H dengan kekuatan menahan energi benturan sebesar 38,6 kN atau 3,86 tm.
Dengan spesifikasi sebagai berikut:

Gambar grafik kekuatan fender DYNA ARCH


Tabel spesifikasi fender type DYNA ARCH
Spesifikasi fender DYNA ARCH type DA-A400H
d. Analisis desain Bollard
Fungsi dari bollard adalah untuk tempat penambat kapal agar tidak mengalami
pergerakan yang dapat mengganggu baik pada aktivitas bongkar muat maupun lalu-
lintas kapal yang lainnya. Bollard/Boulder yang digunakan pada dermaga biasanya
menggunakan bahan dari baja cor karena lebih tahan cuaca dan cukup kuat untuk
menahan gaya-gaya yang bekerja, tinggi boulder tidak lebih dari 50 cm dengan ujung
tertutup dan lebih besar untuk mencegah terlepasnya tali kapal yang diikat untuk
jarak bolder dipakai.

Tabel Gaya tarik boulder berbagai jenis kapal

Catatan: Nilai dalam kurung adalah untuk gaya pada tambatan yang dipasang disekitar
tengah kapal yang mempunyai tidak lebih dari 2 tali penambat

Dari hasil analisa perhitungan gaya tarik pada bollard sebagaimana sudah
diuraikan diatas yaitu hanya sebesar = 1,464 Ton, maka beban/gaya tarikan yang
digunkan untuk menentukan dimensi bollard maka gaya tarikan yang digunakan
adalah sesuai dengan standart tabel diatas yaitu menggunkan jenis spesifikasi dari
bobot kapal yang rencana akan tertambat pada dermaga yaitu dengan jenis 1.000
GRT dengan gaya tarikan maksimum adalah sebesar 25 Ton maka bollard yang akan
digunakan adalah bollard dengan spesifikasi MT30 dengan spesifikasi dimensi adalah
sebagai berikut:
KESIMPULAN
1. Desain pondasi tiang pancang baja

Gambar 39. Steel Strees check information tiang pancang baja

Gambar 40. Dimensi tiang pancang baja


2. Desain pile head

Gambar 41. Concrete design information pile head

Gambar 42. Dimensi dan penulangan pile head


3. Desain balok lantai arah melintang

Gambar 43. Dimensi dan penulangan balok arah melintang

4. Desain balok lantai arah memanjang

Gambar 44. Dimensi dan penulangan balok arah memanjang


5. Desain plat lantai

Gambar 45. Dimensi dan penulangan plat lantai

Anda mungkin juga menyukai