Anniesa Fitrianingrum
4A S1 Keperawatan
PICOT JUNAL
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DENGAN WWZ (WARM WATER ZACK)
TERHADAP NYERI PADA PASIEN DYSPEPSIA
1. P: Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang didiagnosa dyspepsia sebanyak
15 pasien
2. I: Intervensi
intervensi terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack). WWZ adalah botol
karet yang berisi air panas untuk mengkompres bagian tubuh yang sakit. Kompres hangat
sering digunakan untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan ketegangan otot
walaupun dapat juga dipergunakan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri yang lain.
3. C: Comparation
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diyana (2012)
menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata perubahan penurunan skala nyeri antara
kompres hangat dengan kompres dingin, pada kompres hangat rata-rata perubahan skala
nyeri adalah 1,92 sedangkan pada kompres dingin adalah 1,[Link] keeratan
hubungan antara kedua variabel tersebut adalah ketgori kuat positif.
4. O: Outcome
Hasil penelitian didapatkan bahwa intensitas nyeri sebelum dilakukan intervensi sebagian
besar responden mengalami nyeri berat 7 - 10 (66,66%) dan intensitas nyeri setelah
dilakukan intervensi adalah sebagian besar responden mengalami nyeri ringan 1 - 3
(60%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 dan jika α = 0,05 maka p < 0,05), yang
artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi kompres hangat dengan WWZ
(Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia.
5. T: Time
Penilitian ini dilakukan pada tanggal 12 - 14 Maret 2020.